My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 9
Pagi yang sangat cerah. Di kontrakan kecil tempat tinggal seorang namja manis bersurai blonde. Tampak si namja sedang asik mengobrak-abrik kamarnya yang bernuansa baby blue. Mengeluarkan satu pakaian dari lemari dan membuangnya di tempat tidur. Begitulah yang dia lakukan sampai isi lemari kosong.
"huwaaaa eomma appa eothoke? Apa yang harus Hyukkie pakai" kata Eunhyuk sambil mengacak rambutnya frustasi. "apa aku harus pakai yang ini?" tanya Eunhyuk entah pada siapa. Si namja manis memandang kaos v neck warna putih lengan panjang, dan celana jins selutut. Dengan asal dia melemparkan baju itu dan kembali mengambil baju yang akhirnya bernasib sama dengan baju pertama. "kenapa tidak ada yang cocok?"
'Brumm~brum' suara sepeda motor itu membuat mata Eunhyuk terbelalak. Dia mengintip dari celah jendela, dan menemukan seorang namja duduk di sepeda motor silver. Eunhyuk melirik jam dinding bergambar monyet chibi di pojok kamar.
"MWO? EOTHOKE? HUWAAA EOTHOKE?!" Eunhyuk yang gugup segera mengambil asal salah satu baju yang berserakan.
Di depan kontrakan, terparkir sepeda motor besar dengan seorang namja duduk diatasnya. Dia memandang salah satu jendela di kontrakan itu dan tersenyum kecil saat mendengar sang pemilik berteriak. Dia membuka helm berwarna senada dengan motornya lalu meletakkan helm itu didepan.
#Eunhyuk POV
Aku berjalan sambil terus membenahi penampilanku.
"Tuhan… semoga tidak terlalu buruk dan Donghae tidak malu jalan denganku" doaku masih tetap membenarkan sweater besar warna coklat muda dan celana jins ketat ini. Ugh… seharusnya aku tanya dulu sama Sungmin hyung! Dia pasti lebih paham tentang style.
Aku membuka pintu yang langsung menampilkan, seorang namja yang duduk di atas motornya. Donghae tampan sekali, seperti artis iklan sepeda motor balap atau olinya. Apalagi dengan balutan kaos putih dan kemeja kotak-kotak warna biru dipadukan dengan celana jins putih. Membuatku sepersekian detik tercengang. huweee eomma appa aku tidak pede! Bagaimana ini? Penampilan Hyukkie kan biasa saja! Bolehkah aku kembali dan berganti pakaian? argh.. Hyukkie pabo! Jangan berlagak seperti yeoja dong! Hyukkie harus tenang dan bersikap biasa.
Dengan ragu aku berjalan menghampiri Donghae.
"maaf membuatmu menunggu lama" kataku pelan. Dia tidak mengatakan apapun, jangankan berkata, menatap atau tersenyum padaku saja tidak! Donghae langsung memberikan helm putih dan menggenakan helmnya sendiri.
Kenapa? Kenapa Donghae seperti ini? Memang benar dia tipe namja cool dan cuek, tapi hari ini berbeda? Apa dia tidak menyukai penampilanku? Apa dia tidak suka jalan denganku? Jadi ini semua karena terpaksa? Eomma appa bagaimana ini?
#Eunhyuk POV END
…haehyuk…
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah taman bermain terbesar di kota Seoul. Taman bermain bertakjub indoor yang megah. Dengan fasilitas wahana yang beragam, baik didalam maupun diluar ruang. Selain itu juga terdapat toko souvenir, kios-kios makanan dan beraneka bentuk parade spektakuler.
Eunhyuk turun dari sepeda motor diikuti Donghae. Eunhyuk yang bingung dan dipenuhi rasa kikuk memilih diam. Donghae yang acuh berjalan duluan, dia menoleh saat mendapati Eunhyuk tidak bersamanya. Ternyata si namja manis masih asik dengan dunia lamunannya sampai tidak menyadari Donghae didepan.
"tidak mau masuk?" tanya Donghae dengan wajah datar. Eunhyuk mengerjap imut, tersadar dari acara melamun rianya. Dengan wajah merona dia mengatakan maaf dan berjalan mengikuti Donghae dari belakang.
Mereka masuk ke dalam gedung lotte world. Tetap tidak saling berbicara dan berjalan dengan formasi Donghae sedikit didepan. Pikiran Eunhyuk masih dipenuhi oleh penampilannya. Sampai membuat si namja manis yang biasanya cerewet dan ceria mendadak diam dan lebih suka menunduk. Donghae yang pada dasarnya dingin, memilih mengantongi kedua tangan dan berjalan santai menatap kiri kanan. Donghae tiba-tiba berhenti membuat Eunhyuk yang berjalan menunduk di belakanya mau tidak mau menabrak punggung si namja tampan. Dengan wajah polos Eunhyuk menatap Donghae sambil mengusap hidungnya.
"ada apa Donghae?" tanya Eunhyuk sedikit kencang karena tempat mereka berhenti di lalui banyak orang.
"aku mau ketoilet" jawabnya singkat. Eunhyuk mengangguk mengerti.
"baiklah aku akan menunggu disana" kata Eunhyuk sambil menunjuk bangku besi yang terletak di samping toko. Donghae mengangguk dan meninggalkan Eunhyuk. Si namja manis duduk di bangku itu sambil meluruskan kakinya yang sedikit pegal. Dia menatap sekeliling, melihat banyaknya pasangan kekasih yang berjalan berlalu lalang. Ada yang bergandengan tangan sambil tersenyum, berjalan beriringan sambil bercanda dan mencubit hidung pasangan, ada juga yang menaruh tanganya di pinggang sang kekasih. Benar-benar romantis. Membuat Eunhyuk mempautkan bibir.
"andai saja aku bisa seperti mereka" kata Eunhyuk pelan. Dia langsung menggeleng dan menepuk kedua pipinya. "aniyo, kenapa aku berpikiran seperti itu? Bukankah aku dan Donghae hanya teman? Jadi mana mungkin aku melakukanya?" Eunhyuk menunduk dengan raut wajah kecewa.
"waaaa namja yang memakai kemeja biru itu tampan sekali" pekik seorang yeoja yang duduk disamping Eunhyuk. Membuat si namja manis penasaran dan langsung mrelihat kearah yang ditunjukkan yeoja-yeoja itu.
"iya dia tampan sekali! Kyaaa lihat postur tubuhnya itu? Waaah aku jadi ingin jalan denganya" kata yeoja berambut pendek.
"bukanya kamu sudah punya namjachingu?"
"aku rela putus dengan namjachinguku jika aku mendapatkan namja seperti itu"
"dasar maniak!"
"iya kau menakutkan! Tapi kalau aku bisa mendapatkan seperti dia, aku juga akan melakukan hal yang sama! Ah tidak, aku akan menduakan pacarku yang sekarang! Sayang kan uang pacarku yang sekarang banyak! Tidak berguna kalau disia-siakan" mereka bertiga tertawa bersama. Eunhyuk menatap ketiga yeoja disampingnya dengan alis bertaut. 'benar-benar manusia jaman sekarang' kata Eunhyuk dalam hati. ketiga yeoja itu histeris saat mendapati si namja tampan aka Donghae sedang berjalan kearah mereka. Donghae berdiri di depan Eunhyuk, lalu menyodorkan kotak susu strawberry. Eunhyuk mendongak mendapati Donghae yang tersenyum kecil.
"Donghae…"
"minumlah" katanya singkat lalu duduk disamping Eunhyuk. membuat wajah manis namja berbibir plum ini merona hebat.
"gomawo" kata Eunhyuk sambil menoleh kearah Donghae yang tengah sibuk meminum air mineralnya.
"hu'uh ternyata namja tampan itu tidak normal" gerutu yeoja berambut pendek yang masih bisa didengar Eunhyuk. Membuat si namja manis menghentikan acara minumnya.
"iya, sebel deh! Lagian apa sih yang dilihat namja tampan itu dari pasanganya?"
"tau, benar-benar ga' seimbang! Memalukan"
"uda jelek kampungan lagi! Iugh…!" kata-kata pedas itu langsung membuat Eunhyuk tertunduk. Pikirannya bercampur, tadi yang sudah dipenuh dengan penampilan malah ditambah kata-kata menyakitkan dari yeoja-yeoja ini. Membuat Eunhyuk semakin tidak pede dan terlihat kecil. Donghae yang mengetahui hal ini langsung menautkan tangannya dengan tangan seputih susu itu. Eunhyuk yang menunduk menoleh takut ke Donghae.
"kajja" kata Donghae dan langsung menarik Eunhyuk menjauh dari sana. Mereka berhenti di depan air mancur besar dengan sepasang patung cupid. #ini beneran saya ngarang! Wkwkw biarin (ditabok). Karena terlalu asik menangis Eunhyuk sampai tidak menyadari Donghae pergi. Satu menit kemudian Donghae kembali. dia menatap Eunhyuk miris, tidak tega melihat si namja manis yang terus menangis sambil menundukkan kepala. Namja tampan ini langsung menangkup wajah Eunhyuk dan mengangkatnya. Memaksa Eunhyuk mendongak menatapnya. Mata Eunhyuk tampak berkaca-kaca, Donghae menghembuskan napas lalu mengusap air mata itu dengan ibu jarinya.
"mi-hiks mian" kata Eunhyuk pelan. Entah dorongan dari mana Donghae memeluk Eunhyuk. Membuat si namja manis membelalakkan mata. Donghae yang merasakan kekakuan Eunhyuk mengelus surai blonde itu pelan. Membuat Eunhyuk sedikit rileks dan membalas rangkulan Donghae. lama mereka seperti itu sampai suara seseorang mengintupsi mereka untuk melepas pelukan masing-masing.
"kakak berdua sepasang kekasih?" tanya seorang anak dengan senyum lima jarinya. Eunhyuk menghapus air matanya lalu melirik Donghae yang kembali bertampang acuh. Dia tersenyum dan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan si anak.
"hehehe aniyo" sanggah Eunhyuk sambil mengelus rambut si anak. Dia melirik Donghae yang lebih memilih melihat air mancur. "eum… kami tidak berpacaran! kami hanya teman" kata Eunhyuk dengan wajah merona hebat.
"begitukah? Sayang sekali padahal kakak berdua sangat cocok" kata-kata polos yang keluar dari mulut si anak membuat Eunhyuk semakin merona.
"benarkah?" tanya Donghae membuat Eunhyuk mendongak bingung.
"iya! Apakah kakak tidak melihat paras si kakak manis? Aku yakin kakak manis selain cantik juga baik" kata si anak. Donghae ikut berjongkok dan menatap wajah Eunhyuk. Membuat si namja manis salah tingkah. Lama dia menatap Eunhyuk sampai Eunhyuk memukul lenganya.
"kau benar! Dia sangat manis, dan akan semakin manis setiap hari" kata Donghae sambil sedikit memiringkan kepala. Eunhyuk mengerjap imut dan langsung menunduk.
"HaeEun! Kau dimana?" sebuah suara mengintrupsi si anak untuk melambaikan tanganya pada seorang ibu yang sedang berdiri di depan toko.
"waah eomma sudah memanggil! Kakak manis bolehkah aku meminjam tanganmu?" tanya si anak yang langsung mengambil tangan Eunhyuk. Dia memasangkan gelang tali berliontin sayap warna biru muda. Dia juga mengambil tangan Donghae dan memasangkan gelang yang sama hanya ini berwarna biru tua. "nah kalau begini kalian sudah terikat! Dan aku berdoa semoga kalian berdua cepat menjadi pasangan! Annyeong" si anak segera berlari menghampiri ibunya. Menyisahkan tanda tanya besar di otak Eunhyuk.
Eunhyuk dan Donghae berjalan beriringan. Sesekali Eunhyuk melirik Donghae yang berjalan santai sambil menatap sekeliling, lalu dia beralih melirik tangan kiri Donghae yang terpasang gelang pemberian anak tidak dikenal dan tangan kanannya sendiri. Membuat Eunhyuk kembali merona dan menggigit bibir bawahnya. Tiba-tiba mereka terkejut saat terseret banyak orang yang hendak mengantri ke salah satu wahana. Eunhyuk yang kebingungan mencoba mencari Donghae, ditengah ketakutanya dia merasakan tanganya di genggam. Dia menoleh dan mendapati Donghae sudah berada disampingnya. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka ikut mengantri wahana ini.
"kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Eunhyuk setelah mereka terbebas dari gerombolan orang itu. Donghae menggeleng sambil membenarkan letak kemejanya. "wahana apa ini?" tanya Eunhyuk sambil menatap sekeliling. Donghae menunjuk papan pengumuman di pojok dinding. Membuat Eunhyuk membulatkan mata.
"MWO? ROLLER COASTER?"
#Eunhyuk pov
Huwaaaa…. Hari ini sial sekali sih! Kenapa harus roller coaster? Kenapa tidak wahana menangkap ubur-ubur, Istana boneka, atau taman lampion! Kenapa harus roller coater? Huweee eomma appa eothoke? Apa hari ini Hyukkie akan menyusul kalian? Hyukkie belum siap, masih banyak keinginanku yang belum tercapai! Andwe… andwe! Donghae kenapa tenang sekali? Ayolah lakukan sesuatu? Aku takut, tapi masa aku bilang ke Donghae? itu malah akan membuatku semakin memalukan di hadapannya? ta-tapi aku takut~ huwee aku takut! Siapa saja tolong aku! Spiderman, power ranger, naruto, kera sakti sekalian tolong~~~
Aduh giliranku dan Donghae! sudahlah aku pasrah saja! Kalau aku memang mati sekarang aku siap! Mian Sungmin hyung aku sering memakan bekalmu tanpa izin itu karena aku kelaparan dan bekalmu begitu menggoda atau menyembunyikan barang-barang pinkmu, kalau yang ini aku disuruh Kyuhyun, Yesung hyung aku minta maaf mengataimu jin kura-kura, ini juga ketularan Kyuhyun! Menganggapmu menyeramkan tapi itu juga yang dialami yang lain jadi dosaku juga dibagi dengan yang lain, untuk si epil Kyuhyun… eum sebenarnya kalau di jumlah keseluruhan dosamu lebih banyak kepadaku dari pada dosaku padamu jadi seharusnya kau yang minta maaf! Untuk Kyuhyun aku tidak mau minta maaf, untuk Ryeowook maaf ya? Walaupun kita tidak begitu dekat tapi aku pernah melupakanmu jadi itu pasti membuatmu sakit hati, mian?
Huwaaa aku duduk di samping Donghae dan, dan kita berada di-di depan:?! Argh… kalau didepan terjadi apa-apa pasti kena dulu, hiks hiks eomma appa sudahkah kalian membuatkan nasi tumpeng dan ayam panggang satu ekor di surga untuk menyambutku?
Karena terlalu takut aku hanya bisa menutup mata. Kata Kyuhyun naik roller coaster sama saja mendekatkan diri pada kematian. Setelah bermain jantung akan terasa berhenti dan semua anggota tubuh lemas. Itu kalau masih hidup kalau sudah mati bagaimana? Huweee… tiba-tiba aku merasakan genggaman tanganku di sentuh oleh seseorang. Dengan ragu aku membuka mata, melihat siapa yang tidak tahu waktu dan keadaan sempat-sempatnya main romantis-romantisan. Aku terdiam menatap Donghae yang tengah tersenyum kearahku. Tiba-tiba dia mendekatkan tanganya dan mengusap keningku. Aku yang bingung hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata.
"jangan takut, ada aku disini" kata Donghae sambil tersenyum. Aku hanya bisa mengangguk kaku dengan wajah yang merona hebat. Huwaaa eomma appa aku malu, kenapa Donghae menunjukkan sisi tampannya lagi. Coba saja ada kantong doraemon, aku pasti menyembunyikan wajahku disana.
Dia menggenggam tanganku saat mesin yang mirip kereta ini mulai bergerak. Aku tidak tahu ketakutanku hilang kemana yang jelas aku jadi berani saat melihat Donghae kembali tersenyum. Bukan senyum tipis atau kecil tapi senyum lebarnya.
Inikah salah satu keajaiban cinta?
#Eunhyuk POV END
Beberapa menit kemudian Eunhyuk dan Donghae turun dari wahana extreme itu. Eunhyuk tampak sangat senang, keringat dingin dan tubuh gemetarnya langsung lenyap. Dia terus melompat-lompat seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan kesukaannya.
"waaa ternyata sangat menyenangkan! Donghae-ah, ayo kita mencoba semua wahana?" kata Eunhyuk kegirangan. Saking senangnya si namja manis sampai lupa untuk melepas genggaman tangannya. Dia tersadar saat Donghae terus melihat tautan tangan itu.
'BLUSH~' Eunhyuk langsung melepaskannya, dengan wajah merona hebat dia mengatakan mian berkali-kali. Donghae tertawa geli, membuat Eunhyuk mendongak heran. Baru pertama kali dia melihat Donghae tertawa lepas seperti itu.
"kajja ke wahana berikutnya" ajak Donghae sambil menggandeng tangan Eunhyuk lagi. Eunhyuk hanya bisa mengangguk malu dan mengikuti lari Donghae. Mereka terus bermain. Masuk ke wahana satu ke wahana yang lain. Tanpa lelah mereka mencoba semua wahana dengan tetap bergandengan tangan.
_skip time_
Eunhyuk dan Donghae tampak duduk di salah satu café. Eunhyuk terus tertawa menampakkan gummy smilenya yang manis. Donghae ikut tersenyum.
"tadi benar-benar hebat! Donghae sangat berani di rumah hantu, aku jadi iri" kata Eunhyuk sambil menggembungkan pipi membuat Donghae gemas dan mencubit pipinya.
"auh appo! Igh Donghae nyebelin" gerutu Eunhyuk, mereka terus tertawa sampai tiga orang maid menghampiri.
"selamat untuk kalian!" kata maid bersurai merah muda. Eunhyuk mengerjap imut, lalu menatap Donghae dengan isyarat 'ada apa?'. Donghae mengangkat bahunya sebagai jawaban.
"kalian adalah pasangan ke-100 yang singgah ke café ini!"
"sebagai hadiahnya kalian mendapatkan milkshake cinta ini, silahkan" kata maid yang berada di tengah. Eunhyuk yang bingung hanya bisa menerima gelas panjang dengan sedotan(?) 2 cabang berbentuk love itu. Lidahnya terasa kaku hanya untuk menyangkal salah pamam ini, dia melirik Donghae yang memasang wajah coolnya sambil menikmati waffle.
'duh~ nih alien planet Jupiter kok tenang-tenang saja sih!' rutuk Eunhyuk dalam hati. setelah para maid itu pergi Eunhyuk menjatuhkan kepalanya di meja.
"huwaaa Donghae-ah kenapa sih kita terus di kira pasangan? Sudah berapa kali hal ini terjadi?" tanya Eunhyuk tanpa menatap Donghae yang sedang tersenyum.
"memang kenapa?" tanya Donghae sambil mengangkat sebelah alis. Eunhyuk yang menatapnya kembali salah tingkah. "tidak suka?"
"ah, ti-tidak juga sih! Tapi… tapi aku malu" kata Eunhyuk terbata, dia menyembunyikan kegugupanya dengan meminum milkshake strawberry itu. Donghae sedikit menyeringai, lalu mencondongkan tubuh mendekati wajah Eunhyuk. Eunhyuk yang mengetahuinya langsung membelalakkan mata dan menjauhkan tubuhnya. "ap-apa yang kau lakukan?"
"aku ingin mencicipinya" jawab Donghae santai lalu meminum milkshake itu. Perasaan Eunhyuk yang bercampur aduk membuatnya sulit berbicara. Dia lebih memilih diam sambil terus menatap Donghae.
…haehyuk…
Matahari tenggelam, membuat langit jingga kekuningan berubah warna menjadi gelap. Eunhyuk dan Donghae tengah duduk di bangku panjang sambil menikmati langit malam bertabur bintang.
"hari ini sangat melelahkan tapi juga sangat menyenangkan! Gomawo" kata Eunhyuk memecah keheningan diantara mereka. Donghae menoleh dan tersenyum.
"ayo kita pulang chagi"
"aniyo aku masih ingin disini! Kau tidak dengar tadi akan ada parade kembang api! Ayolah chagi kalau kau sayang aku, turuti permintaanku sekali saja, nde?" suara itu mengintrupsi Eunhyuk dan Donghae untuk menoleh ke samping, melihat sepasang namja yang berdebat. Eunhyuk menatap Donghae, hatinya menginginkan melihat parade itu karena dia sangat menyukai kembang api, tapi mengingat hari sudah malam dan factor tidak enak dia mengurungkan niatnya.
"Donghae ayo pulang" kata Eunhyuk dengan berat hati. Donghae tidak memperdulikan karena sibuk menatap kedepan. "Donghae…" panggil Eunhyuk sekali lagi.
"ada satu wahana yang belum dinaiki" ujar Donghae tanpa menatap Eunhyuk. Si namja manis memiringkan kepala bingung. "bianglala, kita belum naik itu kan?" Donghae kembali menggandeng tangan Eunhyuk, membuat si namja manis kembali merona.
Mereka masuk kedalam keranjang gantung. Masing-masing duduk disatu sisi. Eunhyuk yang bingung dan malu memilih diam, sedangkan Donghae tetap memasang wajah cuek sambil menatap kaca di samping kirinya.
#Eunhyuk POV
Huwaaaa eothoke eothoke! Kalau hidupku seperti hari ini terus, pasti aku cepat kena serangan jantung. Oh demi seluruh pisang ambon di Seoul!
Bianglala ini mulai bergerak, aku melirik Donghae yang tengah sibuk menatap keluar, karena bingung aku memilih menundukkan kepala. Hyukkie pabo, kenapa jadi canggung lagi? Bukanya tadi sudah berjalan normal?
"hei, lihatlah" kata Donghae sambil menunjuk kaca di sampingnya. Aku membelalakkan mata saat melihat letusan kembang api beraneka warna terbentuk sangat cantik di sana. Refleks aku langsung berdiri dari tempat duduk supaya lebih memperjelas kembang api itu. Tiba-tiba keranjang ini berhenti, membuatku mau tidak mau terdorong ke depan dan….
#Eunhyuk POV end
Eunhyuk terjatuh di tubuh Donghae. membuat wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Donghae dan kedua tangannya merangkul pundak namja tampan itu.
'DEG DEG DEG' entah suara jantung siapa yang berdetak sangat kencang ini. Yang jelas baik wajah Eunhyuk dan Donghae merona. Tapi dengan pintar Donghae menyembunyikan wajah merahnya itu. Mungkin karena terbawa suasana, wajah Donghae semakin mendekat membuat Eunhyuk hanya bisa menutup mata. Sekarang baik Eunhyuk dan Donghae dapat merasakan napas hangat masing-masing karena hidung mereka sudah bersentuhan.
'kring~kring~kring' bunyi handphone itu mengintrupsi mereka kembali kealam nyata. Eunhyuk langsung membelalakkan mata dan kembali duduk sambil menunduk berusaha menyembunyikan kegugupannya dan rona merah bak kepiting rebus di pipinya. Donghae mengangkat handphone sambil menatap ke samping. Kecanggungan langsung melanda Donghae dan Eunhyuk hingga mereka pulang.
Di tempat lain, tepatnya di bandara inceon tampak seorang namja tampan dengan balutan kaos hitam, jaket jins dan celana coklat selutut berjalan sambil menarik kopernya. Setelah sampai di depan bandara dia membuka kaca mata hitamnya dan tersenyum lima jari.
"akhirnya sampai di kota kelahiran! Hehehe rasanya sudah lama sekali!" kata si namja bangga setelah itu dia menyetop taxi. Namja itu menyamankan duduknya, lalu mengeluarkan dompet dari saku celana. Mengengeluarkan sebuah foto lama yang menampilkan dua namja kecil di ayunan.
"bagaimana kabarmu sekarang Hyukkieku?" tanyanya pelan sambil tersenyum.
.
.TBC
.
Gomawo untuk semua pembaca dan review… huweeee hiks hiks aku jadi terharu ternyata masih ada yang mau baca cerita GJ bin ndak nyambungku ini. Kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan apalagi kata-kata semangat dari kalian^^ tapi jangan flame ya? Saking senangnya saya sampai bingung mau ngomong apa lagi hehehe
Gomawo untuk:
Zhouhee1015|| ranigaem1|| narty2h0415|| HHSHelviJjang|| Haehyuk|| nanazz|| polarise437|| Bluerissing|| jiae
Gomawo nde? Review kalian sangat membantu ^^ gomawo terus dari tadi hehehe mianhae~
Okelah...
See you next chap…..
