My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Choi Siwon
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 12
Sudah seminggu Siwon melakukan rutiritas harianya mengantar jemput Eunhyuk. Selain sebagai alasan dia bisa bersama dengan si namja manis, ini juga dilakukanya untuk mendekati sahabat kecilnya yang semakin dilihat semakin mempesona itu. Seperti pagi ini dia menjemput Eunhyuk jam 8 padahal si namja manis kuliah jam 10. Dia beralasan ingin mengajak si namja manis sarapan di café depan kampus. Eunhyuk yang polos dan baik menyetujui hal itu apalagi mendengar kata ditraktir.
Saat ini tampak mereka duduk di kursi berhadapan tepat di depan jendela yang menghubungkan langsung dengan jalan raya. Siwon terus menatap Eunhyuk yang sedang asik melahap roti panggangnya. Si namja tampan sedikit tertawa saat melihat selai menempel di sudut bibir namja manis ini. Dengan senyum lesung pipinya, dia mengelap selai itu menggunakan ibu jari. Eunhyuk yang malu segera menjauhkan wajahnya dan mengelap bibirnya dengan punggung tangan.
"dasar! Kebiasaanmu tidak bisa hilang ya? padahal sudah kuliah" kata Siwon sambil menyeruput kopi ekspresonya.
"biarin! Aku yakin hyung juga masih suka melakukan hal-hal aneh! Eum salah satunya tidur dengan bertelanjang, terus menggerakkan jari-jari saat gugup terus…." Siwon segera mendekap mulut Eunhyuk yang meronta-ronta mencoba melarikan diri. Mereka tidak menyadari ada seseorang diseberang jalan sedang menatap kesal karena kemesraan mereka. Eunhyuk yang berhasil lepas segera memukul dahi Siwon dan mereka tertawa bersama. Siwon mengalihkan tatapanya dan mengerutkan alis saat melihat seseorang diseberang jalan sedang berdiri menatap mereka.
"bukanya dia…."
"ada apa Wonnie hyung?" tanya Eunhyuk, membuat Siwon menoleh padanya.
"disana ada…." Siwon kembali menatap jendela, tapi tidak ada seseorang yang tadi dilihatnya.
"ada apa sih?"
"oh, tidak! Mungkin salah lihat" kata Siwon sambil tersenyum kaku. Eunhyuk mengangguk lalu melanjutkan acara makannya. Siwon kembali menatap jendela, tapi memang benar obyek yang dilihatnya sudah pergi. 'bukanya tadi temannya Hyukkie?'
…haehyuk…
Eunhyuk duduk di kelas music yang masih sepi. Dia menghentikan kegiatanya mencorat-coret buku saat merasakan ada seseorang yang menatapnya. Namja manis ini melihat kearah pintu dan menemukan Donghae sedang berdiri di ambang pintu. Beberapa detik mereka lalui dalam tatapan masing-masing. Donghae yang lebih dulu memutuskan kontak mata itu dan memilih duduk di bangku belakang dekat jendela. Eunhyuk menggigit bibir bawahnya sambil sesekali melirik Donghae yang berada di belakang deret bangkunya.
'mungkin aku harus menyapanya dulu?' tanya Eunhyuk dalam hati. 'andwe! Tadi saja dia diam, nanti kalau aku malah dicueki gimana? Lebih baik bunuh diri di pohon cabe kalau begitu' Eunhyuk menggeleng dan kembali menyibukkan diri dengan bukunya.
'meori jom sseo chimchakhage dansunhage santteutage Yeah' (suju-sun flowers) Eunhyuk mengambil handphone putih yang diletakkan di samping bukunya.
"yobosheo"
"hei, yobosheo Hyukkieku" suara seorang namja yang dihapal Eunhyuk diluar kepala.
"Wonnie hyung? Ini nomor hyung? Oh, dari mana hyung tahu nomorku?"
"eum… hasil curian"
"aish, dasar! Aku laporkan polisi baru tahu rasa"
"polisi? Hahaha oke, laporkan aku sekarang supaya aku cepat dipenjara di hatimu Hyukkieku"
"igh… apa'an sih hyung! Oh iya kenapa hyung menelponku?"
"karena aku merindukanmu!"
"uda hyung~ jangan main-main"
"hehehe aku yang membuatmu berangkat pagi, pasti sekarang kamu sendirian di kelas! Yah aku menelpon supaya kamu ada teman ngobrol sampai kelas dimulai"
"eum, gomawo hyung" Eunhyuk terus mengobrol dengan Siwon, tidak mengetahui Donghae sedang menatapnya dengan pandangan? Entahlah hanya dia dan hatinya yang tahu.
_skiptime_
Jung songsaenim meninggalkan kelas diikuti murid-murid yang lain. Eunhyuk membereskan buku-bukunya, dia menghentikan kegiatannya saat mendengar handphonenya berbunyi.
'aku tunggu di taman kampus, Hyukkieku^^' seperti itulah sms yang didapat Eunhyuk dari layar lebar handphonenya. Membuatnya memekik kaget dan segera memasukkan bukunya yang tersisa kedalam tas.
"Kibumie aku pulang dulu ya, annyeong" katanya lalu berlari keluar kelas. Kibum menghembuskan napas panjang lalu menoleh kebelang, dia terkejut karena tidak menemukan siapa-siapa.
"kemana Donghae? jangan-jangan menyusul…." Kibum berdecak kesal. "aku sudah bilang kalau dia harus hati-hati, bagaimana kalau dia sampai ketahuan?"
Di taman belakang kampus, tampak Siwon sedang duduk dibangku bawah pohon sambil menutup mata. Kegiatan yang dilakukannya membuat beberapa mahasiswa berdecak kagum.
"huwaaaa lihat namja itu? Dari fakultas apa ya? aku tidak pernah melihatnya" kata seorang yeoja yang duduk bergerombol tidak jauh dari kursi Siwon.
"iya, dia dari fakultas apa sih? Wajahnya itu lo seperti pangeran, bibirnya yang tipis, senyum berlesung pipi, dan dandanan rapi! Membuat siapa saja yang melihatnya langsung terpesona"
"kau benar! Bahkan aku rela menjadi simpanannya" ujar yeoja-yeoja itu. Mereka malah semakin menjerit dengan wajah merona saat melihat Siwon membuka mata karena mendengar namanya dipanggil.
"Woonie hyung, kenapa ada disini? Kenapa tidak tunggu diluar saja" kata Eunhyuk sambil duduk di samping Siwon. Si namja tampan malah tersenyum sambil menatap sekitar.
"kau tidak pernah memberitahuku kalau memiliki kampus yang cukup bagus"
"oh, biasa saja! Pastinya lebih bagus kampus Siwonnie hyung yang ada di luar negeri"
"aku lebih suka disini! Andai ada fakultas kedokteran, aku pasti pindah kesini"
"hehehe hyung bisa saja!" mereka terdiam dengan pikiran masing-masing, sampai Siwon mengambil handphone hitamnya.
"Hyukkie duduk lebih dekat"
"nde?"
"mendekatlah, aku akan mengambil foto kita berdua! Bukankah backgroundnya sudah mendukung! Kajja"
"hah? Kenapa tiba-tiba?"
"aku ingin menunjukkan ke teman-teman saat aku pulang nanti! Lagipula aku suka tempat ini dan ingin sekali mengabadikannya lewat foto" Eunhyuk tetap diam, sampai Siwon merangkul pundaknya. Siwon mendekatkan wajahnya hingga pipi mereka bersentuhan, Eunhyuk yang bingung hanya bisa terdiam dengan wajah merona.
'CKLIK' kilatan cahaya itu membawa Eunhyuk kembali kealam nyata.
"wow bagus juga" kata Siwon sambil melihat hasil jepretannya. Eunhyuk mengerjap-ngerjapkan mata membuat si namja tampan tersenyum semakin lebar.
"kenapa?"
"oh, tidak! Tidak apa-apa" kata Eunhyuk sambil mengalihkan tatapannya. Di balik pohon tepat berada di belakang mereka, berdiri seorang namja tampan dengan raut wajah marah sambil mencengkram tanganya erat.
…haehyuk…
Keesokan harinya.
Tampak Eunhyuk duduk di pojok kantin sambil menikmati bekal makan siangnya, di hadapanya ada Sungmin dan Kyuhyun yang saling menyuapi.
"Yoo semua!" seru seseorang yang membuat ketiga namja ini mendongak. Mereka mendapati namja bersurai hitam berdiri berdampingan dengan namja tampan bersurai brunette.
"annyeong Yesungie, Donghae" sapa Sungmin dengan senyum bunny cutenya. Yesung duduk disamping Sungmin, menyisahkan Donghae yang tetap berdiri.
"Donghae-ah, duduklah! Kau mau makan sambil berdiri?" tanya yesung sambil menunjuk bangku kosong disamping Eunhyuk. Donghae mengangguk pelan dan berjalan kearah bangku itu. Eunhyuk yang entah kenapa langsung terserang gugup memilih kembali menatap makanannya.
"oh iya Hyukkie bagaimana kabar kekasihmu itu? Kau tahu, gara-gara kalian mengumbar kemesraan di taman kemarin kelasku jadi heboh lo?" kata Yesung sambil melahap nasi karenya.
"MWO? Hyukkie punya pacar? Sejak kapan? Bukanya Hyukkie…." Sungmin melirik Eunhyuk lalu beralih melirik Donghae.
"huh itulah cinta, membuat siapa saja lupa segalanya"
"an-aniyo! Siwon hyung bukan pacarku kok" kata Eunhyuk sambil mengibaskan kedua tanganya.
"Hyukkie jangan menyangkal lagi? Kalau dia bukan pacarmu kenapa setiap hari dia mengantar jemput kamu? Belum lagi kemesraan yang kalian umbar itu! Benarkan Hae?" Yesung melirik Donghae yang hanya diam tidak merespon. Eunhyuk menunduk sambil menggingit bibir bawahnya. Sungmin terus mengamati gelagat kedua namja didepanya ini.
"kau tahu dari mana kepala besar?" tanya Kyuhyun.
"waktu itu aku dan Donghae memergoki Eunhyuk diantar oleh namja bernama Choi Siwon itu! Tidak hanya sekali, bahkan setiap hari! Tapi kami hanya sempat menyapa mereka sekali" jelas Yesung.
"wah rupanya si monyet kecil ini sudah dewasa"
"yap benar sekali! Tapi pelitnya itu tidak bisa hilang, masa belum ada pajak jadian untuk kita Kyu?"
"hei, hei kalian sudah! Jangan menggoda Eunhyuk terus!" kata Sungmin sambil menjitak kepala kedua namja yang duduk disampingnya ini. "oh setelah makan eum bagaimana kalau kita bolos kelas!" seru Sungmin mencoba mengalihkan perhatian.
"bolos kelas? Sejak kapan Sungmin suka bolos?" tanya Yesung dengan wajah bingungnya.
"kau sakit, chagi?" tanya Kyuhyun sambil menyentuh kening Sungmin.
"aniyo! Aku sedang bosan berada di kampus! Bagaimana kalau kita jalan-jalan, eum… aku dengar hari ini ada festival di lapangan dekat kuil, ayo kita kesana!" seru Sungmin bersemangat. Kyuhyun dan Yesung saling tatap, lain dengan Eunhyuk yang masih menunduk dan Donghae focus dengan acara makannya.
…haehyuk…
Disinilah mereka sekarang, berdiri pinggir lapangan melihat keramaian festival yang diadakan sebuah kuil. Mereka sedang menunggu Ryeowook kekasi Yesung sekaligus adik kandung Donghae yang memang masih SMA, setelah beberapa menit menunggu akhirnya si namja cantik berpipi tirus ini datang. Kyuhyun langsung mengandeng tangan Sungmin, Yesung merangkul pundak Ryeowook. Eunhyuk dan Donghae berjalan beriringan tetap dengan atmosfer kecanggungan yang semakin besar.
#Eunhyuk pov
Huwaaa bagaimana ini? Bagaimana? Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa? Eomma appa, kenapa sih Hyukkie selalu canggung jika berhadapan dengan Donghae? padahal kami sudah beberapa kali jalan bersama, tapi rasa gugup ini masih terus muncul! Coba saja kalau Donghae tidak melihatku diantar Siwon hyung kemarin, mungkin aku tidak akan merasa bersalah atau tidak enak seperti ini! Mungkin aku akan lebih bersikap wajar… ah tidak tidak! Kenapa aku menyalahkan Wonnie hyung, ini kan bukan 100% kesalahannya, mana tahu dia kalau aku sedang menyukai seseorang? Hu'uh tapi untuk sekarang apa yang harus aku lakukan?
"Kyu aku ingin boneka itu! Kau bisa mendapatkanya untukku kan?" aku menoleh mendapati Sungmin hyung sedang bergelayut manja di tangan Kyuhyun. Aku mengikuti mereka berdiri di depan stan permainan.
"oh ayo silahkan! Ini permainan untuk pasangan! Siapa saja yang dapat menemukan nama pasangan diantara bola-bola pelangi ini dialah pemenangnya, dan kalian akan menjadi pasangan selamanya! Ayo silahkan mencoba"
Sungmin hyung dan Kyuhyun mengikuti permainan ini. Jadi Sungmin hyung menulis namanya dan diselipkan di bola yang dia pilih sendiri warnanya tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun memilih diantara ketujuh bola. Ada tiga kali kesempatan.
"yak sudah ditulis, oke silahkan dipilih" kata si penjaga stan yang bercostume cupid ini. Sudah dua kali Kyuhyun mencoba namun gagal. Ini kesempatan terakhir. Yesung hyung yang sudah mengikuti permainan ini mengejek Kyuhyun karena dia sudah gagal mendapatkan bola dengan nama Ryeowook.
Dengan menutup mata sejenak Kyuhyun memilih bola warna biru, dengan yakin dia mengambil selipan kertas di bola itu. Dia membuka gulungannya dan membaca tulisan yang tertera di kertas itu.
"Lee Sungmin" katanya pelan. Sungmin hyung yang diperintah memuggungi peserta, langsung berbalik dan memeluk Kyuhyun. Mereka cukup senang apalagi saat Sungmin hyung mendapatkan boneka kelinci berwarna merah jambu.
"lihatkan kepala besar, aku dan Minimi memang berjodoh"
"hu'uh jangan sombong dulu bocah evil"
"hei kau iri denganku kan jin kura-kura?"
"tidak!"
"dasar payah!"
#Eunhyuk pov end
"hei hei sudah kenapa kalian malah berantem sih?" Sungmin dan Ryeowook berusaha melerai kedua namja ini. Eunhyuk dan Donghae yang tetap diam langsung menoleh saat mendengar si penjaga stan memanggil mereka.
"kenapa kalian tidak mencoba juga?" tanya si penjaga stan.
"oh aniya! Kami bukan pasangan, bu-bukan!" kata Eunhyuk gugup. Keempat namja yang dari tadi sibuk itu memilih menatap perdebatan Eunhyuk dan penjaga stan.
"sudahlah Hyukkie, coba saja! Kalau benar kan lumayan dapat boneka" kata Sungmin sambil merangkul pundak Eunhyuk.
"ayo hyung, hehehe seru tahu" kata Ryeowook menyemangati.
"kurasa akan gagal, bukanya mereka bukan sepasang kekasih" kata Kyuhyun yang langsung mendapat deathglare khas Sungmin.
"iya, tidak usah! Kajja kita ke stan berikutnya" kata Eunhyuk mencoba mengalihkan kegugupannya. Donghae berjalan ke depan stand dan memberikan kupon permainannya pada si pemilik stan.
"oh anda ingin bermain! Baiklah silahkan sang pasangan menulis namanya disini"
"ap-apa?"
"sudah Hyukkie! Sana" Sungmin hyung langsung mendorong namja manis ini. Dengan gugup dia memandang Donghae yang memilih memutus tatapan mereka.
"nah sudah, sekarang dapatkah dia menemukan nama pasangannya?" tanya si penjaga stan. Entahlah apa yang dirasakan si namja manis ini. Dia memilih memejamkan mata sambil mencengkram kedua tanganya.
Donghae menatap ketujuh bola di depannya. Dengan tenang dia memilih bola berwarna jingga dan langsung membuka gulungan kertas di dalamnya. Donghae diam menatap tulisan di kertas itu. Membuat keempat temannya penasaran. Karena kesal Kyuhyun mengambil kertas itu dan membacanya cukup keras.
"Lee Eunhyuk" perkataannya itu sukses membuat semua orang disana tercenggang termasuk Eunhyuk. Dia langsung membalik badannya dan mendapati Donghae tengah menatapnya.
"uwooo sulit dipercaya! Baru pertama kali ada pasangan yang mengambil hanya satu kali mencoba! Benar-benar luar biasa" kata si penjaga stan sambil bertepuk tangan. Kyuhyun dan Yesung hanya bisa terbengong di tempatnya begitupun Sungmin dan Ryeowook yang saling pandang. "kalian memang jodoh! Dan pasangan yang sangat cocok! Silahkan pilih bonekanya, dan karena kalian berhasil dalam satu kali pilih, kalian bisa membawa dua boneka" katanya lagi. Eunhyuk tetap menatap Donghae, tapi si namja tampan malah mengalihkan pandanganya dan berjalan pergi.
Sepuluh menit kemudian.
"hu'uh kemana sih namja es itu!" gerutu Kyuhyun yang entah sudah keberapa kali. Saat ini Kyumin, Yewook dan Eunhyuk sedang berjalan berkeliling mencari Donghae. setelah mendapatkan nama Eunhyuk, Donghae pergi dan belum kembali.
"sudah dong Kyu, sabar"
"aku tidak bisa sabar! Waktu kencan kita kan jadi berkurang!"
"maaf ini semua karena kakakku" kata Ryeowook sambil menunduk.
"aniya chagi, jangan sedih? Kyuhyun memang seperti itu, kajja kita cari Donghae lagi" Eunhyuk menatap keempat temannya ini. Lalu kembali menunduk.
'apa karena aku? Kalau tahu begini jadinya, aku tidak akan berharap Donghae mendapatkan namaku? Aku tidak akan berdoa dan minta aneh-aneh pada tuhan… Hyukkie pabo, kenapa harus merasakan hal ini dan malah membuat semuanya semakin kacau! Ini kesalahanku' kata Eunhyuk dalam hati. dia menghembuskan napas panjang dan kembali mendongak. Mata si namja manis ini langsung melebar saat tidak mendapati keempat sahabatnya. Eunhyuk menoleh kesegala arah, mencoba menemukan Kyumin dan Yewook tapi karena kepadatan pengunjung dan tubuh kurusnya yang terus didesak menyebabkanya tidak berhasil menemukan mereka.
#Eunhyuk pov
Huwaaa lihat sekarang! Kenapa aku tetap bodoh dan ceroboh sih? Bagaimana aku menemukan teman-teman? Mana aku tidak tahu tempat ini lagi? Gimana cara aku pulang coba? Belum lagi kalau aku tersesat, lalu aku di jahati oleh para preman seperti waktu itu kalau tidak aku diculik dan dijadikan sex doll untuk para om-om genit? Huwaaaa tidak tidak, kenapa aku bisa berpikiran seperti itu sih? Eomma appa eothoke~
"Oh iya kan ada handphone, kenapa aku tidak memikirkanya?" Aku merogoh saku dan mengambil handphone dengan gantungan pisang ini. Aku mencari nomor Sungmin hyung dan menghubunginya.
"maaf pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini" aku membelalakkan mata dan melihat layar handphoneku. Huwaaaaa aku lupa tidak beli pulsa! Tidak, bagaimana ini sekarang, bagaimana~ #makanya bang jangan pelit-pelit #ditendang kekebun pisang
"Apa aku tunggu saja sampai mereka menghubungiku? Yaya itu ide yang bagus!" seruku bersemangat setelah itu aku duduk di kursi kayu dekat anak tangga menuju kuil. Aku terus menunggu sambil sesekali melihat layar handphoneku. Kenapa tidak ada panggilan? Jangan-jangan mereka sengaja ingin membuangku disini? Atau mereka menganggap aku berisik dan pengganggu karena tidak punya pasangan sendiri? Huweee tidak mungkin! Mereka tidak akan sejahat itu kan padaku? Aku kan baik, ya walaupun sedikit pelit tapi bukan berarti mereka dengan seenakya membuangku? Aku kembali melihat layar handphoneku yang gelap, dengan kesal aku menekan tombol. "Lo, kenapa tidak nyala? Omo jangan-jangan…?" aku menekan tombol on off, tidak ada hasil. Layar handphoneku tetap gelap. "Huwaaaaa aku lupa mengecas! Sekarang baterai handphoneku habis? Tidak!" teriakku yang mendapat deathglare dari beberapa orang. Karena malu aku hanya menunduk sambil bergumam maaf.
Tuh kan, sekarang aku harus gimana? Kenapa sih hari ini aku sial sekali? Hiks hiks mana aku lapar lagi? Uang yang aku bawa hanya cukup membeli satu tempura goreng? Apa aku akan mati disini? Kenapa orang-orang ini tidak melihat penderitaanku? Eomma appa eothoke? Aku terdiam dan refleks menutup mata saat merasakan hembusan angin lembut membelai wajahku. Aku menatap keatas, melihat kuil yang tampak indah dengan langit malam bertabur bintang. Entah kenapa aku ingin kesana. Dengan yakin aku menapak anak tangga demi anak tangga. Beberapa menit kemudian, aku sudah berdiri di depan kuil. Huwaaah aku itu orang mana sih? Aku belum penah melihat kuil ini? Sangat indah dan luas? Aku tersenyum sambil berkeliling kuil. Saat berada di belakang kuil mataku tidak sengaja menemukan seseorang sedang duduk menyender di pojok.
Tunggu! Jaket jins dan rambut brunette? Bukankah itu Donghae! dengan kecepatan super aku berlari menghampirinya, syukurlah aku tidak sendirian.
"Donghae" panggilku membuatnya mendongak menatapku. Tunggu, ini hanya penglihatanku saja atau aku merasa wajah Donghae pucat? "Donghae gwenchana?" tanyaku khawatir sambil duduk disampingnya. Dia hanya tersenyum sebagai balasan.
"kemana yang lain?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya padaku. Aduh terjadi lagi, selalu saja aku salting jika berhadapan dengan Donghae dalam situasi seperti ini.
"eum itu, mereka…mereka… aku terpisah dari mereka" jawabku dengan wajah menyesal. "mianhae, ini semua salahku" kataku pelan sambil menunduk. Aku merasakan rambutku dielus, dengan takut aku menatap Donghae yang tetap tersenyum.
"aku yang salah karena menghilang tiba-tiba, jangan salahkan dirimu terus arra?" katanya yang membuatku hanya bisa mengangguk. Ini seperti mimpi, aku bisa mendengar Donghae berbicara panjang dan melihat senyumnya lagi seperti dulu. Donghae menghentikan elusannya dan tiba-tiba, merebahkan tubuh, menaruh kepalanya di pahaku. Aku yang kaget dan sangat gugup hanya bisa membulatkan mata.
"Do-Donghae?"
"mianhae… sebentar saja" katanya sambil menutup mata. Aku yang bingung hanya bisa mengangguk sambil melihatnya tidur dipangkuanku. Tuhan… apakah ini mimpi? Apakah saat ini aku berada didunia khayalanku? Tapi, kenapa aku tidak bisa menepisnya.
Di dalam hati kecilku aku berharap "tuhan, dapatkah waktu dihentikan?"
#Eunhyuk pov end
Di tempat lain, tepatnya sebuah kamar luas yang didominasi warna hitam dan putih. Tampak seorang namja tampan dengan balutan kaos tanpa lengan yang memperlihatkan tubuh kekarnya sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil yang tergantung di leher. Dia terus tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya yang menambah kadar ketampanan berkali-kali lipat.
"Hyukkie, kau sukses membuatku menjadi gila" kata si namja yang tidak lain adalah Choi Siwon itu. "hem, padahal tadi pagi baru bertemu tapi aku sudah serindu ini padanya"
"kenapa sih kau harus pergi dengan teman-temanmu itu? Coba kalau tidak, aku kan bisa main dirumahmu atau mengajakmu jalan-jalan" Siwon mengambil handphonenya dan membuka gallery, melihat fotonya bersama Eunhyuk.
"melihat wajahmu yang polos begini, aku jadi ingin tersenyum" kata Siwon sambil terus melihat foto itu. Dia terdiam sambil menautkan alis saat mendapati seseorang di belakang pohon pas dibelakang mereka. Foto itu hanya memperlihatkan setengah tubuh dan kepala si namja. Karena penasaran Siwon menzoom foto ini.
"tunggu, bukankah dia…" Siwon terus menatap wajah namja itu. Dia terus terdiam, sampai mendengar seseorang di luar. Dia berdiri dan membuka jendela melihat dua orang pejalan kaki yang tidak sengaja bertabrakan.
"aku ingat sekarang, aku pernah melihat temannya Hyukkie itu saat aku tabrakan denganya dijalan menuju rumah Hyukkie, dan dia… aku yakin sekali dia yang selama dua minggu ini membuntutiku dan Hyukkie…. Mungkinkah dia stalker yang selama ini Hyukkie ceritakan?"
…haehyuk…
Sepeda motor silver berhenti di depan sebuah kontrakan. Eunhyuk turun dari motor lalu membuka helmnya. Dia menyerahkan helm itu ke Donghae sambil tersenyum lebar dengan wajah merona.
"go-gomawo Hae, eum gomawo sudah mengantarku dan mentraktirku makan malam. Nasi goreng dagingnya sangat enak" kata Eunhyuk malu-malu. Donghae membuka helm lalu tersenyum sebagai balasan.
"masuklah, sudah malam" kata Donghae tanpa menghapus senyumnya yang menawan itu. Eunhyuk mengangguk, wajahnya tambah merona saat Donghae mengelus rambutnya pelan.
"Hyukkie!" panggil seseorang membuat Eunhyuk dan Donghae menoleh kesumber suara. Di sana berdiri Siwon yang sedang melipat tangan didepan dada sambil terus menatap mereka.
"Wonnie hyung" kata Eunhyuk pelan. Siwon berjalan mendekat, dan menarik tangan Eunhyuk membuat tubuh kurus itu menjauh dari si namja tampan. "Wonnie hyung apa-apaan sih?"
"menjauh darinya! Ayo masuk Hyukkie!"
"Woonie hyung apa sih maksud hyung?" tanya Eunhyuk sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Siwon. Donghae menatap Siwon yang balas menatapnya.
"mulai sekarang jangan dekati Hyukkie lagi! Pengecut" Siwon menarik Eunhyuk masuk kedalam rumah, menyisahkan Donghae yang hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangan.
.
tbc
.
.
Yeyeyeye saia datang bawa stalker
Mian untuk kemarin~ moments haehyuknya ndak ada hehehe tuntutan naskah? Eum kayaknya chap-chap depan juga moments haehyuk bakalan dikit, mianhae soalnya ini ff saia mau selesai'in~~~
Balas-balas review
Novapolariself: iya ini uda dilanjut, eum ada lah moment haehyuk disini, oke gomawo reviewnya ya
HAEHYUK IS REAL: bang kuda emang suka seenaknya, truz haenya terlalu cuek… hyuknya juga terlalu polos? gimana ini? #penulis sarap, bukanya yang buat lu! #digetok duri ikan Hehehe iya ini uda dilanjut and moment haehyuknya uda ditambahin, kalau masalah haehyuk lopelope diudara eummm masih abu-abu chingu (/,\)… iya ff laennya uda lanjut kok, gomawo reviewnya ya ^^
Ryne: iya cepet hae, ah donghaek si pakek odong-odong jadi lama kan ngejar hyuknya #apaan coba? -_- gomawo reviewnya chingu
Ranigaem1: saingan terberat ini mah chingu hehehe gomawo nde uda suka ma ff geje ini, gomawo juga uda semangatin si penggalau ini dan gomawo reviewnya ^^
Depi rizqhadiechipie: donghae emang ndak bisa ditebak, hadeh bikin bingung? Ini uda dilanjut chingu, gomawo reviewnya
Nanazzz: hahaha uda kebiasaan saia, kalau ndak Eunhyuknya yang menderita ya donghae yang menderita hehehe. Gomawo reviewnya ya chingu
Chaca: nde ini uda dilanjut, gomawo reviewnya
Luviana riati 5: gomawo uda suka ama ff geje ini, owh saia emang selalu berpikir hae itu namja terganteng, terkeren tercool tapi seperti anak kecil -_- eommanya tentu saja si hyukkie #digetok palu, gomawo chingu untuk reviewnya ^^
.
.ini uda dilanjut si stalker
Mian kalau kurang berkenan di hati kalian, dan mian kalau semakin geje and ndak nyambung
Okelah see you next chap ^^
