Stupid Fairy

BTS Fanfiction

Genre: Romance, Adult, BL (Boys Love), Comedy(?)

Rated: T/M

Cast: Kim Taehyung, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, and the others.

Warning: Typo(s), Gaje

Disclaimer: Remake dari "Stupid Fairy" author by Zee

.

.

.

Seokjin mendecak kesal dan menghentikan aktifitasnya, lalu berjalan keluar kamar untuk menyapa seorang yang berada di luar kamarnya.

Tampak seorang namja berdiri di depan kamar Seokjin.

"Hyung! Aku pulang" ucap namja itu. Ia lalu melihat ke dalam kamar Seokjin dan membelalakkan matanya.

"Hyung! Itu siapa?" tanya namja itu sambil menunjuk. Seokjin melihat ke arah yang ditunjuk oleh namja itu.

"Oh. Dia orang bodoh yang tersesat. Tiba-tiba saja ia menggantung di depan jendelaku." Ucap Seokjin.

"Wah! Benarkah? Hey, siapa namamu?" tanya namja itu sambil mendekat ke arah Taehyung.

"Ki-kim Taehyung." Jawab Taehyung.

"Ooh! Kim Taehyung. Perkenalkan, aku Kim Jungkook. Adiknya Kim Seokjin-hyung." Jungkook mengulurkan tangannya pada Taehyung untuk berkenalan. Taehyung membalas uluran tangan Jungkook. Seokjin melihat mereka berdua dengan tatapan kesal.

"Berapa umurmu, Kim Taehyung?" tanya Jungkook lagi.

"21 tahun." Jawab Taehyung.

"21? Berarti aku harus memanggilmu hyung juga."ucap Jungkook dengan senyumannya dan menampilkan gigi kelincinya. Taehyung mengangguk sambil tersenyum. Seokjinyangmelihat itu langsung ke luar kamar dan pergi menuju ruang tamu yang berada di lantai satu, duduk di sofa yang sangat empuk, menekukkan lututnya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya.

Seokjin's POV

Aku duduk di sofa yang berada di ruang tamu, menekukkan lututku dan membenamkan wajahku.

'Kenapa aku melakukan itu? Dan kenapa aku merasa kesal saat Jungkook mendekati Taehyung? Apakah ini yang namanya cemburu?' batinku. Entah apa yang merasukiku sehingga aku hampir saja ingin memperkosa Taehyung. Dan yang benar saja, Taehyung itu peri? Cih! Aku tidak percaya. Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum.

"Huaa! Taehyung, kau mengagetkanku!" sontak aku berteriak dan melepaskan genggaman pada gelas karena Taehyung sudah berada di depanku saat ini dengan wajah kebingungan.

"Aku ingin bertanya. Benda apa itu?" Dia bertanya padaku. Taehyung menunjuk ke arah televisi yang berada di ruang tengah.

"Itu televisi." Jawabku singkat. Wajahnya semakin bingung.

"Apa itu televisi?" dia bertanya lagi. Oh sudahlah, aku tidak pernah memikirkan ada orang sebodoh ini.

"Hey, apa kau bodoh? Masa kau tidak tahu apa itu televisi?! Kau ini berasal dari mana sih?" tanyaku dengan nada kesal.

"Aku memang tidak tahu apa itu televisi. Apa ada manfaatnya?" tanyanya dengan ekspresi blank nya.

"Cih! Cari saja manfaatnya sendiri." Ujarku sambil meninggalkan Taehyung dan pergi menuju kamarku. Aku berbaring di sofa dekat kasurku, menghela nafas. Baru saja aku ingin menutup mata, tiba-tiba saja..

BRAAKKK!

"HUWAAAA!" aku mendengar suara Jungkook berteriak. Aku langsung berlari ke arah sumber suara dan melihat kejadian yang luar biasa, dan sukses membuatku membelalakkan mata.

"TAEHYUUUNG! Apa yang kau lakukan pada televisiku?" teriakku pada Taehyung. Pemandangan yang kulihat adalah Taehyung sedang memegang tongkat baseball dan di depannya televisi yang sudah hancur dan berasap.

"Ah, aku kaget karena ketika aku memencet tombol 'on' televisi itu menyala dan menampilkan gambar garis-garis warna-warni dan ada suaranya. Kukira itu bom, makanya aku pukul televisinya." Ucap Taehyung dengan wajah tidak berdosanya. Aku hanya menatap Taehyung.

"Bagaimana ini, hyung?" tanya Jungkook dengan wajah pucatnya. Aku menatap Jungkook sekilas lalu kembali menatap Taehyung.

"Taehyung, ikut aku! Jungkook, kau ke kamar saja." perintahku.

Author POV

"Taehyung, ikut aku!" titah Seokjin kepada Taehyung. Jungkook langsung berlari ke kamarnya yang berada di lantai satu, dekat dengan ruang tengah. Seokjin berjalan ke kamarnya diikuti Taehyung. Seokjin mengunci pintu kamarnya dan menyimpan kuncinya di atas meja dekat kasurnya, tubuhnya membelakangi Taehyung yang sedang duduk di ujung kasur.

"Kau tahu apa yang sudah kau lakukan?" tanya Seokjin dengan nadanya yang rendah.

"Maafkan aku." Ucap Taehyung lirih. Seokjin membalikkan badannya, berjalan cepat ke arah Taehyung lalu mencengkram lengan Taehyung dengan sangat kuat. Ia menindih tubuh kecil Taehyung dan menopang tubuhnya dengan lengannya.

"Sepertinya kau harus dihukum." Ucap Seokjin dengan smirk nya. Seokjin langsung mencium bibir Taehyung dengan sangat kasar, membuat Taehyung kehilangan nafasnya seketika. Seokjin mengeluarkan lidahnya, memaksanya masuk ke mulut Taehyung dan bertukar saliva. Seokjin mengabsen deretan gigi rapih Taehyung.

"Ennghh— Ahhh!" Taehyung mendesah dan itu membuat Seokjin semakin panas. Perlahan ciumannya turun pada dada Taehyung. Seokjin membuka kaos yang dipakai Taehyung dan mulai menggigit nipple Taehyung dan memainkannya. Taehyung menggigit bibirnya sangat keras karena rasa nikmat yang diberikan Seokjin.

"Mendesahlah. Aku ingin dengar suaramu." Bisik Seokjin dengan nada sensualnya.

"Egh— Seok—Jinhh—ssiiihh!" desah Taehyung. Seokjin memberikan smirknya pada Taehyung dan membuka celananya.

"Ahh- tidak, jangan!" ucap Taehyung sambil menarik kembali celananya, namun ditarik lagi oleh Seokjin hingga ke bawah. Seokjin membuka baju dan celananya, dilemparnya dengan asal. Mereka sudah telanjang sekarang, tanpa sehelai benang pun. Taehyung membelalakkan matanya ketika melihat milik Seokjin yang sudah benar-benar berdiri. Seokjin memainkan milik Taehyung perlahan, tapi sukses membuat Taehyung mendesah kenikmatan. Nafsunya sudah tidak tertahan. Seokjin memegang kejantanannya dan memasukkannya ke dalam lubang anus Taehyung.

"Ahhnn—Seokjin-ssi. Pelan-pelanhhh." Ucap Taehyung.

"Aku akan melakukannya dengan gentlei, tenang saja." Seokjin mengecup dahi Taehyung lalu memasukkan penisnya perlahan ke dalam lubang Taehyung.

"Aaahhhnnn—" Taehyung mendesah sambil menggigit bibirnya. Penis Seokjin sudah sepenuhnya masuk ke dalam lubang Taehyung. Sangat hangat dan sempit, itu yang dirasakan Seokjin. Nafas Taehyung terengah-engah ketika penis Seokjin sudah masuk sepenuhnya. Seokjin mulai menggerakkan pinggulnya perlahan dan membuat Taehyung mendesah nikmat.

"Aahhnn—Seokhhjinnhhh—Le-lebihh cepatthh!" desah Taehyung. Mendengar kalimat itu, Seokjin langsung mempercepat gerakannya. Air mata Taehyung mengalir, namun ada yang berbeda dengan air matanya. Sangat bening. 'Apakah air mata seorang peri memang sebening ini?' batin Seokjin.

"Aahhnn—aaahhh—Iiisshhh—Aaahhn—Hyung~ Lebih cepat." Semakin Taehyung mendesah, maka semakin Seokjin mempercepat gerakannya, membuat kasurnya berdecit, dan sprei miliknya berantakan.

Seokjin masih terus memaju mundurkan penisnya di dalam sana dengan tempo yang sangat cepat.

"Taehyungggnn—Eungh—Kita keluarrhh bersamaaahh—Aahhnn!" Seokjin klimaks dan mengeluarkan cairan spermanya di dalam lubang Taehyung. Nafas mereka terengah-engah. Seokjin merebahkan tubuhnya di samping Taehyung, dan menarik Taehyung ke dekapannya. Taehyung membenamkan wajahnya di dada kekar Seokjin. Tangannya memeluk tengkuk Seokjin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Seokjin kepada Taehyung. Taehyung mendongak melihat mata hitam Seokjin dan tersenyum.

"Ehhmm.. Enak sekali." Ucap Taehyung malu. Seokjin menyeringai dengan seringaiannya yang khas, atau bisa dibilang mesum.

"Mau lanjut ke ronde dua?" tanya Seokjin dengan nadanya yang menggoda.

Muka Taehyung menjadi merah seperti tomat. Dan itu membuat Seokjin semakin bersemangat. Akhirnya mereka pun melanjutkan ronde kedua hingga malam hari.

.

.

TBC


Waaaa! Chapter 2 Update~~ *banzaaii*/*tebar bunga*

Well, ini fic pertama saya. Kalo di chapter pertama, aku belum tau caranya nge post pesan kyk gini. Sebelumnya belum pernah buat fanfic sih xD

Review juseyo~~