My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Choi Siwon
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 13
Siwon terus menyeret Eunhyuk sampai masuk ke dalam kontrakan. Setelah itu dia menutup pintu, menyisahkan Eunhyuk yang menatapnya kesal.
"apa sih maksud hyung sebenarnya? Kenapa hyung menyeretku seperti itu?" tanya Eunhyuk dengan tatapan tajam. Siwon mengelus bahu si namja manis.
"kau baik-baik saja kan?" tanyanya lagi. Eunhyuk yang bingung memilih menepis tangan Siwon.
"hyung ini kenapa sih? Dengan seenaknya menyeretku masuk, berbicara kasar pada Donghae, dan sekarang malah bertanya keadaanku? Aku benar-benar tidak mengerti!"
"aku minta jauhi temanmu itu" kata Siwon setelah lama terdiam. Eunhyuk mengerutkan alis.
"maksud hyung? Kenapa aku harus menjauhi Donghae?"
"karena dia berbahaya untukmu Hyukkie" kata Siwon sambil memegang kedua bahu Eunhyuk. Membuat mata mereka saling bertemu.
"hyung jangan seenaknya berbicara seperti itu! Hyung tidak tahu Donghae, dia namja baik, Hyukkie yang tahu karena Hyukkie temanya dan bisa menilainya"
"pokoknya aku tidak suka kau dekat dengan namja itu, titik"
"apa hak hyung berbicara dan memutuskan hal ini?" tanya Eunhyuk yang sukses membuat Siwon terdiam. Setelah itu si namja tampan menghembuskan napasnya.
"karena aku, aku… peduli padamu, dan juga sangat mencintaimu" jawab Siwon yang membuat Eunhyuk membulatkan mata. "aku sudah berusaha menghapus rasa suka ini, tapi tidak bisa! Kau selalu memenuhi otakku Hyukkie, membuatku jadi susah berpikiran logis" Siwon melepaskan tanganya di bahu Eunhyuk dan beralih menangkup wajah si namja manis. "temanmu itu berbahaya, dan kau harus menjauhinya! Aku mohon padamu sebagai seorang sahabat kecil dan orang yang mencintaimu… kumohon percayalah padaku"
Eunhyuk terdiam melihat kesungguhan yang terpancar dari mata sahabatnya ini. Dia menghembuskan napas dan melepaskan kedua tangan Siwon.
"Wonnie hyung, Hyukkie ingin istirahat bisakah hyung pulang" kata Eunhyuk pelan.
"ta-tapi…."
"Hyukkie mohon hyung" kata Eunhyuk yang langsung berjalan menuju kamarnya. Siwon menundukkan kepala.
"mian Hyukkie aku malah mengatakan perasaanku, tapi asal kau tahu perasaanku ini tulus dan muncul bahkan sebelum aku bersekolah di luar negeri" kata Siwon yang membuat Eunhyuk menghentikan langkahnya. "kuharap kau bisa mengerti, aku melakukan ini semua untuk keselamatanmu juga… kau tenang saja aku tidak mengharapkan balasan, jadi kau tidak usah repot-repot memikirkan jawaban atas perasanku itu, karena aku sudah tahu jawabannya" Siwon tersenyum menunjukkan lesung pipinya berusaha menutupi sakit dihatinya. "aku mohon, setelah ini kau tetap mau menjadi sahabatku… eum, ya sudah aku pulang dulu nde? Jaljayo" Siwon berjalan pergi. Setelah mendengar pintu ditutup Eunhyuk menjatuhkan dirinya. Dia terus terduduk sambil menangis.
Siwon yang masih berada di depan pintu ikut menyandarkan tubuhnya, menikmati rasa sakit dihatinya dan kelegaan karena berhasil menyatakan perasaannya. Dia merasakan pipinya basah karena leleran air mata yang terus jatuh tidak bisa ditahan.
"mian Hyukkie, apakah aku sangat egois? Tidak bisakah aku mendapatkan cintamu?"
Dilain tempat, sepeda motor silver yang sudah diketahui milik si namja tampan aka Donghae terparkir asal di depan gang sempit samping rumah yang tidak berpenghuni. Pemilik sepeda itu sedang menyenderkan tubuhnya di tembok berlumut dan lembab. Tiba-tiba dia merosot jatuh dengan napas tersenggal. Dengan tangan gemetaran si namja tampan mengambil tabung kecil di saku berisi obat berwarna kuning kecil. Dia menumpahkan isi obat itu dan langsung menelannya. Berangsur-angsur napas Donghae kembali normal.
"kenapa… kenapa harus aku? Dan kenapa aku harus jadi pengecut?" tanyanya entah pada siapa. Malam itu, ketiga namja ini merasa sangat sakit. Sakit di hati yang membuat air mata itu tetap keluar. Sakit yang bahkan melebihi rasa sakit apapun. Membuat mereka tidak bisa berpikir selain menangis.
…haehyuk…
Tiga hari kemudian…. dikontrakan, Eunhyuk sedang duduk di depan jendela sambil menikmati tetesan air hujan yang jatuh saling mendahului. Dia terus terdiam tidak tahu apa yang harus diperbuat. Tiba-tiba, ingatnya kembali ke tahun dimana dia masih duduk dibangku SMP.
#flasback on
"hiks hiks mian, ini semua salahku" kata Eunhyuk sambil berusaha menghapus air matanya. Siwon yang duduk di hadapanya tersenyum dan mengelus pipi basah si namja manis.
"ani, ini bukan salahmu"
"aniyo, ini salahku Wonnie hyung! Kalau saja aku lebih kuat dan berani, pasti Woonie hyung tidak perlu berkelahi dengan mereka… dan tidak perlu mendapatkan luka ini" kata Eunhyuk sambil menunduk mencengkram kantong esnya. "bagaimana aku hiks bertanggung jawab pada ahjumma?" Siwon tersenyum lalu menangkup pipi putih susu itu.
"Hyukkie, kau tidak perlu tambah kuat, tetaplah menjadi namja seperti ini! Aku yang akan melindungimu, aku akan selalu menjagamu, aku tidak akan membiarkan siapapun berbuat jahat padamu! Apapun yang terjadi walaupun itu menyangkut nyawaku atau menyangkut kelangsungan hubungan persabatan kita! Karena aku sangat menyangangimu dan kau adalah orang yang terpenting dalam hidupku" setelah mengatakan itu Siwon memeluk si namja manis yang langsung membalas pelukan Siwon.
"mana mungkin aku akan mempertaruhkan persahabatan kita! Aku kan sangat tahu kalau Woonie hyung melakukan ini semua untukku"
"nde, aku melakukan ini semua untukumu… jadi sampai kapanpun kau harus percaya padaku, arra?"
"nde, gomawo Woonie hyung" mereka pun terus berpelukan.
#flasback off
Eunhyuk mengerjapkan mata mengingat kejadian itu.
"benar, pasti ada alasan kenapa Woonie hyung tidak menyukai Donghae dan menyuruhku menjauhinya" kata Eunhyuk sambil berdiri dari alas duduknya. "Hyukkie pabo! Kenapa aku tidak tanya dulu alasanya, kenapa aku malah langsung berbicara kasar padanya? Pasti dia sakit hati padaku? Huh, aku harus minta maaf sekaligus menanyakan alasan semua ini padanya" Eunhyuk menyambar payung dan hoodie orange di balik pintu dan berjalan menuju rumah sahabat kecilnya itu.
Eunhyuk sedikit ragu saat berada di depan pintu rumah Siwon. Dia menghembuskan napas beberapa kali mencoba meyakinkan hatinya.
"oh ayolah Hyukkie, aku tidak mungkin membiarkan semuanya! Aku harus minta maaf dan meminta penjelasan pada Siwon hyung! Tenang, bukanya hyung orang baik" kata Eunhyuk mencoba memantapkan pendirian. Setelah itu dia memencet bel pintu. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka menampilkan seorang ahjumma yang sangat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi.
"oh Hyukkie!"
"annyeonghaseyo ahjumma" kata Eunhyuk sambil membungkukkan badan.
"tumben kau main kesini? Ada apa, eum ahjumma tahu! Kau sedang mencari Siwon kan?" tanya sang ahjumma yang langsung dihadiahi anggukan namja berwajah manis itu. "oh sayang sekali, dia baru saja keluar dengan temannya, katanya sih mau ketaman dekat sini"
"teman Wonnie hyung?" tanya Eunhyuk dengan wajah bingung. Seingatnya Siwon tidak pernah dekat dengan siswa di sekolah selain dirinya.
"iya, tapi ahjumma memang baru melihatnya! Sepertinya mereka terburu-buru, sampai Siwon langsung pamit pergi tanpa membawa payung" kata sang ahjumma membuat Eunhyuk terdiam ditempatnya. "Hyukkie, tunggulah Siwon didalam! Ahjumma mambuat cupcake strawberry lo?"
"ah, aniya ahjumma, Hyukkie harus pamit"
"lo kok buru-buru?"
"eum… Hyukkie tadi, tadi lupa mengunci pintu! Nanti Hyukkie kesini lagi"
"oh, ya sudah kalau begitu! Hati-hati ya Hyukkie"
"nde ahjumma, annyeong" Eunhyuk segera berlari meninggalkan area rumah Siwon. Entahlah hati kecilnya menyuruhnya untuk menyusul Siwon ketaman.
Dengan napas terengah-engah akhirnya si namja manis sampai di taman. Dia berjalan sambil menatap sekeliling mencari keberadaan Siwon ditaman sepi itu meningat hari ini hujan turun dengan derasnya. Tidak lama kemudian, Eunhyuk menemukan Siwon di dekat air mancur. Sekujur tubuhnya basah terguyur air hujan. Eunhyuk membulatkan mata saat melihat siapa orang dihdapan Siwon, orang yang bernasib sama seperti namja kekar itu, dia adalah Lee Donghae.
…haehyuk…
Siwon tetap menatap Donghae begitupun sebaliknya. Mereka bahkan tidak mengubris tubuh yang mulai menggigil kedinginan.
"apa alasanmu menjadi stalkernya Hyukkie?" tanya Siwon setelah lama terdiam. Donghae tidak berbicara, dia memilih menatap Siwon dengan wajah datarnya. "kau kira aku tidak tahu? Aku bukan orang bodoh yang bisa kau bohongi seperti yang lain! Jawab, Apa alasanmu pengecut?" tanya Siwon lagi. Donghae menghela napas berat dan tersenyum singkat.
"kau mengatakan aku pengecut?"
"tentu saja! Apa panggilan yang pantas untuk orang macam kamu selain pengecut"
"nde, kau benar! Orang sempurna macam dirimu, tidak akan pernah tahu alasan seorang pengecut sepertiku! Jadi, tidak ada gunanya aku mengatakan alasanku padamu"
"kau benar-benar…." Siwon yang kesal segera berlari kearah Donghae dan memukul pipi si namja tampan hingga dia tersungkur ditanah. Donghae mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah lalu manatap Siwon yang tampak sangat marah. "aku tidak akan pernah membiarkan Hyukkie dalam bahaya! Aku akan melindunginya, apalagi dengan namja pengecut yang menyebalkan seperti dirimu! Jangan pernah menganggu Hyukkie, apalagi berusaha menjadi stalkernya lagi! Kalau tidak kau akan langsung berurusan denganku! Camkan itu" Siwon berjalan pergi meninggalkan Donghae yang tetap tersungkur disana. Donghae berdiri dan duduk di kursi taman sambil menundukkan kepala.
Dilain tempat, Eunhyuk yang berdiri di balik pohon tidak jauh dari kejadian itu mendengar semua pembicaraan kedua namja ini. Dia bahkan tidak tahu apa yang ada dipikarnya. Dengan wajah bingung si namja manis merosot jatuh. Dan duduk sambil berlinangan air mata.
…haehyuk…
Eunhyuk masih bergulung dengan selimut kuningnya. Bahkan dia tidak menghiraukan handphonenya yang terus berbunyi sekitar dua puluh menit yang lalu. Pikirannya bingung, hanya ada pertanyaan 'kenapa' dan 'Lee Donghae' di otaknya. Eunhyuk membalik tubuhnya, dan menemukan boneka monyet yang didapatkanya saat festival di kuil beberapa hari yang lalu. Eunhyuk menatap boneka itu, lalu mengelus wajahnya.
#flasback on
Eunhyuk dan Donghae menikmati nasi goreng di pinggir jalan. #emang di korea ada ya orang jualan nasgor? Uda adain aja! #digetok abaikan -_- si namja manis tampak sangat menikmati makanan itu. Sampai dia tidak menyadari beberapa butir nasi menempel di sekitar bibirnya. Mungkin factor kelaparan, dia bahkan tidak melihat Donghae tengah menatapnya sambil menutup mulutnya, berusaha menyembunyikan senyumannya.
"ah mashita~" kata Eunhyuk setelah menghabiskan suapan terakhir. Dia melirik Donghae yang belum menyentuh makanannya sedikit pun, membuat Eunhyuk mengerutkan alis bingung. "Donghae tidak suka makanannya?" tanya Eunhyuk yang mendapat gelengan kepala si namja tampan. "lalu kenapa tidak dimakan? Ini sangat enak lo, aku berani jamin Donghae pasti suka" kata Eunhyuk dengan cengiran khasnya. Donghae ikut tersenyum lalu menyendok nasinya.
"bagaimana enak kan?" tanya Eunhyuk dengan mata berbinar. Donghae mengangguk mengiyakan. Satu menit berlalu mereka kembali terdiam, Donghae yang tengah menikmati makanannya dan Eunhyuk yang melirik Donghae dari gelas minumnya. Donghae menatap kedepan membuat mata mereka tidak sengaja bertemu, dan Eunhyuk yang salah tingkah memilih menunduk.
"kau yang memilihnya?" tanya Donghae, membuat Eunhyuk menatapnya sambil mengerjapkan mata. Donghae menunjuk dua boneka di kursi samping mereka.
"eum.. nde, mian aku tidak tahu selera Donghae? karena berhasil menjawab satu kali, penjaga stan itu menyuruhku memilih dua boneka dan aku memilih ini" jawab Eunhyuk sedikit takut. Donghae tersenyum dan mengambil boneka monyet berbaju biru dengan topi baseball.
"boleh untukku?" tanya si namja tampan tanpa melihat rona merah di wajah Eunhyuk. Eunhyuk kembali mengerjap-ngerjapkan mata bingung. "apa aku boleh memilikinya?"
"oh a..itu-eum tentu saja boleh! Bukanya Donghae yang seharusnya mendapatkan kedua boneka ini" kata Eunhyuk gugup. Donghae mengambil boneka monyet berbaju orange dengan topi kerucut bergambar matahari. Eunhyuk sedikit kecewa, tampak dari wajah manisnya yang kembali menunduk. 'boneka itu? Donghae akan memberikan pada siapa boneka yang satu lagi? Apa pada pacarnya? Kenapa aku sedih? Itu kan boneka Donghae, kenapa aku malah merasa kehilangan? Boneka couple kan harus diberikan pada pasangan' kata Eunhyuk dalam hati. dia terus menunduk sampai Donghae menaruh boneka monyet berbaju orange di depannya. Dengan ragu si namja manis mendongakkan wajahnya. Dia melihat Donghae tersenyum sambil menggoyangkan boneka monyet di hadapannya.
"untukku? Ta-tapi kenapa…." Tanya Eunhyuk gugup.
"aku menapatkan ini karena ada namamu dibola itu" Eunhyuk terdiam mendengar jawaban Donghae lalu mengambil boneka itu dengan ragu. "lagipula boneka itu berwarna orange dengan bunga matahari….. seperti dirimu"
#flasback off
Eunhyuk mengambil boneka itu dan memeluknya. Dia mengalihkan tatapan, melihat foto di samping meja nakas. Foto yang menjadi faforitnya, dan membuatnya merona setiap kali menatap foto itu.
#flasback on
Eunhyuk dan Donghae keluar dari wahana yang entah sudah keberapa yang mereka naiki di taman bermain ini. Eunhyuk tampak sangat senang, terbukti dari wajahnya yang terus menampakkan gummy smile. Donghae tersenyum melihat wajah bahagia namja manis ini. Karena lelah mereka memilih duduk di kursi dekat penjual ice cream.
"seru sekali! Nanti kita naik wahana itu lagi ya Donghae" kata Eunhyuk bersemangat yang dibalas anggukan si namja tampan. Karena tidak menemukan topic obrolan yang pas suasana pun kembali canggung, Eunhyuk memilih menunduk dan Donghae menatap sekeliling.
"aku pergi dulu" kata Donghae, yang membuat Eunhyuk mendongak ragu. Dia kembali menunduk saat tidak menemukan Donghae. setelah itu si namja manis melihat gelangnya. Gelang couple pemberian anak tidak dikenal membuat wajahnya kembali merona. Tiba-tiba dia merasakan seseorang mengenakan sesuatu di atas kepalanya. Dia mendongak melihat Donghae yang tengah tertawa lebar. Dengan bingung si namja manis memiringkan kepala, membuat topi berbentuk kepala micky mouse itu jatuh.
"Donghae jail" kata Eunhyuk sambil mempautkan bibir. Donghae tetap tertawa, bahkan sampai memegangi perutnya. Eunhyuk terdiam, melihat wajah Donghae seperti itu. Terlihat semakin tampan, juga seperti anak kecil yang puas berhasil mengerjai hyungnya. Eunhyuk kembali melihat sisi lain dari diri Donghae.
"hahaha, mi-hahaha mian" kata si namja tampan berusaha menghentikan tawanya. Eunhyuk kembali mengenakan topi itu.
"gwenchana, menurutku topi ini lucu juga" Eunhyuk mengangkat kedua tanganya lalu membentuk huruf 'v' di samping pipi. Donghae tersenyum dan entah keberanian dari mana, si namja tampan menggandeng tangan Eunhyuk, membawanya berlari menuju photo box tidak jauh dari tempat mereka. Eunhyuk terdiam melihat photo box berwarna merah jambu itu. Dia menatap Donghae yang terus melihat ke depan.
"Donghae, kenapa kita kesini?" tanya Eunhyuk pelan. Donghae menghembuskan napas panjang lalu menutup separuh wajahnya dengan tangan.
"kajja" katanya yang membuat Eunhyuk semakin bingung.
"kita berfoto?" tanya Eunhyuk dengan wajah merona, Donghae mengangguk tanpa menatap si namja manis. "berdua?" tanyanya lagi yang kembali dihadiahi anggukan.
"untuk kenang-kenangan" kata Donghae setelah lama terdiam. Eunhyuk mengangguk ragu sebagai jawaban. Entah debaran siapa yang terdengar tapi jelas terlihat mereka berdua sangat malu.
#flasback off
Eunhyuk menghembuskan napas berat dan beralih menatap gelang couplenya dengan Donghae. dia menggingit bibir bawahnya sambil menutup kedua mata dengan punggung tangan. Otaknya panas, hatinya kacau mendapatkan fakta ini. Dia bahkan tidak bisa berpikir apa-apa. Di satu sisi dia bingung di sisi lain dia malah berharap. Berharap Donghae merasakan apa yang dia rasakan. Mungkinkah Donghae mencintainya sampai menjadi stalkernya?
Setelah lama berpikir, akhirnya Eunhyuk memantapkan hatinya dan langsung terduduk di tempat tidur. "tidak ada cara lain, jawaban satu-satunya hanya pada Donghae… dan aku harus berani menanyakannya langsung" kata si namja manis yakin. "pasti Donghae memiliki alasan logis kenapa dia melakukan hal ini, pasti… dan aku akan mencari tahu"
…haehyuk….
Seminggu kemudian…
Saat jam makan siang dimulai, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun dan Yesung berkumpul di tempat duduk mereka di kantin. Eunhyuk yang diam-diam masih mencari Donghae menyibukkan diri melihat ke tempat antrian makanan. Kyuhyun dan Sungmin saling pandang melihat Yesung yang tampak frustasi hingga tidak berminat menyentuh makanan di depannya.
"kau kenapa, jin kura-kura?" tanya Kyuhyun yang ngeri melihat lingkaran hitam di sekitar mata Yesung. Membuat temanya ini semakin menyeramkan beribu-ribu kali lipat.
"Yesungie sakit?" tanya Sungmin khawatir yang mendapatkan gelengan namja bersuara merdu ini.
"segel setanmu terlepas ya, Jin kura-kura?" celutuk Kyuhyun yang langsung mendapat deathglare Yesung.
"yang setan itu aku apa kamu!" kata Yesung dengan lirikan tajamnya, membuat Kyuhyun langsung memeluk Sungmin dan menyembunyikan kepalanya di belakang punggung sang kekasih.
"ada apa sih Yesung? Kalau sedang bingung kau bisa bercerita pada kami" kata Sungmin menengahi. Yesung menutup matanya lalu menghela napas panjang.
"aku stress jika terus seperti ini"
"stress? Kok bisa?"
"tentu saja! Sudah seminggu ini Donghae tidak pulang kerumah, membuat Wookie dan Leeteuk ahjumma khawatir! Aku juga ikut bingung…. setiap malam aku mencari Donghae kerumah teman-temannya, ke tempat yang sering dikunjunginya tapi tidak ada hasil" jelas Yesung sambil mengacak rambutnya frustasi. Eunhyuk yang mendengar Donghae disebut-sebut memilih mengikuti obrolan itu.
"Donghae tidak pulang?" tanya Eunhyuk yang mendapat anggukan namja penyuka binatang ini.
"dia seperti ditelan bumi! Sudah aku coba menghubungi handphonenya tapi tidak aktif, dia bahkan tidak menggunakan kartu atmnya"
"mungkin saja namja berwajah mirip ikan itu diambil alien" kata Kyuhyun yang mendapat deathglare mengerikan dari Yesung. Namja bersurai ikal coklat ini memilih kembali bersembunyi di punggung sang kekasih. Eunhyuk mengalihkan tatapanya dan melihat Kibum yang berjalan menuju mereka. Refleks namja manis ini melambaikan tanganya, membuat teman-temanya juga ikut melihat objek itu.
"annyeong" sapa Kibum dengan killer smilenya. Sungmin mengangguk dan Eunhyuk tersenyum. Yesung langsung menyuruh namja cantik bak putri salju ini duduk di sampingnya. "kenapa kau mengirimkan pesan dan menyuruhku kesini, Yeye?" tanya Kibum sambil menyeruput softdrinknya.
"Kibum mengenal Yesung?" tanya Eunhyuk bingung. Kibum mengangguk sebagai jawaban.
"tentu saja aku kenal! Dia kan sepupu Ryeowook, dan sering main bersama kami" jawab Yesung yang membuat mata Eunhyuk membulat.
"jadi Kibumie itu sepupu Ryeowook? Berarti sepupu Donghae?" tanya Eunhyuk dengan mimic wajah bodoh. Kibum kembali menngangguk.
"oh kau juga satu kelas dengan Kibum ya?" kata Yesung yang dihadiahi anggukan cepat Eunhyuk. Si namja manis terdiam mengetahui fakta ini.
"aku menyuruhmu kesini hanya ingin bertanya, apa kau sudah mendapatkan kabar dari Donghae?" tanya Yesung setelah meneguk habis minumanya. Kibum menggeleng sebagai jawaban. "benarkah? Bukanya kau sepupu yang paling dekat denganya daripada saudara kandungnya sendiri"
"benar, aku tidak tahu… aku juga bingung mencari keberadaan Donghae"
"hosh… lalu kita harus mencarinya kemana lagi"
"jangan bingung, aku mengenal Donghae! saat ini mungkin dia perlu waktu untuk sendiri, setelah merasa tenang dia pasti kembali" jelas Kibum, membuat Eunhyuk langsung memandangnya.
"tapi Wookie sangat menghawatirkan kakaknya itu! Dia bahkan sering mengacuhkanku karena hal ini"
"kau tenang saja, urusan Wookie biar aku yang tangani… nanti aku akan coba menjelaskan padanya"
_skiptime_
#Eunhyuk pov
Aku berniat ingin langsung pulang setelah menghadapi kegiatan kampus yang memusingkan itu. Tapi entah kenapa, hati ini malah menuntunku pergi ke makam orang tuaku. Mungkin setelah curhat dengan eomma dan appa aku bisa sedikit tenang.
Yah beberapa hari ini pikiranku kacau! Aku sudah mencoba untuk tidak memikirkan Donghae, tapi tidak bisa…. Aku selalu memikirkanya dan ingin bertemu dengannya. Aku harus menanyakan tentang stalker itu, apa alasanya mejadi stalkerku? Apakah benar kata Siwon hyung kalau dia orang jahat dan harus dijauhi? Tapi hati kecilku mengatakan kalau Donghae tidak jahat, dia selalu menolongku dan disaat aku sedih atau bingung dia dengan keajaibannya berhasil membuat perasaanku bahagia. Dia dengan mudah membuatku merona, dan takluk pada pesonanya. Benar kata Sungmin hyung kalau aku jatuh cinta pada Donghae. aku cinta pada senyumnya, sikap dingin dan irit bicaranya, suaranya yang khas serta tawanya yang beberapa kali diperlihatkan padaku. Walaupun dia namja misterius dan sulit ditebak tapi aku percaya bahwa dia tidak jahat. Dan aku harus membuktikanya.
Tapi…. Bagaimana caranya? Bahkan sekarang Donghae tidak pernah masuk, dan pulang kerumah! Ada apa denganya? Tuhan… berikan aku kesempatan bertemu denganya. Walaupun aku tidak tahu apa yang akan aku bicarakan nanti dan pasti kegugupan itu muncul lagi, tapi setidaknya aku ingin bertemu dan memastikan dia baik-baik saja. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku sangat menghawatirkanya.
#Eunhyuk pov end
"Eomma, appa… apakah aku salah mencintai namja seperti Donghae? apakah Hyukkie benar, berpegang pada keyakinan hati? apakah harusnya Hyukkie mengikuti kata Wonnie hyung?" tanya Eunhyuk pada kedua nisan dingin dihadapanya. Setelah itu si namja manis ini menundukkan kepala. "andai kalian masih hidup, aku pasti tidak akan sebingung ini… kalian pasti memberikan jalan keluar untuk masalahku ini" setelah lama berada di makam itu, Eunhyuk pamit pulang, dan melangkah pelan meninggalkan area pemakaman. Dia menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang dikenalnya berdiri di hadapan makam dekat pohon beringin. Eunhyuk menyipitkan mata, berusaha melihat lebih jelas namja itu.
"Donghae" katanya pelan. Setelah itu dia berlari mendekati si namja. "Donghae!" panggilnya, membuat namja itu menoleh, dan menatap Eunhyuk. "syukurlah itu kamu, kami semua khawatir dengan keadaanmu" Donghae tetap diam, dan menatap Eunhyuk dengan wajah datarnya. "Donghae pergi kemana saja? Kenapa sampai tidak pulang kerumah?" tanya Eunhyuk dan lagi-lagi hanya keheningan yang didapat.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa pertanyaanku salah?"
"itu bukan urusanmu" jawab Donghae setelah lama terdiam. Eunhyuk membulatkan mata, sedingin-dinginnya Donghae, dia tidak pernah berkata seperti ini apalagi dengan ekspresi datar begitu.
"Donghae…."
"jangan mencampuri urusan orang lain" kata Donghae sambil mengalihkan tatapanya, setelah itu dia berjalan menjauh. Eunhyuk hanya bisa terdiam ditempatnya. Donghae yang saat ini dihadapanya bukan seperti Donghae yang selama ini dikenalnya. Benarkah ini Donghae?
"tunggu!" seru Eunhyuk sambil berusaha menghilangkan keraguanya. Donghae menhentikan langkah dan berbalik masih dengan wajah datarnya. "mi-mian, mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku sangat penasaran dengan stalker yang membuntutiku" kata Eunhyuk sambil menatap Donghae takut. Si namja tampan menutup matanya, lalu kembali menatap Eunhyuk. Tiba-tiba hujan turun, dengan petirnya yang memekakkan telinga. Hal ini tidak membuat kedua namja itu mengubah posisi mereka.
"Donghae, bukan maksudku menguping tapi saat kau berbicara dengan Wonnie hyung ditaman, aku mendengar semuanya" jelas Eunhyuk sambil mencengkram ujung bajunya. Tidak bisa dipungkiri dia sangat takut dan gugup sekarang. "apa benar stalker yang selama membuntutiku adalah dirimu?" tanya Eunhyuk ragu. Terdengar kilatan petir yang membuat hujan itu semakin deras. Saat ini seluruh tubuh mereka basah membuat Eunhyuk sedikit menggigil kedinginan.
"benar" jawab Donghae masih dengan wajah datarnya.
"jadi kau yang selama ini membuntutiku? Tapi kenapa?" tanya Eunhyuk lagi. Donghae tidak menjawab dia malah berjalan mendekati si namja manis. Dengan sekali gerak Donghae melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Eunhyuk, membawanya lebih dekat dengan si namja manis. "Do-Donghae…" wajah Eunhyuk merona, karena saat ini si namja tampan mendekatkan wajahnya. Membuat hidung mereka bersentuhan.
"jangan salah paham, aku melakukanya bukan karena aku jatuh cinta padamu… tapi karena aku menginginkanmu" kata Donghae sambil menulusuri bibir kissable Eunhyuk dengan jari telunjuknya.
"ap-apa maksudmu?"
"maksudku, aku menginginkan tubuhmu! Kau yang polos dan mudah dibodohi, pasti dengan mudah akan jatuh ke perangkapku" katanya lagi lalu tanpa basa-basi mencium bibir Eunhyuk. Awalnya hanya menempel, setelah itu dia menggigit bibir bawah Eunhyuk memaksa si namja manis membuka mulut. Dia memasukkan lidahnya dan membawa ciuman itu semakin dalam. Eunhyuk berusaha melepaskan diri, tapi karena kekuatanya tidak sebanding dengan Donghae dia kalah dan merasakan tubuhnya melemas kekurangan oksigen. Donghae menangkup pipi Eunhyuk, lalu menulusi rahang tegas dan berakhir di leher jenjang si namja manis. Seakan candu yang tidak ingin dilepaskan, membuat mereka berdua terbuai dan melupakan semuanya. Setelah beberapa menit, Donghae melepaskan ciuman itu, menatap Eunhyuk yang terengah-engah dengan wajah merona dan mata berkaca-kaca. Si namja tampan mengangkat dagu Eunhyuk.
"kau lihat, aku bisa melakukan apa saja! Termasuk memperkosamu" kata Donghae membuat Eunhyuk terus menangis. "kau terlalu naïf, dunia ini tidak seindah khayalanmu! Seharusnya kau tahu dan lebih berhati-hati, aku hanya mempermainkanmu… jadi jauhi aku" setelah itu Donghae melepas Eunhyuk dan berjalan menjauh, menyisahkan Eunhyuk yang jatuh terduduk. Hati si namja manis sakit, bagai dicekik sampai membuatnya sulit bernapas. Dia tidak bisa berpikir apa-apa dan hanya bisa menangis. Karena terlalu lelah diapun pingsan.
.
TBC
.
.
Yuhuuuu author galauan kembali \(^^)\
Ini saia kesel ini, kesel banget dah ama yang namanya google… kenapa si waktu hari puasa ndak bisa buka fanfic atau you tube? Apakah hanya di daerah saia aja ya? bagaimana dengan daerah kalian? Jadi saia sampai menyempatkan tidur agak malam supaya bisa updet ni ff hueeee mbah google jangan kayak gini napa mbah? suka banget dah buat saia tambah galau #peluk hyuk #kok malah curhat ini hehehe mian
Gomawo nde semuanya, uda mau mampir membaca ff geje dari si penulis galauan dan menyempatkan diri meninggalkan jejak…. yuhuuuu saia seneng banget pakai bingit^^ saia berharap semoga imajinasi yang keluar dari otak saia ndak buat kalian kecewa, apalagi ni cerita kayaknya semakin membosankan dan semakin aneh #pundung
Trus menurut kalian chapter yang ini kepanjangan ya? saia ndak pernah buat sepanjang ini kayaknya, mianhae #bow
Balas-balas review ^^
Zhouhee1015: iya ni bang kuda napa suka ganggu hubungan orang lain ya? factor ndak punya couple mungkin #ditendang siwon.. gomawo reviewnya chingu
Isroie106: hahahaha jadi kebun binatang donk? Ini uda dilanjut chingu, gomawo
Ranigaem1: walah, saia dipanggil author galauan? Jadi seneng ^^ iya hae itu mah ndak bisa ditebak jalan pikirannya… hihihi waaa pd sekali hae yang bakalan bareng ama hyuk? Eummm bener ndak ya? gomawo chingu, ini uda dilanjut
Novapolariself: baru nyadar kalau disini Donghae kayak SPY? Hehehe iya haek kalau suka langsung bilang gimana se #deathglare dari donghae *.* gomawo reviewnya
HHSHelviJjang: bener Hae, kamu mah sukanya liat cerita2 misteri, makanya jadi namja misterius #apaan coba? Gomawo reviewnya chingu
Haehyuk: hehehe chingunya mau ngusir bang won apa ayam ya? nde, ini uda updet kok… mian kalau lama soalnya google di tempat saia trouble buanget bikin galau dah, gomawo reviewnya^^ untuk blue sky ditunggu nde?
Luvianariati5: nde ini uda dilanjut, gomawo
Chaca: eum… pacaran ndak ya? wah wah masih jadi pertanyaan nih chingu hehe #digetok.. gomawo reviewnya, ini uda dilanjut
HAEHYUK IS REAL: sabar chingu sabar #sodorin minum, bwahahahaha baca comentnya chingu yang kuda duda sumpah ngakak ndak selesai-selesai.. kasian lu bang, ganteng2 dicap duda -_- nde chingu diusahain momentnya ada dikit hehehe, gomawo reviewnya^^
Yhajewell: nde, ini uda dilanjut… gomawo
Depi rizqhadiechipie: hehehe namanya aja haehyuk, pastinya jodoh #dibakar elf… orang ketiga chingu, tugasnya emang jadi pengganggu… nde gomawo reviewnya chingu ^^ ini uda dilanjut lo?
.
.
.untuk semua yang uda penyempatkan membaca ff geje ini saia sangat berterimakasih… apalagi yang uda mau review ^^ saia bener-bener minta maaf kalau ceritanya jadi semakin aneh dan membosankan, trus kalau saia ndak bisa updet cepet, mianhae #bow
Okelah see you next chap~~~
