My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Choi Siwon
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 14
Aku membuka mata perlahan, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinaku. Setelah itu aku menatap sekeliling. ini kan kamarku? Kenapa aku ada disini? aku mencoba turun dari tempat tidur, sedikit susah mengingat pusing yang terus menghantam kepalaku. Membuatku kembali jatuh ke tempat tidur.
"Hyukkie! Syukurlah tuhan…" aku mendengar suara Siwon hyung. Dan benar, saat ini dia berada di ambang pintu sambil membawa nampan. Aku kembali mencoba berdiri, tapi langsung oleng dan Siwon hyung dengan sigap menangkapku. "jangan bangun dulu, kau masih lemah" kata Siwon hyung sambil memapahku ke tempat tidur. "bagaimana keadaanmu? Oh syukurlah, sudah 3 hari kau pingsan! Membuatku sangat khawatir"
"pingsan? 3 hari?" tanyaku bingung yang dihadiahi anggukan Siwon hyung.
"untungnya waktu itu penjaga makam menemukanmu, dan dia langsung menelponku dari handphonemu" jelas Siwon hyung. 'makam…? Benar, setelah Donghae pergi aku terjatuh dan tidak mengingat apa-apa' dengan perlahan aku menyentuh bibirku. Jadi ini semua bukan mimpi?
"hei kenapa kau menangis?" tanya Siwon hyung, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Rasanya semua kata-kata yang ingin aku ucapkan tertahan dikerongkongan. Sesak itu kembali muncul, dan membuat tangisanku bertambah kencang. "Hyukkie, kau baik-baik saja? hei ada apa denganmu? Bicaralah sesuatu"
'tuhan… benarkah Donghae sejahat itu? Kenapa dia melakukan ini padaku? Jadi semua senyum dan perhatiannya hanyalah kebohongan?' tanyaku dalam hati. aku terus menangis makin lama makin kencang, membuat Siwon hyung bingung dan mendekapku.
#Eunhyuk pov end
…haehyuk…
Tiga hari kemudian, di kamar bernuansa serba putih seorang namja sedang duduk di depan jendela menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Pintu di belakangnya terbuka menampakkan seorang namja bersurai hitam cantik yang menatap namja dihadapanya dengan khawatir.
"kau tidak istirahat" kata si namja cantik. Namja berwajah tampan di depanya tetap diam, bahkan tidak berniat mengalihkan tatapanya. "aku tanya sekali lagi, kenapa kau melakukan ini? Tindakan yang kau ambil tidak membuat semua bahagia… kau mengatakan 'ini urusanku, dan aku akan baik-baik saja!' Tapi mana? Aku tidak melihat kau sedang baik"
Hening… tidak ada yang ingin bersuara. Selalu seperti ini, membuat namja cantik itu kesal. "Donghae! aku sedang berbicara padamu"
"ini untuknya" kata namja itu pelan masih tetap melihat ke luar jendela. Si namja cantik menghembuskan napas berat.
"kau bilang ini untuk Eunhyuk? Setelah tindakanmu yang diluar akal sehat itu, kau tahu apa yang terjadi pada Hyukkie?" tanya si namja cantik sambil mengatur emosinya. Tidak ada respon dari si namja tampan, membuatnya bertambah kesal dan langsung mencengkram bahu namja bersurai brunette itu, menyuruh si namja menatapnya. "dia merasa terpukul Hae! Sekarang dia menjadi pendiam, dan jarang tersenyum! Apa itu yang kau bilang untuknya?" si namja tampan mengalihkan tatapnya.
"itu hanya sementara"
"maksudmu?"
"lambat laun dia pasti akan bersikap seperti biasa, dia hanya butuh waktu"
"aku benar-benar tidak mengerti kemana jalan pikiranmu Hae"
"kau tidak mengerti, karena kau tidak merasakanya" kata si namja tampan dengan senyum kecil membuat namja bersurai hitam legam itu menggeleng frustasi.
"terserah padamu Hae!" namja cantik itu berjalan meninggalkan si namja tampan dalam keheningan. Namja itu kembali menatap ke luar jendela.
"lupakan aku… anggaplah aku orang jahat, aku mohon"
…haehyuk…
Siwon menjemput Eunhyuk, dan membawa si namja manis pulang.
"Hyukkie, hari ini kau baik-baik saja?" tanya Siwon khawatir yang dihadiahi anggukan si namja manis. "bagaimana latihan dramanya? Berjalan lancar kan? jangan capek-capek ingat!" perkataan itu kembali di jawab anggukan oleh Eunhyuk. "oh iya, nanti malam aku kerumahmu ya! kita masak jeongol dan bulgogi! Yah, pasti enak dengan banyak daging dan sedikit sayur"
"hyung kan setiap malam kerumahku, kenapa mesti pamit dulu"
"hahaha jinjjayo? Ah… aku hanya ingin melihatmu makan dengan benar! Aku tidak ingin kau sakit lagi" jelas Siwon dengan cengiran khasnya. Eunhyuk tersenyum kecil. "bagaimana, kau mau kan?" tanya Siwon yang mendapat anggukan si namja manis.
"hemmm apa tuhan akan marah ya padaku?"
"kenapa?"
"karena aku selalu berdoa supaya siang cepat berlalu dan malam diberi waktu sedikit lebih lama… jika menyangkut dirimu, aku jadi egois seperti ini! Hehehe tuhan maafkan aku?" Eunhyuk tersenyum mendengar penjelasan Siwon membuat namja tampan itu tertawa.
_skip time_
Siwon mendorong keranjang belanjaanya mengitari swalayan. Wajahnya terlihat sangat gembira. Dia bahkan terus bersiul dan tersenyum pada karyawan toko yang langsung terpesona olehnya. Karena terlalu asik dengan dunianya Siwon sampai tidak menyadari seseorang didepanya sehingga tabrakan tidak bisa dihindari. Karena kekuatan Siwon yang terlalu besar, membuat namja di depanya terdorong jatuh. namja berlesung pipit itu kaget dan menghampiri si namja.
"mianhamnida, anda baik-baik saja?" tanya Siwon dengan wajah khawatir. Namja bersurai hitam legam itu mendongak, memperlihatkan wajah cantik dengan bibir menawan membuat Siwon sepersekian detik tercengang. namja itu ikut terdiam melihat Siwon, setelah itu dia langsung berdiri membuat si namja tampan juga ikut berdiri.
"anda baik-baik saja kan? maaf saya tadi tidak melihat anda" kata Siwon lagi. Namja itu malah berjalan pergi meninggalkan Siwon yang mematung ditempatnya.
"kenapa namja itu terlihat kesal? Bukanya aku sudah minta maaf?" tanyanya entah pada siapa. "sayang padahal kan wajahnya sangat cantik"
#Kibum pov
Sial, hari ini aku benar-benar sial! Kenapa aku harus bertemu dengan namja itu! Namja menyebalkan yang membuat semuanya menjadi seperti ini! Dua kali bertemu dengannya sudah membuatku hapal wajah menyebalkanya itu! Mood belanjaku jadi turun, biarlah sepertinya persedian makanan masih cukup untuk besok! Lebih baik aku segera pulang, sebelum bertemu lagi denganya.
Aku berjalan meninggalkan swalayan, belum sampai jalan raya aku melihat penjual kue di stan kecil dekat kantin. Eum… mungkin Donghae mau makan kue? Aku berjalan ke stan itu. Memilih lima kue berbeda rasa.
"semuanya 25 ribu" kata si penjaga stan. Aku merogoh saku celana. Lho kemana dompetku? Perasaan aku menaruhnya di saku belakang? Kemana ya?
Aku terus merogoh saku celanaku. Tapi tidak ada dompet putihku itu. Sial! Pasti jatuh waktu aku tabrakan denganya! Huwaaa dia memang menyebalkan!
"25 ribu"
"oh nde, tu-tunggu sebentar" kataku gugup. Ah sial! Bagaimana ini, aku malu kalau tidak jadi membelinya? Argh…. Kacau kacau
"itu semua berapa?"
"25 ribu hyung" aku menoleh saat si penjual berbicara pada seseorang yang berdiri disampingku. Aku membulatkan mata melihat namja itu lagi. Dia mengambil uang di dompetnya untuk membayar kue yang aku pilih. Setelah itu dia tersenyum dan menyerahkannya padaku. Menyebalkan! Kenapa dia tersenyum seperti itu? Mau bersikap baik untuk mencari perhatianku begitu? Tanpa basa-basi aku meninggalkannya. Siapa juga yang minta dibayarkan? Aku tidak sudi menerima barang dari namja perusuh itu!
Langkah ini langsung berhenti saat merasakan tanganku digenggam. Aku menoleh, mendapati Siwon sedang berdiri di belakangku.
"kau itu ketus sekali sih? Aku hanya ingin membantumu"
"aku tidak butuh"
"tapi, karena aku dompetmu sampai jatuh… aku hanya ingin minta maaf" katanya, lalu memberikan kotak kue itu. "aku sudah menaruh dompetmu didalamnya, mianhae?" dia membungkuk meminta maaf. oh ayolah Kibum, dia itu perusuh! Namja menyebalkan, masa aku akan tunduk denganya? Aku menerima kotak itu dan pergi begitu saja. Menyisahkannya yang terdiam ditempatnya.
Aku berjalan di troktoar yang mulai ramai. Sedikit mempercepat langkah karena langit yang mulai mendung. Tiba-tiba hujan langsung turun. Aku berlari dan berteduh di pinggiran toko. Aku mengambil payung putih yang aku simpan di tas. Belum membukanya, aku melihat seorang nenek yang sedikit basah sedang kebingungan.
"nenek kenapa?" tanyaku pada nenek yang berteduh di sebelahku ini.
"nenek ingin menyebrang, tapi takut… karena hujan pak polisi yang biasa membantu nenek tidak ada, padahal nenek harus pulang cepat"
"oh… ayo nek saya sebrangkan"
"benarkah? Baik sekali, terimakasih nak" aku mengandeng tangan nenek itu menuntunnya ke depan zebracross menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki.
#kibum pov end
Siwon menepikan mobilnya saat melihat namja ketus yang menolak kehadirannya sedang berteduh di depan toko. Dia melihat namja itu sedang mengobrol dengan seorang nenek setelah itu membantu sang nenek menyebrang jalan. Siwon tersenyum melihat kebaikan si namja, apalagi dia rela basah-basahan untuk memayungi sang nenek. Siwon mengerutkan alis bingung, setelah itu tertawa melihat si namja memberikan payungnya pada sang nenek setelah menyebrangkannya.
"dia benar-benar menarik" kata Siwon pelan. Dia mengambil payung hitam di sampingnya dan keluar dari mobil.
Kibum mengelap wajahnya sambil terus berjalan. Tubuhnya pun basah oleh air hujan yang terus turun. Tiba-tiba dia merasa hujan berhenti, namja cantik ini menoleh mendapati Siwon tengah berdiri memayunginya. Dengan wajah kesal, Kibum kembali berjalan. Siwon terus mengikuti langkahnya. Kibum yang mulai jengah dengan perlakuan Siwon langsung berhenti menatap si namja tampan dengan deathglare andalannya.
"jangan ikuti aku" ucap Kibum kesal. Siwon malah tertawa melihatnya. "dasar aneh" kibum kembali berjalan, dan Siwon tetap setia di sampingnya.
"namja super ketus sepertimu, ternyata baik juga" kata Siwon yang sukses menghentikan langkah Kibum. Si namja cantik mendongak, membuat matanya bertatapan langsung dengan namja yang dianggapnya menyebalkan itu.
"jangan nilai orang hanya dari penampilan, nilailah dulu semua aspek dalam diri orang itu, baru kau bisa memutuskan dia jahat, baik, menjengkelkan atau pun pengecut" kata Kibum dengan penekanan pada kata pengecut. Setelah itu si namja cantik berjalan pergi meninggalkan Siwon yang kembali terdiam ditempatnya.
…haehyuk…
Malam ini, Siwon makan malam di rumah Eunhyuk. Mereka menikmati daging yang tadi dibeli Siwon.
"kebiasaan! Hyung hanya membeli kecambah dan salada, padahal sayuran kan banyak macamnya"
"hehe habisnya hanya sayuran ini yang enak dimakan Hyukkie" kata Siwon tidak mau kalah membuat Eunhyuk menggeleng pelan. Siwon menatap apel merah di depannya, membuatnya kembali mengingat pertemuan tidak terduganya dengan namja berparas cantik yang sangat ketus. "dia memang cantik seperti putri salju" katanya sambil tersenyum aneh, Eunhyuk yang melihatnya mengerutkan alis bingung.
"hyung? Hyung!" tidak ada jawaban. Siwon tetap asik dengan dunia lamunannya, sampai Eunhyuk menggetok kepala si namja tampan menggunakan sendok yang dibawanya.
"adaw, appo! Yaa kenapa kau memukul kepalaku?
"hyung sih, niat makan atau melamun! Liat wajah hyung yang ketawa-ketawa sendiri itu membuatku ngeri tau" kata Eunhyuk dengan wajah horor. Siwon menggaruk belakang kepala sambil meminta maaf.
"hmmm Hyukkie"
"eumm"
"tadi aku tidak sengaja menabrak orang di swalayan, dia sampai jatuh lo"
"mwo? ck, pasti hyung yang salah! Sudah minta maaf?"
"nde, aku sudah minta maaf! bahkan aku sudah membantunya! tapi kau tahu dia malah acuh, dan mengataiku aneh"
"benarkah?"
"iya! Aku tidak pernah bertemu namja seketus itu! Dia menatap dan berbicara padaku seolah sangat membenciku! Padahal aku kan sudah minta maaf padanya" jelas Siwon dengan wajah sebalnya. Eunhyuk tersenyum melihat sahabatnya ini. "aish, aku berdoa pada tuhan semoga tidak bertemu dengannya lagi! Namja yang sangat sangat sangaaat menyebalkan!"
"hati-hati lo hyung, benci bisa jadi cinta" kata Eunhyuk yang sukses membuat Siwon tersedak. Dia menatap tajam kearah namja manis ini, Eunhyuk hanya tersenyum sambil mengacungkan dua jari berbentuk v ke udara.
"aku tidak membencinya! Lagipula aku tidak mungkin menyukai namja arogan macam dia!" sanggah Siwon. "dan bukanya kau tahu… orang yang aku sukai cuma kamu! Mana mungkin aku menyukai orang lain"
"terkadang cinta itu datang tidak terduga hyung! Bisa saja cinta itu datang, pada orang yang menurut kita aneh, dan menyebalkan atau orang yang sangat kita takuti" kata Eunhyuk dengan wajah sedihnya. Kata-kata itu bukan hanya ditunjukkan pada Siwon, tapi lebih mengarah pada hatinya. Dia yang dulu menganggap Donghae menakutkan, dan aneh bisa menyukai namja itu, bahkan sangat menyukainya. Hatinya kembali sakit, perasaan sesak itu muncul setiap kali teringat si namja tampan. "jadi hanya hyung yang bisa merasakan, apakah ini cinta atau perasaan biasa" kata Eunhyuk dengan senyum gummy smilenya.
"Hyukkie… gwenchana?"
"aku kekamar mandi dulu ya hyung" tanpa menunggu persetujuan, Eunhyuk berlari masuk ke kamar mandi. Dia tidak ingin Siwon tahu kalau air matanya kembali muncul.
…haehyuk…
Keesokan harinya, diruang dance universitas SM. Tampak mahasiswa yang sedang sibuk berlatih untuk acara theather tahunan yang di lombakan dengan universitas lain di Seoul. Mereka sangat antusias dalam acara tahunan ini. Apalagi SM adalah universitas yang sudah memenangkan perlombaan selama 3 tahun berturut-turut.
"coba ulangi adegan yang tadi, Hyukkie!" perintah sang guru. Eunhyuk mengangguk dan kembali melakukan gerakan yang sudah dilakukannya selama satu jam ini. Sungmin dan yang lain menghentikan latihan mereka sejenak. Melihat Eunhyuk yang sedang di gembleng habis-habisan oleh sang guru.
"kenapa pelatih menyuruh Eunhyuk melakukannya berulang-ulang?" tanya salah satu mahasiswa kepada mahasiswa lain disebelahnya.
"tidak tahu, bukankah gerakan Eunhyuk-ssi sudah bernar"
"apa yang salah ya?" bisikan-bisikan itu terus berlanjut. Membuat sang pelatih mengusap wajahnya frustasi dan kembali menyenderkan punggungnya.
"hari ini latihan selesai! Kalian sudah boleh pulang" kata sang pelatih dengan wajah lesunya. Semua mahasiswa menghembuskan napas lega dan segera menghambur keluar. Minus Eunhyuk dan Sungmin yang sedang mengemasi barang-barang mereka. Sang pelatih menghembuskan napas berat lalu memanggil Eunhyuk, yang berperan sangat penting dalam theather ini.
"Hyukkie, kau tahu kenapa aku selalu menyuruhmu mengulang adegan itu kan?" tanya sang pelatih yang dihadiahi anggukan oleh si namja manis. "sekarang coba aku tanya apa peranmu disini?"
"angsa putih yang berubah menjadi manusia, bertugas menolong pangeran dengan mengumpulkan serpihan hatinya" jawab Eunhyuk yang dihadiahi anggukan sang pelatih.
"lalu bagaimana karaktermu?"
"seorang manusia yang ceria, pantang menyerah dan memiliki semangat tinggi"
"apa kau sudah menunjukkanya?" tanya sang pelatih, Eunhyuk menggeleng sebagai jawaban. "ada apa denganmu Hyukkie? Aku memilihkan peran ini untukmu karena kau gambaran dari si angsa putih! Dan membuat peran ini akan mudah dimainkan! Tapi sekarang…. Aku merasa kau berbeda! Apakah hanya aku yang merasakanya?" tanya sang pelatih. Eunhyuk terdiam hanya bisa menunduk dan Sungmin melirik Eunhyuk takut.
"kemana wajah cerahmu itu? Kau tampak berbeda sekarang?" sang pelatih mengambil tasnya, dan berjalan keluar. Setelah sampai di ambang pintu dia berhenti dan kembali menatap Eunhyuk. "segeralah kembali seperti dulu, atau kau harus rela peranmu dimainkan oleh orang lain" setelah mengatakan itu sang pelatih berjalan pergi. Sungmin membulatkan mata dan menggeleng kuat.
"Hyukkie! Kau dengar tadi kata pelatih? Kau…kau akan…." Eunhyuk tidak mendengarkan ucapan sahabatnya, dia malah menggendong tasnya dan berjalan meninggalkan kelas. Sungmin berlari mengejarnya. "Hyukkie, kau dengarkan tadi perkataan pelatih?" tanya Sungmin sambil berjalan di samping Eunhyuk. Namja manis ini mengangguk dengan raut wajah sedihnya. "lalu kenapa kau diam saja? Bukankah theather ini impianmu? Mimpi yang selalu kau idam-idamkan? Kenapa kau tidak bertindak"
"aku harus bagaimana hyung?" kata Eunhyuk sambil menunduk. "aku bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan"
"Hyukkie…."
"ada apa denganku hyung? Hiks… kenapa a-aku tidak bisa seceria dulu? Kenapa aku tidak bisa tertawa lepas seperti dulu? Kenapa hiks, aku tidak bisa hiks menghentikan tangisku? Hyung…. Aku kenapa?" Eunhyuk terjatuh, lalu menenggelamkan kepalanya di antara lutut dan kembali menangis. Sungmin yang tidak tahu harus berbuat apa, memilih jongkok di samping Eunhyuk dan memeluknya.
"tenanglah Hyukkie, jangan menangis lagi?"
"aku lelah hyung? Aku bosan menghadapi rasa sakit dihatiku ini, kenapa selalu sakit saat mengingatnya? Dan kenapa aku harus mengingatnya? Hyung, aku harus bagaimana?" tanya Eunhyuk lagi, Sungmin hanya bisa mengelus rambut sahabat yang sudah diangapnya adik kandung ini. Dia tahu bagaimana sakit yang dirasakan Eunhyuk. Saat kita mencintai seseorang, dan orang itu ternyata hanya mempermainkan kita, membuat kita melayang dan dalam sekejap menjatuhkan kita…. Itulah yang dirasakan si namja manis. Sakit yang lebih dari sakit. Sakit yang dapat menyerap semua kegembiraan dan semangat yang dimiliki.
Eunhyuk terus menangis, dan Sungmin hanya bisa memeluknya, berharap dapat menenangkan sahabatnya yang sangat rapuh ini. Tidak jauh dari tempat dua sahabat itu, seorang namja cantik sedang melihat mereka. Dia berdecak kesal karena merasa sangat bodoh tidak dapat melakukan apa-apa. Padahal dia mengetahui semuanya.
"kenapa semuanya menjadi seperti ini? Dan kenapa aku tidak dapat melakukan apapun untuk merubah semuanya" kata namja cantik itu pelan. Setelah itu dia berjalan menjauh.
Di tempat lain, kamar bernuansa serba putih. Tampak seorang namja tampan, bersurai brunette, dengan kulit putih bak seorang pangeran sedang asik memandang foto pernikahan di handphonenya. Dia terus menatap namja manis yang disulap mejadi seorang yeoja cantik bersurai coklat dengan balutan gaun pengantin putih yang tampak pas dibadannya. Namja itu terus tersenyum, sampai dia mendengar pintu kamar dibuka. menmpakkan seorang namja cantik bersurai hitam legam dengan bibir merah indahnya. Berjalan mendekati si namja.
"kau tidak makan sarapanmu lagi?" tanya Kibum, namja tampan itu diam tidak merespon. "Donghae jangan buat aku tambah frustasi dan bingung!"
"aku tidak mempersulitmu, dulu aku kan pernah bilang bahwa aku bisa melakukannya sendiri dan tidak butuh bantuanmu, tapi kau yang memaksa"
"aku melakukan ini semua karena…."
"karena kau kasihan padaku? Kibum aku tidak pernah suka dikasihani, kau tahu kan?"
"siapa yang mengasihanimu, aku hanya peduli padamu! Kenapa kau membuat semuanya jadi serba rumit, kenapa kau tidak bilang ke semua orang tentang…."
"cukup! Ini keputusanku, aku harap kau menghormatinya"
"Donghae? sampai kapan kau akan bersikap egois seperti ini? Kenapa kau tidak memperbolehkan mereka tahu semuanya, sampai kapan kau akan menutupinya? Semua orang juga berhak tahu Hae? Mereka khawatir karena mereka sangat menyayangimu?" Donghae terdiam mendengar perkataan Kibum. "Hyukkie akan dikeluarkan dari theater musical yang sangat diidam-idamkanya! Kau tahu kenapa? Semua karena satu orang, yaitu kamu!" jelas Kibum. Donghae mencengkram handphone yang dibawanya. Berusaha menunjukkan sikap tenang di depan Kibum. "apa ini yang kau inginkan? Membuat orang tua dan adikmu bingung, membuat orang yang kau cintai menderita? Inikah keinginanmu yang sebenarnya? Kalau seperti ini, si namja bernama Choi Siwon itu tidak salah mengataimu seorang pengecut"
"Kibum cukup! Aku tidak ingin berdepat denganmu" kata Donghae lalu berdiri dari duduknya dan meraba dinding menuju tempat tidurnya. "aku ingin istirahat, bisakah kau meninggalkanku" Kibum menghembuskan napas panjang dan berjalan meninggalkan Donghae yang tetap berbaring menghadap tembok. Dia bahkan tidak tahu bulir-bulir air mata sedang mengalir di pipi namja tampan ini.
.
.TBC
.
.
Annyeonghaseooo yeorobun!
Apakah ada yang kangen dengan author galauan ini?
Mianhae, untuk kehiatusanku yang sebentar~~~ #digebukin kangin
Saia benar-benar minta maaf untuk hal ini -_- beneran saia tambah galau karena wifi eror! Saia berharap semoga para riders ndak kabur dan masih mau baca trus review ff ini
Saia akan usahakan ndak hiatus lagi, hehehe #ndak bisa dipercaya
Balas-balas review
Isroie106: hahaha masih jadi rahasia kenapa si ikan seperti itu, gomawo uda review, ini uda dilanjut chingu^^
Zhouhee1015: hahaha iya, hae itu emang ndak bisa ditebak jalan pikirannya! Gomawo reviewnya chingu
Ranigaem1: muehehehehe ini author emang suka lihat wajah hyukma sedih #smrik ala kyuhyun^^ hihihi masih jadi misteri, mian karena kehiatusan saia chingu, gomawo nde uda review
Miss chocoffee: donghae emang minta digoreng #dibakar hae! Hihihi itu masih misterius, penasaran? Ini uda updet chingu, mian karena kehiatusan saia nde?
Depi rizqhadiechipie: hahaha chingu suka cerita yang panjang ya? mian kalau ngebosenin dan ndak nyambung nde? Hahaha iya ini masih jadi misteri buat kita! Sebenarnya apa sih maksud donghae #wajah polos, chingu… eum bahasa 'menginginkan tubuh' itu kok kayak hae sangat amat yadong sekali ya? muehehehe ^^ pokoknya hae itu tega buat hyuk sedih karena…. Entahlah hanya dia dan ikan yang dilautan yang tau# ditendang, hahaha NC? Waaa ternyata chingu yadong juga ya? #lirik diri sendiri, padahal saianya juga yadong hahaha oke-oke nanti coba saia kasih adegan kissing lagi, tapi untuk dikamar? Eumm ndak menjamin ada, ini uda dilanjut chingu^^ gomawo nde reviewnya
Haehyuk: hihihi masih lama kayaknya bersatunya chingu -_- donghae itu mah emang ndak bisa ketebak maunya apa… kalau tinggal berapa chap lagi? Eummm tinggal sebentar lagi kok chingu, mian yak arena kepanjangan, nde gomawo semangatnya ^^
Ci09: hehehe gomawo chingu, gomawo reviewnya^^ hehehe ndak pa2 chingu, makasih uda mau baca ini ff abal, mianhae untuk kehiatusan saia, uda dilanjut lo chingu ^^
Chacha: iya jahat bingit #deathglare dari hae, iya ini uda dilanjut chingu, mian baru updet chingu, gomawo reviewnya
Nanaxzz: hahaha iya chingu, haehyuk pasti bersatu tapi masih ada hambatan dan rintangan, gomawo reviewnya chingu
HAEHYUK IS REAL: waaaaa chingu tega, kasihan lu bang dibilang duda tapi emang bener sih #digeplak, hahaha itu uda sedikit kejawab chingu kenapa si ikan kayak gitu, muehehehe benarkah? Emang hae si ikan mesum dari makpo #diceburin disungai amazon, hehehe iya namanya haehyuk pasti bersatu, gomawo reviewnya chingu
NovaPolariself: sabar chingu, sabar #nyodorin aer aquarium, mungkin hae ndak bener-bener mau ngelakuin ini chingu, gomawo uda review ya
HAEHYUK PASTI REAL: hehe gomawo reviewnya ^^ iya di chap ini uda dikasih kunci sedikit kenapa hae kayak gitu, apakah chingu uda bisa menebak hehehe? Benarkah sampai nangis? Huwaaa aku seneng jadi ffku ini ndak mengecewakan, iya ini uda dilanjut chingu? Mian untuk kehiatusan saia nde?
Anik0405: iya chingu, di chap ini uda sedikit dijelaskan… gomawo reviewnya
.
.
.untuk para pembaca gomawo nde^^ mian karena kehiatusan saia waktu itu? Saia benar-benar minta maaf
Akhir kata see you next chap
