My stalker
Cast:
Lee Eunhyuk
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Ryeowook
Kim Yesung
Kim Kibum
Choi Siwon
Others (seiring berjalanya cerita)
Synopsis:
Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"
Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje
.
Tidak suka jangan dibaca
.
.
.
Chapter 15
Siang hari dikota Seoul. Di universitas SM, tepatnya ruang latihan yang berada di selatan kampus. Tampak Eunhyuk dan Sungmin sedang berlatih bersama.
"hyung aku ambil minum dulu ya?"
"oke, tolong ambilkan untukku juga" kata Sungmin sambil melakukan beberapa gerakan. Eunhyuk mengangguk dan pergi kepojok ruangan. Belum sempat mengisi air, tiba-tiba dia kembali merasakan perasaan tidak enak dan menjatuhkan gelas. Membuat gelas itu pecah berserakan dilantai. Sungmin yang mengetahuinya langsung berlari mendekati Eunhyuk yang duduk dengan pandangan kosong.
"Hyukkie gwenchana?" tanya Sungmin khawatir. Eunhyuk hanya menggeleng pelan sebagai jawaban. "Hyukkie sakit?"
"aniya, aku…aku hanya kembali merasakan perasaan itu hyung"
"perasaan apa?"
"perasaan tidak enak, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya! A-aku, aku bingung hyung"
"ya sudah lebih baik kau istirahat dulu, aku yang akan membereskan ini"
Ditempat lain. Kibum baru saja pulang dari apotek, dia membuka pintu kamar tempat sepupunya tinggal beberapa minggu ini. Dia langsung terkejut dan menjatuhkan kantong obatnya saat melihat tubuh sepupunya terbaring dilantai dengan darah yang keluar dari hidung. Kibum yang panic segera mendekap sepupunya sambil menggoyangkan tubuh itu.
"Donghae… Donghae bangun? Jebal, bangunlah" tidak ada respon, dia segera mengambil handphone di saku kemeja dan menelpon rumah sakit terdekat.
…haehyuk…
"waaah kau memang hebat Siwonie! Tidak sia-sia aku menyuruhmu kuliah jurusan kedokteran di luar negeri"
"hahaha hyung bisa saja"
"aku yakin kau akan menjadi dokter terhebat di Seoul nantinya"
"amien, ini semua berkat tuhan, hyung dan pastinya kedua orangtuaku! Tapi sehebat apapun aku nantinya, aku tidak mungkin mengalahkan dokter jenius seperti hyung"
"hahaha tentu saja! Aku tidak akan menerima jika kau mengalahkanku, aku kan kakakmu" kedua namja berwajah tampan itu tertawa. Mereka kembali berjalan di taman rumah sakit, sampai seorang suster mendekat.
"Dokter, anda ditunggu di ruang rapat sekarang"
"oh benarkah? Aku sampai lupa kalau ada pertemuan! Wonnie aku pergi dulu ya"
"oke aku juga mau pulang hyung"
"pulang atau menjemput seseorang"
"hahaha sudah hyung, sana cepat pergi"
"baikalah aku pergi dulu" namja yang sedikit mirip dengan Siwon itu berjalan kedalam gedung. Siwon menghembuskan napas dan pergi dari taman rumah sakit yang cukup luas ini. Terlalu asik menatap handphonenya Siwon sampai tidak melihat jalan. Dan alhasil dia bertabrakan dengan seseorang.
"oh mianhamnida, apakah anda baik-baik saja?" tanya Siwon khawatir. Namja itu mengangguk dan berjalan meninggalkan Siwon yang mematung ditempatnya. "wajah itu? Bukanya dia si namja ketus? Kenapa dia diam saja saat melihatku? Apa dia sudah melupakanku?" tanya Siwon dengan wajah bingung, namja berlesung pipit ini memilih berjalan menyusul si namja yang ditabraknya tadi.
Dia terus mengikuti namja yang dari tadi menunduk dengan wajah sedih itu. Sampai akhirnya si namja masuk kedalam ruangan khusus berpintu kaca buram. Rasa penasaran itu semakin besar. Membuat Siwon nekat masuk kedalam ruangan itu. Dia terus mengikuti si namja sampai akhirnya namja itu masuk kedalam kamar yang berada di pojok ruangan. Siwon mengerutkan alis.
"apa dia sakit? Atau dia sedang menunggu keluarganya yang sakit? Tapi kenapa sampai dia tidak mengenaliku?" ucap Siwon pelan, setelah melakukan pertimbangan yang matang, Siwon memilih mendekat kekamar nomor 17 itu.
Dia mengintip si namja cantik dari kaca pintu. Terlihat si namja sedang duduk di samping ranjang rawat. Siwon langsung membelalakkan matanya saat melihat siapa yang tengah terbaring disana dengan alat bantu kesehatan di tubuhnya.
Di lain tempat. Eunhyuk memilih pergi kemakam orang tuanya karena hanya itulah tempat satu-satunya yang dapat menenangkan hatinya. Dia terus ada disana, tanpa berniat bercerita atau mengobrol dengan nisan dingin itu. Langit mulai berubah warna. Eunhyuk memilih pulang, tapi dia diam ditempatnya saat melihat Ryeowook tengah berdiri di depan batu nisan, sama persis seperti yang dilakukan seseorang yang terus berkeliaran diingatannya. Eunhyuk terpaku ditempatnya, sampai akhirnya tanpa sengaja Ryeowook melihat Eunhyuk dan melambaikan tanganya.
Black café, Ryeowook dan Eunhyuk tampak duduk berhadapan disana. Mereka saling diam sampai pesanan datang.
"hyung kenapa diam saja? cepat diminum keburu dingin lo" kata Ryeowook dengan senyum ramahnya. Eunhyuk tersenyum kecil dan mengangguk sebagai jawaban.
"aku tidak menyangka bisa bertemu hyung dimakam" kata Ryeowook mencoba memulai obrolan. "makam siapa yang hyung kunjungi?"
"kedua orangtuaku"
"benarkah? Oh maaf hyung aku tidak bermaksud"
"gwenchana itu sudah lama kok, kau sendiri kenapa ada disana?"
"aku mengunjungi appa, entah kenapa permasalahan ini membuatku frustasi dan yang bisa membuatku tenang hanya pergi kesana"
"appa Wookie sudah meninggal?"
"nde, appa meninggal saat aku masih kecil"
"sakitkah?"
"nde! Dan saat itu aku dan Hae hyung masih kecil"
"mian, aku turut berduka cita"
"semejak appa meninggal eomma jadi satu-satunya tulang punggung keluarga! Untungnya appa meninggalkan perusahaan yang maju sehingga sampai sekarang kami masih bisa hidup berkecukupan" jelas Ryeowook dengan mimic wajah sedih. "tapi eomma bukanlah tipe orang yang tabah, dia sangat sedih dan hampir putus asa saat tahu appa tidak akan bisa bersama kami lagi! Hyung tahu siapa yang terus memberikan semangat padaku dan eomma?"
"dia adalah Donghae hyung! hanya hyung orang yang tabah menghadapi ini semua!" hening. Pikiran Eunhyuk kembali berperang. Satu sisi dia menganggap Donghae adalah orang jahat dan patut dijauhi, disisi lain dia percaya pada Donghae. "hyung tahu, kakakku satu itu sebenarnya orang yang baik dan memiliki perasaan yang sangat lembut. Dia pemikir yang panjang dan tidak pernah melakukan tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu! Saat appa masih hidup Hae hyung adalah anak yang paling manja dan suka bercanda, bahkan dia lebih childish daripada aku! tapi semenjak appa meninggal Hae hyung menjadi anak yang pendiam dan sangat dewasa, dia lebih suka berada dikamar daripada berkumpul diruang keluarga"
"Hyukkie hyung, semenjak hyung dekat dengan Hae hyung aku jadi bisa melihat wajah itu kembali bersinar, bahkan Hae hyung sedikit mau berkomunikasi padaku lagi! Eomma pun melihat perubahan mengejutkan itu! Mungkin benar tebakanku kalau Hae hyung menyukai Hyukkie hyung" kata Ryeowook dengan mata berbinar. Eunhyuk menunduk dan menggeleng pelan.
"tidak, dia tidak menyukaiku"
"hah? Kenapa hyung mengatakan hal itu? Bukannya kalian saling suka?"
"dia jahat padaku, dia hanya mengganggu hidupku, membuatku sakit! Setelah puas, dia pergi" suasana kembali hening. Eunhyuk terus menunduk menyembunyikan air matanya. Dan Ryeowook menggigit bibir bawahnya.
"aku dan eomma yakin bahwa hae hyung sedang dalam masalah! Karena sampai sekarang pun Hae hyung tidak pulang, dan tidak memberi kabar… pasti terjadi sesuatu padanya, Hae hyung bukanlah orang jahat! Mian, tapi bisakah hyung berpikir seperti itu? Aku mohon" Ryeowook menggenggam tangan Eunhyuk yang tetap menunduk dengan isakannya.
Siwon duduk di kursi tunggu dengan wajah bingung. Dia sama sekali tidak bisa memikirkan apa-apa. saat ini diotaknya hanya ada sebuah pertanyaan. Dia terus ada disana sampai seseorang keluar dari kamar dan terkejut mendapati dia ada disana.
"kenapa kau ada disini?" pertanyaan itu membuat Siwon menoleh. Dia melihat seorang namja bersurai hitam berdiri dengan wajah tidak bisa dideskripsikan. Siwon langsung berdiri dan menatap si namja berwajah cantik.
"tolong, bisa kau jelaskan yang sebenarnya? Ada apa dengan semua ini?" tanya Siwon ambigu membuat namja itu menghembuskan napas.
"lebih baik kau pulang! Anggap saja kau tidak pernah melihat ini semua"
"jebal, aku mohon… jebal? Aku perlu tahu"
"lalu setelah kau tahu apa yang akan kau lakukan?" tanya si namja dengan wajah dinginnya. Siwon menutup mata sambil menghembuskan napas.
"aku mohon… apa, apa ini semua kesalahanku?"
"seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri" kata namja itu dengan emosi yang memuncak. "kalau kau tanyakan aku, aku juga tidak tahu jawabannya! Mungkin saja jika kau tidak menganggu mereka, sepupuku tidak akan seperti ini! Kau benar-benar namja menyebalkan dan teregois yang pernah aku temui" namja itu berdecak kesal, berusaha menahan air matanya. "sekarang kau pergi! Sebelum aku panggil penjaga! Pergi"
"ta-tapi…."
"pergi aku bilang"
…haehyuk…
Siwon berjalan memasuki pekarangan rumah Eunhyuk. Entah kenapa dia ingin sekali pergi kesini. dia mengetuk pintu itu, tapi tetap tidak ada jawaban. Siwon mencoba membuka pintu itu dan berhasil, ternyata pintu kontarak ini tidak terkunci. Siwon masuk dengan wajah lesunya, tapi langsung diam saat mendengar suara isakan dari kamar. Dia mendekati kamar itu, melihat kedalam dengan celah pintu yang tidak tertutup rapat. Siwon terdiam melihat Eunhyuk sedang tertunduk sambil memandang foto dirinya dan seorang namja.
"hiks… hiks… kenapa? Hiks… kenapa kau membuatku bingung? Sebenarnya hiks… apa maumu? Apakah hiks… kau benar-benar menyukaiku?" tanya Eunhyuk dengan isakannya. "aku sangat menyukaimu, kau adalah hiks… orang pertama yang aku cintai! Hiks… tapi kenapa hiks, kau juga yang pertama hiks… menyakitiku?" Siwon mengusap wajahnya frustasi.
"andai saja kau tahu… apa yang sedang terjadi! Mian… mungkin ini semua kesalahanku" kata Siwon pelan, setelah itu dia berjalan pergi.
Di tempat lain, Kibum tengah duduk sambil menopang dahi dipinggi ranjang rawat sepupunya. Dia mendongak saat merasakan gerakan ditubuh itu.
"Donghae… kau sudah sadar?" tanya Kibum pelan, namja berwajah tampan itu mengangguk.
"kau mematikan lampunya?" tanya Donghae yang membuat Kibum menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan isakannya. "hei, kenapa kau diam?"
"Donghae…. dokter bilang untuk sekarang hiks… bukan hanya buram, kau sudah hiks- sudah tidak bisa melihat lagi" jelas Kibum, Donghae terdiam lalu tersenyum kecil.
"sudah kuduga itu pasti terjadi! Untungnya aku sudah hapal huruf braille"
"Donghae… sampai kapan kau akan bersikap seperti ini? Aku mohon sudah cukup! Sekarang pulang, dan beritahu semua orang" perkataan itu membuat Donghae diam dan memandang Kibum dengan mata abu-abunya.
"aku sudah bilang padamu! Sampai aku mati, aku tidak akan mengatakannya"
"lalu kau akan biarkan orang lain hanya melihat pemakamanmu saja? kau tidak memperbolehkan mereka menjagamu untuk terakhir kali?"
"Kibum, apa yang aku lakukan ini demi mereka semua! Aku tidak mau meninggalkan bekas luka pada orang yang aku sayangi! Aku tidak bisa melihat mereka sedih untukku, lebih baik mereka menganggapku jahat"
"ini yang kau lakukan pada Eunhyuk kan?"
"dia… aku yakin, dia akan bahagia bersama namja yang menyayanginya itu"
"kalau begitu, setidaknya beritahu eomma dan adikmu"
"aku sangat menyayangi mereka! Aku tahu bagaimana terpukulnya mereka saat appa meninggal, aku tidak mau melihat mereka seperti itu lagi"
"Donghae… aku mohon untuk sekarang jangan keras kepala karena kau…"
"aku tahu Bummie, aku tahu hidupku sudah tidak lama lagi! Kau tenang saja ini semua pilihanku, ini bukan karena salah siapa-siapa! Tapi memang aku yang terlalu pengecut" Donghae tersenyum kecil, membuat Kibum terus menangis dan memilih pergi dari tempat itu.
…haehyuk…
Malam itu tampak sangat gelap, bintang dan bulan tidak tampak tertutup awan mendung yang bergulung. Di halte sepi tampak Kibum duduk dengan wajah tertunduk lesu. Pikirannya bingung, apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia ingin membantu sepupunya tapi dia tidak tahu harus berbuat apa menghadapi sifat keras kepala itu. Sedang asik bergelut dengan pikirannya dia merasakan seseorang duduk disampingnya. Dia menoleh dan mendapati namja tampan yang dibencinya tengah duduk menunduk seperti yang dilakukannya tadi. Kibum terdiam melihat wajah itu. Sangat ketara sekali ada kesedihan dan kebingungan disana. Dengan berani Kibum duduk sedikit mendekat kepada si namja.
"hei" panggil Kibum pelan, namja itu mendongak dan terkejut melihat Kibum ada disana.
"kau…"
"tidak kusangka bisa bertemu denganmu disini"
"nde, aku juga" mereka kembali diam, sesekali menatap satu sama lain. Mencoba mencari topic pembicaraan yang bagus.
"maafkan aku" kata mereka berbarengan. Kibum tersenyum canggung begitupun Siwon yang langsung mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"eum… sepertinya kita memiliki keinginan yang sama"
"nde, sama-sama ingin meminta maaf"
"aku salah mengatakan kalau ini semua kesalahanmu! Aku benar-benar bingung sekarang dan tidak tahu siapa yang patut aku salahkan"
"kau sudah benar, ini semua kesalahanku! karena aku hubungan keduannya jadi seperti ini"
"aniya, ini bukan kesalahanmu! Kalau kau tidak ada juga, Donghae akan tetap seperti itu" kata Kibum dengan mata berkaca-kaca. "tapi kau hebat sekali mengetahui bahwa stalker itu adalah Donghae"
"entahlah, padahal Donghae adalah stalker yang professional, mungkin karena tatapan matanya untuk Eunhyuk"jelas Siwon yang membuat Kibum mengangguk menyetujui. "eum… apa kau tahu alasan Donghae menjadi stalker Eunhyuk?"
"aku hanya tahu satu alasan, karena dia menyukai Eunhyuk sejak kecil"
"kalau suka kenapa tidak bilang sejak awal?"
"aku tidak tahu! Hanya Donghae yang mengetahui alasan itu"
"lalu sekarang dia kenapa?" hening, Kibum memilih diam sambil menunduk berusaha menahan air matanya. "maaf pertanyaanku ini membuatmu sedih"
"dia terkena kanker otak" jelas Kibum membuat Siwon membelalakkan mata. "kanker itu bahkan sudah menyerang saraf penglihatannya, sehingga untuk saat ini dia tidak bisa melihat"
"kanker?"
"nde, appa Donghae dulu juga meninggal karena penyakit ini"
"kenapa dia tidak mengatakan hal ini pada Eunhyuk?"
"jangankan Eunhyuk, pada eomma dan adiknya pun dia tidak jujur"
"kenapa?"
"dia tidak ingin membuat orang yang disayanginya sedih, dia tidak ingin dikasihani hanya itu"
"tolong izinkan aku bertemu dengannya, aku harus minta maaf padanya"
"jangan, dia pasti akan marah jika tahu hal ini"
"aku mohon, aku salah! Aku telah membuatnya lebih sakit, aku mohon" Siwon berlutut di bawah Kibum membuat namja cantik ini kebingungan.
"hei berdirilah! Aku malu"
"aku mohon padamu, tolonglah…"
"tapi…."
"aku yang akan menanggung semuanya! Tolong beri aku kesempatan bertemu dengannya"
_skip time_
Disinilah Siwon sekarang, berada disamping Donghae yang tengah terdiam menunduk. Kibum menghembuskan napas berat melihat hal ini.
"Donghae…"
"aku percaya padamu Bummie, tapi kenapa kau menghianati kepercayaanku"
"bukan maksuku untuk…."
"Donghae, ini semua bukan kesalahan Kibum! Ini murni karena aku! aku yang mengetahui semuanya dan aku yang mencari tahu" jelas Siwon. "mianhae… ini semua karena aku, kata maaf saja mungkin tidak cukup untuk menebus dosaku ini"
"Kibum bisakah kau keluar sebenatar" kata Donghae yang langsung diangguki Kibum. Setelah mendengar pintu tertutup Donghae mendongakkan wajah dan tersenyum. "aku tidak ingin dikasihani kau tahu kan?" hening untuk beberapa lama sampai akhirnya Siwon memulai pempicaraan.
"Donghae, maafkan aku kalau aku tahu kau seperti ini aku tidak akan…."
"apa aku harus mengulang kata-kata tadi? Siwon aku tidak suka dikasihani"
"tapi…."
"kita menyukai orang yang sama, seharusnya kita jadi rival yang adil kan?"
"tidak, seharusnya aku tahu! Sejak pertama aku sudah kalah, karena Eunhyuk hanya menyukaimu" kata Siwon yang membuat Donghae tersenyum.
"menyukaiku? Benarkah?"
"tentu saja! kau itu bodoh atau apa? jelas-jelas terlihat Eunhyuk menyukaimu, kau masih menanyakannya"
"kau berani mengataiku bodoh?"
"iya! Kau adalah orang terbodoh yang pernah aku temui"
"hahaha mungkin memang benar, aku orang terbodoh dan paling pengecut sejagat raya"
"tapi kau berhasil mengalahkan orang tertampan dan terkaya sejagat raya" mereka berdua pun tertawa.
"Siwon, bagaimana keadaanya?"
"maksudmu Eunhyuk?" tanya Siwon yang dibalas anggukan oleh Donghae. "dia tidak baik, aku selalu melihatnya menangis! dia juga semakin murung"
"begitukah?"
"Donghae, aku mohon… ini semua kesalahanku karena aku muncul ditengah-tengah kalian, aku juga yang merusak hubungan kalian! Tapi aku mohon sekarang kau mau kembali dengan Eunhyuk"
"Siwon, aku hanyalah namja pengecut yang tidak bisa mengoptimalkan waktu yang aku punya! Sekarang pun kalau aku bersamanya, aku tidak akan bisa berbuat apa-apa dan hanya akan menjadi beban untuknya"
"Donghae…
"jadi percuma aku bersamanya sekarang! Lagipula aku bukanlah namja seberani itu! Aku lebih tenang jika dia menganggapku jahat"
"sepertinya tidak! Dia tidak menganggapmu seperti itu! Aku rasa dia sekarang masih bimbang dengan perasaannya" penjelasan Siwon itu membuat Donghae diam, lalu menghembuskan napas panjang.
"Siwon, bolehkah aku meminta dua keinginan?"
"apa?"
"yang pertama untuk masalah ini, tolong jangan beritahu dia…setelah ini pun kau harus berpura-pura tidak tahu apa-apa! kau bersedia kan?"
"Donghae… Hyukkie juga berhak tahu, bahkan semua orang"
"aku tidak mau melihat mereka menangisiku"
"itu mereka lakukan karena menyayangimu"
"mian, tapi aku mohon padamu? Tolonglah" dengan berat hati namja tampan itu mengangguk. "dan yang kedua, aku ingin kau membantuku satu hal"
…haehyuk…
Eunhyuk berjalan pelan menyusuri trotoar yang mulai sepi. tatapannya kosong, diotaknya hanya ada perkataan sang guru.
"kau tidak pantas berada di teather ini! Lebih baik keluar, aku sangat kecewa padamu, Hyukkie" kata-kata itu terus berputar di otak si namja manis. Membuatnya tidak bisa memikirkan apa-apa. Dia sangat sedih mengetahui ucapan itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena inilah hasil perbuatannya sendiri. Eunhyuk memilih pergi untuk menenangkan diri di rumah terakhir eomma dan appanya. Tapi seperti hari-hari sebelumnya dia tetap diam tanpa berniat bercerita.
Eunhyuk menatap jam tanganya, menunujukkan pukul 5 sore. Segera namja manis ini mengemasi barang-barangnya dan berpamitan pada eomma dan appanya. Saat berjalan meninggalkan makam kedua orang tuanya, mata Eunhyuk menemukan seseorang yang sedang berdiri di depan sebuah makam yang sudah tidak asing baginya. Namja itu memakai jas panjang hitam, celana hitam dan kacamata warna serupa. Seperti dejavu, membuat Eunhyuk terdiam dengan mata berkaca.
Setelah memantapkan hatinya, Eunhyuk berjalan mendekati si namja. Sepeti tertusuk duri, hatinya sakit tapi juga bingung mencari penyebab rasa sakit itu.
"Donghae" kata Eunhyuk pelan. Namja berkacamata hitam itu menoleh dengan wajah dinginnya. "sudah lama tidak bertemu" kata Eunhyuk gugup, mencoba memulai pembicaraan. Tapi Donghae tetap diam tidak berniat menjawab.
"Donghae… waktu itu aku bertemu Wookie disini, dan dia mengatakan sangat merindukanmu" kata Eunhyuk dengan nada bersemangat, berpikir Donghae akan membalas ucapannya tapi tidak Donghae tetap diam menatapnya. "eum… kau kemana saja? kami semua khawatir! Oh iya ini hanya perasaanku saja, atau sekarang Donghae terlihat semakin kurus? Apa kau sakit? Atau kau tidak makan secara teratur?"
"berisik!" kata Donghae membuat Eunhyuk langsung diam. "ternyata kau masih sama berisiknya seperti dulu! Memuakkan" Eunhyuk membulatkan mata mendengar hal ini.
"Donghae..."
"apa hakmu bertanya padaku? Kau bukan siapa-siapa! Kau hanyalah namja menyebalkan yang tidak menarik! Dulu aku salah menilaimu" Donghae mengalihkan tatapannya. "aku benar-benar menyesal pernah menjadi stalkermu! Kau dan semua yang ada pada dirimu hanya membuatku muak!" Eunhyuk tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia memilih berlari meninggalkan area itu. Hatinya sangat sakit sekarang, kepercayaannya pada Donghae hilang. Yang tersisa hanyalah kebencian yang terus membesar.
Dari balik pohon, Siwon dan Kibum muncul. Mereka mendekati Donghae yang sejak tadi berusaha menyembunyikan air matanya.
"Donghae…." Kibum mengelus pundak Donghae yang terus menangis hingga sesak napas. Tubuh namja tampan itu akhirnya jatuh, membuat Kibum dan Siwon kebingungan. "Donghae… Donghae!" Kibum mendekap tubuh itu sambil terus memanggilnya.
"hosh…hosh… hik hik hosh… Si-siwon… to hosh-tolong hosh, kejar di-dia hosh… ja-jangan biarkan dia hosh…sendiri" kata Donghae dengan napas tersenggal setelah itu dia pingsan. Kibum dan Siwon membawanya kedalam mobil, meninggalkan area pemakaman yang sepi.
.
.tbc
.
Huwaaaaa saia datang lagi!
Aduh kenapa ini ff jadi jatuh banget ke angst ya? gimana donk? #pundung
Mian untuk semua, saia jadi takut apa kalian masih mau membaca ff ini? Kalau mau kasih saran, enaknya si ikan makpo mati atau hidup?
Kayaknya ini ff juga mau saia tamatin sebentar lagi, yah saia berdoa semoga masih ada yang meriview hehehe #puppy eyes
Oke balas-balas review:
Hein-Zhouhee1015: ini uda kejawab chingu si ikan sakit apa! yaaa biasa la, penyakit populer hehehe bener? Aku seneng bingit ada yang suka, aku uda takut jatuhnya malah aneh ternyata ndak, hehehe gomawo reviewnya
Dekdes: jangan nangis chingu #sodorin tisu, gomawo reviewnya
Miss chocoffee: hehehe mian kalau lama nunggu, uda kebuka satu persatu rahasianya disini chingu, nde ini uda dilanjut lo? Gomawo reviewnya
Ranigaem1: cinta~~~ oh cinta deritanya tidak akan pernah berakhir #niruin gaya cipatkai -_- siwon kayaknya sekarang uda mulai pindah haluan chingu hehehe, iya pasti nanti bakalan tetep haehyuk ndak mungkin sihyuk kan? gomawo reviewnya ya^^
Luviana riati 5: nde ini uda dilanjut, gomawo reviewnya
Anik0405: pasti chingu, sang matahari pasti akan bersinar kembali, gomawo reviewnya
HHSHelviJjang: hehehe chingu review chap 13 ya? gomawo nde reviewnya, dichap ini uda kejawab kenapa si haek jahat amah hyuk chingu
Novapolariself: ini uda keungkap si haek kenapa, dan tenang chingu… pasti hyuk bahagia kok! Hehe gomaewo reviewnya
Haehyuk: iya ini uda dilanjut, gimana dichap ini uda kejawab lo? Masih bingung? Gomawo reviewnya ya^^
Jiae-Haehyuk: sabar chingu sabar #sodorin sapu tangan, si hae ndak salah juga si berpikir seperti ini, tapi…. Semuanya jadi serba repot, kayaknya harus ada yang bantu si hae untuk sadar, gomawo reviewnya, ini uda dilanjut
Isroie106: apa yang terjadi ama hae uda kejawab chingu… masa lalunya? Untuk dua pertanyaan lain masih harus dipertanyakan? Gomawo chingu reviewnya
HAEHYUK IS REAL: uda kejawab chingu si haek itu kenapa, mungkin dia berpikiran terlalu jauh dan negative thingking sampai jadinya kayak gini, iya Sibum pasti jadi suka suka hehe kan si snow white emang ditakdirkan bertemu dengan pangeran kuda ups maksudnya berkuda, tenang… saia juga uda kasian kok liat wonwon disalah-salahin terus karena jadi orang ketiga! gomawo reviewnya nde chingu ^^
.
.
.oke untuk yang uda menyempatkan membaca plus mereview ff saia ini, saia benar-benar ucapkan terimakasih #bow
Akhir kata see you next chap
