My stalker

Cast:

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Ryeowook

Kim Yesung

Kim Kibum

Choi Siwon

Others (seiring berjalanya cerita)

Synopsis:

Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"

Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje

.

Tidak suka jangan dibaca

.

.

.

Chapter 16

Kata-kata itu terus berlarian dalam otakku. Membuatku bingung dan sakit setiap kali hal itu terjadi. Dua kali dia melakukan hal ini? Pertama, aku masih bodoh dan terus menyangkal jika dia baik, tapi sekarang…sekarang aku tahu bahwa dia benar-benar jahat dan hanya ingin mempermainkanku saja! menganggapku sampah yang tidak berguna dan dengan seenaknya membuangku.

Apa Mungkin memang aku yang terlalu bodoh dan polos. Aku dengan mudahnya tertipu oleh wajah pendiam dan mata sendunya yang ternyata menyimpan kebusukan. Eomma, appa~~~ wae? Kenapa aku harus bertemu namja seperti Donghae? kenapa aku merasakan cinta pada orang seperti dia? Sakit ini… membuatku takut untuk merasakan cinta, sakit yang diakibatkan oleh cinta…. Membuatku jatuh hingga tergeletak. Aku bingung bagaimana caranya bangkit berdiri? Eomma appa, apakah semua orang juga jahat seperti Donghae?

#Eunhyuk pov end

"Hyukkie" seseorang membuka pintu kamar itu. Dia langsung dihadiahi ruangan gelap, hanya ada sedikit cahaya dari celah gorden. Dia mencari saklar lampu dan menghidupkannya. Membuatnya bisa melihat namja bertubuh kurus yang meringkuk di pojok kamar. Namja berwajah tampan ini mendekati Eunhyuk. "Hyukkie" panggilnya sekali lagi. Eunhyuk tetap diam tidak berniat merespon. "kau sudah makan? Eum aku membawa bubur dari rumah, ayo makan" namja itu mengandeng tangan Eunhyuk, tapi Eunhyuk langsung menepisnya.

"biarkan aku sendiri hyung"

"ayo makan, aku tidak akan pulang sebelum kau makan bubur yang kubawa"

"hyung aku bilang…."

"ayo makan" dengan mudahnya namja tampan itu membawa Eunhyuk ke meja makan. Disana sudah disiapkan sepanci bubur yang mengepul. "aku ambilkan"

"Siwon hyung, apakah aku namja yang bodoh?" pertanyaan Eunhyuk ini langsung membuat Siwon terdiam. "Siwon hyung" Eunhyuk mendongak, memperlihatkan matanya yang sembab. Siwon menghembuskan napas dan tersenyum.

"nah ini, makanlah"

"hyung~ aku sedang bertanya?" Siwon yang bingung hanya menunduk sambil melahap bubur dimangkoknya.

"makanlah Hyukkie, bubur ini rasanya enak sekali"

"apakah hyung baik-baik saja?"

"tentu! Memangnya aku kenapa?"

"tidak, aku merasa hyung sedang gugup"

"ah.. itu hanya perasaanmu saja" hening, Siwon memilih kembali melahap buburnya dan Eunhyuk tetap diam sambil melihat pantulan wajahnya di mangkok penuh bubur itu.

"seharusnya aku mendengarkan apa yang hyung katakan, dan tidak menuruti kata hati" kata Eunhyuk masih tetap menunduk. "mungkin kalau aku mendengarkan hyung, aku tidak akan sesakit ini sekarang! Bahkan aku sampai bingung apa yang harus aku lakukan, dan apa yang seharusnya aku pikirkan" Siwon tetap diam. Disatu sisi dia kasihan melihat Eunhyuk yang tampak sangat terpukul. Hatinya terus menyuruh untuk memberitahu si namja manis, tapi disisi lain dia sudah terikat janji dengan Donghae. bagaimana pun janji yang dibuatnya tidak akan mungkin dilanggar.

Tapi~ jika sudah seperti ini, apakah dia tetap berpegang teguh terhadap pendiriannya?

…haehyuk…

Sudah seminggu Eunhyuk menjalani kehidupan barunya. Menjadi namja yang lebih pemurung dan suka menyendiri. Dua kali mendapat luka akibat cinta dan harus menerima kenyataan pahit akan pementasan teather itu membuat Eunhyuk tidak bersemangat. Hal ini tentu saja membuat sahabat-sahabatnya ikut sedih. Tapi mereka bingung apa yang harus dilakukan. Kyuhyun dan Sungmin ingin melabrak si namja yang terkenal dingin itu akibat berani menorehkan luka dihati Eunhyuk, tapi bagaimana caranya? Si namja tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Ryeowook dan Yesung sudah lelah mencari. Mereka tidak tahu lagi kemana perginya si namja pemilik mata sendu berwarna coklat muda itu. Ryeowook sebagai adik dan Leeteuk sang eomma, hanya bisa pasrah. Siwon dan Kibum yang mengetahui semua rahasia ini tetap diam. Karena itulah yang hanya bisa mereka lakukan. Ikatan janji itu sebagai bukti transparan yang membuat kedua namja ini tidak dapat berbuat apa-apa. ikut pasrah melihat keadaan yang semakin memburuk.

Bulan September akhir, semua pohon sudah kehilangan daunnya. Tertiup angin musim dingin yang terus berhembus. Donghae duduk di depan jendela, dengan handset yang setia menemaninya. Mengalunkan nada-nada cantik hasil ciptaannya dulu. Namja tampan ini benyanyi mengikuti irama itu.

the loneliness of nights alone

The search of strength to carry on

My every hope has seemed to die

My eyes had no more tears to cry

Then like the sun shining up above

You surrounded me with your endless love

Coz all the things I couldn't see are now so clear to me (my everything-Donghae sushow 2)

Donghae terus menyanyikan lagu itu, senyum lebar terkulis di bibirnya yang pucat. Dia membayangkan bagaimana dulu menciptakan lagu itu hanya karena melihat Eunhyuk. Mengingat wajah yang selalu dihiasi senyum manis, perasaan bingung dan gugupnya yang tergambar jelas. Hal inilah yang tidak bisa membuat Donghae berhenti tersenyum. Mungkin kenangan indah itu yang bisa menguatkannya sampai sekarang.

"ak…ah! M-mm ah" Donghae terdiam dengan mata membulat dan mulut mengangga. Namja tampan itu kembali mencoba mengeluarkan suara, tapi tidak berhasil. Suaranya tetap tidak mau keluar. Donghae menyentuh bibirnya dengan air mata menetes di pipi yang semakin tirus itu.

'apakah sebentar lagi, aku juga akan kehilangan suaraku? Kenapa kanker ini menyerangku begitu cepat?' Donghae menutup mata mencoba menenangkan pikirannya.

"Donghae waktunya kemo" kata Kibum sambil membuka pintu kamar. Donghae segera menghapus air matanya dan membalik tubuh. "Donghae gwenchana?" tanya Kibum. Donghae hanya diam sambil menyetabilkan napasnya, lalu mencoba menggerakkan bibirnya sekali lagi.

"nd-n…nde" kata Donghae dengan susah payah. Kibum mengerutkan alis melihat saudara sepupunya ini.

…haehyuk…

Kibum duduk di café depan kampus. Memandang coffe late dihadapannya tanpa berniat meminumnya. Siwon yang berniat menjemput Eunhyuk, tidak sengaja melihat namja berwajah cantik ini di jendela depan café. Tanpa berpikir dua kali dia langsung berjalan mendekati si namja.

"bahkan coffe ini akan semakin pahit jika kau terus memandangnya seperti itu" kata Siwon sambil duduk dihadapan si namja. Kibum tersenyum kecil lalu menyeruput kopinya.

"sudah lama?"

"iya, lama untuk mengetahuimu sedang murung" jawab Siwon sambil melihat daftar menu. Namja bersurai hitam ini melirik Kibum yang kembali terdiam. "kau baik-baik saja?"

"entahlah, aku bingung! Aku sangat takut sekarang" kata Kibum pelan.

"kau bisa cerita padaku? Aku kan bukan musuhmu lagi"

"Siwon, kau percaya dulu aku adalah namja yang tidak peduli dan menganggap semua itu tidak penting" kata Kibum memulai ceritanya. "aku bahkan tidak pernah merasa tertarik sekalipun untuk tersenyum, berbicara, berteman bahkan jatuh cinta"

"tapi saat melihat keseriusan Donghae dalam mengejar cinta pertamanya, aku mulai penasaran dan ingin tahu lebih dalam seperti apa orang yang disukai Donghae itu" Kibum tersenyum kecil. "dan akhirnya aku bertemu Eunhyuk, seorang namja yang hyperaktif, ceria, dan polos! Aku jadi langsung tahu kenapa Donghae bisa jatuh cinta sebegitu dalam dengan namja manis itu! Karena Eunhyuk memiliki suatu keajaiban yang dapat membuat orang tertarik untuk berteman dengannya! Kau juga merasakan hal itu kan?"

Dilain tempat…

"Hyukkie yakin tidak pulang bersama kami?"

"tidak hyung, tadi Siwon hyung sudah berpesan akan menjemputku"

"baiklah, aku pulang dulu ya? annyeong" mobil merah itu pun pergi meninggalkan Eunhyuk yang terdiam ditempatnya. Dia melihat jam tangan sekali lagi.

"tumben Siwon hyung telat" kata Eunhyuk sambil mengalihkan tatapan. Dia langsung terdiam saat melihat Siwon dan Kibum duduk di depan jendela café tepat diseberang jalan. "kenapa Siwon hyung bersama Kibum?"

Kembali kedalam café. Tampak Siwon mengangguk mendengar pernyataan Kibum. Setelah itu mereka kembali diam.

"aku tidak mau mereka berakhir seperti ini! Aku yakin, Donghae akan jauh lebih sehat dan bahagia jika bersama dengan Eunhyuk"

"apakah keadaan Hae memburuk lagi?"

"sepertinya begitu, aku tadi melihatnya bertingkah aneh dan dokter, dokter mengatakan satu hal" Kibum menunduk sambil mengigit bibir bawahnya. "bahwa kanker itu sudah menjalar ke system otak kecil Donghae! pelan tapi pasti dia akan kehilang ketahanan syaraf motoriknya, entah kapan dia tidak bisa bergerak dan sulit untuk berbicara" penjelasan Kibum membuat Siwon juga ikut menunduk. Sampai akhirnya mereka mendengar keributan kecil. Siwon dan Kibum mendongak melihat pelayan jatuh akibat menyenggol seorang namja. Namja itu terus diam ditempatnya sambil memandang Siwon dan Kibum yang membulatkan mata.

"Eunhyuk…"

"apa yang kalian katakan? Ada apa dengan Donghae?" tanya Eunhyuk dengan mata berkaca. Hening, Siwon dan Kibum bingung dan hanya bisa saling pandang. "Kalian belum jawab pertanyaanku" Akhirnya setelah lama terdiam, Kibum menghembuskan napas dan mengandeng Eunhyuk meninggalkan tempat itu.

"mungkin ini saatnya kau tahu, aku akan menjelaskan semuanya"

"Kibum tapi…."

"Siwon, biarlah aku yang menanggung semua dosa ini, kajja!"

Disinilah mereka sekarang, didepan pintu kamar rawat tempat Donghae menghabiskan waktunya beberapa minggu ini. Eunhyuk terus terdiam ditempatnya, melihat Donghae yang sedang tersiksa akibat kemoterapi yang dijalankanya. Air mata itu terus mengalir, namja manis ini bahkan lupa bagaimana cara menghentikan tangisannya itu. Siwon terus menunduk sambil menyenderkan tubuhnya. Kibum tetap berdiri di belakang Eunhyuk mencoba menjelaskan semampunya.

Eunhyuk membelalakkan mata saat melihat Donghae tersedak muntahanya sendiri. Membuat tim medis langsung memasangkan selang NGT yang dimasukkan kedalam hidung hingga lambung si namja. Eunhyuk yang tidak tega, langsung membuka pintu itu tapi dihalangi Kibum.

"jangan, belum waktunya"

"tapi, hiks tapi… Donghae hiks… hiks"

"kalau kau masuk, itu malah akan menganggu kerja dokter dan perawat disana" kata-kata Kibum membuat Eunhyuk merosot jatuh.

"aku hiks tidak bisa berbuat apa-apa, hiks hiks Aku berdosa karena menganggapnya jahat tanpa tahu apa yang dialaminya, hiks aku hiks… hiks aku…"

Siwon membantu Eunhyuk berdiri, dan menduduknya di kursi tunggu. "apakah hiks a-aku bermimpi hiks… Siwon hyung hiks hiks bangunkan aku?" Siwon memeluk Eunhyuk mencoba menenangkan namja yang pernah dicintainya ini.

Beberapa menit berada diluar, akhirnya tim medis keluar dari ruangan. Kibum mendekati dokter itu.

"bagaimana dok?"

"dia sudah beristirahat, kalian boleh melihatnya" Kibum membungkuk berterimakasih, lalu mengajak Eunhyuk untuk masuk kedalam kamar rawat. Eunhyuk mencoba menahan air matanya saat melihat Donghae terbaring di tempat tidur. tubuhnya yang semakin kurus, pipinya yang tirus, lingkaran mata dan bibir pucat yang terlukis di wajah tampan itu membuat Eunhyuk kembali meneteskan air mata. Dia tidak pernah membayangkan akan melihat Donghae dengan kondisi seperti ini. Dia duduk di samping tempat tidur, memberanikan diri menyentuh tangan Donghae. hal ini membuat namja tampan itu membuka mata.

"Kibum" panggil Donghae dengan suara seraknya.

"n-nde ini aku" kata Kibum yang berdiri dibelakang Eunhyuk. Eunhyuk menatapnya, membuat Kibum tersenyum meyakinkan.

"kenapa kau memegang tanganku seperti itu? Aku sudah tidak apa-apa"

"a-aku, aku khawatir"

"sudah berpuluh-puluh kali aku bilang, jangan khawatir" Eunhyuk melepaskan tangan itu setelah mendapat kode dari Kibum.

"begitukah? Apakah aku tidak boleh khawatir saat kau dalam kondisi seperti tadi?"

"sudahlah, jangan mulai aku ingin istirahat"

"baiklah aku dan Siwon akan keluar"

"Siwon juga datang"

"nde, aku kan temanmu sekarang"

"hehe dasar! Jangan sering datang, nanti banyak orang yang curiga" kata Donghae sambil tersenyum kecil. Saat mendengar suara langkah kaki yang sedikit menjauh, Donghae kembali memanggil Siwon. "Siwon, eum… apakah dia sudah baik?" pertanyaan itu sukses membuat Eunhyuk menatap Siwon yang balas menatapnya.

"Eunhyuk? nde! Dia baik, eum… dia juga sudah makan dengan teratur" jawab Siwon seadanya. Eunhyuk menatap Donghae yang tengah tersenyum lembut. Membuatnya menutup mulut dengan sebelah tangan mencoba meredam isakan.

"baguslah, pulang dari sini belikan dia susu strawberry! Dia sangat menyukainya"

"oh, nde!" setelah mengatakan itu Siwon, Eunhyuk, dan Kibum berjalan pergi. Eunhyuk yang tidak tahan langsung berlari keluar rumah sakit. Terus menangis hingga dadanya sesak.

"Eunhyuk…" panggil Kibum, Eunhyuk tetap menangis. "Eunhyuk jangan terus menangis"

"Kibum, kau tidak mengerti hiks hiks… aku menganggapnya jahat tanpa tahu hiks kebenaran dari semua ini hiks, lihat! Hiks hiks bahkan hiks, dia masih menanyakan keadanku hiks, kenapa aku begitu bodoh tertipu olehnya hiks hiks hiks…. Sebenarnya aku yang jahat bukan dia"

"mian, aku merahasiakan ini semua" Kibum menggigit bibir bawahnya bingung.

"aku mengerti! Hiks kalau aku berada dalam posisimu dan Siwon hyung, aku akan melakukan hal yang sama" hening, baik Kibum dan Eunhyuk larut dalam dunia masing-masing. Sampai Kibum memutuskan membuka suara.

"Eunhyuk, eum… aku harap kau menjaga rahasia ini! Aku akan berusaha membujuk Donghae agar mau mengatakannya pada semua orang, tapi sebelum itu terjadi… jangan bilang pada siapa-siapa" kata Kibum dengan wajah memelas. "dan… eum, sepertinya untuk lebih aman eum… kau tidak usah kesini? aku sudah memberitaukan rahasia ini padamu, jadi… jadi kembalilah berpura-pura tidak tahu"

"Kibum…"

"aku tidak mau sampai Donghae marah lagi! Kau tahu bagaimana marahnya dia saat Siwon tahu semua ini! Aku hanya takut keadaannya semakin drop, aku hanya berusaha menjaga sepupuku? Kumohon megertilah" Kibum menundukkan wajah, Eunhyuk hanya terdiam ditempatnya tanpa bisa mengatakan apa-apa lagi.

…haehyuk…

Eunhyuk terus terdiam di tempat tidurnya. Memandang langit-langit kamar yang gelap. Pikirannya menerawang jauh, meninggalkan tubuhnya yang tetap diam. Hanya dada naik turun dan mata berkedip yang menunjukkan jika namja manis ini masih hidup.

Otaknya terus bekerja, memutar kejadian-kejadian yang pernah dialaminya bersama Donghae. melihat bagaimana Donghae yang dulu dan sekarang. Tanpa sadar air mata itu kembali menetes.

"tidak pantas aku mengatakan cinta, jika seperti ini yang aku lakukan…. Aku bahagia jika bersamanya, sedih dan terluka saat dia meninggalkanku dengan kata-kata kasarnya dan dengan gampang mengangapnya namja paling jahat setelah merasakan rasa sakit itu" kata Eunhyuk pelan. "lalu, setelah tahu semua rahasia ini aku akan meninggalkanya? Aku berpura-pura tidak tahu dan mencari cinta yang lain? Apakah aku sebegitu jahatnya melakukan hal itu? Apa aku tega melakukanya? Apa aku bisa melakukannya?"

"tidak! Donghae begitu baik dan perhatian padaku, aku masih tidak tahu apakah Donghae mencintaiku, tapi yang penting aku mencintainya! Aku harus merawatnya, harus disampingnya! Apapun yang terjadi walaupun sampai aku harus memohon, aku akan melakukannya! Aku sudah pernah menganggapnya jahat, aku tidak mau sampai membuat kesalahan kedua dengan berpura-pura tidak tahu?"

Eunhyuk duduk dipinggir tempat tidur, mengambil gelang couple yang disimpannya di laci dekat kasur. Setelah itu mengenakanya, dia juga menatap foto yang berada di bawah gelang itu. lalu tersenyum lebar.

…haehyuk…

Donghae duduk dekat jendela, tempat favoritnya dirumah sakit. Perlahan dia tersenyum sambil menyentuh gelang tali dengan liontin sayap warna biru tua di pergelangan tangan kanannya.

'clek~' pintu itu terbuka. Menampakkan seorang namja cantik bersurai hitam.

"Donghae" panggilnya. Donghae hanya bergumam untuk menyahuti. "nanti jam 1 kau ada kemo, aku tidak bisa menemani karena ada ujian di kampus… kau tidak apa-apa kan?"

"tentu saja! kau kira aku anak kecil yang harus selalu dijaga?"

"aku hanya menghawatirkanmu, karena kau tipe namja teledor! Oh iya nanti jangan lupa makan, dan pakai syalmu! Udara hari ini sangat dingin, aku datang sore" setelah melihat Donghae mengangguk, Kibum pun pergi meninggalkan kamar. Donghae kembali diam sambil menatap lurus kedepan. Walaupun matanya tidak bisa melihat tapi dia masih tetap bisa merasakan angin musim gugur yang berhembus membelai kulitnya. Pikirannya menerawang jauh, mencoba memikirkan apa yang akan dilakukannya nanti. Bagaimana hidupnya setelah ini, dan sampai kapan dia akan membohongi semua orang. Air matanya menetes mengingat ibu dan adiknya yang pasti sangat menghawatirkannya. Mengingat orang yang paling dicintainya yang mungkin sekarang sangat membencinya.

Dia sangat kesal dengan semua ini. Kesal karena telah menyia-nyiakan waktu, kesal karena membohongi semuanya dan kesal terhadap penyakit yang dideritanya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. ini semua telah menjadi keputusannya.

'clek~' pintu ruang rawat itu terbuka. Membuat Donghae menoleh sambil mendengarkan suara langkah kaki yang semakin mendekat.

"Kibum, kau kah itu?" tidak ada sahutan, membuat Donghae mengertutkan alis. Beberapa detik kemudian dia merasakan syal melingkari lehernya. "kau kembali hanya untuk memasangkan syal? Bagaimana dengan ujianmu?" tetap tidak ada jawaban. Namja dihadapan Donghae memilih menatap si namja tampan dengan mata sendu.

Keheningan itu tetap terjadi, sampai Donghae memilih kembali ke tempat tidurnya. Dia mengerutkan alis bingung saat sebuah tangan menolongnya, hingga berbaring di tempat tidur. biasanya Kibum akan diam saja tanpa berniat membantunya, tapi kenapa ini lain?

"ambilkan makananku Bummie" Donghae kembali mengerutkan alis saat merasakan sendok didepan mulutnya. Dengan bingung dia membuka mulut. "Kibum ada apa denganmu? Aku minta di ambilkan, kenapa kau malah menyuapiku?" tanya Donghae yang tetap tidak dibalas. Donghae yang kesal akhirnya memilih diam menikmati acara makannya.

_skip time_

Donghae membuka mata saat mendengar suara pintu dibuka.

"Donghae aku kembali" kata Kibum sambil berjalan mendekat. "maaf terlambat tadi aku masih pergi ke toko kue"

"kau itu aneh, sekarang berisik tadi diam saja"

"hah maksudnya?"

"sudahlah jangan ganggu, aku mau melanjutkan istirahatku" Donghae membalik badannya, memilih memunggungi Kibum yang kebingungan ditempatnya.

Keesokan harinya, hal itu kembali terjadi. Sepanjang waktu Donghae ditemani oleh Kibum yang tidak bicara tapi sangat memanjakannya. Kibum yang ini selalu melakukan hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya, membenahi syal, menyuapi, mengantar ke tempat tidur, mengajak jalan-jalan ke taman rumah sakit dan masih banyak lagi. Donghae memilih diam dan menuruti apa yang Kibum lakukan padanya. Karena percuma bertanya, pasti akan di hadiahi keheningan lagi.

Saat ini Donghae tengah duduk di tempat favoritnya. Merasakan angin musim gugur yang berhembus pelan. Dia menoleh saat mendengar seseorang duduk di kursi sampingnya. Dan kembali menatap jendela walaupun hanya kegelapan yang didapat.

"mungkin yang kau katakan semua padaku benar" kata Donghae memulai pembicaraan. "aku melakukan suatu kesalahan, aku malah membuat diriku kesepian dan orang lain menderita"

"tapi Kibum, bagaimana pun menyesalnya aku, aku sudah tidak bisa kembali lagi! Aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk mengawalinya nanti, jadi lebih baik aku terus berjalan dalam kesalahanku, hingga maut menjemput" tidak ada kata-kata penolakan yang biasanya dilontarkan Kibum. Hanya ada keheningan.

"kau tahu apa yang paling aku sesalkan?" tanya Donghae masih tetap menatap kejendela. "aku menyesal, kenapa dulu saat masih bisa melihat aku malah menyia-nyiakannya! Aku tidak lebih lama melihat wajah Eunhyuk, melihat betapa manisnya dia saat tersenyum, melihat wajah imutnya saat merona malu, dan melihat kepolosan di matanya! kau benar mengatakan aku bodoh dan pengecut, Bummie?" air mata Donghae mengalir jatuh. Sudah lama dia ingin bercerita. Menceritakan semua hal yang membuatnya sesak sampai tidak bisa tidur nyenyak. Tapi baru hari ini dia mau menceritakanya pada orang lain. Namja disamping Donghae menangis dalam diam, dia ingin memeluk dan mengucapkan 'semua akan baik-baik saja' tapi tidak bisa. Dia takut hal itu akan membongkar penyamarannya.

Donghae terus menangis sesenggukan hingga akhirnya sesak itu kembali menyerangnya. Dia berusaha mengais udara dari luar tapi sulit, seperti ada sebuah tangan besar yang menekan dadanya. Namja yang berada disamping Donghae pun panic. Dia mencoba menggoyangkan tubuh Donghae, yang tidak mendapat balasan. Namja tampan ini tetap menaik turunkan dadanya lebih dalam, mencengkram celannya akibat nyeri yang semakin hebat. Ditengah ambang sadar samar-samar Donghae mendengar suara namja yang dikenalinya, setelah itu kesadaran meninggalkannya.

…haehyuk…

"Donghae… syukurlah tuhan kau sudah sadar" kata-kata itulah yang Donghae dengar pertama kali saat membuka mata. Donghae diam, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dia kehilangan kesadaran. "apa yang kau lakukan? Tiga hari kau tidak sadar! Jangan membuat orang lain cemas!"

"kau berada disini, kenapa masih bertanya?"

"aku? berada disini? kau masih mimpi Donghae? bukannya aku sudah bilang akan kuliah dan pulang malam! Aku kan banyak membolos, makanya melembur untuk menuntaskan mata kuliah! aku langsung ke rumah sakit saat dokter menghubungi bahwa kau sesak napas" jelas Kibum membuat Donghae terdiam. "Donghae pasti memikirkan sesuatu? Kau lupa, banyak pikiran saja dapat mencelakaimu! Kau memang tidak bisa ditinggal" Donghae tetap diam mencerna apa yang Kibum katakan. "Donghae gwenchana?" pertanyaan itu hanya dibalas keheningan oleh orang yang bersangkutan.

2 hari kemudian.

"Donghae aku keluar dulu, ingat jangan memikirkan macam-macam! Jangan keluar kamar tanpa suster, diluar sangat dingin! Paham?" Donghae hanya mengangguk tanpa menatap Kibum yang berdiri di belakangnya. "arra aku pergi dulu, tidak lama kok" setelah pintu tertutup Donghae mengalihkan tatapan. Dia terus diam sampai pintu itu kembali terbuka. Hening tidak ada suara yang ingin dikeluarkan oleh dua namja itu. namja yang baru datang mengambil syal merah yang tersampir di kepala ranjang lalu mengalungkannya di leher Donghae. tidak ada respon, Donghae tetap diam merasakan kehangatan tangan si namja. Tanpa banyak pikir Donghae memegang tangan si namja. Membuat namja itu membulatkan mata coklat tuanya.

"siapa kau sebenarnya? Kau bukan Kibum kan?" tanya Donghae. namja itu langsung gugup dan mencoba melepas tanganya. Tapi tidak berhasil. Donghae tetap mencengkram tangan itu. Membuat si namja meringis sakit. "kau belum jawab pertanyaanku" namja itu semakin takut tapi salahkan kekuatannya yang kecil sehingga tidak bisa kabur dari cengkraman Donghae.

Donghae yang tidak kehilangan akal, melepaskan tangan kanan dan mengulurkannya. Meraba wajah si namja yang tetap ketakutan. Donghae terdiam, merasakan pipi lembut, mata yang bula dengan bulu mata lentik, hidung mancung dan jangan lupakan bibir si namja. Bibir kissable yang langsung mengingatkannya pada seseorang.

"Eunhyuk" katanya pelan. "kau Eunhyuk kan?" tanya Donghae yang dihadiahi keheningan. Namja tampan ini langsung melepas tanganya dan berdiri dari tempat duduknya. Tapi karena kakinya yang lemah, akhirnya dia terjatuh.

"Donghae"

"jangan mendekat! Jangan mendekatiku!"

"Donghae, mianhae?"

"aku bilang jangan mendekat!" Donghae menyeret tubuhnya menjauh, sampai akhirnya dia terpojok. Eunhyuk menangis melihat Donghae yang seperti ini.

"ada apa ini? Eunhyuk? Donghae?" Kibum masuk secara tiba-tiba, saat mendengar teriakan Donghae. dibelakangnya berdiri Siwon yang terkejut melihat adegan didepannya. "Donghae, Donghae hei ada apa? sudah…"

"Kibum jauhkan dia! Jangan biarkan dia berada disini! Kibum suruh dia pergi"

"Donghae"

"Eunhyuk pergilah"

"tidak! aku akan tetap disini! Donghae ini aku, kenapa kau takut bertemu denganku?"

"Kibum suruh dia pergi, suruh dia pergi!" Donghae terus berteriak histeris.

"Siwon bawa Eunhyuk pergi, sekarang!" Kibum berteriak sambil mencoba menenangkan Donghae. Siwon mengandeng tangan Eunhyuk keluar dari tempat itu. Untungnya kekuatan namja ini diatas Eunhyuk, walaupun namja manis ini bersikeras tetap tinggal tapi dengan mudahnya Siwon menarik Eunhyuk pergi.

.

.TBC

.

.mianhae untuk kehiatusan saia yang cukup lama… #bow

Haaah karena akhir-akhir ini saia sering galau sampai punya hobby baru, dengerin lagunya Kyu ahjussi yang at gwanghwamun…. Jadinya cerita ini jadi ikutan mellow #pundung

Galau yang berkepanjangan hanya karena… ah sudah tidak usah diingat! #nangis bareng kyu ahjussi

Mianhae, kalau ceritanya jadi aneh, apalagi liat appa yang jadi frustasi banget disini (-_-)

Okelah balas-balas review:

Rani gaem1: #bawa aer buat ngebangunin Rani, jangan pingsan dulu! Saia aja yang pingsan#apaan coba? Yap 1000 point untuk Rani! Ini bagian dari rencana Hae, dan si wonwon jadi perantaranya! Hehehe gomawo reviewnya

Anik0405: itulah si appa! Bisanya Cuma lari dan sok kuat yang malah menyakiti semua orang! Appa jahat! #ditimpuk hae pakek aquarium… gomawo reviewnya

Dekdes: #pukpuk dekdes… sabar nde? Sebenernya hae punya alesan kok kenapa dia melakukan ini, jangan marah sama si ikan? Gomawo reviewnya

Isroie106: eum… kelihatan sih juga gitu? Kalau mati gimana nasib mommy anchovy ya? #mikir keras, hehe tapi tergantung suasana hati sih? Gomawo reviewnya, mian lama updet

Hein-Zhouhee1015: lu sih hae! Hyuk ma Hein jadi lari kan? gimana coba? Dasar ikan! #ditendang Hae #gak nyadar yang buat dia, hehehe tunggu aja chap depan… saia akan berusaha untuk jadi happy ending! Gomawo reviewnya

Jiae-haehyuk: mianhae Jiae mianhae~~~ saia akan berusaha untuk tidak membuatnya seperti yang Jiae bayangkan! Jadi jangan nyesek dulu oke? #bow #puppy eyes

Namazcc: waaaw jadi menguras air mata kalau gitu chingu… tapi bagus idenya buat ff saia yang lain #ups hehehe gomawo reviewnya nde?

Rigletz: #sodorin air minum… mianhae? Tuntutan cerita harus buat hae seperti itu, mian? Tapi saia akan berusaha supaya happy ending chingu, karena memang "haehyuk is real!" Gomawo reviewnya

Anonymous: nde chingu, gomawo masukannya! Saia akan berusaha supaya jadi happy ending… gomawo reviewnya

HAEHYUK IS REAL: nde ini alasannya, tapi bukan alasan dia jadi stalker lo? #sodorin tisu, apakah saia terlalu parah memberikan penyakitnya? Kayaknya se gitu #plak, ada alasan tersendiri kenapa haek ndak mau jujur, dan uda kejawab dichap ini… uda dilanjut, gomawo reviewnya

Guest: hahaha mianhae, mianhae #bow saia tidak bermaksud kejam, sungguh? Tenang saia akan berusaha untuk buat happy ending

Misshape d'cessevil: nde salam kenal, gomawo sudah mau mampir membaca ff aneh ini dan meriviewnya, #hug waaaa uda penasaran ya chingu? Ini uda dilanjut kok, mian kalau makin nyesek, hati lagi galau banget soalnya…gomawo reviewnya

Hanseomingchan: hahahaha jujur, alasan saia tbc pertama karena uda mentok pikiranya buat nerusin #biasa kapasitas otak -_- yang kedua karena saia ingin buat para pembaca penasaran, eum uda berhasil belum ya? #celingukan dan yang ketiga ini yang paling penting karena saia sengaja hahahaha gomawo reviewnya chingu

.

.

.gomawo untuk semuanya yang uda baca ff ini dan mereviewnya~~~ mianhae karena ff ini jadi semakin aneh dan buat kalian nyesek

Karena saia ditodong untuk membuat happy ending, saia akan berusaha untuk itu #senyum lima jari

Okelah see you next chap