My stalker

Cast:

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Ryeowook

Kim Yesung

Kim Kibum

Choi Siwon

Leeteuk

Others (seiring berjalanya cerita)

Synopsis:

Seorang namja periang bertemu dengan namja tampan yang sangat dingin. membuat si namja manis terperangkap dengan perasaan penasaran, jengkel dan..."apakah aku mencintainya?"/ "kau mengatakan aku pengecut"/ "jadi selama ini kau membuntutiku?"/ "menjadi stalker itu lumayan juga, mencintai tanpa harus mengatakanya"

Warning: yaoi/BL, AU, EYD berserakan, OOC, abal+Geje

.

Tidak suka jangan dibaca

.

.

.

Chapter 18

Namja bersurai brunette ini tengah terdiam ditempatnya. Menatap kedepan dengan pandangan kosong. pikirannya terus beradu membuat dia merasa bodoh dan tidak berguna. Saat kekalutan ini memenuhi pikirannya, tiba-tiba dia merasa namanya dipanggil. Namja ini menatap keasal suara walaupun hasilnya nihil.

"Donghae?"

"Nde, maaf anda siapa?"

"Aigoo apa kau melupakanku? Aish kau memang namja paling menyebalkan!"

"Maaf, saat ini saya tidak bisa melihat," pernyataan Donghae membuat namja itu diam untuk beberapa saat. setelahnya dia menghembuskan napas dan kembali tersenyum lebar.

"Yaa, itu bukanlah suatu alasan! Kau kan seharusnya bisa mengenalku hanya dengan suara! Aish aku tidak terima!" seru namja itu sambil melipat tangan. Donghae hanya mengerutkan alis sebagai tanda berpikir. " Aku Key ingat!"

"Key? Kim Keybum?"

"Yes, I am!"

_skip time_

"Jadi begitulah, aku ingin meneliti pasien kangker di rumah sakit Korea untuk bahan risetku!"

"Begitukah?" namja bersurai Jingga ini mengerutkan alis saat melihat wajah Donghae kembali murung. Dengan seenak hati dia memukul bahu Donghae lalu merangkulnya.

"Kau itu memang tidak berubah! dingin, dan irit bicara!"

"Jangan suka memukul orang!"

"Hehehe aku sengaja!" mereka berdua kembali diam.

"Lalu, kenapa kau memilih Korea?"

"Mungkin aku hanya rindu dengan suasana disini, sebenarnya dulu kan aku tidak ada niatan untuk kuliah kedokteran di luar negeri! Tapi berhubung cintaku ditolak mentah-mentah dan Key yang masih labil sakit hati, akhirnya aku memilih menghindar darinya!" kata Key tegas sambil melirik namja disampingnya. Donghae yang tengah duduk dikursi roda terdiam lalu tanpa mengubah ekspresi mengatakan…

"Oh,"

"Yaa! Apa hanya itu tanggapan seorang namja yang telah membuat orang yang menyukainya patah hati? Tidak ada kata lain!"

"Lalu? Yang benar seperti apa?" Key mengeratkan rangkulannya, lalu menggelitik perut namja tampan itu. "Key hahaha geli! Hentikan!"

"Tidak akan! Sebelum kau meminta maaf!"

"Hahaha kenapa aku harus minta maaf? aku salah apa hahaha hentikan!"

"Tidak, ayo minta maaf dulu! Dan berikan tanggapan yang lain selain begitukah dan oh!" mereka terus melakukan hal itu. sampai tidak sadar seorang namja tengah berdiri mematung menatap keduanya. "Ya sudah sebagai permintaan maaf, cium aku!"

"Mwo?"

"Ayo cium! Kalau tidak mau aku akan terus menggelitik!" perkataan itu membuat mata namja yang melihat mereka membulat. Tanpa bisa dicegah dia menjatuhkan kantong kresek yang dibawanya. Membuat apel-apel itu bergelinding kesegala arah. Key dan Donghae menoleh keasal suara.

"Mi-mian…"

"Eunhyuk…" mimic terkejut Donghae membuat Key tertarik.

"Gwenchana?" tanya Key sambil membantu Eunhyuk memunguti apelnya. Eunhyuk hanya mengangguk sebagai balasan. Sambil memunguti apel, namja bersurai jingga ini menatap wajah Eunhyuk yang terus menunduk. "Sepertinya sudah semua!"

"Ghamsamnidha" kata Eunhyuk sambil membungkukkan badan.

"Hehehe you're welcome! Okey time is over, sepertinya aku harus pergi! Donghae dimana kamar rawatmu?"

"Diujung lorong ini,"

"Thanks my darling, annyeong!" Key tersenyum pada Eunhyuk yang dibalas dengan bungkukkan badan. Suasana kembali canggung. Eunhyuk dan Donghae diam dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Eunhyuk memutuskan mengambil suara terlebih dulu.

"Tidak ingin kembali kekamar?" pertanyaan itu hanya dibalas anggukan oleh yang bersangkutan. "Oh iya aku membawakan apel sebagai tanda permintaan maaf! hehehe beberapa hari ini aku jarang kemari, mian?"

"Kenapa?"

"Ka-karena… karena tugas yang menumpuk! Aigoo entah berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk menyelesaikannya!"

"Kau tidak perlu memaksakan diri." kata Donghae dengan kepala menunduk. Namja ini tahu apa yang membuat Eunhyuk tidak ke rumah sakit. Dia bahkan tahu kemarin Eunhyuk demam tinggi akibat kejadian di kampus. Memikirkan itu membuatnya kembali kecewa dan merasa tidak berguna.

…haehyuk…

Eunhyuk membuka jendela kamarnya. Menikmati angin musim dingin yang menggoyangkan rambut blondenya. Ingatan itu kembali saat di lorong rumah sakit. Dia menghembuskan napas dan menaruh kepala dilipatan tangan.

"Donghae tertawa… bahkan dia bisa tertawa dengan mudah! Selama dia sakit aku belum pernah melihatnya seperti itu," kata Eunhyuk sambil menutup mata. "Siapa sebenarnya namja yang bersama Donghae? kenapa mereka sangat akrab? Bahkan namja itu memanggil Donghae dengan panggilan sayang?"

Eunhyuk langsung menegakkan badanya, lalu memukul kedua pipinya hingga memerah. "Hyukkie sadar! Sadar! Itukan urusan Donghae, buat apa penasaran! Lagipula kau kan hanya temannya! Jadi… tidak mungkin kau meminta lebih! Tidak boleh merasakan sakit Hyukkie! Tidak boleh… focus pada tujuan awalmu, okey!" Eunhyuk menunduk, merasakan aliran air dipipinya. "Hiks… tidak bisakah aku membuat Donghae tertawa seperti itu? kenapa harus orang lain hiks? Kenapa bukan… aku?"

Keesokan harinya.

"Huwaaa aku telat! Aish dosen tadi sungguh menyebalkan, aku harus cepat ke RS!" Eunhyuk berlari menuju halte. Sampai dia mendengar suara klakson mobil dari belakang.

"Hyukkie?" panggilan itu membuat Eunhyuk menoleh, dia mendapati Kibum tengah tersenyum dari jendela mobilnya.

"Kibum?"

"Mau ke RS ya?"

"Nde,"

"Ayo naik, aku juga mau kesana!"

"Waaa jeongmal? Gomawo~"

Beberapa menit kemudian. Mereka tampak berjalan bersama di lorong Rs. Sampai akhirnya Kibum berhenti.

"Ada apa?" tanya Eunhyuk sambil menghentikan langkah.

"Aku ketoilet dulu ya? kau langsung kekamar Donghae saja!"

"Oh oke…!" Eunhyuk berjalan sambil sesekali membenahi letak tas punggungnya. dia sampai di depan pintu kamar rawat yang telah dihapalkan diluar kepala. Menghembuskan napas lalu tersenyum lebar berusaha menampakkan wajah yang biasa. "Donghae aku da…." Eunhyuk kehilangan kata-katanya saat melihat wajah Donghae sangat dekat dengan namja berjas putih khas dokter yang dilihatnya kemarin.

"Hehehe tapi aku benar kan?" tanya namja itu sambil mencolek pipi Donghae.

"Terserah kau saja!" Eunhyuk menundukkan kepala dan segera berlari. Yang dia pikirkan hanya menjauh dari tempat itu secepatnya.

Kembali kekamar rawat.

"Jadi hanya karena namja itu aku ditolak?" tanya Key dengan tangan dilipat didepan dada. Donghae mengangguk sambil menjauhkan wajah Key, Key terdiam melihat senyum dan rona merah yang samar di wajah dingin namja disampingnya. "Lumayan, tapi terkesan masih polos, berapa umurnya? Apa dia sudah kuliah seperti kita? Oh apa kau suka anak kecil?"

"Umurnya sama dengan kita, dan asal kau tahu sikap polosnya itu adalah salah satu alasan aku menyukainya,"

"Really? Okey but face! Aku bahkan juah lebih cantik dari dia! Dandanannya juga biasa, aku yakin dia bukan siswa populer!"

"Kau akan tahu nanti,"

"Maksutmu?"

"Dia memiliki keajaibannya sendiri, dia akan dengan mudah membuat orang disampingnya merasa nyaman!"

"Benarkah? Apa kalian sudah jadian?" pertanyaan itu membuat Donghae menunduk. "Jangan bilang kalau…"

"Aku tidak bisa, aku tidak ingin melihatnya sedih dan menderita! Kurasa menjadi temannya sudah cukup!"

"Kau gila…"

"Jadi kau pernah mencintai orang gila! Hehehe,"

"Dasar!" mereka berdua berhenti saat mendengar suara pintu digeser.

"Annyeong Donghae, oh ternyata ada tamu!" kata Kibum sambil membungkuk yang dibalas hal yang sama oleh Key.

"Nde Kibum, dia Key! kau lupa?"

"Key?"

"Kibum?" mereka berdua tampak berpikir sampai akhirnya Key tersenyum lebar. "Kau sepupu Donghae kan? siswa yang terkenal tanpa ekspresi!"

"Jadi kau Key! Sahabat Donghae yang pindah akibat ditolak oleh Donghae itu?"

"Aigoo itu masa lalu jangan bicara keras-keras aku jadi malu!"

"Sudah lama tidak bertemu!"

"Nde, sudah lama sekali," mereka berdua tersenyum lebar.

"Jadi kau sekarang menjadi dokter?"

"Tepatnya mahasiswa kedokteran spesialis penyakit dalam… hehehe lalu Kibum?"

"Aku mengambil jurusan perfilman,"

"Really? That so cool, you know? Bukannya kau kurang…"

"ekspresi, nde tapi katanya dia ingin mencari hal yang baru." Jawab Donghae yang membuat Key beroh ria.

"Tunggu, aku baru ingat! Hyukkie, apa kalian tidak bersamanya?"

"Hyukkie? Siapa? apa namja yang kemarin itu?"

"Eunhyuk ada disini?"

"Nde dia bersamaku kesini, tapi aku ke toilet dulu jadi aku menyuruh dia ke kamarmu! Apa dia belum kesini?"

"Sepertinya tidak, kami hanya berdua sejak tadi," jawab Key.

"Lalu kemana Hyukkie?" tanya Kibum pelan. Donghae terdiam saat sekelebat pemikiran muncul diotaknya.

…haehyuk…

Aku terus menunduk. Berusaha menyembunyikan tangisanku yang entah kenapa tidak bisa terbendung. baru kali ini aku merasakan sakit yang seperti ini. bukan sakit saat ditinggalkan Donghae, atau dikeluarkan dari teather, atau mendapat nilai terburuk di kampus, bukan! Bukan seperti itu. ini seperti iri. Aku juga bingung bagaimana mendeskripsikannya.

"Menangis sendirian di halte, kau malah bisa membuat orang berpikir yang tidak-tidak," suara ini membuatku menoleh. Aku mendapati Siwon hyung tengah melipat tangannya sambil menatapku.

"Woonie hyung,"

"Wae? Sejak tadi aku menghubungimu! Tapi kau malah tidak meresponnya! Akhirnya aku mencarimu lewat software pelacak! Hehehe mian aku memasangnya tanpa sepengatahuanmu, aku hanya…" aku langsung memeluk Siwon hyung. entah kenapa aku melakukan hal ini. "Hyuk-Hyukkie…"

"Hiks hiks… hiks hyung~ hiks,"

"Yaa kenapa kau menangis? apa ada yang menggangumu?"

"Aku tidak tahu,"

"Hah? oh baiklah mungkin disini bukan tempat yang bagus! Ayo kita ke café sekalian makan siang,"

#Eunhyuk pov end

Di kamar rawat.

"Annyeong," namja cantik itu masuk kekamar. Kibum tersenyum sambil meletakkan majalahnya.

"Annyeong ahjumma,"

"Donghae sudah tidur?"

"Nde, baru saja,"

"Tumben Hyukkie tidak disini, dia sudah pulang?"

"Eum tadi dia kesini bersamaku, tapi…" belum selesai perkataan itu, mereka langsung berlari ke tempat tidur saat Donghae tiba-tiba terduduk dengan kedua tangan memegang mulut.

"Donghae,"

"E- akh hoek…" tanpa disuruh dua kali Leeteuk mengambil baskom putih di bawah tempat tidur. Donghae segera memuntahkan isi perutnya. Leeteuk mengelus-ngelus punggung Donghae sedangkan Kibum menyiapkan handuk dan air.

Leeteuk membawa wadah itu kekamar mandi, Kibum memberikan handuk pada Donghae. "Kau ingin minum?" pertanyaan itu hanya dibalas gelengan oleh yang bersangkutan. "Kau ingin istirahat lagi?"

"Nde," Kibum membantu Donghae berbaring lalu menyelimutinya. Namja bersurai hitam itu menunggu hingga Donghae menutup mata.

"Donghae sudah tidur?"

"Nde ahjumma," dua namja ini duduk disofa. Melihat Donghae yang tengah berbaring memunggungi mereka.

"Dia pasti sangat kesakitan, bukan hanya penyakitnya bahkan kemo pun membuatnya menderita," Kibum menoleh pada Leeteuk yang saat ini sedang terisak.

"Ahjumma…"

"Hiks, aku tidak bisa menahan air mataku hiks," Leeteuk mengusap pipinya, berusaha tersenyum kembali. "Kau tahu, pasien sebelah yang selalu bersama Donghae saat kemo meninggal pagi tadi, hiks aku tidak bisa mengatakannya pada Donghae, aku tidak ingin membuatnya makin terpuruk hiks... Kibum apa yang bisa aku lakukan, aku ingin Donghae sembuh dan bisa melakukan hal seperti dulu, hiks aku tidak ingin nasib Donghae sama seperti appanya dan orang yang meninggal akibat kanker," Kibum hanya bisa menunduk. Mereka berdua tidak menyadari, Donghae tengah menangis sambil menutup mulutnya. Berusaha agar tidak ada suara yang keluar.

Beralih pada dua namja yang saat ini sedang duduk berhadapan dicafe. Mereka terus diam sampai pelayan mengantarkan makanan.

"Kau sudah lebih baik?"

"Nde,"

"Makan yang banyak,"

"Gomawo hyung." Eunhyuk melahap spagetinya masih sambil menunduk. Siwon terus menatapnya. "Hyung tidak makan?"

"Aniyo, tadi aku sudah makan dengan eomma,"

"Oh nde," Eunhyuk menghentikan makannya, lalu menatap Siwon takut. "Hyung, boleh aku tanya sesuatu?"

"Tentu, kenapa kau masih memastikan?"

"Eum apa menurut hyung… marah, sedih serta kecewa saat orang yang hyung cintai bersama dengan orang lain dan iri melihatnya bahagia adalah perasaan yang normal?" pertanyaan itu membuat Siwon menautkan alis. Setelah itu namja tampan ini tersenyum sambil mengelus rambut Eunhyuk.

"Kau sedang cemburu?"

"Cemburu? A-aniyo… aish apa ini namanya cemburu?"

"Nde, pasti rasanya sakit sekali! Ini kan pertama kali kau merasakannya!"

"Entahlah…"

"Siapa yang membuatmu cemburu? Donghae dengan perawat, atau pasien lain?"

"Sepertinya dia dokter, dan dia masih muda… seragamnya juga bukan dari rumah sakit Donghae,"

"Benarkah? Lalu siapa dia?"

"Tidak tahu, tapi sepertinya mereka saling kenal! Soalnya mereka tampak akrab,"

"Cemburu itu wajar Hyukkie, bahkan itu adalah salah satu tanda jika kita sangat menyayangi orang itu… kau tahu bahkan terkadang aku masih merasakan cemburu saat kau berada didekat Donghae,"

"Hyung…"

"Tapi kita jangan langsung marah atau sedih, kita pastikan siapa dia dan kenapa dia ada disamping orang yang kita sukai itu, bisa saja dia hanya teman atau seseorang dari masa lalu! Ingat, hanya masa lalu… yang terpenting adalah saat ini! Lagipula kita tidak boleh lantas bersikap seenaknya saat kita cemburu, itu bisa membuat orang yang kita sukai risih atau merasa tidak dipercaya dan akhirnya berujung pada keretakan dalam hubungan! Hei aku bisa bicara panjang lebar seperti ini karena aku sudah berpengalaman!" Siwon terkikik mengingat kejadian saat dia melabrak Donghae.

"Aku baru sadar, buat apa aku cemburu bukankah Donghae hanya teman?"

"Hyukkie, bahkan cemburu itu tidak hanya dirasakan oleh orang yang sedang berpacaran! Entah itu pada sahabat, saudara, orang tua atau kelompok, kita bisa merasakannya!" kata Siwon lalu menyesap kopi hitamnya. "Kau pernah bilang akan berusaha membuat memory indah untuk Donghae! Kuraasa saat ini itu yang terpenting! Walaupun ada orang lain yang berada didekat Donghae, aku percaya dia tidak bisa lebih hebat dari Hyukkieku! Karena hanya kau yang dapat merubah pendirian Donghae yang sekeras batu itu, dan hanya kau korban dari stalker Donghae! hal ini sudah menunjukkan bahwa Donghae pernah tertarik padamu!" 'Maksutku mencintaimu begitu dalam Hyukkie, bahkan aku mundur karena tahu tidak akan berhasil menyainginya!' tambah Siwon dalam hati.

"Hyung benar! Kenapa aku melupakan hal itu! aku akan lebih berusaha untuknya!"

"Ini baru Hyukkieku! Kau yang mengajarkannya padaku kenapa sekarang kau melupakannya? Aigoo~" Siwon menggeleng sambil mengusap rambut Eunhyuk.

"Hyung sudah! Nanti berantakan!" protes si namja manis. Siwon tersenyum lalu mengelus wajah Eunhyuk dengan lembut.

"Aku pasti akan mendukungmu! Begini-begini aku masih mencintaimu Hyukkie?"

"Hyung jangan mulai!"

…haehyuk…

Donghae mengeratkan tangannya, menggenggam rambut brunettenya yang terus rontok. Air mata kembali mengalir dipipinya yang semakin tirus dan pucat. Dia segera menghapus air matanya saat mendengar suara pintu terbuka.

"Good morning, my darling~ it's Sunday time!" Key mengerutkan alis saat tidak ada respon dari yang bersangkutan. "Why? Are you okey?" tanya Key sambil menakup wajah Donghae. namja tampan ini tetap diam dengan pandangan kosong. "Donghae~ kau menangis?"

"Key, aku ingin sendi…"

"Annyeong," Key menoleh saat mendengar pintu digeser. Dia tersenyum menatap namja bersurai blonde yang tengah menatapnya. "Oh annyeonghaseo,"

"Hello, you're name is eum Hyuk Hyukke…"

"Hahaha aniyo, Lee Eunhyuk imnidha,"

"Oh I am sorry! My name is Kim Keybum, kau bisa memanggilku Key,"

"Nde salam kenal Key-ssi," Eunhyuk tersenyum menampakkan gummy smilenya membuat Key spontan juga ikut tersenyum.

"Allright! Sepertinya aku harus pergi!" Key menghentikan langkah saat merasakan tangannya dipegang. Eunhyuk membulatkan mata melihat Donghae tengah memegang tangan Key. Tapi namja manis ini segera menepis perasaanya dan kembali tersenyum.

"Key, bukanya kau ingin mengajakku jalan-jalan?"

"Hah?"

"Oh kalian ada perlu, baiklah kalau begitu sepertinya aku pulang saja,"

"Ikutlah bersama kami." Kata Donghae dengan wajah datar.

#Eunhyuk pov

Aku terus menatap mereka. Melihat bagaimana Donghae tertawa dan mengobrol panjang lebar dengan Key. Ani, Andwe! Jangan cemburu, jangan cemburu Hyukkie! Focuskan pikiranmu oke?

Key adalah namja yang sangat cantik, stylenya juga luar biasa. Jika dibandingkan, aku tidak ada seujung kukunya. Mungkin jika Donghae tidak sakit dan mereka berjalan bersama, pasti akan sangat menghebohkan. Mungkin mereka sudah menjadi cover majalah couple.

Oh bisa jadi Key adalah…

#flasback on

Eunhyuk sibuk merapikan tempat tidur Donghae, si pemilik tempat tidur tengah duduk di kursi rodanya sambil menatap jendela.

"Donghae, kenapa handphonemu ada dibawah bantal? Hei baterainya habis kau tidak ingin…"

"Ke-kemarikan!" seru Donghae panic. Eunhyuk menatapnya bingung, lalu menyerahkan handphone itu. "Kau tidak membuka kuncinya kan? tidak melihat wallpapernya?"

"A-aniyo, aku hanya melihat tampilan kuncinya dan pemberitauan bahwa baterainya habis,"

"Mmm gomawo," Donghae merogoh saku baju dan memasukkan handphone itu ke dalamnya.

"Itu tanda bahwa Donghae sedang menyembunyikan foto rahasia!" kata Kibum sambil merangkul bahu Eunhyuk. "Eum foto apa ya kira-kira! Apa Hyukkie juga penasaran?"

"Kibum!"

"Hehehe oh apakah itu foto yadong? Atau foto orang yang disukai?"

"Diamlah!" Donghae mengalihkan tatapan, berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya.

#flasback off

"Eunhyukkie, Eunhyuk!" seruan itu membuatku mengerjapkan mata. aku melihat Key dan Donghae yang menatapku dengan pandangan heran.

"Ah maaf…" kataku salah tingkah.

"Are you okey?"

"Hehehe gwenchana," jawabku sambil berjalan mendekati mereka.

"Oh iya aku mau membeli minuman dulu, ada yang mau?"

"Terserah kau saja,"

"Baiklah." Key berjalan meninggalkanku dan Donghae. apa benar jika Key itu adalah orang yang ada di handphone Donghae tempo hari? Atau… bukan Key! Aish kenapa aku sangat penasaran. Tapi tunggu, kalau iya berarti Key itu adalah orang yang dicintai Donghae! hah… cukup Hyukkie tidak seharusnya aku berpikiran seperti ini.

"Donghae…" tidak! andwe! Kenapa mulutku tidak bisa dicegah? Siapa yang menyuruhmu memanggil Donghae. mulut bodoh!

"Mmm," Donghae menoleh, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?

"Apa aku boleh menanyakan sesuatu, ini agak pribadi sih?" ah kubur aku hidup-hidup.

"Nde,"

"Apa Key adalah namja di wallpaper handphonemu?" Donghae diam. Apa ini? kenapa aku bertanya hal seperti ini? bodoh! Hyukkie apa sih yang kau pikirkan? "Eum… maaf aku hanya asal menebak! Donghae tidak perlu menjawabnya!" ucapku sambil tertawa garing. Tungu… Donghae tersenyum, apakah tebakanku benar?

#Eunhyuk pov end

Sudah beberapa hari Eunhyuk selalu menjadi orang ketiga antara Donghae dan Key. Namja manis ini sampai bingung dan tidak enak dengan situasi seperti ini. apalagi rasa sakit hingga membuatnya seakan kesulitan bernapas itu terus muncul, saat mendapati Donghae bermesraan dengan namja cantik itu. Eunhyuk hanya bisa meyakinkan dirinya, bahwa dia bukan siapa-siapa Donghae. diperbolehkan berada di samping Donghae seharusnya sudah lebih dari cukup.

Tapi tidak untuk hari ini, disaat perasaan kecewa itu ingin meledak karena mendengar pementasan teathernya diadakan malam ini, dia juga harus menahan sakit saat melihat Donghae mencium pipi Key.

"Kau tidak lupa apa yang aku inginkan! Padahal itu dulu saat kita SMP!" kata Donghae dengan senyum lebarnya. Dia terus merangkul gitar yang dikhususkan untuk penyandang buta.

"Tidak mungkin aku melupakan semua tentangmu!"

"Darimana kau mendapatkan gitar ini?"

"Aku sengaja meminta tolong pada seseorang untuk mencarikannya! Karena kurasa sekarang kau lebih membutuhkan,"

"Hahaha… gomawo Key~"

"Oh iya, nanti malam ada pertunjukkan di gedung opera! Ramai sekali, Donghae mau melihatnya?"

"Gedung opera?"

"Nde! pementasan teather untuk musim dingin! Bukankah kampusmu yang akan mempertunjukkannya? Kenapa kau sampai tidak tahu?"

'Deg' Eunhyuk membulatkan mata dan Donghae menunduk sebagai respon. Key terdiam melihatnya.

'Ada apa? kenapa situasinya jadi berubah? apa aku mengatakan sesuatu yang salah?' tanya Key dalam hati. "Oh iya, aku harus menemui dokter Park untuk kongsultasi! Eum besok aku akan kesini lagi, aku pergi dulu ya my darling… Eunhyuk!" Key meninggalkan kamar itu tanpa balasan dari kedua namja ini. mereka masih tetap diam dengan pikiran masing-masing. Key menutup pintu, tapi dengan segaja tidak beranjak dari sana. Mungkin karena rasa penasaran yang tinggi.

"Eunhyuk…"

"Nde, aku tahu! Aku gagal, aku mengumbar dan terus meyakinkanmu untuk mempercayaiku! Aku pernah mengatakan akan menjadi mata dan kakimu, aku akan membuatmu tersenyum, mengukir memory yang indah untukmu! Aku juga akan mengabulkan semua keinginanmu, tapi aku gagal! Bahkan untuk ikut pementasan ini saja aku tidak bisa, aku juga sudah melanggar perkataanku padamu!" Eunhyuk mengeratkan genggamannya hingga buku jarinya memutih. "Mian, aku pernah cemburu! Bahkan terkadang rasa cemburu itu masih menyeruak ingin keluar… aku kira sudah cukup hanya menjadi teman dan berada disamping Donghae… mian, mianhae~ sekarang Donghae boleh kecewa atau tidak mempercayaiku! Aku memang sudah mengecewakan, maafkan aku?" Donghae terdiam mendengar suara Eunhyuk bergetar. Namja manis ini sengaja menahan air matanya. Belum sempat Donghae mengeluarkan suara, Eunhyuk memungkuk dan berlari pergi meninggalkan kamar rawat.

"Apa ini yang kau inginkan?" tanya Key memecah lamunan Donghae. "Apa kau puas sekarang? Apa kau lupa perkataanmu dulu…"

#flasback on

"Aku mencintaimu…" Pernyataan ini datang dari mulut seorang namja cantik bersurai coklat. Dia terus menunduk berharap namja didepannya membalas dengan hal serupa. Tidak ada respon namja tampan itu tetap diam dengan tatapan lurus. "Donghae…"

"Bukankah kita teman?"

"Nde, ta-tapi aku sudah tidak bisa lagi menjadi temanmu! Aku ingin menjadi orang special yang selalu ada didalam pikiranmu! Maafkan aku, tapi kuharap kau mengerti!"

"Key…"

"Aku tidak pernah melihatmu bersama orang lain, aku juga tidak melihat foto atau kontak spesial di handphonemu, aku tidak pernah melihatmu menerima ajakan kencan, dan selama aku menjadi temanmu… kau tidak pernah bercerita tentang cinta! Jadi karena hal itu aku berani menyatakan perasaanku!" Key menatap mata Donghae. "Kuharap kau menerimannya!" lama tidak ada balasan, mulut Donghae terkatup dengan pandangan sedih.

"Tidak bisa," satu kata yang tidak ingin didengar Key untuk hari ini. tubuh Key langsung bergetar mencoba menahan air matanya.

"Wae?"

"Aku sudah mencintai orang lain,"

"Kau bohong! Jangan mencari alasan yang tidak rasional!"

"Aku tidak beralasan, selama ini aku tidak pernah menceritakannya karena itu rahasia terbesarku," Key terdiam melihat semburat merah di wajah Donghae.

"Siapa dia? Darimana sekolahnya? Apa dia satu sekolah dengan kita?"

"Aku tidak tahu, karena aku masih mencarinya,"

"Mworago? Apa maksudmu Hae? Kau mencoba bercanda atau mempermainkanku, kalau iya ini tidak lucu!"

"Dia adalah penyelamatku, malaikat kecilku! Aku tidak tahu apa yang terjadi jika dia tidak datang… dia menguatkanku disaat aku benar-benar tidak sanggup! Sampai sekarang aku terus mencarinya… Yang ada dipikiranku hanya dia, aku tidak mungkin mengisinya dengan yang lain,"

"Kau mencintainya?"

"Entahlah, tapi aku tidak bisa memikirkan apapun selain dirinya," Donghae mendongak saat mendengar Key tertawa

"Seorang Donghae yang dingin dan tidak suka bergaul, berbicara tentang cinta sampai seperti ini… dia pasti orang yang sangat hebat!" Key mengusap wajahnya kasar. "Saat kau bertemu dengannya, kau harus cepat menyatakan perasaan! Karena saat kau harus menerima kenyataan dia sudah memiliki orang lain… kau akan sangat sakit!" ucap Key dengan senyum lebarnya, setelah itu dia berlari meninggalkan Donghae.

.

.TBC

.

.

Annyeong… author comeback! Sudah berapa bulan ndak updet jadi berasa takut, bingung mau ngomong apa? mungkin Cuma kata maaf sebesar-besarnya #bow, sekalian mau minta maap setelah lebaran #uda telat pabo!

Panpicnya biar ndak monoton saia selipin orang ketiga, padahal uda chap-chap terakhir #mikir keras #dicelupin hae ke sumur belakang rumah

Saia ndak bisa tidur gegara dongsaeng bilang "Emang masih ada yang mau baca panpic lumutan punyamu? Makanya kalau updet jangan lama-lama!" saia langsung mikir, dan berdoa adanya keajaiban. #lupakan curhatan ini.

Gomawo untuk semua yang sudah membaca sekaligus meripiu panpic membingungkan dan menjamur khas saia. Gomawo untuk:

Rani gaem1, isroie106, Yenie Cho94, Anik405, Haehyuk546, AprilianyArdeta, susan Haehyu, Laras, Wonhaesung Love, Haehyuk is real

Gomawo semua… ripiu kalian sangat membantu, maap ndak bisa balas atu-atu #hug ^^

Okelah see you next chap~