Our Happiness

Byun Baekhyun x Jung Daehyun

Bang Yongguk

Kim Joonmyeon

Xi Luhan

Genre : GS,Family, Comedy(?),Romance(?)

Rating : T+ (Sewaktu-waktu dapat bertambah)

Author : Daebaektaeluv x Hanako Kim

'Joon..Joonie..panggillan itu...'batin Joonmyeon.


Our Happiness

.

.

.

"Yong..Yongguk..kau memanggilku apa tadi?"ucap Joonmyeon gugup.

"Joonnie,emang kenapa?"tanya Yongguk yang memasang muka bingung.

'tak sadarkah kau memanggilku seperti itu lagi Yonggukie..'Joonmyeon lirih.

"Joonmyeon?"tanya Yongguk dengan tangannya terulur menyentuh pundak Joonmyeon.

"hiks..hiks.."isak Joonmyeon.

"aigoo,kau kenapa menangis Joonmyeon..uljima Joonmyeon,maafkan aku."ucap Yongguk dan menarik Joonmyeon kedalam pelukannya kembali.

'mianhae Joonmyeon,aku mengingatkanmu lagi...'lirih Yongguk.

FLASHBACK ON

Terlihat Joonmyeon tengah berlari dari halte menuju taman. Dimana tempat itu menjadi tempat kencan mereka,terlihat sepi karena ini malam hari entah kenapa ia dan seseorang itu memilih malam hari untuk berkencan.

"Yongguk!"teriak Joonmyeon dari jauh yang sudah melihat Yongguk tengah duduk di bangku taman dengan membelakanginya.

Yongguk pun membalikkan badannya melihat siapa yang memanggilnya tadi,dan itu adalah Joonmyeon,sang kekasih hati.

"Joonmyeon?"ucap Yongguk cengo melihat Joonmyeon dengan keadaan berantakan seperti rambut yang acak-acakan karena ia berlari tadi.

"ne ini aku,kau kenapa bingung seperti itu Yonggukie?"ucap Joonmyeon polos.

"hahaha,aigoo joonie kau terlihat berantakan sekali.."ucap Yongguk sambil merapikan rambut Joonmyeon.

"huwaaa,apakah penampilanku juga buruk Yonggukie?"tanya Joonmyeon yang merapikan pakaiannya.

"anniyo Joonie,kau cantik walaupun rambutmu tadi berantakan...kekeke"kekeh Yongguk.

"huwaaa,Yonggukie mentertawakanku... nappeun!"sungut Joonmyeon.

"astaga Joonnie,kau terlihat lucu jika seperti itu.."tawa Yongguk melihat Joonmyeon mempoutkan mulutnya.

"Yonggukie nappeun!"sungut Joonmyeon dan kembali mempoutkan bibirnya.

"aigoo,marah rupanya...mianhae Joonnie-ya,aku janji tidak akan mentertawakanmu lagi"ucap Yongguk.

"ne ne aku memaafkanmu,tapi lihat saja nanti Yonggukkie.."ucap Joonmyeon dan akhirnya dia tertawa dan Yongguk hanya tersenyum melihat kelakuan kekasihnya ini.

"aigoo kau kenapa Yonggukkie,tidak semangat sekali.."ucap Joonmyeon.

"aniyo,nan gwenchana Joonnie. Hanya pusing saja."ucap Yongguk.

"kau sakit Yonggukkie,lebih baik kita duduk saja,okay?"tanya Joonmyeon dan Yongguk hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.

Joonmyeon dan Yongguk pun duduk di bangku taman yang ada didepan mereka. Mereka pun mengandeng tangan mereka dan Joonmyeon pun menruh kepalanya di pundak Yongguk. Yongguk pun membelai sayang kepala Joonmyeon dengan sayang.

'Joonmyeon,sebenarnya aku tak mau melakukan ini...'batin Yongguk.

"Joonnie.."ucap Yongguk.

"ne Yonggukkie?"

"kau percaya padaku kan?"

"pasti Yonggukie,kenapa?"tanya Joonmyeon dan mengangkat kepalanya dari pundak Yongguk.

Yongguk pun menatap wajah Joonmyeon yang tengah melihatnya. Yongguk mengangkat dagu Joonmyeon lebih keatas sehingga mereka berdua saling tatapan. Yongguk pun langsung mencium bibir cherry Joonmyen dan Joonmyeon membelakkan matanya tidak percaya.

"Yonggukkie..."pikir Joonmyeon.

Yongguk pun terus melumat bibir Joonmyeon namun Joonmyeon masih belum membuka mulutnya. Akhirnya Joonmyeon membuka mulutnya ketika Yongguk menggigit bibir bawahnya.

'akh..'ucap Joonmyeon di sela ciuman mereka.

Mereka pun terus berciuman sampi saliva mereka turun dan Joonmyeon pun mulai memukul dada Yongguk menandakan ia kehabisan nafas.

"Yong..hn.."

Seakan tuli mendengar hal itu,Yongguk pun terus melumat bibir itu namun tak ada nafsu disana hanya cinta dan kasih sayang yang ada.

"Yonggukie...hhh..lepassshh.."ucap Joonmyeon di sela tautan mereka dan memukul dada Yongguk.

Mendengar hal itu Yongguk pun melepaskan tautan mereka dan melihat Joonmyeon yang terengah-engah dan menarik Joonmyeon ke dalam pelukannya yang terakhir kali.

"Yongguk..."ucap Joonmyeon di pelukan Yongguk. Yongguk pun melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Joonmyeon dengan sangat erat.

"Joonmyeon,aku harap setelah ini kau tidak membenciku.."ucap Yongguk.

"waeyo Yonggukkie?"tanya Joonmyeon.

"aku ingin kita berakhir Joonie..."ucap Yongguk pelan namun masih tedengar oleh Joonmyeon.

"kau bercanda kan Yonggukie?"ucap Joonmyeon terkejut.

"tidak Joonie,aku serius..."ucap Yongguk tegas.

"hiks..hiks..kau bohong kan Yonggukkie..hiks hiks.."isak Joonmyeon pun keluar.

"maafkan aku Joonie,ini permintaan dari seseorang maafkan aku..."ucap Yongguk lirih.

Mendengar Hal itu Joonmyeon pun pergi meninggalkan Yongguk sendirian disana dengan isak tangis yang cukup kencang.

FLASHBACK OFF

"uljima Joonmyeon-ssi,aku tidak bermaksud.."ucap Yongguk sambil mengusap kembali surai lembut Joonmyeon dalam pelukankanya.

"hiks..hiks...Yongguk..sebaiknya kita harus pulang ini sudah malam.."ucap Joonmyeon yang masih ada isakkan tangis namun dia perlahan melepaskan pelukan itu.

"ne,sebaiknya kau pulang Joonmyeon..."ucap Yongguk dan mengantarkan Joonmyeon ke mobilnya dan Joonmyeon pun pergi meninggalkan Yongguk sendiri disana,seperti kemarin.

'maafkan aku Joonnie,aku tetap tidak bisa melupakanmu..'batin Yongguk.

-8888-

Baekhyun pun terus berlari meninggalkan rumah Joonmyeon,kenapa ia berlari karena ia HAMPIR terlambat untuk pergi kesekolah.

"Huaahh! Terlambaat, terlambaaat!" Seru Baekhyun yang berlari menuju sekolahnya, dengan seragamnya yang masih berantakan, rambut yang belum tersisir rapi dan tali sepatu yang belum terikat.

BRUK!
Baekhyun ambruk ke atas aspal karena tersandung tali sepatunya sendiri. Hidungnya membentur aspal dan membuat darah dengan indahnya mengucur dari sana.

Baekhyun kemudian duduk disana dan mengikat tali sepatunya sebentar, kemudian berdiri lagi. Tidak ada luka di kakinya, namun jatuhnya ia tadi membuat Baekhyun sedikit susah berjalan.

"INI SEMUA GARA-GARA JOONMYEOOOOONN!" Seru Baekhyun. Ia masih menadahi darah yang keluar dari hidungnya. "Awas saja kau, Joonmyeon! Jatah makananmu yang ada di kulkas akan kuhabiskan! Lihat sajaaa!" Umpatnya.

"Kenapa pakai acara meninggalkanku segala, sih?!" Gumam Baekhyun yang mengelap hidungnya dengan saputangan (Ia baru sadar kalau ia menyelipkan saputangan di saku rok-nya). "Dasar primitif!"

Tanpa memperdulikan keadaannya saat ini, Baekhyun kembali berlari, namun tidak se-ekstrim tadi. Ia bangun kesiangan karena semalam sempat menonton drama kesukaannya, yang diputar sampai tengah malam. Dan pagi tadi, saat Joonmyeon membangunkannya, Baekhyun tidak mau bangun dan sempat menimpuki Joonmyeon dengan bantalnya. Karena Joonmyeon kesal, ia langsung meninggalkan Baekhyun berangkat sekolah.

"Harus ngebuuut! Pelajaran pertama pelajaran Lee songsaenim!" Gumamnya. Lee songsaenim dikenal sangat galak di sekolah tersebut. Maka dari itu, Baekhyun tidak mau terlambat masuk ke pelajaran Lee songsaenim.

Tak lama, bangunan 8 tingkat ber-cat putih tersebut sudah terlihat didepan mata. Baekhyun segera masuk kedalam gerbang sekolahnya dan kembali berlari menaiki tangga menuju kelasnya. Suasana di koridor sudah sepi, hanya ada beberapa murid disana yang hanya sekedar berjalan membawa buku-buku, ngebut ke toilet, atau bahkan membolos dari pelajaran.

Saat sudah sampai didepan kelas, Baekhyun tidak langsung masuk. Ia mengambil ancang-ancang untuk membuat alasan atas keterlambatannya. Ia menarik nafas, kemudian membuangnya kembali. Ia juga sempat mengelap hidungnya (mimisannya sudah berhenti) dan menyimpan kembali saputangannya. Kemudian, ia membuka pintu.

"Maafkan aku, Songsaenim! Aku terlambat sekolah karena semalam aku belajar untuk ulangan matematika bulan depan!" Seru Baekhyun sambil menundukkan kepalanya. Dan asal tahu saja, semua yang ia ucapkan tadi tidak benar. Ia tidak belajar matematika.

Sunyi.

Baekhyun segera mengangkat kepalanya dan melihat kedalam. Disana hanya ada teman-temannya yang memandang aneh kepadanya. Dan TIDAK ada Lee songsaenim disana. "Aeh?" Gumamnya.

"Baekkie?" Ucap Luhan yang menghampirinya. "Aku kira kau tidak masuk!"

Baekhyun kemudian menutup pintu kelas dan tidak menghiraukan pertanyaan Luhan. "Lee songsaenim mana?" Tanya Baekhyun. Luhan tertawa dan duduk dibangkunya, disamping Baekhyun.

"Lee songsaenim tidak masuk. Katanya ia sakit." Sahut Luhan. Baekhyun hanya mengangguk-angguk dan duduk dibangkunya. Lalu ia sadar, tidak ada Joonmyeon disana. Ia hanya melihat tas milik Joonmyeon yang berwarna violet tergeletak diatas mejanya.

"Tunggu... dimana Joonmyeon?" Tanya Baekhyun setengah dendam (gara-gara Joonmyeon meninggalkannya tadi).

"Aish. Dia... membolos bersama Kris mungkin." Jawab Luhan terkekeh. "Sungguh, kukira kau tidak masuk. Karena biasanya... saat Joonmyeon datang, selalu ada kau."

"Che... bagaimana bisa wakil ketua osis membolos hanya untuk berduaan dengan ketua osis itu?" Gerutu Baekhyun. Luhan tertawa mendengarnya. "Biarkan saja Baekkie,Kalau itu mau mereka,mungkin masalah osis haurs diselesaikan..."ucap Luhan.

"Hahaha... neee, ngomong-ngomong.. sekarang ini kita jam kosong ya?" Tanya Baekhyun pada Luhan. Luhan mengangguk menganggapi pertanyaannya. Baekhyun kemudian berdiri dari bangkunya. "Baiklah. Aku akan menyusul Joonmyeon!"

"Eoh! Jangan ganggu merekaaa!" Seru Luhan.

-8888-

"Aku tidak bisa biarkan ini! Kalau Joonmyeon sudah sibuk dengan ketua osis tiang bernama Kris itu, aku pasti akan terlupakan! Aku tidak bisa biarkan itu terjadi!" Gerutu Baekhyun sembari berjalan menuju ruang osis. Ia berasumsi kalau Joonmyeon pasti ada disana.

"Baekhyun? Byun Baek Hyun?" Merasa namanya dipanggil, Baekhyun menghentikan langkahnya dan kemudian melihat siapa yang memanggilnya tadi.

"Dae... hyun?" Gumamnya. Daehyun kemudian berlari kecil menghampiri Baekhyun. Dalam hatinya, ia merasa tegang sekaligus senang. Berbalik dengan Baekhyun, ia merasa kaget dan heran.

"Daehyun-ssi.."ucap Baekhyun sedikit terkejut.

"kenapa tidak boleh dan bisakah kau tidak menggunakan embel2 ssi itu terlalu formal bagiku"jelas Daehyun.

"aahh arraseo.."jawab Baekhyun sambil menganggukan kepalanya.

"Hey? Jam kosong ya? Pelajaran Lee songsaenim kan?" Tanya Daehyun sambil tersenyum. Ia tersenyum untuk menghilangkan tegang yang ia rasakan. Namun, senyuman itu menjadi menyeramkan.

"Oh.. ahaha.. i-iya..." Sahut Baekhyun yang merasa agak seram karena Daehyun tersenyum. "Oh iya.. kau kenapa ada disini? Kenapa kau ada di sekolah ini?" Tanya Baekhyun.

"Hah? Aku sekolah disini, Byun Baekhyun! Kau tidak pernah melihatku?!" Ujar Daehyun shock. Baekhyun hanya menggeleng menganggapi pertanyaan Daehyun. Memang benar, Baekhyun tidak pernah melihat Daehyun.

"Tidak... aku kelas 12-B, mungkin kelas kita agak berjauhan..." Ucap Baekhyun. "Kau kelas berapa?"

"12-A." Jawab Daehyun singkat.

"Oh.. berarti Daehyun pintar, dong! Bisa masuk kelas A." Ujar Baekhyun. Daehyun hanya tertawa dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Ah.. tidak juga.."

"Ngomong-ngomong.. kau sedang apa?" Tanya Baekhyun.

"Aish.. aku sedang tidak ingin mendengarkan ocehan ShinHye songsaenim. Makanya, aku keluar dari kelas." Sahut Daehyun agak kesal. "Kau sendiri?"

"Aku mencari Joonmyeon." Baekhyun.

"Oh. Temanmu itu..." Gumam Daehyun. "Aku tadi melihat dia berjalan menuju atap sekolah bersama ketua osis sekolah ini.."

"Oke! Terima kasih infonya!" Ujar Baekhyun yang segera beranjak pergi dari sana. Tapi dengan cepat, Daehyun menahan langkah Baekhyun.

"Daehyun... kenapa kau menghalangi jalanku, hm?" Tanya Baekhyun.

"Aku ikut yaa..." pinta Daehyun.

"Boleh, boleh.." Sahut Baekhyun. Baekhyun berjalan duluan meninggalkan Daehyun. Namun, dengan cepat, Daehyun menyusul Baekhyun dan mensejajarkan jalannya.

Tidak ada percakapan diantara mereka. Baekhyun sibuk dengan pikirannya akan Joonmyeon dan Daehyun sibuk dengan pikirannya akan bagaimana-cara-mengajak-Baekhyun-berbicara.

"Ah.. Baekhyun?" Panggil Daehyun. Baekhyun menolehkan kepalanya dan menatap Daehyun dengan pandangan heran. "Ya? Ada apa?"

"Ahaha.. aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi.." Ucap Daehyun. Baekhyun kemudian tertawa kecil. "Dunia ini memang sempit.." Gumam Baekhyun.

"Kita bertemu terus.. jangan-jangan kita jodoh.." Gumam Daehyun agak 'ngarep'. Mendengar hal tersebut, Baekhyun tertawa sejadi-jadinya. "Ae? Kenapa kau tertawa?"

"Sepertinya menghayalmu ketinggian, Daehyun. Mana mungkin kita jodoh. Kita saja baru dua kali bertemu." Sahut Baekhyun, masih tertawa. Daehyun hanya tertunduk malu mendengarnya. Bagaimana bisa ia mengatakan hal bodoh seperti itu didepan Baekhyun?

"Yah... tapi kita tidak akan tau, kan? Siapa tau ucapanmu tadi itu benar. Siapa tau suatu saat nanti kita akan ditakdirkan bersama. Siapa tau.. kau adalah takdirku nantinya." Ucap Baekhyun.

Daehyun hanya tersenyum mendengar kata-kata yang Baekhyun lontarkan. "Entahlah.. aku merasa yakin."

"Hei! Kita ini baru saling mengenal, tau?!" Seru Baekhyun.

"Oh ya? Aku merasa kalau sepertinya kita ini sudah mengenal lama.." Daehyun.

"Terserah kau, Dae!" Tukas Baekhyun.

.
.

"Baekhyun? Daehyun? Sedang apa kalian disini?"

"J-Joonmyeon?!"

.

.

.

.

TBC

Author's Note :

ANNYEONG READER,author update lagi nih hahaha...makasih ya udah baca ff ini ya walaupun rada absurd gitu,hehehe. di chapter ini lagi banyak BangMyoen entah kenapa author lagi seneng sama nih couple. banyak yang nanya Bang-Myeon itu ada apa,dan di chap ini terjawab sudah. sekali lagi kalo ada yang typo apa salah kata harap ?sekian dari sini..annyeong!

jika mau lanjut hubungi author alias review juseyo,minimal 18 yang review okay?annyeong semua..