"Our Happiness"

Cast

Byun Baekhyun x Jung Daehyun

Kim Joonmyeon

Kris (Wu Yifan)

Park Chanyeol

Oh Youngjae ( Yoo Youngjae)

Rating : T

Genre : GS,Family,Romance

Lenght : Chaptered

Author : Hanako Kim x Daebaektaeluv


"Baekhyun? Daehyun? Sedang apa kalian disini?"

"J-Joonmyeon?!" Sosok Joonmyeon dapat membuat mereka berdua terkejut seperti melihat hantu. Oh, ayolah!

"Lho.. bukannya.. kau tadi di atap?" Tanya Daehyun. Joonmyeon memutar kedua bola matanya lalu menatap Daehyun. "Tidak.. aku tidak kesana. Aku daritadi di perpustakaan, kok. Aku daritadi disana bersama Kim songsaenim.

Daehyun membelalakan matanya tidak percaya. "Masa sih? Mana mungkin aku tadi salah lihat.." Gumamnya. Baekhyun kemudian mengernyitkan alisnya. "Eoh.. Daehyun tadi bilang kalau kau pergi atap bersama Kris.." Ucapnya.

Joonmyeon kemudian memasang pandangan bertanya. "Aku? Dan Kris? Ke atas atap?" Tanya Joonmyeon bertubi-tubi kepada mereka. Daehyun dan Baekhyun sempat berpandangan sebentar kemudian mengangguk.

"Sungguh! Justru dari tadi pagi aku mencarinya!" Seru Joonmyeon. Kemudian ia mencengkram seragam Daehyun. "Katakan. Kapan dan bagaimana orang yang bersama Kris itu!"

Daehyun sempat kaget dan merasa kesakitan karena Joonmyeon mencengkram seragamnya, bukan, bahunya dengan sangat kencang. "Yak. Entahlah, aku tadi melihatnya.. orang itu seperti dirimu. Aku melihatnya dari belakang.."

"Dae.. hyun.." Baekhyun melihat Joonmyeon yang sedang mencengkram bahu Daehyun dengan pandangan ngeri. Oh tidak. Pasti itu sakit sekali.

"Bagaimana rupanya?" Tanya Joonmyeon.

"Eugh.. rambutnya berwarna hitam sepertimu dan dikuncir kuda. Sama sepertimu juga. Lalu..." Daehyun dengan cekatan melepas cengkraman Joonmyeon dan berputar mengelilingi tubuh Joonmyeon. "Aha! Dia juga memakai ikat rambut yang sama sepertimu! Berwarna violet dihiasi pita!" Serunya.

Joonmyeon kemudian membelalakan matanya tak percaya. "OMO! Kalian tunggu disini! Aku mau melihat ke atas atap!" Tukasnya sebelum ia berlari keujung ruangan dan menaiki tangga menuju atap.

.
.

.

Daehyun masih mengelus pelan bahunya yang sempat menjadi korban pelampiasan Joonmyeon. Rasanya sakiiiiiit sekali. Percayalah, bekasnya pasti membiru. Baekhyun kemudian mengelus bahu sebelahnya.

"Sakit, ya..." Ucapnya. Tanpa Daehyun sadari, wajahnya memerah. Ia kemudian cepat-cepat mengalingkan bahunya dari sentuhan Baekhyun.

"Ah.. aniyo.. tidak lagi.." ucap Daehyun. Sebenarnya masih sakit, namun ia tidak ingin kelihatan lemah didepan Baekhyun. Jadi, ia harus menahannya. Baekhyun kemudian mendengus sebal.

"Kalau tidak sakit lagi, tidak mungkin kau masih mengelus-elusnya sampai sekarang.." Ucap Baekhyun. Daehyun kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak sakit lagi! Sungguh!" Sangkalnya.

"Joonmyeon kan tadi mencengkramnya sangat kuat.." Baekhyun memegang tangan sebelah kanan Daehyun kemudian menariknya, mengajaknya mulai berjalan. "Kita ke ruang kesehatan ya..."

"Ta-tapi..."

"Sudahlah.. tidak apa-apa.. yang jelas, bahumu harus diperiksa. Aku temani, kok!" Ucap Baekhyun.

Salah satu kelemahan Daehyun : Byun Baek Hyun. Karena ia tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah bersama Baekhyun.

-0-

Sesudah dari ruang kesehatan, Daehyun mendapat dua kompresan dari penjaga ruang kesehatan itu. Dan parahnya, bekas memarnya sudah mengungu, bukan membiru lagi. Wow sekali tenaga Joonmyeon. Daehyun tidak bisa membayangkan apabila Joonmyeon dan Kris nanti bertengkar.

Bisa ungu badan Kris karena Joonmyeon.

Membayanginya saja sudah membuat Daehyun merinding.

"Daehyun.. kau melamun!" Baekhyun menyikut bahu Daehyun.

"YAAKK! SAKIIIIIIT!" Erang Daehyun keras. Erangannya membuat janitor dan seorang songsaenim yang lewat memandang ngeri dan aneh kepadanya. Daehyun memegangi erat memar yang tadi Baekhyun sikut.

"Aigoo... aku tidak sengaja! Mianhae Daehyun!" Seru Baekhyun. "Yang mana yang sakit? Yang mana?"

"Agh.. tidak apa-apa.. kau tidak sengaja, kan?" Sahut Daehyun. Ia dan Baekhyun kembali berjalan di koridor lantai 3 tersebut. "Besok pasti sudah sembuh, kok!"

"Aduuuuh... sungguh.. aku tadi tidak sengaja!" Baekhyun.

"Tidak apa-apa, Baekhyun..."

Kemudian keheningan menyelimuti mereka. Hanya ada suara angin yang menyeruak masuk dari jendela saja terdengar disana. Angin membuat rambut panjang Baekhyun tertiup menutupi hampir seluruh wajahnya. Ya, posisi Baekhyun berada disebelah jendela. Baekhyun kemudian mengambil helaian rambut tersebut dan menyelipkannya ke belakang telinganya.

Tanpa Baekhyun sadari, Daehyun sedari tadi memperhatikannya. Daehyun serasa melihat bidadari saat itu juga. Baekhyun mirip sekali seperti bidadari. Kata si Daehyun-_-

"Hei Baekhyun?" Panggil Daehyun. Baekhyun mengalihkan wajahnya menghadap Daehyun dan tersenyun kecil. "Ya? Ada apa?" Tanya Baekhyun.

"Apa hari Sabtu ini kau sibuk?" Tanya Daehyun.

Baekhyun menggeleng. "Tidak ada.. memangnya kenapa?" Sahutnya.

.
.

"Jalan, yuk?"

.

.

.

Joonmyeon segera meninggalkan Baekhyun dan Daehyun disana dan segera berlari menuju atap sekolah, dimana Daehyun tadi bilang kalau Kris berada disana bersama seseorang yang mirip dengannya.

Brak!

Joonmyeon membanting pintu atap dan segera melengos keluar. Ia tak melihat siapapun disana. Yang ia lihat hanyalah lapangan kosong beratap langit berwarna kelabu dengan angin berhembus ke arahnya, membuat helaian tipis rambutnya yang diikat tertiup. Matanya menerawang keseluruh penjuru atap. Namun nihil, ia tida melihat siapapun disana.

"Gege.. aku mohon.. diam-diam saja bisa, kan?" Tiba-tiba, Joonmyeon menangkap suara yang berasal dari sisi kiri pintu. Ia segera mengendap-endap dan berdiri di belakang lemari bekas disana. Ia lalu memalingkan kepalanya dan melihat dua orang berdiri disitu.

Kris dan... Yixing. Sekretaris osis. Seketika, emosi Joonmyeon memuncak namun ia tetap menahan emosinya. Ia tahu, Yixing menyukai Kris. Dan yang membuat emosinya bertambah memuncak adalah.. kenapa Yixing meniru gaya berpakaiannya?!

"Tidak bisa, Yixing." Sahut Kris. Joonmyeon masih fokus melihat keduanya.

"Gege tau kan? Aku sudah lama menyukaimu! Lebih lama daripada Joonmen ituu!" Tukas Yixing. Joonmyeon menepak wajahnya, merasa tersinggung karena Yixing salah menyebutkan namanya. Oh ayolah, Joonmen itu nama yang jelek sekali!

"Xing, namanya Joonmyeon. Bukan Joonmen." Sangkal Kris. Yixing menutup mulutnya. "Aah.. maksudku.. Joonmyeon!"

"Tidak bisa Yixing..." sangkal Kris.
"Bisa."
"Tidak."
"Bisa."
"Tidak."
"Bisa."
"Tidak."

Joonmyeon masih sabar menunggu. Hingga akhirnya Kris dan Yixing menghentikan perdebatan mereka. Keduanya saling diam. Yixing menundukkan kepalanya, sedangkan Kris memandangi figur tubuh Yixing.

Secara keseluruhan, badan Yixing memang lebih tinggi, namun badannya sangat kurus. Kris agak illfeel kalau melihat yeoja yang terlalu kurus. /eh/

Akhirnya Yixing mengadahkan kepalanya menghadap Kris. "Baiklah! Kalau begitu tidak ada cara lain!" Joonmyeon mengernyitkan alisnya heran. Apa maksudnya?

"H-hei? Tidak ada cara bagaiman-"

Chuuuuu~

Belum sempat menyekesaikan ucapannya, Yixing menginjitkan kakinya dan mengalungkan tangannya pada leher Kris, lalu mencium pipinya. Kris yang dibegitukan tak bisa berbuat apa-apa. Jantungnya seakan berhenti. Seluruh tubuhnya kaku.

Sedangkan Joonmyeon, ia merasakan kakinya lemas, ia hampir jatuh terduduk dari posisi ia berdiri. Kris baru saja dicium oleh orang lain.. bahkan dia belum pernah mencium Kris. Namun sesaat, emosinya segera memuncak kembali. Ia keluar dari tempat persembunyiannya.

"Oh.. so sweet.." sindir Joonmyeon. Yixing yang mendengarnya segera menjauh dari Kris dan agak kaget melihat Joonmyeon disana. Ia kemudian menutup mulutnya, menyembunyikan senyuman liciknya.

"Myeon! Dengar... ini bukan seperti yang kau lihat!" Kris seger menghampiri Joonmyeon dan merangkulnya, lalu ia menepis tangan Kris dan menatapnya sengit.

"Aku kira kau ini perempuan yang kalem, Yixing.." Ucapnya. Lalu ia tersenyum sinis. "Tapi bukan.. diam-diam menghanyutkan!" Yixing semakin tersenyum puas mendengarnya.

"Myeon... dengar.. ini tidak-" Kris memulai kembali pembicaraan.

"Jangan kau pikir aku akan menangis karena melihat semua ini. Aku menyalahkanmu sepenuhnya, Kris. Kalau kau memang tidak suka padanya.. kau tidak akan diam seperti tadi." Tukas Joonmyeon.

"Myeon..."

"AKU BENCI SEMUANYA!" Seru Joonmyeon. Ia lalu segera berlari dari sana, meninggalkan Kris yang mematung dan Yixing yang tersenyum puas disana.

Yifan kemudian melihat Yixing sekilas dan menatap aneh kearahnya. "Perempuan aneh!" Tukasnya sebelum meninggalkan Yixing sendirian disana.

.
.

"Aku hanya ingin membantu orang yang aku sukai, Joonmyeon.. aku tidak tega melihatnya terpukul melihat kau dan Kris bersama..." Gumam Yixing. "Aku hanya membantu Yongguk.. sungguh. Senyuman yang aku buat tadi semuanya palsu. Percayalah.." Lirihnya sebelum ia jatuh terduduk disana dan menangis.

-8888-

"Hei! Young Jae!" Panggil Daehyun yang ternyata masih mengejar perempuan tadi. Kemudian perempuan itu menghentikkan langkahnya. Ia membalikkan badannya dan melihat Daehyun berdiri disana dan berjalan mendekatinya. "Yoo Young Jae?"

"Ah. Namaku memang Youngjae.. tapi margaku bukan Yoo. Margaku Oh." Jawab perempuan tadi. Daehyun semakin mendekati Youngjae kedua. Ya, duplikat Youngjae yang dulu-atau masih singgah dihatinya.

"Ini.. tidak mungkin, kan?" Gumam Daehyun. Youngjae bingung akan gelagat sikap Daehyun. "Katakan. Apa kau tau siapa aku? Namaku?"

Youngjae menggeleng. "Aniyo. Melihatmu saja tidak pernah. Ah! Aku harus buru-buru! Mianhae, kita bisa bertemu lagi nanti." Ucap Youngjae sebelum berlari meninggalkan Daehyun.

"H-hei! Oh Young Jae!" Daehyun yang masih penasaran dengan sosok Youngjae kemudian kembali berlari menyusulnya.

-8888-

"Chanyeeeeeoooooollll~!" Seru Baekhyun saat sudah sampai di lapangan basket, tempat Chanyeol menunggu. Ya, lapangan basket disana indoor, dan tempatnya sangat kondusif. Lampu disana remang-remang dan tidak terlalu terang, jujur saja, memberikan kesan seram. Namun disinilah tempat yang paling aman bagi Chanyeol untuk bersembunyi.

"Yaaaa~ Baekkiiiiiee~!" Sahut Chanyeol. Baekhyun segera memeluk Chanyeol, teman masa kecilnya yang sudah lama tidak bertemu dengannya. "Hei, kau tambah imut saja, baekkie!" Seru Chanyeol yang mengeratkan pelukannya.

"Ah.. kau juga bertambah tinggi." Sahut Baekhyun, yang masih betah memeluk Chanyeol. Chanyeol tertawa. "Eoh? Hanya tinggi saja?"

"Iya. Tinggi.. percayalah.. Joonmyeon yang waktu itu membanggakan tinggi tubuhnya kalah tinggi denganmu!" Ujar Baekhyun.

"Hahaha... anak itu." Ucap Chanyeol. Entah kenapa, keduanya enggan melepas pelukan masing-masing.

#jadi buat ChanBaek moment nih-_- *bukan author utama yang punya

.
.

"C-Chanyeol?!"

Mendengar suara itu, barulah Chanyeol dan Baekhyun melepas pelukan mereka. Disana berdiri Youngjae dengan wajah shock-nya. Seakan tidak percaya ia sedang menyaksikan Chanyeol dan Baekhyun sedang 'hugging each other'.

"Y-Youngjae!" Chanyeol segera mendekati Youngjae. "Ah.. aha.. dia hanya teman masa kecil yang sering aku ceritakan padamu!" Ucapnya pada Youngjae.

"Heyyy! Kau tadi yang menabrakku!" Tukas Baekhyun sambil menunjuk-nunjuk Youngjae. "Kau.. kau-"

"Hei, Baek! Kenalkan dulu.. dia ini Oh Young Jae, yeojachingu-ku!" Seru Chanyeol.

"Eoh? Yeojachingu-mu..?" Tanya Baekhyun.

"Ah.. ne.. aku yeojachingu-nya Chanyeol.. namaku Oh Yong Jae. Bangapseumnida!" Jawab Youngjae.

"Ah.. ne.. Youngjae.."

.
.

"Baekhyun?- Youngjae?- PARK CHAN YEOL?!" Seru Daehyun yang ada disana. Dia disana karena menyusul Youngjae tadi. Dan sekarang dia bingung. Apa hubungan antara Baekhyun, Youngjae, dan si penyanyi yang terkenal dan idolakan oleh Baekhyun - Park Chan Yeol?!

.

.

.

.

.

.

TBC

Author Note's :

Annyeong para Reader!maaf semuanya kalo author jarang update ini gara-gara K13 yang tugasnya pada numpuk jadi gak sempet kasih semuanya jika mau baca ff ini,maaf kalo ada typo apa gimanalah ya,itu disni,authornotes,annyeong!

jika mau ff ini lanjut,mohon reviewnya mininal 22 yang review,gomawo!

salam daebaektaeluv!