OUR HAPPINESSS
CAST
Jung Daehyun x Byun Baekhyun
Xi Luhan
Park Chanyeol
Oh Youngjae (Yoo Youngjae)
Kris (Wu Yifan)
Zhang Yixing
RATING : T+
GENRE : GENDERSWITCH,ROMANCE,FAMILY,and little bit COMEDY
LENGHT : CHAPTERED
AUTHOR : Hanako Kim x Daebaektaeluv
WARNING! TYPO
Our Happiness
!THIS STORY IS MINE!
"Baekhyun?- Youngjae?- PARK CHAN YEOL?!" Seru Daehyun yang ada disana. Dia disana karena menyusul Youngjae tadi. Dan sekarang dia bingung. Apa hubungan antara Baekhyun, Youngjae, dan si penyanyi solo- Park Chan Yeol?!
"A-apa.. apa-apaan ini?! Haaaahhh kau, kau, kau!" Seru Daehyun menunjuk Chanyeol. "Kenapa kau ada disini? Harusnya kau ada di Jepang sekarang!"
Chanyeol tertawa canggung. "Ahaha.. pesawatnya terbang jam 3 nanti, kok. Aku cuma mau bertemu dengan Baekhyun dan Youngjae saja.." Sahut Chanyeol yang merangkul Youngjae dan Baekhyun secara bersamaan.
"Ah.. hahaha.. begitu, ya?" Gumam Daehyun. "Ya sudah kalau begitu... aku.. duluan.." Daehyun kemudian berbalik arah keluar dari lapangan basket tersebut. Ia merasa kalau ia tidak penting berada disitu. Toh, Chanyeol hanya ingin bertemu dengan Baekhyun dan Youngjae saja, kan?
Baekhyun kemudian spontan menyentakkan lengan Chanyeol yang melingkar di pundaknya dan kemudian berlari menyusul Daehyun, yang sudah benar-benar keluar dari lapangan tersebut. "Chanyeol, e-mail saja aku!" Serunya pada Chanyeol. Chanyeol hanya bisa melongo melihat teman masa kecilnya itu. Tidak biasanya ia bersikap seperti itu. Yang ia tau, kalau Baekhyun sudah melekat kembali dengannya, ia tidak akan mudah lepas kembali.
"Ahem." Youngjae membuat suara agar Chanyeol sadar dari lamunannya. "Sudah puas melihatnya?" Tanya Youngjae.
"Eoh? Aku tidak melihatnya!" Sangkal Chanyeol.
"Haha.. dia cantik kan?" Tanya Youngjae.
"Cantikkan kamu.." Jawab Chanyeol.
"Gombal." Gumam Youngjae.
#Eaaaaaaakkk crack pair :p
-0-
"Daehyun!" Panggil Baekhyun yang berlari kecil menyusul Daehyun. 'Cepat sekali anak ini berjalan.' Gumam Baekhyun yang kewalahan menyusul langkah Daehyun. Daehyun kemudian menolehkan kepalanya ke arah belakang, ia melihat Baekhyun berlari kecil mengejarnya.
Dalam bayangan Daehyun, Baekhyun berlari dengan gaya slowmotion selagi menyebutkan namanya, dengan gaya slowmotion pula. Dengan gugurnya daun-daun cherry blossom, ditambah lagu Don't Go dari EXO, membuat kesan kalau Baekhyun sangat tidak ingin kalau Daehyun pergi dari hadapannya.
Oke, pikiran Daehyun lagi aneh.
"Daehyun!" Seru Baekhyun, yang membuat Daehyun sadar dari lamunan liarnya. Untunglah Baekhyun sedikit berbicara-agak-membentk kepada Daehyun sebelum pikirannya menjadi tambah binal.
"Ah! Ya, ya? Aku tidak akan pergi!" Ucapnya.
"Aeh? Kau bicara apa, eoh?" Tanya Baekhyun. "Memangnya kau akan pergi kemana?"
Menyadari sedikit kesalahannya, Daehyun menutup mulutnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aniya.. aku salah bicara.." Ia kemudian mulai berjalan kembali, diikuti Baekhyun.
Baekhyun kemudian terkekeh mendengarnya. "Masa kau bisa salah bicara?" Tanya Baekhyun.
"Yaa.. bisa sajaa!" Sambung Daehyun. "Oh ya? Bukannya kau harusnya bersama Chanyeol?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Baekhyun mengangkat kedua tangannya. "Oh yang benar saja aku tidak ingin menjadi obat nyamuk disana! Kan ada Youngjae disana."
"siapa yang menyuruhmu menjadi obat nyamuk disana?" Tanya Daehyun. Baekhyun kemudian menepuk keningnya dan mendengus. "Maksudku, aku tidak ingin diabaikan. Youngjae itu kan pacarnya Chanyeol. Dengan adanya aku, pasti waktu mereka akan terganggu." Daehyun yang mendengar ucapan Baekhyun kemudian memanggut-manggutkan kepalanya.
"Kurasa kau tidak akan mengganggu... kau kan bukan pengganggu." ucap Daehyun. Baekhyun hanya tertawa canggung mendengarnya. "Benarkah?"
"Ya.. kurasa.."
Stop sampai disitu pembicaraan mereka. Kemudian terjadi keheningan kembali. Entah kenapa, mendung daritadi tidak hilang-hilang dan semakin menjadi-jadi. Angin semakin bertiup kencang. Membuat beberapa tumpukan dedaunan yang sudah disapu tukang kebun berterbangan.
"Jadi..." Daehyun membuka pembicaraan ditengah keheningan yang terjadi. Membuat Baekhyun menoleh ke arahnya dan mengurungkan langkahnya menaiki tangga. "Jadi...?" ucapnya.
Daehyun mengusap tengkuknya dan mengambil nafas, kemudian menghembuskannya. "Bagaimana dengan jawaban yang tadi?" Tanyanya.
"Eh? Jawaban yang mana?" Baekhyun bertanya balik. Daehyun kemudian merasa menyesal telah menanyakan pertanyaan ini. "Kau tadi bertanya apa..?"
"Akh! Lupakaaan.." Serunya yang kemudian berlari duluan menaiki tangga, ia hendak meninggalkan Baekhyun karena sudah sangat merasa malu. Namun ia tidak tau, sebenarnya Baekhyun sedang terkekeh geli disana.
"Hei, babooo! Hari Sabtu aku tunggu kau di taman bermain anak-anak dekat sekolah ini!" Seru Baekhyun pada Daehyun. Sontak, Daehyun yang mendengarnya menghentikkan langkahnya dan menengok ke bawah. Ia melihat Baekhyun sedang tersenyum kepadanya.
"A-apa?" Tanyanya.
"jinjja.. aku bilang, HARI SABTU AKU TUNGGU KAU DI TAMAN BERMAIN ANAK-ANAK DEKAT SEKOLAH!" Seru Baekhyun agak keras.
"A-ah! B-baiklahh!" Sahut Daehyun.
Tapi, yang jadi pertanyaan.. kenapa harus di taman bermain anak-anak?
-8888-
Baekhyun sesegera mungkin berlari ke kelasnya. Ia takut terlambat masuk ke pelajaran berikutnya. Namun, saat ia sampai didepan kelas, yang ia temukan hanyalah segerombolan senior- mayoritas organisasi siswa sedang berkumpul didepan kelasnya seperti melihat sesuatu yang sangat seru. Baekhyun mengernyitkan alisnya dan kemudian bertanya kepada salah satu senior. "Ah, Sunbae, maaf... tapi kenapa kalian semua berkumpul di depan kelasku-maksudku, kelas kami?" Tanyanya.
Sang senior menatapnya sebentar dan kembali memandang ke arah kelas Baekhyun. "Ada yang bertengkar.. Kris dan Bang Yongguk. Entah karena apa.." Jawabnya tanpa memandang Baekhyun.
Baekhyun tergegun. Kris dan Yongguk? Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka bertengkar di kelasnya? Setahu Baekhyun, Kris tidak mungkin bertengkar. Apalagi jabatannya sebagai ketua organisasi, memalukan sekali kalau dia bertengkar. Dan Yongguk, mana mungkin dia bertengkar? Apalagi dengan Kris.
"Daehyun! Daehyun! Yongguk bertengkaar!" Baekhyun kemudian mendengar suara seseorang- yang ia asumsikan sebagai teman sekelas Daehyun. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan melihat Daehyun yang sedang memegang botol minum bergambar 'Pororo' didatangi teman sekelasnya. "Ah, yang benar... mana mungkin dia bertengkar.. terakhir kali dia bertengkar dengan orang lain waktu kelas 1 SMP, kok.. itupun cuma tampar-tamparan." Sahut Daehyun santai-dan masih menyedot air dari botol minum yang 'lucu' tersebut.
'Kapan dia membeli air itu? Aku juga mau...' Batin Baekhyun. Tak lama ia sadar kembali, di dalam kelasnya ada yang bertengkar.
"DASAR KEPARAT KAU! BERANI-BERANINYA KAU MEMBUAT JOONMYEON MENANGIS!" Suara Yongguk terdengar sampai keluar ruangan, disertai suara meja yang jatuh.
"Y-Yongguk...?" Gumam Daehyun ternganga. Botol minumnya jatuh.
"Apa kubilaaaang..." Ucap temannya. Daehyun segera menerobos kerumunan dan masuk kedalam kelas. Baekhyun yang melihat celah masuk juga ikut-ikutan masuk.
Didalam, Baekhyun melihat seluruh teman sekelasnya berkumpul di pojok kelas. Ia kemudian melihat Luhan yang memeluk Joonmyeon yang menangis. Joonmyeon menangis?! Tak hanya itu, selain meja dan kursi yang tak lagi ditempat, Baekhyun juga melihat papan tulis sudah miring. Dan tak hanya itu saja, Selain Yongguk dan Kris masih adu bogem, Baekhyun melihat Yixing disana. Yixing..?
"KALIAN SEDANG MELIHAT APA, HAH?!" Teriak Daehyun sangat keras kepada penonton yang berdiri didepan pintu. Telinga Baekhyun berdenging mendengar teriakan Baekhyun karena ia memang tepat berdiri disebelah Daehyun. Disamping itu, Kris dan Yongguk belum berhenti juga saling pukul. "JOONGUUUP CEPAT PANGGIL SONGSAENIM! SIAPA SAJA!"
Temannya yang ternyata bernama Jongup tersebut segera berlari-mencari guru. Daehyun kemudian memandang Baekhyun sejenak. "Hey, Baek, hampiri temanmu itu.. kenapa kau berdiri disini saja?"
Baekhyun yang mendengarnya kemudian mengangguk mengerti dan segera berlari menghampiri Luhan dan Joonmyeon disana. "Joonmyeon? Ada apa?" Tanyanya. Joonmyeon tidak menjawabnya dan tetap menangis. "Baek, nanti aku ceritakan." Ucap Luhan. Baekhyun kemudian mengangguk dan mengusap-usap punggung Joonmyeon.
Disamping itu, Daehyun kemudian maju dan menarik tubuh Yongguk supaya ia tidak kembali memukul Kris. "Yongguk, stop!" Seru Daehyun. Nihil, seruan Daehyun tidak Yongguk tanggapi dan ia masih memberontak. Daehyun kembali menagan Yongguk, namun kali ini lebih kuat. "Yongguk! Kubilang Stop!" Seru Daehyun lagi.
Kris mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya dan menatap Yongguk tajam. "Lepaskan aku, Daehyun! Anak itu perlu dihajar, kau tau?!" Serunya.
Lalu kemudian Kris menggeser tubuh Daehyun dengan kuat, membuat Daehyun terhempas sehingga perutnya mengenai meja disana. Kris kembali menonjok hidung Yongguk, membuat darah mengucur dari sana. Kemudian Yongguk dengan beringasnya menonjok balik perut Kris, membuatnya tersungkur di lantai. Memanfaatkan kesempatan, Yongguk mendekati Kris yang tersungkur dan hendak meninjunya.
Belum sempat ia meninju Kris, Daehyun segera menarik tubuhnya dan menghempaskannya ke dinding kelas, dan mengunci gerakan Yongguk. "Yongguk, Stop! Kau ini kenapa, hah?!"
"Dia! Dia membuatku kesal!" Seru Yongguk menunjuk Kris yang duduk dilantai dengan Yixing berada disisinya. Yixing meletakkan lengan Kris dipundaknya dan membantu Kris berdiri.
"Kau kesal tanpa sebab padaku, bodoh!" Balas Kris membentak.
.
.
"Hei, ada apa ini?!" Seru SungKang songsaenim. Ia kemudian melihat sekeliling yang keadaannya sudah tidak berbentuk lagi dan kemudian mengalihkan pandangannya kepada empat manusia yang ada dihadapannya.
"Silakhan Yifan dan Yongguk datang ke ruangan saya. Kalian berdua, bantu membawa mereka kesana." Ucapnya sambil menunjuk Yixing dan Daehyun. Ia hendak kembali keluar kelas, namun menghentikkan langkahnya. "Tolong salah satu dari murid 12-B meminta janitor untuk membereskan kekacauan ini. Aku akan datang kembali kesini. BUBAR SEMUANYA!" Serunya sebelum pergi.
Seluruh senior membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing. Sedangkan Daehyun, ia merangkul Yongguk untuk dibawa ke ruangan SungKang songsaenim, begitu pula Kris. "Xie xie, Yixing.." Gumam Kris. Yixing kemudian tersenyum dan mengangguk.
.
"A-ah.. aku panggil janitor dulu.." Ucap salah satu teman sekelas mereka. Keadaan kelas sangat kacau! Semua tidak berbentuk lagi. Saat teman sekelas yang lain membubarkan diri dan keluar dari ruangan kelas,
Luhan, Joonmyeon dan Baekhyun masih berada disitu. Dengan Joonmyeon yang masih menangis.
"Hey, hey... jangan menangis lagi.. uljima.." ucap Luhan mengusap-usap kepala Joonmyeon. Tidak mempan, Joonmyeon masih menangis. Baekhyun kemudian memandang Luhan dengan pandangan bingung. Kemudian ia berbicara tanpa suara pada Luhan.
"Ada apa dengannya? Apa ada masalah?" Tanya Baekhyun pada Luhan- tanpa suara.
"Kris.." balas Luhan. Baekhyun mengangguk mengerti.
"Joonmyeon.. ada apa dengan Kris..?" Tanya Baekhyun.
"Jangan sebut nama ituuu! Aku tidak mau mendengarnyaaa! Aku tidak mau bertemu dengannyaaaaa!" teriak Joonmyeon. Yang seketika, membuat Luhan dan Baekhyun melongo.
-8888-
"Apa sudah lebih baik, Joonmyeon?" Tanya Luhan saat mereka sudah pulang dan sedang berkumpul di rumah Joonmyeon dan Baekhyun. Luhan berinisiatif mengantar Joonmyeon dan menungguinya sampai perasaan Joonmyeon benar-benar stabil, apalagi besok hari Sabtu. Iya, besok libur. Jadi, Luhan bisa menginap disana.
Joonmyeon tidak menganggapi pertanyaan Luhan dan masih memasang pandangan kosongnya. Air mata yang daritadi ia keluarkan sudah kering, sedangkan ia masih saja mengeluarkan suara seperti orang menangis.
"Eoh... kau berhentilah menangis,joon..." Luhan mengelus pelan rambut Joonmyeon. Dan sesaat kemudian, Joonmyeon segera memeluk Luhan dan kembali mengatakan kata-kata yang sudah ia ucapkan.
"Aku tidak mau melihatnya.. aku tidak mau mendengar apapun tentang dia.. aku tidak mau.." Ucap Joonmyeon. Luhan mendengus dan membalas pelukan Joonmyeon.
"Siapa yang tidak mau kau lihat?" Tanya Baekhyun yang datang dengan membawa tiga gelas yang berisi teh hangat. Ia kemudian duduk disebelah Joonmyeon.
Joonmyeon segera melepaskan pelukannya dan menyeka hidungnya dengan tangan. Kemudian ia mendengus sebal. "Kris dan Yixing! Aku tidak mau melihat merekaaaa!" Serunya.
"eey, lihat tampangmu. Menyedihkan sekali." Baekhyun mengernyitkan alisnya saat melihat Joonmyeon dengan mood barunya. Entah kenapa, mood Joonmyeon cepat sekali berubah.
"Aha.. tapi tak apalah.. yang penting Joonmyeon tidak sedih lagi." Ucap Luhan. Ia kemudian mengambil satu gelas yang ada dihadapannya dan kemudian meminumnya.
"Entahlah, aku merasa bodoh karena menangis tadi." ucap Joonmyeon sambil tertawa. "aigoo,ada apa denganku ?"
"Haah.. babo-ya. Ngomong-ngomong.. kenapa dua anak tadi bertengkar di kelas kita, sih? Kenapa tidak di ruang guru saja.." Umpat Baekhyun saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Kejadian itu hampir membuat Daehyun kenapa-kenapa, pikirnya. Tunggu, kenapa dia jadi memikirkan Daehyun?
Joonmyeon dan Luhan sempat berpandang-pandangan sebentar, lalu Luhan mengangkat kedua bahunya. Lalu ia menunjuk Joonmyeon, sebagai narasumber untuk menjelaskan. "Joonmyeon yang tau pasti." Ucap Luhan.
"Joonmyeon?" Tanya Baekhyun.
"Hh.. Jadi begini.." Joonmyeon memulai. "Kalian tidak akan percaya! Maksudku, kalian pasti menganggap hal ini sangat sepele." Ucapnya.
"Awalnya, aku naik ke atap mencari Kris seperti yang Daehyun bilang. Dia bilang kalau Kris berada diatas bersama-"
"Lewatkan bagian itu, Joonmyeon!" potong Baekhyun yang memotong ucapan Joonmyeon. Joonmnyeon kemudian mendelik tajam ke arah Baekhyun.
"Baiklah. Saat sampai di atap, aku melihat Kris bersama dengan anak perempuan lain. Ya, seperti yang Daehyun bilang, anak itu mirip denganku. Dan dia ternyata sekretaris Yifan dalam organisasi." Joonmyeon.
"Lalu?" Tanya Luhan.
"Lalu, aku menguping pembicaraan mereka dan aku mendengar Yixing berkata pada Kris begini 'Aku menyukaimu sejak lama dan ternyata kau lebih memilih adik tingkat'." Joonmyeon kembali menghentikan sejenak ceritanya.
"Wah.. kurang ajar sekali.." Gumam Luhan dan Baekhyun secara bersamaan. Dan dibalas Joonmnyeon dengan anggukan.
"Memang. Lalu, Kris bilang dia tidak bisa menerimanya. Yixing awalnya menundukkan kepalnya, namun tak disangka-sangka, DIA MENCIUM KRIS DAN KRIS BAHKAN SEDIKITPUN TIDAK MENGELAK!" Seru Joonmyeon.
"A-apa?! Menciumnyaaaa?!" Baekhyun dan Luhan seketika jadi hebring sendiri. "Lalu? Bagaimana bisa bertengkar dengan Yongguk?" Tanya Baekhyun kemudian.
"Yah, Kris kemudian menyadari keberadaanku. Aku berlari sambil menangis dan dia mengejarku. Dan saat di depan kelas, aku bertemu Yongguk. Daaan... kau taulah selanjutnya bagaimana.." ucap Joonmyeon.
"Oh Wow! Aku tidak menyangka sekretaris organisasi yang kukira baik dan tidak macam-macam ternyata seperti itu. Busuk sekali." Komentar Baekhyun. Walaupun ia tidak merasakannya, entah kenapa, dia juga kesal.
"Aku juga! Padahal anaknya baik, lho. Aku pernah mengobrol sedikit dengannya." Sahut Luhan.
Yah, kira-kira begitulah waktu sore mereka. Dihabiskan dengan hal-hal yang biasa mereka lakukan. Selca bertiga yang kemudian diedit dengan Camera 360, membicarakan hal yang terjadi hari ini, Luhan curhat tentang status jomblonya dan lebih sering di-php, dan lainnya.
"Nanti kalau aku bertemu dengan namja yang 'oke' pasti akan kukenalkan padamu. Percayalah." Ucap Joonmyeon. Moodnya kembali membaik.
"Hah. Setiap namja yang kau temui pasti berakhir menyukaimu. Lebih baik aku mencari sendiri saja!" Tukas Luhan. Dan kemudian Baekhyun tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Aku ingat betul saat Luhan berkenalan dengan salah satu anak klub sepak bola. Luhan sempat menyukainya dan memuji-mujinya setiap saat, sampai ia tau kalau anak itu sudah punya pacar!" Serunya.
"Oooh.. berhentilah membahas hal itu lagi!" Umpat Luhan. Ia memasang wajah merajuknya. Baekhyun kemudian menghentikan tawanya dan kemudian menepuk pundak Luhan. "Mian, mian..." Ucapnya.
"Huh.. Jangan ungkit-ungkit lagi cerita itu!" Serunya.
Ding Dong! Ding Dong!
"Eh? Ada yang membunyikan bel?" Tanya Joonmyeon. "Tumben ada tamu.."
"Memangnya biasanya tidak ada tamu, ya?" Ujar Luhan. Joonmyeon menggeleng. "Tidak.."
"Baiklah.. aku lihat dulu!" Baekhyun kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar. Ia kemudian menuruni tangga dan bergegas berlari ke arah pintu.
Ding Dong!
"Chakkaman!" Seru Baekhyun. Ia sedikit merapikan rambut dan seragamnya sebelum membuka pintu. Setelah siap, ia segera memutar knob pintu dan melihat orang yang berdiri disana.
.
"Eh? Kau?"
"Maaf. Apa aku mengganggu?"
Dan itu adalah..
.
.
.
Daehyun
"nugu-..Daehyun?"ucap Baekhyun kaget melihat Jung Daehyun didepan rumah ia tahu rumah Joonmyeon batin Baekhyun.
"apakah aku mangganggu kalian?"tanya Daehyun.
"Err.. sama sekali tidak." Sahut Baekhyun. "Ngomong-ngomong. Kenapa kau kesini, Daehyun?" Tanyanya kemudian. Orang tadi, yang ternyata Daehyun kemudian tertawa canggung dan menyodorkan sesuatu pada Baekhyun.
"Huh? Pocky dan.. cokelat?" Gumam Baekhyun. "Untukku?" Tanya Baekhyun pelan. Sebenarnya ia berharap kalau itu adalah pocky dan cokelat yang Daehyun berikan padanya.
Mendengar pertanyaan Baekhyun, Daehyun kemudian menggelengkan kepalanya. "Bukan. Bukan untukmu. Ini untuk Joonmyeon." Jawabnya. Saat itu juga, timbul rasa kecewa pada diri Baekhyun. Dan saat itu juga, ia merasa tertusuk benda tajam tepat di jantungnya.
'Daehyun tidak mungkin suka pada Joonmyeon, kan?!" Tukasnya dalam hati. Entah kenapa Baekhyun merasa sangat marah pada Joonmyeon dan Daehyun. "Oh.. untuk Joonmyeon darimu, ya? Seleramu memberi sesuatu bagus juga." ucap Baekhyun dingin.
"Huffftt.. Kau marah, baek?" Tanya Daehyun. "Ini dari Yongguk. Dia tadi menitipkan uang padaku dan memintaku untuk membelikan pocky dan cokelat untuk Joonmyeon." Ucapnya kemudian. Selanjutnya, Baekhyun tertegun.
"Aah.. Dari Yongguk.. kenapa dia tidak memberikannya sendiri saja?" Tanya Baekhyun yang menyembunyikan rasa malunya. Daehyun kemudian mengangkat kedua bahunya. "Dia masih menjalani masa hukumannya. Dan katanya, makanan ini adalah ucapan maaf darinya untuk Joonmyeon." ucap Daehyun.
Kemudian Daehyun menghela nafas panjang. "Aku tidak mengerti jalan pikiran Yongguk. Seharusnya, kalau ia masih suka.."
Baekhyun kemudian mengernyitkan alisnya. "Masih suka? Apa maksudmu? Yongguk dan Joonmyeon punya hubungan sebelumnya?" Tanya Baekhyun curiga. Kalau benar iya, Joonmyeon benar-benar keterlaluan tidak pernah memberitahunya apa-apa.
Daehyun kemudian gelagapan mendengarnya. "Maksudku, Yongguk pernah bilang padaku tidak akan memberi teman atau siapapun itu suatu barang. Dia itu.. suka memberi seauatu kepada seseorang. Dan sekarang, katanya ia ingin hemat uang jajan!" Seru Daehyun agak ngawur. Tampang bodohnya semakin menunjukkan kalau dia sedang berbohong.
"Hoooo... Berarti Yongguk baik sekali, ya! Selalu memberi sesuatu.." Dan bodohnya, Baekhyun percaya. Mendengar ucapan Baekhyun tadi, Daehyun segera mengelus dada dan menaruh makanan itu diatas telapak tangan Baekhyun.
"Tolong beri padanya, ya?" mohon Daehyun. Baekhyun kemudian tersenyum dan mengangguk. "Oke! Akan aku berikan pada Joonmyeon nanti!"
"Baiklah, aku.. pulang dulu.." Ucap Daehyun pelan. Baekhyun tersenyum dan menyahut. "Hati-hati, ya!"
.
.
.
.
"Jangan lupa janji besok, ya." Ujar Daehyun sebelum ia pergi dari sana. Meninggalkan Baekhyun dengan perasaan malunya.
-8888-
Baekhyun pun pergi menuju kamar Joonmyeon dan terus menggumam tentang kencannya dengan Daehyun eh- maksudnya jalan-jalan bersama Daehyun. Ketika Baekhyun memasuki kamar Joonmyeon terlihat Luhan sedang –sedikit- beradu mulut Joonmyeon.
"Siapa? Debt collector? Wahh.. kau banyak hutang,ternyata!" Cerocos Luhan. Joonmyeon kemudian mendelik pada Luhan dan menggumam. "Sembarangan! Kami tidak pernah menghutang!"
Baekhyun menggeleng melihat kedua tingkah sahabatnya dan kemudian melempar pocky dan cokelat tadi dihadapan Joonmyeon.
"Wahh.. debt collectornya memberimu bonus pocky dan cokelat yaa?!" Seru Luhan sambil mengambil kotak pocky yang tergeletak tak berdaya diatas lantai.
"Bukan debt collector! Dasar hello kitty!" Gerutu Joonmyeon emosi. "Hei? Tadi siapa?" Tanyanya kemudian.
"Daehyun. Yang memberi makanan itu tadi Daehyun. Katanya sih, dari Yongguk sebagai permintaan maaf darinya." Jawab Baekhyun. Mendengar jawaban Baekhyun tadi, Joonmyeon merasa ada yang bergulung-gulung didalam perutnya (Bahasa halusnya: butterfly in your stomach) dan jantungnya berdegup sangat kencang. "Yongguk masih dihukum. Jadi, Daehyun yang mengantarkannya tadi."
"Woahhh... Joonmyeon hebat.." Kagum Luhan dengan mata berbinar. Joonmyeon kemudian memandanginya aneh. "Hebat apanya. Eum.. apa ini benar-benar dari Yongguk?" Tanya Joonmyeon.
"Ya. 200% yakin." Jawab Baekhyun.
"Buka dong!" Seru Luhan. Akhirnya, Joonmyeon membuka bungkusan makanan tersebut satu per satu. Ketika dibuka, jangan ditanya, ia dan Luhan segera memakan semua makanan itu. Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba, ia teringat sesuatu. "Ah!" Gumamnya, membuat Joonmyeon dan Luhan menghentikan aktivitas mereka sejenak-lalu bertanya. "Ada apa, Baek?"
"Eum.. bukan apa-apa.." Sahut Baekhyun. Ia agak ragu dengan apa yang akan ia katakan pada Joonmyeon dan Luhan. Luhan kemudian mendengus. "Huh. Kukira penting.." Gerutunya.
"Iya.. kukira penting. Jangan buat kami penasaran,baek." Sahut Joonmyeon. Tak lama, ia dan Luhan kembali sibuk dengan urusan mereka berdua, dan membiarkan Baekhyun disana-memandangi mereka dengan pandangan kesal. Baekhyun yang kesal didiamkan kemudian mengambil keputusan untuk berbicara.
Ia menarik nafasnya, kemudian mengeluarkannya kembali. Begitu terus hingga 5 kali mengulang.
"Besok aku ada kencan dengan Daehyun dan kuharap kalian mau membantuku."
Mendengar ucapan Baekhyun barusan, Joonmyeon dan Luhan spontan berhenti mengunyah makanan masing-masing. Mereka berdua saling berpandangan sebelum berteriak histeris.
"MWO?! KAU BESOK KENCAN DENGAN DAEHYUN?! BAGAIMANA BISAAAA!"
-8888-
Daehyun menunggu didepan taman yang dijanjikan. Sesekali ia melirik jam tangannya yang melingkar dipergelangan tangannya, Kemudian menghela nafas panjang. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya pada tiang masuk taman anak-anak dan memejamkan matanya.
Sesekali ia mendengar suara gelak tawa anak-anak yang sedang bermain disana. Menurutnya, suara tawa anak-anak itu sangat mengganggunya.
"Lama menunggu, Dae?" Setelah mendengar suara itu, Daehyun segera membuka matanya dan menegakkan tubuhnya, melihat sosok orang yang ia tunggu-tunggu berdiri di sisi kanan tubuhnya dengan senyum hangatnya.
"Lebih tepatnya 20 menit yang lalu dan hampir membuatku ingin membunuh salah satu anak di taman ini." ucap Daehyun sambil tersenyum kecil. "Datangnya kurang lama, Baekhyun."
Baekhyun kemudian tertawa kecil dan mendekati Daehyun. "Mianhae. Tadi ada sedikit kesalahan teknis." Balasnya singkat.
Daehyun pun memasang facepalm-nya dan menepuk jidatnya pelan kalau keras bisa tercap merah dijidatnya.
"Memangnya kau ini mesin sampai ada kesalahan teknis?" Ujar Daehyun yang kemudian menggeser sebagian tubuhnya agak menjauhi Daehyun. Baekhyun kemudian tertawa kecil. Ia tahu, Daehyun kesal padanya karena ia datang terlambat di kencan pertama mereka. "Alasan.." Gumam Daehyun kemudian.
"Kau marah..?" Tanya Baekhyun pelan. Daehyun melipat kedua tangannya didepan dada. "Tidak. Aku tidak marah." ketus Daehyun.
"Ya sudah... lebih baik aku pulang saja.." ucap Baekhyun. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan bergegas pergi dari sana, sebelum Daehyun menarik lengan tangannya dan membuatnya menghentikkan langkahnya.
"Jangan pulang,baek.." Ucap Daehyun pelan, rawut wajahnya berubah menjadi seperti anak kucing sekarang. Baekhyun kemudian menghela nafas panjang. "Kau marah. Jadi lebih baik aku pulang saja.." Sahut Baekhyun.
"A-aku tidak marah! Serius. Jangan pulaang..." Lirih Daehyun.
Baekhyun kemudian memutar kedua bola matanya dan melepaskan pegangan Daehyun. "Baiklah.. aku tidak akan pulang." Ucapnya. Mendengar ucapan Baekhyun barusan, Daehyun kembali tersenyum sumringah. Dan entah kenapa, ia merasa rasa kesalnya pada Baekhyun telah menghilang.
"Baiklah! Kita mau kemana?" Tanya Daehyun. Baekhyun kemudian tersenyum dan berlari kecil memasuki taman yang ada di belakang mereka. "Hey, Baek!" Daehyun menyusul Baekhyun masuk dan melihatnya telah berdiri disamping ayunan yang ukurannya agak besar.
"Kenapa?" Tanya Baekhyun.
"Kita mau kemana?" Tanya Daehyun balik.
"Disini saja... aku tidak berniat kemana-mana." Gumamnya yang duduk di salah satu bangku ayunan yang tergantung disana dan memegang tali di sisi ayunan, kemudian mengayunkan tubuhnya. Sedangkan Daehyun, hanya cengo melihat Baekhyun.
"Kau tidak mau kita jalan ke mall- atau hang out di cafè?" Ujar Daehyun. Baekhyun menggeleng menanggapi pertanyaan Daehyun.
"Tidak. Aku mau disini." Sahut Baekhyun yang masih asyik mengayun-ayunkan tubuhnya. Daehyun kemudian jaw-dropped.
'Untuk apa aku menarik uang dari ATM kalau Baekhyun hanya ingin pergi ke taman ini...' Setidaknya, itu gumaman Daehyun. Baekhyun yang menyadari ekspresi aneh Daehyun kemudian memanggilnya. "Daehyun?"
"Ah, ya?" Sahut Daehyun kaget. "Ada apa, Baek?" Tanyanya kemudian.
"Kita disini saja, ya?" Ujar Baekhyun yang masih asyik mengayun-ayunkan tubuhnya di ayunan tersebut, tanpa menatap Daehyun. Daehyun kemudian mengernyitkan alisnya mengambil tempat duduk di ayunan sebelah Baekhyun dan ikut mengayunkan tubuhnya.
"Kenapa kau tidak mau pergi ke tempat yang sedikit lebih 'dewasa'? Maksudku, kita kan sudah SMA. Kenapa kita kencan di tempat yang seperti ini?" Tanya Daehyun. Baekhyun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak suka di tempat yang terlalu ramai. Lagipula, mall ataupun cafe dan yang lainnya, menurutku tempat yang klise untuk kencan. Aku tidak suka hal yang menurutku pasaran." Sahutnya kemudian.
"Taman kan pasaran?" Ujar Daehyun.
"Disini ada banyak anak-anak bermain bersama orang tua mereka. Jadi, aku aman. Tidak ada yang berani berbuat macam-macam kepadaku." ucap Baekhyun.
'aish.. dia kira aku mau berbuat apa?' Gerutu Daehyun dalam hati. "Aku anak baik-baik! Tidak akan berbuat yang macam-macam!" Seru Daehyun.
Baekhyun kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Daehyun dengan ekspresi aneh. "Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu? Wah, kau merasa tersindir, Dae-ie?" Goda Baekhyun.
Seketika, wajah Daehyun memerah dan kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Baekhyun yang geli melihat tingkah Daehyun kemudian tertawa. Ia kemudian berdiri dari bangku ayunan dan menghampiri Daehyun. "Hey, aku bosan. Ayo main." Ajak Baekhyun.
"He? Tidak mau, ah! Semuanya mainan anak-anak. Kita sudah besar, Baekhyun!" Tukas Daehyun.
"Daehyun payah. Katanya mau kencan." Gumam Baekhyun dengan pout-nya. Daehyun kemudian menghela nafasnya. "Baiklah. Mau main apa?" Tanya Daehyun.
"Tidak ada. Aku mau jalan-jalan saja, ah. Taman ini kan luas.." Jawab Baekhyun sembari melihat sekeliling taman ini. Halaman rumputnya membentang luas dengan tempat untuk bermain anak-anak disebelah timur kanan dan sisanya dibiarkan kosong dengan Pepohonan yang tumbuh besar. Tak lupa, beberapa bunga juga tumbuh disekitar sana, membuat suasana tak begitu sepi.
"Baiklah, baiklah. Mau kemana?" Tanya Daehyun. "Ketempat anak-anak itu atau ke sebelah barat?"
"Kita berjalan dari depan gerbang sampai ujung taman saja, bagaimana?" Ujar Baekhyun. Daehyun mengangkat kedua lengannya. "Cukup mudah. Hei, anak-anak itu dan orang tua mereka sudah mau pulang, ya?" ucap Daehyun begitu melihat beberapa orang tua dan anak mereka keluar dari taman tersebut.
"Hm.. ini sudah masuk jam makan siang." ucap Baekhyun. "Jam 11. Jam normal anak-anak makan siang."
"Ngomong-ngomong aku juga lapar.." Gumam Daehyun. Baekhyun memandang Daehyun dengan senyuman yang terpampang di wajahnya kemudian tertawa kecil. Melihat tingkah Baekhyun yang selalu tertawa, membuat Daehyun khawatir kalau Baekhyun mungkin saja memiliki kelainan.
"Bagaimana kalau es krim? Lagipula, sekarang masih jam 11." Tanya Baekhyun. "Kedai es krim yang waktu itu!" Serunya.
"Ah, boleh juga! Kau mau? Baiklah. Kita kesana!" seru Daehyun.
"Baiklah.. Yang terakhir sampai, adalah pecundang!" Seru Baekhyun sebelum berlari meninggalkan Daehyun disana. Daehyun kemudian terkekeh dan segera berlari menyusul Baekhyun.
Sungguh, tak ada yang spesial dari kencan Baekhyun dan Daehyun. Baekhyun yang hanya mengenakan T-shirt dan rok dengan blazer dan tanpa make up, juga Daehyun yang hanya mengenakan jeans juga T-shirt. Tidak seperti kencan kebanyakan yang terkesan 'wah'. Mereka berdua seperti dua anak kecil yang sedang bermain. Sungguh.
-8888-
Time skip by Doraemon who wore Hello Kitty's bow.
"Wow! Setelah makan es krim dan menambah empat kali, perutku cukup kenyang.." Ucap Daehyun begitu mereka keluar dari kedai es krim tersebut. Bayangkan, sudah 3 jam mereka berada disitu.
"Hah.. rasanya enak.." Gumam Baekhyun.
"Baiklah, sekarang mau kemana?" Tanya Daehyun.
"Heum.. entahlah.." Jawab Baekhyun.
"Baekhyun.."ucap Daehyun pelan.
"ne,ada apa Dae?"tanya Baekhyun yang melihat keadaan sekitar entah apa yang dilihatnya dan langsung membalikkan badannya menghadap Daehyun yang dibelakangnya.
'semoga ini waktu yang tepat..'batin Daehyun.
"Baekhyun,apakah kau mau menjadi yeojachingu-ku.."tanya Daehyun dengan menggenggam tangan Baekhyun.
"aku tahu itu terlalu cepat,tetapi..."'aku sudah sangat mencintaimu,Baek..'
Daehyun meraih tenguk Baekhyun. Daehyun pun menempelkan kedua bibir yang mendapat perlakuan seperti itu terbelak kaget karena Daehyun yang menciumnya.
Perlahan-lahan Baekhyun pun terbuai dengan ciuman itu dan mengalungkan tangannya di leher Daehyun. Seakan mendapat lampu hijau, Daehyun pun mulai sedikit meluhat bibir pink Baekhyun dan dengan senang hati Baekhyun –sedikit- membalasnya.
"eemmpph.."sela Baekhyun di ciuman mereka. Daehyun pun terus melumat bibir pink itu serasa sednag memakan permen yang sangat manis yang pernah ia coba selama hidupnya.
"Daeh...se..saakh.."sesak Baekhyun dan Baekhyun mulai memukul dada bidang Daehyun menandakan ia kehabisan nafas.
Mendengar hal itu Daehyun pun melepaskan tautannya dengan Baekhyun terlihat sedikit saliva di pinggir bibir Baekhyun. Setelah Daehyun melepaskan ciumannya, wajah Baekhyun semakin memerah dan kemudian menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Pandangannya terus kebawah. Ia tak berani menatap Daehyun.
"B-Baekhyun? Mianhae,jeongmal mianhae..!" Ujar Daehyun. "Maafkan aku, maafkan aku! Sungguh, awalnya aku tidak bermaksud... menciummu.."
Baekhyun kemudian menggelengkan kepalanya. "Gwenchana dae.." ucap Baekhyun. Ia mulai berani mengangkat kepalanya dan tersenyum canggung.
"Mi-Mianhae..." Ucap Daehyun. "Eum.. untuk yang tadi.. simpan saja dulu jawabanmu. Nanti jika kau sudah siap, beritahu aku.."
Baekhyun kemudian menganggukkan kepalanya pelan. "Iya..."
"Baiklah.. kau boleh pulang sekarang. Sampai jumpa hari Senin, Baek.." ucap Daehyun. Ia tersenyum sesaat kemudian membalikkan tubuhnya, hendak pergi dari sana. Ia kemudian berjalan dan menghela nafas berat.
Kemudian, ia merasa seseorang menarik lengannya. Ia kembali membalikkan tubuhnya. "Baekhyun?"
Baekhyun sempat menarik nafas sejenak sebelum berbicara. "Daehyun, untuk yang tadi.."
"Jawabannya Iya! Aku mau menjadi yeojachingumu !" Seru Baekhyun. Setelah mengucapkan itu, Baekhyun segera berlari meninggalkan Daehyun yang masih melongo disana.
Seakan tak percaya, Daehyun tak dapat berkata apa-apa. Ia kemudian mencubit pipinya. 'Sakit.' Gumamnya. Sadar kalau semua itu bukanlah mimpi.
"OOOOHHH YEAAAAHHHH! Dia menerima perasaankuuu! YYAAAAA! Yongguk harus tau iniiiii!" Seru Daehyun dengan girangnya sebelum ia berlari menuju rumah Yongguk untuk menceritakan kabar gembira tersebut.
Sepertinya Daehyun bersorak kegirangan ia tidak menyadari kalau banyak orang yang melihatnya.
.
.
.
.
TBC
Author Notes :
Annyeonghaseyo semuanyaaaaaaaa!
akhirnya author update hehehe,mian kelamaan update gara laptop author gak ada chargenya dan tugas kemarin pada numpuk dan gak sempet update permintaan maaf dari author ini chapter agak sedikit panjang hehehe, makasih yan semuanya yang udah review,mian bukannya gak mau bales tapi gak sempet aja balesnya kok tapi dibaca oleh author! dan itu jadi masukkan buat author hehehe. sekali lagi makasih ya!,sampai disni author notenya,annyeong~
jikalau mau lanjut,mohon reviewnya ne itu jadi acuan untuk ff ini lanjut apa enggak, ~
salam,Daebaektaeluv.
