OUR HAPPINESS

CHAPTER 10

CAST :

KIM JOONMYEON

WU YIFAN

JUNG YONGHOON(OC)

BANG YONGGUK

Dan Other Cast lainnya

Rating : T

Genre : GENDERSWITCH! Family,Romance/?

Author : Daebaektaeluv x Hanako Kim

WARNING! INI GENDERSWITCH,KALO GAK SUKA LANGSUNG TUTP DAN TYPO EVERYWHERE~.

.

.

THIS STORY IS MINE

.

.


Italic is Flashback


"Appa lihat kau terus tersenyum pagi ini. Ada apa, hm?" Tanya seorang lelaki paruh baya kepada anak perempuannya. Sang anak tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya. Ia tersenyum sebentar, kemudian menjawab pertanyaan ayahnya.

"Tidak ada. Aku juga bingung.. mengapa dari tadi aku terus tersenyum.." Ucapnya lembut. "Ah. Ngomong-ngomong, Eomma dimana?" Tanyanya kemudian.

"Eommamu sudah duluan masuk kedalam." Ucap sang Ayah sembari menunjuk pintu besar yang terbuat dari kaca. Didepan pintu berdiri dua orang perempuan berseragam yang menundukkan kepala mereka sembari mengatupkan kedua lengan mereka. "Bertemu dengan..-"

"Appa! S-sudah. Jangan lanjutkan ucapanmu!" Wajah si anak kemudian memerah begitu mendengar ucapan sang Ayah. Padahal, Ayahnya belum menyelesaikan ucapannya. Kemudian si Ayah memasang pandangan meledek.

"Ahhh.. Sekarang Appa tahu, apa yang membuatmu tersenyum sedari tadi." Ucap sang Ayah dengan nada yang dimain-mainkan. "Kau terus memikirkan Jongdae, calon tunanganmu. Apa aku benar, Jung Yong Hoon?"

"Appa!" Tukas YongHoon. "Diamlah... Jangan sebut namanya." YongHoon tidak tahu kalau wajahnya memerah saat itu. "Dan lepas pandangan meledekmu itu. Jelek, tahu!"

"Kenapa harus malu? Dia itu kan calon suamimu nantinya." Gumam Appa YongHoon. "Dan satu lagi, jangan bilang Appamu ini jelek. Itu sangat tidak sopan!"

"Ne, Maafkan aku Appa.." Gumam YongHoon pelan. "Baiklah, aku akan pergi menyusulnya saja! Sampai nanti, Appa!" Ucap YongHoon yang kemudian berlari masuk meninggalkan Appanya didepan pintu masuk.

"Hmh.." Appa YongHoon tersenyun sekilas sebelum masuk kedalam. Berbaur dengan beberapa orang-orang penting yang ada disana.

-8888-

YongHoon terus berlari tanpa memperhatikan orang-orang yang berada di sekitar. Sampai akhirnya, ia menabrak seseorang.

"Ah! M-mianhayeo! Mianhaeyo! A-aku sedang terburu-buru." Ucap YongHoon sembari membantu orang itu berdiri.

"Ah, ne. Tidak apa-apa.. Kau pasti sudah tidak sabar, kan?" Gumam orang itu.

"Ah, Imo!Ucap YongHoon yang memasang wajah kagetnya. "Kalau Imo datang.. berarti Joonmyeon ada? Dia dimana?" Tanya Yonghoon yang kemudian menyapu pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.

"Diatas. Dia kira kau sudah datang duluan tadi. Mungkin ada di balkon lantai tiga. Coba cari saja." Jawab Eommanya Joonmyeon. Atau Imonya, supaya lebih mudah. "Dia menunggumu."

"Ah, Iya. Terima kasih, Imo!" Ucap Yonghoon yang dibalas lambaian tangan oleh bibinya.

Dengan penuh semangat, YongHoon menaiki satu-per-satu anak tangga. Karena terlalu bersemangat, ia hampir menabrak salah satu pelayan yang ada disana dan hampir membuat minuman yang pelayan itu bawa terjatuh. "Ah! Maaf!" Ujarnya yang terus berlari tanpa melirik pelayan tadi.

"Hati-hati, YongHoon-sshi. Jangan sampai acara ini batal karena kau terluka!" Ucap pelayan tadi melihat Yonghoon yang terus berlari tanpa memperdulikan keadaan sekitar. "Dasar.." Gumamnya kemudian.

YongHoon terus berlari menuju balkon yang paling lebar di lantai tiga. Niatnya hendak menyusul Joonmyeon dahulu, kemudian pergi menemui Jongdae.

Namun, begitu mendengar suara Jongdae dan Joonmyeon sedang mengobrol dari sana, Ia tidak perlu menemui Jongdae lagi. Dan karena itu, ia semakin bersemangat pergi menuju tempat itu.

Jongdae, Yonghoon dan Joonmyeon sudah bersahabat sejak mereka masih kecil. Jadi, tidak heran mereka sangat akrab. Apalagi, orang tua mereka bertiga adalah rekan sesama bisnis, jadi, hampir setiap hari mereka bertemu. Tentu saja Yonghoon dan Joonmyeon lebih akrab karena faktor 'sepupuan'.

Dan, tepat dua minggu yang lalu. Appa Jongdae ingin anaknya di tunangkan dengan Yonghoon. Appanya mengetahui bahwa Jongdae menyukai Yonghoon, karena itu,Jongdae tidak mau mengulur waktu lagi untuk bertunangan dengan YongHoon.

Yonghoon hendak membuat mereka berdua kaget. Karenanya, ia bersembunyi di belakang pintu masuk dan memperhatikan gerak-gerik mereka berdua. Dan pada waktu yang tepat, ia akan memulai aksinya- Membuat kaget Joonmyeon dan Jongdae.

Tapi, saat melihat mereka berdua berbicara, Yonghoon merasa ada yang salah. Jarak mereka berdua lebih dekat dari biasanya. Dan biasanya, Jongdae tidak pernah menyentuh Joonmyeon- Tidak. Dari dulu Jongdae tidak pernah menyentuh Joonmyeon. Apalagi sampai mengelus pundak dan telapak tangannya.

Yonghoon memegangi dadanya. Merasa cemburu atas perlakuan Jongdae pada Joonmyeon. Ingin rasanya Ia segera menghampiri mereka. Namun entah kenapa, kakinya sangat sulit untuk digerakkan.

"A-aku... tidak menyangka bahwa dia akan berbuat seperti itu padaku! Padahal... p-padahal.. aku.. sangat berharap banyak padanya.." Lirih Joonmyeon. YongHoon mendengar ucapannya samar-samar. Ia tidak mendengar ucapan Joonmyeon dengan jelas. Tapi yang ia tahu, nada bicara Joonmyeon bercampur dengan isakan tangis.

"Ssh, sudahlah, Joonmyeon.." Ucap Jongdae sembari mengelus pundak Joonmyeon pelan. "Laki-laki itu tidak baik untukmu.. Jadikan itu sebuah pengalaman. Dan jangan kembali lagi padanya.."

"Tapi..."

"Sudahlah... Jangan berharap banyak padanya.." Ucap Jongdae. "Masih banyak laki-laki lain di Seoul ini! Dan kau hanya mengharapkan dia? Pabbo!"

"Uughh.." Joonmyeon kemudian menangis dan memeluk tubuh Jongdae. Jongdae membalas pelukan itu sembari menepuk-nepuk pundak Joonmyeon pelan, dan membisikkan kata-kata yang tak bisa Yonghoon dengar. Dan kemudian Joonmyeon semakin mengeratkan pelukannya. "Kau memang yang terbaik, Jongdae..." Gumam Joonmyeon.

"J-Jongdae.. Joonmyeon..?" Akhirnya, Yonghoon menampakkan dirinya di hadapan Jongdae dan Joonmyeon. Air mata sudah mengalir membasahi pipinya dan terlihat jelas pandangan cemburu mengiasi wajah Yonghoon. "A-ah.. a-aku mengerti.."

Jongdae dan Joonmyeon saling melepas pelukan mereka. Jongdae segera berlari kecil menghampiri Yonghoon dan Joonmyeon menyeka air matanya sejenak, kemudian berjalan menghampiri Yonghoon juga.

"C-Chaggiya! Ini bukan seperti yang kau pikirkan, Oke? Aku hanya memeluk Joonmyeon untuk menenangkannya.. tidak lebih. Aku dan Joonmyeon hanya berteman.." Ucap Jongdae pelan, hendak memeluk Yonghoon. Namun, Yonghoon berjalan menjauh. "Chaggiya, percayalah!"

"Y-Yonghoon! Aku dan Jongdae tidak ada hubungan apa-apa! Dia hanya seorang teman bagiku. Tidak lebih!" Seru Joonmyeon. Ia memegang tangan YongHoon. "Kumohon, percayalah. Ia hanya mencintaimu!"

"Aku hanya berusaha menenangkannya, Chaggiya... Kumohon percayalah padaku.." Lirih Jongdae.

Yonghoon menggelengkan kepalanya- tidak percaya. "Aku benci kalian berdua! Aku benci!" Tukasnya yang kemudian berlari kebawah dengan air matanya yang terus-menerus mengalir. Tanpa menghiraukan teriakan Jongdae dan Joonmyeon yang mengejar dirinya.

.
.

"Ah, Itu dia Yonghoon!" Seru Eomma Yonghoon. "Yonghoon, dimana Jongdae? Acara sudah hendak dimulai."

"BATALKAN!" Teriak Yonghoon yang disambut dengan ekspresi terkejut dari orang-orang yang ada disana. Termasuk para pelayan. "AKU BILANG BATALKAN!" Nada bicaranya kurang jelas karena tercampur dengan suara tangisannya.

"Yonghoon, apa-apaan ini?" Tanya Appa Jongdae. "Ada masalah apa?"

"Chaggiya! Dengarkan aku dulu!" Ucap Jongdae yang memegang pundak Yonghoon.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Jongdae." Ucapnya sembari melepas pegangan Jongdae dari pundaknya, dan berlari keluar.

Appa Yonghoon kemudian melihat ke arah anak tangga, disana ia melihat Joonmyeon yang memasang pandangan bersalah dan matanya yang sembab. Seakan mengerti, keadaan Putrinya, Appa Yonghoon melihat kearah Jongdae dengan tatapan tajam. "Urusan kita belum selesai, anak muda." Ucapnya sebelum menyusul YongHoon.
.

.

.

Dan disinilah YongHoon sekarang. Duduk di bangku kelasnya sembari memutar ulang memori satu tahun yang lalu. Rasa kesal dan kecewa itu tak kunjung reda. Walaupun tidak mendengar ucapan Jongdae dan Joonmyeon sepenuhnya dengan jelas, Yonghoon yakin. Mereka berdua pasti ada apa-apanya saat itu.

Ia kemudian menghela nafas berat dan kemudian menopang wajahnya pada kedua tangannya.

"Oh, jadi kau ini Yonghoon, ya? Sepupunya Joonmyeon.." Yonghoon mendengar seseorang berbicara padanya. Ia kemudian menolehkan kepalanya. Melihat seorang gadis dengan rambut yang dikuncir kuda sedang memperhatikannya dengan intens. "Teman Yixing... yang jahat.." Untuk kalimat yang ini, gadis itu mengecilkan volume suaranya.

Yonghoon tertegun. Kenapa anak ini tahu Yixing?

"Ah, maaf.. aku tidak mengerti maksudmu menyebutku jahat. Tapi, hey, sepertinya kita bisa berteman." Ucap Yonghoon mencoba mencairkan suasana. Suasana kelas memang dingin, sih. Apalagi sejak tiga bulan ini, Yonghoon belum mendapatkan teman di kelas.

"Berteman denganmu? Kau pikir aku mau? Setelah mendengar sikap-sikap dan rencana jahatmu terhadap Joonmyeon." Ucap gadis itu. Untungnya itu waktu istirahat, sehingga kelas sangat sepi. Hanya ada Yonghoon dan gadis itu dalam kelas. "Kalau dilihat, kau memang cantik, aura jahat tidak terlihat menempel pada fisikmu."

Lalu gadis itu mendekatkan wajahnya dan menatap Yonghoon dengan pandangan tajam. Membuat Yonghoon takut dan memundurkan kepalanya. "K-kau ini.."

"Luhan. Aku Luhan." Ucap gadis tadi-Luhan. "Dan jangan kau pikir kau bisa kembali mengganggu Joonmyeon."

Yonghoon kemudian tertawa kecil dan berdiri dari tempat duduknya. "Oh ya? Dengar, Luhan. Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau." Ucap Yonghoon. Wajahnya tak luput dari senyuman saat mengucapkan kata-kata tersebut.

"Dan tak ada yang bisa menghalangiku. Arraseo?" Ucap Yonghoon pelan sebelum menabrakkan pundaknya pada Luhan dan pergi keluar. Meninggalkan Luhan yang menatapnya dengan pandangan heran.

"Orang itu..." Gerutu Luhan sembari

-8888-

Hei, Yongguk! Fokus!" Teriak Jongup salah satu anggota klub basket- pada Yongguk. Yongguk yang yang diteriaki hanya mengangguk dan menyeka keringatnya.

Siang itu, hanya ada Yongguk dan Jongup yang sedang berlatih basket di sana. Memang bukan waktunya berlatih basket, namun, karena basket adalalah salah satu kegemaran mereka. Yah, tidak ada yang bisa menghalangi, kan?

"Eoh? Kau ini kenapa? Tumben tidak fokus.." tanya Jongup yang mendekati Yongguk. "Dari tadi lemparanmu meleset!"

Yongguk menggelengkan kepalanya pelan kemudian meneguk air dari botol yang sedari tadi ia pegang. "A-aku.. tidak tahu. Hehe.."

"Huh.. apa ini karena Joonmyeon?" Tanya Jongup. "Kau harusnya tidak berharap lagi pada mantanmu itu..."

'Crap, Jongup mulai mengoceh lagi' pikir Yongguk. Ia tidak berniat mendengar ocehan Jongup dan melihat-lihat suasana sekitar.

Hingga ia melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya. Rambutnya, matanya, postur tubuhnya.

'D-dia... a-apa yang dia lakukan disini?!' Batin Yongguk.

Yongguk hanya membelak matanya kaget melihat ia kembali kesini. Tanpa pikir panjang Yongguk pun menyusul orang itu dari belakang. Ia pun menepuk pundak orang tersebut.

"YongHoon?!"tanya Yongguk.

"Yong-Yongguk.."gumam Yonghoon. Yonghoon hanya diam tak berkutik ketika namanya disebut oleh Yongguk. Yonghoon pun membalikkan badannya dan mata mereka pun langsung bertatapan.

"Ba-Bagaimana Ka-Kau bisa disini?Bukankah Kau sudah berjanji untuk tidak kembali dan bertemu dengan Joonmyeon!?"Tanya Yongguk dengan nada emosi. Ia tidak memmikirkan lagi kalau ia sedang berhadapan dengan seorang perempuan.

"I-Itu..Aku hanya ingin bersekolah disini dan aku pun tidak tahu kalau Joonmyeon bersekolah disini apalagi kau juga bersekolah disini."jawab Yonghoon tenang tanpa terlihat ketakutan padahal ia merasa sangat ketakutan pada Yongguk yang di hadapannya.

Yongguk hanya diam setelah mendengar jawaban dari Yonghoon. Namun, ia merasa ada hal yang lain di tutupi oleh Yonghoon sehingga ia harus waspada terhadap perempuan ini dan menjaga Joonmyeon dari sepupunya ini.

Yonghoon mulai memainkan ujung roknya untuk mengalihkan rasa ketakutannya dari Yongguk. Yongguk pun mendekatkan wajahnya di samping kepala Yonghoon. Ia pun berbisik sesuatu terhadap Yonghoon.

"Kusarankan kau lebih baik cepat pindah dari sini atau sekarang sebelum aku berbuat sesuatu kepadamu. Karena jika kau menyentuh Joonmyeon sedikitpun aku tidak main-main dengan ucapanku."bisik Yongguk dengan nada ancaman terhadap Yonghoon. Ia pun segera menjauhkan dari Yonghoon dan segera pergi meninggalkan Yonghoon yang terdiam.

Tangan Yonghoon pun mulai mengepal keras.'Maafkan aku Yongguk,Aku akan menghancurkan Joonmyeon setelah kau berbicara seperti itu terhadapku. Lihat saja nanti.'kesal Yonghoon dan ia pun segara pergi dari tempat tersebut.

Namun nyatanya pembicaraan itu terdengar oleh Joonmyeon sendiri di balik dinding dan hampir mendengar jelas apa yang Yongguk dan Yonghoon bicarakan.

'Jadi selama ini mereka..ah tidak mungkin,tidak mungkin..'batin Joonmyeon.

.

.

.

.

.

TBC

Author Note's :

Annyeonghaseyo!

Akhirnya auhtor update mwhehehe,maaf banget karena author baru update.

Disini author bahas ff ini ajanya hehehe..

untuk cast utama disini suka ganti-ganti jadi kadang DAEBAEK atau KRISHO. Jadi yang kebingungan castnya anggep aja salah satu yang kalian pair itu jadi cast utama. soalnya ide di author kadang adanya Daebaek aja apa Krisho aja apa gak dua-duanya. jadi harap di maklumkan. sekian dari author~~

THANK FOR THE REVIEWS! *maaf author gak bisa balas tapi author baca kok..tenang aja walaupun cmn 4 yang review*

okay see you again~~

Salam,Daebaektaeluv~