OUR HAPPINESS
CHAPTER 11 PART B
CAST :
KIM JOONMYEON
WU YIFAN
JUNG YONGHOON(OC)
BANG YONGGUK
JUNG DAEHYUN
BYUN BAEKHYUN
Dan Other Cast lainnya
Rating : T
Genre : GENDERSWITCH! Family,Romance/?
Author : Daebaektaeluv x Hanako Kim
WARNING! INI GENDERSWITCH,KALO GAK SUKA LANGSUNG TUTUP DAN TYPO EVERYWHERE~.
.
.
THIS STORY IS MINE
.
.
- P.s Read Author Note's -
.
"Cih.. kenapa malah Jongin mendekat?" Rutuk seseorang."Ini tidak sesuai rencana!"
"Kau harus pikirkan cara agar Jongin menjauh, Kyungsoo. Harus."
.
.
.
.
TBC
.
PART B
.
"Uh.. maaf. Hari ini kita tidak bisa pulang bersama. Maaf sekali.." Ucap Daehyun. Baekhyun- di sisi lain hanya mengangguk pelan. Terlihat dari rawut wajahnya yang terlihat kecewa. "Aku tidak tahu, tapi akhir-akhir ini tugasku banyak sekali dan entah kenapa rapat-"
"Sudah.. tidak apa-apa.." Baekhyun memotong ucapan Daehyun. "Memang itu tugasmu, kan? Lagipula, aku bisa pulang dengan Joonmyeon. Ahaha.."
"Tapi.."
Baekhyun menepuk pelan pundak Daehyun. "Sudah, nanti kau terlambat! Kan besok bisa. Sudah, ya, aku pulang dulu!" Ucap Baekhyun.
"Tapi, kan, Joonmyeon juga ikut rapat, Baek.."
.
.
.
.
'Kenapa akhir-akhir ini sering ada rapat, sih?' Gerutu Baekhyun kesal. Lantaran hari ini ia tidak bisa pulang bersama Daehyun lagi. Memang, beberapa minggu ini ia dan Daehyun seakan dipisahkan oleh rapat dan pertemuan. Terkadang Baekhyun heran karena Organisasi Sekolah mereka sering sekali mengadakan rapat. 'Dasar manusia-manusia keranjingan rapat!' Umpat Baekhyun kesal.
Sedikit menjelaskan, masalah Baekhyun dan orang tuanya sudah cukup membaik. Berkat bantuan Daehyun-tentunya. Setidaknya, urusan Baekhyun sudah berkurang. Setidaknya.
'Sebentar.. Joonmyeon kan anggota organisasi sekolah..' Baekhyun kemudian sadar. Ia menghela nafas berat. 'Sudah nasib pulang sendiri.'
-8888-
Daehyun memasuki ruangan rapat dengan tatapan muram. Rasa kesal dan bersalah menyelimuti dirinya. Ruang rapat yang sangat ramai dengan Anggota Organisasi dan Ketua dari masing-masing kelas tak dihiraukannya. Lagipula dia ini ketua kelas. Tapi kenapa diundang ke rapat organisasi. Tak ada yang tahu, karena, ketua kelas dan seluruh anggota organisasi di haruskan mengikuti rapat.
"Heh, Joonmyeon. Cepat mulai saja rapatnya." Ucap Daehyun yang mengambil tempat duduk disebelah Joonmyeon. Namun, Joonmyeon tak mengindahkan ucapan Daehyun dan menatap kedepan dengan pandangan kosong. Daehyun mengernyitkan kedua alisnya dan melambai-lambaikan tangannya kedepan wajah Joonmyeon. Karena tak ada hasil, ia pun kemudian menampar pipi Joonmyeon.
"Aduh! DAEHYUN KAU INI APA-APAAN, SIH?!" Seru Joonmyeon.
"Cepat mulai saja rapatnya!" Balas Daehyun,
"Fuh.. Kau harus menunggu Seksi Ke-Olahragaan dulu. Karena dia yang mengadakan rapat ini." Ucap Joonmyeon yang nada bicaranya sudah kembali stabil. "Harusnya aku izin saja, karena Kris juga izin karena tidak bisa hadir di rapat ini."
"Siapa?" Tanya Daehyun.
"Kris. Dia bilang dia tidak bisa ikut rapat karena ada urusan mendadak." Jawab Joonmyeon.
"Yang nanya?"
Krik. Krik.
"DAEEEHYUUUUNNNN!" Seru Joonmyeon sambil menarik-narik kerah baju Daehyun dengan sangat kuat. Dia merasa dipermainkan._. . "Aaaa.. ampun..ampun.. maaf, maaf!" Seru Daehyun yang berusaha melepaskan cengkraman Joonmyeon.
Joonmyeon akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dan kembali duduk di kursi. "Huhh.. akhir-akhir ini, aku dan Kris agak merenggang, kau tahu? Dia selalu ada urusan minggu-minggu ini. Dan itu membuat kami tidak ada waktu berdua." Ucap Joonmyeon mulai curhat. "Sama seperti kau dan Baekhyun."
Ctas. Mendengar nama Baekhyun membuat hati Daehyun serasa di tekan kuat. "A-ah.. Serasa dipisahkan sesuatu dan urusan yang kurang penting, benar?" Tanya Daehyun.
Joonmyeon mengangkat kedua bahunya. "Kalau untukmu iya. Tapi kalau untuk Kris.. aku tidak tahu.."
"Oh ayolah, urusan Kris pasti sangat penting. Karena ia tidak pernah sesibuk ini sebelumnya, kan?" Tanya Daehyun.
.
.
.
.
"Jung Dae Hyun dan Kim Joon Myeon. Simpan dulu percakapan kalian karena rapat akan dimulai!" Suara Ketua Seksi ke-Olahragaan membuat Joonmyeon dan Daehyun segera tutup mulut.
-8888-
"Dadah, Yixing!"
"Yonghoon, kau yakin akan pulang sendirian?" Tanya Yixing pada Yonghoon. "Rumah kita kan tidak searah? Kenapa kau tidak telepon saja supirmu?"
"Oh, ayolah! Kalau aku telepon dia, kita tidak akan pulang bersama, kan? Sudah, aku tidak apa-apa! Janji!" Ucap Yonghoon sembari menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya yang berbentuk 'V'.
"Huhh.. Baiklah.. Pastikan kau selamat." Ucap Yixing.
"Tenang saja!" Balas Yonghoon. "Sudah pulang sana.. dadaaah..." Ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Yixing disana.
Yonghoon memang aneh. Ia bersikap seolah-olah tidak peduli pada orang lain. Termasuk sepupunya sendiri. Namun, bila bersama Yixing, tingkah lakunya mirip seperti anak berumur lima tahun yang ceria dan polos. Mungkin Yonghoon hanya mempunyai sisi lembut untuk ditunjukkan kepada Yixing. Hanya pada Yixing.
'Hnghh... Ada apa dengan Bang Yongguk itu? Kenapa setiap aku sedang tak bersama teman dia selalu mendekat dan mengancamku.' Gumam Yonghoon. 'Apa dia masih dendam padaku karena waktu itu?'
'Oh ayolah! Itu kan masalah lama. Lagipula Joonmyeon sudah bersama manusia tiang itu sekarang! 'Lanjut Yonghoon. 'Sebentar.. ngomong-ngomong...' Yonghoon mengalihkan pandangannya ke arah taman tempat anak-anak bermain.
"Gyahh! Itu kan Manusia Tiang Kekasih Joonmyeon!" Ucap Yonghoon yang melihat Kris berada di taman tersebut dengan seorang perempuan berambut [Hitam], berpostur tinggi dan mereka berdua sepertinya sedang asyik sekali mengobrol. Desau angin membuat rambut Kris dan gadis itu tertiup pelan. "Oh, ya. Romantis sekali." Gumam Yonghoon sarkastis. "Tunggu. Gadis itu bukan Joonmyeon!"
Namun seketika, Yonghoon tersenyum dan bersembunyi di belakang pohon terdekat. Ia kemudian mengeluarkan handphonenya dan membuka aplikasi kamera. "Dan kita akan lihat. Apa yang akan terjadi selanjutnya."
Yonghoon menekan tombol capture dan melihat kembali hasil fotonya. Ia tertawa dan tersenyum puas melihatnya.
Foto dimana Kris sedang mengelus rambut gadis tersebut.
"Joonmyeon yang malang... aku ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.."
-8888-
Time Skip to Three Days Later.
"Maaf, Joonmyeon. Hari ini kita tidak bisa pulang bersama lagi. Aku.. a-aku.. harus cepat pulang karena Eomma bilang ada urusan penting.." Ucap Kris.
"A-ah.. Tidak apa-apa. Aku pulang sendiri saja..." Balas Joonmyeon.
"Ah! Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu.." Ucap Kris. "Hati-hati, ya, Joonmyeon. Pokoknya, kau harus langsung pulang." Kris kemudian mengecup sekilas kening Joonmyeon.
Joonmyeon memegangi bekas kecupan Kris dan memandangi punggung Kris yang mulai menjauh dari pandangannya. Untuk yang ke sekian kalinya, Joonmyeon kembali merasa kesal pada dirinya sendiri. Kenapa dia tak bertanya saja pada Kris, apa yang membuatnya sibuk akhir-akhir ini. 'Kenapa aku tak bertanya saja tadi..'
Sesaat kemudian, layar handphone milik seseorang terpampang di depan wajahnya. Matanya terbelalak melihat apa yang ada disana. "Kalau kau bertanya, aku mengambil foto itu tiga hari yang lalu. Di taman tempat anak-anak biasa bermain."
Joonmyeon segera merampas handphone tersebut dan membesarkan layar gambar tersebut. "Tidak mungkin... trik apa lagi yang kau gunakan, Yonghoon?!" Tukas Joonmyeon.
"Tch. Sembarangan. Aku tidak meng-edit foto itu." Sahut Yonghoon. "Tapi, ya.. terserah. Kau mau percaya atau tidak." Yonghoon hendak mengambil kembali handphonenya, namun, Joonmyeon menariknya lagi.
Joonmyeon memang kaget dan tidak percaya atas apa yang ia lihat. Tapi di sisi lain, ia merasa bahwa foto itu asli. Sosok yang ia lihat disana memang Kris. Kris yang terlihat sangat bahagia dengan gadis lain.
Kris tidak mungkin menduakannya, kan?
Tanpa pikir panjang, Joonmyeon menyimpan handphone Yonghoon pada saku roknya dan menarik lengan Yonghoon dan berlari bersamanya. Yonghoon ingin memprotes Joonmyeon, namun Joonmyeon segera memotong ucapannya. "Tak usah banyak bicara. Ikuti saja kemana aku berlari!" Ucapnya. Joonmyeon memperkuat cengkraman tangannya.
"Joonie! Kalau kau ingin melabrak gadis itu, labrak saja sendiri! Kenapa harus mengajak aku!" Seru Yonghoon. Lengannya sakit sekali karena di cengkram terlalu kuat.
"Karena kau akan menjadi saksi!" Sahut Joonmyeon.
-8888-
Sesaat kemudian mereka sudah tiba di taman yang Yonghoon sebutkan sebelumnya. Namun, taman tersebut kosong. "Kosong.." Gumam Yonghoon. Ia duduk di ayunan terdekat sembari mengatur nafasnya, diikuti Joonmyeon yang duduk di ayunan sebelahnya.
"Hei, posisi mereka di foto itu.. seperti.. ini.. kan?" Tanya Joonmyeon. Yonghoon mengangguk pelan. "Kau duduk di tempat Kris dan aku.. di tempat gadis itu."
"Well, mungkin mereka tidak disini.." Gumam Joonmyeon yang berdiri dari ayunan tersebut dan beranjak pergi. Namun, langkahnya segera ditahan Yonghoon. "Apa lagi? Handphonemu?"
Yonghoon menggeleng. Kemudian ia menunjuk ke arah belakang ayunan. Joonmyeon mengikuti arah Yonghoon menunjuk. Ternyata taman tersebut masih luas. Disana masih ada lapangan rumput, bak pasir, monkey-bar, kolam, air mancur dan bangku-bangku panjang. Namun, bukan itu maksud Yonghoon. Yang ia maksud ialah Si Rambut Blonde berbadan tinggi yang sedang bersenda gurau dengan gadis berambut [Hitam]. Joonmyeon segera membelalakan matanya, ia melihat ke arah Yonghoon.
Seakan mengerti pandangan bertanya Joonmyeon, Yonghoon mengangguk dan mereka berdua segera berjalan menghampiri bangku tersebut. Saat hampir mendekat, Joonmyeon segera berlari menghampiri bangku tersebut.
"Ah, Urusanmu penting sekali, ya, Kris?" Ucap Joonmyeon.
"J-Joonmyeon?!" Sahut Kris dengan nada kaget. Ia berdiri dan mendekati Joonmyeon. "H-hei, kenapa kau bisa ada disini?!"
Joonmyeon tak menjawab pertanyaan Kris dan mengalihkan pandangannya pada gadis yang tadi ada disebelah Kris. Gadis itu juga ikut berdiri dan hendak membuka mulut untuk berbicara. Namun, segera Joonmyeon potong.
"Uwah.. Lihat dia.. Kau tidak pernah mengenalkan temanmu yang satu ini kepadaku!" Ucap Joonmyeon dengan nada senang yang di buat-buat.
"Joonmyeon, dengar dulu, ya.."
"Jadi dia, ya? 'Urusan penting'-mu akhir-akhir ini." Ujar Joonmyeon pada Kris dengan pandangan dingin. "Kau ini.. Kalau sudah bosan padaku, bilang!"
"Joonmyeon.. dengar, dia-"
"Hufhh... Ternyata akhir-akhir ini kau sibuk karena menghindariku dan menghabiskan waktumu dengan gadis ini, ya. Aku tak habis pikir, kau tahu?" Joonmyeon melirik sekilas ke arah gadis tadi. Ia hanya menundukkan kepalanya, seakan tak berani menatap Joonmyeon. "Harusnya aku tahu dari awal."
Joonmyeon kemudian mengambil handphone Yonghoon yang ada di sakunya kemudian membuka gambar dimana Kris mengelus rambut gadis tersebut dan menunjukkan gambar tersebut pada Kris. Kris yang melihat gambar tersebut terkejut. "Harusnya di awal Yonghoon menunjukkan gambar ini, aku langsung percaya, saja, ya? Jadi, aku tak perlu repot-repot mencari tahu sampau kesini. Ujung-ujungnya, jawabannya sama saja."
"Kau sudah bertemu orang lain. Kau bertemu dengan seorang gadis yang lebih layak denganmu." Mendengar hal itu, gadis berambut hitam tersebut hendak mendekati Joonmyeon dan berniat menjelaskan sesuatu padanya. Namun, entah kenapa ia menghentikan langkahnya
'Wow, seperti yang ada di drama-drama saja..' Gumam Yonghoon yang menonton drama gratisan disana.
"Joonmyeon, biar aku menjelaskan semuanya,oke? Dengar, aku dan di-"
"Dan kau!" Tanpa mengiraukan ucapan Kris, Joonmyeon mendekati gadis berambut hitam tersebut. "Kau tahu?! Kau yang membuat Kris menjauhiku dan bersikap seolah tak peduli padaku akhir-akhir ini!" Serunya yang mengangkat tangan kanannya dan hendak melayangkan sebuah tamparan pada gadis itu. Gadis itu hanya diam dan tak mampu bergerak.
"Stop Joonmyeon! Kau menyakitinya!" Seru Kris sembari memeluk tubuh gadis itu dengan protektif seakan tak ingin lepas dari pegangannya.
Joonmyeon yang mendengar ucapan Kris barusan terkejut. Ia membelalakan matanya tak percaya, tenggorokannya tercekat dan membeku di tempat. Tak dapat bergerak.
Dan dengan melihat pemandangan yang ada di hadapannya, sekarang Joonmyeon tahu. Tak perlu dijelaskan lagi. Ia sudah tahu.
Bahwa Kris sudah bertemu orang lain yang lebih baik darinya.
.
.
.
.
TBC
Auhtor Note's :
Annyeonghaseyo yeorobun,daebaektaeluv is back!
Maaafkan diriku baru muncul setelah setahun ff ini gak update sama sekali,sekali lagi maafin autho yang jahat ini. Author gak update selama setahun ini karena ada alasan tersendiri terlebih kemarin author baru lulus dari satu jenjang ke jenjang lain, Jadi mohon maaf dengan sebesar-besarnya. Author sebenernya ingin dicontinue ff ini tapi karena ada pertimbangan ff ini ingin lanjutin lagi padahal dari awal chap ini ff sudah aneh dan ancur/?. Jadi terima kasih sudah mau baca dan mampir! Walau jarang diantara kalian untuk ngereview,author ikhlas~ hhehe. Semoga FF ini tahun ini selesai,jadi gak ada yang nunggu-nunggu hehehe,see you next chap.
Terima Kasih untuk kalian semua,tanpa reader yang baca author gak ada apa-apanya,see you soon~ *maaf author jg gak janji fast update,maafkan sekali lagi ehhe e:*
Love,daebaektaeluv~
