OUR HAPPINESS
CHAPTER 12
CAST :
KIM JOONMYEON
WU YIFAN
JUNG YONGHOON(OC)
BANG YONGGUK
JUNG DAEHYUN
BYUN BAEKHYUN
Dan Other Cast lainnya
Rating : T
Genre : GENDERSWITCH! Family,Romance/?
Author : Daebaektaeluv x Hanako Kim
WARNING! INI GENDERSWITCH,KALO GAK SUKA LANGSUNG TUTUP DAN TYPO EVERYWHERE~.
.
.
THIS STORY IS MINE
.
.
.
Joonmyeon kemudian terdiam, dengan raut wajah yang sulit dijelaskan. Antara rasa kecewa dan amarah, bercampur menjadi satu. Dia tidak mampu meluapkan emosinya saat itu. Padahal, dia bisa saja memaki Kris atau gadis itu. Tanpa alasan, Joonmyeon berlari meninggalkan mereka bertiga disana.
"J-Joonie!" Panggil Yonghoon. Ia tidak menyangka kalau akhirnya akan menjadi seperti ini. Padahal ia kira, Joonmyeon dapat melabrak Kris, seperti biasa.
"Hei, Tao... kau tidak apa, hm?" Yonghoon kemudian mendengar Kris bertanya pada gadis bersurai hitam tersebut.
"Eum.. aku tidak apa-apa.." Sahut gadis itu.
"Hei Manusia Tiang!" Seru Yonghoon sambil mengacungkan jari telunjuknya pada Kris. "Kalau kau memperlakukan Joonmyeon seperti itu, tidak menganggapnya, lebih baik kau akhiri saja semua. Sebelum orang lain mengakhirinya!" Yonghoon kemudian menghentakkan kakinya dan berlari dari sana. Membiarkan Kris dan gadis itu terdiam.
-8888-
'Tidak mungkin, kan?'
'Apa Kris tidak peduli padaku lagi?'
'Apa gadis itu penyebab semuanya?'
'Gadis itu memang lebih tinggi dariku. Dan dia lebih cantik dariku'
'Kurasa itu'
'Apa dia tidak mencintaiku lagi?'
Semua pikiran itu terus mengerayangi pikiran Joonmyeon semenjak tadi. Semua pikiran buruk tentang Kris dan gadis tadi, membuatnya semakin down. Semua tenaga dan perasaan bahagianya, seakan lenyap begitu saja. Joonmyen memang tidak begitu menyalahkan Kris.
Setidaknya gadis tadi memang lebih tinggi darinya, suara gadis tadi lebih lembut darinya, rambut yang gadis tadi miliki lebih indah darinya, tubuh gadis tadi memang tampak lebih proposional daripada tubuhnya. Joonmyeon mengakuinya.
Mungkin itu sebabnya. Mungkin Kris memang sudah bosan dengannya, dan menemukan orang lain yang lebih baik daripada dirinya.
Tak terasa, Joonmyeon sudah sampai dirumahnya- rumahnya dan Baekhyun. Sudah kukatakan, mereka tinggal bersama, bukan?
Joonmyeon segera membuka pintu masuk, dan kemudian membantingnya. Membuat Baekhyun yang sedang menonton televisi terperanjat. "Joonmyeon?" Panggil Baekhyun yang melihat Joonmyeon melempar sepatunya asal. Ia kemudian berdiri dan menghampiri Joonmyeon.
"Hei, Joonmyeon! Kenapa? Ada apa?" Tanya Baekhyun. Joonmyeon hanya menundukkan kepalanya, tidak menjawab pertanyaan Baekhyun. "Joonmyeon, lihat aku." Baekhyun kemudian mengangkat dagu Joonmyeon pelan.
Kemudian ia terkejut melihat wajah Joonmyeon yang sudah dihiasi oleh air mata yang jatuh dari matanya. Joonmyeon kemudian menyentakkan tangan Baekhyun dan segera berlari keatas.
"Joonmyeon! Kim JoonMyeon! Jawab aku!" Susul Baekhyun. Joonmyeon tidak menjawabnya, tapi Baekhyun dapat mendengar suara nafas yang menggebu dari Joonmyeon. Joonmyeon memang suka seperti itu bila sedang marah, tapi, Joonmyeon tidak pernah menangis bila sedang marah. Dan itu membuat Baekhyun bingung.
"Joonmyeon, kau ini kenapa... Ayo, ceritakan padaku." Ucap Baekhyun pada Joonmyeon. Joonmyeon tidak menjawabnya dan langsung masuk kedalam kamarnya. "Heiii! Joonmyeon!" Seru Baekhyun sambil menggedor-gedor pintu kamar Joonmyeon.
"Baek, diamlah. Biarkan aku sendiri dulu! Jangan ganggu aku!" Seru Joonmyeon dari dalam. Baekhyun hanya menghela nafas pelan dan meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
.
"Hei, Joonmyeon! Kau nanti terlambat sekolah!" Panggil Baekhyun keeseokan paginya. "Joonmyeon!"
"Aku sedang tidak ingin sekolah, Baek! Aku sedang tidak enak badan!" Sahut Joonmyeon dari dalam.
"Kalau kau sedang tidak enak badan, buka pintunya! Jadi aku bisa memberimu obat, Joonmyeon! Ayo buka, kau ini kenapa, hm?" Ujar Baekhyun.
"Baekhyun, pergilah ke sekolah. Nanti kau terlambat. Sungguh, aku tidak apa-apa!" Sahut Joonmyeon.
"Oi, apa kau yakin?" Tanya Baekhyun.
"Ya. Jangan khawatirkan aku. Aku tidak apa-apa!" Jawab Joonmyeon.
"Baiklah kalau kau berkata begitu... aku... pergi dulu, oke? Sampai jumpa nanti!" Seru Baekhyun. "Ah, aku akan membawakanmu catatan pelajaran hari ini. Kalau kau ingin makan, panaskan saja makanan sisa yang aku taruh di kulkas, oke?"
Tanpa Baekhyun tahu, untuk hari-hari berikutnya, Joonmyeon tidak kunjung keluar dari dalam kamarnya
-8888-
Sudah tiga hari sejak Joonmyeon mengurung diri dalam kamarnya. Hal itu membuat Baekhyun sangat khawatir. Bahkan Joonmyeon tetap tidak mau membukakan pintunya walaupun Baekhyun mengancamnya. Bahkan Joonmyeon menolak saat Baekhyun membawakannya makanan. Semalam Baekhyun hendak mendobrak pintu kamar Joonmyeon. Namun hal itu ia urungkan karena biaya yang harus dikeluarkan cukup besar bila ia merusak pintu tersebut. Setiap Baekhyun memaksanya untuk keluar, Joonmyeon hanya akan menyuruhnya pergi.
Baekhyun sudah lelah.
"Aku lelah, Daehyun..." Ucap Baekhyun pada Daehyun. Saat ini mereka sedang duduk di bench dekat lapangan sepak bola. "Joonmyeon... tidak mau keluar dari kamarnya. Aku khawatir! Sejak tiga hari yang lalu dia seperti itu..."
"Aku bahkan tidak tahu apa alasannya... dia bersikap seperti itu.."
Daehyun mengusap pelan pundak Baekhyun. "Kau harus membujuknya lagi nanti..."
"Aku sudah melakukannya berulang-ulang.. tapi, tetap saja.." Lirih Baekhyun. "Apalagi... apalagi dia bilang kalau.. dia sedang tidak enak badan.. Apakah dia sudah sembuh?"
"Kau tidak telpon orang tuanya?" Tanya Daehyun.
"Aku tidak punya nomornya..." Jawab Baekhyun.
"Tenanglah... jangan panik, oke? Nanti kau coba lagi... siapa tahu, dia mau keluar. Lagipula, siapa yang tahan mengurung dirinya didalam kamar, hm?" Daehyun mencoba menenangkan Baekhyun. Baekhyun kemudian mengangguk pelan, mengiyakan ucapan Daehyun.
Dan tanpa mereka sadari, seseorang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Kemudian orang itu segera melesat pergi dari sana. Mencari seseorang yang menjadi penyebab Joonmyeon mengurung dirinya.
-8888-
Yonghoon sedang asyik melihat halaman sekolah dari atas balkon sebelum seseorang menyentakkan tangannya, menarik Yonghoon ke tempat yang agak sepi.
"Hei, Kau! Lepas-" Ucapan Yonghoon terputus begitu melihat sosok yang menarik tangannya tadi. Wajah orang ini memerah, nafasnya menggebu dan keringat menetes dari pelipisnya. "Kan..."
"Kau." Orang ini kemudian mendorong tubuh Yonghoon hingga tersandar di dinding dan meletakkan tangannya pada kedua sisi pundak Yonghoon, mengunci agar ia tidak berlari nanti. "Kau yang membuat Joonmyeon mengurung dirinya."
"K-kau ini bicara a-apa, h-hah?!" Ucap Yonghoon gugup dikarenakan jarak wajahnya dan orang ini sangat dekat. Apalagi Yonghoon dapat merasakan deru nafas orang ini mengenai wajahnya. "Bang Yongguk, berhenti berkata hal aneh dan lepaskan aku."
"Tidak!" Bentak Yongguk. Yonghoon tersentak mendengarnya. Jujur saja, seumur hidupnya, hanya Yongguk satu-satunya orang yang pernah membentaknya. "Kau. Kau kan yang menyebabkan Joonmyeon mengurung dirinya selama tiga hari. Itu semua karena dirimu. Jawab aku!" Seru Yongguk yang semakin mendekatkan wajahnya. Membuat Yonghoon semakin gugup.
"B-bu-bukan aku! Ta-tapi manusia tiang itu!" Seru Yonghoon.
"Manusia tiang? Maksudmu Kris?" Tanya Yongguk. Yonghoon kemudian mengangguk. "Apa yang dilakukan Kris?!"
"Mundur sedikit, bodoh. Beri aku ruang bernapas." Ucap Yonghoon. Yongguk kemudian menjauhkan tubuhnya, namun tangannya masih mengunci 'gap' Yonghoon untuj bebas. "Katakan." Ucap Yongguk.
"Oke, oke! Sebelumnya, aku tidak sengaja bertemu manusia tiang itu bersama perempuan lain. Lalu aku memotretnya dan memberitahunya pada Joonmyeon, dengan harapan dia akan melabrak kekasihnya itu." Ucap Yonghoon. "Awalnya Joonmyeon tidak percaya. Lalu tiga hari yang lalu, Joonmyeon langsung menarikku untuk membuktikannya."
"Ternyata memang benar. Manusia tiang itu sedang bersama perempuan lain. Joonmyeon kemudian menangkap basah mereka. Awalnya kukira mereka akan bertengkar ditempat. Tapi, Joonmyeon malah berlari. Aku juga berlari dari sana."
"Dan sejak kejadian itu, aku tidak tahu lagi. Cerita selesai." Ucap Yonghoon. "Aku kira dia memang sakit."
"Kau tidak membuat-buat cerita?" Tanya Yongguk setengah percaya.
"Untuk apa?! Sekarang, minggirlah!" Seru Yonghoon. Yongguk kemudian menarik kembali tangannya. 'Jadi... Joonmyeon mengurung diri karena Kris?' Gumamnya kemudian.
"Jadi, ini bukan karena mu?" Ujar Yongguk.
"Entahlah. Tapi, kalau saja aku tidak memotret manusia tiang itu dan kemudian menunjukkannya pada Joonmyeon, mungkin dia tidak akan mengurung dirinya..." Sahut Yonghoon. "Tapi, kalau tidak kutunjukkan mungkin Joonmyeon memang tidak mengurung dirinya, tapi mungkin manusia tiang itu akan terus membohonginya."
"Hei! Kurasa penyebabnya memang manusia tiang itu!" Seru Yonghoon. Ia kemudian mendekatkan dirinya pada Yongguk. "Jadi, yang seharusnya kau labrak bukan aku. Tapi manusia tiang itu!" Yonghoon meninju pelan lengan Yongguk dan kemudian meninggalkan Yongguk disana.
'Kris... kita harus membicarakan hal ini...' Gumam Yongguk.
-8888-
Sudah tiga hari Kris tidak melihat sosok Joonmyeon. Biasanya, walaupun mereka bertengkar, Joonmyeon ada bersama Baekhyun-atau Luhan. Namun, sudah tiga hari ini ia tidak melihatnya. Ponselnya juga tidak aktif.
Padahal, ia ingin menjelaskan semuanya pada Joonmyeon tentang hari itu. Semua itu hanya salah paham. Ia kemudian bergegas menemui Baekhyun dan voila! Baekhyun ada didalam kelas. Dengan cepat, ia menghampiri Baekhyun.
"Hei, Baekhyun!" Seru Kris.
"Oh, Hei..." Sahut Baekhyun.
"Jadi... kau tahu? Kenapa Joonmyeon tidak masuk?" Tanya Kris.
"A-apa?! Kau tidak tahu menahu tentang Joonmyeon selama tiga hari ini?" Tanya Baekhyun. Kris hanya menggeleng.
Sekarang Baekhyun sadar. Ternyata Kris yang membuat Joonmyeon bersikap begitu. Joonmyeon juga pernah cerita padanya kalau hubungannya dan Kris agak merenggang akhir-akhir ini. Joonmyeon tidak mempunyai banyak masalah dengan orang lain. Jadi, sikap Joonmyeon yang menjadi seperti itu, pasti karena Kris. Seketika, muncul rasa kesal dalam diri Baekhyun.
"Kenapa kau ingin tahu?"
.
.
.
.
"Kau bukan siapa-siapanya Joonmyeon."
TBC
Author's Note :
Annyeonghaseyo,Daebaektaeluv in here~
Hallo semuanya,maaf untuk yang sebesar-besarnya kepada pembaca kalo nunggu terlalu lama,maaf sekali lagi. Pokoknnya nextnya ditunggu! terima kasih!
Love,Daebaektaeluv.
