========== Chapter 2 ==========

Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Naruto sudah siap-siap untuk pergi keluar. Dia keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang keluarga dimana disana keluarganya berkumpul.

"Ne Kaa-san, Baa-san, Jii-san. Aku mau keluar sambil jalan-jalan di kota ini" ijin naruto pada mereka.

"Tapi naru-chan, ini kan sudah malam. Kau tau kan kalau malam hari itu sangat berbahaya?" tanya kushina.

"Naru tau itu kaa-san. Tapi naru mau menemui seseorang kaa-san" balas naruto.

"Siapa yang ingin kau temui dikota ini naruto?" tanya jiraiya yang penasaran.

"Aku tidak bisa bilang sekarang, karena aku juga belum tahu nama orangnya dan suatu hari nanti mungkin akan aku beritahu. Jadi boleh ya kaa-san, baa-san, jii-san!" pinta naruto.

"Baiklah naru-chan, tapi ingat kau harus berhati-hati." ucap tsunade memberi ijin cucunya.

"Arigatou baa-san, jii-san, kaa-san" ucap naruto. Naruto berjalan menuju pintu keluarnya dan dia membuat kekkai untuk rumahnya itu agar tidak ada yang mengganggu keluarganya.

Naruto keluar dari rumahnya dan berjalan menyusuri kota kuoh dimalam hari sambil membawa bokken di tangan kirinya. Dan yang menjadi tempat tujuan naruto paling utama adalah kedai ramen di kota itu. Dia saat ini sudah berada didepan kedai ramen itu, lalu dia masuk ke kedai itu.

"Yo teuchi jii-san, apa kabar?" tanya naruto yang saat ini sudah duduk. Naruto memang sudah kenal dengan pemilik kedai itu. Karena setiap liburan sekolah naruto selalu ke jepang dan setiap harinya kadang-kadang selalu datang ke kedai ramen milik orang yang bernama teuchi ini dan juga anak dari pemilik kedai ini juga yang menjaga butik milik kaa-sannya naruto. Jadi mereka sudah sangat kenal.

"Oh ternyata kau naruto, aku baik-baik saja. Kapan kau datang?" tanya teuchi.

"Aku baru sampai tadi pagi jiji, dan aku pesan miso ramen jumbo" ucap naruto.

"Baiklah miso ramen jumbo akan segera datang" ucap teuchi.

Setelah menunggu lama, ramen pesanan naruto pun datang dan dengan segera naruto memakannya walaupun masih panas tapi dia tetap memakannya hingga habis.

"Jiji, uangnya aku taruh dimeja. Aku pergi dulu teuchi jii-san" ucap naruto.

"Baiklah naruto, datang lagi ya" ucap teuchi.

"Ya" jawab naruto.

Setelah selesai diapun langsung membayar dan pergi dari kedai ramen itu. Dia sekarang berjalan ditrotoar jalan raya yang berdekatan dengan sungai. Setelah berjalan lama, naruto pun merasakan ada aura yang berada di daerah itu.

'Kurama apa kau merasakan aura ini?' tanya naruto pada kurama.

'Ya aku merasakannya juga naruto, dan aura ini seperti aura malaikat jatuh' ucap kurama.

'Malaikat jatuh ya' balas naruto sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah dan menemukan satu-satunya orang yang sedang duduk dipinggir sungai sambil memancing. 'Apakah dia yang kita cari kurama?' tanya naruto.

'Mungkin saja, dan auranya juga ditekan ketitik yang paling rendah' ucap kurama.

'Baiklah kalau begitu, aku akan mendekatinya' ucap naruto. Dan naruto langsung saja turun kesungai itu dan mendekat ke malaikat jatuh itu.

Sementara malaikat jatuh itu juga merasakan ada aura yang datang. Dan yang dia rasakan adalah aura suci yang walaupun sangat kecil sekali tapi tetap dapat dirasakan olehnya walaupun samar-samar karena dia itu Ultimate Da-Tenshi.

'Siapa manusia yang datang ini dan aku dapat merasakan aura suci dari dalam dirinya walaupun itu sangat kecil sekali tapi masih dapat aku rasakan walaupun itu samar-samar' batin malaikat jatuh itu.

"Yo paman malaikat jatuh, sedang apa malam-malam disini?" tanya naruto yang sudah berada disamping malaikat jatuh itu.

"Ah iya aku disini hanya melakukan hobiku saja dan bagaimana kau bisa tau kalau aku ini malaikat jatuh?" ucap malaikat jatuh itu yang kaget karena naruto dapat mengetahuinya.

"Oh itu, aku mengetahuinya dari auramu itu. Yah walaupun kau itu menekannya hingga ketitik terendah." balas naruto dan sementara malaikat jatuh itu tambah kaget lagi karena dia sudah menekan auranya ketitik yang paling rendah dan yang dia tahu tidak ada manusia yang dapat merasakan auranya jika manusia itu hanya memiliki aura suci yang samar seperti lawan bicaranya itu. "Dan perkenalkan namaku Naruto Uzumaki" lanjut naruto.

"Aku azazel, gubernur malaikat jatuh" ucap malaikat jatuh yang bernama azazel itu.

"Oh jadi kau pemimpinnya ya. hahaaaa... jika aku memukulmu dengan bokkenku ini pasti nanti akan terjadi pertarungan ditempat ini dan akan menimbulkan peperangan" ucap naruto.

"Apa maksudmu? aku tidak akan terluka jika hanya terkena pedang kayu seperti itu! Dan juga aku tidak ingin terjadi peperangan lagi" ucap azazel.

"Ya jika aku memukulmu kan akan terjadi pertarungan antara aku dan kau paman. Apa kau yakin dengan ucapanmu itu paman? ya aku harap juga begitu paman" tanya naruto.

"Ya aku sangat yakin itu" balas azazel.

"Apa kau ingin mencobanya?" tanya naruto.

"Tidak-tidak, aku sekarang tidak ingin bertarung. Dan lagi aku hanya ingin tahu apa bokken itu bisa melukaiku?" tanya azazel.

"Bisa paman. Baiklah akan aku tunjukkan" ucap naruto.

Lalu naruto mengalirkan aura sucinya ke bokkennya dan detik berikutnya dia langsung menarik pedang Ex-Destruction-nya itu. Sementara azazel kaget karena merasakan aura suci yang kuat yang terpancar dari pedang itu tapi yang membuatnya makin kaget adalah dia tidak dapat merasakan aura apapun saat dalam bentuk bokken biasa tadi.

'Pedang apa ini. Kenapa aura sucinya kuat. Dan kenapa waktu masih berbentuk bokken tidak terpancar aura yang kuat ini. Aku tidak pernah mengetahui pedang ini selama ini dan juga dapat menekan auranya itu hingga tidak dapat dirasakan oleh siapapun. Dan kenapa anak kecil ini yang memegang pedang kuat seperti ini' batin azazel.

"Apa kau percaya sekarang paman?" tanya naruto.

"Ya aku percaya. Tapi pedang apa itu, kenapa pedang itu memancarkan aura suci yang kuat. Dan juga siapa kau sebenarnya, kenapa anak kecil sepertimu yang memegang pedang kuat seperti itu?" tanya azazel bertubi-tubi.

"Pedang ini diberi nama Ex-Destruction karena pedang ini memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar dan melebihi kekuatan penghancur pedang Excalibur Destruction. Sebelum aku menjawab pertanyaan terakhirmu itu. Aku mau bertanya pada paman. Apa paman mengenal orang yang bernama Minato Namikaze?" tanya naruto. Azazel kaget karena ada orang yang menanyakan nama temannya yang sudah meninggal 7 tahun yang lalu.

"Kenapa kau bisa tahu dengan Minato Namikaze?" tanya azazel.

"Sudah jawab dulu pertanyaanku itu, nanti akan aku beri tahu" ucap naruto.

"Baiklah. Dia adalah temanku dan dulu sebelum dia meninggal, dia juga menjadi pemimpin exorcist ke empat. Dan juga pemimpin Exorcist yang sangat hebat dari semua pemimpin exorcist yang pernah ada sejak dahulu. Namun pada 7 tahun lalu, dia itu pergi menjalankan tugas untuk menyelamatkan teman-temannya yang di tangkap oleh para iblis dari keturunan maou lama. Dia yang membebaskan semua exorcist bawahannya dan menyuruh semuanya segera pergi dari tempat itu. Tapi dia tetap ditempat itu karena dia melawan golongan para maou lama itu. Dan dia meninggal karena dia dikeroyok oleh iblis keturunan maou lama itu. Namun dia itu telah banyak membunuh iblis dari keturunan maou lama itu. Dan setelah itu dia diberi gelar sebagai seorang pahlawan bagi para exorcist" jelas azazel.

"Jadi begitu kebenarannya ya. Hmmm..." ucap naruto.

"Dan sekarang siapa kau sebenarnya, kenapa anak kecil sepertimu yang memegang pedang kuat seperti itu?" tanya azazel lagi.

"Sebelum aku menjawab. Aku mau tanya apa kau tau siapa yang membuat pedang Ex-Destruction ini?" tanya naruto.

"Tidak, aku tidak mengetahuinya. Dan aku juga baru mengetahuinya sekarang. Karena dari dulu tidak ada informasi tentang pedang Ex-Destructionmu itu" jawab azazel.

"Baiklah. Sebenarnya yang membuat pedang ini adalah tou-sanku. Dan dia memberinya padaku pada saat aku berulang tahun. Saat itu umurku masih 4 tahun." ucap naruto.

"Tou-sanmu?" tanya azazel.

"Ya dialah yang membuat pedang ini. Dan nama tou-sanku adalah..." ucap naruto.

"Adalah?" tanya azazel.

"Minato Namikaze" lanjut naruto. Dan itu membuat azazel kaget.

"A-apakah itu benar. Dan benarkah kau anak dari minato?" tanya azazel.

"Ya itu benar. Tou-sanku memberikan ini sebelum dia meninggal saat tugas. Sekarang aku sudah mengetahui kebenarannya tentang kematian tou-san" jawab naruto.

"Kenapa kau berada disini? bukannya minato dulu tinggal di Inggris? dan bagaimana kau bisa langsung menanyakan tentang minato padaku?" tanya azazel.

"Aku disini karena aku sedang di rumah baa-san dan jii-sanku. Dan aku masih tinggal di Inggris. Aku menanyakan itu karena aku mendapat pesan dari tou-san dan juga didalam pesan itu dia menyuruhku untuk menemuimu. Dan untuk menemuimu, dia memberi petunjuk kepadaku. Dimana orang yang harus aku temui itu sering di pinggir sungai saat malam hari dan juga seorang malaikat jatuh. Dan kata tou-san, paman memiliki cita-cita yang sama seperti tou-san?" tanya naruto.

"Ya aku memang memiliki cita-cita yang sama seperti tou-sanmu naruto. Memangnya ada apa dengan itu naruto?" tanya azazel.

"Mungkin aku bisa membantumu mewujudkan cita-citamu itu paman" ucap naruto.

"Tapi kau itu masih kecil naruto dan juga kau membutuhkan kekuatan yang besar untuk mewujudkan itu naruto" ucap azazel.

"Kau tenang saja paman. Aku sekarang ini masih mau masuk ke akademi exorcist. Dan juga berlatih disana. Jadi jika sudah saatnya tiba, aku akan membantumu paman" ucap naruto. Namun naruto beserta kurama merasakan sesuatu yang mendekat.

'Naruto apa kau juga merasakan aura ini?' tanya kurama.

'Ya aku merasakan auranya kurama, tapi aku tidak tau aura apa itu karena dia memiliki dua aura?' tanya naruto.

'itu aura iblis dan juga naga naruto' jelas kurama.

'naga?' tanya naruto. Namun sebelum kurama menjawab, orang yang dibicarakan sudah datang.

"Azazel, siapa anak kecil ini dan kenapa kau malam-malam berada diluar rumah seperti ini?" tanya seseorang yang baru datang itu.

'Dari auranya, tidak salah lagi, dia itu salah satu dari naga langit. Yang dikenal sebagai Vanishing Dragon, Albion. Dan orang ini bisa dikenal sebagai Hakuryuukou' ucap kurama.

"Dia itu naruto, vali. Dan dia juga anak dari teman lamaku" ucap azazel.

'Baiklah kurama' ucap naruto lewat telepatinya.

"Kau pikir aku hanya anak kecil yang takut akan malam hari ya. Jangan bercanda kau Hakuryuukou, Vanishing Dragon" ucap naruto.

'Bagaimana bisa dia tau tentangku, padahal aku tidak menunjukkan kekuatanku dan lagi dia hanya manusia biasa, apa dia memang bisa merasakan aura dragon ku ya!' batin vali.

'Vali, kau harus berhati-hati dengannya. Karena sepertinya anak ini bukan anak sembarangan. Aku tahu bahwa dia itu menekan auranya hingga tidak dapat dirasakan olehmu vali. Bahkan aku saja hanya dapat merasakannya samar-samar' ucap albion di dalam pikiran vali.

'Bagaimana naruto bisa mengetahuinya, padahal vali tidak menunjukkan kekuatannya dan juga dia datang kesini hanya dengan berjalan. Tapi jika dipikir-pikir memang benar naruto dapat merasakan aura walaupun ditekan hingga ketitik paling rendah. Seperti dia yang merasakan auraku tadi.' batin azazel.

"Siapa kau sebenarnya anak kecil? dan kenapa kau menekan auramu hingga tidak dapat dirasakan olehku, bahkan albion saja hanya dapat merasakan auramu samar-samar?" ucap vali.

"Kau benar vali, aku juga hanya dapat merasakannya sangat samar sekali. Apa kau memang menekan kekuatanmu naruto?" tanya azazel.

"Hah, kau tidak perlu tahu siapa aku hakuryuukou. Yang perlu kau tahu bahwa aku ini hanya anak kecil yang takut akan kegelapan malam. Hehehee..." ucap naruto sambil menyeringai.

"Kau memuatku jengkel" ucap vali, lalu dia mengeluarkan sepasang sayap naganya sambil berucap "BALANCE! BREAKER!".

[VANISHING DRAGON! BALANCE! BREAKER!]

Lalu tubuh vali bersinar dengan warna putih dan setelah itu vali sekarang menggunakan armor naga putih dengan sepasang sayap berwarna biru yang bersinar dan juga berlian yang berwana biru tua.

"Divine Dividing: Scale Mail" ucap vali.

"Kau ingin mengajakku bertarung ya? Sebenarnya aku kesini hanya ingin menemui paman azazel saja, tidak untuk bertarung" ucap naruto.

'Naruto, kau harus ingat. Jangan sampai kau terkena sentuhan dari si hakuryuukou itu. Dia itu bisa membagi kekuatanmu dan menjadikan kekuatannya. Tapi walaupun begitu, kau akan mendapatkan kembali kekuatanmu itu dengan EVOLUTION.' ucap kurama.

'Arigatou kurama' ucap naruto melalui telepatinya.

"Sudah cepat kau keluarkan kekuatanmu itu dan tunjukkan padaku" ucap vali.

"Sudah kubilang aku tidak ingin bertarung. Tapi kalau itu maumu, mau bagaimana lagi. Dan kau sepertinya masih belum bisa menguasai Balance Breakermu dengan sempurna" ucap naruto sambil menyeringai yang tidak terlalu kelihatan.

"Kau pikir kau mengetahui segalanya tentangku heh. TIDAK!" ucap vali.

"Baiklah kalau itu maumu. Ne paman azazel, bolehkah aku menitipkan bokkenku ini sebentar?" ucap naruto.

"Baiklah naruto. Tapi kenapa kau tidak menggunakan pedangmu ini untuk bertarung?" tanya azazel.

"Aku tidak bisa menggunakan itu paman. Karena aku masih belum bisa menguasainya. Jadi aku tidak bisa bertarung dengan pedang itu. Jika hanya iblis liar saja mungkin aku masih bisa menggunakan itu paman" ucap naruto.

"Baiklah naruto, berhati-hatilah" ucap azazel.

"Cepat kau tidak usah banyak omong anak kecil" ucap vali.

"Kau ini tidak bisa bersabar ya hakuryuukou." ucap naruto sambil tersenyum melihat dan naruto lalu melanjutkan "BALANCE! BREAKER!".

[FIREFOX TAILED BEAST! BALANCE! BREAKER!]

Lalu tubuh naruto diselimuti oleh cahaya berwarna kuning keemasan dan beberapa detik berikutnya dia sudah menggunakan armor Firefoxnya yang bersinar tidak begitu terang itu dan juga satu ekor yang melambai-lambai di belakannya yang terbuat dari Holy Firenya itu.

"Holy Fire: Tailed Mode One Tail" ucap naruto.

'Dia juga punya sacred gear?. Dan aura suci ini kenapa pekat sekali. Aku tidak pernah tau tentang sacred gear yang memiliki aura suci yang sangat pekat selain True Longinus. Apakah sacred gear yang naruto miliki ini adalah rival dari True Longinus. Tapi kenapa aku tidak tahu akan sacred gear yang seperti itu, dan juga tidak ada sacred gear yang seperti itu yang tergolong dalam 13 Longinus. Jika memang dia itu rival dari True Longinus, berarti dia akan memiliki peluang besar untuk mendamaikan dunia ini. Tapi jika True Longinus itu berada di jalan yang salah, mungkin itu akan menjadi penghambat terjadinya perdamaian. Aku berharap kau bisa menciptakan perdamaian ini naruto.' batin azazel.

'Kekuatan apa itu, kenapa memancarkan aura suci yang pekat sekali' batin vali.

'Vali, kau berhati-hatilah. Sepertinya dia memiliki sacred gear yang hampir setara dengan True Longinus, karena aura sucinya sangat pekat dan True Longinus juga memiliki aura suci yang sangat pekat juga. Aku dapat merasakan bahwa itu hanya sebagian kecil dari kekuatannya vali. Aku merasakan firasat buruk tentang hal itu.' ucap albion.

"Baiklah, sekarang kau aku perbolehkan menyerang terlebih dahulu" ucap naruto.

"Apa kau yakin anak kecil?" lalu vali langsung saja terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah naruto dan langsung melayangkan tinjunya ke arah naruto. Sementara naruto hanya melompat kesamping kiri. Vali lalu menyiapkan kekuatan sihirnya dan menembakkannya kearah naruto.

[DUARRRR]

Dan naruto hanya menghindarinya saja. Sementara vali masih terus menyerang naruto dan tidak ada yang kena satupun dari serangan vali. Dan naruto terus menghindarinya dengan menambahkan kecepatannya. Sudah beberapa menit berlalu tapi naruto masih menghindar saja.

Tapi saat itu juga vali langsung membuat dua bola sihir dikedua tangannya, dan yang satu dia langsung menembakkannya ke arah naruto.

[DUARRRR]

Dan naruto hanya mengindar tapi sudah disambut oleh serangan selanjutnya yaitu bola sihir satunya milik vali.

[DUARRRR]

Hampir dia terkena oleh serangan kedua dan dia berhasil menghindarinya. Tapi ditempat dimana dia menghindar, sudah ditunggu oleh vali yang langsung meninju perut naruto.

[DIVIDE!]

"Uhk... uhuk..." naruto terbatuk-batuk saat terkena tinjuan vali dan kekuatannya pun sudah berkurang setengahnya.

'Ternyata kau benar kurama, dia itu bisa membagi kekuatanku' ucap naruto.

'Kau berhati-hatilah naruto. Ingat, kunci kemenangan dalam pertarungan itu adalah konsentrasi yang tinggi, jadi kau berusahalah' ucap kurama.

'Arigatou kurama. Aku akan mencobanya lagi' ucap naruto.

"Sepertinya kekuatanmu sudah tinggal separuh yah? hahahaaa... kau tau, saat aku mengambil energimu, aku harus membuang beberapa energiku sendiri agar bisa menampung energimu itu. Ayo tunjukkan lagi kekuatanmu itu dan berhentilah menghindar. Hahahaa..." tanya vali.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan menyerangmu mulai sekarang" ucap naruto. "EVOLUTION!" ucapnya lagi.

[FIREFOX! EVOLUTION!]

Tubuh naruto bersinar kembali dan saat sinar sudah meredup, dapat dilihat bahwa ekor naruto sudah bertambah menjadi dua ekor.

"Holy Fire: Tailed Mode Two Tail" ucap naruto.

Naruto mengalirkan aura sucinya dan mengumpulkannya di tangan kanannya membentuk seperti bola api yang berputar dan memancarkan aura suci yang kuat dari bola api itu.

'Kenapa auranya itu meningkat dari yang sebelumnya dan aku juga dapat merasakan bola api itu memancarkan aura suci yang sangat kuat. Apakah ini hanya sebagian kecil dari kekuatan yang naruto miliki!' batin azazel yang dari tadi hanya memperhatikan dan membatin saja.

'Ke-kenapa kekuatannya meningkat dari sebelumnya' batin vali.

'Vali berhati-hatilah, aura suci yang dimilikinya semakin pekat' ucap albion.

"Kau akan merasakan ini HOLY FIRE" ucap naruto dan seketika itu naruto menghilang dan muncul didepan vali sambil memukulkan rasengan ke perutnya dan "RASENGAN"

[BLAARRR]

Dan itu membuat vali terlempar ke belakang dan juga tubuhnya berputar serta menghancurkan armor yang digunakan vali dan menyisakan sepasang sayap naganya itu. Karena efek dari rasengan naruto yang berputar dengan kencangnya dan tidak diketahui arah putarannya ke arah mana. Sementara naruto kembali ke tempat dimana azazel berada.

"Uhuk...uhuk..." vali terbatuk sambil mengeluarkan darah segarnya.

'Bagaimana bisa. Serangannya sangat kuat sekali. Dan aura suci itu membuatku terluka cukup parah.' batin vali.

"RESET" ucap naruto.

[FIREFOX! RESET!]

Seketika itu armor yang membungkus naruto sudah menghilang sepenuhnya.

'Serangan macam apa itu tadi, walaupun aku dapat melihat pergerakan naruto dengan samar. Tapi dia itu sangat cepat juga. Dia hampir sama seperti tou-sannya yang memiliki kecepatan super yang juga dijuluki sebagai Yelow Flash itu. Jika dia yang masih kecil seperti ini sudah mempunyai kekuatan seperti ini, bagaimana nanti jika dia sudah besar! Aku harap dia memang dapat mewujudkan perdamaian sejati' batin azazel lagi.

"Sebaiknya kita sudahi saja pertarungan ini hakuryuukou atau bisa aku panggil Vali. Kau berlatihlah terlebih dahulu agar kau bisa menggunakan balance breakermu itu secara sempurna. Sukur-sukur kau juga bisa menggunakan mode sejatimu, Juggernaut Drive milik albion itu. Tapi ingat, jika kau lepas kendali saat menggunakan mode itu, maka tubuhmu bisa hancur dan kau akan mati. Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dan ingat namaku Naruto Uzumaki. Mungkin setelah tiga tahun kedepan ini kita bisa bertemu lagi" ucap naruto.

"Baiklah, akan aku ingat itu naruto. Jika kita sudah bertemu nanti, aku akan memperlihatkan kekuatanku yang sesungguhnya padamu" ucap vali.

"Aku tunggu itu vali. Dan paman, aku harus pulang terlebih dahulu. Aku takut kaa-san marah padaku. Jika ada waktu, aku akan menemuimu paman." ucap naruto dan naruto langsung mengambil bokkennya yang dititipkan pada azazel.

"Baiklah naruto. Berhati-hatilah" ucap azazel.

"Arigatou paman" ucap naruto dan detik berikutnya, tubuh naruto telah terbungkus oleh Holy Firenya dan membakar tubuhnya hingga menghilang.


Saat ini naruto muncul lagi di depan rumah baa-sannya dan langung saja masuk karena hari sudah malam. Sementara lampu didalam rumah sudah dimatikan. Naruto terus berjalan dan saat dia sampai didekat ruang keluarga. Tiba-tiba lampunya hidup dan disana sudah ada kaa-san dan baa-sannya yang menunggu. Sementara jii-sannya lagi duduk di ruang keluarga itu.

"Dari mana saja kamu? kenapa baru pulang sekarang?" tanya kaa-sannya yang dengan nada tingginya yang deketahui sedang marah.

"Go-gomen kaa-san, baa-san naru pulang malam" ucap naruto yang sekarang menundukkan kepalanya karena takut.

"Apa kau tau sekarang sudah larut malam? dan siapa orang yang kau temui malam-malam begini?" sekarang yang bertanya baa-sannya.

"Aku tau baa-san, gomen. Aku tadi masih menemui paman" jawab naruto.

"Paman siapa naruto? bukannya kau tidak mengenal orang lain disini?" tanya jiraiya yang ikut bergabung dengan mereka.

"Aku memang tidak mengenal orang-orang sini jii-san, tapi aku baru mengenal paman itu. Dan paman itu adalah teman tou-san" jawab naruto.

"Te-teman tou-sanmu?" tanya kushina dan naruto mengangguk. "Bagaimana kau tau kalau dia teman tou-sanmu?" tanyanya lagi.

"Aku mendapat pesan dari tou-san untuk menemui temannya itu. Dan tou-san juga berpesan agar aku dapat mengenalnya seperti tou-san mengelanya." jawab naruto.

"Tapi dari mana kau mendapat pesan tou-sanmu itu naru-chan?" tanya kushina.

"Tou-san menulis sebuah surat dan menyelipkannya di pedang buatannya ini kaa-san." jawab naruto.

"Baiklah, kali ini kau aku maafkan naru-chan. Tapi ingat, jika kau melakukan itu lagi! kau tidak akan kaa-san maafkan" jelas kushina.

"Ba-baik kaa-san." jawab naruto.

Dan mereka semua sekarang pergi ke kamar mereka masing-masing untuk tidur. Sementara naruto yang sudah tidur, diapun bermimpi.


NARUTO POV

NARUTO DREAM

Aku berada dimana sekarang. Kenapa tempat ini semuanya putih. Sebenarnya tempat apa ini.

"Naruto" aku mendengar suara yang memanggilku, tapi aku tidak tau suara itu darimana.

"Naruto apa kau mendengarku?" suara itu lagi, dari mana sebernarnya suara itu.

"Ya aku mendengarmu. Tapi dimana kamu berada?" tanyaku karena aku penasaran dengan suara itu.

"Aku berada di belakangmu naruto." ucap suara itu. Aku pun berbalik dan yang aku lihat ada seseorang disana.

"To-tou-san! apa kau tou-san?" tanyaku ke orang itu.

"Ya aku tou-sanmu naruto. Ternyata kau sudah besar sekarang ya." jawab tou-san. Aku langsung saja memeluk tou-san, karena aku kangen sekali sama tou-san.

"Tou-san, kenapa baru sekarang menemui naru? Dan kenapa tou-san waktu itu pergi?" tanyaku pada tou-san.

"Maafkan tou-san naru. Tou-san waktu itu harus pergi. Karena tou-san itu pemimpin exorcist pada waktu itu, jadi tou-san harus menyelamatkan semua bawahan tou-san. Waktu itu bawahan tou-san banyak yang disekap oleh para iblis. Dan tou-san langsung saja menyelinap ke tempat mereka. Karena waktu itu hanya tou-san yang bisa menyelinap dengan tanpa ketahuan oleh siapapun. Tapi setelah tou-san menyelamatkan semua bawahan tou-san, tou-san di tunggu oleh para pemimpin iblis waktu itu. Dan yang memberi tahu pada iblis itu adalah salah satu dari bawahan tou-san yang berkhinanat dan dia juga mantan murid tou-san dulu. Dan mungkin sekarang dia sudah di keluarkan dari exorcist. Dia bernama Freed Sellzen." Akupun kaget mendengar penjelasan dari tou-san. Jadi tou-san itu di khianati oleh bawahannya.

"Apa iblis yang tou-san hadapi itu dari keturunan maou lama?" tanyaku pada tou-san, karena aku ingin mengetahuinya secara lengkap.

"Ya kau benar naruto. Mereka memang keturunan dari 4 maou lama. Waktu itu ada Lucifer, Belzebub, Asmodeus, dan leviathan yang menyerangku. Dan apa kau sudah menemui teman tou-san?" tanya tou-san padaku.

"Aku sudah bertemu dengannya tou-san dan dia juga bilang padaku bahwa tou-san meninggal pada waktu itu karena diserang oleh keturunan maou lama. Memangnya kenapa tou-san?" tanyaku.

"Tidak. Jika kau sudah bertemu dengan temanku itu. Berarti kau sudah membaca isi suratku bukan?" tanya tou-san memastikan.

"Ya aku sudah membacanya tou-san" jawabku.

"Jika kau sudah membacanya, berarti kau itu sudah memiliki aura suci?" tanya tou-san.

"Aku sudah memilikinya tou-san." jawabku.

"Jika kau sudah memiliki aura suci, bisa dikatakan kau itu sudah masuk ke exorcist?" tanya tou-sanku.

"Aku masih belum masuk ke exorcist tou-san, aku masih mau masuk dan aku mulai masuk ke akademi exorcist minggu depan tou-san" jawabku.

"Terus kau mendapat aura suci itu dari mana naruto? Dan aku hampir lupa, jika kau nanti sudah masuk ke akademy exorcist, kau temuilah murid tou-san, dia bernama Hatake Kakashi. Dia mungkin bisa menjagamu disana" tanya tou-san untuk memastikan kekuatan yang aku miliki.

"Aku mendapatkan aura itu karena aku dibantu oleh partnerku tou-san. Baik tou-san aku akan menemuinya jika sudah disana" jawabku memberi tahu tou-san bahwa aku itu mendapatkan kekuatanku dari partnerku yaitu kurama.

"Partner? siapa partnermu itu naruto?" tanya tou-san.

"Dia bernama Kurama dan dia juga mendiami tubuhku tou-san?" jawabku.

"Kurama! mendiami tubuhmu! apa kau memiliki sacred gear naruto?" tanya tou-san.

"Ya bisa dibilang seperti itu tou-san." jawabku.

"Tapi aku tidak pernah mendengar ada mahluk yang bernama kurama dan mendiami sacred gear" ucap tou-san.

"Ya memang sejak dulu belum pernah ada tou-san. Dan yang menjadi pertama dan terakhir yang akan menjadi partnernya hanya aku tou-san. Dan kurama itu tidak disegel di benda tou-san" jawabku.

"Jadi bisa dibilang, hanya kau yang akan memiliki kekuatannya naruto. Dan apa maksudnya dia tidak disegel di benda apapun. Setahuku, mahluk itu disegel di dalam sacred gear yang berbentuk benda. Lalu dia di segel dimana naruto?" tanya tou-san.

"Dia itu disegel langsung ketubuhku tou-san" jawabku.

"Disegel langsung ketubuhmu? bagaimana bisa naruto?" tanya tou-san.

"Memang kebenarannya seperti itu tou-san. Dan bisa dikatakan bahwa tubuhku ini adalah sacred gearku tou-san" jawabku.

"Jadi seperti itu ya. Sejak dulu tidak ada mahluk yang langsung disegel ke dalam tubuh manusia. Dan hanya di segel ke dalam benda saja. Jika seperti itu, berarti kau dan kurama itu bisa menyatu. Dan mahluk apa yang mendiami tubuhmu itu naruto?" tanya tou-sanku.

"Dia rubah api suci yang memiliki ekor berjumlah sembilan" jawabku.

"Rubah api suci! Dan memiliki ekor berjumlah sembilan! setahuku tidak pernah ada mahluk seperti itu, bahkan hingga memiliki ekor yang berjumlah sembilan itu. Aku harap kau itu tidak menggunakan kekuatanmu itu untuk kejahatan naruto. Gunakanlah kekuatan yang di berikan tuhan kepadamu itu untuk kebaikan. Dan saat kau melawan musuhmu, jangan sampai kau melawannya menggunakan emosimu naruto. Karena jika itu terjadi, maka kau akan kehilangan kendali. Jadi latihlah pengontrolan emosimu itu. Dengan mengontrol emosimu, kau akan bertarung dengan maksimal dan tidak akan mendapat gangguan. Jadi, saat bertarung kau harus tenang dan tetap focus pada musuhmu. Dengan begitu kau akan memiliki peluang yang besar untuk menang. Apa kau mengerti naruto?" jelas tou-san padaku.

"Ya aku mengerti tou-san, dan aku juga sudah belajar mengontrol emosiku itu sejak aku berumur 8 tahun tou-san. Karena untuk bisa mengendalikan kekuatanku itu, aku harus bisa memiliki konsentrasi yang bagus dan kontrol yang bagus juga. Karena itu aku belajar mengendalikan emosiku tou-san agar tidak menghancurkan konsentrasiku itu." Jawabku.

"Bagus kalau kau sudah mengerti naruto. Apa kau sudah bisa menggunakan pedang Ex-Destruction itu?" tanya tou-sanku.

"Belum tou-san, aku belum bisa menggunakannya. Aku baru tahu kemaren lusa kalau bokken itu adalah pedang asli. Lalu bagaimana cara menggunakan pedang itu tou-san agar pedang itu bisa mengeluarkan kekuatannya." tanyaku mengenai pedang Ex-Destruction.

"Itu mudah saja naruto, kau hanya perlu mengalirkan auramu pada pedang itu. Sebagai contoh jika kau ingin mengeluarkan kekuatan penghancurnya itu kau hanya perlu mengalirinya dan mengarahkannya kesasaran dan dari situ akan diketahui efek dari pedangmu itu. Dan juga pedang itu hanya akan bereaksi pada keturunanku saja. Jadi jika pedang itu di pegang oleh orang lain, maka tidak akan bisa mengeluarkan kekuatannya. Apa kau mengerti naruto?" jelas tou-san.

"Aku mengerti tou-san." ucapku.

"Bagus kalau begitu dan sekali lagi ingat jangan pergunakan kekuatanmu itu untuk kejahatan naruto. Gunakanlah kekuatanmu itu untuk menolong orang lain dan juga untuk melindungi orang-orang yang kau sayangi dan berharga bagimu. Dan ingat, cobalah kau belajar untuk saling memaafkan orang yang sudah jahat padamu atau orang yang menjadi musuhmu. Dengan begitu, kau tidak akan memiliki dendam pada siapapun dan juga tidak melahirkan rantai kebencian yang tidak ada akhirnya itu sampai salah satu dari mereka itu sadar akan kelakuannya." ucap tou-san.

"Baik tou-san" balasku.

"Naruto, tou-san sudah tidak memiliki banyak waktu lagi" ucap tou-san.

"Kenapa tou-san" tanyaku.

"Aku harus segera pergi" jawab tou-san.

"Tapi kenapa harus secepat itu tou-san. Aku masih ingin bersama denganmu tou-san" jawabku yang dari tadi masih setia memeluk tou-san dan makin mengeratkan pelukanku.

"Aku tidak bisa lama-lama disini naruto. Tolong kau jaga kaa-sanmu, jii-san dan baa-san naruto. Tolong bantu juga temanku itu agar dia dapat mewujudkan cita-citanya untuk mendamaikan dunia ini naruto. Dan tolong bilang pada kaa-sanmu bahwa tou-san sangat menyayanginya. Aku juga sangat menyayangimu naruto. Aku juga menyayangi jii-san dan baa-sanmu. Aku harus segera pergi naruto." ucap tou-sanku.

"Baiklah tou-san. Aku akan menjaga dan melindungi keluargaku. Dan aku juga akan menyampaikannya pada kaa-san" balasku.

"Baiklah kalau begitu. Jaga dirimu naruto. Dan selamat tinggal" ucap tou-san dan tou-san langsung melepas pelukanku dan dari tubuhnya itu mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang dan setelah cahaya itu menghilang, aku sudah tidak melihat tou-san ada disana. Mungkin tou-san itu sudah pergi.

"Selamat tinggal tou-san. Aku juga akan selalu menyayangimu" gumamku. Dan tiba-tiba tempat yang aku tempati sekarang ini bersinar sangat terang. Dan setelah itu aku sudah tidak disitu lagi.

END NARUTO DREAM

END NARUTO POV


Skip time.

NORMAL POV

"Naru-chan cepat bangun sekarang sudah pagi" ucap kushina yang saat ini lagi membangunkan naruto.

"Engh. . . 5 menit lagi kaa-san" ucap naruto.

"Cepat bangun kalau tidak, kaa-san tidak akan memasakkanmu ramen" ucap kushina.

'Tidaaaakk... aku tidak mau kehilangan ramenku' batin naruto.

"Ba-baik kaa-san naru akan bangun" ucap naruto.

"Bagus, cepat sana mandi dan ganti bajumu" ucap kushina.

"Baik kaa-san" ucap naruto dan dia langsung pergi ke kamar mandi.


Skip Time.

Naruto saat ini sudah berada di ruang makan bersama kushina, tsunade dan jiraiya. Dan mereka sudah selesai makan.

"Kaa-san" panggil naruto.

"Ada apa naru-chan?" tanya kushina.

"Aku tadi malam bertemu tou-san" ucap naruto.

"Be-bertemu mi-minato?" tanya mereka bersamaan.

"Ya, tou-san mendatangiku di mimpiku kaa-san. Dan tou-san bilang, dia sangat sayang sama kaa-san, aku, baa-san dan juga jii-san. Tou-san ingin aku selalu melindungi semua keluargaku, orang yang aku sayangi dan juga orang yang berharga bagiku. Dan juga selalu menolong orang lain. Itulah yang tou-san bilang padaku" ucap naruto.

"Apakah tou-sanmu menceritakan tentang kematiannya waktu itu naru-chan?" tanya kushina.

"Iya kaa-san" jawab naruto.

'Kenapa minato menceritakan kebenarannya, jika naru-chan nekat dan ingin membalas akan kematian tou-sannya, bisa-bisa dia dalam bahaya. Aku harap dengan naru-chan yang masuk ke akademi exorcist itu bisa membuatnya tidak berada dalam bahaya. Dan aku berharap agar yang menjadi pembimbingnya disana adalah kakashi murid tou-sannya.' batin kushina.

"Kenapa kaa-san diam saja? Apa ada yang kaa-san pikirkan?" tanya naruto yang membuat kushina keluar dari pikirannya itu.

"Ti-tidak ada naru-chan. Kaa-san tidak memikirkan apa-apa kok" jawab kushina.

"Baiklah aku akan berangkat kushina, naru-chan dan jiraiya agar tidak telat mengajarnya" ucap tsunade dan dia pun langsung berangkat kesekolah tempat dia mengajar.

"Ne naruto, apa kau mau ikut denganku?" tanya jiraiya.

"Kemana jii-san?" tanya naruto.

"Aku mau ke onsen untuk mencari inspirasi tentang novel terbaruku" jawab jiraiya. Kushina yang mendengar anaknya akan diajak ketempat nista tou-sannya itu langsung menegur naruto.

"Kau jangan ikut jii-san naru-chan. Jika kau ingin ikut jii-san sebenarnya tidak apa-apa. Tapi..." ucap kushina sambil menyeringai.

"Ta-tapi?" tanya naruto yang semakin ketakutan akan ancaman yang akan di berikan kaa-sannya itu.

"Tapi kau tidak akan pernah aku masakkan ramen lagi. Apa kau mau naru-chan?" tanya kushina yang masih tetap dengan seringainya.

[GLEGARRRR]

Tubuh naruto pun menegang seperti terkena sambar oleh petir.

'Bagaimana jika kaa-san memang tidak akan pernah memasakkanku ramen lagi. Apalagi ramen buatan kaa-san kan sangat spesial. Apa yang akan terjadi nanti jika hidup tanpa ramen kaa-san. Arrrggghh ... sebaiknya aku tidak ikut jii-san dari pada kehilangan ramen spesial kaa-san' batin naruto.

"Ti-tidak kaa-san. A-aku tidak akan ikut jii-san. Aku tidak ingin kehilangan ramenku" jawab naruto. Dan jawaban itu membuat kushina tersenyum karena ancamannya itu berhasil.

"Baiklah jika kau tidak mau. Aku akan berangkat sendiri saja. Aku berangkat kushina, naruto" ucap jiraiya dan mereka berdua hanya mengangguk.

"Ne kaa-san, kita akan pergi kemana sekarang?" tanya naruto.

"Kita akan pergi jalan-jalan naru-chan. Naru-chan ingin jalan-jalan kemana?" tanya kushina.

"Naru tidak tau kaa-san." jawab Kirim masukan Privasi & Persyaratan

"Bagaimana kalau kita mengunjungi butik kaa-san di kota ini dan juga nanti kita jalan-jalan ketaman?" usul kushina.

"Jadi kita akan pergi bertemu ayame-neechan kaa-san?" tanya naruto. Ayame adalah anak dari teuchi pemilik kedai ramen. Dia di beri kepercayaan oleh kushina untuk mengurus butiknya itu di kota ini. Dan ayame sudah dianggap seperti adiknya sendiri oleh kushina.

"Ya kita akan kesana. Ayo kita berangkat sekarang" ajak kushina.

"Tunggu kaa-san, aku akan mengambil bokkenku dulu" pinta naruto.

"Baiklah, kaa-san akan tunggu di depan" ucap kushina.

Naruto langsung berlari kekamarnya dan mengambil bokkennya dan setelah itu dia langsung keluar kamar dan berjalan menuju dimana kushina sekarang berada.

"Apa kita akan berangkat sekarang kaa-san?" tanya naruto yang sudah berada di samping kushina.

"Tentu" jawab kushina.


Naruto dan juga kushina pun berjalan di trotoar sambil melihat-lihat jalanan yang agak ramai. Setelah berjalan selama 30 menit akhirnya mereka sampai juga didepan butik kushina yang terdapat tulisan "UZUMAKI's Shop". Mereka langsung masuk ke dalam butik itu dan langsung menemui ayame.

"Ayame-neechan" panggil naruto.

Ayame yang merasa dipanggil langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang memanggilnya itu. Saat sudah di ketahui siapa yang memanggil, diapun tersenyum kepada orang yang memanggilnya.

"Ah naru-chan dan kushina-nee. Kapan naru-chan datang kesini?" sapa ayame sambil bertanya ke naruto.

"Baru kemaren naru sama kaa-san sampai nee-chan. Bagaimana kabar nee-chan?" tanya naruto.

"Aku baik-baik saja naru-chan. Apa naru-chan disini akan mencari-cari pakaian?" tanya ayame.

"Naru tidak tau. Apa kaa-san akan mencarikan naru pakaian?" tanya naruto pada kaa-sannya.

"Tentu. Jika naru-chan ingin mencari pakaian yang bagus, kenapa tidak" jawab kushina.

"Naru ingin punya jubah seperti milik tou-san dan berkanji UZUMAKI di belakang, karena punya tou-san dulu berkanji NAMIKAZE jadi aku ingin pakai UZUMAKI dan aku ingin jubah itu berwarna putih dan terdapat aksen jilatan api dibagian bawahnya yang berwarna kuning keemasan" ucap naruto.

"Kalau itu harus memesan terlebih dahulu naru-chan. Apa kau yakin akan menggunakan jubah naru-chan?" tanya kushina.

"Naru yakin kaa-san. Tapi naru akan memesannya setelah 3 tahun nanti. Jadi naru nanti akan memakainya saat sudah besar." ucap naruto.

"Baiklah naru-chan, nee-chan akan menunggu waktu itu tiba dan nee-chan akan memesankannya untukmu." ucap ayame.

"Arigatou nee-chan" ucap naruto yang langsung memeluk ayame.

"Sudah-sudah, ayo kita jalan-jalan lagi naru-chan. Nah ayame, aku pergi dulu." ucap kushina.

"Baik kushina-nee" balas ayame.


Kushina dan naruto saat ini melanjutkan jalan-jalannya lagi dikota kuoh itu. Mereka berjalan menuju kedai ramen dimana pemilik kedai itu adalah teuchi, tou-san dari ayame. Saat mereka sudah sampai didepan kedai, mereka langsung saja masuk dan duduk.

"Yo teuchi-jiisan" panggil naruto pada teuchi.

"Oh ternyata kau naruto dan kau datang juga kushina?" tanya teuchi.

"Ya begitulah paman" ucap kusina.

"Kalian ingin pesan apa?" tanya teuchi.

"Aku pesan miso ramen jii-san" ucap naruto.

"Aku ramen biasa saja paman" ucap kushina.

"Baiklah dua ramen akan segera datang" ucap teuchi yang langsung masuk untuk menyiapkan ramennya. Setelah beberapa saat teuchi pun kembali dengan membawa 2 mangkuk ramen.

"Ramen sudah siap" ucap teuchi yang menghidangkan ramen itu pada kushina dan naruto.

"Arigatou jii-san" ucap naruto.

Mereka berdua langsung memakan ramennya hingga habis.

"Paman uangnya aku taruh dimeja" ucap kushina.

"Ya datang lagi ya" ucap teuchi.

"Ya" ucap mereka berdua.

Setelah itu mereka pergi melanjutkan jalan-jalan mereka dan mereka segera pulang karena hari sudah agak sore.

TO BE CONTINUED