========== Chapter 3 ==========

Saat ini sudah malam hari dan jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Naruto berjalan-jalan untuk mencari sesuatu yang menarik. Dia terus menyusuri jalan dan saat naruto berjalan didaerah bukit yang diatas terdapat kuil. Dia mendengar orang yang sepertinya minta tolong.

"To-tolong ja-jangan bu-bunuh a-anakku" ucap orang yang meminta tolong itu dengan suara yang sepertinya sudah tidak kuat lagi karena terdapat luka di tubuhnya itu.

"Aku harus tetap membunuhnya, jadi segera menyingkirlah" ucap orang yang sedang ingin membunuh orang itu.

Karena naruto seperti mendengar sesuatu akan adanya bahaya yang terjadi. Dia langsung saja berlari ke atas bukit itu menuju kekuil yang berada diatas. Setelah sampai disana, naruto langsung saja buka suara.

"Ada apa ini kok ribut malam-malam." tanya naruto.

Mereka yang mendengar ada suara dari belakang mereka langsung berbalik dan melihat naruto.

"Anak kecil sepertimu kenapa malam-malam berada ditempat ini?" tanya salah satu dari mereka.

"Oh aku, sebenarnya aku hanya ingin pergi kekuil ini saja. Tapi karena ada keributan, aku segera saja berlari kesini. Setelah sampai disini, ternyata aku melihat segerombolan manusia yang tidak tau diri yang ingin membunuh sesamanya dan juga seperti pecundang yang main keroyokan serta beraninya hanya sama perempuan. Benar-benar manusia yang tidak tau diri. Kalian itu malah membuat malu existensi manusia saja" ucap naruto yang dapat membuat semua orang yang menyerang tadi itu semakin marah karena diejek oleh anak kecil.

"Anak kecil sepertimu beraninya kau mengejek kami" ucap salah satu dari mereka dengan suara yang tinggi.

"yareyare, kalian pikir aku datang kesini tanpa persiapan. Coba lihat aku saat ini sudah membawa bokkenku ini" ucap naruto yang memegang bokkennya ditangan kanannya dan menepuk-nepukkan ke bahu kanannya.

"Hahaha... kau pikir kau dapat mengalahkan kami hanya dengan pedang kayu seperti itu. Kau jangan bercanda. Apalagi kau itu hanya anak kecil. Hahahaa kau itu membuatku ketawa saja" ucap salah satu dari mereka.

"Oh benarkah? tapi kalau dipikir-pikir memang benar sih. Tapi mau bagaimana lagi, aku cuma punya bokkenku ini saja. Jadi ayo siapa yang mau maju duluan melawan anak kecil ini?" tanya naruto.

"Kau akan mati bocah" ucap salah satu dari mereka yang maju.

"Oh begitukah, kalau begitu silahkan dibuktikan omonganmu itu" ucap naruto yang masih dengan nada tenang tanpa ada rasa ketakutan.

"Kau akan aku bunuh" ucap orang yang maju tadi dan dia langsung saja berlari kearah naruto berada.

Orang itu langsung saja menebaskan pedangnya secara vertikal pada naruto. Namun naruto hanya menggeser badannya kesamping kirinya agar tidak terkena serangan. Merasa serangannya tadi gagal, orang tadi langsung menebaskan pedangnya secara horizontal dengan target adalah leher naruto. Naruto hanya menundukkan badannya dan memukulkan bokkennya itu pada tangan musuhnya yang sedang memegang pedang. Seketika itu pedang yang dipegang musuhnya langsung jatuh ketanah.

"Hanya segitukah kekuatan orang dewasa seperti kalian. Yareyare, kalian ini membosankan sekali. Apa kalian tidak malu dikalahkan hanya oleh anak kecil sepertiku. Kalau aku jadi kalian, aku merasa malu dan langsung bunuh diri ditempat. Hahahahaa..." ucap naruto yang membuat mereka semua semakin marah pada naruto.

"Semuanya segera serang dia" ucap salah satu dari mereka.

"Baik" ucap yang lainnya.

"Kalian mau main keroyokan ya? baiklah jika itu mau kalian" ucap naruto.

Mereka segera berlari kearah naruto berada dengan mengacungkan pedang yang mereka bawa. Naruto hanya mengalirkan auranya pada bokkennya dan langsung menarik pedang yang ada didalamnya dan seketika dia bersiap untuk menerima serangan. Naruto mengalirkan auranya lagi pada pedang Ex-Destructionnya itu untuk menggunakan kekuatan penghancurnya. Salah satu musuhnya pun sampai didepan naruto dan langsung mengayunkan pedangnya secara vertical sementara naruto hanya menahannya secara horizontal. Namun anehnya pedang yang mereka gunakan untuk menebas naruto itu malah hancur saat mengenai pedang naruto.

[CRASSSS]

'Bagaimana bisa pedangku hancur saat mengenai pedang anak itu. Apa yang sebenarnya terjadi.' batin dari musuh yang menyerang naruto barusan.

Dan yang lainnya terus mencoba untuk mengenai naruto, tapi sama seperti temannya tadi yang juga pedangnya hancur. Merasa serangannya gagal, salah satu dari mereka menyuruh berhenti untuk menyerang.

"Hentikan serangan kalian" ucap salah satu dari mereka.

'Bagaimana bisa semua pedang yang menyentuh pedangnya langsung hancur. Apa yang terjadi dan siapa anak ini sebenarnya' batin dari mereka semua.

"Yareyare, kenapa kalian malah berhenti menyerangku? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya naruto pada mereka.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya salah satu dari mereka.

"Oh kalian ingin tahu siapa aku, baiklah akan aku beritahu" ucap naruto sambil menyeringai dan dia melanjutkan "Tapi dengan ini" ucap naruto sambil mengangkat pedangnya itu.

"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya mereka ketakutan.

"Aku hanya ingin membunuh kalian karena kalian itu sudah jahat terhadap sesama manusia, jadi aku basmi saja dari pada nanti menyerang orang lain lagi." ucap naruto.

Naruto langsung menghilang dari tempatnya berdiri tadi. Dia itu menggunakan kekautan Excalibur Rapidly yang memiliki kecepatan hebat. Dengan itu naruto langsung menebas dan menusuk mereka satu persatu.

[JRASSS][JRASSS][JRASSS][JRASSS][JRASSS][JRASSS][JRASSS]

"Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..." "Arrrrghhhh..."

"Kalian seharusnya tidak meremehkan lawan kalian yang walaupun anak kecil ini" ucap naruto dan dia langsung menghampiri 2 orang yang dari tadi hanya melihat naruto membunuh orang-orang yang menyerangnya.

"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya naruto walaupun dia tahu salah satu dari mereka sudah terluka parah.

"A-aku baik-baik saja" ucap seorang anak perempuan yang bersama ibunya itu.

"Si-siapa na-namamu n-nak?" ucap seorang ibu yang dengan nada yang seperti sudah tidak kuat lagi.

"Namaku Naruto Uzumaki" ucap naruto.

"A-ak-aku mi-minta to-tolong nak. To-tolong ja-jaga pu-putriku i-ini" ucap seorang ibu itu.

"Ta-tapi hiks kaa-san hiks..., aku hiks ingin bersama kaa-san hiks... hiks..." ucap anak perempuan itu sambil menangis dan masih terus memeluk kaa-sannya itu.

"Su-sudah lah. Ka-kau pa-pasti bi-bisa wa-walaupun hi-hidup ta-tanpa kaa-san. Kaa-san i-ngin kau tum-buh de-dewasa dan men-jadi ku-kuat. To-tolong ya nak. Ja-jagalah pu-putriku ini" ucapan seorang ibu itu.

"Baiklah aku akan menjaga anak anda" balas naruto.

"A-arigatou nak" ucap seorang ibu itu dan seketika itu dia menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal ditempat.

"Kaa-saannnn... hiks... hiks... hiks..." teriak akeno yang mengetahui kaa-sannya sudah tiada dan dia masih tetap menangis.

"Sudahlah kau tenangkan dirimu dan kau harus ingat apa pesan kaa-sanmu tadi. Jadi tenangkan dirimu ya" ucap naruto yang sambil menepuk bahu anak perempuan itu. Dan anak perempuan itu langsung memeluk naruto sambil menangis. Sementara naruto hanya mengelus-elus rambut anak perempuan itu sambil berusaha menenangkannya.

"Ta-tapi hiks... kaa-san... hiks..." ucap gadis itu.

"Sudah sudah, tenangkanlah dirimu. Aku yakin kau pasti kuat. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki. Siapa namamu?" Tanya naruto sambil memperkenalkan dirinya lagi.

"Na-namaku hiks... Akeno hiks... Himejima" ucap gadis yang bernama akeno itu yang masih berada dipelukan naruto.

"Sudah ya akeno-chan. Kita harus segera pergi dari tempat ini. Sebelum teman-teman mereka datang kesini" ucap naruto.

"Ba-baiklah hiks naru-kun" ucap akeno.

"Ayo kita pergi" ajak naruto.

Mereka berduapun pergi dari situ. Mereka turun dari perbukitan. Mereka terus berjalan. Setelah 30 menit kemudian, mereka sampai di depan "UZUMAKI's shop" dimana naruto saat ini mengajak akeno ke butik milik kaa-sannya.

"Na-naru-kun, kenapa kita kesini?" tanya akeno yang dirinya sudah tenang.

"Kau akan mengganti bajumu itu karena bajumu sudah sangat kotor" ucap naruto.

"Ta-tapi" ucap akeno.

"Sudah ayo kita masuk" ajak naruto.

"Ba-baik naru-kun" ucap akeno.

Mereka berdua pun masuk ke butik milik kaa-san naruto itu dan menuju ke jempat dimana ayame berana.

"Nee-chan" panggil naruto pada ayame.

"Oh kau naru-chan. Dan siapa gadis yang bersamamu itu, apa dia kekasihmu? hehehe" tanya ayame.

"Bu-bukan nee-chan. Dia ini teman baruku. Dan berhentilah menggodaku seperti itu nee-chan. Kau tau kan aku ini masih kecil, jadi tidak boleh berpikiran seperti itu. Perkenalkan dirimu akeno-chan" ucap naruto.

"Ba-baik naru-kun. Namaku Akeno Himejima" ucap akeno.

"Wah namanya akeno ya. Baiklah. Jadi naru-chan ada apa kau kesini malam-malam begini?" tanya ayame.

"Nee-chan tolong ganti pakaian yang dipakai akeno-chan ini dengan baju yang baru. Bisakan nee-chan?" ucap naruto.

"Baiklah naru-chan. Ayo akeno-chan" ajak ayame pada akeno.

Akeno berserta ayame langsung pergi untuk mengganti pakaian akeno. Sementara naruto hanya menunggu ditempat sambil meminum minuman kaleng yang dibelinya di depan butik kaa-sannya itu. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya akeno beserta ayame pun keluar dan dengan akeno yang sudah menggunakan pakaian yang bagus.

"Bagaimana naru-chan, bagus bukan" ucap ayame.

"Iya bagus nee-chan. Dan kau sangat cantik sekali akeno-chan" ucap naruto. Sementara akeno hanya merona dipuji oleh orang yang sudah menolongnya itu.

"Wah ternyata kau pintar juga menggoda perempuan ya naru-chan" ucap ayame.

"Hah, sudahlah nee-chan jangan selalu menggodaku seperti itu." ucap naruto.

"Baiklah baiklah. Jadi kenapa kau malam-malam keluar naru-chan?" tanya ayame.

"Aku mau jalan-jalan nee-chan." ucap naruto.

"Tapi kenapa harus jalan-jalan malam hari?" tanya ayame.

"Aku jalan-jalan sambil ingin bertemu paman" ucap naruto.

"Pamanmu? siapa naru-chan?" tanya ayame.

"Dia teman tou-san waktu dulu sebelum tou-san meninggal. Jadi tou-san menyuruhku untuk menemui temannya itu jika sudah besar. Makanya aku mau menemuinya nee-chan. Tapi berhubung sudah larut malam, jadi aku pulang saja nee-chan. Yasudah nee-chan, aku pergi dulu. Dan untuk pakainnya tolong tulis saja kalau aku yang mengambilnya" ucap naruto.

"Baiklah naru-chan" ucap ayame.

"Ayo akeno-chan" ajak naruto.

"Baik naru-kun" ucap akeno.

Naruto dan akeno pun melanjutkan jalan-jalan mereka. Mereka terus menyusuri jalanan dimalam hari itu. Dan mereka berhenti tepat didepan kedai ramen.

"Akeno-chan, apa kau lapar?" tanya naruto.

"Tidak naru-kun" ucap akeno.

[Kruyuk...kruyuk]

Akeno yang perutnya berbunyi pipinya langsung memerah karena malu.

"Ah sepertinya perutmu itu berkata lain. Hahahaaa..." ucap naruto.

"Ayo kita masuk" lanjut naruto.

"Ba-baik naru-kun" ucap akeno.

Mereka berdua pun langsung masuk ke kedai ramen itu.

"Yo jii-san, aku datang lagi" ucap naruto.

"Oh kau datang lagi naruto dan kau membawa kekasihmu ya. Wah cantiknya... Ternyata kau pintar juga memilih wanita naruto. hahahaaaa..." ucap teuchi.

"Dia bukan kekasihku jii-san. Dia temenku. Dan berhenti menggodaku seperti itu. Jii-san tau kan kalau aku masih kecil. Jadi tidak boleh berbicara seperti itu." ucap naruto.

"Baiklah sekarang kau mau pesan apa?" tanya teuchi.

"Aku pesan miso ramen saja, kalau kau akeno-chan?" tanya naruto.

"A-aku sa-sama denganmu saja naru-kun" ucap akeno.

"Baiklah, dua miso ramen segera datang" ucap teuchi dan langsung masuk.

"Ne akeno-chan" pangil naruto.

"Y-ya naru-kun?" ucap akeno sambil menghadap ke naruto.

"Apa kau mau bercerita tentang masalah yang tadi padaku?" ucap naruto.

"..." akeno hanya menundukkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan naruto.

Naruto yang melihat itu langsung memegang tangan akeno untuk menenangkannya.

"Sudahlah. Jika kau memang tidak ingin bercerita, tidak apa-apa kok. Aku akan menunggunya" ucap naruto mencoba menenangkan akeno. Akeno hanya mengangguk.

"Dua miso ramen sudah siap" ucap teuchi dan langsung menghidangkannya ke naruto dan akeno.

"Arigatou jii-san" ucap naruto.

"Ya sama-sama naruto." ucap teuchi dan langsung masuk.

"Ayo akeno-chan. Makanlah telebih dahulu." ucap naruto.

"Ba-baik" ucap akeno.

Mereka berdua langsung memakan ramen mereka dalam diam, karena naruto tidak ingin mengganggu akeno. Jadi dia diam saja. Dan merekapun menyelesaikan makannya.

"Ayo kita pergi akeno-chan" ajak naruto.

"Ya naru-kun" ucap akeno.

"Jii-san uangnya sudah aku taruh dimeja" ucap naruto.

"Ya... Datang lagi yaa..." ucap teuchi.

"Ya" balas naruto.

Mereka berdua pun keluar dari kedai itu dan mereka terus berjalan untuk pulang ke rumah naruto. Dan mereka berduapun sampai didepan pintu. Naruto langsung membuka pintu itu.

"Ayo kita masuk" ucap naruto. Akeno hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah menutup pintu.

"Tadaima" ucap naruto.

"Okaeri" jawab kushina dari dalam dan dia pun keluar untuk menemui naruto. "Kenapa kau baru pulang? dan siapa gadis manis ini naru-chan?" tanya kushina yang tadinya mau marah-marah malah tidak jadi saat melihat gadis yang dibawa naruto.

"Dia teman baruku kaa-san, ayo perkenalkan dirimu akeno-chan" ucap naruto.

"Baik naru-kun. Perkenalkan namaku Akeno Himejima" ucap akeno.

"Jadi namanya akeno ya. Wah ayo masuk akeno-chan" ajak kushina dan langsung menarik tangan akeno untuk masuk ke dalam rumah.

Mereka berduapun masuk kedalam rumah sementara naruto hanya mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di ruang keluarga mereka pun duduk disofa yang disediakan. Jiraiya duduk di sofa yang hanya berisi satu orang. Kushina dan tsunade di sofa sebelah kanan jiraiya. Naruto dan akeno di sebelah kiri jiraiya.

"Jadi naru-chan, bisa kamu jelaskan siapa akeno-chan sebenarnya?" tanya kushina.

Naruto melirik ke akeno untuk meminta persetujuan dan dia memegang tangan akeno agar menenangkannya. Dan akeno hanya mengangguk sebagai persetujuan.

"Baiklah kaa-san, baa-san, jii-san. Aku akan menjelaskannya." ucap naruto. Dia berhenti sejenak untuk mengingat kembali kejadian tadi.

"Tadi pada saat aku berjalan-jalan di daerah yang dekat dengan perbukitan dimana bukit itu terdapat kuil di bagian paling atas. Tapi yang aku dengar adalah orang yang memohon agar diampuni dan dengan nada yang kesakitan. Aku tidak tau kenapa aku dapat mendengar walaupun sangat tinggi bukit itu, tapi aku masih dapat mendengarnya. Aku langsung saja naik di tangga yang menuju kekuil itu. Tapi saat sudah sampai diatas, aku melihat segerombolan orang yang sedang mengeroyok 2 orang perempuan. Aku langsung saja menyapa mereka agar mereka perhatiannya teralihkan kearahku. Dan setelah itu mereka meyerangku. Untung saja aku bisa menggunakan pedang Ex-Destruction ku yang memiliki kekuatan untuk memberiku kecepatan dalam bergerak. Aku dengan mudah mengalahkan mereka semua. Dan langsung menghampiri 2 orang perempuan dimana salah satunya terluka cukup parah yang terdapat sayatan-sayatan di tubuhnya. Dan dia adalah okaa-san akeno-chan. Dia memintaku untuk menjaga akeno-chan sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dan aku langsung membawa akeno-chan kesini karena jika masih disana, bisa saja bantuan dari mereka akan datang." lanjut naruto. Yang lain yang mendengar penjelasan naruto hanya mengangguk saja.

"Jadi begitu kejadiannya. Lalu apa kau akan tinggal dengan akeno?" tanya jiraiya.

"Aku belum tau jii-san, tapi akeno-chan saat ini butuh orang yang dapat melindunginya. Jika akeno-chan disini hanya tinggal dengan baa-san dan jii-san. Dia tidak akan aman. Aku masih mencarikan tempat yang aman untuk akeno-chan tinggal." ucap naruto. Sementara akeno yang mendengar itu hanya diam saja, karena dia tidak ingin membuat susah orang yang telah menolongnya.

"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita cepat tidur karena malam sudah semakin larut. Dan untukmu akeno-chan, kau bisa tidur di kamar disebelah kamar naru-chan" ucap tsunade. Akeno hanya mengangguk saja sebagai tanda jawaban.

"Ayo akeno-chan" ajak naruto yang sudah berdiri.

"Baik naru-kun" ucap akeno.

Mereka berduapun berjalan menuju kamar naruto. Dimana kamar itu ada di lantai dua. Naruto pun mengantarkan akeno ke kamar yang akan ditempati. Setelah sampai didepan kamar, naruto langsung membuka pintu dan mengajak akeno masuk kekamar yang akan ditempati akeno itu.

"Nah akeno-chan, kau tidurlah disini. Jika kau butuh sesuatu, kau bisa kekamarku dikamar sebelah" ucap naruto.

"Tapi aku masih takut untuk sendirian" ucap akeno.

"Baiklah, kalau begitu aku akan temani kamu hingga kamu tertidur" ucap naruto.

"Arigato naru-kun" ucap akeno.

"Sama-sama" balas naruto.

Naruto langsung menidurkan akeno untuk menemaninya agar tidak ketakutan. Akeno tidur dikasurnya sementara naruto hanya duduk dipinggiran kasur. Setelah dirasa akeno sudah tertidur pulas, dia langsung berdiri untuk kembali kekamarnya. Tapi sebelum dia berdiri sepenuhnya, ada sebuah tangan yang menggenggam tangannya.

"Naru-kun, tolong jangan pergi. Aku takut sendirian disini." ucap akeno.

"Baiklah kalau begitu, aku akan menemanimu. Jadi kau tidur ya akeno-chan" ucap naruto.

"Ya naru-kun" balas akeno dan dia langsung tidur tapi masih menggenggam tangan naruto. Sementara naruto hanya tetap duduk seperti semula. Tapi dia mendengar suara yang memanggilnya.

'Naruto' panggil kurama.

'Ada apa?' jawab naruto.

'Sepertinya kau menyukai gadis ini?' goda kurama.

'Sudah kurama, kenapa kau ikut-ikutan menggodaku seperti itu' ucap naruto.

'Bukannya menggoda, tapi itu sepertinya kenyataan. Coba lihat dirimu sekarang, kau bahkan mau menemaninya untuk tidur. Bukankah itu sudah menjadi bukti' ucap kurama yang sambil tersenyum di mindscape naruto.

'I-itu... a-aku hanya mau menjaganya saja.' jawab naruto.

'Kau mau menjaganya karena tidak ingin kehilangan dia bukan?' ucap kurama yang masih terus menggoda naruto.

'I-itu karena aku harus menepati janjiku pada ibunya' jawab naruto.

'Sudahlah kau mengaku saja, aku ini adalah partnermu. Jadi aku bisa tahu apa yang kau lakukan' ucap kurama.

'Sudah kubilang aku hanya mau menepati janji saja. Dan kau harus tau, aku ini masih kecil. Jadi aku tidak mau berpikiran dewasa seperti itu dulu' jawab naruto.

'Hah, kau masih tetap tidak ingin mengaku ya. Baiklah, tapi ingat apapun yang kau lakukan, aku mengetahuinya' ucap kurama.

'Aku tahu akan hal itu. Sudahlah, aku mau tidur saja' ucap naruto. Naruto lalu berdiri dari tempat tidur, tapi kejadian tadi masih terulang kembali.

"Naru-kun, tolong jangan pergi. Aku takut sendirian disini." ucap akeno lagi yang masih memegang tangan naruto.

"Aku tidak akan pergi akeno-chan, aku hanya mau tidur di sofa saja" ucap naruto.

"Aku takut kau akan pergi jika kau tidak di sampingku. Tidurlah disampingku naru-kun, aku tidak ingin kau meninggalkanku sendirian" ucap akeno.

"Ta-ta-tapi, a-aku kan laki-laki dan kau perempuan. Jadi kita tidak boleh tidur bersama" ucap naruto.

"Bukankah kau tadi bilang kalau kau masih kecil, jadi kita bisa tidur bersama bukan" ucap akeno.

"Ba-baiklah ka-kalau itu maumu" ucap naruto. Dia langsung duduk kembali ke tempat semula dan tangannya masih setia dipegangi oleh akeno.

"A-apa ti-tidak a-apa apa akeno-chan" ucap naruto yang masih ragu akan permintaan akeno itu.

"Tidak apa-apa naru-kun. Aku hanya takut sendirian malam ini. Biasanya aku selalu bersama kaa-san saat aku tidur, ta-tapi hiks... karena kaa-san hiks... sudah tiada hiks... aku tidak tahu hiks... harus sama hiks... siapa lagi hiks..." ucap akeno sambil menangis karena dia mengingat kembali kejadian tadi yang membuat ibunya meninggal. Sementara naruto yang melihat itu langsung saja berusaha menenangkan dengan memeluk akeno.

"Sudahlah akeno-chan. Kau harus kuat untuk menjalani semua ini. Aku akan menemanimu tidur, jadi jangan menangis lagi ya" ucap naruto yang masih memeluk akeno.

"Arigatou naru-kun" ucap akeno.

"Ya sudah sekarang kau tidur ya, dan tenangkan dirimu. Aku tidak akan pergi, aku akan menemanimu. Jadi, kau jangan sedih lagi. Apapun yang telah terjadi, kau harus bisa bangkit dan terus berusaha untuk maju. Aku akan selalu mendukungmu" ucap naruto sambil melepas pelukannya pada akeno.

"Arigatou naru-kun" ucap akeno dan dia masih tetap setia untuk memegang tangan naruto agar tidak pergi. Dia langsung tidur dan naruto juga tidur disampingnya yang masih ragu akan itu. Tapi karena dia tidak ingin akeno bangun lagi gara-gara dia pergi, jadi dia langsung saja tidur disitu.

Keesokan hariya.

"Naru-chan, cepat bangun dan buka pintunya" ucap kushina.

"..." menunggu tidak ada jawaban, kushina langsung saja masuk dan saat berada didalam kamar dia tidak melihat naruto ada disanaa.

'Dimana naru-chan berada ya, apa dia tidur di kamar akeno-chan juga ya' batin kushina. Dia langsung keluar dan langsung menuju ke pintu sebelah kamar milik naruto itu. Dia tidak mengetuk pintu ataupun memangil naruto, tapi dia langsung saja masuk kekamar itu. Dan yang dapat dia lihat saat ini adalah naruto yang tidur bersama akeno bersebelahan dan juga saling menggenggam tangan satu sama lain.

'Apa yang naru-chan lakukan ya. Aku harap dia tidak melakukan apa apa, karena dia itu masih kecil' batin kushina. Dia pun mendekat ke ranjang dan berdiri disamping ranjang itu.

"Naru-chan cepat bangun" ucap kushina. Bukannya naruto yang bangun, tapi malah akeno yang bangun duluan dan dia langsung duduk.

"Engh... Lima menit lagi kaa-san" ucap naruto.

"Ohayo akeno-chan" ucap kushina sambil tersenyum ke arah akeno.

"O-ohayo bibi" ucap akeno yang langsung melepaskan genggaman tangannya dengan tangan naruto karena malu pada kaa-san naruto.

"Naruto cepat bangun, jika tidak kau tidak dapat ramen pagi ini" ucap kushina pada naruto.

'APA! aku tidak mau kehilangan ramenku pagi ini!' batin naruto.

"A-aku bangun kaa-san" ucap naruto yang langsung bangun. Dan naruto yang melihat akeno sudah duduk di sampingnya itu, dia langsung menyapanya. "Ohayo akeno-chan" sapa naruto.

"O-ohayo naru-kun" ucap akeno.

"Bisa kau jelaskan kenapa kalian tidur bersama naru-chan?" ucap kushina.

"Be-begini kaa-san. Tadi malam naru menemani akeno agar dia tidak ketakutan saat tidur. Karena akeno-chan takut jika di tinggal sendiri, jadi aku menemaninya dan tidur bersama" ucap naruto.

"Tapi, kenapa kau tidak tidur disofa naru-chan?" tanya kushina.

"Naru juga tidak tau, tapi kaa-san naru kan masih kecil. Tidak apa-apa kan walaupun tidur bersama?" tanya naruto.

"Hah, baiklah baiklah. Sekarang cepat kalian mandi, dan untuk akeno-chan. Karena disini tidak ada pakaian lagi, jadi tetap pakai pakaian itu ya. Nanti akan aku belikan yang baru" ucap kushina.

"Arigatou bibi" jawab akeno.

"Sama-sama dan jangan panggil aku bibi, panggil aku kaa-san saja ya." ucap kushina.

"Ba-baik ka-kaa-san" ucap akeno yang masih malu-malu.

"Begitu lebih baik. sudah sana segera mandi dan kau cepat mandi dikamarmu sendiri naru-chan" ucap kushina.

"Baik kaa-san" jawab naruto. Dia langsung keluar dan pergi ke kamarnya sendiri. Sementara kushina pergi ke lantai bawah dan akeno langsung pergi mandi.

45 menit kemudian.

Mereka semua berkumpul diruang makan. Dan juga sudah selesai makan.

"Kaa-san" panggil naruto.

"Ada apa naru-chan?" tanya kushina.

"Naru mau ngajak akeno-chan jalan-jalan, apakah boleh?" tanya naruto.

"Boleh saja, tapi nanti ya setelah kaa-san belikan akeno-chan pakaian" ucap kushina.

"Baiklah kaa-san" ucap naruto.

"Baiklah, baa-san mau berangkat ke sekolah dahulu." ucap tsunade, dia langsung pergi untuk berangkat ke sekolahnya.

"Aku juga akan pergi dulu untuk cari referensi untuk novelku. Apa kau mau ikut naruto?" tanya jiraiya.

Sementara naruto yang ditanya seperti itu langsung di beri glare oleh kushina agar naruto tidak ikut jii-san nistanya itu. Dan naruto langsung takut karena dia tau jika ikut jii-sannya, pasti kaa-sannya akan memberikan dia hukuman.

"Ti-tidak jii-san, na-naru ti-tidak mau i-ikut" ucap naruto yang masih ketakutan akan tatapan kaa-sannya itu.

"Bagus" ucap kushina.

"Hah, baiklah-baiklah. . . yasudah aku berangkat saja." ucap jiraiya. Dia langsung berangkat untuk mencari referensi tentang novel nistanya itu.

"Ayo naru-chan, akeno-chan. Kita berangkat ke butik dulu untuk membeli pakaian" ucap kushina.

"Baik kaa-san" ucap mereka berdua.

Mereka pun berangkat menuju butik milik kushina. Mereka hanya jalan kaki saja karena hari masih pagi dan sambil olahraga juga. Mereka berjalan dan setelah beberapa saat, mereka sudah sampai di depan butik milik kushina.

"Ayo masuk" ucap kushina.

"Baik kaa-san" ucap naruto dan akeno.

Mereka semua masuk kedalam dan menuju ketempat ayame berada.

"Ohayo ayame" ucap kushina.

"Ohayo kushina-nee, naru-chan dan akeno-chan" jawab ayame.

"Jadi kau sudah mengenal akeno yah ayame?" tanya kushina.

"Ya bisa dibilang begitu, karena tadi malam naru-chan mengajak kekasihnya itu kesini heheee..." ucap ayame sambil menggoda naruto.

"Nee-chan, sudah jangan menggodaku seperti itu terus" ucap naruto.

"Jadi naru-chan ngapain tadi malam kesini?" tanya kushina.

"Naru tadi malam kesini karena mengganti pakaian akeno-chan yang sudah kotor kaa-san" ucap naruto.

"Baiklah kalau begitu, ayo akeno-chan kau akan aku pilihkan pakaianmu" ucap kushina.

"Baik kaa-san" ucap akeno.

Mereka berdua langsung pergi untuk mencari pakaian untuk akeno. Sementara ayame yang mendengar akeno memanggil kushina dengan 'kaa-san' sepertinya mendapat ide untuk menggoda naruto lagi.

"Ne naru-chan" ucap ayame.

"Ada apa nee-chan?" tanya naruto.

"Kenapa akeno-chan memanggil kushina-nee dengan sebutan kaa-san, apa jangan-jangan kau memang sudah menjadi kekasihnya ya?" ucap ayame sambil tersenyum.

"I-itu karena kaa-san yang minta, dan jangan menggodaku terus seperti itu nee-chan, kan sudah aku bilang, aku ini masih kecil jadi tidak boleh berpikiran dewasa terlebih dahulu" ucap naruto.

"Sudah jangan mengelak terus naru-chan, ayo ngaku saja kalau kau itu sebenarnya memang menyukai akeno-chan kan? ayo ngaku" ucap ayame yang masih tersenyum ke arah naruto.

"Sudah aku bilang, aku tidak mau memikirkan hal itu terlebih dahulu nee-chan. Sudah aku mau keluar saja" ucap naruto.

"Jangan marah seperti itu, nee-chan kan cuman tanya. Tapi kalau kau memang menyukai akeno-chan, nee-chan akan mendukungmu kok" ucap ayame.

"Sudahlah nee-chan, jangan menggodaku terus seperti itu. Aku keluar saja" ucap naruto.

Dia langsung keluar untuk pergi ke tempat pembelian kaleng minuman. Tapi saat dia mau keluar, dia merasakan aura iblis yang mendekat kearahnya.

'Kurama, apa kau merasakan aura iblis ini?' tanya naruto.

'Ya, mereka bertiga. Dan yang berdua itu memiliki kekuatan yang besar, ingat berhati-hatilah' ucap kurama.

'Baiklah kurama, aku akan coba mendekati mereka dan sedikit berbincang. Sepertinya dia itu membawa anak kecil.' ucap naruto.

Naruto lalu keluar dari butik kaa-sannya itu dan membeli kaleng minuman yang tersedia di depan butik, sementara ketiga iblis itu mendekat kearahnya.

'Aku dapat merasakan aura suci yang terpancar dari anak kecil yang duduk di depan butik itu, tapi kenapa aku hanya dapat merasakan auranya itu samar-samar saja ya' batin iblis laki-laki.

Naruto lalu berdiri sambil berjalan medekati ketiga iblis itu.

"Ohayo paman, bibi dan adik kecil" sapa naruto.

"Ohayo" ucap mereka bertiga.

"Wah adik kecil, kau lucu sekali, siapa namamu?" ucap naruto.

"Dia bernama Millicas. Ada apa kau menemui kami nak?" tanya iblis laki-laki yang dapat merasakan aura naruto tadi secara samar itu.

"Ah aku hanya ingin bicara saja sama kalian" ucap naruto.

"Bicara dengan kami, memangnya ada apa nak?" tanya iblis laki-laki.

"Bisa kita bicara sambil duduk-duduk disana" ucap naruto sambil menunjukkan tempat dimana dia membeli minuman kaleng tadi.

"Baiklah, ayo" jawab iblis laki-laki itu sambil mengajak iblis lainnya.

Mereka bertiga pun berjalan menuju ke tempat naruto tadi, kenapa bertiga? karena millicas masih kecil dan digendong oleh ibunya. Dan mereka pun duduk di tempat yang telah disediakan oleh butik milik kushina karena tempat duduk itu memang dikhususkan untuk orang-orang yang menunggu teman atau keluarganya yang lagi berbelanja di butik itu.

"Jadi kau ingin berbicara apa dengan kami nak?" tanya iblis laki-laki itu.

"Ah ya, bukankah tidak baik kalau kita bicara tapi tidak saling kenal. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki" ucap naruto.

"Aku Sirzechs Gremory, yang ini" tuntuk iblis yang bernama sirzechs itu ke seorang anak kecil tadi "Dia bernama Millicas Gremory dan yang itu istriku, Grayfia Lucifuga. Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" ucap sirzechs.

"Ahahaha... Sebelumnya aku minta maaf. Tapi kenapa iblis seperti kalian berkeliaran disini? apa kalian memiliki niat jahat disini?" tanya naruto. Sementara mereka berdua kaget karena ada manusia yang dapat mengetahuinya. Kenapa hanya mereka berdua, karena millicas itu masih kecil. Jadi tidak tau apa yang mereka bicarakan.

"Ba-bagaimana kau bisa tau kalau kami iblis?" tanya sirzechs.

"Ah itu aku dapat merasakannya dari aura kalian" jawab naruto.

"Kami kesini tidak memiliki niat jahat apapun. Kami hanya jalan-jalan saja. Tapi boleh aku bertanya sesuatu padamu nak?" tanya sirzechs.

"Ya silahkan saja" jawab naruto.

"Sebenarnya kamu itu siapa, kenapa kamu memiliki aura suci yang terpancar dari dalam tubuhmu itu dan hanya dapat dirasakan olehku secara samar-samar saja?" tanya sirzechs.

"Ah itu, aku hanya memiliki aura suci yang sangat kecil saja. Jadi hanya dapat dirasakan samar-samar" ucap naruto.

"Tapi maaf, kenapa aku tidak merasakan aura suci yang terpancar dari tubuhmu? dan kenapa hanya Sirzechs-kun saja yang dapat merasakannya" tanya iblis perempuan yang bernama grayfia lucifuga itu

"Kalo itu sepertinya hanya iblis yang memiliki kekuatan tinggi saja yang dapat merasakan auraku." jawab naruto.

"Tapi biasanya, iblis seperti istriku ini dapat merasakan aura suci dari manusia walau sekecil apapun, tapi kenapa aura milikmu itu hanya aku yang dapat merasakannya walaupun samar-samar" ucap sirzechs.

"Kalo itu aku tidak bisa memberi tahu kalian, jadi mohon maaf sebelumnya." ucap naruto.

Sementara kushina dan akeno sudah selesai membeli pakaian untuk akeno dan mereka segera keluar dari butik, tapi yang mereka lihat saat ini adalah naruto bersama dengan ketiga orang.

"Naru-chan, kau sedang apa?" tanya kushina yang sudah ada didekat naruto.

"Ah kaa-san. Maaf tadi aku hanya menggoda adik kecil yang lucu ini saja. hahaaa..." jawab naruto.

"Kau itu tidak boleh seperti itu naru-chan. Maafkan atas perbuatan anak saya" ucap kushina pada keluarga sirzechs.

"Tidak apa-apa. Anak anda hanya mau menyapa anak saya saja." ucap sirzechs.

"Sekali lagi saya minta maaf" ucap kushina sambil membungkuk hormat. "Ayo naru-chan kita lanjutkan jalan-jalannya" ucap kushina lagi.

"Baik kaa-san" jawab naruto. Dan mereka bertiga pun pergi dari tempat itu. Sementara sirzechs masih tetap disana.

'Aku merasakan aura malaikat jatuh dari anak perempuan tadi' batin sirzechs.

"Grayfia, apa kau juga merasakan aura dari anak perempuan yang bersama mereka tadi?" tanya sirzechs kepada istrinya.

"Ya aku merasakannya, sepertinya dia memiliki aura malaikat jatuh" ucap grayfia.

"Ya sepertinya begitu. Ayo sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita." ajak sirzechs.

"Baik" jawab grayfia.

Setelah itu Sirzechs, Millicas dan Grayfia melanjutkan perjalanan mereka.

Kembali dengan naruto. Saat ini naruto berjalan bersama kushina dan akeno.

"Kaa-san" panggil naruto.

"Ya ada apa naru-chan" jawab kushina.

"Naru boleh tidak ngajak akeno-chan ke taman bermain?" tanya naruto.

"Boleh saja, tapi harus berhati-hati ya" ucap kushina.

"Baik kaa-san" jawab naruto.

"Ya sudah, kaa-san pulang dulu. Dan akeno-chan, biar kaa-san saja yang bawa barangmu itu ke rumah" ucap kushina.

"Ta-tapi kaa-san, apakah tidak apa-apa?" tanya akeno.

"Sudah tidak apa-apa. Sini" ucap kushina dan akeno langsung memberikan barang belanjaannya tadi. "Sudah sana kalau mau ke taman bermain. Tapi ingat, harus hati-hati" ucap kushina.

"Baik kaa-san" jawab mereka berdua.

Kushina langsung saja berjalan ke tempat untuk menunggu taksi. Sementara naruto dan akeno sekarang sudah berjalan menuju ke taman bermain. Dan setelah sampai disana, naruto dan akeno langsung membeli tiket dan masuk ke taman bermain itu.

"Ne akeno-chan, kau ingin naik apa dulu?" tanya naruto.

"Te-terserah naru-kun saja" ucap akeno.

"Baiklah kalau begitu" jawab naruto. "Bagaimana kalau kita naik Roller Coaster terlebih dahulu" lanjut naruto.

"Ba-baik naru-kun" jawab akeno.

"Ayo kalau begitu kita kesana" ajak naruto pada akeno sambil menunjukkan tempat Roller Coaster berada.

Mereka berdua berjalan dijalanan yang ramai itu untuk menuju ke tempat dimana roller coaster itu berada. Mereka mendekat ke tempat pengantrian untuk menaiki roller coaster itu. Setelah roller coaster itu tiba dan sudah banyak penumpang yang turun, naruto langsung mengajak akeno untuk menaikinya dan duduk di tempat yang paling depan. Setelah beberapa saat, roller coaster itu berjalan secara lambat terlebih dahulu. Lama kelamaan semakit cepat. Sementara akeno yang berada disamping naruto ketakutan.

"Naru-kun, aku takut" ucap akeno.

"Kau tidak usah takut akeno-chan, kan ada aku disini jadi kau tenang saja ya." ucap naruto.

"Ta-tapi aku masih takut naru-kun" ucap akeno.

"Sudah sini sebaiknya kau genggam tanganku agar kau tidak ketakutan" ucap naruto yang langsung menggenggam tangan akeno agar akeno tidak takut.

"Ba-baiklah naru-kun" ucap akeno menggenggam erat tangan naruto.

Beberapa saat kemudian.

Mereka sudah duduk di kursi panjang yang di sediakan oleh taman bermain itu.

"Apa kau baik-baik saja akeno-chan?" tanya naruto.

"Aku masih takut naru-kun" jawab akeno yang dari tadi masih tetap menggenggam tangan naruto.

"Sudah jangan takut, aku akan menjagamu. Jadi kau tenanglah. Ayo sebaiknya kita beli makan terlebih dahulu" ajak naruto.

"Baiklah naru-kun" jawab akeno.

Mereka berdua pun berjalan untuk membeli makanan. Mereka saat ini sudah berada didepan tempat penjualan Ice Cream.

"Apa kau mau Ice Cream akeno-chan?" tanya naruto.

"Aku mau" jawab akeno.

"Ya sudah, ayo kita beli. Kau pilih saja Ice Cream yang kamu suka" ucap naruto.

"Ta-tapi apa tidak apa-apa?" tanya akeno memastikan.

"Sudah, tidak apa-apa. Jadi pilihlah Ice Cream yang kau mau. Kau juga boleh memilihkanku Ice Cream" ucap naruto.

"Baiklah naru-kun" jawab akeno. Dia langsung mengambil dua buah Ice Cream Cornetto.

"Ini untukmu naru-kun" lanjut akeno yang langsung memberikan Ice Cream yang sama dengan miliknya.

"Arigatou akeno-chan." ucap naruto. Dan dia langsung membayar ice cream yang dibelinya bersama akeno dan mereka berdua berjalan menuju ke tempat dimana tadi mereka duduk. Setelah duduk, mereka berdua langsung memakan ice cream mereka bersama-sama. Setelah beberapa menit kemudian, mereka sudah menyelesaikan acara makan ice creamnya. Dan naruto bangkit dari duduknya.

"Ayo kita lanjutkan permainan lainnya" ajak naruto.

"Baik naru-kun, tapi jangan yang menakutkan seperti tadi" ucap akeno.

"Baiklah kalau itu maumu, kau boleh memilih untuk menaiki permainan apa saja" ucap naruto.

"Baik" ucap akeno.

Dan mereka berdua pun melanjutkan untuk menaiki permainan-permainan yang berada di taman bermain tersebut.

Beberapa Jam Kemudian.

Mereka berdua sudah menaiki berbagai jenis permainan dan hari mulai sore. Dan mereka kembali duduk ditempat semula.

"Ne akeno-chan, ini kan sudah sore. Bagaimana kalau kita menaiki satu permainan lagi, dan permainan itu akan menjadii permainan terakhir" ucap naruto.

"Memangnya permainan apa itu?" tanya akeno.

"Permainan Bianglala, apa kau mau?" tanya naruto.

"Ta-tapi, aku takut." ucap naruto.

"Kau tidak perlu takut, karena ada aku yang akan selalu melindungimu" ucap naruto.

"A-arigatou naru-kun" ucap akeno.

"Sama-sama, ayo kita ketempat permainan terakhir itu" ucap naruto.

Mereka berdua pun pergi ke tempat dimana permainan bianglala itu berada. Setelah sampai disana, naruto langsung mengajak akeno untuk menaikinya juga. Haripun menjelang malan dan mereka bedua langsung pulang karena takut dimarahi oleh kaa-san mereka.

TO BE CONTINUED