========== Chapter 4 ==========
Hari ini adalah hari jum'at, dan juga sudah malam hari. Naruto saat ini berada dikamar yang ditempati akeno.
"Ne akeno-chan. Aku minta maaf, aku tidak bisa menjagamu lebih lama lagi." ucap naruto yang berada disamping akeno.
"Ta-tapi kenapa naru-kun? apa naru-kun akan meninggalkanku?" tanya akeno.
"Aku harus ke eropa akeno-chan. Aku mungkin untuk tiga tahun kedepan akan berada di akademi. Jadi aku tidak bisa pulang. Aku tidak akan meninggalkanmu, suatu saat nanti aku pasti akan kembali." ucap naruto.
"Tapi apa benar naru-kun akan kembali? bagaimana kalau naru-kun tidak kembali?" tanya akeno yang ragu.
"Aku berjanji, aku akan kembali untukmu akeno-chan. Dan kau ingatlah janjiku, aku akan selalu menepati janjiku karena itu jalan hidupku" ucap naruto.
"Tapi kau harus kembali padaku naru-kun" ucap akeno yang langsung memeluk naruto.
"Iya, nanti jika sudah waktunya tiba, aku akan kembali padamu. Jadi kau tenang saja ya, semua pasti akan baik-baik saja" ucap naruto yang membalas pelukan akeno.
"Baiklah naru-kun, aku akan selalu menunggumu" ucap akeno.
"Ya sudah, ayo kita kebawah sekarang. Misalnya nanti kamu berada dikota ini, kau boleh datang ke tempat ini untuk menemui jii-san, baa-san, atau kaa-san kalau dia disini. Atau kau juga bisa menemui ayame-nee, kau bisa meminta bantuannya jika kau membutuhkannya. Jadi kau tenang saja ya" ucap naruto.
"Baik naru-kun" jawab akeno.
Mereka berdua pun turun kebawah menuju ketempat dimana semua anggota keluarga naruto sedang berkumpul diruang keluarga.
"Kaa-san, baa-san, jii-san. Aku mau ijin untuk mengantarkan akeno-chan" ucap naruto.
"Memangnya kau mau kemana naru-chan?" tanya kushina.
"Aku akan pergi untuk menitipkan akeno-chan pada paman, agar dia mendapatkan perlindungan yang baik. Aku tidak bisa meninggalkan akeno-chan tinggal disini, karena dia akan berada dalam bahaya jika masih disini, karena tidak ada yang melindunginya. Mungkin, dengan aku titipkan pada paman. Dia akan aman" ucap naruto.
"Memangnya, kau mau menitipkan akeno-chan ke paman yang mana naru-chan?" tanya tsunade.
"Aku akan menitipkannya ke teman tou-san" ucap naruto.
"Apa kau yakin akan tindakanmu ini naruto?" tanya jiraiya.
"Ya aku sangat yakin jii-san" jawab naruto.
"Ya sudah, kalau memang itu yang terbaik." ucap jiraiya.
"Nah, akeno-chan. Walaupun kau tidak tinggal disini lagi, kau masih bisa datang kesini. Aku akan selalu menerimamu" ucap tsunade.
"Arigatou baa-san" ucap akeno.
"Jika kau nanti membutuhkan uang atau apapun, kau bisa datang kesini akeno-chan. Aku akan selalu membantumu. Walaupun aku tidak sering berada dijepang, tapi aku akan mengirimkan uang bulananmu. Jadi nanti kau bisa menemui kaa-san atau tou-san untuk menerima uang bulananmu." ucap kushina.
"Arigatou kaa-san" ucap akeno.
"Ya sudah, kapanpun kau datang kerumah ini. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu, jadi datanglah kesini jika ada waktu" ucap jiraiya.
"Tapi jika saat kau datang hanya ada jii-san, kau jangan masuk akeno-chan. Sebaiknya kembali saja. Baru jika ada baa-san, kau boleh masuk kerumah ini. Aku takut jika hanya jii-san, kau akan di jadikan bahan penelitian tentang novel nistanya itu" ucap naruto.
"Ya itu benar naru-chan, jadi kau harus berhati-hati akeno-chan" ucap kushina.
"Hei hei hei. Kenapa kalian malah menjelek-jelekkan aku. Aku tidak mungkin melakukan itu" ucap jiraiya.
"Bukan menjelek-jelekkan tou-san, tapi itu sudah menjadi kenyataan" ucap kushina.
"Hah baiklah, memang kebenarannya sih seperti itu. Hahahaaa... tapi aku senang" ucap jiraiya yang mengakui akan kelakuan nistanya itu.
"Ya sudah, ayo kita pergi akeno-chan" ucap naruto.
"Aku pergi dulu kaa-san" ucap akeno dan langsung memeluk kushina.
"Kau jaga diri baik-baik ya akeno-chan" ucap kushina yang membalas pelukan akeno, sementara akeno hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Aku pergi dulu baa-san" ucap akeno yang juga langsung memeluk tsunade.
"Ya, kau jaga dirimu baik-baik. Jaga kesehatanmu, dan juga jangan lupa, jaga kecantikanmu itu." ucap tsunade yang juga membalas pelukan akeno. Dan akeno hanya menggangguk juga sebagai jawabannya.
"Aku pergi dulu jii-san" ucap akeno yang hanya membungkuk hormat pada jiraiya.
"Hei kenapa kau tidak memelukku juga?" tanya jiraiya.
"Ano... maaf jii-san, laki-laki yang boleh memelukku hanya naru-kun saja." ucap akeno jujur.
"Hah baiklah kalau begitu, aku harap kau jaga diri baik-baik." ucap jiraiya.
"Ya sudah, ayo kita berangkat akeno-chan" ucap naruto.
"Baik naru-kun" ucap akeno.
Mereka berdua pun berjalan kepintu keluar rumah. Dan setelah keluar dari rumah, mereka berdua langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat paman naruto berada.
Sementara di tempat tujuan naruto terjadi perbincangan antar pemimpin fraksi.
"Azazel" panggil iblis yang berada disamping azazel itu.
"Ada apa sirzechs?" tanya azezel kepada iblis yang bernama sirzechs itu.
"Aku mau bertanya sesuatu padamu?" tanya iblis yang bernama sirzechs itu.
"Mau bertanya apa?" tanya azazel.
"Apa kau tau tentang anak yang bernama Naruto Uzumaki yang memiliki aura suci yang hanya dapat dirasakan samar olehku dan bahkan grayfia saja tidak dapat merasakan aura suci yang dimiliki anak itu?" tanya sirzechs.
"Oh tentang naruto ya. Ya memang dia memiliki aura suci yang hanya dapat dirasakan samar olehku. Tapi walaupun begitu, dia itu menyimpan kekuatan yang tidak dapat diprediksi akan tingkatan kekuatannya itu" ucap azazel.
"Jadi kau sudah mengenalnya?" tanya sirzechs.
"Ya aku sudah mengenalnya. Dia itu bisa dibilang keponakanku, karena dia itu anak sahabatku. Dan kapan kau mengenalnya?" ucap azazel.
"Anak sahabatmu? memangnya siapa sahabatmu itu? aku mengenalnya kemarin pada saat aku jalan-jalan bersama grayfia dan anakku. Dia datang menghampiri kami dan mengajak kami bicara." jawab sirzechs.
"Ya. Sahabatku itu sudah lama meninggal, dan sahabatku itu bernama Minato Namikaze. Apa yang dibicarakan naruto padamu?" tanya sirzechs.
"Bu-bukannya Minato Namikaze itu pemimpin exorcist yang ke empat dan juga mendapat julukan Yellow Flash karena kecepatannya itu yang seperti kilat? Dia hanya bertanya padaku, kenapa iblis berkeliaran disana waktu itu dan juga menanyakan apa aku punya niat jahat atau tidak. Hanya itu saja yang dia tanyakan padaku" ucap sirzechs.
"Ya memang benar minato adalah pemimpin exorcist itu. Jadi hanya itu saja ya. Hmmm... kau tau, dia itu juga hampir sama cepatnya seperti tou-sannya walaupun masih kecil" ucap azazel.
"Ma-maksudmu kecepatan naruto hampir menyamai minato namikaze itu?" tanya sirzechs memastikan.
"Ya bisa dibilang begitu." ucap azazel.
"Bagaimana kau bisa tau akan hal itu?" tanya sirzechs.
"Aku tau dari pertarungannya kemaren saat melawan bawahanku" ucap azazel.
"Hmmm,,,, apa dia itu punya sacred gear?" tanya sirzechs.
"Kurasa begitu. Karena aura suci yang dimilikinya itu sangat pekat hampir menyamai True Longinus" ucap azazel.
"Bukankah sudah tidak ada lagi sacred gear yang memiliki aura suci sepekat True Longinus. Jika memang ada, kenapa tidak masuk ke dalam daftar 13 longinus?" tanya sirzechs.
"Aku juga tidak tau akan hal itu. Yang dapat aku simpulkan dari aura sucinya itu, mungkin sacred gearnya itu adalah rival dari True Longinus" ucap azazel.
"Jika benar begitu, apakah dia terikat dengan 3 fraksi?" tanya sirzechs.
"Sekarang sih tidak, tapi nanti mungkin saja dia terikat dengan salah satu fraksi" ucap azazel.
"Lalu fraksi apa yang kemungkinan akan terikat dengan dia?" tanya sirzechs.
"Mungkin fraksi malaikat" jawab azazel.
"Fraksi malaikat? bagaimana mungkin?" tanya sirzechs.
"Ya itu mungkin terjadi, dan presentase dari kebenarannya itu mungkin sekitar 75% benar. Karena dia itu akan menjadi exorcist seperti tou-sannya" ucap azazel.
"Jadi begitu ya. Tapi bukankah yang membunuh tou-sannya dulu itu dari iblis. Apakah dia akan dendam pada para iblis jika tau akan hal itu?" tanya sirzechs.
"Kurasa tidak. Bagaimana reaksinya saat dia bertemu denganmu, apa dia menyerangmu?" tanya azazel.
"Tidak" jawab sirzechs.
"Dia itu sebenarnya sudah tau kalau yang telah membunuh tou-sannya itu adalah iblis. Dan kau bisa merasakannya bukan saat dia menyapamu. Dia itu sebenarnya memiliki cita-cita yang sama dengan tou-sannya, yaitu mendamaikan ketiga fraksi. Itulah sebabnya dia tidak akan dendam dengan para iblis, malaikat maupun malaikat jatuh." ucap azazel.
"Jadi begitu ya. Aku harap perdamaian benar-benar tercipta" ucap sirzechs.
Sementara sirzechs dan azazel merasakan ada yang datang.
'Sepertinya dia sudah datang, tapi siapa yang dibawanya ya. Kenapa yang dibawa memiliki aura malaikat jatuh' batin azazel.
'Ada yang datang, tapi siapa. Yang satu itu, memiliki aura malaikat jatuh' batin sirzechs.
Naruto terus saja berjalan, walaupun itu dapat merasakan aura 2 orang yang berbeda. Tapi dia sudang mengenal aura dari dua orang itu. Dan naruto langsung mengajak akeno turun ke pinggiran sungai itu dengan akeno yang menggenggam tangan naruto.
"Yo paman dan kenapa ada paman Gremory juga disi?" sapa naruto yang baru sampai dan sambil bertanya.
"Oh ternyata kau naruto. Dia hanya bertamu saja kesini. Dan siapa yang kau bawa itu? apa dia kekasihmu?" tanya azazel yang sambil tersenyum karena melihat naruto yang membawa wanita dan sambil menggenggam tangan satu sama lain.
"Halo naruto-kun, ternyata kita bertemu lagi" ucap sirzechs sambil tersenyum.
"Hah, yah kita bertemu lagi paman gremory dan berhentilah kau menggodaku seperti itu paman. Dia akeno-chan." ucap naruto.
"Lalu untuk apa kau kesini? kau tidak mungkin kesini tanpa tujuan bukan?" tanya azazel.
"Ternyata kau ingin langsung keintinya ya. Hmmmm,,,,. Baiklah. Sebenarnya aku kesini ingin menitipkan akeno-chan padamu paman. Tidak mungkin aku menitipkan akeno-chan ke baa-san dan jii-san. Karena mereka tidak mungkin bisa melindungi akeno-chan. Maka dari itu aku menemuimu paman" ucap naruto.
"Tapi aku minta maaf naruto, dia itu tidak akan aman jika berada di bawah perlindunganku. Jadi aku tidak bisa melindunginya" jawab azazel.
"Jadi begitu ya. Hmmmm... Baiklah kalau itu maumu paman" ucap naruto yang langsung berbalik dan menarik akeno juga. "Mungkin kita itu memang tidak harus berteman, karena tidak mungkin seorang teman tidak akan membantu temannya yang sedang kesusahan. Aku harap kita tidak usah bertemu lagi paman. Jikalaupun kita bertemu, aku harap kita bertemu sebagai MUSUH" ucap naruto yang menekankan kata musuh dan disitu juga naruto sedikit melepaskan tingkatan auranya. Sementara azazel hanya diam membatu dan sirzechs sudah mulai gelisah.
'Tenangkan dirimu naruto, kau tidak boleh termakan oleh emosimu. Jadi, cepat kendalikan emosimu. Aku tidak ingin kau lepas kendali naruto' ucap kurama di pikiran naruto.
'Baiklah kurama, aku akan menenangkan diriku.' jawab naruto lewat kontak batinnya.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bahkan sudah memiliki musuh baru yang masih belum aku ketahui kekuatan sesungguhnya. Jika memang dia menjadi musuhku, lalu apakah perdamaian akan benar-benar tercipta.' batin azazel.
'Jika ini dibiarkan terjadi, bisa-bisa naruto-kun juga akan menjadikanku musuh karena aku berteman dengan azazel dan bisa saja perdamaian tidak akan pernah tercipta. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Ah iya, bagaimana kalau aku saja yang menjaga anak perempuan itu, dengan begitu tidak akan ada permusuhan diantara kita' batin sirzechs sambil berpikir gelisah.
"Naruto-kun" panggil sirzechs.
"Ada apa? apa kau juga akan menjadi musuhku? jika itu maumu, aku akan terima itu. Karena aku tidak akan pernah takut pada siapapun kecuali Tuhan yang selalu melindungiku dari semua serangan yang dilancarkan oleh mahluk-mahluk yang berasal dari fraksimu itu" ucap naruto dingin. Dan itu sukses membuat sirzechs semakin gelisah.
"Bu-bukan itu maksudku naruto-kun. Aku hanya ingin menawarkan saja, bagaimana kalau akeno-chan biar aku saja yang melindunginya. Dia pasti aman jika bersamaku" ucap sirzechs.
'Semoga kau berhasil membujuknya sirzechs.' batin azazel.
"Lantas, bagaimana caranya kau melindunginya?" tanya naruto sambil membalikkan badannya menghadap ke orang yang berbicara itu.
"Aku bisa mereinkarnasikan dia menjadi iblis dibawah perlindungan keluarga gremory" ucap sirzechs.
"Sebenarnya aku tidak setuju dengan caramu itu. Tapi, jika itu menyangkut keselamatan akeno-chan aku setuju saja asalkan akeno-chan setuju" ucap naruto lalu dia melihat ke arah akeno. "Apa kau menyetujui tentang tawarannya yang akan mereinkarnasikanmu menjadi iblis akeno-chan?" tanya naruto.
"Ta-tapi, misalkan aku sudah menjadi iblis, a-apakah naru-kun akan tetap bersamaku?" tanya akeno.
"Tentu saja akeno-chan, aku akan selalu bersamamu. Apapun yang terjadi, aku akan tetap bersama denganmu" ucap naruto sambil tersenyum pada akeno.
"Arigatou naru-kun." ucap akeno yang langsung memeluk naruto.
"Ja-jadi apa jawabanmu naruto-kun?" tanya sirzechs yang masih gelisah.
"Aku setuju saja karena akeno-chan sudah setuju." jawab naruto santai.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mereinkarnasikannya menjadi peerage iblis dibawah kekuasaan adikku" ucap sirzechs.
"Adikmu? tunggu adikmu laki-laki apa perempuan? jika adikmu laki-laki, aku tidak akan menyetujuinya" ucap naruto.
"Kau tenang saja naruto-kun, adikku seorang perempuan dan dia juga baik. Pasti dia akan bersahabat dengan akeno-chan" ucap sirzechs.
"Baiklah kalau begitu, tapi ingat jika kau berani menyetuh akeno-chan, aku pasti akan membunuhmu walaupun aku tahu kau itu memiliki kekuatan yang hebat, tapi aku akan tetap membunuhmu. Dan kau harus tau, aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku." ucap naruto.
"Kau tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun dan aku akan melindunginya" ucap sirzechs.
"Baiklah aku akan mempercayaimu kali ini, jika kau berbuat satu kesalahan saja, kau tidak akan mendapat kepercayaan dariku lagi. Dan untuk mu paman" ucap naruto sambil menatap azazel "Akan kutarik kata-kataku kembali" ucap naruto. Sementara azazel yang mendengar itu langsung lega.
'Ah akhirnya apa yang telah aku bayangkan tadi tidak terjadi' batin azazel.
"Terimakasih kau telah mempercayaiku naruto-kun. Aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi dan diriku yang sesungguhnya" ucap sirzechs dan berhenti untuk memberi jeda tentang ucapannya itu. "Perkenalkan namaku Sirzechs Lucifer dan aku adalah Maou Lucifer dari ke empat Maou" ucap sirzechs.
"Baiklah, aku akan mengingatmu. Dan kau akeno-chan, kau bisa langsung ikut dengannya. Aku harap kau baik-baik saja saat aku pergi, aku akan merindukanmu akeno-chan" ucap naruto langsung memeluk akeno.
"A-aku juga naru-kun" ucap akeno yang membalas pelukan naruto. Sementara yang lain hanya membatin.
'Hah dasar anak muda' batin sirzechs dan azazel.
"Yasudah akeno-chan, aku akan pergi terlebih dahulu. Jaga dirimu baik-baik akeno-chan. Dan aku harap kalian bisa menjaga rahasia tentang jati diriku dari siapapun kecuali aku yang memberi tahukan jadi diriku sendiri" ucap naruto. Dan mereka semua hanya mengangguk.
"Kau juga jaga dirimu naru-kun" ucap akeno.
"Baiklah, aku pergi dulu" ucap naruto. Dan tubuh naruto pun langsung diselimuti oleh api berwarna kuning keemasan dan langsung membakar tubuh naruto hingga habis.
"Ayo akeno-chan, aku akan mengenalkanmu ke adikku" ajak sirzechs.
"Baik Sirzechs-sama" ucap akeno.
Mereka berduapun pergi dengan lingkaran sihir yang memiliki lambang keluarga gremory.
'Yareyare, kenapa tinggal aku sendirian disini. Ah gak asik nih' batin azazel yang meratapi keadaan dirinya yang selalu sendirian.
'Tapi tidak apa-apa juga, yang penting tidak ada permusuhan' lanjut azazel yang masih membatin. Dan diapun melanjutkan acara memancingnya itu biarpun dia tidak mendapatkan ikan.
Keesokan harinya.
Pagi hari pun sudah datang dan naruto sudah melakukan aktivitas paginya yaitu mandi dan yang lainnya. Dia pun pergi ke tempat bokkennya berada dan langsung mengambilnya. Diapun duduk dipinggiran kasurnya sambil memperhatikan bokkennya itu.
'Tou-san, sebentar lagi aku akan masuk ke akademi. Jika aku menemukan orang yang sudah berkhianat padamu, aku akan langsung membunuhnya. Apapun yang terjadi nanti, aku akan menjalaninya dengan senang hati, walaupun jika aku sudah membunuh orang itu aku harus dikeluarkan dari akademi, aku tidak apa-apa tou-san. Yang terpenting orang yang telah membuatmu tiada itu sudah aku bunuh. Aku akan selalu menjaga pemberianmu ini tou-san' batin naruto dan dia memeluk pedang pemberian tou-sannya itu. Dia merasa sedih akan kehidupan tou-sannya yang sangat singkat. Dia sebenarnya ingin kembali bersama tou-sannya. Hidup bersama secara damai dan tanpa ada kebencian. Dia pun beranjak dari ranjangnya dan meletakkan pedangnya itu ketempat semula.
'Naruto' panggil kurama dari dalam pikiran naruto.
'ada apa Kurama?' tanya naruto yang bingung karena secara tiba-tiba kurama memanggilnya.
'Sebaiknya kau belajar sebuah sihir.' ucap kurama.
'Sihir? maksudnya?' tanya naruto.
'Kau itu harus bisa sihir, walaupun hanya sihir penyimpanan. Itu akan berguna untukmu, kau bisa menyimpan pedangmu itu secara aman. Dari pada kau harus memegangnya terus menerus' ucap kurama.
'Tapi aku tidak tahu sama sekali tentang sihir. Yang hanya bisa aku lakukan hanya menggunakan kekuatanmu, itu saja' ucap naruto sambil dirinya berjalan ke arah balkon kamarnya dan menikmati angin pagi yang berhembus dengan tenangnya.
'Kau pasti bisa melakukannya. Untuk sementara sebaiknya kau cari dulu buku tentang sihir di gereja terdekat, mungkin saja disana ada buku yang bisa kau pelajari tentang sihir' ucap kurama yang memberi naruto semangat.
'Baiklah aku akan pergi kesana nanti, tapi apakah disana memang ada buku tentang sihir yang sering digunakan exorcist?' tanya naruto. Dia agak meragukan akan hal itu, yang dia ketahui bahwa orang jepang itu tidak pernah pergi kegereja dan gerejanya pun pasti tidak terurus dengan benar.
'Kau coba saja terlebih dahulu. Mungkin saja ada.' ucap kurama sambil menutup matanya dialam bawah sadar naruto yang menandakan dirinya mau tidur.
'Baiklah baiklah aku akan pergi kesana. Tapi bisakah kau mengajarkanku agar aku bisa terbang?' tanya naruto.
'…' namun tidak ada jawaban dari kurama.
'hei kurama' panggil naruto sekali lagi.
'zzzzz' dengkuran nafas kurama yang menandakan dirinya sudah tertidur dengan tenangnya.
'Hah dasar, partner tukang tidur' batin naruto.
Naruto pun melenggang dari balkon kamannya itu dan menuju kepintu kamarnya itu. Dia keluar kamar karena mau turun kelantai bawah.
"Kaa-san" panggil naruto yang baru turun dari lantai atas.
"Ada apa naru-chan?" tanya kushina yang sedang memasak. Kusina saat ini sedang memasakkan sarapan untuk tsunade dan jiraiya serta untuk dirinya dan naruto.
"Naru boleh tidak minta ijin sebentar?" tanya naruto yang sudah berada didekat kushina.
"Boleh saja, kau mau kemana?" tanya kushina yang masih serius memasak.
"Naru hanya ingin pergi ke gereja dekat sini" jawab naruto sambil berjalan ke meja makan dan duduk disana.
"Memangnya, untuk apa kau pergi kegereja naru? gereja disini kan sudah tidak terurus lagi, mungkin saja sudah berantakan" ucap kushina.
"Aku mau mencari sesuatu yang mungkin bisa membantuku menjadi exorcist hebat" jawab naruto.
"Baiklah, tapi kau sarapan terlebih dahulu. Baru kau boleh pergi" ucap kushina yang berjalan kemeja makan dan meletakkan makanan-makanan.
"Arigatou kaa-san" ucap naruto sambil tersenyum pada kaa-sannya itu.
Mereka pun melanjutkan aktivitasnya itu yaitu menyiapkan sarapan.
Skip Time selesai sarapan.
"Naru, kau sebaiknya pulang dengan cepat ya, karena nanti aku akan mengajakmu ke tempat paman teuchi untuk pamit padanya" ucap kushina yang mulai membereskan piring-piring yang berserakan di atas meja makan.
"Baiklah kaa-san, kalau begitu aku pergi dulu kaa-san, baa-san, jii-san" ucap naruto sambil pamitan pada kushina, tsunade dan jiraiya.
"Ya, hati-hati dijalan Naru" ucap kushina dan tsunade.
"Berhati-hatilah gaki" ucap jiraiya.
"Ya" jawab naruto yang dirinya langsung melenggang dari ruang makan itu.
Naruto pun keluar dari rumah baa-sannya dan dia berjalan menuju kegereja dikota itu yang dikatakan sudah tidak dirawat lagi. Naruto berjalan dengan tenangnya. Dia sering kali melihat-lihat daerah sekitanya, mungkin saja ada sesuatu yang membahayakan. Tapi saat naruto sudah hampir sampai ke gereja, dirinya merasakan sebuah aura yang suci dan ternodai.
DEG
'Seperti aura milik paman Azazel, apa ada malaikat jatuh di daerah sini ya. Semoga tidak ada sesuatu yang membahayakan' batin naruto. Dia terus melanjutkan perjalanannya menuju kegereja di kota itu. Beberapa saat kemudian, dia sudah sampai dedepan pintu gereja itu.
'Hmmmm, sepertinya para malaikat jatuh itu ada didalam sini' batin naruto yang mengetahui bahwa aura tadi ternyata berasal dari gereja yang akan naruto datangi dengan tujuan mencari sebuah kitap atau buku tentang sihir yang biasa digunakan exorcist.
CKLEKKK
Setelah suara pintu itu terbuka dan terlihatlah naruto yang berada didepan pintu. Lima orang yang berada didalam pun menoleh ke arah pintu gereja itu, atau lebih tepatnya malaikat jatuh yang saat ini sedang menggunakan pakaian seperti manusia biasa. Mereka semua menapat naruto. Sementara naruto hanya berjalan masuk ke dalam gereja itu dan menuju ke altar.
'Hmmmmm, biasanya kitab-kitab itu berada disini. Ah sepertinya ada sesuatu didalam altar ini, mungkin ada sebuah kotak penyimpanan didalamnya.' batin naruto. Dia pun menemukan seperti sebuah kotak yang menyatu dengan altar itu, dia langsung membukanya dan menemukan sebuah buku yang berwarna putih polos di bagian sampulnya dan disampulnya terdapat tulisan exorcist yang tidak begitu terlihat oleh mata, dan mungkin hanya bisa dilihat jika orang itu terus melihatnya dengan focus. Sementara para malaikat jatuh itu terus menatap naruto secara intents.
'Siapa anak ini, dia itu tidak memiliki aura apapun, sepertinya dia hanya manusia biasa.' batin semua malaikat jatuh itu.
Naruto pun turun dari altar dan menuju ke bangku dan duduk disana dengan membuka buku yang ditemukannya itu lalu dia membacanya.
'Hmmmm, sepertinya ini sihir yang biasanya digunakan oleh exorcist. Ahhh ini yang aku butuhkan, sihir tentang menyimpan sesuatu di dalam sebuah dimensi. Hmmmm sebaiknya aku coba saja untuk menyimpan buku ini kedimensi.' batin naruto. Diapun terus membaca tentang cara menggunakan sihir penyimpanan itu, beberapa saat akhirnya dia mengerti tentang sihir itu dan dia pun mencobanya. Naruto melafalkan sebuah mantra, setelah selesai didepan naruto terdapat lingkaran yang cahaya dan berwarna kuning seperti rambutnya. Semua malaikat jatuh itupun kaget dengan lingkaran yang bercahaya itu. Sementara naruto langsung memasukkan tangannya beserta bukunya untuk menyimpan bukunya itu. Beberapa saat kemudian, diapun mengeluarkan tangannya itu dan buku yang dibawanya tadi sudah dia simpan kedimensi penyimpanannya.
"Siapa kau sebenarnya bocah? apa kau seorang exorcist?" tanya salah satu malaikat jatuh itu.
"Eh maaf, apa aku mengganggu aktivitas kalian?" bukannya menjawab pertanyaan, naruto malah bertanya juga.
"Jawab pertanyaanku bocah, siapa kau sebenarnya?" tanya malaikat jatuh itu yang mulai menambah kesiagaannya.
"Aku, aku sebenarnya hanya manusia biasa. Tapi, karena aku sekarang sudah bisa sihir walaupun hanya sihir penyimpanan, berarti aku sudah bukan manusia biasa lagi" ucap naruto panjang lebar tentang dirinya yang sekarang.
"Apa kau seorang exorcist?" tanya malaikat jatuh itu lagi untuk menanyakan pertanyaan pertamanya yang belum terjawab tadi.
"Sebenarnya aku bukan exorcist, tapi mungkin aku akan menjadi exorcist beberapa hari lagi. Bukankah itu bagus Da-Tenshi-san?" tanya naruto yang sambil tersenyum.
'Apa, dia tahu kalau kami ini malaikat jatuh' "Siapa kau sebenarnya bocah, bagaimana kau bisa tahu kalau kami ini Da-Tenshi?" tanya malaikat jatuh itu.
"Mudah saja, aku hanya dengan merasakan auramu saja, aku sudah bisa menebak kalau kau itu Da-Tenshi" ucap naruto yang mulai berdiri dari duduknya.
"Karena kau sudah mengetahui kami Da-Tenshi, maka kau harus mati" ucap malaikat jatuh itu.
"Hmmmm, memangnya kalian bisa membunuhku?" tanya naruto sambil mengejek malaikat jatuh itu, sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini, tapi karena malaikat jatuh itu ingin membunuhnya, maka dia harus bisa melawan. 'Hah, aku lupa lagi tidak membawa pedangku. Ini sungguh menyebalkan, aku harus menggunakan Holy Fire ku untuk melawan mereka' batinnya.
"Kau akan menyesal telah mengucapkan itu bocah" ucap mereka para malaikat jatuh itu.
SINGGG
Semua malaikat jatuh itupun berubah ke bentuk aslinya, yaitu penampilan seperti malaikat jatuh dengan sepasang sayap gagak yang berada di belakang punggungnya.
"Hmmm, ternyata kalian sudah menggunakan wujud aslinya ya." ucap naruto yang santai melihat fenomena yang jarang dilihat oleh manusia kebanyakan.
"Kau akan mati disini bocah" ucap malaikat jatuh itu membuat sebuah light spear dan langsung melemparkannya kearah naruto.
"HOLY FIRE SWORD" ucap naruto dan ditangan kanannya tercipta pedang api dan dia langsung mengayunkan pedang api itu ke light spear yang mengarah padanya.
CTINGG
JRASSS
"!" semua malaikat jatuh itupun kaget karena Light spear milik mereka langsung hancur saat di hantam oleh naruto dengan pedang apinya.
"Kau… Kubunuh kau… Semuanya serang dia" ucap malaikat jatuh yang tadi menyerang naruto dengan light spearnya itu. Semua malaikat jatuh itupun menciptakan light spear dan langsung melemparnya ke arah naruto.
"HOLY FIRE SIELD" ucap naruto, lalu ditangan kirinya tercipta sebuah tameng yang terbuat dari apinya dan langsung mengangkatnya untuk menerima serangan dari malaikat jatuh itu.
CTING CTING CTING CTING CTING
SINGGGG
JRASSS
Naruto yang tadi menghadang light spear punya malaikat jatuh itu dengan tamengnya, dia langsung menebas semua light spear itu dengan pedang apinya. Dan itu membuat semua light spear hancur berkeping keping.
WUSSS
Salah satu dari mereka terbang kearah naruto sambil menciptakan light spear lagi dan langsung menebas naruto dengan light spearnya. Sementara naruto hanya menghadangnya dengan tamengnya.
CTING
WUSH WUSH WUSH WUSH
Dan semua malaikat jatuh yang hanya diam ditempat mengikuti temannya yaitu terbang kearah naruto dengan menciptakan light spear yang langsung di tebaskan kearah naruto.
CTING CTING CTING CTING
KRAKK
Sepertinya terjadi sesuatu dengan tameng api buatan naruto, ya tamengnya seperti mulai retak.
'Hah, sepertinya tameng ini masih belum sempurnya. Makanya tidak bisa menahan serangan yang besar' batin naruto.
SWUSH
Naruto mengayunkan pedang apinya secara horizontal dimana targetnya adalah tubuh bagian tengah dari malaikat jatuh itu.
Merasa ada bahaya yang mengancam mereka, malaikat jatuh itupun terbang kebelakang untuk menghindari ayunan pedang api naruto.
"Teman-teman, ayo kita gabungkan kekuatan kita" ucap malaikat jatuh itu yang dari tadi seperti menjadi leader dari kelompok mereka.
SINGGG
Merekapun langsung mengangkat tangan mereka ke atas dan terciptalah light spear yang besar diatas malaikat jatuh itu, light spearnya hanya sebesar pohon yang memiliki diameter 50 centi meter. Tapi jika itu dilemparkan, mungkin bisa meledakkan gereja itu.
'Gawat, jika light spear itu mengenaiku, mungkin aku bisa saja terbunuh. Atau gereja ini bisa saja hancur. Hah, aku harus bagaimana? ah sebaiknya aku teleport saja ke langit, dari pada meledak di sini.' batin naruto.
"Kau akan mati dengan ini bocah" ucap malaikat jatuh itu dan langsung melemparkan light spear dengan diameter 50 centimeter itu kearah naruto.
WUSHH
"HOLY FIRE" ucap naruto dengan menyiapkan kedua tangannya kedepan untuk menerima serangan light spear itu. Tetapi saat jaraknya sudah dekat dan kira kira sudah kurang 1 meter lagi di depan naruto, lalu naruto melanjutkan ucapannya "TELEPORT".
SINGG
Tercipta lingkaran api satu meter didepan naruto, dan langsung melahap light spear itu dan menghilang seketika.
"!" malaikat jatuh itupun kaget dengan hilangnya light spear mereka.
Beberapa detik berikutnya, terdengar ledakan di atas gereja itu, kira-kira 50 meter dari atap gereja itu.
DUARRRR
'Untung saja berhasil, kalau tidak bisa hancur tubuhku ini. Sebaiknya aku segera saja menghabisi mereka, dari pada mereka menyerang manusia lainnya. Hitung-hitung sebagai bayaran karena kekesalanku terhadap paman Azazel' batin naruto.
"HOLY FIRE TWIN" ucap naruto sambil membentuk dua buah bola api yang berputar di kedua tangannya dan seketika itu dia menghilang dari tempatnya tadi.
"Kemana dia?" tanya salah satu malaikat jatuh itu.
WUSHH
"Aku disini RASENGAN" ucap naruto yang tiba-tiba muncul didepan malaikat jatuh yang tadi bertanya dan menghantamkan rasengannya itu ke kedua malaikat jatuh.
WUSH BLARRR
Dan seketika itu tubuh mereka terlempar dengan kerasnya dan menghantam tembok gereja itu, dan itu membuat mereka langsung mati seketika dengan tubuh mereka yang pecah seperti partikel kecil dan menyisahkan bulu-bulu gagak.
"Beraninya kau membunuh teman kami" ucap ketiga malaikat jatuh yang tersisa.
SINGGG
Mereka menciptakan sebuah lingkaran sihir didepan mereka bertiga, dan keluarlah light spear yang banyak dari lingkaran sihir itu. Meresa bahaya, naruto langsung menghilang dari tempatnya berada dengan meninggalkan percikan api. Dan light spear mereka hanya menghantam ruang hampa.
DUAR DUAR DUAR DUAR DUAR DUAR
"HOLY FIRE" ucap naruto yang tiba tiba berada dibelakang ketiga malaikat jatuh itu "TELEPORT" ucapnya lagi dan seketika itu tercipta lingkaran api di bawah kaki ketiga malaikat jatuh itu, dan seketika itu mereka langsung menghilang dari tempat itu berserta naruto yang juga menghilang.
Mereka muncul lagi di langit dengan ketinggian 50 meter dari atas atap gereja.
"HOLY FIRE" ucap naruto yang baru muncul dibawah ketiga malaikat jatuh itu dengan membawah bola api yang berpadu dengan shuriken api, "RASENSHURIKEN" dan naruto langsung menghantamkan rasenshurikennya itu ke ketiga malaikat jatuh itu dan membuat mereka terlempar ke atas bersamaan dengan bola api itu. Sementara naruto langsung menghilang dari tempatnya tadi.
DUARRRRRR
Terciptalah ledakan yang dahsyat di atas langit yang biru itu dan itu membuat ketiga malaikat jatuh itu terbunuh seketika. Naruto pun muncul kembali di dekat gereja dengan memegang mulutnya yang mengeluarkan darah.
"Uhuk… uhuk… sepertinya tubuhku masih belum kuat untuk menggunakan rasenshuriken tanpa menggunakan mode balance breaker… uhuk uhuk…" gumam naruto sambil terbatuk-batuk darah. Diapun akhirnya duduk dan melakukan sesuatu seperti orang bermeditasi. Dari tubuhnya keluar api yang melahap tubuhnya itu, dan beberapa menit kemudian, diapun akhirnya sembuh dari luka akibat penggunaan jurusnya tadi. 'aku harus cepat pulang, nanti kaa-san bisa marah' batinnya dan diapun langsung pergi dari tempat itu untuk pulang.
Siang harinya.
Naruto memang sudah sampai dirumah baa-sannya sejak tadi.
"Naru, ayo kita berangkat ke tempat paman teuchi" ajak kushina sambil membawa tas kecil, atau lebih tepatnya tas yang digunakan untuk menyimpan dompetnya didalam.
"Baik kaa-san" jawab naruto yang turun dari lantai atas.
Mereka berdua langsung berjalan untuk menuju ke kedai ramen milik orang yang bernama teuchi itu. Setelah beberapa saat, mereka sudah sampai dan masuk ke dalam kedai ramen itu.
"Yo jii-san" sapa naruto.
"Oh ternyata kau naruto dan kushina juga ya" jawab teuchi.
"Ya paman" jawab kushina.
"Mau pesan apa?" tanya teuchi.
"Aku pesan miso ramen jumbo jii-san" jawab naruto.
"Aku miso ramen biasa saja paman" jawab kushina.
"Baiklah, 2 miso ramen akan segera datang" ucap teuchi.
Beberapa menit kemudian.
"Pesanan sudah datang" ucap teuchi sambil meletakkan Miso ramen jumbo ke naruto dan miso ramen biasa ke kushina.
"Arigatou jii-san" ucap naruto sambil tersenyum kearah teuchi.
"Ya sama-sama" jawab teuchi sambil membalas senyum naruto dan dia pun segera kembali ke dapur.
"Jadi naru-chan, kau menitipkan akeno-chan pada siapa?" tanya kushina yang mulai memakan ramennya.
"Aku menitipkannya ke paman yang bersamaku di depan butik kemaren lusa itu kaa-san" jawab naruto yang mulai memakan ramennya juga.
"Ke orang yang berambut merah itu?" tanya kushina bingung karena dia tahu bahwa orang itu baru dikenalnya.
"Ya kaa-san, dia juga teman dari paman. Dan dia bersedia untuk melindungi akeno-chan" jawab naruto sambil terus memakan ramennya.
"Tapi apa kamu yakin dengan orang itu?" tanya kushina memastikan, karena dia sendiri masih belum bisa percaya dengan orang yang baru dikenal oleh anaknya itu.
"Aku sangat yakin kaa-san, dia itu orang baik" jawab naruto untuk memberi kepastian kushina agar percaya dengan apa yang naruto lakukan.
"Ya sudah kalau kau memang sudah yakin, aku harap akeno-chan baik-baik saja bersamanya" ucap kushina sambil melanjutkan makannya.
"Aku juga berharap seperti itu kaa-san" ucap naruto.
"Sudah cepat kau makan ramenmu, kita harus segera siap-siap" ucap kushina.
"Baik kaa-san" jawab naruto.
Mereka berdua pun langsung memakan ramen mereka agar cepat habis, karena mereka belum siap-siap untuk segera pulang ke inggris. Merekapun sudah selesai memakan ramennya.
"Paman" panggil kushina yang mulai berdiri.
"Ya ada apa kushina?" tanya teuchi yang baru keluar dari dapur.
"Ini uangnya paman, dan aku mau pamit dulu, karena akan segera kembali ke inggris" ucap kushina sambil memberikan uang ramennya itu ke teuchi.
"Arigatou kushina, kenapa harus secepat itu?" tanya teuchi sambil meletakkan uang pemberian kushina kelaci tempat penyimpanan uang.
"Ini naru-chan akan segera masuk ke akademy pada hari senin depan, jadi aku harus segera pulang menyiapkan segala keperluannya" ucap kushina.
"Jadi naruto mau masuk ke akademy ya, semoga kau baik-baik saja disana naruto" ucap teuchi tersenyum ke arah naruto.
"Arigatou jii-san. Aku pasti akan baik-baik saja" jawab naruto membalas senyum teuchi.
"Ya sudah paman, aku pergi dulu. Arigatou untuk ramennya" ucap kushina sambil melambaikan tangan dan keluar dari kedai ramen itu bersama naruto.
"Sama-sama" jawab teuchi membalas lambaian tangan kushina.
"Ayo kita pergi, naru-chan" ucap kushina.
"Ya kaa-san" jawab naruto.
Mereka berdua pun segera pergi dari kedai ramen itu. Mereka berjalan ke tempat pemberhentian taksi, setelah beberapa saat menunggu, akhirnya muncul juga taksinya. Mereka pun segera naik ke taksi tersebut dan langsung berangkat dengan tujuan pulang kerumah mereka. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai ke rumahnya. Dan naruto pun turun duluan dari taksi itu. Sementara kushina turun terakhir karena masih membayar taksinya.
"Tadaima" ucap naruto.
"Okaeri, dari mana saja kau naruto?" jawab jiraiya sambil bertanya pada naruto.
"Aku tadi pergi ke tempat teuchi jii-san sama kaa-san untuk untuk berpamitan" jawab naruto.
"Owh" tanya jiraiya.
"Sudah ayo segera masuk" ucap kushina yang baru datang.
"Baik kaa-san" jawab naruto.
Mereka semua pun langsung masuk kedalam rumah, naruto langsung pergi kekamarnya yang berada di lantai dua. Naruto lalu menyiapkan semua barang-barangnya untuk persiapan pulang ke inggris. Setelah beberapa lama, diapun sudah selesai menyiapkan semua barang yang akan dibawanya. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Naru-chan, apa kamu sudah selesai menyiapkan barang-barangmu?" tanya kushina yang masih berada di pintu kamar naruto.
"Sudah kaa-san, tinggal dibawa saja" ucap naruto.
"Bagus, nanti kumpulkan semua barang-barangmu di ruang keluarga. Kita akan berangkat jam 3 dari sini untuk ke bandara tokyo" ucap kushina.
"Baik kaa-san, naru akan kumpulkan nanti" jawab naruto.
Kushina pun segera pergi dari kamar naruto. Sementara naruto menyiapkan barangnya untuk segera dibawa ke ruang keluarga.
"Ah sebaiknya aku menyimpan bokkenku ini didalam dimensi saja" ucap naruto dan dia langsung melafalkan sebuah mantra yang diketahuinya untuk membuka dimensi baru. Diapun langsung memasukkan bokkennya itu.
Skip time.
Saat ini sudah sore hari dan jam juga sudah menunjuk pada pukul 3.
"Naru-chan, apa semua barang-barangmu sudah siap?" tanya kushina.
"Aku sudah siap kaa-san" ucap naruto.
"Bagus, kaa-san, tou-san, aku pergi dulu" ucap kushina.
"Naru juga pergi jii-san baa-san" ucap naruto.
"Kau berhati-hatilah dijalan kushina, naruto" ucap jiraiya.
"Kau jaga diri di akademi ya naru-chan" ucap tsunade.
"Baik baa-san jii-san." ucap naruto.
"Yasudah ayo naru-chan, kita segera berangkat. Taksi sudah menunggu didepan" ucap kushina.
"Biar aku yang bawa barang-barangnya" ucap jiraiya.
"Arigatou jii-san" ucap naruto.
Mereka semua pun segera keluar rumah. Jiraiya langsung menaruh barang-barang ke taksi itu. Setelah itu kushina dan naruto langsung masuk ke taksi itu.
"Aku pergi dulu kaa-san/baa-san, tou-san/jii-san" ucap kushina dan naruto bersamaan.
"Hati-hati dijalan kushina, naru-chan/naruto" ucap tsunade dan jiraiya bersamaan.
"Ya" ucap mereka berdua.
Lalu taksinya pun segera pergi. Setelah beberapa saat, mereka sudah sampai di depan stasiun. Mereka turun dari taksi dan segera pergi ke loket untuk membeli tiket kereta yang bertujuan ke tokyo itu. Setelah itu, mereka langsung pergi ke kereta dengan tujuan tokyo sambil membawa barang-barang mereka, sementara naruto memegang bokkennya ditangan kiri. Mereka masuk ke dalam kereta dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Beberapa menit kemudian, kereta pun berangkat.
1 Jam kemudian.
Mereka sudah sampai di stasiun kota tokyo dan segera turun dari kereta. Mereka langsung pergi ke tempat dimana taksi berada. Mereka segera menaiki taksi. Setelah itu, taksi itu berangkat dengan tujuan bandara. Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai dibandara dan mereka langsung pergi ke tempat pembelian tiket. Mereka membeli tiket dengan tujuan ke London, Inggris. Karena pesawat masih take off jam 5, jadi mereka harus menunggu diruang tunggu terlebih dahulu. Setelah menunggu lama, mereka pun segera pergi ke pesawat dan duduk sesuai dengan nomor yang sudah ditentukan ditiket tersebut. Beberapa menit kemudian, jam pun sudah menunjukkan pukul 5 pas, dan pesawat pun segera take off dari bandara untuk menuju ke kota London.
12 Jam kemudian.
Mereka berdua sudah sampai di london dan langsung pergi naik taksi ke rumah mereka. Setelah sampai dirumah, mereka berdua langsung masuk dan menaruh barang mereka masing-masing. Mereka pun sudah selesai menaruh barang-barang mereka. Dan sekarang adalah hari minggu pagi. Jadi mereka berdua berkumpul di halaman belakang rumah.
"Naru-chan" ucap kushina yang duduk dihalaman belakang bersama naruto.
"Ya kaa-san" jawab naruto yang ada disamping kushina.
"Saat kau sudah berada di akademi, kalau kau butuh pertolongan, kau bisa hubungi orang yang bernama Hatake Kakashi. Dia adalah murid tou-sanmu. Jadi aku yakin dia akan menjagamu seperti tou-sanmu menjaganya dulu." ucap kushina.
"Baik kaa-san" ucap naruto.
"Ya sudah aku akan telpon kakashi dulu" ucap kushina, dia langsung menelpon kakashi.
"{Moshi-moshi}" jawab kakashi.
"Ohayo kakashi" ucap kushina.
"{Oh, ohayo kushina-nee}" ucap kakashi.
"Aku mau minta tolong kepadamu" ucap kushina.
"{Mau minta tolong apa?}" tanya kakashi.
"Aku mau minta tolong, besok kau yang jemput naru-chan untuk pergi ke akademi" ucap kushina.
"{Baiklah kushina-nee, besok aku akan menjemputnya}" jawab kakashi.
"Arigatou kakashi, dan kau juga harus menjaganya saat di akademi" ucap kushina.
"{Baik kushina-nee}" jawab kakashi.
"Ya sudah" ucap kushina dan langsung menutup telpon dengan kakashi.
"Nah naru-chan, besok paman kakashi akan menjemputmu disini. Aku harap kau bisa akrab dengannya, karena dia yang akan membimbingmu disana" ucap kushina.
"Baik kaa-san." jawab naruto.
Mereka berdua pun terus melanjutkan perbincangan mereka.
TO BE CONTINUED
