========== Chapter 5 ==========

Hari senin paginya. Naruto sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya ke akademi pakaian, dan yang lainnya.

"Naru-chan, apa kau sudah mempersiapkan barang-barangmu?" tanya kushina.

"Sudah kaa-san" jawab naruto.

"Bagus, sebentar lagi kakashi datang menjemputmu. Jadi kau tunggu dia ya" ucap kushina.

"Baik kaa-san" jawab naruto.

Beberapa Menit Kemudian.

Tok Tok Tok

Karena ada yang mengetok pintu, naruto langsung saja ke depan untuk menyambut tamu yang datang. Tapi setelah naruto membuka pintu, naruto langsung kaget. Kenapa kaget, karena orang yang datang itu memakai masker yang menutup separuh dari mukanya, jadi yang diperlihatkan hanya dari mata ke atas saja.

"Si-siapa anda?" tanya naruto.

"Ah maaf. Perkenalkan namaku Hatake Kakashi" ucap orang yang bernama kakashi itu.

"Jadi anda yang bernama kakashi ya. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki. Silahkan masuk dahulu" ucap naruto sopan dan mempersilahkan masuk orang aneh itu.

Mereka pun masuk dan pergi keruang tamu. Tak lama kemudian, kushina pun juga datang ke ruang tamu.

"Oh, jadi kau sudah datang kakashi" ucap kushina yang masih berjalan.

"Ya begitulah kushina-nee" ucap kakashi.

"Baguslah. Naru-chan, apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya kushina.

"Sudah kaa-san" jawab naruto.

"Bagus, berarti tinggal berangkat. Kau mau langsung berangkat apa duduk dulu kakashi?" tanya kushina.

"Langsung berangkat saja kushina-nee, supaya tidak telat masuknya nanti" ucap kakashi yang mulai berdiri dari duduknya.

"Baiklah. Aku harap naru-chan berada dibawah bimbinganmu. Dan aku titip padamu untuk menjaganya" ucap kushina.

"Baiklah, aku akan menjaganya." jawab kakashi.

"Jadi aku harus memanggilmu apa paman?" tanya naruto.

"Sensei saja" jawab kakashi.

"Baiklah Ero-sensei" jawab naruto.

"Hei, kenapa kau memanggilku ero-sensei naruto?" tanya kakashi.

"Sejak tadi yang aku perhatikan, kau itu pantas dipanggil ero-sensei" ucap naruto.

"Kenapa harus begitu?" tanya kakashi.

"Bukankah buku yang di pegang sensei itu adalah novel karya jii-san, yang semuanya bertemakan tentang ero-ecchi." jawab naruto. Kakashi yang mendengar itu, dia langsung menaruh novel kesayangannya di sakunya.

"Ka-kalau itu..." ucap kakashi. Tapi dipotong oleh naruto.

"Sudahlah sensei, baiklah aku akan panggil kakashi-sensei saja" ucap naruto.

"Sana, bawa barangmu kesini naru-chan" perintah kushina.

"Baik kaa-san" jawab naruto.

Dia langsung pergi keruang keluarga dimana barang-barangnya di taruh disana. Dia pun mengambil koper yang ditempati untuk pakaiannya, tas ransel yang berisikan buku-buku, dan bokken hadiah ulang tahun dari tou-sannya. Dia langsung kembali keruang tamu sambil membawa barang-barangnya.

"Semua barang yang akan naru bawa sudah siap kaa-san" ucap naruto.

"Bagus, karena sudah siap, kalian boleh berangkat" ucap kushina.

"Tapi kaa-san" ucap naruto.

"Ada apa naru-chan?" tanya kushina.

"Naru lupa mau naruh sesuatu dulu. Kaa-san dan kakashi-sensei boleh keluar duluan" ucap naruto.

"Baiklah naru-chan, jangan lama-lama. Kasian senseimu menunggu" ucap kushina.

"Baik kaa-san" ucap naruto.

Naruto lalu berjalan pergi ke halaman belakang, sementara kushina dan kakashi pergi ke depan rumah sambil menunggu naruto. Saat ini naruto sudah sampai di halaman belakang, dia saat ini pun duduk di halaman belakang.

'Kurama' panggil naruto.

'Ada apa naruto?' tanya kurama.

'Aku butuh bantuanmu' ucap naruto

'Kau butuh bantuan apa?' tanya kurama.

'Aku ingin membuat sebuah kekkai yang kuat untuk rumah ini.' ucap naruto.

'Baiklah aku akan membantumu, tapi butuh 25% dari kapasitas kekuatanmu saat ini, tapi jika kau sudah besar dan kontrol auramu sudah membaik, mugkin tidak sampai 5%. Apa kau siap?' tanya kurama.

'Aku sudah siap' jawab naruto.

'Baiklah, ayo kita mulai' ucap kurama.

Naruto pun bersiap-siap untuk membuat kekkai yang kuat untuk rumahnya itu. Karena selama ini, naruto hanya bisa membuat kekkai biasa saja tapi agak kuat. Naruto terus berusaha untuk membuat kekkainya itu kuat, dia mengalirkan kekuatannya yang 25% itu dan terus konsentrasi serta juga dibantu oleh kurama dari dalam tubuhnya sambil memberi instruksi pada naruto. Beberapa saat kemudian, akhirnya kekkainya sudah selesai.

'Ah, akhirnya selesai juga. Arigatou kurama sudah membantuku' ucap naruto.

'Itu tidak jadi masalah naruto. Cepat kau kembali kedepan sebelum si kakashi itu curiga' ucap kurama.

'Baiklah kurama, aku akan kembali' ucap naruto.


Sementara didepan rumah.

"Kenapa naru-chan lama sekali." gumam kushina.

"Memangnya apa yang biasanya di lakukan naruto?" tanya kakashi.

"Aku juga tidak tau kakashi." ucap kushina.

'Aneh, kenapa tadi aku merasakan aura suci dari sekitar rumah ini. Tapi anehnya lagi, kenapa sekarang aura suci itu sudah menghilang. Apa terjadi sesuatu di dalam atau di belakang rumah. Tapi jika itu naruto, itu sangat tidak mungkin. Karena yang aku rasakan dari naruto itu hanyalah manusia biasa. Apa aku harus mengeceknya ya.' batin kakashi. Kenapa kakashi bisa merasakannya tadi, itu karena naruto mengeluarkan aura sucinya itu untuk membuat kekkai, dan lagi kekuatan yang dikeluarkannya 25%, jadi itu sangat memungkinkan untuk di rasakan.

"Ano... kushina-nee" panggil kakashi.

"Ada apa?" tanya kushina.

"Apa kau disini hanya tinggal sama naruto saja?" tanya kakashi.

"Ya begitulah, aku disini hanya berdua dengan naru-chan. Memangnya ada apa kakashi?" tanya kushina.

"Tidak apa-apa" jawab kakashi.

'Sebenarnya ada apa disekitar rumah ini, dan siapa pemilik aura suci tadi. Aku harap naruto tidak apa-apa' batin kakashi.

"Go-gomen kaa-san, sensei. Aku tadi masih mencari-cari sesuatu di kamar." ucap naruto yang baru keluar dari rumah.

"Kau mencari apa sampai selama itu?" tanya kushina.

"A-aku hanya mencari kertas kecil yang didalamnya terdapat surat dari tou-san." ucap naruto.

"Ka-kau dapat surat dari minato-sensei. Tapi bagaimana dia mengirim surat padamu. Sementara Minato-sensei sudah tiada?" tanya kakashi.

"Tou-san memberiku pada saat aku berumur 4 tahun. Saat itu adalah hari ulang tahunku. Tapi tou-san pergi setelah memberikan sebuah hadiah kepadaku. Dan didalam hadiahnya terdapat sebuah surat. Dan aku baru tahu kalau di hadiah yang diberikan itu terdapat surat pada minggu yang lalu." ucap naruto.

"Memangnya apa yang diberikan oleh sensei padamu?" tanya kakahsi. Kenapa hanya kakashi, karena kushina sudah tau saat dijelaskan oleh naruto dan diberitahukan bahwa bokken yang naruto pegang itu adalah sebuah pedang.

"Tou-san hanya memberikanku bokken saja" jawab naruto. Dia memang tidak menunjukkan bokkennya, karena bokkennya sedang berada di dimensi penyimpanan.

"Hanya bokken, lalu bagaimana bisa didalamnya terdapat surat naruto. Bokken kan tidak seperti pedang yang memiliki sarung." ucap kakashi.

"Apa kau ingin mengetahuinya sensei?" tanya naruto yang membuat kakashi jadi penasaran.

"Ya jika kau tidak keberatan" ucap kakashi.

"Tapi setelah aku memberi tahukan ini, aku harap sensei merahasiakannya sampai aku lulus dari akademi" ucap naruto.

"Baiklah, aku akan merahasiakannya dari siapapun" jawab kakashi.

"Aku tunjukan sekarang" ucap naruto. Dia langsung melafalkan mantra, dan detik berikutnya terdapat lingkaran cahaya di samping kanan naruto dan langsung memasukkan tangannya untuk mengambil bokken.

'Apa, naruto sudah bisa menggunakan sihir penyimpanan… tapi dia belajar dengan siapa?' batin kakashi kebingungan.

Naruto lalu mengalirkan sedikit auranya ke bokken itu, kenapa hanya sedikit, karena takut ketahuan oleh kakashi. Setelah itu dia langsung menarik sedikit pedang dari sarungnya itu dan memperlihatkannya hanya 10 cm saja. "Apa kau sudah percaya sensei?" lanjut naruto.

'Apa-apaan aura yang terpancar dari pedang itu, kenapa aura sucinya kuat sekali. Apa aura ini yang aku rasakan tadi. Lalu pedang apa yang dipegang oleh naruto ini. Apakah ini pedang milik sensei, tapi sensei tidak pernah menggunakan pedang seperti itu selama ini. Apakah sensei merahasiakan pedang itu selama ini dan dia membuatnya hanya untuk naruto saja. Bisa jadi seperti itu.' batin kakashi.

"Sensei, apa kau tidak apa-apa?" tanya naruto yang langsung menutup kembali pedangnya itu dan dikembalikan ke bentuk bokken seperti semula serta dia langsung memasukkan bokkennya ke dalam dimensi penyimpanan.

"Ah iya aku tidak apa-apa" jawab kakashi gelagapan.

"Ya sudah ayo kita segera berangkat sensei sebelum terlambat" ucap naruto.

"Baiklah" ucap kakashi.

"Aku berangkat dulu kaa-san" ucap naruto sambil melambaikan tangan kanannya.

"Ya, hati-hati dijalan ya naru-chan. Jaga kesehatanmu selama disana dan makanlah makanan yang bergizi" ucap kushina memberi nasehat pada naruto sambil membalas lambaian tangan naruto.

"Baik kaa-san" ucap naruto.

Naruto pun berjalan dan menghampiri kakashi yang membawa koper milik naruto. Mereka berdua pun menaiki taksi yang telah dipesan sebelumnya. Taksi itu pun berjalan menuju bandara, karena tujuan mereka adalah italia, jadi mereka harus naik pesawat.


Skip Time

Naruto dan kakashi saat ini sudah sampai dan sudah keluar dari bandara. Mereka lalu naik taksi dengan tujuan ke akademi exorcist. Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka pun sampai di depan gerbang akademi. Mereka pun turun dari taksi dan segera pergi untuk memasuki akademi.

"Baiklah naruto, sekarang kita ke asramahmu terlebih dahulu." ucap kakashi sambil berjalan memasuki gerbang akademi.

"Baiklah sensei" jawab naruto yang juga berjalan disamping kakashi.

Mereka berduapun langsung menuju keasramah yang akan ditempati oleh naruto. Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berduapun sampai didepan kamar dengan no 309 dimana kamar itu berada dilantai 3. Mereka pun masuk ke dalam kamar itu. Naruto meletakkan semua barang-barangnya pada tempatnya. Sementara kakashi hanya duduk di sofa yang disediakan. Beberapa saat kemudian, akhirnya dia sudah selesai membereskan barang-barang bawaannya itu.

"Sensei, aku sudah selesai beres-beresnya. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya naruto pada kakashi yang sudah duduk disofa dikamarnya.

"Kita akan pergi ke tempat kepala akademi" ucap kakashi sambil berdiri dari duduknya.

"Harus sekarang sensei?" tanya naruto memastikan yang juga mengikuti kakashi berdiri.

"Tidak" jawab kakashi sambil menatap naruto.

"Terus kapan sensei?" tanya naruto lagi yang juga menatap kakashi penasaran.

"Tahun depan" ucap kakashi sambil tersenyum.

"Berarti aku libur dong selama 1 tahun" ucap naruto langsung melompat-lompat kesenangan.

"Terserah kau saja lah naruto. Kita sekarang harus melapor terlebih dahulu pada kepala akademi. Ayo" ucap kakashi langsung berjalan ke arah pintu kamar.

"Baiklah sensei" jawab naruto mengikuti senseinya sambil menundukkan kepalanya, mungkin dia kesal karena dibohongi oleh kakashi.

Mereka berduapun akhirnya pergi ke tempat kepala akademi berada. Naruto sering melihat ke kiri maupun kekanan saat berjalan. Beberapa saat kemudian, akhirnya sampai juga di depan kantor kepala akademi itu.

Tok Tok Tok

Kakashi mengetok pintu ruang kepala akademi.

"Masuk" ucap suara dari dalam ruangan itu.

CKLEK

Mereka berduapun masuk ke dalam ruangan itu.

"Oh ternyata kau sudah sampai ya kakashi dan kau pasti yang bernama Naruto Uzumaki yang mendaftar minggu kemarin" ucap sang kepala akademi.

"Ya saya Naruto Uzumaki" jawab naruto sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada kepala akademi itu.

"Baiklah besok, kamu akan masuk ke kelas 1B. Jadi untuk sekarang, cobalah kamu menelusuri akademi ini agar kamu mengetahui tempat-tempat di akademi ini" ucap kepala akademi.

"Baik" jawab naruto.

"Kamu bisa minta tolong pada kakashi-sensei" ucap kepala akademi.

"Baiklah, kalau begitu saya pamit dahulu untuk mengenalkan naruto tentang akademi ini" ucap kakashi sambil membungkukkan badan memberi hormat.

"Sekarang kalian boleh pergi" ucap kepala akademi itu.

Mereka berdua pun akhirnya pergi dari ruang kepala akademi itu.


Skip Time Malam Harinya.

Saat ini naruto sedang membuka buku tentang sihir exorcist yang didapatkannya di gereja saat berada di Jepang. Tapi dia malah dipanggil oleh kurama.

'Naruto' panggil kurama.

'Ada apa kurama?' jawab naruto lewat batinnya.

'Ada sesuatu yang harus kau pelajari' ucap kurama.

'Apa itu?' tanya naruto.

'Kau kesinilah, aku akan memberi tahumu' ucap kurama.

'Baiklah' jawab naruto. Dia pun akhirnya menutup matanya untuk berkonsentrasi.

MINDSCAPE NARUTO

"Jadi apa yang aku pelajari kurama?" tanya naruto.

"Aku ingin kau mempelajari tentang pengontrolan Holy Fire mu" ucap kurama.

"Kenapa aku harus belajar pengontrolan itu?" tanya naruto.

"Kau harus tau, bahwa pengontrolan Holy Fire mu saat ini belum sempurna. Memang kau sudah bisa masuk ke balance breaker tingkat tertinggi, tapi kau masih terlalu boros saat menggunakan energimu. Kau ingat kan saat kau melawan malaikat jatuh kemaren?" ucap kurama.

"Ya aku ingat" tanya naruto.

"Lalu apa yang terjadi denganmu?" ucap kurama.

"Aku mengalami muntah darah" jawab naruto.

"Sebenarnya itu adalah efek dari kontrol energi yang masih belum sempurna, dan membuat energimu berkurang secara cepat. Jika itu terjadi terus-menerus, maka kau akan merasakan sakit yang sangat parah, bahkan lebih dari yang kemaren" ucap kurama.

"Lalu bagaimana agar aku bisa mengontrol energiku dengan sempurna?" tanya naruto.

"Aku akan memberi tahumu besok, untuk sekarang kau lanjutkan saja belajarmu itu" ucap kurama.

"Baiklah kurama, aku kembali dulu" ucap naruto, dia langsung menutup matanya dan mulai berkonsentrasi.

END MINDSCAPE NARUTO

Setelah itu naruto melanjutkan belajar buku exorcistnya itu.


Keesokan harinya.

KRING...KRING...KRING...

suara jam weker pun berdering menandakan bahwa hari sudah pagi. Dan naruto pun akhirnya bangun.

"Ah ternyata sudah jam 6 pagi dan akademi masih masuk jam 7.30, sebaiknya aku latihan terlebih dahulu" gumam naruto sambil bangun dari tidurnya.

Dia pun langsung latihan fisik di lantai kamarnya itu dengan melakukan push up 200x dan yang lainnya. Setelah jam menunjukkan jam 7, dia pun langsung menghentikan acara latihan fisiknya dan langsung pergi ke kamar mandi.

15 Menit Kemudian.

Akhirnya naruto sudah selesai dengan acara mandinya dan dia langsung menyiapkan semua yang dia butuhkan dan makan ramen instan yang telah dibawanya dari rumah. Beberapa saat kemudian, dia pun keluar dari kamarnya dan langsung pergi untuk menuju ke kelasnya. Naruto sudah mengetahuinya karena sudah diajak jalan-jalan sama kakashi kemarin untuk lebih mengenal daerah akademi. Dia akhirnya sudah sampai di pintu kelas yang terdapat tulisan 1B, dia saat ini agak telat dan semuanya sudah masuk ke kelas masing-masing.

Tok Tok Tok

Setelah menunggu, akhirnya sang sensei pun keluar dari kelas.

CKLEK

"Maaf saya terlambat sensei. Perkenalkan saya Naruto Uzumaki. Saya murid baru di kelas ini" ucap naruto.

"Jadi kau murid barunya, baiklah tunggu sebentar. Setelah aku panggil, kau bisa langsung masuk" ucap sensei.

"Baik sensei" jawab naruto.

Sang sensei pun akhirnya masuk ke dalam kelas itu.

"Baiklah anak-anak, kita akan mendapat teman baru di kelas ini. Silahkan masuk Uzumaki-san" ucap sensei itu. Naruto pun akhirnya masuk kedalam kelas itu.

"Silahkan perkenalkan dirimu" lanjut sang sensei.

"Ohayo minna. Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki. Mohon bantuannya" ucap naruto yang ada depan kelas.

"Baiklah, sekarang kau bisa duduk di sebelah Jinny. Jinny-san, silahkan angkat tanganmu" ucap sensei. Dan Jinny pun mengangkat tangannya dan naruto langsung menuju ke bangku yang sudah ditunjuk oleh senseinya itu yang berada di pojokan kelas dan setelah sampai, dia langsung duduk.

"Perkenalkan, aku Naruto Uzumaki" ucap naruto memperkenalkan diri kepada orang yang disebelahnya yang diketahuinya bernama Jinny.

"Aku Jinny Haruna" ucap jinny datar. Lalu naruto pun menghadap kedepan, namun dia dikagetkan dengan orang didepannya yang malah menghadap kearahnya.

"Perkenalkan, namaku Sera Nouna. Kau bisa memanggilku Sera" ucap seorang perempuan yang berada didepan naruto itu yang diketahui bernama Sera sambil tersenyum.

"Aku Naruto Uzumaki. Kau juga bisa memanggilku Naruto" ucap naruto yang membalas senyum Sera.

"Baiklah semoga kita bisa menjadi teman yang baik" ucap sera yang masih dengan senyumnya itu. Dan dibalas dengan senyum juga oleh naruto. Setelah itu, sera langsung kembali menghadap kedepan untuk mengikuti pelajaran exorcisme yang diberikan oleh senseinya itu.


Skip Time

Saat ini semua pelajaran diakademinya sudah selesai dan semua murid di akademi itu sudah banyak yang keluar kelas. Naruto langsung pergi keasramahnya itu dan setelah berganti pakaian, akhirnya dia itu langsung pergi ke training ground yang kata kakashi-senseinya itu adalah training ground yang jarang dipakai oleh para murid di akademi dan training groundnya itu berada di paling pojok akademi dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang dan banyak karena tempat itu mirip seperti hutan. Dan dia kesana untuk berlatih tentang apa yang sudah diberi tahukan oleh kurama kemarin malam yaitu untuk mempelajari tentang mengontrol energi yang sempurna. Setelah sampai, naruto langsung duduk dibawah pohon yang paling besar di pinggir training ground itu.

'Kurama, aku sudah siap' ucap naruto lewat kontak batinnya.

'Baiklah, sekarang kau bermeditasilah. Dan coba kau alirkan energimu itu keseluruh tubuhmu. Ingat energi yang kau alirkan ke seluruh tubuhmu itu harus balance semuanya. Jadi tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Jika kau sudah bisa menguasainya, maka kau akan mudah mengontrol energimu di tahap selanjutnya' ucap kurama.

'Baiklah, aku akan berusaha kurama' ucap naruto.

Setelah itu naruto pun bermeditasi untuk mengalirkan energi yang dimilikinya ke seluruh tubuhnya. Setelah lama bermeditasi namun dia masih belum bisa membalancekan energi yang ada ditubuhnya dan dia menghentikan meditasinya karena hari sudah mulai malam. Dia langsung kembali ke asramahnya itu. Dan keesokan harinya dia pun terus berusaha untuk membalancekan energi itu. Dan terus berulang ulang setiap harinya hingga dia itu bisa membalancekan semua energi di tubuhnya.


Tiga Tahun Kemudian

Naruto saat ini sudah berhasil membalancekan energi yang ada ditubuhnya dan juga dia berhasil membuat Holy Fire Rasengan hanya dengan energi yang sedikit. Dan dia juga sudah berteman baik dengan Xenovia dan Irina yang menjadi kouhainya. Dia saat ini sedang berjalan menuju ke training ground, tempat dimana akan diadakan ujian kelulusan sebagai exorcist. Diperjalanan, naruto sering mendapat ejekan dari teman-teman akademinya.

"Dasar payah" ucap teman A.

"Ia dia memang payah" ucap teman B.

"Seharusnya orang payah tidak berada disini" ucap teman C.

Naruto tidak menanggapi apa yang dibilang oleh teman-temannya, dia memang tidak menunjukkan kehebatannya di akademi. Dia itu selalu menutup diri jika itu tentang kekuatan, tapi jika tentang kekonyolan dia sangat aktif. Setiap hari naruto selalu mendapat ejekan, yang dikatakan bodoh lah, payah lah, atau apapun. Tapi naruto tidak pernah marah, dia malah berbuat hal semakin konyol. Beberapa saat kemudian, diapun akhirnya sampai di training ground yang akan ditempati untuk ujian.

"Selamat pagi semua murid-murid akademi." ucap sang kepala akademi membuka acara.

"Selamat pagi sensei" jawab semua murid.

"Baiklah, karena semuanya sudah berada disini, maka ujian kelulusan akan aku buka." ucap sang kepala akademi.

PROK PROK PROK PROK PROK

Semua murid pun bertepuk tangan karena acara ujian sudah dibuka oleh kepala akademi itu.

Sementara di langit yang berada di atas training ground.

"Hmmmm, ternyata ujiannya sudah dibuka ya. Semoga saja ada banyak exorcist yang berbakat. Tapi, sepertinya ada satu yang memiliki aura suci yang hanya dapat aku rasakan secara samar-samar. Siapa yang memiliki aura suci itu? apakah dia memang hanya punya aura suci yang sangat sedikit? ataukah dia punya aura suci yang ditekannya hingga ketitik yang paling rendah? tapi itu tidak mungkin karena dia masih baru mau lulus dari akademi. Mungkin aku harus turun untuk memeriksanya." gumam malaikat michael.

Kembali ke training ground.

"Aku akan menjelaskan sistem ujiannya. Kalian nanti akan di uji bertarung satu lawan satu. Siapa yang menang, maka dia akan lolos ke babak selanjutnya. Kalian boleh memilih mau menggunakan pedang cahaya saja atau mau menggunakan pistol saja, atau kedua-duanya. Kalian bebas memilih. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Jika kalian kalah di babak ini, maka kalian dinyatakan tidak lulus ujian. Jadi, bersungguh-sungguhlah saat melakukan ujian ini." ucap kepala akademi panjang lebar menjelaskan tentang ujian yang diadakan itu.

'hmmmm, kurama! apa kau merasakan aura yang datang dari langit?' batin naruto bertanya pada partnernya.

'Ya aku merasakannya, sepertinya dia memiliki tingkat kekuatan yang sangat tinggi. Mungkin dia adalah malaikat michael' ucap kurama lewat kontak batin naruto.

'Sepertinya dia sedang mengawasi jalannya ujian.' batin naruto.

'Ya sepertinya begitu, tapi dia semakin dekat. Mungkin dia akan turun ke training ground' ucap kurama.

'Ya aku juga merasakan auranya semakin mendekat' ucap naruto.

"Baiklah, yang akan melakukan ujian yang pertama adalah U-" ucap sang kepala akademi tapi berhenti karena ada cahaya yang muncul tiba-tiba di tengah-tengah training ground.

SINGGGGG

Terdapat cahaya ditengah-tengah training ground dan beberapa saat kemudian muncul seseorang dari cahaya itu.

"Mi-michael-sama" ucap sang kepala akademi dan langsung jongkok memberi hormat pada malaikat michael serta diikuti oleh seluruh murid di akademi yang mau melaksanakan ujian dengan berdiri dari tempat duduknya dan langsung jongkok juga. Tidak semuanya sih, hanya naruto yang tetap duduk manis ditempat sambil memejamkan matanya seperti tidak peduli apapun yang ada didepannya.

'Kenapa sibodoh itu tidak memberi hormat pada Michael-sama' batin semua murid akademi.

'Kenapa sih Naruto-senpai tidak memberi hormat, hah dasar' batin Xenovia. Xenovia disini ingin melihat pertandingan senpainya yaitu naruto bersama dengan irina.

'Bisa jadi masalah jika Naruto-senpai tidak memberi hormat pada Michael-sama' batin irina.

'Sepertinya anak itu yang hanya memiliki aura yang bisa aku rasakan samar-samar.' batin michael.

"Sebaiknya kalian kembali keposisi kalian sebelumnya" ucap michael.

"Baik Michael-sama" ucap mereka semua selain naruto yang masih tetap duduk diposisinya yang paling belakang sambil memejamkan mata.

"Maaf Michael-sama karena Naruto tidak memberi hormat pada anda." ucap sang kepala akademi sambil membungkukkan badan.

"Ah tidak apa-apa, jadi namanya Naruto ya" ucap michael.

"Tolong maafkan dia, dia memang selalu bertindak bodoh" ucap kepala akademi itu.

"Tidak apa-apa, sekarang kau lanjutkan saja acara ujiannya. Aku akan melihat kemampuan exorcist-exorcist muda ini" ucap michael.

"Baiklah michael-sama. Anda bisa duduk ditempat yang sudah disediakan." ucap kepala akademi.

Tap Tap Tap

Michael pun berjalan ke tempat dimana tempat kepala akademi duduk sebelumnya.

"Baiklah, mari kita lanjutkan ujiannya. Aku harap kalian menunjukkan semua kekuatan kalian disini, dan tunjukkan bahwa kalian memang exorcist yang berbakat" ucap kepala akademi.

"Baik" jawab semua murid akademi.

"Yang akan maju pertama adalah Uzumaki Naruto melawan Deigo Caesar." ucap kepala sekolah memberi tahu siapa yang maju terlebih dahulu.

TAP TAP TAP

Mereka berdua pun maju ke training ground.

"Untuk Deigo, kau memilih senjata apa?" tanya sang kepala akademi.

"Aku memilih Pedang dan Pistol" ucap deigo.

"Dan untukmu naruto?" tanya kepala akademi.

"Aku menggunakan Pedang cahaya saja" jawab naruto santai.

"Baiklah, kalian bisa ambil senjata kalian di tempat senjata. Dan Kakashi" ucap kepala akademi.

"Ya" jawab kakashi.

"Kau yang menjadi wasitnya" ucap kepala akademi itu dan dia langsung kembali ketempat dimana michael duduk.

"Baik" ucap kakashi. Dan dia pun melanjutkan "Apa kalian berdua sudah siap?" tanya kakashi pada naruto dan deigo.

"Kami siap" ucap mereka berdua.

"Kalau bergitu, mulai" ucap kakashi. Dan pertarungan pun dimulai.

"Kau akan aku kalahkan disini payah" ucap deigo sambil memegang pedang cahaya di tangan kanannya dan memegang pistol di tangan kirinya.

"Terserah kau saja, mau kau bilang aku payah, mau kau bilang aku bodoh semua terserah padamu. Yang pasti aku tidak akan kalah darimu disini" jawab naruto dengan tenang sambil memegang pedang cahaya yang berwarna putih itu di tangan kanannya dan diarahkan ketanah.

Deigo pun berlari sambil menembakkan pistolnya ke arah naruto.

DOR

Sementara naruto hanya menghindarinya saja dengan menggeser tubuhnya kesamping. Deigo yang sudah dekat dengan naruto langsung menebaskan pedangnya secara vertikal. Sementara naruto hanya menahannya secara horizontal.

CTING

"Kau akan kalah disini payah" ucap deigo yang langsung mengarahkan pistolnya pada naruto.

DOR

BUAGH

Sebelum peluru keluar dari pistol, naruto sudah melakukan salto kebelakang dan juga menendang tangan yang memegang pistol itu ke arah atas, jadinya pistol itu terarah kelangit dan tembakannya pun tidak mengarah pada naruto.

TAP

Naruto pun berhasil mendarat dengan sempurna. "Kau jangan senang dulu, biarpun kau itu hebat, tapi aku akan mengalahkanmu" ucap naruto.

"Kau…" ucap deigo dan dia mengarahkan pistolnya kearah naruto lagi.

DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR

Deigo pun menembak naruto secara bertubi-tubi, tapi naruto malah bersalto kesamping untuk menghindari peluru yang mengarah padanya. Karena banyaknya peluru, naruto malah terkena dibagian kaki kirinya.

"Ugh…" gumam naruto karena terkena serangan, dan naruto pun terduduk karena memegang kakinya yang terkena tembak.

"NARUTO-SENPAI" teriak irina dan xenovia yang melihat senpainya kesakitan.

'Naruto, semoga kau baik-baik saja' batin kakashi.

'Ugh, mungkin aku harus menggunakan sedikit Holy Fire agar peluru ini bisa keluar.' batin naruto. Lalu dia mengalirkan sedikit energi Holy Firenya ke kaki yang terkena tembak.

"Apa kau sudah menyerah payah?" tanya si deigo yang bangga karena telah membuat lawannya kesakitan.

"Kan aku sudah bilang, kau jangan senang dulu. Karena pertarungan yang sesungguhnya baru dimulai" ucap naruto. Beberapa detik berikutnya peluru yang tadi mengenainya sekarang keluar dari kaki kirinya dan luka akibat tembakan itupun menutup dengan sendirinya.

'Sepertinya anak itu menyembunyikan sesuatu.' batin michael.

"Kau pikir kau bisa mengalahkanku? jangan harap, kau akan berakhir disini" ucap deigo. Dia pun mengarahkan pistolnya ke naruto lagi dan menembakkannya.

DOR DOR DOR DOR DOR DOR

'HOLY FIRE TELEPORT' batin naruto.

Saat peluru sudah hampir mengenai naruto, dia malah menghilang dari tempat dia berada.

'Kemana dia' batin deigo.

"Aku dibelakangmu" ucap naruto dan dia langsung menendang deigo. Dia tadi menggunakan sedikit kekuatan Holy Firenya itu untuk melakukan teleport.

'Ternyata benar, dia mentembunyikan kekuatannya. Tapi aura suci apa yang dia miliki. Sepertinya berbeda sekali dengan aura yang dimiliki exorcist pada umumnya' batin michael.

'Apa, dia bisa menghilang dan muncul lagi di belakang Deigo. Apa dia memiliki kekuatan yang sehebat itu?' batin teman-teman naruto yang mempertanyakan tentang kekuatan yang naruto miliki.

BUAGHHH

WUSH

BRUK

Deigo yang ditendang oleh naruto pun terlempar dan mendarat ditanah beberapa meter dari naruto.

"UGH…" gumam deigo yang kesakitan. Diapun berdiri dari jatuhnya tadi. Dia membuang pistolnya karena sudah tidak berisi lagi. Dia langsung berlari dengan kecepatan yang dia miliki kearah naruto dan langsung beradu pedang dengan naruto. "HEYAAAAHH".

CTANG CTING CTANG CTING

Mulai dari deigo yang mengayunkan pedangnya secara horizontal dan naruto menerimanya secara vertical. Bahkan Deigo pun kadang menghunuskan pedangnya ke depat tepat ke arah kepala naruto, tapi naruto tidak tinggal diam, dia langsung menggunakan pedang cahayanya itu untuk membelokkan arah serangan yang dilakukan deigo barusan dan hasilnya serangan deigo hanya mengenai udara kosong di sebelah kepala naruto. Dan mereka terus beradu pedang dengan seimbang.

CTANG CTING CTANG CTING

BUAGH

Naruto menendang perut deigo dan itu membuat deigo harus mundur kebelakang.

"Ugh… " gumam deigo yang terkena tendangan naruto.

"Sudahlah kau menyerah saja" ucap naruto.

"Kau pikir aku akan menyerah. Tidak akan" ucap deigo dan dia langsung berlari ke arah naruto sambil bersiap untuk mengayunkan pedangnya.

Tapi sebelum deigo sampai, naruto sudah berada didepan deigo dan naruto langsung mengayunkannya vertical dan itu membuat pedang yang dipegang deigo terlempar.

CTING

BUAGH BUAGH BUAGH

Naruto langsung menendang perut deigo berkali-kali dan membuat deigo terlempar jauh.

BRUK

TAP

Tapi saat deigo baru menyentuh tanah, tiba-tiba naruto sudah berada diatas deigo dan menodongkan pedangnya ke leher deigo.

"Kau mau menyerah atau tidak?" tanya naruto.

"Ba-baiklah, a-aku menyerah" ucap deigo.

TAP TAP TAP

Naruto langsung menjauh dari deigo dan menaruh pedangnya di tempat senjata.

"Baiklah, pemenangnya adalah Uzumaki Naruto" ucap kakashi.

'Anak itu memang hebat. Dia bisa berpindah tempat dengan cepat. Tapi, siapa dia sebenarnya. Apa dia memiliki Sacred Gear, jika memang dia memiliki sacred gear, pasti aku bisa merasakannya. Sementara aku hanya merasakan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu aura yang hanya dapat dirasakan samar-samar. Anak ini memang memiliki misteri yang harus ku selidiki' batin michael yang terus memperhatikan naruto.

'Sepertinya aku sedang diperhatikan' batin naruto, diapun menoleh dan melihat ke arah michael. Mereka berduapun bertemu tatap. 'Apa dia tadi merasakan sedikit auraku ya, sebaiknya aku harus berhati-hati selanjutnya, agar tidak mengeluarkan kekuatan asliku. Aku harus serius mulai sekarang, dan aku harus menggunakan kekuatan standar saja.' batin naruto.


Skip Time

Beberapa hari pun berlalu dan babak terakhir ujian kelulusan pun sudah akan dimulai. Dan semua murid akademi sudah berkumpul ditraining ground dimana disana sudah ada kepala akademi. Disana juga ada para petinggi exorcist serta michael yang juga sedang memperhatikan ujian. Kepala akademi pun pergi ke training ground dan berdiri disana.

"Baiklah murid-murid semuanya. Babak final ujian kelulusan exorcist akan segera kita mulai. Kita ketahui bahwa ada dua murid yang lolos ke babak final ujian ini. Yang pertama adalah seorang wanita yang sangat hebat dalam bertarung, Jinny Haruna. Yang kedua adalah seorang anak laki-laki yang kita ketahui selama ini sering di ejek oleh teman-temannya dan bahkan dikatakan murid terbodoh diakademi, tapi nyatanya tidak begitu. Dari pertarungan pertama hingga masuk kebabak final, kita dapat melihat bahwa anak itu memiliki potensi yang sangat bagus. Pada saat babak pertama, kita tahu bahwa dia itu bisa menggunakan kemampuan hampir sama seperti teleportasi. Kemampuan yang hampir sama dengan pemimpin exorcist ke 4, pemimpin yang dijuluki Yellow Flash, pemimpin yang memiliki kecepatan seperti layaknya kilat petir." ucap kepala akademi yang memberi tahu semua murid akademi tentang kekuatan yang digunakan oleh naruto.

'Hah, dia itu bukannya hampir sama, tapi memang sama dengan pemimpin exorcist ke empat. Karena dia itu adalah anaknya. hahahaa...' batin kakashi yang senyum-senyum sendiri tapi tidak bisa terlihat oleh orang lain karena tertutupi oleh maskernya itu.

"Dialah Uzumaki Naruto. Di babak final ini, peraturannya sudah berubah dari peraturan ujian sebelumnya. Sekarang, setiap peserta yang lolos ke babak final, dibebaskan menggunakan senjata apa saja. Mau itu menggunakan senjata sendiri jika peserta itu memilikinya. Tapi disini akan disediakan 2 buah pedang excalibur yang dapat digunakan untuk bertanding, tetapi pedang ini hanya bisa digunakan oleh orang yang berbakat saja dan jika tidak berbakat, dia tidak akan bisa mengendalikan pedang excalibur. Diantara kedua peserta yang sudah lolos ke final, diperbolehkan memilih satu pedang excalibur untuk bertanding. Dengan ini babak final akan dilaksanakan. Dan untuk kedua peserta yang lolos, silahkan maju ke training ground." ucap kepala akademi itu.

TAP TAP TAP

Naruto dan Jinny pun maju ke training ground.

"Baiklah, yang pertama untukmu Jinny. Kau mau menggunakan pedang yang mana?" tanya kepala akademi.

"Aku mau yang Excalibur Destruction" ucap jinny, dia merasa berbakat.

"Baiklah. Ini pedangnya." ucap kepala akademi sambil memberikan pedang Excalibur Destruction pada Jinny. "Dan untukmu Naruto. Apa kau mau menggunakan pedang Excalibur Mimic?" tanya kepala akademi.

"Tidak, aku tidak akan menggunakan pedang Excalibur Mimic. Aku akan menggunakan pedangku sendiri" ucap naruto. Naruto pun mengangkat tangan kanannya ke samping dan dia membaca mantra untuk membuka dimensi.

SINGGG

Setelah selesai membaca mantra, disamping naruto lebih tepatnya di depan telapak tangan kanannya yang diangkat kesamping, tercipta lingkaran yang bercahaya dan dia memasukkan tangannya kedalam. Beberapa saat kemudian, diapun menarik sebuah pedang atau lebih tepatnya bokken pemberian ayahnya itu dan lingkaran cahaya itu pun menghilang dengan sendirinya setelah bokken naruto keluar sepenuhnya. "Aku hanya akan menggunakan bokkenku ini di babak final ini" ucap naruto santai dan sambil sedikit melirik ke Michael. 'Ternyata dia masih memperhatikanku ya' batin naruto.

"!" semuanya selain kakashi pun kaget tidak terkecuali michael. Mereka kaget karena naruto hanya akan menggunakan pedang kayu di babak final.

"HAHAHAAAAAAHAHAHAHHAHAHAAAHAHAHAAAA" semua murid pun tertawa karena perbuatan naruto yang dianggapnya sangat konyol sekali, dimana dia akan melawan pedang excalibur yang dapat menghancurkan apapun saat disentuhnya.

"Apa kau sudah gila, kau ingin melawan pedang Excalibur Destruction hanya dengan pedang kayu itu." ucap semua murid di akademi yang berkumpul di sekitar training ground setelah tertawa.

'Anak ini, apa dia masih memiliki sebuah rahasia lain selain kekuatannya yang pernah dia tunjukkan kemaren. Tapi, aku penasaran dengan pedang kayu yang dia pegang. Apa pedang itu memiliki rahasia. Jika memang pedang itu memiliki rahasia, berarti anak itu bukan anak sembarangan. Dia pasti adalah orang yang sangat kuat' batin michael yang masih memperhatikan naruto dari tadi.

'Sepertinya, naruto sudah mau menunjukkan pedang pemberian Sensei' batin kakashi.

"Apa kau yakin akan menggunakan pedang kayu itu dalam pertandingan final ini Naruto? Kau tahu kan pedang Excalibur Destruction itu dapan menghancurkan apapun yang disentuhnya?" tanya kepala akademi yang tidak percaya dengan muridnya yang satu itu.

"Aku sangat yakin Sensei" jawab naruto sambil tersenyum.

"Baiklah jika kau memang sudah yakin. Pertandingan sebentar lagi akan segera dimulai. Kakashi, silahkan mulai pertandingannya." ucap kepala akademi sambil memanggil kakashi yang sering menjadi wasit di pertandingan dan dia kembali ketempat biasa dimana para petinggi akademi dan Michael berada.

TAP TAP TAP

Kakashi pun berjalan ke tengah-tengah training ground.

"Baiklah, apa kalian berdua sudah siap untuk pertandingan final?" tanya kakashi pada Jinny dan Naruto.

"Kami siap sensei" ucap mereka berdua. Mereka pun saling berhadapan dan ditengah terdapat kakashi sebagai wasit.

"Baiklah. Pertandingan final dimulai" ucap kakashi dan dia langsung melompat kebelakang menjauh dari tengah training ground.

SWUSH

TAP

"Apa kau yakin akan melawanku hanya dengan itu Naruto?" tanya Jinny yang sambil bersiaga.

"Ya aku sangat yakin, walaupun pedang yang ku gunakan hanya pedang kayu, tapi aku tidak akan kalah darimu" ucap naruto sambil tersenyum ke arah jinny.

"Kalau begitu, buktikan" ucap jinny. Diapun langsung berlari ke arah naruto.

SWUSH

"Baiklah" ucap naruto. Dia juga langsung berlari ke arah jinny.

SWUSH

TRANG TRANG TRANG

Mereka berdua terus beradu pedang. Dari Jinny yang mengayunkannya secara vertical dengan target kepala naruto, sementara naruto hanya mengangkat pedang kayunya secara horizontal untuk memblok serangan jinny. Begitu pula sebaliknya, naruto yang langsung membalas serangan jinny tadi dengan langsung mengayunkan pedangnya secara horizontal dengan target tangan jinny, dia menargetkan tangan kanan jinny yang sedang memegang pedang, dia mau menjatuhkan pedang jinny. Sementara jinny langsung memblok serangan naruto. Mereka pun terus saling menyerang dan tidak ada yang mau mengalah.

TRANG TRANG

SWUSH

TAP

Mereka berdua langsung melompat kebelakang saling menjauh satu sama lain setelah beradu pedang sangat lama.

'Pedang kayu apa itu, kenapa pedang kayu itu tidak patah saat beradu dengan pedang excalibur destruction. Jika pedang itu hanya pedang kayu biasa, seharusnya sudah patah saat beradu pedang pertama kali. Tapi hingga sekarang masih belum patah.' batin jinny mengamati pedang kayu naruto.

"Sepertinya pedang kayumu sangat kuat?" ucap jinny memberi pendapat tentang pedang yang digunakan oleh naruto.

"Ya, sepertinya begitu" jawab naruto yang berdiri dengan siaga.

"Kalau begitu, aku akan menunjukkan kekuatan pedang excalibur destruction padamu." ucap jinny dan dia mengangkat pedang excalibur destructionnya lalu mengalirkan auranya pada pedang itu, setelah itu pedangnya bersinar. Dia mengangkat pedangnya dan menghunuskan ujung pedangnya ke tanah.

'Sepertinya dia ingin menunjukkan kekuatan pedang itu, aku harus menghindar dari sini' batin naruto yang bersiap-siap untuk menghindari serangan jinny.

'Anak itu memiliki potensi yang bagus, dia bisa menggunakan pedang excalibur destruction dengan mudahnya' batin michael.

"Inilah kekuatan asli excalibur destruction" ucap jinny. Dia langsung menghunuskannya ke tanah.

SWUSH

BLARRRRR

Terjadilah ledakan yang besar di tengah-tengah training ground. Sebelum ledakan terjadi, naruto langsung melompat kebelakang, dia menghindari ledakan yang dihasilkan oleh pedang excalibur destruction itu. Sementara, ledakan itu menghasilkan kawah dengan diameter 10 meter dan kedalaman sekitar 1 meter setengah.

'A-apa, dia bisa menggunakan kekuatan asli dari pedang excalibur destruction.' batin semua murid di akademi.

"Kau memang hebat Jinny. Kau bisa mengeluarkan kekuatan sesungguhnya dari pedang excalibur destruction." ucap naruto yang hanya berdiri tenang sambil memegang pedang kayunya yang diangkat dan diletakkan di atas bahu kanannya.

"Hmmmm, apa kau mau menyerah sekarang?" tanya jinny sambil menyeringai ke naruto, dia masih berada di tengah-tengah kawah hasil dari ledakan yang dihasilkan pedangnya.

"Hah, kau terlalu percaya diri sekali, aku masih belum mau menyerah." ucap naruto, dia berdiri dengan siaga dan mengangkat pedangnya ke depan, dengan tangan kanan memegang gagang pedangnya dan tangan kirinya memegang sisi tajam pedang kayunya seperti memegang sarung pedangnya. "Kalau begitu, aku juga akan menunjukkan kekuatan asli dari pedang kayuku ini" ucap naruto sambil tersenyum.

'Apa maksudnya menunjukkan kekuatan aslinya dari pedang kayu itu. Apa pedang kayu itu memiliki kekuatan. Tapi, aku tidak merasakan aura apapun dari pedang kayu itu. Anak ini memiliki banyak rahasia tentang kekuatan yang dimilikinya' batin michael yang terus memantau naruto.

'Sepertinya dia sudah ingin memperlihatkan pedang Ex-Destructionnya' batin kakashi sambil tersenyum walaupun tidak terlihat karena adanya masker hitam yang digunakannya.

'Apa maksudnya si bodoh itu. Memangnya pedang kayu seperti itu memiliki kekuatan.' batin semua murid akademi yang masih menonton pertandingan final.

'Sepertinya Naruto-senpai sudah mulai serius' batin irina dan xenovia. Memang yang tahu tentang pedang naruto hanya irina dan xenovia saja karena mereka selalu bersama dengan naruto.

"Hah, aku tidak yakin pedang kayu itu bisa mengalahkan pedang excalibur destruction" ucap jinny, dia juga bersiaga dengan kuda-kuda bertarungnya dan mengankat pedangnya dengan dua tangannya.

"Aku akan membuatmu yakin akan hal itu" ucap naruto. Dia langsung mengalirkan aura sucinya dan membuat pedang kayunya bersinar walaupun tidak terlalu terang. Beberapa saat, dia langsung menarik pedang itu dari sarung pedangnya dan mengangkatnya keatas dengan ujung pedangnya diarahkan kelangit. Sementara sarung pedangnya masih ia pegang dengan tangan kirinya.

DEG

'A-aura ini. Auranya sangat besar, bahkan aura sucinya melebihi Excalibur Destruction. Siapa anak ini sebenarnya. Kenapa dia memiliki pedang yang auranya melebihi pedang Excalibur destruction. Aku belum pernah mengetahui pedang seperti ini selama ini.' batin michael yang kaget tentang pedang yang dimiliki oleh naruto.

'A-auranya sangat besar' batin semua murid dan yang lainnya selain kakashi.

'Pedang apa itu, kenapa auranya sangat besar.' batin jinny yang memperhatikan pedang yang dimiliki naruto.

'Hmmm, dia sudah menunjukkannya' batin kakashi yang masih saja tersenyum atas aksi naruto.

"Bagaimana, apa kau sudah merasakan aura dari pedang ini?" tanya naruto pada jinny yang ada dihadapannya walaupun jauh sih.

"Pedang apa itu?" tanya jinny penasaran dengan pedang yang ditunjukan oleh naruto itu.

"Kau tidak perlu tahu, yang jelas sekarang kita masih didalam pertarungan. Bersiaplah" ucap naruto. Setelah mengucapkan itu, naruto langsung berlari dengan kecepatan tinggi untuk melakukan serangan ke jinny.

SWUSH

TRANK

Jinny langsung memblok serangan naruto tadi. Tapi naruto terus menyerang jinny.

TRANG TRANG TRANG TRANG

Jinny pun terus mundur akibat serangan naruto yang membabibuta itu. Naruto menebaskan secara vertikal tapi langsung diblok oleh jinny. Diapun melompat kebelakang.

"Aku akan tunjukan kekuatan penghancurnya dari pedang ini" ucap naruto. Dia langsung mengarahkan ujung pedangnya itu pada tanah dan menghunuskannya.

BLARRRRR

Terjadi ledakan besar akibat ulah naruto barusan. Ledakannya pun lebih besar dari yang jinny hasilkan barusan. Dari ledakan itu banyak asap yang mengelilingi tempat itu. Setelah asap menghilang, terlihatlah kawah yang besarnya kira-kira 25 meter lebih dengan kedalaman sekitar 5 meter dengan naruto di tengah-tengah kawah itu. Sementara jinny terjatuh akibat ledakan barusan dan pedang yang dipegangnya pun terlempar.

'Kekuatan yang mengerikan' batin yang lainnya.

'Kekuatan pedangnya bisa melebihi pedang excalibur destruction' batin michael.

"Ugh, Uhuk... uhuk..." jinny pun terbatuk akibat ledakan tadi. Dia pun berdiri dari jatuhnya itu. Sementara naruto sudah berdiri dan sudah mengangkat pedangnya lagi.

"Apa kau baik-baik saja, Jinny?" tanya naruto yang khawatir terhadap rekannya itu.

"Uhuk... uhuk... Aku baik baik saja." Ucap jinny dan diapun langsung merentangkan tangan kanannya ke atas dengan lurus. Dia menutup matanya sambil merunduk.

Sementara naruto mengetahui apa yang akan dilakukan jinny. 'Apa, apa dia gila ya ingin menggunakan pedang cahayanya untuk membunuhku ya yang mematikan itu. Aku harus segera menghentikannya' Batin naruto. Dia langsung menyarungkan kembali pedangnya dan membuka portal dimensi dan menaruh pedangnya itu di dimensi lain.

'Apa yang di lakukan anak itu, kenapa dia malah menaruh pedangnya lagi.' batin michael yang kebingungan dengan kelakuan naruto.

Naruto pun menghilang dari tempatnya barusan. Sementara jinny masih merentangkan tangan kanannya keatas sambil menggumamkan mantra, tapi sebelum mantranya itu selesai, ada yang muncul didepannya dan dia tidak menyelesaikan mantranya.

TAP GREB

Naruto yang tiba tiba muncul di depan jinny langsung memegang tangan kanannya yang direntangkan itu dan mengangkat tangan kanannya. Naruto mendekatkan mulutnya ke telinga jinny untuk berbisik. "Jinny, apa kau ingin membunuhku dengan pedang cahayamu yang mematikan itu?" bisik naruto pada jinny. "Aku menyerah" ucap naruto setelah berbisik. Dia ingat pada saat dia diajak jinny saat menunjukkan pedang cahaya pemusnahnya.


FLASHBACK

Naruto dan Jinny sedang berada di training ground yang biasa naruto tempati dimana training ground itu tidak digunakan sama sekali oleh yang lainnya karena tempatnya yang berada di pojokan serta dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi-tinggi dan banyak.

"Naruto" panggil jinny.

"Ya" jawab naruto.

"Aku akan menunjukkan sebuah senjata yang aku temukan dan beberapa bulan ini aku pelajari tentang cara mengendalikannya" ucap Jinny.

"senjata baru? apa itu?" tanya naruto.

"Aku tidak tahu senjata ini bisa aku kendalaikan atau tidak, yang pasti aku butuh bantuanmu untuk membuat kekkai yang kuat bahkan kekkai yang paling kuat yang kamu bisa" ucap jinny.

"Baiklah aku akan membuatnya" jawab naruto dan dia langsung pergi ke pinggir training ground lalu membacakan mantra untuk membuat kekkai yang paling kuat yang naruto pelajari dari pelajaran exorcismenya. Dia memang tidak menggunakan kekkai yang diajarkan kurama, karena menurutnya tidak perlu sekuat itu.

Beberapa saat kemudian. "Aku sudah selesai" ucap naruto dan dia sudah menyelesaikan pembuatan kekkainya.

"Baiklah aku akan mulai" ucap jinny dan dia pun menutup matanya dan diapun merentangkan tangan kanannya ke langit. Beberapa saat kemudian tercipta sebuah cahaya berwarna kuning yang muncul diatas telapak tangannya dengan bentuk seperti bola kecil dan terus cahanya itu membesar dan beberapa saat kemudian cahaya itu mulai menunjukkan bentuknya yaitu yang awalnya bola berubah bentuk menjadi sebuah pedang cahaya dan jinny pun memegang gagang pedangnya.

"Pedang cahaya?" gumam naruto.

"Ya ini pedang cahaya yang aku berinama LIGHT SWORD DESTROYER" ucap jinny yang mengenalkan senjata yang ditemukannya sendiri akibat dari experiment rahasianya yang selalu mencoba untuk memanipulasi aura suci yang ada ditubuhnya itu serta terus mencoba untuk menambah kapasitas aura suci yang dimiliknya.

"LIGHT SWORD DESTROYER?" beo naruto.

"Ya pedang cahaya ini aku khususkan untuk senjata pemusnah, tapi aku belum tau bisa mengendalikannya atau tidak" ucap jinny.

"Sebaiknya kau coba" ucap naruto memberi saran.

"Baiklah" jawab jinny. Dia pun mengayunkan pedang cahaya kesamping.

SWUSSHHH

Tapi pedang cahaya yang diayunkannya itu malah terlepas dari tangannya dan langsung menuju ke pinggir training ground yang paling pojok di akademi serta banyak pepohonannya itu. Saat pedang itu tertancap di pohon, ledakan pun terjadi dengan besarnya hingga membuat pohon-pohon itu habis akibat ledakan itu bahkan hampir mengenai naruto dan jinny sendiri jika saja naruto tidak bertindak cepat untuk berteleportasi ke jinny dan langsung membawanya menjauh dari situ.

'Apa apaan pedang itu, bisa membuat training ground yang sebesar ini hancur berantakan' batin naruto.

Sementara jinny yang dibawa naruto tadi sudah tidak sadarkan diri karena sudah kelelahan akibat penggunaan energi yang banyak untuk membuat pedang penghancurnya itu.

FLASHBACK END


"Baiklah, pemenangnya adalah Jinny. Kalian berdua boleh kembali" ucap kakashi yang menghentikan pertarungan.

TAP TAP TAP

Naruto dan Jinny pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.

"Naruto-Senpai" panggil xenovia dan irina.

"Hmmmm?" jawab naruto.

"Kenapa senpai malah menyerah pada perempuan itu?" tanya xenovia.

"Jika aku tidak menyerah, aku bisa mati ditangan Jinny" jawab naruto.

"Ta-tapi kan sen-" ucapan irina terpotong karena ada yang datang ke naruto.

"Naruto-kun" panggil orang yang baru datang.

"Ah Michael-sama" ucap naruto, irina dan xenovia.

"Bisakah kita bicara berdua saja naruto-kun?" tanya michael ke naruto.

"Baiklah michael-sama" jawab naruto.

"Kalo begitu, ikuti aku" ajak michael ke naruto.

"Baik." Jawab naruto.

Naruto pun berjalan mengikuti Michael. Michael mengajak naruto ke sebuah ruangan yang sangat sepi sekali. Mereka pun sampai didalam ruangan tersebut.

"Naruto-kun, bolehkah aku bertanya?" tanya michael sambil duduk di dekat meja besar.

"Boleh saja Michael-sama" jawab naruto yang juga duduk di dekat meja besar dan berhadapan dengan michael.

"Jadi, pedang apa yang kamu gunakan saat melawan jinny barusan?" tanya michael.

"Ini pedang suci penghancur" jawab naruto.

"Pedang suci penghancur? bukankah pedang suci penghancur itu cuma Excalibur Destruction?" tanya michael yang masih penasaran tentang pedang yang dimiliki naruto.

"Ya ini memang pedang suci penghancur. Pedang suci penghancur bukan cuma Excalibur Destruction saja, tapi masih ada pedang yang melebihinya. Sama seperti pedangku ini, Pendang Suci Ex-Destruction" jawab naruto.

"Ex-Destruction?" beo michael.

"Apa maksudnya itu? Aku belum pernah mendengar ada pedang Ex-Destruction selama ini? Bisa kamu jelaskan padaku?" ucap michael.

"Pedang ini adalah pedang suci Ex-Destruction. Dari namanya saja anda pasti sudah tahu bahwa ini adalah pedang penghancur. Memang pedang ini dikushuskan untuk penghancur, tapi pedang ini juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kecepatan penggunanya dan masih ada dua lagi kemampuan dari pedang ini yang masih belum saya kuasai. Pedang ini sebenarnya gabungan dari serpihan 4 buah pedang" ucap naruto menjelaskan pedang suci yang dimilikinya pada michael.

"Gabungan dari serpihan 4 buah pedang? apa maksudmu?" tanya michael yang penasaran.

"Ya, 4 buah pedang. Maksudnya 4 buah pedang suci." jawab naruto.

"Bisa kamu jelaskan tentang 4 buah pedang sucinya?" tanya michael.

"Baiklah akan saya beri tahu. Sebenarnya pedang ini hasil gabungan dari 4 buah pedang suci Excalibur." ucap naruto.

"Excalibur?" tanya michael membeo.

"Ya, tapi hanya serpihannya saja. Pedang excaliburnya terdiri dari Excalibur Destruction yang kekuatannya adalah untuk penghancur. Kedua pedang Excalibur Rapidly yang membuat penggunanya bisa meningkatkan kecepatan. Ketiga pedang excalibur Ruller dan yang terakhir pedang Excalibur Blessing." ucap naruto.

"Bagaimana itu bisa terjadi, sementara semua serpihan pedang excalibur itu sudah di bentuk 7 buah pedang bahkan sebelum kamu lahir" ucap michael.

"Memang serpihannya sudah terbentuk 7 buah pedang. Tapi sebelum serpihan itu dibentuk pedang, ada seseorang yang telah mengambil sedikit serpihannya walaupun hanya 4 buah serpihan. Dia menggabungkan 4 buah serpihan itu menjadi sebuah pedang dan dia menambahkan kekuatan penghancur yang besar agar saat digunakan memiliki dampak yang besar terhadap lawan dan pedang itu diberi nama Ex-Destruction karena yang lebih menonjol adalah kekuatan penghancurnya" ucap naruto menjelaskan secara panjang lebar ke michael.

"Siapa orang yang telah mengambil serpihannya itu?" tanya michael lagi.

"Saya tidak bisa memberi tahu anda tentang siapa orang yang telah membuat pedang ini." jawab naruto.

"Kenapa kamu tidak ingin memberi tahu aku?" tanya michael.

"Saya masih ingin merahasiakannya. Saya akan memberi tahu anda setelah saya membunuh seorang penghianat" ucap naruto.

"Siapa penghianat yang kamu maksud?" tanya michael.

"Saya tidak bisa memberi tahu anda, tapi penghianat itu yang jelas juga dari exorcist. Saya tidak tahu apa dia masih di exorcist atau tidak" ucap naruto panjang lebar pada michael.

"Baiklah jika itu keputusanmu. Oh iya, apa aku boleh bertanya satu hal?" tanya michael karena dia sebenarnya masih ingin mengetahu siapa sosok sebenarnya naruto.

"Silahkan" jawab naruto karena tidak mungkinkan menjawab tidak dari malaikat tertinggi.

"Aku tadi sempat merasakan aura sucimu, tapi kenapa aura sucimu tidak seperti exorcist yang lainnya? Bahkan hingga saat ini aku hanya dapat merasakan aura sucimu secara samar-samar bahkan hampir tidak sama sekali? apakah ada hal yang kamu sembunyikan?" michael penasaran dengan aura suci yang naruto miliki, karena sejak dari awal pertandingan dia hanya merasakan samar-samar serta auranya pun berbeda dari yang lainnya.

"Kalo aura suci itu, itu murni dari dirisaya sendiri. Kalau anda merasakannya hanya samar, mungkin karena aura yang saya miliki memang sedikit." jawab naruto karena dia tidak mungkin memberitahukan kebenaran dari tubuhnya itu.

"Jika kamu hanya memiliki aura suci yang sedikit, kamu tidak akan mungkin bisa berteleportasi seperti pertandingan di awal. Bahkan, mustahil bagi setiap exorcist walaupun mereka memiliki aura suci yang banyak. Dan yang aku tahu exorcist yang bisa berteleportasi itu hanya pemimpin exorcist ke empat" ucap michael karena dia masih penasaran dengan semua kebenaran tentang naruto.

"Baiklah, saya akan memberi tahu anda siapa saya sebenarnya. Tapi saya ingin anda merahasiakan siapa saya sebenarnya dari yang lainnya. apakah anda bisa berjanji kepada saya agar merahasiakan jati diri saya yang sebenarnya?" naruto memang ingin merahasiakan semuanya, tapi karena yang meminta adalah malaikat tertinggi di surga, jadi dia tidak bisa merahasiakannya ke michael.

"Baiklah, aku akan merahasiakan semuanya" jawab michael dengan nada yang agar naruto bisa percaya padanya.

"Anda pasti tahukan siapa Namikaze Minato?" tanya naruto.

"Ya aku tahu, dia adalah pemimpin ke empat exorcist" jawab michael.

"Sebenarnya nama asli saya adalah Namikaze Naruto." ucap naruto agak dipertegas.

"Namikaze Naruto! Apa kamu anak dari Namikaze Minato?" tanya michael.

"Iya saya adalah anak dari Namikaze Minato, tapi saya tidak diperbolehkan menggunakan nama Namikaze terlebih dahulu sebelum saya menjadi kuat. Saya harap anda dapat merahasiakan siapa diri saya sebenarnya." ucap naruto.

"Baiklah, aku pasti akan menjaganya." ucap michael.

"Terimakasih, kalau begitu saya akan pamit terlebih dahulu." ucap naruto meminta ijin untuk pergi dan tidak lupa pula dia membungkuk memberi hormat pada michael.

"Ya, silahkan" jawab michael memberi ijin kepada naruto untuk pergi.

'Jadi dia itu exorcist terhebat di tahun ini ya. Tapi aku penasaran siapa penghianat yang dia maksud. Apakah penghianat tersebut ada hubungannya dengan kematian Namikaze Minato? hmm ya sudahlah, semoga kamu bisa menemukan sepenghianat tersebut naruto.' batin michael dan diapun menghilang dengan menjadi cahaya yang langsung terbang kelangit.

TO BE CONTINUED