Disclaimer : NARUTO [Masashi Kishimoto] x High School DxD [Ichiei Ishibumi]
NARUTO the Exorcist with Firefox Tailed Beasts
Story By : Namikaze46
Sumimasen Minna-san, karena baru bisa update yang chapter terbaru. Karena banyaknya aktivitas, jadinya updatenya jadi terhambat.
Saya harap semoga chapter ini memuaskan untuk para Readers.
Gomen jika storynya kurang bagus, karena Author masih pemula dalam penulisan Story. Jadi harap dimaklumi.
========== Chapter 6 ==========
"Pertemuan Kembali"
Setelah beberapa tahun berlalu, banyak hal yang dialami oleh naruto. Dia yang ditugaskan untuk memburu banyak iblis liar yang selalu mengganggu manusia di setiap negara, bahkan dia pun ditugaskan hanya sendirian saja. Setelah mengelilingi dunia serta kesetiap negara-negara yang menjadi tujuannya untuk melaksanakan tugas untuk membasmi para iblis liar. Tetapi pada saat ini naruto telah dipanggil untuk segera kembali ke vatikan, karena ada sesuatu yang gawat yang sedang terjadi.
Setelah beberapa lama kemudian, naruto pun telah sampai di vatikan. Mengingat dia disuruh cepat-cepat untuk segera ke vatikan dan tugas yang harus dia kerjakan. Dia juga disambut oleh dua orang wanita cantik, dimana kedua wanita tersebut sangat akrab dengan naruto.
"Naruto-Senpai" ucap dua orang wanita yang sedang menunggunya itu serta untuk menjemput kedatangannya.
"Oh ternyata kau Xenovia, Irina" ucap naruto santai sambil berjalan menghampiri kedua orang yang sedang menunggunya itu.
Setelah naruto sampai di tempat Xenovia dan Irina, Irina langsung berucap "Lama tidak bertemu Senpai".
"Ya, lama tidak bertemu Xenovia, Irina. Bagaimana kabar kalian?" balas naruto sambil bertanya kembali pada mereka berdua.
"Kami berdua baik-baik saja senpai" jawab xenovia.
"Jadi, senpai. Kita harus segera pergi ke gereja, karena ada tugas yang akan kita kerjakan bertiga" lanjut xenovia sambil mengajak naruto ke gereja dimana mereka akan diberi tugas.
"Baiklah, ayo kita segera kesana" balas naruto sambil mulai berjalan menuju ke gereja serta diikuti oleh Xenovia dan Irina.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Naruto dan kedua kouhainya pun sampai di gereja yang dituju oleh mereka. Mereka pun masuk kedalam gereja tersebut, dan saat sudah masuk kedalam gereja, telah ada orang yang menunggu didalamnya dimana orang tersebut adalah orang yang akan memberikan mereka tugas.
"Ternyata kalian sudah sampai." ucap orang yang akan memberikan mereka tugas.
"Ya, kami telah sampai Galius Marcello Paulus-sama" jawab naruto yang mewakili kouhainya itu.
"Sekarang duduklah" ucap si Galius Marcello Paulus yang saat ini adalah pemimpin exorcist yang kelima setelah Namikaze Minato ayah dari naruto.
"Aku akan menjelaskan tentang tugas yang akan kalian kerjakan. Aku tahu tugas ini tidaklah mudah, tapi aku harap kalian bisa menyelesaikannya. Tugas ini adalah untuk merebut kembali beberapa pedang suci excalibur yang telah dicuri oleh malaikat jatuh yang saat ini sedang bersembunyi di negara jepang atau lebih tepatnya di kota kuoh. Aku harap kalian bisa mendapatkan kembali beberapa pedang tersebut. Dan jika memang kalian tidak bisa mendapatkannya secara utuh, kalian diperbolehkan untuk menghancurkan pedang tersebut, agar pedang tersebut tidak di gunakan untuk hal-hal yang membahayakan. Dan tidak lupa, malaikat jatuh yang telah mencurinya adalah si bintang perang, Kokabiel. Aku harap kalian berhati-hati saat melawannya. Apa kalian bertiga mengerti?" si pemimpin pun menjelaskan tetang tugas yang akan diterima naruto dan kouhainya itu secara panjang dan lebar. Memang tugas yang akan didapat oleh mereka tidaklah mudah mengingat malaikat jatuh yang akan mereka lawan adalah si bintang perang, kokabiel yang namanya tercatat di dalam injil.
"Baik kami mengerti, kami akan berusaha sebaik mungkin agar mendapatkan kembali pedang suci tersebut serta akan berhati-hati saat melawan kokabiel." ucap naruto untuk mejawab pertanyaan dari si pemimpin tersebut apakah mengerti atau tidak tentang yang dijelaskan oleh si pemimpin exorcist.
"Bagus kalau begitu dan untuk kalian berdua. Aku akan memberikan pedang suci excalibur kepada kalian berdua. Xenovia, kau akan menggunakan pedang excalibur Destruction serta Irina, kau akan menggunakan excalibur Mimic." setelah itu si pemimpin exorcist pun memberikan dua pedang tersebut kepada Xenovia dan Irina. "Apa kalian ada pertanyaan yang ingin ditanyakan padaku sebelum pergi menjalankan tugas ini?" tanya si pemimpin tersebut.
"Apakah hanya kami bertiga saja yang menjalankan tugas ini? atau ada orang lain yang juga menjalankan tugas ini?" tanya naruto yang ingin mengetahui apakah ada exorcist lain yang menjalankan tugas yang sama dengannya selain dia dan kouhainya itu.
"Tidak ada orang lain, tapi sebelumnya aku telah mengirimkan beberapa exorcist hanya untuk mengamati kota tersebut. Jadi, yang akan melawan malaikat jatuh tersebut hanya kalian saja. Oh, aku hampir lupa. Sebelum kalian menjalankan tugas tersebut, kalian harus terlebih dahulu meminta ijin kepada iblis kelas atas yang menguasai daerah tersebut agar tidak terjadi kesalah pahaman yang bisa menimbulkan perang antar fraksi." jawab si pemimpin exorcist sambil menambah penjelasannya tentang tugas mereka. Memang jika melakukan suatu tindakan di daerah kekuasaan iblis tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu akan menimbulkan kecurigaan dari fraksi iblis serta akan terjadi kesalahpahaman yang akan menimbulkan perang antara fraksi surga dan fraksi iblis.
"Baik, kalau begitu kami akan berangkat terlebih dahulu. Kami mohon pamit" ucap naruto sambil membungkuk hormat kepada si pemimpin exorcist itu diikuti oleh kedua kouhainya.
"Ya, silahkan" jawab si pemimpin.
Mereka bertiga pun akhirnya pergi dari gereja tersebut dengan menggunakan jubah berwarna putih yang bertudung serta membawa pedang suci yang telah diberikan barusan oleh pemimpin exorcist.
Sementara di tempat lain.
Seseorang sedang duduk di sebuah sofa panjang sambil melamun memikirkan sesuatu, sementara yang lainnya saling berbicara serta bercanda. Hanya dia sendirilah yang tidak berinteraksi dengan yang lainnya. Dia adalah Akeno Himejima, seorang iblis reinkarnasi yang sudah mengkonsumsi bidak Queen.
AKENO POV
Naru-kun, kapan kau akan kembali kesini. Aku ingin sekali bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak rindu padaku. Apa kau sudah melupakanku. Apakah kau tidak ingat dengan janjimu yang akan melindungiku. Kau tau, tidak ada laki-laki lain yang paling aku sayangi kecuali dirimu. Aku ingin sekali bisa bersama denganmu, berada disisimu. Naru-kun, aku sangat mengharapkanmu kembali ke kota ini, kota dimana kita bertemu, kota dimana kita hidup bersama walau hanya beberapa hari. Jika waktu itu ada pilihan agar aku bisa ikut denganmu, maka aku akan ikut denganmu, kemanapun kau pergi pasti aku akan mengikutimu. Aku tahu kau disana untuk belajar memperkuat dirimu, aku tahu kau sangat sibuk dengan belajarmu, tapi apa kau tidak ingin walau hanya sekali untuk menelponku, aku sangat ingin mendengar suaramu, itu saja sudah cukup buatku walau tidak bisa bertemu denganmu. Naru-kun, segera kembalilah, kembalilah kesini, agar kita hidup bersama-sama.
AKENO POV END
'Ada apa dengan akeno, tidak biasanya dia melamun seperti ini.' rias pun merasakan bahwa ada yang salah dengan akeno, sementara yang lain tidak merasakan akan hal tersebut.
"Akeno" panggil rias.
"..." akeno pun masih tetap diam dan melamun seperti semula.
"Akeno" panggil rias sekali lagi.
"..." tapi akeno masih tetap seperti semula dan tidak mendengarkan panggilan rias.
"AKENO" rias pun memanggilnya dengan berteriak karena akeno tidak mendengar tadi.
'Kenapa buchou berteriak seperti itu ke akeno-san/senpai dan ada apa dengan akeno-san/senpai' batin yang lainnya.
"Y-Ya Buchou" akeno pun akhirnya menjawab panggilan rias walau dengan tergagap.
"Ada apa denganmu? tidak biasanya kau seperti ini" rias pun menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan akeno.
"Ti-tidak ada apa-apa Buchou" jawab akeno agak gugup karena tidak biasanya dia seperti itu.
"Jika kau tidak apa-apa, lalu kenapa kau melamun. Apa kau lagi memikirkan sesuatu? atau kau lagi ada masalah?" tanya rias dengan nada yang sudah lebih lembut dari sebelumnya.
"Tidak Buchou, tidak ada masalah apapun kok. Aku hanya memikirkan Sensei" akeno pun menjawab tentang apa yang dipikirkannya walau pun dia menjawab dengan sedikit berbohong, tapi sebenarnya itu berhubungan dengan apa yang dia pikirkan. Karena apa, karena Sensei tersebut adalah nenek Naruto.
"Sensei, apakah Tsunade-Sensei yang kau pikirkan?" rias pun menebak siapa sensei yang akeno pikirkan tadi.
"Ya Buchou" ucap akeno. Memang benar apa yang di tebak oleh rias siapa sensei yang dipikirkan akeno, karena rias tahu bahwa akeno kadang selalu pergi ke Tsunade-sensei bahkan akeno pun selalu pergi ke rumahnya. Tapi, dari semua anggota keluarga rias, yang bisa masuk ke rumah Tsunade dengan tenang hanya akeno saja karena tidak terjadi apa-apa dengan akeno, sementara yang lainnya, jika mencoba masuk maka mereka akan merasakan sakit serta kepanasan seperti halnya di siram air suci.
FLASHBACK
Pada suatu hari Akeno pergi kerumah Tsunade. Sebenarnya dia hanya ingin sendirian saja tapi malah Rias dan yang lainnya ikut juga. Mereka semua pun sudah sampai didepan rumah Tsunade dengan Akeno yang berada dipaling depan.
TOK TOK TOK
Akeno pun mengetok pintu rumah milik Tsunade tersebut.
"Ya sebentar" jawab seseorang dari dalam.
CKLEK
Pintu pun akhirnya terbuka oleh orang yang berada di dalam rumah.
"Tadaima Baa-san" ucap akeno pada Tsunade yang sedang ada di depannya.
'Baa-san. Apa maksudnya akeno/akeno-san/akeno-senpai memanggil tsunade-sensei dengan sebutan Baa-san.' batin mereka semua yang ada dibelakang akeno.
"Oh Okaeri Akeno-chan" tsunade pun membalas ucapan dari akeno dan dia baru tahu bahwa ada orang lagi dibelakang akeno walau sebenarnya mereka bukan orang tapi mereka adalah iblis. "Oh ternyata ada yang lainnya juga ya." lanjutnya.
"Ya begitulah baa-san" ucap akeno sambil tersenyum pada tsunade.
"Kalau begitu silahkan masuk semuanya." tsunade menyuruh mereka masuk kedalam rumahnya.
"Baik Baa-san" jawab akeno yang masih tersenyum terhadap baa-sannya.
"Baik Sensei" jawab yang lainnya.
Yang pertama masuk adalah akeno. Dia seperti tidak merasakan apa-apa saat masuk. Baru setelah itu yang lainnya pun masuk kedalam setelah akeno masuk. Dan yang lainnya pun merasakan hal yang berbeda tidak seperti akeno yang merasa tenang dan senang datang ke rumah tsunade.
'ARRRGGG... Ada apa ini. Kenapa tempat ini sangat panas sekali. Sepeti aku tersiram air suci saja. Apa ada kekkai yang melindungi tempat ini. Tapi sulit untuk dirasakan kalau tempat ini ada kekkai. Apa disini memang ada kekkai? Jika benar, Apa kekkainya sekuat itu hingga membuatku sangat kepanasan seperti ini. Tapi tunggu, kenapa dengan akeno. Dia bahkan tidak merasakan seperti yang aku rasakan dan yang lainnya. Dia seperti tenang-tenang saja. Ada apa sebenarnya ini.' Rias pun merasakan ada yang berbeda di rumah tersebut, saat dirinya baru memasuki rumah itu dia langsung kepanasan seperti halnya tersiram air suci. Begitu pula yang lainnya.
'ARRRGGGG... Panas panas. Apa yang sebenarnya terjadi kenapa tempat ini panas sekali. Aku tidak kuat lagi' batin yang lainnya yang merasakan hal yang sama dengan rias.
Rias dan yang lainnya pun keluar begitu saja dari rumah tersebut, jadinnya dia tidak jadi masuk kedalam rumah.
"Loh, kenapa kalian malah kembali keluar?" tanya tsunade yang bingung dengan kelakuan mereka yang lainnya.
"Buchou, kenapa kembali keluar. Bukannya kalian ingin masuk kerumah Tsunade-baasan?" tanya akeno yang juga kebingungan dengan yang lainnya. Kenapa begitu, karena hanya dia saja iblis yang tidak merasakan panas saat masuk kedalam rumah tsunade.
"Sebaiknya kami pulang saja. Sepertinya masih ada hal penting yang harus dilakukan. Jadi kau yang masuk saja Akeno. Kami pamit pulang dulu Sensei" ucap rias yang mewakili yang lainnya.
"Kalau itu kemauanmu, ya mau bagaimana lagi. Baiklah" ucap tsunade yang memberi ijin pada yang lainnya.
Akhirnya yang lainnya pun pergi dari rumah tsunade sehingga hanya akeno saja yang masuk kedalam rumah.
Dengan rias dan lainnya.
"Buchou." issei memanggil rias sepertinya dia ingin mengatakan apa yang dia rasakan.
"YA" jawab rias sambil mereka semua menghentikan jalannya.
"Apa kau tadi merasakan apa yang aku rasakan?" tanya issei.
"Ya aku merasakannya. Merasakan panas seperti halnya tersiram air suci." jawab rias sambil berpikir apa yang tadi dia rasakan.
"Kami pun juga merasakan hal yang sama. Sama seperti kepanasan saat pertama kali masuk ke dalam rumahnya" jawab kiba yang mewakili yang lainnya.
"Tapi buchou. Sepertinya ada yang aneh. Kenapa akeno-san tidak merasakan panas seperti kita? dia bahkan tenang-tenang saja saat masuk." issei kembali mengutarakan pendapatnya tentang apa yang dirasakannya.
"Ya aku juga berpikir begitu. Hanya dia saja yang bisa masuk kedalam rumah tersebut dengan tenang. Tapi tunggu apa mungkin dikeluarga tersebut ada yang dari exorcist?" rias pun menjawab pertanyaan issei walau masih tidak ada jawaban yang pasti.
"Itu tidak mungkin buchou. karena yang tinggal disana hanya ada Tsunade-Sensei dengan suaminya Jiraiya. Dan Jiraiya juga tidak mungkin jadi Exorcist. Karena jika dia jadi exorcist dia langsung dikeluarkan." kiba pun menjawab seperti apa yang di ucapkan rias tadi. memang seperti yang dikatakan kiba bahwa karena yang tinggal hanya dua orang saja.
"Kenapa bisa begitu Yuuto?" tanya rias pada kiba sepertinya dia ingin jawaban yang kompleks.
"Karena Jiraiya-san itu sifatnya hampir sama dengan issei-kun" jawab kiba dengan tenang.
"Sama denganku? apa maksudnya kiba?" issei sepertinya tidak senang dengan apa yang di ucapkan kiba.
"Dia itu adalah penulis buku Hentai yang sangat terkenal dikota ini. Bahkan di jepang ini. Serta sifat mesumnya bahkan melebihi Issei-kun." akhirnya kiba memberi tahu alasan kenapa Jiraiya tidak bisa menjadi exorcist.
"Jadi seperti itu. Tapi yang membuatku bingung adalah kenapa akeno memanggil sensei dengan Baasan. Padahal dia itu tidak ada hubungan darah apapun dengan keluarga sensei. Apa mungkin sensei punya seorang cucu laki-laki yang akeno cintai?" rias pun menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi dengan akeno.
"APA BENAR AKENO-SAN SUDAH MEMPUNYAI LAKI-LAKI YANG DIA CINTAI?" issei pun berteriak dengan kerasnya saat mendengar berita tersebut. Sepertinya dia tidak senang dengan berita tersebut walaupun kebenarannya masih belum pasti.
"Issei-senpai. Bisa tidak tanpa berteriak. Kau membuat telingaku mau pecah saja." koneko akhirnya unjuk bicara juga.
"Koneko-chan kau jahat sekali hiks... hiks..." issei pun menangis akibat ucapan koneko.
"Apa kau baik-baik saja issei-san?" asia jadi prihatin dengan keadaan yang selalu menimpa issei itu.
"Asia... hanya kau lah yang selalu mengerti aku... hiks... hiks..." issei menangis bukan lagi tangis sakit, tapi tangis bahagia karena masih ada yang selalu perhatian padanya.
"Sudah lah berhenti menangisnya... Sekarang kita pulang..." rias yang memberi mereka perintah dan mengajaknya untuk segera pulang.
Akhirnya mereka semua pulang ke rumah masih-masing dan dengan akeno yang masih tetap berada di rumah tsunade.
FLASHBACK END
"Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan tsunade-sensei?" tanya rias. Dia mulai keluar rasa ingin tahunya akan suatu hal.
"Tidak ada apa-apa Buchou, aku pergi dulu" akeno pun berjalan menuju pintu.
TAP TAP TAP CKLEK BLAR
"Tunggu, AKENO" riaspun berteriak tapi akeno pergi tanpa mendengarkan kata-kata yang akan di ucapkan rias.
"Buchou, apa yang terjadi dengan akeno-san?" issei pun mulai bertanya tetang hal yang baru saja terjadi antara rias dan akeno, dia tidak tahu ada permasalahan apa diantara mereka berdua.
"Ya, Buchou apa yang terjadi sebenarnya?" koneko pun juga mulai bertanya.
BRUKK
"Aku juga tidak tahu, kemarin masalah tentang kiba, sekarang akeno. Aku lelah memikirkannya." rias pun menjawab sambil duduk kembali dengan kasar ke kursi yang didudukinya tadi.
Dengan Akeno.
AKENO POV
Naru-kun, apa kamu sudah pulang kerumah kaa-san. Apa aku harus menelfon kaa-san. Ya, aku harus menelfonnya.
"Moshi moshi..." suara orang yang di telepon oleh ku.
"Kaa-san" aku pun memanggilnya. Memang aku diperbolehkan memanggil kaa-san padanya pada saat aku masih bersama naru-kun di rumah tsunade-baachan.
"Ya ada apa akeno-chan?" tanya kaa-san yang berada di seberang telepon.
"Apa Naru-kun sudah pulang?" aku pun bertanya tentang Naru-kun, aku sangat mencemaskannya dan sangat merindukannya. Karena sudah lama sekali aku tidak pernah bertemu dengannya, bahkan mendengar suaranya pun tidak.
"Naru-chan belum pulang, mungkin dia masih ada tugas yang harus dia kerjakan. Jadi, kamu tenang saja. Nanti, kalau tugasnya sudah selesai, pasti dia akan segera menemuimu. Kamu harus percaya padanya, dengan begitu kamu pasti bisa bertemu dengannya" kaa-san pun menjawabnya sambil memberiku semangat agar aku tidak sedih lagi. Aku tau, aku harus percaya bahwa naru-kun akan segera kembali padaku. Tapi, harus berapa lama aku menunggu. Aku sudah sangat merindukannya. Jika yang di katakan kaa-san benar, aku harap naru-kun segera menemuiku.
"Arigatou kaa-san, karena sudah memberiku semangat. Aku berharap agar naru-kun cepat pulang dan segera menemuiku. Aku sangat merindukannya" aku pun berterimakasih pada kaa-san karena setiap kali aku menelponnya, dia selalu memberiku semangat agar aku bisa tetap bersabar menunggu naru-kun.
"Ya sama-sama. Jadi kamu harus sabar ya. Apapun yang terjadi nantinya, naru-chan pasti akan segera bertemu denganmu" kaa-san pun menyuruhku bersabar. Aku selalu menuruti apa yang kaa-san sarankan padaku, karena aku sudah tidak memiliki ibu lagi. Jadi, kaa-san sama halnya seperti ibu keduaku.
"Kalau begitu, aku pergi dulu kaa-san. Aku masih ada pelajaran" aku pun pamitan pada kaa-san karena aku harus ke kelas.
"Ya, belajarlah yang rajin ya akeno-chan." ucap kaa-san.
"Bye kaa-san" ucapku pada kaa-san.
"Bye..." aku pun menutup teleponnya.
Naru, cepatlah kembali. Aku akan selalu menunggumu, apapun yang terjadi, aku percaya padamu bahwa kau pasti akan segera kembali.
AKENO POV END
akeno pun segera menuju ke kelasnya karena pelajaran akan segera dimulai.
Keesokan harinya di kota kuoh.
Terdapat 3 orang yang berpakaian dengan jubah serta tudung kepala yang tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto, Xenovia dan Irina yang ditugaskan oleh pemimpin exorcist untuk merebut pedang Excalibur yang dicuri oleh malaikat jatuh kokabiel. Sebenarnya tidak bertiga, tapi hanya berdua karena naruto sudah pergi terlebih dahulu entah kemana, jadi hanya ada Xenovia dan Irina saja. Mereka datang ke sebuah sekolah di kota kuoh atau lebih dikenal dengan nama Kuoh Gakuen. Mereka bertemu dengan 2 iblis yang sedang berjalan menuju ke dalam sekolah yaitu Souna Shitori atau nama aslinya adalah Sona Sitri yang menjadi pewaris iblis kelas atas dari klan Sitri dan Tsubaki Shinra yang juga iblis serta ratu dari Sona.
"Pedang Suci" ucap sona saat melihat ke dua orang yang berjubah yang sedang membawa pedang suci. Lalu sona pun mendekati 2 orang tersebut bersama dengan ratunya.
"Ada keperluan apa pemegang pedang suci kesini?" lanjutnya setelah berada di dekat kedua orang tersebut.
"Kami hanya ingin bertemu dengan iblis kelas atas yang menjadi penguasa kota ini" xenovia pun menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh sona dengan sifatnya yang datar ke pada para iblis tersebut.
"Untuk apa bertemu dengan iblis seperti kami?" sona pun menanyakan ada maksud apa sih sebenarnya para pelayan Kami-sama bertemu dengan iblis di daerahnya.
"Kami hanya ingin bernegosiasi saja. Untuk detailnya, kami akan datang lagi esok hari. Permisi" xenovia pun memberitahukan maksudnya tapi tidak secara detail, lalu diapun pamit pada dua iblis tersebut. Mereka berdua pun pergi dari Kuoh Gakuen.
Sementara ditempat lain.
NARUTO POV
Aku sudah lama sekali tidak ke sini. Ternyata kota ini sudah banyak berubah. Apa aku ke ayame-neechan dulu ya untuk ganti baju. Sepertinya tidak bagus kalau jalan-jalan pakai baju exorcist beginian. Semoga nee-chan ada. Aku pun berjalan menuju butik yang ayame-neechan jaga, dimana butik tersebut milik kaa-san dan butik tersebut bernama Uzumaki's Shop.
Seletah beberapa menit berjalan, akhirnya aku sampai juga di uzumaki's shop milik kaa-san. Aku pun langsung masuk ke dalam dan tidak usah membuka pintu toko tersebut karena pintunya bisa terbuka sendiri jika ada orang yang ingin masuk dan keluar.
"Selamat datang di Uzumaki's Shop" ayame neechan pun mengucapkan selamat datang ke setiap pelanggan yang datang. Neechan pun masih belum mengenalku karena aku menggunakan jubah dengan tudung kepala, jadinya tidak kelihatan.
Aku pun masuk kedalam dan mencari baju yang enak untuk ku pakai. Setelah menemukan baju yang pas untuk ku pakai, aku pun mengambilnya dan menggantinya di ruang ganti. Akupun menaruh semua pakaian exorcistku di dalam ruang dimensi lain. Lalu aku pakai pakaian yang sudah aku ambil tadi. Aku pun langsung ke luar setelah selesai memakainya.
Aku melihat ada sebuah jubah putih dengan aksen jilatan api dibagian bawah yang berwarna kuning keemasan serta ada kanji dengan tulisan Uzumaki dibelakangnya. Jubah tersebut ada di dalam kotak kaca dan terdapat sebuah kalimat tulisan disana yaitu 'NOT FOR SALE' bahwa jubah tersebut tidak untuk dijual. Memang, itu kan adalah jubah yang aku pesan dulu waktu aku masih kecil, ternyata neechan sudah memesankannya untukku. Saat aku masih melihat-lihat jubah tersebut, ternyata neechan menyadari bahwa ada seseorang yang sedang melihat jubah milik anak dari pemilik tokonya itu. Sepertinya dia berjalan menuju ke arahku.
"Sumimasen, jubah itu tidak untuk dijual" neechan pun datang ke arahku dan langsung mengucapkan hal tersebut.
"Konichiwa Ayame-neechan" akupun berbalik dan langsung mengucapkan salam pada neechan.
"Ko-konichiwa... Na-naru-chan kapan kau datang?" neechan sepertinya kaget karena dia tidak melihatku saat aku masuk ke dalam toko. Kenapa begitu, karena aku kan memakai jubah putih dengan tudung kepala yang jadinya menutupi kepalaku dan wajahku pun terlihat tidak jelas oleh orang lain.
"Aku baru sampai neechan, dan aku langsung kesini untuk mengambil pakaian yang cocok. Karena aku tidak mungkin memakai pakaian di rumah baachan karena sudah kekecilan." aku pun mengucapkan bahwa aku memang baru datang ke kota ini. Sebenarnya aku datangnya dengan dua orang kouhaiku, tapi aku langsung menghilang saat sampai di kota ini.
"Ouh jadi kau masih belum ke rumah baachan? hmmmm" neechan pun menanyakan hal tersebut padahal jawabannya sudah jelas terdapat pada apa yang aku katakan sebelumnya.
"Yah begitulah neechan. Jadi, apa jubah ini sudah bisa aku bawa neechan?" aku menanyakan apa aku sudah diperbolehkan membawa jubah yang sudah aku pesan saat aku masih kecil dulu.
"Kau sudah boleh membawanya naru-chan" neechan akhirnya mengijinkanku untuk membawa jubah putih dengan aksen jilatan api yang berwarna kuning keemasan dibagian bawah tersebut serta kanji dengan nama 'UZUMAKI' di belakangnya.
"Neechan jangan panggil aku dengan seperti itu. Aku sudah besar tau" aku pun ngambek karena masih saja di panggil seperti anak kecil padahal kan aku sekarang sudah besar, jadinya aku malu jika dipanggil seperti itu.
"Hooo ternyata adik kecilku ini bisa ngambek juga ya... hahahahaaahahahaaaaa" neechan menertawakanku karena aku ngambek tadi.
"Neechan hentikan itu, nanti aku jadi malah makin malu" aku pun berusaha untuk mengembalikan keadaan seperti semula, walau sebenarnya yang tidak ingin di keadaan seperti ini hanya aku saja karena aku malu.
"Hhahaaa, baiklah baiklah... aku akan ambilkan kunci tabung kacanya terlebih dahulu jadi kau tunggu disini ya..." neechan segera pergi ke tempat kasir dimana kunci tabung kaca yang menyimpan jubah ku itu ada disana.
"Baiklah aku akan segera membukanya." lanjutnya setelah kembali dari tempat kasir. Ayame neechan pun langsung membukanya dan segera memberikan jubah tersebut padaku. "Oh ya Naruto. Kau tahu? Akeno kadang kesini dan selalu menanyakan kabarmu. Apa kau tidak pernah memberi kabar padanya selama kau di eropa?"
Neechan pun memberi tahukan bahwa Akeno selalu menanyakan tentang keadaanku. Mungkin dia sangat rindu padaku, akupun sebenarnya juga sangat merindukannya. Seperti apa dia saat ini yaa.
"Neechan, apa kau tahu Akeno sekarang berada dimana?" aku menanyakan tentang akeno padanya karena jujur saja aku masih belum tahu sebenarnya akeno ada dimana, dan yang aku ketahui bahwa akeno ada pada paman sirzechs.
"Dia sekarang sedang bersekolah di Kuoh Gakuen. Apa aku harus memberi tahunya kalau kau sudah datang?" neechan memberi tahuku bahwa akeno saat ini sedang bersekolah di Kuoh Gakuen yang dimana disana adalah sekolah yang pernah aku datangi sebelumnya saat usiaku masih kecil dulu dan disana juga sekolah dimana baachan mengajar.
"Sebaiknya jangan dulu neechan. Biar aku sendiri saja yang memberitahukannya, jadi neechan jangan memberi tahunya ya. Aku akan memberikan dia kejutan" itu sih memang sudah rencanaku kalau aku sudah bertemu dengannya. Aku akan memberinya kejutan.
"Baiklah kalau begitu." neechan akhirnya setuju dengan apa yang akan aku lakukan.
"Kalau begitu aku pergi dulu neechan. Aku mau ke teuchi jii-san dulu. Aku sudah lapar sekali" aku pun berpamitan pada neechan untuk pergi ke tempat tou-sannya neechan dimana dia adalah pemilik kedai ramen terkenal di kota ini, yaitu Kedai Ramen Ichiraku.
"Ya sudah sana." akhirnya neechan membolehkan ku pergi ke tempat tousannya.
"Bye neechan..." ucapku sebelum pergi.
"Bye naru-chan. Hahahaa..." balasnya neechan tapi dia tetap saja memanggilku dengan sebutan seperti itu.
Aku pun pergi dari butik milik kaa-san dengan membawa jubah putihku itu yang baru diberikan oleh neechan padaku. Aku memang tidak menyimpannya di dalam ruang dimensi karena tidak enak jika melakukan hal itu disaat banyak orang dan lagi di depan neechan. Jadi aku harus membawanya dan menyimpannya nanti jika sudah di tempat yang sepi. Setelah itu aku pun langsung pergi ke kedai ramen milik teuchi jii-san.
"Yo teuchi-jiisan" panggilku pada teuchi jii-san pemilik kedai ramen tersebut setelah aku sampai.
"Oh ternyata kau ya naruto? Kau sudah besar ya?" tanya teuchi jii-san padaku karena aku sudah kurang lebih 5 tahun tidak pergi ke tempat ini.
"Ya begitulah Jii-san" jawabku pada jii-san.
"Kamu ingin pesan apa naruto?" jii-san pun menanyakan aku ingin memesan apa di kedai ramen miliknya.
"Aku pesan miso ramen jumbo jii-san" ucapku pada jii-san.
"Baiklah ramen akan segera datang" ucap jii-san yang langsung masuk untuk menyiapkan ramennya. Setelah beberapa saat jii-san pun kembali dengan membawa sebuah mangkuk ramen yang berukuran jumbo.
"Ramen sudah siap" ucap jiisan yang menghidangkan ramen itu padaku.
"Arigatou jii-san" aku pun berterimakasih pada jii-san karena sudah menyediakan ramenku.
Sebelum aku memakan ramen yang sudah disediakan oleh jii-san, aku merasakan ada dua orang dengan aura suci yang sedang mendekat padaku. Aku tahu siapa mereka jadi aku diam saja.
NARUTO POV END
"Senpai" ucap mereka berdua yang baru saja datang dan langsung duduk di kursi disebelah naruto duduk. Mereka adalah Xenovia dan Irina.
"Yo,,, ternyata kalian berdua." ucap naruto pada mereka berdua yang baru saja sampai.
"Senpai, kau kemana saja dari tadi. Kami mencarimu. Dan kenapa kau berpakaian seperti itu? dari mana kau mendapatkan pakaian itu? serta dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli makanan ini?" xenovia pun mengajukan pertanyaan pada naruto secara bertubi tubi.
"Hah kalian ini bisa tidak kalau bertanya itu satu-per-satu. Sebelum aku menjawab pesanlah makanan terlebih dahulu agar kalian tidak lapar. Aku akan mentraktir kalian. Jadi kalian tenang saja." naruto pun tidak langsung menjawab pertanyaan dari kedua kouhainya itu, tapi malah menyuruh kouhainya itu untuk memesan makanan. Dia tahu karena sejak datang kesini mereka masih belum makan apa-apa.
"Baiklah senpai" jawab mereka berdua secara bersamaan.
"Jii-san" panggil naruto pada jii-sannya lagi.
"Ada apa Naruto. Dan oh itu kedua temanmu ya?" ucap teuchi setelah sampai dan langsung menebak bahwa yang berada di samping naruto itu adalah temannya naruto.
"Ya begitulah Jii-san" jawab naruto karena ditanya tadi sama si teuchi jiisan.
'Hmmm, senpai ternyata kenal dengan orang itu ya.' batin mereka berdua.
"Jadi kalian berdua mau pesan apa?" lanjut naruto pada kedua kouhainya yang menanyakan apa yang ingin dipesan sama kedua kouhainya itu.
"Aku pesan miso ramen biasa saja senpai" jawab xenovia yang mengutarakan keinginannya.
"Aku sama seperti xenovia senpai" jawab irina yang mengutarakan juga keinginannya bahwa sama seperti milik xenovia.
"Oh baiklah. Dua miso ramen segera datang" ucap teuchi jiisan yang langsung masuk kedalam untuk memasakkan mereka berdua miso ramen.
"Jadi senpai. Mengenai pertanyaan kami tadi? Apa jawabanmu?" xenovia pun menanyakan kembali tentang apa yang sudah ditanyakannya sebelumnya pada naruto.
"Oh baiklah. Aku berpakaian seperti ini agar terlihat seperti warga biasa disini. Dan aku mendapatkannya dari toko. Kalo soal uang aku memintanya tadi" jawab naruto secara singkat padat dan sepertinya tidak jelas.
"Senpai meminta uang pada siapa?" irina pun ikut menyelidiki dari mana naruto mendapatkan uang.
"Sudahlah nanti kalian akan tahu sendiri." jawab naruto santai dan dia langsung melanjutkan acara makannya yang tadi sempat tertunda.
"Dua Miso Ramen sudah siap" ucap teuchi-jiisan yang menghidangkan ramen untuk xenovia dan irina.
"Arigatou jii-san" ucap mereka berdua pada teuchi-jiisan.
"Ya... sama-sama" balas teuchi-jiisan pada xenovia dan irina.
"Cepat makan itu sebelum dingin" naruto langsung menyuruh kedua kouhainya untuk memakannya.
"Baik senpai" jawab mereka berdua.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah selesai memakan ramennya. Sebenarnya yang selesai terlebih dahulu naruto. Walaupun ramen yang dia pesan adalah ukuran jumbo, tapi dia sangat cepat dalam memakan ramen.
"Yosh, karena kalian sudah selesai aku akan pergi terlebih dahulu, jadi kapan pertemuannya?" tanya naruto mengenai pertemuan yang sudah ditugaskan oleh pemimpin mereka dengan para iblis yang jadi penguasa di kota tersebut.
"Kita akan melakukan pertemuannya besok di gedung lama Kuoh Gakuen" jawab mereka berdua.
"Baiklah, kita akan bertemu lagi di depan sekolah besok. Aku harap kalian tidak melakukan hal-hal buruk disana. Jika kalian melakukannya. Aku akan menghukum kalian. Untuk sekarang aku masih ada urusan yang harus aku urus. Jika kalian butuh makanan, aku akan memberikan kalian uang agar kalian bisa beli makanan. Jadi kalian tidak perlu melakukan hal-hal aneh untuk mendapatkan uang." naruto pun segera memberikan mereka beberapa uang yen. Dan mereka segera menerima uang pemberian senpainya tersebut.
"Arigatou Senpai" ucap mereka berdua pada naruto karena sudah memberinya uang.
"Ya sama-sama. Kalau begitu aku pergi dulu. Paman uangnya aku taruh dimeja" ucap naruto yang langsung menaruh uang tiga mangkuk ramennya itu dimeja.
"Ya datang lagi ya" ucap teuchi-jiisan.
"Ya" jawab naruto dan segera pergi dari kedai ramen tersebut.
Malam harinya.
Naruto saat ini sedang jalan-jalan. Dia sebenarnya ingin bertemu dengan pamannya. Jadinya dia berjalan di dekat sungai. Tapi setelah sampai disungai, dia melihat pamannya bersama dengan orang lain yang tidak dikenalnya. Dia juga merasakan kalau orang itu bukan manusia tapi iblis.
'Ternyata ada iblis. Kurama, apa kau bisa merasakan aura lain yang ada di dalam tubuh anak itu?' naruto lagi bertanya pada partnernya lewat kontak batin sambil dia berjalan menuruni tebing untuk sampai di pinggir sungai.
'Ya aku merasakannya naruto. Dia sama seperti Vali. Dia juga memiliki aura naga. Rival dari Vanishing Dragon yaitu Welsh Dragon.' jawab kurama pada naruto yang masih berkomunikasi lewat kontak batinnya.
'Oh ternyata begitu ya. Sepertinya dia masih belum hebat seperti vali.' naruto merespon informasi yang telah diberikan oleh partnernya itu.
Naruto pun terus berjalan hingga dekat dengan mereka berdua.
"Yo paman Da-Te-" panggilan naruto pun terhenti gara-gara terkena pukulan telak di bagian wajahnya.
BUAGH
"ITTAI..." naruto merespon dengan merasakan sakit hasil dari pukulan yang diberikan oleh Azazel tadi.
"Kenapa kau malah memukulku paman?" lanjut naruto yang langsung bertanya kenapa si pemukul.
"Kau mau bilang apa barusan?" bukannya menjawab malah balik tanya si azazel itu.
"Aku kan tadi hanya mau memanggilmu dengan Da-Te-" ucapan naruto kembali terhenti karena azazel sudah menyangkalnya terlebih dahulu.
"JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN ITU." azazel berteriak pada naruto karena tidak mau di panggil dengan sebutan Da-Tenshi.
"Baiklah. Aku panggil Gub-" ucapan naruto kembali terhenti karena azazel sudah menyangkalnya lagi.
"ITU JUGA TIDAK BOLEH BODOH" azazel kembali berteriak pada naruto karena tidak mau di panggil Gubernur Malaikat Jatuh.
"Jadi aku harus memanggilmu apa paman?" naruto akhirnya berhenti memanggil azazel dengan sebutan-sebutannya itu.
"Panggil aku paman saja. APA KAU MENGERTI?" azazel berteriak kembali pada naruto.
"Baiklah... Baiklah... Aku mengerti paman" jawab naruto akhirnya setuju dengan ucapan azazel.
'Apa yang sebenarnya terjadi dengan orang-orang ini? Orang yang aneh' issei pun membatin karena hal yang dilakukan oleh kedua orang tersebut sangatlah aneh menurutnya sih. Issei masih belum mengetahui kalau sebenarnya si azazel itu adalah malaikat jatuh, jadi yang masih manusia hanyalah naruto.
"Bagus" ucap azazel yang kembali duduk dan meneruskan kegiatan memancingnya.
Naruto pun juga duduk disamping azazel. Dan dia juga membawa alat pancing karena kalau dia lagi bersama si azazel, pasti dia hanya diam saja tidak melakukan kegiatan apapun. Sementara azazel hanya memancing walaupun setiap memancing tidak dapat ikan sama sekali. Naruto mengambil ancang-ancang terlebih dahulu lalu melemparkan kail yang ada di alat pancingnya itu kedepan.
CPLUK
Dan kailnya pun terlempar jauh.
"Dia siapa paman?" tanya naruto pada azazel karena naruto tidak tahu nama iblis itu. Tapi dia tahu tentang kebenaran dari si iblis itu.
"Oh dia Hyoudou-kun. Kenalkan dirimu Hyoudou-kun" jawab azazel santai sambil memberi perintah pada issei.
'Kenapa si paman ini sudah tidak memanggilku Akuma-kun lagi? mungkin dia takut kalau ada orang lain tahu.' batin issei yang merasa ada yang berbeda dari ucapan si azazel.
"Aku Issei Hyoudou." issei memperkenalkan dirinya pada si naruto.
"Issei Hyoudou. Jadi itu namamu ya. Aku Naruto." jawab naruto, dia tidak memberitahukan marganya.
"Semoga kalian cepat akrab." ucap azazel pada mereka berdua.
Tiba tiba umpan yang naruto lemparkan tadi bergerak. Dan dia pun bersiap-siap menunggu waktu yang tepat untuk menarik alat pancingnya. Setelah waktunya tepat, dia langsung menarik pancingnya. Ternyata dia mendapat ikan yang besar, hanya sebesar remot tv sih.
"Aku dapat duluan paman" ucap naruto pada si azazel.
"Kau curang naruto. Aku yang dari tadi disini masih belum dapat juga." azazel sepertinya merasa kalah dengan naruto karena dirinya yang sudah memancing dari tadi malah tidak mendapatkan apa-apa. Sementara naruto yang baru sampai sudah mendapatkan ikan yang sebesar remot tv.
"Itu karena kau belum beruntung paman. HAHHAHAHAA" naruto menertawakan azazel yang tidak pernah mendapatkan ikan saat dia memancing. Sementara azazel hanya murung karena di ketawai oleh naruto.
"Aku pergi dulu paman, masih ada sesuatu yang ingin aku urus" lanjutnya.
"Apa terjadi suatu masalah yang rumit sedang menimpamu?" azazel bertanya masalah yang sedang dihadapi naruto.
"Ya begitulah paman. Sangat rumit sekali hingga aku diturunkan kemari." naruto memang merasakan kalau masalah yang akan dihadapinya itu bukanlah masalah yang mudah. Tapi masalah yang sangat rumit sekali karena harus berhadapan dengan malaikat jatuh yang namanya tertulis didalam alkitab.
"Aku tahu apa masalah yang kau hadapi. Semoga kau dapat menyelesaikan masalahmu itu" azazel tahu apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini. Bahwa salah satu bawahannya itu telah berbuat kesalahan yang dapat menimpulkan peperangan antar fraksi.
"Arigatou paman, aku pergi dulu. Bye..." ucap naruto dan dia langsung pergi begitu saja dari tempat itu dan ikan yang dia dapatkan pun juga ditinggalkan disana.
Keesokan Harinya
Di gedung lama kuoh gakuen lebih tepatnya disebuah gedung dengan gaya eropa yang luasnya sangat luas dan penerangannya hanya menggunakan lilin saja. Duduklah seseorang di sebuah sofa panjang seorang gadis berambut merah yang bernama Rias Gremory dan juga dibelakangnya berdiri 4 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 1 satu laki-laki yaitu Himejima Akeno, Toujou Koneko, Hyoudou Issei, Asia Argento. Sementara di sofa yang berlawanan, juga ada 2 orang perempuan duduk yaitu Xenovia dan Shidou Irina, beserta 1 orang laki-laki yang hanya berdiri di belakang sofa tersebut dengan menyandarkan tubuhnya ke tembok, dia yang berpakaian sangat tertutup menggunakan jubah dengan tudung kepala yang bahkan hanya dapat dilihat mulutnya saja karena tudungnya menutupi hingga hidung yaitu Uzumaki Naruto.
'Aku dapat merasakan aura suci yang terpancar di dua orang tersebut, tapi kenapa yang berdiri itu hanya aura manusia biasa, apa dia itu exorcist yang baru belajar sehingga masih tidak memiliki aura suci.' Sementara Rias sepertinya merasakan aura orang-orang yang ada didepannya dan dua orang perempuan yang duduk disofa tersebut dapat di rasakan aura sucinya, sementara orang yang hanya berdiri dibelakan sofa tidak dirasakan auranya, hanya aura manusia biasa saja yang dirasakan olehnya.
"Terima kasih sudah memperkenankan kami bertemu, Aku Xenovia" ucap Xenovia memperkenalkan dirinya pada iblis-iblis yang ada di hadapannya itu.
"Dan aku, Shidou Irina" ucap Irina menyambung perkenalan Xenovia sebelumnya.
"Dan dia" ucap Xenovia yang menunjuk pada naruto, karena naruto mengangkat tangannya seperti tanda tidak perlu, maka xenovia pun tidak memberi tahukan namanya. "Senpaiku..." lanjut xenovia.
'Senpai? kenapa senpainya malah tidak memiliki aura suci?' rias membatin karena tidak sesuai dengan pendapatnya barusan.
"Ada apa utusan gereja ingin bertemu dengan iblis?" rias pun mulai bertanya pada tamunya.
"Kami ingin mengambil Pedang Suci yang hilang, Enam Excaliburs disimpan dalam tahanan tiga fraksi gereja. Tiga dari enam telah dicuri oleh malaikat jatuh. Sementara yang kami pegang adalah Excalibur Destruction dan Excalibur Mimic" ucap irina menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Dan? ada maksud apa kalian pada kami?" ucap rias bertanya maksud dari kedatangan tamunya tersebut.
"Ini adalah masalah antara kami dan malaikat jatuh. Jika iblis penunggu kota ini ikut serta dalam masalah ini akan menyusahkan. Jika kalian berkerja sama dengan malaikat jatuh, maka kami akan memusnahkan kalian juga. Walaupun kau adalah imouto dari Maou." Xenovia menjawab pertanyaan rias barusan yang mengenai maksud dari kedatangannya.
"Jika kau mengenal kami dengan baik, kau akan tahu bahwa aku tidak pernah bekerja sama dengan malaikat jatuh. Aku bersumpah atas nama Keluarga Gremory bahwa aku tidak akan menodai reputasi Kakakku" ucap rias menjawab apa yang xenovia katakan barusan, memang kata-kata xenovia tersebut sangatlah kasar.
"Hanya itu saja yang kami inginkan. Aku hanya menyampaikan pesan dari gereja kepada kalian. Yang kami inginkan hanya menjamin netralitas kalian" ucap xenovia.
"Dimengerti" jawab rias.
"Maaf telah menyita waktumu" ucap xenovia dan dia langsung berdiri dan diikuti oleh irina yang juga berjalan menuju pintu, sementara naruto hanya tetap berdiri ditempat. Saat beberapa langkah, Xenovia pun menghentikan langkahnya dan mulai menatap asia. "Sejak kami mengunjngi rumah Hyoudou Issei, kau selalu terlintas di pikiranku. Kau Asia Agento kan?" lanjutnya berucap.
"Ha-Hai" ucap asia dengan nada ketakutan.
"Aku tidak menyangka dikota ini akan bertemu penyihir" lanjut xenovia.
"Ah, kau yang menjadi penyihir, mantan orang suci? kudengar kau diasingkan karena kau menyembunyikan iblis dan membantu malaikat jatuh, tidak kusangka kau malah menjadi iblis" ucap irina.
"Kau menggunakan sebutan orang suci. tapi kau sekarang menjadi iblis? ketika sedang terjatuh, maka terjatuhlah. Aku dapat mencium aroma suci yang ada pada dirimu. Apa kau masih mempercayai ajarannya?" ucap xenovia lagi.
"A-aku ma-masih percaya, ha-hanya saja aku tidak bisa mempelajarinya lagi" ucap asia masih dengan nada tergagap.
"Kalau begitu kau lebih baik mati ditangan kami. Kau mungkin berdosa, tapi aku yakin kau pasti akan diberi keselamatan. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri" ucap xenovia mulai berjalan ke arah asia dengan menggenggam pedangnya.
SWUSH
TRANKK
Saat xenovia sudah siap untuk menebaskan pedangnya, tiba-tiba issei berdiri didepan asia. Tapi yang lebih mengejutkan lagi seseorang yang dari tadi diam saja mulai beraksi yang tiba-tiba berdiri di samping xenovia dan menghentikan laju pedang xenovia dengan sebuah pedang kayu atau bisa disebut bokken.
'Pe-pedang kayu, seorang exorcist dengan pedang kayu. Bukankah pedang itu yang selalu Naru-kun Bawa' akeno pun mulai merasakan ada yang aneh dengan seseorang yang dari tadi diam saja itu dan dia memiliki firasat bahwa mengenal orang tersebut.
"Cuku-" ucap rias yang mulai berdiri tapi terpotong oleh akeno.
TAP TAP TAP
"Kau" ucap akeno yang mulai berlari yang menuju kearah naruto dengan mengambil ancang-ancang tangannya lalu saat sudah dekat dia langsung menampar wajah naruto dengan kerasnya.
PLAK
Naruto hanya diam saja saat ditampar oleh akeno. Sementara yang lainnya mulai heran dengan apa yang terjadi antara akeno dan naruto.
'Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Akeno menampar orang tersebut?' batin rias mulai bertanya-tanya dengan kejadian tersebut.
'Apa yang terjadi dengan akeno-san/senpai' batin yang lainnya dari golongan iblis yang kaget akan perlakuan dari akeno terhadap tamunya.
'Kenapa wanita itu menampar naruto-senpai' batin xenovia dan irinya yang juga kaget.
GREB
Setelah tamparan tersebut, tiba-tiba akeno langsung memeluk naruto. Dan mulai menganis.
"Hiks... Hiks... Kenapa?" akeno pun menangis sambil memeluk naruto. Sementara naruto hanya diam saja.
'Ada apa ini? kenapa akeno/-san/-senpai malah memeluk orang itu sambil menangis?' batin iblis lainnya yang kaget dua kali karena ulah akeno.
'Ada apa dengannya, kenapa setelah menampar senpai malah memeluk senpai?' batin xenovia dan irina yang kaget lagi.
"..." Naruto hanya diam saja dari tadi tidak melakukan apa-apa karena dia tau pasti masih ada kata-kata yang akan keluar dari akeno.
"Hiks... Kenapa? Hiks... Kenapa kau baru datang sekarang? Hiks... Aku sudah lama merindukanmu... Hiks... Sudah 5 tahun lebih kau tidak menemuiku... Hiks... Kenapa? Hiks... Kenapa harus selama itu? Hiks..." akeno pun mengungkapkan perasaannya sambil terus menangis dan memeluk naruto dengan eratnya seperti orang yang tidak ingin kehilangan kekasihnya.
GREB
"Go-gomen ne Akeno-chan" ucap naruto sambil membalas pelukan akeno.
"?" yang lainnya pun mulai muncul tanda tanya di kepalanya.
'AKENO-CHAN?' yang lainnya pun kembali kaget dengan panggilan naruto terhadap akeno.
'Ada apa sebenarnya dengan akeno? apakah ini yang selalu membuatnya melamun sendirian? apa karena lelaki ini?' batin rias kembali bertanya-tanya walaupun tidak mendapatkan jawaban.
"Gomen, aku masih belum bisa menemuimu sebelumnya. Aku masih banyak tugas yang harus ku kerjakan, jadi aku masih belum bisa kesini. Gomen ne Akeno-chan" naruto meminta maaf pada akeno sambil mengusap air mata yang keluar dari mata akeno dengan jari jempol tangan kanannya.
"Ummm, da-daijobu desu. Ho-honto ni daijobu. Asalkan aku bisa bersamamu kembali, aku tidak apa-apa" akeno berucap bahwa tidak apa-apa asalkan naruto tetap bersamanya.
"Ho-honto?" tanya naruto memastikan.
"Honto dayo dan jangan pangil aku dengan embel-embel -chan, aku sudah bukan anak kecil lagi" jawab akeno disertai senyuman.
"Hai, Arigatou Akeno" ucap naruto pada akeno.
"Apakah sudah selesai acara kasih sayangnya?" ucap seseorang yang baru datang dan lagi bersandar di pintu.
"Yuuto/Kiba..." ucap semua keluarga rias.
"Siapa kau?" ucap naruto bertanya pada iblis yang bernama yuuto kiba itu.
"Aku adalah senpai mu" jawab yuuto yang mengaku dirinya adalah senpainya.
"Senpai kah? sepertinya aku mengetahui tentangmu. Kiba Yuuto, exorcist yang dididik oleh peneliti exorcist agar bisa menggunakan pedang excalibur, lalu kabur karena insiden yang terjadi di tempat penelitian" ucap naruto yang berbicara tentang apa yang diketahuinya tentang Kiba Yuuto.
"Ah jadi dia ya yang dulu digunakan untuk percobaan pedang suci ya" ucap irina melanjutkan ucapan naruto.
"Jika kau berani, lawan aku" tantang yuuto pada naruto.
"Baiklah jika itu maumu, aku akan terima tantanganmu dan ingat, ini adalah tantangan dari pihak iblis" jawab naruto sambil dirinya melepaskan pelukannya bersama dengan akeno serta juga bersiap-siap untuk pertarungan.
Mereka semua pergi dari ruangan itu menuju tempat seperti lapangan luas di belakang gedung tersebut. Berdiri satu exorcist yang saling berhadapan dengan satu iblis yang sama-sama menyiapkan kuda-kuda bertarungnya. Sementara iblis yang lain berdiri di dekat pohon yang berada di belakang satu iblis dipihaknya. Sementara untuk dua exorcist lainnya berdiri juga di dekat pohon di belakang exorcist yang akan bertarung. Exorcist itu adalah naruto yang saat ini berdiri dengan kuda-kuda santainya yang selalu dia gunakan saat mau bertarung, dia menyiapkan pedang kayunya di tangan kirinya serta pandangannya pun tertuju ke depan tepat ke arah lawan bertarungnya itu. Sementara iblis itu adalah Kiba Yuuto, iblis dari kelompok Gremory itu menyiapkan kuda-kuda bertarungnya khas seperti ksatria dengan pedang yang dia pegang dengan kedua tangannya serta pandangannya tertuju ke naruto.
"Apa kau sudah siap?" tanya kiba yuuto kepada naruto.
"Aku selalu siap kapanpun kau mau" jawab naruto dan dia masih tetap dengan kuda-kuda santainya itu.
Kiba bersiap-siap untuk maju menyerang naruto.
"Heeyaaahh..." kiba berteriak dengan maju untuk menyerang naruto. Dia berlari dengan kecepatan yang dia miliki.
Saat kiba sudah dekat dengan naruto, dia langsung menghunuskan pedangnya ke arah naruto yang saat itu sudah bersiap untuk mengangkat pedangnya dengan tangan kanannya untuk memblokir serangan kiba yang diarahkannya lurus kedepan dengan dada naruto sebagai sasaran pedangnnya. Saat pedang yang dihunuskan kiba itu sudah kurang dari satu meter, naruto langsung mengangkat pedangnya dan memblok langsung arah serangan dari pedang kiba itu.
TRANK
TAP
Setelah serangannya berhasil di blok, kiba langsung melompat kebelakang dengan pedang naruto sebagai tolakannya untuk melompat. Kiba langsung maju lagi saat kakinya sudah berpijak pada tanah dan melakukan serangannya dengan menebas naruto secara zig-zag dan cepat.
TRANK TRANK TRANK
Naruto yang diserang seperti itu, mau tidak mau terus menghindari serangan kiba serta juga memblok serangan yang tidak dapat dia hindari. Naruto tidak menggunakan kekuatannya sama sekali, dia hanya percaya pada kekuatan alami manusianya, bahwa dia itu bisa menghindar walaupun tanpa menggunakan kekuatan Kurama ataupun pedang Ex-Destructionnya itu. Karena naruto yang terus menghindar dari serangan kiba, dia dibuat terpojok hingga mendekati pepohonan dibelakangnya.
Sementara kiba yang sudah tahu musuhnya terpojok, dia langsung melompat lagi kebelakang dan saat sudah berpijak pada tanah, dia bersiap menghunuskan pedangnnya pada tanah didepannya.
"SWORD OF BIRTH" setelah dia menancapkan pedangnya pada tanah yang ada didepannya itu, dia langsung berteriak tentang jurusnya itu. Setelah itu, muncul pedang-pedang dari depan kiba dan menuju ke arah naruto yang sudah terpojok tadi sebagai sasaran dari pedang lahir dari kiba tersebut.
'Ini sungguh merepotkan, aku bisa terkena serangan pedang-pedang itu' batin naruto yang dirinya sudah dipojokkan oleh kiba dan sudah disambut juga dengan serangan dari kiba.
'Naruto, sebaiknya kau gunakan Holy Fire' ucap kurama lewat telepatinya dengan naruto. Dia tahu jika naruto tidak segera menghindar dengan kekuatan Holy Fire, bisa-bisa naruto terkena serangan pedang yang banyak itu. Karena mau bagaimanapun jika naruto hanya berlari dengan kekuatan manusianya itu tidak akan cukup bahkan mustahil untuk menghindarinya, karena pedang yang muncul dari tanah itu dan mengarah ke padanya cepat sekali.
'Maaf kurama, aku masih bisa melawannya dengan kekuatan tubuhku sendiri, karena aku tahu bagaimana cara menghindari pedang-pedang itu dan pedang itu juga pasti memiliki batas' ucap naruto lewat telepatinya dengan kurama. Dia tahu bahwa setiap jurus dari musuhnya itu, pasti memiliki batas maksimal di setiap penggunaannya. Dia yang memang sudah terpojok pun berpikir kembali bagaimana caranya dia menghindarinya. 'Sepertinya dengan memanfaatkan pepohonan dibelakang ini, aku pasti bisa menghindari pedang-pedang itu' batin naruto yang menemukan itu untuk menghindari pedang kelahiran itu.
"Heyaaahhh..." naruto melompat kebelakang dengan ketinggian yang standar bagi para exorcist. Karena setiap exorcist itu pasti bisa melompat tinggi untuk menghindari serangan lawannya, serta mereka juga sudah di berikan petunjuk bagaimana cara mereka melompat agar bisa tinggi.
SWUSH
TAP
Naruto langsung berpijak pada tangkai pohon yang dilompatinya tadi. Dan benar saja apa yang naruto pikirkan bahwa setiap jurus lawannya itu memiliki batas. Pedang yang bermunculan dari tanah itu dan mengarah ke naruto sebagai sasarannya itu berhenti tepat di bawah pohon yang saat ini dipijaki oleh naruto.
Sementara dengan para iblis.
"Akeno, apakah exorcist itu hebat?" tanya Rias kepada Akeno yang berada disampingnya. Rias bertanya begitu pada akeno karena tahu bahwa dia pasti mengetahui kekuatan naruto karena dia mengenalnya.
"Sebenarnya Naruto-kun belum serius sama sekali dari tadi, bahkan kau bisa melihat bagaimana kuda-kuda bertarungnya itu kan. Dia sangat santai sekali, seperti tidak terancam ataupun takut dengan serangan Yuuto-kun itu" jawab akeno atas pertanyaan rias yang ingin mengetahui bagaimana kekuatan yang naruto miliki.
"Apakah dia memiliki kekuatan khusus sehingga dia itu bisa menghindari semua serangan yang yuuto lakukan?" rias semakin penasaran dengan exorcist laki-laki itu.
"Kalau yang aku rasakan, dia dari tadi tidak menggunakan aura suci sama sekali. Kau pasti bisa merasakan auranya juga kan?"
"Ya aku juga merasakannya, auranya dari tadi tidak berubah sama sekali. Auranya hanya ber-aura manusia biasa saja." rias jadi semakin penasaran, sekuat apa sih si Naruto itu hingga dia tidak menggunakan kekuatannya sama sekali.
Sementara dengan dua exorcist teman naruto.
"Sepertinya senpai belum serius sama sekali" ucap irina yang menyaksikan pertarungan senpainya itu.
"Kau benar irina. Jika dia serius, mungkin si iblis itu sudah kalah dari awal" ucap xenovia yang menanggapi ucapan irina tadi.
Sementara di pertarungan antara naruto dan kiba.
Kiba yang sudah selesai dengan jurusnya itu langsung melompat kebelakang karena takut terkena serangan langsung jika dekat-dekat dengan musuh. Serta dia juga mempersiapkan serangannya kembali. Dia menyiapkan dua buah pedang yang saling berlawanan, ditangan kanannya terdapat pedang Api sementara di tangan kirinya terdapat pedang Es, dan pedang itu juga lebih panjang dari pedang-pedang yang digunakan kiba sebelumnya.
Naruto yang masih setia berdiri di tangkai pohon itu juga bersiap untuk melompat. Dia melompat dari pohon itu dengan tujuan daerah yang tidak terkena serangan pedang dari kiba itu. Daerah tersebut yaitu sebelah kanan dari jalur serangan pedang musuhnya.
SWUSH
TAP
Naruto pun berpijak ditanah dengan kaki kanannya terlebih dahulu, dia juga memegang pedangnya di tangan kanannya itu, sama seperti pada awal bertarung tapi dia sudah memegang pedangnya ditangan kanannya itu.
Kiba yang sudah siap dengan kedua pedangnya itu, dia langsung berlari dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata dengan sasarannya adalah naruto yang baru saja memijakkan kakinya ditanah.
SWUSSH
Saat kiba sudah berada di depan naruto, dia kembali melakukan tebasan secara zig-zag dengan sangat cepat. Sementara naruto hanya menghindarinya saja sambil memblok serangan yang tidak bisa dihindarinya dengan pedang kayunya itu.
Naruto kembali dibuat kualahan oleh kiba, karena dari tadi naruto hanya menggunakan kekuatan manusianya saja, dimana kekuatannya itu hanya mengandalkan kekuatan fisiknya yang bisa dibilang bagus karena dia sudah berlatih dari kecil.
TRANK TRANK TRANK TRANK TRANK
Naruto yang dirinya kembali dipojokan lagi oleh kiba, dia langsung melompat kebelakang untuk menghindari tebasan kiba. Saat naruto yang masih melompat diudara dan belum menapakkan kakinya di pohon di belakangnya, dia langsung memegang pedangnya dimana pedang itu dipegang dengan cara tangan kanannya memegang gagang pedangnya dan tangan kirinya memegang sarung pedangnya.
Sementara dengan para iblis.
"Rias, sekarang kau perhatikan dan rasakan. Naruto-kun saat ini sudah mulai serius dan dia akan menggunakan kekuatan aslinya sekarang" ucap akeno pada rias yang dari tadi memperhatikan pertarungan peereagenya itu.
"Memangnya apa yang akan dia lakukan?" tanya rias ke akeno, karena dia tidak mengetahui kekuatan dari musuhnya itu.
"Dia akan menggunakan pedang yang mana pedang itu lebih hebat dari pada pedang yang dimiliki oleh dua exorcist itu"
"Apakah pedangnya itu bisa lebih hebat dari excalibur destruction?"
"Bisa, pedangnya bisa menghancurkan pedang musuhnya walaupun dia hanya memblokirnya saja"
"Apakah pedangnya sehebat itu?"
"Ya, bisa jadi seperti itu."
Sementara dengan dua exorcist.
"Senpai sepertinya sudah mulai serius" ucap xenovia.
"Ya, sepertinya memang begitu" jawab irina.
Sementara di pertarungan.
Naruto yang saat ini sudah siap untuk mengeluarkan pedangnya itu, dia langsung mengalirkan aura suci ke pedangnya dan detik berikutnya terlihat cahaya di antara gagang pedang dan sarung pedangnya. Tepat saat naruto sudah menapakkan kakinya di pohon itu, dia langsung menarik pedangnya sedikit serta untuk menyiapkan serangannya dan detik berikutnya naruto langsung maju untuk menyerang kiba dengan kecepatan yang bisa dibilang kasat mata. Hampir sama seperti kecepatan kiba. Dia menggunakan kekuatang dari pedang Excalibur Rabidly-nya.
SWUSSHHH
Kiba yang merasa ada bahaya didepannya dia langsung menyilangkan dua pedangnya itu didepan tubuhnya guna untuk memblokir serangan naruto.
TRANK
CRASSHH
Saat naruto sudah berada didepan kiba, dia langsung menebaskan pedang yang langsung ditarik semua dari sarung pedangnya itu dan saat sudah menyentuh pedang yang disilangkan kiba didepannya itu, tiba-tiba pedang kiba langsung hancur.
'Ti-tidak mungkin, kenapa pedangnya bisa menghancurkan pedangku hanya dalam sekali serangan. Dan a-aura suci macam apa ini, kenapa auranya kuat sekali' batin kiba yang merasakan aura suci dari pedang yang sudah menghancurkan pedang api dan esnya itu. Dia langsung menghindar dengan melompat kebelakang dengan mengambil jarak yang jauh dari naruto.
SWUSSSHHH
Naruto setelah menghancurkan pedang kiba, dia langsung melompat kebelakang juga. Dia berdiri dengan pedangnya yang masih dia pegang dengan tangan kanannya itu.
Sementara dengan para iblis.
'A-aura su-suci ini, sangat pekat sekali.' batin semua iblis dari kelompok Gremory itu kecuali Akeno yang memang sudah mengetahuinya.
'Jika Yuuto terus melakukan pertarungan ini dan terkena tebasan pedang itu, bisa-bisa yuuto langsung mati. Sebaiknya aku menghentikan pertarugan ini' batin rias yang khawatir dengan pereagenya itu.
Di pertarungan.
Kiba yang sudah menjauh bukannya takut dengan aura suci dari pedang yang sudah menghancurkan pedangnya itu, malah dia senang karena dia bisa balas dendam pada pedang suci yang di pegang oleh naruto.
"Hahahahaaa..." kiba tertawa karena senang dengan apa yang dilihatnya didepan.
Sementara Rias yang ingin menghentikan pertarungan kiba malah tidak jadi karena melihat ekspresi kiba yang tidak ketakutan.
"Kenapa kau malah tertawa?" tanya naruto pada lawan bertarungnya itu.
"Hahahahaaa, tidak apa-apa. Aku hanya senang bisa melihat pedang suci didepanku. Dengan begitu aku bisa menghancurkannya" ucap kiba yang masih dengan tawanya itu sambil mengeluarkan pedang yang lain lagi, dimana pedang itu lebih panjang dan lebih besar dari pedang sebelumnya.
"Hoh, jadi ingin membalas dendam pada pedang suci ya karena insiden yang menimpamu. Hahahahaa... Ambisimu untuk balas dendam itu besar sekali" Ucap naruto dengan tawanya juga yang ikut-ikutan seperti kiba. "Tetapi, kau tidak akan berhasil untuk menghancurkan pedang suciku" lanjut naruto dengan nada yang kembali serius.
SWUSSHHH SWUSSSHHH
Kiba langsung belari cepat sekali kearah naruto, begitu pula dengan naruto yang juga berlari cepat ke arah kiba. Saat keduanya sudah dekat, mereka sama-sama menebaskan pedangnya.
TRANK TRANK TRANK TRANK TRANK
Mereka beradu pedang secara seimbang. Kiba sudah memperkuat pertahanan pedangnya sehinggnya tidak hancur saat terkena tebasan dari pedang suci naruto. Mereka berdua terus beradu pedang mereka dengan sangat cepat. Tapi beberapa saat kemudian, mereka berdua sama-sama menjauh dengan melompat kebelakang dengan jarak kira-kira 10 meter.
Kiba yang saat ini sudah menapakkan kakinya ditanah, dia langsung bersiap untuk menghunuskan pedangnya itu ketanah.
"SWORD OF BIRTH" teriak kiba setelah pedang itu menancap ditanah. Dan dari tanah pun bermunculan pedang yang mengarah ke naruto.
Sementara naruto yang juga sudah menapakkan kakinya di tanah, dia juga bersiap dengan menghunuskan pedangnya ke tanah seperti yang kiba lakukan. Naruto menunggu pedang kiba yang bermunculan itu mendekati dirinya. Saat sudah kurang dari satu meter dari dirinya, dia langsung menghunuskan dan menancapkannya ketanah.
"EXCALIBUR DESTRUCTION" ucap naruto yang meneriakkan jurus pedangnya itu.
BLARRRRR
Setelah ucapan jurus naruto itu, terjadi ledakan yang sangat besar sehingga membuat yang lainnya jatuh terduduk serta juga menghancurkan semua pedang kiba yang terarah pada naruto. Dari ledakan itu tercipta kawah yang berdiameter 25 meter serta kedalaman kira-kira 5 meter dimana dengan naruto yang ada di tengah-tengah kawah itu.
SWUSSHH
BRUKH
Sementara dengan kiba, terlempar jauh terkena efek dari ledakan itu hingga membuat pedang yang tadi dia pegang itu hancur serta juga bajunya yang robek-robek. Kiba terlempar tepat pada tempat dimana kelompok Gremory berada dan dia juga merasa kesakitan setelah terkena efek dari pedang excalibur yang terasa seperti terbakar di tubuhnya.
"Uhuk... Uhuk..." kiba pun terbatuk-batuk dengan dia yang duduk ditanah sambil memegangi perut serta mulutnya.
Sementara dengan Rias yang khawatir dengan keadaan kiba, dia langsung menyuruh asia untuk menyembuhkannya. "Asia, segera sembuhkan Yuuto" ucap Rias pada asia yang saat ini sedang bersama dengannya.
"Hai Buchou-san" ucap Asia dan dia langsung pergi ke kiba dan menyembuhkannya dengan sacred gear yang dia miliki, yaitu twilight healing.
Sementara dengan naruto yang berada di tengah-tengah kawah tersebut langsung menyarungkan kembali pedangnya dan pedang yang dia gunakan juga kembali seperti semula dalam bentuk bokkennya. Dia langsung menyimpan bokken tersebut di dalam dimensi. Setelah itu, dia melompat ke tempat kelompok Gremory.
TAP
Naruto melompat tepat di didepan akeno dan dia langsung memegang pundak akeno.
"Ne Akeno, apa kau mau ikut denganku?" ucap naruto sambil tersenyum pada akeno.
"Emmmm... Ta-tapi bagaimana dengan buchou, aku kan belum dapat ijin pergi?" akeno tidak ingin dia membuat masalah dengan keluarganya.
"Kamu tenang saja ya, aku akan memintakan ijin untukmu" ucap naruto dan dia mendekat ke rias.
"Gremory-san" panggil naruto pada rias.
"Ya, ada apa?" ucap rias yang menanggapi panggilan naruto barusan.
"Bisakah kamu memberikan ijin pada Akeno untuk pergi bersamaku?" pinta naruto pada rias agar mengijinkannya membawa akeno pergi bersamanya.
"Memangnya kau mau membawa Akeno kemana?" tanya rias karena dia tidak mungkin mempercayakan peeregenya ke orang lain.
"Aku hanya mau mengajaknya jalan-jalan, jadi bisakan?" tanya naruto yang meminta persetujuan pada rias selaku king dari akeno.
"Melihat ke akrapan kalian, sepertinya aku akan mengizinkan kalian. Tapi ingat, jika terjadi apa-apa pada Akeno, kau akan berurusan langsung denganku bahkan dengan Onii-sama" acam rias pada naruto karena rias sangat menyayangi peeregenya dan tidak ingin terjadi apa-apa pada peeregenya tersebut.
"Baiklah, kau bisa memegang ucapanku" ucap naruto pada rias lalu dia mengalihkan pandangannya pada akeno. "Jadi, kau mau ikut denganku kan Akeno?" tanya naruto pada akeno.
"Hai, aku ikut denganmu, kemanapun kau pergi Naruto-kun" ucap akeno yang terlihat senang karena dirinya bisa bersama dengan naruto kembali.
Lalu naruto mengalihkan pandangannya ke kedua kouhainya yang lagi berjalan mendekat ke arahnya.
"Dan untuk kalian berdua" ucap naruto yang ditujukan pada kouhainya itu.
"Hai senpai, ada apa?" tanya mereka berdua yang sudah berada didekat naruto dan juga akeno.
"Aku akan pergi terlebih dahulu" ucap naruto pada kedua kouhainya memberitahukan bahwa dirinya akan pergi meninggalkan kedua kouhainya itu.
"Memangnya kau mau pergi ke mana senpai?" tanya irina.
"Aku hanya akan jalan-jalan dengan Akeno" jawab naruto.
"Terus, bagaimana dengan tugas kita untuk merebut pedang suci senpai?" tanya xenovia.
"Untuk urusan itu, aku serahkan pada kalian untuk mencari informasi tentang keberadaan kokabiel. Dan aku, aku juga akan mencari dengan caraku sendiri. Jika terjadi apa-apa, segera hubungi aku. Aku tahu walaupun kalian kuat, tapi aku tidak yakin kalian berdua bisa mengalahkan Kokabiel. Apa kalian mengerti?" ucap naruto panjang lebar sambil menjelaskan tugas yang di berikan kepada kedua kouhainya itu dan juga memberi arahan agar tidak terjadi suatu hal yang buruk yang menimpa mereka.
"Baiklah senpai, jika itu keinginanmu. Tapi senpai, bolehkah kami meminta sesuatu?" tanya irina memastikan bahwa dirinya bisa meminta sesuatu yang dia inginkan dari senpainya.
"Apa yang ingin kau minta?" tanya naruto.
"Aku meminta uang senpai, soalnya yang diberikan kemarin sudah habis. Jadi, boleh ya senpai" jawab irina.
"Baiklah, akan kuberikan sesuai permintaanmu" ucap naruto sambil mengeluarkan beberapa uang yen "ini uang 50rb Yen untuk kalian, kalian harus membagi dua. Dan ingat, harus merata" ucap naruto setelah memberikan uang yang bisa dibilang besar.
"Arigatou senpai" ucap mereka berdua.
"Ya, dan Akeno, ayo kita pergi" ajak naruto pada akeno yang berada disampingnya itu.
"Hai Naruto-kun" jawabnya.
Lalu naruto langsung memegang pundak akeno dan seketika itu, mereka berdua terbakar oleh api kuning keemasan hingga tidak tersisa.
To Be Countinue...
