through the green eyes

disclaimer
hetalia series © himaruya hidekazu
fanfiction © pindanglicious

saya tidak mengambil sedikit pun keuntungan dari pembuatan karya ini karena sesungguhnya saya hanya menulis atas dasar menambah asupan dan amunisi, bukan untuk memperkaya diri.

warning: supposedly-canon . bl . ficlet . engspaweek2015 . fictogemino

.

.

.

Antonio punya badam hijau yang indah, yang penuh determinasi, dan yang tak pernah menyirat seberkas pun dusta hakiki.

Dia ramah, murah senyum—dan senyumnya hangat seperti sorot matahari pagi. Mungkin kata sempurna nyaris ia miliki. (Mungkin. Karena dia cuma personifikasi secuil negeri penduduk bumi.)

Antonio adalah sosok yang mendekati adjektifa sempurna. (Arthur tak butuh repetisi untuk mengatakan itu berkali-kali dalam lubuk hati.)

Tapi jangan harap sang tuan gentleman mengakui apa yang dikata sanubari.

"Kalau bukan karena badai yang menghadang, dia yang akan menghabisimu, Angleterre. Espagne bukan negara yang bisa kaupandang remeh." (Aku tahu, frog. Aku tahu itu, wanker.)

—dia menjatuhkan harga diri negeri Reino de España atas dasar dengki. Iri hari. Arthur tidak seperti Antonio. Dia tak punya banyak kawan; dia banyak tak disenangi; dia punya sedikit aliansi; dia hanya negara seumur jagung yang baru saja berdiri.

Arthur punya sepasang mata hijau yang sarat akan tendensi untuk merebut apa yang ingin hasratnya miliki. Termasuk menginjak-injak martabat personifikasi negara yang paling ia benci.

Mereka punya dua netra zambrud yang sama; tetapi sorotnya berbeda.

end