Monochrome Days
Park Jimin x Min Yoongi
All Bangtan Boys members belong to their rightful family and Big Hit Ent
AU University
Boys x Boys
Don't like, don't read
Please enjoy~
Hari yang dinantikan pun tiba, dengan segala peralatan 'perang' nya Jimin sudah mandi dan siap sejak pagi. Ia tidak sabar ingin segera pergi menuju Seoul Comic World convention. Ketika Ia hendak berangkat, handphone nya berdering menandakan telepon masuk.
"Hoseok hyung!"
"Eyy mochi! Apa kau ada acara hari ini?"
"Aku harus pergi ujian, hyung.. Kenapa?"
"Yaah padahal aku ingin mengajakmu ke Seoul Comic World. Kau selalu ingin ke sana kan?"
"AKU KE SANA! HAHAHA!"
"Lho? Kau bilang kau ujian?"
"Iya, dan sunbaenim memintaku untuk meliput disana sebagai ujian terakhir ku"
"Wohoho! Baguslah! Mau ketemu disana?"
"Mau! Sampai ketemu, hyung! Aku berangkat!"
Sesampainya di event, venue sudah lumayan ramai. Maklum, ini weekend dan memang acaranya populer. Jimin langsung menghubungi Hoseok untuk bertanya posisinya sekarang. Kamera milik Suga sudah tergantung di lehernya dan Jimin tidak sabar untuk melihat – lihat sekitar event.
Para cosplayer mulai terlihat di luar venue setelah mereka selesai berganti pakaian. Menunggu Hoseok yang belum tiba, Jimin pun meminta ijin pada beberapa cosplayer untuk berfoto dan sedikit diwawancarai. Terutama cosplayer yang memerankan karakter dari One Piece seperti Luffy, Nami, dan Boa Hancock yang Jimin temui.
Selesai mewawancarai para cosplayer, Jimin pun mengantri untuk membeli tiket. Ketika Ia menengok ke sebelah kiri, Ia menemukan sosok yang Ia kenal baik. Setelah mendapatkan tiket masuk untuk dirinya dan Hoseok, Jimin langsung berjalan cepat menghampiri Suga.
"Sunbaenim! Ku kira kau tidak akan datang hari ini!" pemilik nama hanya mengangkat kepalanya dan menyadari keberadaan Jimin yang mendekatinya. Suga hanya tersenyum dan kembali memperhatikan handphone nya.
"Ku kira juga aku tidak akan hadir. Tapi ada free give away Kumamon hari ini. Mana boleh aku melewatkannya?" ucap Suga tanpa melepas pandangannya dari handphone nya, mencari sesuatu.
"Oh.. Ku kira sunbaenim datang karena tidak percaya padaku haha.."
"Dih.. Memang aku tidak boleh datang kecuali untuk liputan? Itu kan tugas mu. Sana bekerja, jangan hiraukan aku. Shooh!" ucap Suga bercanda seraya mengusir Jimin seperti mengusir anak ayam. Jimin hanya tertawa mendapat perlakuan itu dan tiba tiba suara familiar yang kini memanggil Jimin.
"Mochii!" Hoseok berlari ke arah Jimin dan langsung merangkul pundak adik kelas kesayangannya itu. Menyadari ada Suga disitu, Hoseok langsung membungkuk dan menawarkan satu tangannya untuk berkenalan.
"Suga sunbaenim ya? Kita pernah ketemu sebelumnya. Aku Hoseok, salam kenal!" Suga pun mengingat siapa Hoseok dan menjabat tangannya.
"Ah ya. Salam kenal." Suga kemudian melihat handphone nya lagi dan menyadari bahwa give away akan segera dimulai. Mata sipit Suga seolah berubah membulat karena panik.
"Eh.. Aku pergi duluan ya. Ada urusan. Permisi-" sebelum Suga sempat pergi, Hoseok kembali memanggilnya dan menebak Ia akan kemana.
"Giveaway Kumamon ya?! Aku juga harus ke sana! Ayo sama sama!" ucap Hoseok semangat. Jimin yang berada di tengah keduanya bingung dan akhirnya ikut pergi bersama mereka berdua menuju booth Kumamon.
Sesampainya di sana, acara baru saja akan dimulai dan Jimin mulai mengambil beberapa foto, Ia berpikir bahwa event give away ini mungkin jadi hal yang bagus untuk diselipkan sebagai trivia artikelnya. Setelah acara give away selesai, dengan Suga yang membawa pulang mug dan beberapa merchandise Kumamon lainnya serta Hoseok yang hampir kerepotan membawa boneka besar Kumamon, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat duduk sebagai spot bertemu jika mereka terpencar di event. Jimin yang masih harus melakukan liputan mengenai keseluruhan event pergi meninggalkan hyung dan sunbaenimnya di kursi tamu.
"Hyung, sunbaenim, aku pergi dulu ya. Aku mau mengambil foto beberapa booth lagi. Jangan kemana mana ya, aku-" tiba tiba Hoseok meletakkan kedua tangannya di pipi Jimin dan menariknya sebelum Ia sempat menoleh. Ada Jung Kook dan Tae di ujung satunya. Dan Hoseok tidak mau Jimin melihat mereka.
"Khe-khenapha hyhung?"
"Tidak apa, have fun yo~ Aku masih disini, tidak akan kemana mana hahaha" Jimin dan Suga sama sama mengerjapkan mata mereka beberapa kali. Suga menoleh berusaha mencari tahu apa yang tidak Hoseok ingin Jimin lihat tapi hasilnya nihil. Suga hanya mengangkat bahunya sebelum Jimin berlalu dan meninggalkan mereka berdua.
"Jadi... Hoseok suka kumamon juga?"
...
Hari itu menjadi hari yang sempurna untuk seorang Park Jimin. Liputannya mengenai event yang selama ini Ia ingin kunjungi, dan Ia menghabiskan hari itu bersama hyung kesayangannya dan sunbaenim manisnya. Ya, hari itu hari yang sempurna, sebelum Jimin melihat Jung Kook dan kekasih barunya di sudut hall besar tempat event itu berlangsung. Mereka terlihat begitu.. mesra. Dan tidak terlihat canggung walau mereka ada di tempat umum.
Jimin dengan segera menghampiri Hoseok dan Suga yang sudah berpindah tempat ke food court. Kedua tangannya dingin karena menahan perasaan. Padahal ada Suga disini, tapi kenapa? Kenapa melihat Jung Kook dan Taehyung membuat Jimin masih merasa sakit? Hoseok yang menyadari perubahan pada Jimin menduga bahwa adik kesayangannya itu melihat apa yang Ia lihat sebelumnya.
"Jims.. Kau mau pulang?" yang ditanya tidak menjawab. Ia hanya dengan kaku membereskan kamera milik Suga dan meletakkannya dengan rapi di dalam tasnya, lebih tepatnya di atas kalapan merchandise yang Ia beli hari itu.
"Sepertinya.. Iya.." jawab Jimin singkat, berusaha tersenyum. Suga ikut menghentikan kegiatan makan siang/sore nya dan turut memperhatikan gelagat Jimin yang kembali kaku dan dingin seperti saat Ia selesai wawancara di kampus.
"Kau mau aku ikut?"
"Tidak, aku.. ingin sendiri saja. Terima kasih hari ini hyung. Sunbaenim aku pamit pulang. Kameranya hari Selasa ku kembalikan." Dan dengan itu Jimin melesat pergi, hampir berlari, menuju bis dan pulang ke rumahnya.
"Hoshiki"
"Ya?"
"Ada apa dengan Jimin?"
...
Hari ini hari Selasa. Jimin masih mengurung diri di kamarnya. Kedua lengannya sudah penuh luka baru. Ia tidak ingin bertemu atau bicara pada siapapun sejak hari Minggu lalu. Meski Ia harus tetap berpura – pura baik – baik saja di hadapan kedua orangtuanya. Dengan beralasan sakit, Ia tidak banyak berinteraksi dengan orangtuanya karena mereka ingin Jimin istirahat.
KaTalk chat
ParkJimin (06:07) : hyung..?
JHope (06:08) : Hey Jims, ada apa?
ParkJimin (06:09) : Kau bisa mampir sebentar..? Aku ingin minta tolong
JHope (06:10) : Ok
ParkJimin (06:11) : Nanti langsung ke kamar saja, kuncinya ada di tempat biasa
JHope (06:12) : sip
Tak lama kemudian, Hoseok pun sudah hadir di depan pintu kamar Jimin. Ia mengetuk beberapa kali sebelum Jimin membukakan pintu kamarnya. Mata Jimin sembab dan raut wajahnya acak – acakan, membuat Hoseok semakin khawatir.
"Kau mau minta tolong apa, Jims?" tanya Hoseok setelah Jimin mempersilahkan dirinya masuk ke kamar.
"Ini.. Hari ini deadline pengumpulan laporan liputan.. Aku tidak ingin pergi kemana mana.. Boleh aku minta tolong menyerahkan ini pada Suga sunbaenim..? Dia di ruang News lantai dua.. Dan ini ID card ku, supaya kau boleh masuk ke gedung kampus.." jelas Jimin seraya menyerahkan file laporannya dan kartu mahasiswa miliknya dengan suara parau.
"Jims.." Jimin hanya menoleh pada Hoseok yang masih berdiri di sampingnya dengan raut khawatir, sementara Jimin sudah mulai merebahkan dirinya kembali ke atas kasur.
"Aku tidak akan kenapa – kenapa hyung.. Janji.." Hoseok hanya menghela nafas dan membantu Jimin menutupi tubuhnya dengan selimut. Hoseok baru menyadari betapa dinginnya kamar Jimin karena AC yang dipasang dengan derajat 16 celcius.
"Kalau ada apa apa, hubungi aku ya." Ucap Hoseok seraya mengusak rambut adik kelasnya dan beranjak pergi. Sebelum Ia menutup pintu, Jimin kembali memanggilnya.
"Hyung.."
"Ya?"
"Terima kasih.." Hoseok tersenyum dan mematikan lampu kamar Jimin agar Ia bisa beristirahat sebelum kembali ke motornya untuk berangkat ke kampusnya. Setelah kelas terakhirnya berakhir ketika jam makan siang, Hoseok mengendarai motorya untuk mampir ke kampus Jimin.
Sesampainya di sana, setelah memarkir motornya dan menunjukkan ID card nya pada satpam, Hoseok pun segera menuju ke lantai dua. Ia pun mengetuk pintu yang bertuliskan 'NEWS' beberapa kali.
"Oh? Hoshiki? Kau sedang apa disini?" Suga yang membuka pintu kaget melihat Hoseok yang jelas – jelas anak kampus lain bisa masuk dan berada di hadapannya.
"Ah iya Jimin minta tolong pada ku untuk menyerahkan file laporan kemarin. Karena kampus ku dekat, jadi sekalian saja aku mampir" Hoseok pun menyerahkan file laporan milik Jimin pada Suga yang diterimanya dengan senang hati.
"Dia.. Masih sakit?" Hoseok mengangguk.
"Tapi lebih baik Ia dibiarkan sendiri sementara ini. Ia sedang tidak ingin berinteraksi, katanya. Makanya aku yang menyerahkan laporannya pada mu. Ia benar – benar ingin masuk klub mu, sunbaenim haha" jelas Hoseok panjang lebar. Suga hanya tersenyum mendengar penjelasan itu.
"Baiklah terima kasih laporannya." Ucap Suga lagi dan Hoseok pun beranjak pulang. Suga segera membaca semua hasil laporan Jimin dan kembali tersenyum. Suga bangga, dengan keadaan Jimin yang masih sakit, kualitas laporannya tidak menurun bahkan meningkat.
'Baiklah Park Jimin. Kau sudah cukup membuktikan dirimu pada ku. Selamat bergabung..'
...
Ketika laporannya selesai dan Jimin mulai bosan terus menerus beristirahat, Ia pun menyalakan Winamp dan terputar lah 'So Far Away' milik Jimin. Dengan kebosanannya, Jimin membuka salah satu akun media sosialnya dan Ia pun menemukan sebuah audisi online dari Big Hit Entertainment company. Ketika Ia ingin mendaftar, Ia mengurungkan diri. Pikirannya memutar memori pembicaraan dirinya dan Seokjin beberapa waktu silam.
"Jin hyung, jadi.. Suga sunbaenim itu rapper?"
"Iya, kau tahu darimana?"
"Aku tidak sengaja mendengarkan mixtape nya dari hard disk miliknya.. Dia keren sekali"
"Iya kan?! Duh dia itu tidak percaya pada ku dan hanya menyembunyikan bakatnya sendiri"
"Sayang sekali.. Apa sunbaenim tidak mau ikut audisi?"
"Sejujurnya.. Dia mau. Aku bisa melihat binar matanya setiap kali Ia menemukan pamflet
atau informasi apapun mengenai audisi. Tapi dia selalu berkata bahwa kemampuannya
tidak cukup. Padahal dia keren kan?! Aku tidak tahu bagaimana lagi agar aku bisa
membujuknya untuk membawa mixtape nya ke company.."
"Maafkan aku sunbaenim.. Mungkin aku lancang, tapi aku ingin melakukan sesuatu untuk mu.." Jimin pun mengupload 'Agust D' dan 'So Far Away' serta data diri Suga yang Ia dapat dari web kampus untuk diikut sertakan dalam audisi online milik Big Hit Entertainment.
...
"Kau... APA?!" Suga menaikkan suaranya tidak percaya. Mendengar pengakuan Jimin membuatnya naik pitam. Jimin mendengarkan mixtape nya tanpa ijin. Jimin mendaftarkan dirinya pada audisi tanpa sepengetahuannya. Hebat. Hebat sekali.
"Ma-maaf sunbaenim, tapi-" Suga menarik kerah baju Jimin dengan kasar. Ia marah. Jimin terlalu lancang untuk melakukan hal ini. Ia menarik kembali pendapatnya mengenai Jimin dan berpikir untuk membatalkan keputusannya menerima Jimin masuk ke klub News.
"Kau lancang! Kau pikir kau siapa hah?! Kau tahu apa?! Kau tidak berhak! Kurang ajar!" Suga benar – benar membenci ini. Jimin hanya menunduk dan tidak berani menatap Suga sama sekali. Seokjin yang baru masuk ke ruang News pun kaget dengan pemandangan yang tidak biasa di hadapannnya.
"E-eh eh eh! Ada apa ini hah?!" Seokjin pun melerai dan memisahkan Suga dari Jimin. Tangan Suga masih terkepal marah, ketika Ia ingin menjelaskan keadaannya pada Seokjin, handphone nya berdering. Ia masih menatap marah pada Jimin dan memberikan gestur 'jangan kemana mana' dengan tangannya sebelum Ia keluar untuk mengangkat telepon dari nomor yang tidak Ia kenal. Seokjin pun mendudukkan Jimin yang masih shock di sofa
"Apa yang kau lakukan sampai Ia semarah itu, Jim..?" Jimin menghela nafas dan mengangkat wajahnya untuk menatap Seokjin yang melihatnya prihatin.
"Aku.." belum sempat Ia menjawab, pintu sudah terbanting terbuka oleh Suga.
"Hei, kau. Tanggung jawab. Kau yang mendaftar, kau yang bicara pada mereka. Berdiri. CEPAT!" ucap Suga ketus. Ia menarik Jimin pergi dan meninggalkan Seokjin yang kebingungan.
"Yoongi-"
"Ini bukan urusan hyung. Tidak usah ikut campur" seolah mengetahui niat Seokjin untuk lagi – lagi membela Jimin, Suga langsung memotong ucapan Seokjin. Dengan keadaan emosi, Suga tidak mungkin mengendarai motor atau apapun pasti akan ditabraknya, tidak peduli jika Ia mati atau apa nantinya, jadilah Jimin yang Ia suruh untuk membawa motornya.
Sesampainya di kantor Big Hit Ent, ternyata hanya Suga yang boleh masuk ke ruang audisi karena namanya yang terdaftar. Gigi Suga bergemeletuk kesal mendengar penjelasan resepsionis, setelah menyuruh Jimin duduk di ruang tunggu dan melempar death glare pada Jimin, Ia pun masuk ke ruang audisi.
Meskipun Suga yang audisi, namun Jimin yang resah di luar. Ia tidak bisa duduk diam dan terus berjalan jalan di sekitar ruang tunggu seperti seorang ayah ang menunggu kelahiran putra pertamanya. Jika Suga gagal kali ini, maka Jimin lah yang bertanggung jawab jika Suga sampai tidak ingin membuat lirik rap lagi.
Cklek!
Pintu ruang audisi terbuka, dan Suga keluar dengan wajah datar. Ia membawa sebuah map yang tidak ternotis oleh Jimin sebelumnya. Jimin segera menghampirinya dan Suga hanya menatapnya kosong. Jimin tidak dapat membaca raut wajah Suga dan apapun yang Ia rasakan saat ini.
"Sunbaenim...?" yang dipanggil hanya menoleh, menatap Jimin dengan pandangan kosong.
"Aku.."
"...?"
"Aku diterima-"
Hai hai para pembaca setia,
maafkan hamba yang baru sempat update hari ini HUHU SUDAH SETAHUN ASTAGA
Ceritanya udah mau selesai nih.
Terima kasih banyak atas pembaca, follower dan para pember review yang setia menanti :")
Jangan kapok ya huhu
Viukookie hehehehehehehe sengaja dibikin jail soalnya Suga aslinya kan emang prankster juga hahaha terima kasih banyak sudah mau menanti :")
Khasabat04 halo selamat datang~ terima kasih sudah membaca dan memberi review~ semoga suka ya~
