Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : II

Sumarry :"Oh Begitu?""Kenapa?apa itu masalah?""Sebenarnya iya""Kau menyebalkan Padfoot setidaknya aku tau sesuatu tentangmu!"

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll

James baru saja akan melangkahkan kakinya ke ruang rekreasi Gryffindor namun sepertinya dewi fortuna ada dipihaknya karena Sirius sudah berdiri mematung disitu.

"Jadi apa yang mau kaubicarakan,Prongs?"tanya Sirius yang kemudia duduk di dekat James.

"Banyak hal terjadi,termasuk aku sepertinya akan melarangmu menjahili Severus."kata James tersenyum.

"PRONGS!"Sirius meraung tak terima.

"Hah?Apa?"tanya James yang keheranan melihat wajah sahabatnya itu tampaknya akan meledak.

"Kalau kita tak menjahili Snivelly siapa yang mau kita jahili Prongs?Dan kenapa kau memanggil si Snivelly dengan sesopan itu!"Sirius kembali meraung pada James.

"Pads,Manusia pada dasarnya ada dan mereka hanya terhadang oleh ilusi waktu dan seperti itulah yang terjadi padaku."kata James tersenyum.

Sirius kembali mempertanyakan kewarasan sahabatnya biasanya James akan bersemangat ketika mereka akan mengerjai Snivelly itu tapi kenapa kali ini James malah bicara seperti remaja labil yang sedang kasmaran begitu?Sirius kembali memandangi sahabatnya itu.

"Maksudmu permusuhanmu dengan Snivelly sebenarnya hanya sebuah hal yang akan musnah dengan seiring waktu berjalan?"tanya Sirius.

"Ya,kira – kira begitu entah apa,tapi jujur kini aku merasakan aku sudah bersiap untuk memusnahkan ilusi waktu itu karena aku berharap semua yang kulihat adalah realitas."kata James sedikit tertegun.

"Aku tak bisa menarik kesimpulan dari semua omongan labilmu itu James!"kata Sirius berteriak setengah frustasi karena kata – kata James memang seperti remaja labil yang curhat dengan temannya lagi – lagi ini terlihat seperti acara muggle yang disebut FTV itu.

"Well,Lily menyadarkanku barusan menyadarkan bahwa diriku menjahili Severus hanya untuk membuat diriku dianggap ada untuknya,lagipula Severus selalu bersama para Slytherin sialan itu dan aku sadar itulah alasanku selama ini dan itulah yang disebut ilusi waktu antara kami."jawab James kembali tersenyum karena sepertinya dia telah menemukan apa yang selama ini ia cari

"Oh begitu?"kata Sirius sembari memandang James ragu lalu mengangguk

"Kenapa?Apa itu masalah?"James kembali melirik rekan bicaranya yang sepertinya akan meraung lagi itu.

"Sebenarnya iya"kata Sirius menatap tajam James-ternyata dugaan James meleset karena Sirius tidaklah meraung-

Yang ada dipikiran Sirius sekarang adalah bahwa James itu orang dia bisa berkata labil ala remaja kasmaran dengan orang yang sudah mereka musuhi sejak kelas satu benar saja!Bahkan baru kemarin mereka menggantung Severus terbalik dipohon dan membuat pemuda itu James malah bicara begini dengan menghela nafas panjang dan mulai berpikir macam – macam mulai berpikir bahwa Severus memberikan Amortentia pada James tadi pagi di Aula-hei tapi James tidak kesana!-Sampai – sampai Sirius juga berpikir kalau Severus memberikan kutukan Imperius pada James sampai James menjadi ,pada akhirnya Sirius berusaha membuang semua perasaan curiganya pada Severus dan memilih melanjutkan obrolan dengan James.

"Kau menyebalkan Padfoot setidaknya aku tau sesuatu tentangmu!"kata James yang sepertinya ingin membalas Sirius.

Menurut James ini pembalasan yang bagus karena dengan begini Sirius mungkin akan mengeluarkan kata – kata labilnya tentang James paham betul ciri – ciri orang jatuh cinta walau dirinya sendiri tidak tahu apa – apa bahkan soal perasaan ,ia akan tahu jika itu bersangkutan dengan orang lain.

"Maksudmu kau tau soal apa?"Sirius memandangi James dengan heran bagaimanapun dia tak pernah curhat masalah yang menurutnya labil ini pada siapapun.

"Tahu kalau dirimu sedang kasmaran!Dan posisimu jelas lebih menguntungkan."kata James tersenyum.

"Aku?Kasmaran hahahah kau pikir aku benar – benar berniat mendekati Eve Chang?"kata Sirius mentertawakan James karena terakhir kali soal wanita yang mereka bicarakan adalah Eve Chang dan yang memulai semua itu tak lain tak bukan adalah Sirius sendiri.

"Bukan Eve Chang Pads,bahkan kau tak akan mengira kalau aku tahu masalah itu."kata James dengan nada serius.

"Jadi,siapa orangnya James?"kata Sirius dengan sungguh – sungguh

Satu – satunya hal yang sebenarnya Sirius khawatir jikalau ada salah satu sahabatnya mengetahui isi hatinya dia benar – benar takut dan khawatir.

"Moonykan?"kata James tersenyum penuh kemenangan.

'SIAL!'rutuk Sirius dalam hati dia sudah bersusah payah menyembunyikan perasaan ini dan ternyata James tetap saja tahu.

"Err,kau tau itu darimana Prongs?"tanya Sirius canggung setelah ternyata James benar – benar mengetahui isi hatinya yang sebenarnya.

"Kalau ada yang memperhatikan gelagatmu selain aku pasti mereka juga tahu."kata James

"Kau tahu perasaan orang lain tapi kenapa tidak dengan perasaanmu sendiri?"kata Sirius meremehkan.

"Aku kembalikan masalahnya pada ilusi waktu yang tak menguntungkan."sahut James.

Sirius tersenyum kecut memandang James kenapa sih dia tidak sadar kalau selama ini James terus memperhatikan gelagatnya?Apa yang harus dia katakan pada James kalau begini?Kepergok mencintai sahabatmu oleh sahabatmu sendiri itu membinggungkan-kelihatannya karena peristiwa tersibut membinggungkan,kalimat inipun jadi membingungkan juga bukan?-

"Jadi apa yang kau inginkan setelah dirimu mengungkapkan kalau kau sudah tahu tentang perasaanku ini?"tanya Sirius sedikit kebinggungan.

"Yang aku inginkan?Yah sebenarnya aku ingin kau menyatakan yang sejujurnya pada Moony."jawab james-yang masih tersenyum penuh kemenangan-

"Prongs kalau kau begitu seharusnya kau coba dulu bilang perasaanmu kepada Snivelly jangan malah memaksaku!"kata Sirius.

Bagaimanapun Sirius masih takut untuk menyatakan perasaannya pada bagaimanapun ia takut akan ada perpecahan di dalam Marauders kalau Remus menolak perasaanya karena pasti dia akan merasa lebih baik suka – suka diam tapi tetap aman daripada mengungkapkan tapi malah akan membuat segalanya hancur?Itu sih menurut pendapat Sirius,namun berbeda orang pasti berbeda pendapat.

"Ouch,Pads mustahil aku mendatangi Severus, lalu berkata I love you Sev! Kemudian memeluknya,yang ada pasti kami malah berperang mantera!"kata James mendelik Sirius.

James sendiri heran kenapa sih sahabatnya ini terkenal sebagai playboy justru merasa paranaoid ketika James tau bahwa dirinya menyukai Sirius biasanya terkenal asal tembak cewek karena bagaimanapun tak ada seorang cewekpun yang akan menolak kenapa sih Sirius jadi aneh ketika benar – benar menyukai seseorang?

"Kau tau,tapi tetap saja aku merasa tak dalam posisi yang mengenakkan."sahut Sirius.

"Walau kau merasa begitu tetap saja posisimu lebih menguntungkan dari posisiku."sahut James sembari menghela nafas.

Sirius khawatir,dia tidak yakin akan diterima Remus kalau dia menyatakan perasaannya ,Sirius juga berpikir tentang posisi sih James harus mencintai si Snivelly?Memang apa bagusnya seorang Snivelly?

"Baiklah aku tau James tapi tetap saja sulit."kata Sirius.

"Kenapa sulit kalau kau benar – benar mencintai Remus tentu saja itu mudah."balas James.

"DIA SAHABAT KITA,PRONGS!"Sirius kembali meraung liar.

Untung James sejak tadi sudah merapal mantera peredam suara karena dia tahu pasti sahabatnya itu akan meraung – raung lagi kala frustasi.

"Masalahnya apa kalau dia sahabat kita bukankah itu malah bagus?"James memandangi lawan bicaranya kemudian langsung mengalihkan pandangnya pada danau.

"Prongs,masakah kau tak menyadarinya?"kata Sirius

"Lihat danau ini dan katakan apa yang kau lihat."kata James

"Diriku sendiri."jawab Sirius

"Dirimu yang bagaimana yang canggung seperti remaja labil karena cinta atau dirimu yang dengan pedenya asal tembak perempuan?"tanya James sedikit mengintimidasi lawan bicaranya.

"YANG JELAS BUKAN DIRIKU YANG MELIHATMU PACARAN DENGAN SNIVELLY!"raung Sirius dengan semua emosi yang bergejolak di kepalanya.

Bagaimanapun Sirius belum siap untuk semua belum siap mendengarkan kata – kata James yang mendadak jadi sarkastik begini dan yang paling utama adalah Sirius belum siap untuk menembak Remus bagaimanapun masih ada rasa takut takut semua yang telah ada termasuk Marauders akan hancur kalau – kalau dia salah mengambil Sirius memang tak rela kalau dia harus melepaskan segalanya hanya demi satu hal yang disebut cinta itu.

"Oh kau ingin melihat itu?Baiklah beri aku waktu sampai akhir tahun kelima."kata James nyengir dengan tingkat kepedean yang tinggi seperti biasanya.

"Kau benar – benar gila Prongs!"Sirius menatap James lagi.

"Aku tidak gila lebih baik aku daripada dirimu."kata James kembali mengintimidasi Sirius

"Maksudmu,Prongs?"Sirius memandang lawan bicaranya entah kenapa dia merasa hari ini James jadi beromongan tidak menyenangkan padanya.

"Aku masih bisa mendeklrasikan sesuatu yang sulit sedangkan kau malah terus mengeluh."kata James kembali memojokkan lawan bicaranya

Sirius menghela nafas dalam – ,kelihatannya memang semua orang kalau dalam keadaan jatuh cinta akan menjadi labilkan?Mereka sering mengkhawatirkan akan suatu hal yang tidak pasti dalam diri mereka.

"James!"Sirius meneriaki nama sahabatnya itu.

"Kalau kau bukan pengecut tunjukkan bahwa kau bisa menembak Moony."kata James tersenyum penuh kemenangan

Yah memang ini yang diinginkan james melihat sahabatnya labil karena dia tak pernah melihat Sirius menjadi labil karena James benar – benar ingin mengerjai sahabatnya hari ini,lagipula kenapa tidak?toh kalau Sirius jadian dengan Remus kan Sirius sendiri yang untung dan artinya dia telah membantu sahabatnya itu memecahkan masalah asmara yang sedang menderanya.

"Jangka waktu yang kau berikan sampai kapan?"Sirius menghela nafas panjang dan menatatap lawan bicaranya yang tersenyum – senyum sendiri.

Entah mengapa Sirius benar – benar mengira bahwa James telah diberi kutukan Imperius sampai – sampai James menjadi begini-termasuk menjadi jahat pada Sirius yah walau itu menurut Sirius sendiri-

"Sampai besok."kata James tersenyum lagi

James merasa kalau kali ini pasti idenya ,ayolah mana mungkin Remus menolak?Seingatnya dulu dia pernah menyelinap ke perpustakaan dengan jubah gaibnya dan melihat Remus melantur soal Sirius sambil mengerjakan esai Ramuan.

"HAH KAU GILA!"Sirius kembali meraung pada sahabatnya sendiri.

"Yah,kalau kau bukan pengecut sih pasti bisa."kata James mengintimidasi.

Tujuan James terus – terusan mengintimidasi dan memojokkan Sirius adalah hanya agar Sirius segara mau menembak kalau Sirius tidak menembak Remus bagaimana kalau keduluan orang lain?Kan pasti Sirius sakit hati maka dari itu James berusaha membuat Sirius mau menembak Remus karena bagaimanapun James tak akan mau melihat salah satu sahabatnya jadi drop hanya karena masalah cinta begini.

"Tapi James..."sergah Sirius yang masih bergelut dengan hati dan juga pikirannya.

Sirius sendiri tidak mantap untuk melakukan acara menyatakan cinta pada ,yang paling dia takutkan adalah pecahnya Marauders kalau sampai Remus menolak dirinya atau nanti semisal mereka sudah jadian lalu masih benar – benar takut akan kemungkinan semacam tak dapat melakukannya dalam satu sampai dua walau Sirius itu mirip James namun setidaknya kalau ada sesuatu yang menyangkut dengan perihal persahabatnya dia sama sekali tak mau ambil keputusan cepat.

"Kau mau tawar – menawar waktu denganku?"tanya James.

Sebenarnya James membenci untuk mengintimidasi dan memojokkan Sirius secara konstan tapi hanya inilah satu – satunya cara untuk membuat Sirius ambil langkah cepat dalam hal menyatakan cinta pada tahu sebenarnya perasaan Remus dan Sirius sama hanya saja mereka saling tak menyadari entah tembok ilusi waktu jugalah yang telah memisahkan perasaan mereka.

"Err..."Sirius takut angkat bicara.

Sirius takut James akan memojokkannya sudah sangat terpojokkan berdua dipinggir sungai berulang kali meraung tapi tetap James menang dengan kata – kata sarkastik menghela nafas panjang kenapa sih harus James yang tahu kalau dia suka Remus?Kan lebih baik kalau Remus yang suka jadi mereka bisa langsung hidup bahagia(?).

"Tak berani bicara?"tanya James dengan tatapan mengintimidasi

James heran kenapa Sirius jadi selabil ini kalau masalah asmara?Oh James berpikir sejenak dan kemudian merasa tahu apa jawabannya mungkin ini semua karena dengan Remuslah Sirius benar – benar jatuh cinta.

"Aku masih berani Prongs buktinya sekarang aku bicara!"kata Sirius memandang mantap lawan bicaranya.

"Tapi mana jawabmu atas pertanyaaku hmm?Apa kau mengakui kalau dirimu pengecut?"kata James.

Sirius tertegun benarkah kata – kata dia begitu benarkah dia memang pengecut?Sirius terdiam sejenak hening tanpa kata ternyata dia memang tak bisa membalas kata – kata James.

~TBC~

~OMAKE~

Severus ternyata sejak tadi memperhatikan James dan Sirius di balik semak yah dia sebenarnya tidak benar – benar pergi setelah bertemu James karena dia merasa akan lebih nyaman ada di sekitar danau-tetapi harus menghindari bertatapan dengan sedari tadi Severus mendengarkan obrola dua pemuda itu.

"KAUBENAR – BENAR PENGECUT SIRIUS!"kata James meneriaki temannya sendiri.

Severus yang sedari tadi mengerti kearah pembicaraan ini merasa memang benar kata sih susahnya mengungkapkan cinta pada sahabat sendiri?Lagipula kalau memang dia sahabatmu dia akan tetap menerimamukan walau kau sudah menembakmu dan kau menolaknya.

"Tapi James dengarkan aku,kalau aku menembak Moony mungkin saja Marauders akan hancur!"balas Sirius-sedikit meraung frustasi-

"Well,Pads setahuku kalau kita memang sahabat hal kecil semacam itu tak akan membuat persahabat itu hancur."kata James

Entah apa tapi Severus dari tadi merasa jalan pikirannya sama dengan James hanya saja dia tak ikut campur dalam urusan Sirius dan kembali mempertahinkan kembali obrolan dua orang yang selalu menjahilinya itu.

"Prongs,hidupku memang sulit."kata Sirius

'Memang pengecut.'batin Severus dari kejauhan.

"Well,well Pads semua terserah padamu yang jelas aku berharap kau begini terlalu lama,kalau kau pengecut kenapa sih topi seleksi menempatkanmu di Gryffindor?"kata James sedikit sakrastik.

"Prongs,jangan bilang kau ketularan si Snivelly!"kata Sirius.

Severus menghela nafas kenapa sih Sirius dari tadi kalau James berperilaku tidak menyenangkan pada Sirius maka yang akan jadi bahan penyalahan salah Severus?

"Dalam hal apa dan kenapa bisa aku ketularan kalau menurutmu begitu?"tanya James memandangi Sirius tajam.

"Omongan sarkastikmu dan mungkin kau ketularan karena kau diam – diam sudah jadian,kan katanya orang yang sudah pacaran akan memiliki banyak sifat yang mirip."kata Sirius balas memandang James tajam.

"Pads,Sev jelas – jelas akan menolakku kalau aku menembaknya di saat seperti ini,jadi kami belum jadian!"kata James membalas perkataan temannya itu-masih dengan sakratik-

Severus mendengarkan pembicaraan kedua orang itu dengan serius.

"Biar kuluruskan lagi Pads,kita berada di posisi berbeda Sev mantan korban kita dan Moony itu sahabat kita,kau pasti tahu mana yang lebih mudah!"kata James.

"Tapi James."sela Sirius yang lagi – lagi dilanda dilema.

Sirius tak dapat menyangkal kata – kata James namun dirinya memang sama sekali belum siap untuk semua bahkan tak yakin kalau Remus akan mau menerima pernyataan khawatir kalau justru Remus akan menganggapnya lagi ia takut kalau sampai Marauders hancur karena perasaan probadi yang dia pendam pada salah satu sendiri heran kenapa James terus memaksa dan menekannya untuk segera menyatakan cinta pada Remus memangnya James tak berpikir efeknya apa?

"Keputusan akhir ada ditanganmu Sirius,aku tak mau ikut campur lebih dalam dan aku tak akan bertanggung jawab kalau Moony direbut oleh kerabatmu sendiri."kata James.

Sirius kembali termenung sejenak,dia menghela James mungkin ada benarnya bisa saja kan kalau Sirius tidak cepat akan ada yang segera mengambil Remus darinya?Tepi Sirius masih dilanda dilema dan dia memilih termenung dalam sepi tanpa mempedulikan meninggalkan Sirius yang masih termenung dalam sepi di apa namun peristiwa yang ia lihat barusan membuatnya sedikit paham sesuatu bahwa James agak sedikit lebih dewasa daripada !Walau begitu Severus sama sekali tak-atau mungkin belum yah itupun menurutnya,kau tahu kan isi hati biasanya berbeda dengan otak?-menaruh minat pada James.

A/N : Author tertohok sendiri dengan kata – kata karena itulah yang sedang dirasakan author jatuh cinta dengan sahabat sendiri,tapi author memilih untuk diam*lho kok malah curhat?*akhir kata,review please :)

Thanks buat breakin' dawn dan paradisaea Rubraatas reviewnya dan ini jawaban atas pertanyaan kalian dan setelah ini juga masih ada lanjutannya :3