cTittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : III

Sumarry :"Aku pun begitu.""Memangnya ada orang yang kau sukai diam – diam?""Tentu saja ada bahkan dia sahabatku sendiri.""HAH?JANGAN BILANG KALAU ITU POTTER!"

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll

James yang meninggalkan Sirius sendirian langsung kembali ke ruang rekreasi ia melihat Lily,Remus dan melambaikan tangan singkat dan ikut duduk di ruang tersebut.

"Remus aku perlu bicara."kata Lily sembari menghela nafas.

"Bicara saja Lils."kata Remus.

"Tidak selama ada Potter disini."kata Lily.

" menganggu para prefek,aku undur diri dulu."kata James yang segera keluar ruang rekreasi.

Yah James bermaksud mendengarkan pembicaraan Remus dan dan Remus segera keluar dan melihat James.

"Bye Potter!"seru Lily.

James langsung menggunakan jubah gaibnya dengan bermaksud mengikuti kemana Lily dan Remus akan mengapa tapi James merasa pembicaraan mereka akan seperti yang terjadi padanya dan Sirius sebelumnya-ya pembicaraan yang berkaitan dengan masalah asmara yang sedang yang mengikuti Remus dan Lily dibawah jubah gaibnya dia melihat dua prefek Gryffindor itu ada di tepi danau tepat di tempat dia dan Sirius mendekati Remus dan mulai bicara.

"Apakah aku sudah melakukan yang benar?"tanya Lily dengan suara sedikit tertekan.

"Ya,Lils tindakan yang kau lakukan memang benar harusnya memang begitu kalau kau siap untuk mencintai kau harusnya juga siap untuk melepas."kata Remus tersenyum.

"Tapi apakah Potter sendiri yakin?"tanya Lily menghela nafas.

"Mungkin James memang keras kepala Lils,tapi yakinlah dia akan menyadari perasaannya pada Snape."kata Remus.

"Ngomong – ngomong kau janji kan tak akan bilang pada Potterkan kalau aku mengungkapkan segala kebenaran karena ku mencintainya?"tanya Lily.

James langsung menganga lebar di bawah jubah benar Lily dalam keadaan sadar atau jangan – jangan Lily terkena mantera Imperio?Tapi ya sudahlah lagipula kalau memang Lily jujur James jadi tahu yang sebenarnya bahwa Lily adalah orang yang tulus yang bahkan rela mengorbankan perasaannya sendiri demi orang yang dicintai.

"Tidak,kalau aku bicara pasti James akan sesumbar."balas Remus.

"Well aku tahu dia memang begitu makanya aku berkata sebaiknya kau jangan katakan ini padanya."sahut Lily.

James tersenyum penuh kemenangan dibalik jubahnya dia sekarang yakin kalau Lily bukanlah terkena mantera Imperio ataupun mabuk karena firewhiskey.

"Baguslah kalau kau tahu."sahut Remus.

"Kau tau kadang saat kita dalam cinta,kita akan keluar dari naluri alamiah kita dan itu menyulitkan apalagi kalau kita hanya mencintai orang tersebut dalam diam."sahut Lily.

"Akupun begitu."balas Remus yang menghela nafas.

"Memangnya ada orang yang kau sukai diam - diam?"Lily memusatkan pandangannya pada lawan bicaranya.

Lily benar – benar heran karena selama ini dia belum pernah tahu kalau rekan sesama prefeknya itu menyimpan rasa untuk heran karena seingatnya Remus hanya berpikir tentang pelajaran – pelajaran mereka dan tidak pernah memikirkan soal isi balas memandang Lily dan menjawab pertanyaan dari Lily.

"Tentu saja ada bahkan dia sahabatku sendiri."kata Remus menghela nafas.

Remus tak pernah bertutur soal perasaan asmaranya pada siapapun selama saja Lily beruntung mendengar Remus bercerita karena yang semua orang tahu bahwa Remus sama sekali tak memendam rasa pada siapapun karena Remus hanya peduli pada memandang Remus dengan tatapan yang menunjukkan kebinggungan serta sedikit itu James tersenyum dibalik jubah gaibnya.

'Pasti Pads.'batin James.

"HAH?!JANGAN BILANG KALAU ITU POTTER!"kata Lily yang benar – benar shock mendengarkan penuturan Remus.

"Kau benar – benar salah Lils,ya kusukai itu Sirius."balas Remus menghela nafas.

"Black?!Yang suka asal tembak adik angkatan?"kata Lily yang bertambah shock.

Dia sering mendengarkan omong kosong Black dan Potter tentang gadis – gadis dan selalu berakhir dengan Potter benar – benar tahu soal pembicaraan Black dan Potter dan yang Lily dengar terakhir kali bahwa Sirius jadian dengan Hestia Jones tapi hubungan itu Cuma bertahan selama seminggu dan akhirnya Alice melihat Hestia menangis di kamar mandi perempuan.

"Entahlah Lils,aku mencintainya sejak kami pertama kali mengangumkan."balas Remus tersenyum.

"Aku terkejut Remus bagaimanapun aku merasa banyak yang lebih pantas untukmu daripada Black."kata Lily.

"Yah aku tau Lils tapi kau tahu kan bahwa manusia sulit menebak perasaannya sendiri?"sambung Remus.

James mendengarkan pembicaraan Lily dan Remus dan dia tertegun bertanya dalam hati Kenapa sih setiap orang kalau sudah menyangkut cinta pasti jadi labil begini?James sendiri paham karena dirinya begitu juga sih bahkan waktu dia masih mengejar – ngejar sekarang sih dia sendiri tambah labil karena yang dicintai olehnya adalah mantan korban kejahilannya itu sulit?James menghela nafas dan kembali mendengarkan pembicaraan kedua prefek singa emas tersebut.

"Ya,ya bahkan aku tak menyadari kapan aku jadi mulai suka dengan Potter."balas Lily.

"Well,itulah cinta Lils kita tak pernah menduga kapan dia akan datang."balas Remus tersenyum.

Remus membayangkan hal yang selama ini ini telah dia lalui bersama Marauders-terutama saat bersama di tahun kelima ini dimana teman – temannya sudah berhasil menjadi animagus sehingga kini di malam bulan purnama dia tak pernah merasa kesepian lagi.

"Yah kau benar Rem itu semua terjadi secara alami."sahut Lily.

James tersenyum di balik jubah yang dikatakan Remus memang ada benarnya saat cinta datang kalian mungkin tak akan pernah sadar mulai kapan dan apa alasannya kalian mencintai seseorang.

"Aku sendiri masih heran kenapa aku bisa suka dengan Sirius."balas Remus

"Oke aku lebih heran lagi kenapa aku harus suka dengan Potter yang telah kumaki selama setahun."balas Lily tertawa.

"Satu – satunya alasan utama yang bahkan tak pernah kita sadari adalah rasa nyama Lils,karena rasa nyaman tersebutlah yang mendorong kita untuk terus ingin berada di sisi orang yang telah memberikan rasa nyaman tersebut."balas Remus.

"Well kau ada benarnya Rem."balas Lily.

James menghela nafas dan dia sekali lagi bertanya dalam hatinya benarkah ia merasa mendapatkan rasa nyaman saat menjahili Severus dulu?Dan dia merasa jawabannya memang benarkah ini bahwa perasaan James pada Sev nyata?James memang belum sepenuhnya yakin namun ia percaya ia akan menemukan keyakinannya segera.

"Yah kalau soal asmara sih seharusnya kau lebih paham bagaimanapun kau kan wanita Lils."balas Remus.

"Seharusnya iya tapi itu hanya SEHARUSNYA karena aku sebenarnya sama sekali tidak paham bahkan ketika aku masih dengan senang hati memaki Potter dan kemudian mengungkapkan segala kebenaran tentang dirinya yang sama sekali tak dia tau!"balas Lily.

"Well kau terdengar sadistic Lils mendapatkan kepuasaan dengan meneror orang yang kau cintai."balas Remus agak bergidik-setidaknya benar kata Sirius kalau prefek wanita ini ternyata sangat mengerikan-

"Maksudmu Rem?"balas Lily.

"Bukan apa – apa Lils,tenang saja."balas Remus

James menggelengkan kepalanya dibalik jubah setelah yang dia dengar dari pembicaraan barusan Lily memang tapi dia yakin pasti Lily punya sisi manis yang lebih dari yang orang kira karena kata Sirius sih 'wanita yang galak itu jarang mendapatkan perhatian dari pria dan sekali mereka mendapatkan perhatian dari pria mereka akan bertingkah sangat manis tetapi hanya saat mereka berdua.'

Well James memang pernah berdua dengan Lily dan Lily melunak bahkan mau mengatakan semua kebenaran Sirius memang ahli perempuan.

"Well,aku tak terlalu peduli soal itu Rem sekarang pertanyaanku apa yang harus aku lakukan pada Potter setelah aku melakukan semua ini aku takut dia curiga."balas Lily.

"Betingkah biasa Lils ayolah kau harusnya lebih paham bagaimana kau harus bersikap karena ini tentang jati dirimu."balas Remus.

"Well Rem kurasa kau adalah laki – laki yang paling paham perasaan wanita dan paling paham soal hal – hal romantic."balas Lily tertawa kecil.

"Well entahlah aku tak tau kenapa aku harus begitu Lils."balas Remus.

"Well tapi itu bagus Rem menurutku itu akan bermanfaat yah mungkin saat nanti kau pindah hati dari Black ke wanita yang lebih pantas."balas Lily.

"Tak mungkin untuk saat ini Lils lagipula hatiku masih terpikat oleh Sirius"balas Remus

James menggeleng dibalik jubah gaibnya Remus benar – benar terlihat ahli dalam hal – hal yakin dia memerlukan sahabatnya itu meminta usulan tentang rayuan untuk Sev agar dia diterima oleh sang ular yang kaku itu.

"Oh Rem mendengarmu bicara begitu terasa aneh dan sekali lagi aku jadi semakin paham kalau kau tipe romantic."balas Lily.

"Well Lils kau baru tau kan sisi lain dariku?"balas Remus tertawa kecil.

"Ya ya sisi lainmu yang terus bicara masalah Black yang sebenarnya menurutku tidak pantas untukmu."balas Lily agak mencibir.

"Menurutmu tidak pantas ya?Sayang penilaianku berbeda dia unik Lils."balas Remus tersenyum.

James tersenyum kecil menurutnya Remus dan Sirius cocok karena mereka dua sama – sama romantic dan tentu saja jikalau mereka pacaran mereka tak akan pernah kekurangan kata – kata manis untuk satu sama membayangkan dirinya pacaran dan Severus dan mungkinkah yang terjadi hanyalah perang mantera?James menghela nafas dan memilih melanjutkan acara mengupingnya.

"Well Rem yang jelas aku sudah memperingatkanmu aku tak peduli nanti kalau kau sakit hati."balas Lily.

"Tak akan Lils aku berani mencintai yang berarti aku juga harus berani untuk merelakan."balas Remus.

Lily terdiam Remus memang benar dan dia menyakini kalau dia memang harus berani merelakan Potter karena lebih baik membiarkan orang yang kau cintai bahagia kan?Daripada memaksanya sehingga dia tersiksa.

"Kau sangat benar Remus."balas Lily tersenyum.

James menghela nafas menonton curhat antar Lily dan Remus ini membuatnya agak akan mengerjai Lily besok karena dia mendengar semua ia akan menyakinkan Sirius bahwa Remus juga suka padanya dan akhir bahagiapun akan tercipta walau dirinya tak tau kapan dia yang akan bahagia.

"Entah kenapa Lils aku rasa kau bisa jadi teman curhat yang cocok untukku."balas Remus.

"Well,aku juga begitu Rem kau sangat pandai dalam pelajaran maupun asmara."balas Lily

Remus tersenyum pertama kali ia bicara tentang dirinya yang romantic di depan orang merasa lega karena akhirnya identitas yang selama ini ia sembunyikan akhirnya terbongkar.

"Yah aku lega Lils karena akhirnya aku bisa mengungkapkan diriku yang lain."balas Remus,

"Dirimu yang lain yang mana?yang sebenarnya penuh dengan perasaan sakit?Bukannya kau sudah cerita sejak lama?"balas Lily dengan pandangan penuh tanda tanya.

"Bukan itu tapi sisi romantic-ku yang membuatku senang ketika bicara soal perasaan selama ini aku terus sembunyi karena takut Sirius akan tau kalau aku cerita pada James atau Peter."balas Remus.

"Oh,i see ternyata kau ingin menyimpan rahasia dari sahabatmu juga?"balas Lily.

"Tentu ini tentang Sirius masalahnya kalau dia tau dari James akan Peter mungkin saja dia berniat mempermainkanku tapi kalau dia datang sendiri aku yakin dia memang mencintaiku."balas Remus.

"Well Rem aku rasa ini sudah waktu kita kembali ke dalam sudah hampir pukul tujuh."balas Lily.

"Well Lils,ada baiknya kita segera kembali."balas Remus.

Mereka berdua akhirnya berjalan bersamaan menuju ke Great Hall untuk makan itu James berjalan menyusuri semak yang ada didekat danau dan ia tersenyum sekalgus terkejut ketika melihat apa yang ia lihat sekarang.

~TBC~

~OMAKE~

Dan ternyata yang James lihat adalah bahwa ada dua orang lain selain dirinya yang melihat pembicaraan mereka tak lain tak bukan adalah Severus dan menghela nafas mendengarkan pembicaraan Remus dan ia agak terkejut,ini semua tak sama sekali tak menyangka kalau dia harus terlibat hubungan cinta yang rumit seperti tidak rumit bagaimanapun sebelumnya dia telah tahu kalau James suka padanya dan sekarang dia tahu kalau Lily suka pada James dan Severus yakin bahwa dirinya menyukai sih ini harus terjadi dalam hidupnya?Hidupnya yang rumit menjadi semakin rumit kalau begini!Demi Janggut Merlin,Severus sama sekali tak menyangka hidupnya akan serumit ini ketika tahu soal perihal cinta yang menyangkut pada dirinya-termasuk dia yang mencintai Lily dan James yang mencintainya! itu Sirius tertegun dalam hening,dia merasa tahu sekarang apa maksud dari James memojokkannya ternyata James lebih tau tentang Remus daripada dia!Jadi Sirius benar – benar yakin kalau tadi James tidaklah bermaksud mengkasari ,James bermaksud agar Remus dan Sirius cepat jadian dan sadar bahwa perasaan mereka berbalas bukan malah galau gara – gara memikirkan orang yang yang dikira tidak membalas menghela nafas kenapa sih tadi dia bertingkah begitu pada James?Akhirnya dia merasa bersalah pada James mempunyai tekad baik yah walaupun mungkin caranya agak tidak benar – benar telah menyesal sekarang dia menyakinkan dirinya bahwa dia harus menyatakan perasaannya pada Remus besok dan langsung mengajak James terutama untuk menyatakan itu Severus dengan kebingungannya akan cerita cinta rumit-yang tentunya melibatkan dirinya-memilih untuk undur dari sana dan kembali ke asrama atau mungkin membaca buku di itu James-masih dalam jubah gaibnya-memutuskan untuk mendekati Sirius.

A/N : maaf kelamaan adakah yang nunggu?-pede banget sih lo-akhirnyapun chapter 3 selesai juga dan author ini minta review (lagi) !

Breakin' dawn : hahaha ,maaf jari author kepleset hahaha dan anda bener banyak yang ilang setelah author lihat – lihat lagi sepertinya author ngantuk btw thanks reviewnya :3

paradisaea Rubra : Pasti karena banyaknya kata yg hilang ya?author minta maaf atas kekurang telitiannya ya ._. dan untuk omakenya author gak mesti pake Severus kok hanya saja Severus yang bakal sering muncul karena dia pingin eksis(?) Ehehe btw thanks atas reviewnya ^^