Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : III

Sumarry :"Sirius aku mohon seriuslah jangan permainkan aku!""I'm serious Moony!""Jadi apa yang mau kau katakan?""Setelah sekian lama akhirnya aku akan mengatakannya,I love you Moony."

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll

James langsung melepaskan jubahnya dan menepuk bahu Sirius.

"Kau sudah liht drama barusan kan?"tanya James memandang sahabatnya itu.

"Well I heard all!Aku heran kenapa kau bisa tahu dengan mudahnya soal perasaan orang lain."balas Sirius.

"So?Aku hanya bisa bilang semoga berhasil karena sekarang kau sudah tau bagaimana perasaan Moony Pads."balas James.

"Sepertinya kau pantas untuk menggantikan Prof Amexty*."jawab Sirius tertawa.

"Well itu menarik Pads kita bisa mengerjai murid – murid Pads."jawab James tertawa.

"Maksudmu?"tanya Sirius memandang James dengan heran.

"Kita bisa katakan kan pada mereka wah aku melihat tanda kematian berhati – hatilah!Lalu kita akan melihat ekspresi ketakutan mereka dan itu menyenangkan!"balas James tertawa lagi.

"Well itu menarik dan menurutku akan jadi menyenangkan."balas Sirius.

"Dan bagian terbaiknya aku bisa bilang pada Sev bahwa dia harus jadi pacarku kalau tidak dia akan diserang oleh Troll!"balas James tersenyum.

"Snivelly terus yang kau bicarakan Prongs!Kalau boleh jujur aku lebih suka mengejar – ngejar Evans ketimbang bicara terus soal Snivelly!"kata Sirius yang entah kenapa emosinya selalu naik ketika James bicara tentang seorang Severus.

"Well mungkin kau bicara begitu Pads tapi inilah aku yang sekarang seorang James Potter yang merasakan sebuah perasaan cinta yang teramat dalam hanya untuk mantan korban kejahilanku."balas James dengan nada yang sangat didramatisir.

"Prongs hentikan itu sangat menjijikan!"seru Sirius dan mulai merasakan alergi jika James bertingkah ala acara muggle yang disebut FTV.

"Oh benarkah?Sekarang menjijikan mana denganmu yang pengecut itu?"tanya James dengan sinisnya.

"James apalagi maksudmu?"sahut Sirius yang mulai pasrah akan kelakuan temannya yang entah kenapa sekarang bertingkah seolah – olah dia selalu benar.

"Well sekarang kau kalau Moony mencintaimu juga kan?Kenapa tak langsung menyatakan perasaanmu?"balas James kembali dengan sinisnya.

"Oh..okay."Jawab Sirius dengan suara yang pasrah.

Sirius benar – benar bertanya dalam hati apakah James yang bicara dengannya ini asli atau jangan – jangan James yang ini adalah Snivelly yang meminum Sirius akhirnya menepis segala pikiran gilanya itu dan ia mendengar suara James lagi.

"Sudah malam Pads ayo masuk dan ingatkan aku kalau sampai besok kau belum menyatakan cintamu pada Moony berarti kau memang Sirius Black si pengecut!"seru James.

Keduanyapun akhirnya memutuskan untuk kembali masuk di itu di ruang rekreasi Gryffindor yah mereka langsung menuju ke tempat dimana Remus dan Peter sudah duduk dengan manis.

"Hai Pads,Prongs."kata Remus yang langsung menyapa kedua sahabatnya.

"Hai Moony."balas Sirius

Entah kenapa Sirius merasa janggal untuk bicara pada Remus kali selama ini ia sama sekali tak pernah merasa begini,apakah ini pengaruh karena omongan Remus dan Lily yang ia dengarkan tadi pagi?

"Err,Pads Moony sepertinya aku perlu tidur kalian tau kan tadi aku bangun jam berapa?"kata James-yang sebenarnya tidak benar – benar mengantuk-.

"Well,Good Night Prongs."kata Moony.

James langsung berlalu dan masuk ke Sirius dan Remus merasa benar – benar dalam suasana canggung entah memandang kedua sahabatnya kemudia langsung berkata.

"Remus,Sirius aku menyusul James dulu ya."kata Peter.

Jadi siapa yang sebenarnya bodoh disini?Peter saja sadar kalau dua insan itu saling memendam perasaan dasar Remus dan Sirius sama – sama romantic tapi tidak sekarang kembali pada dua aktor sampingan kita yang sebenarnya juga ingin diekspose dengan jalur cinta yang rumit walau sebenarnya kerumitan itu timbul dari pribadi mereka sendiri-er bolehkan author bilang begitu? memandang Remus menghela nafas.

"Moony."panggil Sirius pelan-bahkan nyaris terdengar seperti berbisik-

"Yes Pads?"kata Remus yang ternyata berhasil mendengarkan panggilan dari Sirius.

"Ehm aku mengantuk,aku ke kamar dulu."kata Sirius.

Remus menghela nafas,tadinya dia benar – benar mengira ini akan jadi penting namun nyatanya Sirius hanya berpamitan untuk tidur.

"Well,aku juga sudah mengantuk."balas Remus.

Akhirnya dua orang tersebutpun kembali ke kamar dan tertidur tak benar – benar tidur dia ini ia melamunkan soal Remus dan kata James kalau ia pengecut?Sirius menghela nafas,ia berharap besok ia berhasil mengutarakan semua perasaan yang tependam di hatinya yang terdalam melamunkan hal itu kurang lebih selama dua jam sampai akhirnya ia terlelap.

Pagi telah tiba tanpa adanya sang surya yang di Minggu pagi tampaklah mendung dan ,ini bulan Desember dan wajarkan bila akan terjadi salju?Sirius bangun dari tidurnya menatap Remus yang masih tertidur.

"Aku coba ungkapkan semuanya hari ini Moony."kata Sirius dengan berbisik sembari memandangi sosok Remus yang masih pulas dalam tidurnya.

James yang sebenarnya sudah bangun dari tadi tersenyum di balik apa yang dia pikirkan-yang jelas tadi dia mendengar ucapan Sirius-.

Sirius beranjak dari ranjangnya menuju ke ruang rekreasi tanpa adanya tujuan yang hitamnya memandang sekeliling namun ia tak menemukan seorangpun di ruangan yang biasanya ramai dia sangka tiba – tiba Remus muncul dari kamar dan menuju ke sampingnya.

"Morning Pads."kata Remus.

"Sudah bangun dari tadi Moony?"tanya Sirius-agak panik ia masih takut omongannya tadi didengar oleh sang prefek singa emas tersebut-.

"Baru saja Pads."balas Remus.

"Prongs?Dia sudah bangun belum?"tanya Sirius-masih dengan nada panik-.

"Prongs?dia sih sudah bangun katanya dari tadi malah."balas Remus.

'Prongs!Awas saja kalau kau bicara macam – macam!'batin Sirius.

"Ah dia tidak kesini?"tanya Sirius-hanya sekedar untuk basa – basi dan menghilangkan perasaan aneh yang selalu ada padanya ketika didekat Remus sekarang ini-.

"Dia bilang ini bermalasan seharian di kamar tapi entahlah nanti kalau dia berubah pikiran,kau tau bagimana James kan?"kata Remus sembari tersenyum.

'Moony!Hentikan senyumanmu aku bisa gila!'batin Sirius yang menjadi gila begitu melihat Remus yang tersenyum.

"Well,aku harap dia berubah pikiran."balas Sirius.

Sirius kembali bergelut dengan sekarang dia harus mengungkapkan segalanya?Sirius terus bergumul sendiri sampai akhirnya dia berusaha memberanikan diri.

"Moony."panggil Sirius dengan pelan-lagi-

"Yes,Pads?jangan bilang kalau kau ingin tidur lagi."kata Remus mengingat kejadian semalam.

"Uhm,bukan itu kok."kata Sirius.

"Jadi,apa Pads?"tanya Remus memandang lawan bicaranya itu.

"Mau melihat salju di luar?"tanya Sirius.

"Well baiklah,tapi tunggu aku berganti pakaian dulu lagipula tidak lucu kan kalau misalnya besok headline di Daily Prophet tertulis 'Prefek Gryffindor,Remus Lupin tewas karena lupa menggunakan pakaian musim dingin ketika Hogwarts bersalju lebat'."balas Remus.

"Well aku juga harus ganti pakaian,kan juga tidak lucu kalau ada yang memandangiku dengan tatapan yang berkata 'Black gila tidak pakai pakaian musim dingin di tengah salju yang lebat."balas Sirius sembari tertawa.

James nyengir karena daritadi sebenarnya dia menguping dari kamar.

'Yes usahaku pasti berhasil!'batin James dalam hati.

Remus dan Sirius telah usai berganti pakaian dan mereka langsung keluar kastil Hogwarts dan melihat tumpukan salju yang -tentu saja dengan jubah gaibnya-membunti kedua sahabatnya yang sedang kasmaran itu.

"Well,tak buruk juga disini ketika bersalju."kata Sirius memandang Remus.

"Aku tak pernah keluar Hogwarts kala bersalju karena aku takut kedinginan."balas Remus.

"Dan sekarang kenapa kau mau?"tanya Sirius.

"Aku ingin melihatnya bagaimanapun aku mungkin tak bisa melihatnya lagi jika sudah lulus dari Hogwarts kan?"kata Remus yang memandang mata Sirius dengan tatapan lembut.

James nyengir melihat dua sahabatnya yang kasmaran itu dan dia yakin pasti klimaks dari drama romansa dalam Marauders akan segera di mulai.

"Kau benar Moony."kata Sirius yang tersenyum lembut.

"Aku ingin bicara sesuatu padamu Pads tapi aku takut."kata Remus yang kini berwajah tegang.

"Same Here Moony."kata Sirius menatap Remus-Sirius benar – benar ingin mengungkapkan segala perasaannya sekarang-.

"Jadi apa yang ingin kau katakan?"Remus memandang Sirius dengan tatapan heran.

"Err entahlah aku bingung harus bicara dari mana."balas Sirius menghela nafas-dia mengaku dirinya memang belum benar – benar siap-

"Sirius aku mohon seriuslah jangan permainkan aku!"kata Remus yang mulai tidak sabar dengan sahabatnya itu.

"I'm serious Moony!"balas Sirius tak mau kalah dengan Remus.

"Jadi apa yang mau kau katakan?"Remus kembali memandangi Sirius berharap kali ini pemuda itu benar – benar akan bicara dengan serius.

"Setelah sekian lama akhirnya aku akan mengatakannya,I love you Moony."kata Sirius yang langsung merangkul Remus.

"Pads!Kenapa kau tak bilang dari dulu?Kau ini membuatku gundah saja!"seru Remus yang akhirnya tersenyum.

"Pads,i have something to you."kata Remus tersenyum.

"Same here Moony."kata Sirius balas tersenyum.

"ORCHIDEUS"

Kedua pemuda kasmaran itu merapalkan mantera yang sama ke arah dua batu yang untuk mengubah sebuah objek menjadi sebuah anehnya mereka mengeluarkan bentuk bunga yang sama yaitu bunga mawar.

'Mereka berdua benar – benar tipe romantic'batin James dibalik jubahnya.

"Well,Aku heran kenapa wujud bunga yang kita munculkan sama."kata Remus tertawa.

"Mawar lambang berseminya begitu juga dengan cinta kita?"tanya Sirius dengan gombalan khasnya.

"Yah kau benar Pads dan kuharap mawar ini tak akan hanya muncul untuk hari ini namun tiap hari."jawab Remus tersenyum.

James menghela nafas di balik jubahnya karena sekarang dia disuguhi anti-klimaks dari drama romansa yang dia tonton sejak tahun James mulai tahu kalau Remus dan Sirius jatuh cinta pada tahun ketiga.

"Waow waow Moony aku tak menyangka kau juga tipe romantic!"kata Sirius tertawa.

"That's my other side,Padfoot!"seru Remus tersenyum.

"Well aku tetap akan menerimamu apa adanya Moony karena kau tau aku sudah mencintaimu sejak tahun kedua."balas Sirius tersenyum lembut.

James tersenyum akhirnya drama romansa ini berakhir dengan akhir yang bahagia seperti dalam benar – benar berharap hubungan dua sahabatnya ini akan terus bertahan karena James tak mau melihat kedua sahabatnya patah hati.

James melepas jubah gaibnya dan berlari ke arah kedua sahabatnya tersebut merangkul mereka berdua.

"Maaf pads meminjam milikmu dan maaf juga moony meminjam milikmu."kata James tersenyum dengan bahagia.

"James jadi semua ini?Kau tadi hanya beralasan?"tanya Remus memandang James dengan bingung.

"Well aku gemas melihat kalian tahu!Aku tau kalian saling jatuh cinta sejak tahun ketiga!"kata James memandang dua sahabatnya itu.

"Hah?bahkan sebelum kau mengejar – ngejar Evans kau sudah tau kalau aku suka pada Moony?"tanya Sirius memandang sahabatnya itu dengan heran.

"kalau boleh jujur iya,makanya kemarin aku langsung bicara padamu Pads!Kasian Moony sudah menunggumu selama dua tahun dasar kalian romantic yang tidak peka."kata James sembari tertawa.

"Prongs,jadi kau yang menyuruh Sirius menyatakan perasaannya?"tanya Remus.

"Aku hanya memacunya tidak memaksanya aku tidak tega melihat sahabatku sok kuat soal asmara."kata James tertawa.

"Well kami berdua memang romantic yang menyedihkan karena tidak peka."kata Sirius dengan suara yang didramatisir.

"Sirius hentikan kau tak pantas begitu!Pjames lebih pantas!"kata Remus tertawa.

"Ingin aku bicara dengan nada begitu lagi?"tanya James sembari tersenyum kecil.

"NO PRONGS!JANGAN BICARA SOAL SNIVELLY DI DEPANKU!"kata Sirius yang langsung menjerit.

"Moony sepertinya pacarmu menderita Severus-phobia."kata James tertawa.

"Bukankah yang dia derita itu JamesTalkAboutSeverus-phobia,Prongs?"jawab Remus tertawa.

"Ah pokoknya aku tidak mau James bicara soal perasaannya pada Snivelly!"seru Sirius.

"Well Sirius selamat menikmati akhir pekanmu dengan Remus,aku pergi dulu."kata James tersenyum.

Sirius dan Remus saling pandang dan kemudian tertawa.

~TBC~

~OMAKE~

James berlari menuju ke dalam mengapa dia merasa ingin memasuki perpustakaan dia sedang terkena virus rajin hari ini?Entahlah james sendiri masih tanpa bimbang dia langsung berjalan ke perpustakaan dan Gotcha!dia bertemu Severus disana.

'Jadi apakah ini yang disebut naluri soal orang yang kau cintai?'batin James.

"Potter?What the...!Jangan bilang kalau kau membuntutiku!"seru Severus memandang James heran.

"No Sev,aku tidak membuntutimu aku hanya ingin ke perpustakaan."kata James.

"Jujur atau bohong?"tanya Severus.

"Jujur Sev,aku berani bersumpah demi cintaku padamu!"kata James yang mulai menggombali Severus.

"Potter!Kau tidak waras !"seru Severus yang berlalu menuju ke rak buku.

James menuju ke rak buku-tentunya bukan rak yang dituju heran kenapa sih ada hal yang mendorongnya kesini.

A/N : Ada yang ilang lagikah?Author ini emang gak teliti dan makasih buat breakin' dawn yang setia review fic ini,yang ini spesial dikebut :3