Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : V

Sumarry : "Potter Stop it!Kenapa sih aku harus bertemu denganmu terus!""It's called fate my beloved Sev.""But why must you?!""Because we are fated to be together."

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll

James yang terdorong ke salah satu bagian rak buku langsung melihat klasifikasi buku yang terdapat di atas dia sekarang di deretan buku telaah muggle dan berbagai hal yang terkait dengan iseng dia segera mengambil sebuah buku dan yang ia dapatkan adalah buku.

'SERBA – SERBI CINTA BERDASARKAN PSIKOLOGI'

'Hmm,buatan Muggle ya?tampaknya menarik.'batin James.

Dengan perlahan James membuka buku tersebut dan ia menemukan daftar isi di halaman langsung membaca daftar isi tersebut dan merasa tertarik ketika melihat ada 10 ciri – ciri orang jatuh cinta dalam daftar isi tersebut yang mana terletak di halaman saja James membuka halaman 24 dengan langsung melihat isinya karena dia benar – benar ingin membukti bahwa dia sedang jatuh hati pada Severus.

(10) KAMU BERJALAN SANGAT PELAN KETIKA SEDANG BERSAMA DIA

Well James yang membaca hal tersebutpun langsung menghampiri Severus yang sedang ada di rak ilmu berjalan dengan sangat lambat karena takut melewatkan sedetikpun untuk ada di dekat Severus.

"Potter,kau sinting ya?"tanya Severus yang memandang James yang terus berjalan perlahan ke arahnya.

'Well yang di urutan ke sepuluh benar mari lihat beriku.t'batin James yang langsung membaca buku lagi.

Severus memandangi James dengan janggal karena yah kau tau kan bagaimana sikap para pure-blood dan muggle.

"Kau tidak sinting kan Potter?"tanya Severus.

"Menurutmu?"tanya James memandang Severus dan menghela nafas sejenak.

"Well aku tau kau sinting Potter tapi kenapa kau membaca buku karya muggle?bukannya pureblood dan muggle rata – rata tak akur?"tanya Severus.

"Kau takut begitu?Well aku tahu kau half-blood dan aku tau kau telah membohongi semua teman aku sempat mengejar Lily dan muggle-born,jadi aku tidak punya masalah dengan muggle dan pure-blood yang punya masalah dengan muggle itu kuno."sahut James.

James langsung melanjutkan membacanya.

(9) KAMU JADI SALAH TINGKAH KETIKA DIA ADA DI SEKITAR KAMU

Well sekarang mari buktikan melihat Severus hati – hati dan dia tersenyum sendiri lalu bersiul.

"Potter kau sinting!Kalau kau mamu mengangguku jangan disini!"kata Severus.

"HEI KALIAN DIAMLAH."teriak madam Pince dari kejauhan.

'Masih tepat oke.'batin James.

"Aku tidak sinting Sev,aku hanya yah melalukan suatu pendekatan denganmu."balas James.

"Kau memang James Potter si sinting."balas Severus.

"Terserah katamu Sev apapun katamu i still love you baby."kata James tersenyum kecil.

(8) KAMU SELALU TERSENYUM MANIS SAAT SEDANG MENDENGARKAN SUARANYA

'Well mari kita praktikan lagi.'batin James.

James yang bermaksud untuk mencari perhatian dari Severus agar ia bicara segera bersiul lagi dan dengan sengaja menyenggol rak.

"Potter kau sinting!"kata Severus.

James tersenyum mendengar suara Severus yang terdengar dingin namun bagi James itu suara terindah yang dia dengarkan.

'Well ternyata muggle memang hebat soal perasaan.'batin James yang langsung membaca kembali bukunya.

Severus masih memandangi James dengan aneh dan membaca buku tentang ramuan yang yang melanjutkan membacanya tidak mempedulikan pandangan Severus.

(7) KETIKA KAMU SEDANG MENATAP DIA, KAMU TIDAK AKAN MEMPERHATIKAN SEMUA YANG ADA DI SEKITAR KAMU. YANG KAMU LIHAT HANYALAH DIA

James langsung menatap sekitar dan well ternyata dari tadi dia tak memperhatikan sekitar dan hanya memperhatikan Severus dan tahu itu karena dia melihat Lily dan Alice cekikikan di rak bagian ilmu Transfigurasi.

'Oke Muggle memang hebat kalo soal begini seharusnya penyihir lain tak meremehkan mereka.'batin James yang langsung meneruskan membacanya lagi.

(6) YANG KAMU PIKIRKAN SEKARANG HANYALAH DIA SEORANG

'Well yang ini sih memang benar.'batin James.

Bagaimanapun juga James selalu memikirkan sosok Severus bahkan sebelum Lily mengungkapkan sadar kalau yang ini sangat jitu maka ia memutuskan untuk melanjutkan membaca.

(5) KAMU SELALU TERSENYUM SAAT MELIHAT DIA

Well bagi James inipun juga benar karena selama ini ia terus senyum – senyum sendiri tiap kali melihat Severus dan lagi – lagi hal itu sudah terjadi sebelum Lily mengungkapkan segala kebenaran soal perasaannya.

'Muggle memang hebat dalam hal – hal begini padahal mereka tak bisa Legilimens'batin James.

James langsung melanjutkan membacanya karena dia masih penasaran.

(4) KAMU AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK DIA, WALAUPUN HANYA UNTUK MELIHATNYA SEBENTAR

'Uh oke ini alasanku mengerjainya dulu kan?'batin James lagi.

James memang baru sadar kalau selama ini dia mengerjai Severus hanya demi melihat Severus karena dulu ia merasa gengsi untuk langsung menemui pemuda ular menghela nafas panjang dan berpikir lagi bahwa seharusnya semua penyihir menghormati muggle lihatlah mereka bisa menebak perasaan seseorang tanpa adanya ilmu langsung melanjutkan membacanya.

(3) KETIKA KAMU SEDANG MEMBACA TULISAN INI YANG ADA DI PIKIRAN KAMU HANYALAH DIA SEORANG

Well memang benar sedari tadi ketika membaca buku ini James memikirkan Severus seorang dan mempraktekan semuanya di depan Severus-bukan di depan yang Jamespun makin yakin akan perasaannya untuk pemuda ular yang dulu sering dikerjainya itu.

(2) KAMU TERLALU SIBUK MEMIKIRKAN DIA, SAMPAI-SAMPAI KAMU TIDAK MENYADARI BAHWA NOMOR 7 ITU TIDAK ADA

Membaca tulisan itu Jamespun langsung mengecek list di atas dan dia menemukan nomer 7.

'Apa muggle ini tak beres?Well tapi kalau dia bercanda dia hebat!'batin James yang langsung membaca bagian akhir.

KAMU KEMUDIAN MENGECEK LAGI TULISAN DI ATAS, DAN SEKARANG KAMU JADI TERTAWA SENDIRI

James tertawa ketika membaca tulisan itu dia merasa dirinya yang termasuk penyihir jahil kalah pada muggle.

'Well benarkan seharusnya yang lain juga menghormati muggle.'batin James.

James sepertinya keasyikan dengan buku mugglenya sampai – sampai dia tak sadar kalau Severus sudah hilang dari perpustakaan.

"Sev sudah pergi?"kata James pada dirinya sendiri.

Namun bukan James Potter namanya kalau begitu saja sudah dia memutuskan untuk keluar kastil karena James yakin pasti Severus ada di mendekati danau hitam dan gotcha dia menemukan Severus disana.

"Well Sev apa yang kau lakukan disini setelah meninggalkanku di perpustakaan tadi?"tanya James dengan nada didramatisir.

"Bukan urusanmu Potter."kata Severus masih dengan dinginnya.

"Tentu saja itu urusanku my dearest Sev."kata James berusaha menggoda Severus.

"Potter Stop it!Kenapa sih aku harus bertemu denganmu terus!"kata Severus yang mulai merasa jengkel dengan kata – kata James.

"It's called fate my beloved Sev."balas James sembari tersenyum.

"But why must you?!"Kata Severus yang menghela nafas panjang.

"Because we are fated to be together."jawab James.

"Omong kosong."bala Severus dengan acuh.

"Itu kenyataannya Sev percayalah."balas James.

"Potter Potter aku heran kenapa kita terus bertemu padahal aku benar – benar tidak meninginkannya."balas Severus.

"Kubalikan pada omonganku yang awal,kalau memang takdir yang telah mempertemukan kita kau tak bisa berbuat apa – apa kan Sev?"balas James memandangi Severus lagi.

"Tapi kenapa harus sesering ini?"tanya Severus yang menghela nafasnya panjang.

"Jika takdir sudah bicara aku tidak bisa berbuat apa – apa lagi."balas James.

"Omonganmu persis seperti remaja labil Potter."balas Severus memandang James dingin.

"Well it's because love Sev."kata James tersenyum dan kembali memandang Severus.

"Kau memang sinting Potter."jawab Severus.

"Ya aku sinting,aku sinting karena mencintaimu."balas James dengan suara didramatisir.

"Ck,menyebalkan Potter ngomong – ngomong kau tak bersama teman – teman konyolmu?"tanya Severus memandang James.

"Well Sirius dan Remus sedang dalam urusan pribadi jadi aku tak mau menganggu."jawab James tersenyum.

"Kalau kau tak mau menganggu urusan pribadi mereka kenapa kau malah mengangguku?"tanya Severus memandang James tajam.

"Karena menganggumu untuk memperjuangkan cintamu termasuk dalam daftar urusan pribadiku Sev."balas James yang tertawa kecil.

"Huh!Aku tak akan pernah sudi menerimamu Potter!TAK AKAN PERNAH."Severus menegaskan kata yang diungkapnya dengan sedikit menaikkan suaranya.

"Kita lihat saja yakin kau akan menerimaku nantinya."balas James tersenyum.

"Well,kita lihat saja."balas Severus dingin.

"Uhm Maaf Sev sepertinya Sirius dan Remus sudah kembali aku harus menemui mereka sebelum mereka menanyaiku macam – macam."kata James berpamitan pada Severus.

Severus hanya menghela nafas melihat kepergian sosok yang dulu rivalnya yang sekarang malah mengejar – itu James berlari memastikan Sirius dan Remus belum datang dari kencan naas ternyata Sirius sudah berdiri di depan ruang rekreasi Gryffindor.

"Ada penjelasan,Prongs?"tanya Sirius yang menginrogasi James-seolah James adalah seorang tetoris yang telah melakukan peledakan besar – besaran-

"Tak ada."balas James menghela nafas.

"Dia menemui Snape tadi di perpustakaan."terdengar suara Alice yang cekikan di salah satu sofa.

"Bagus Alice kau akan membawaku dalam krisis persahabatan."balas James lesu.

"Well ada penjelasan lebih lanjut Prongs?"tanya Sirius.

"Pads ayolah kau kenapa?Terus melarangku untuk mengincar orang yang kuharapkan padahal sudah membantumu untuk mendapatkan Moony!"kata James sedikit membentak karena emosi.

"TAPI APA KAU LUPA JANJI KITA UNTUK MENGERJAKAN ESSAY TRANSFIGURASI BERSAMA!"raung Sirius.

"Well aku kira janji kita jam enam lagipula ini masih jam setengah enam kan?"tanya James menghela nafas.

"Sepertinya minusmu bertambah Prong sekarang sudah jam enam lebih lima belas menit."jawab Sirius.

"Kalian bisa mengerjakan itu tanpa aku kan?"tanya James yang merasa lelah mendengarkan sahabatnya jadi tukang meraung.

"Itu akan kami lakukan jika kami bukan sahabatmu Prongs."balas Sirius.

"Pads,kasihan Prongs kau menyentaknya terus sebaiknya kita kerjakan segera essay ini."balas Remus yang berusaha menengahi perdebatan antara kekasih dan sahabatnya itu.

"Oh well Moony."sahut Sirius.

Tanpa menunggu lama keempat Marauders itu langsung mengerjakan essay mereka secara banyak membantu mereka yah bagaimanapun Remus memang yang paling dan Sirius sih sebenarnya hebat juga tapi mereka lebih mengusai prakteknya ketimbang Peter sih memang teori dan praktek sama saja yang merasa ingin ke kamar mandi karena adanya panggilan alam segera berpamitan.

"Pads,Moony,Wormtail aku ke kamar mandi dulu."kata James pada sahabat – sahabatnya.

"Tidak bermaksud kencan rahasia dengan Snivelly kan?"tanya Sirius memandang James penuh dengan kecurigaan.

"Murni panggilan alam tenang saja."balas James tersenyum.

James langsung pergi ke kamar mandi laki – laki karena dia sudah tidak bisa kompromi dengan gelojak yang ada di kandung langsung lari dan tampaknya Sirius memang ingin menggantikan Prof. Amexty karena dia benar – benar bertemu Severus disini.

"Sev?"tanya James memandang sosok yang berdiri tepat di hadapannya.

"Potter?Kenapa harus kau lagi?"Severus menghela nafas panjang memandang dingin James.

"Aku kesini murni karena panggilan alam jadi kalau kau memang berniat bicara denganku tunggu aku sebentar ya."kata james yang langsung memasuki salah satu ruang di kamar mandi tersebut.

"Siapa juga yang mau bicara dengannya."kata Severus sembari mendengus dan menyalakan air dari keran untuk mencuci mukanya.

James langsung keluar dan menghela nafas panjang.

"Jadi Sev sekarang kau percaya omongankukan jika takdir ingin kita bersama?bagaimana?"tanya James tersenyum.

"Tidak itu semua omong kosong karanganmu sudahlah jangan mengerjaiku terus Potter."kata Severus dengan suara dingin.

"Aku tidak mengerjai Sev aku berkata jujur bahkan lebih daripada yang kau perkirakan."jawab James.

"Kau berusaha mempermainkan ya?Tak akan pernah bisa Potter."balas Severus dengan sinisnya.

"Eh Sev kau pulang tidak dua hari lagi sudah Natal."balas James.

"Apakah aku perlu menjawabnya?"tanya Severus memandang James waspada.

"Well tentu saja perlu."jawab James.

"Tidak untuk apa pulang jika tak ada kebahagiaan disana."balas Severus.

"Well aku pergi dulu pagi Sirius,Remus da Peter sudah you baby."kata James berusaha menggoda Severus.

James tersenyum terus dijalannya menuju ke ruang rekreasi tidak dia bertemu Severus secara tidak sengaja di kamar mandi laki – ini petunjuk bahwa memang dia ditakdirkan untuk bersama Severus.

"Datang juga kau,kenapa lama sekali Prongs?"kata Sirius.

"Well agak mampet."sahut James.

"Punyamu kurang berapa centi?"tanya Remus memandang James.

"Sepuluh centi itu hal mudah."kata James yang langsung mengambil pena bulunya dan bergulat lagi dengan essaynya.

James memandangi teman – mengajukan sebuah pertanyaan.

"Well kalian pulang?"tanya James pada tiga sahabatnya itu.

"Tidak."jawab Remus.

"Aku juga tidak malas sekali mendengarkan ibuku mengomel dan membanding – bandingkan dengan Regulus kesayangannya itu."balas Sirius.

"Kabar baiknya aku juga tidak."kata James tersenyum.

"Aku juga tidak kalau begitu."cicit Peter.

"Well aku tau Remus akan senang transformasinya kita temani nanti."sahut James tersenyum.

"Mungkin akan jadi yang paling menyenangkan."sahut Remus tersenyum.

"Well setidaknya aku bisa menikmati saat – saat romansa bersama Remus selama liburan daripada mendengarkan ocehan ibuku yang menyebalkan."sahut Sirius.

"Well aku senang dengar itu karena Severus juga tidak pulang."sahut James.

"Snivelly?kau tau darimana?"sahut Sirius memandang James curiga.

"Hanya insting."balas James.

"James suka ngelantur sekarang."kata Sirius.

"Ayo kawan – kawan sudah malam mari kita tidur."kata James.

Dan mereka semuapun langsung menuju ke kamar dan tertidur.

~TBC~

~OMAKE~

Senin,24 Januari 1975

Pukul 08.00

James bersama teman – temannya menuju ke ruang kelas Transfigurasi dan di pelajaran ini mereka bersama dengan dapat dipastikan James akan bertemu dengan Severusnya sesampainya di kelas itu.

"hai Sev."sapanya pada Severus.

Avery dan Mulciber memandang James dengan kebingungan apa yang sedang dilakukan sang singa emas tersebut.

"Nanti siang temui aku didanau hitam ya!Jangan lupa bawa bunga yang kemarin!"kata James berusaha menggoda Severus dan sekalian membuat kehebohan dikelas.

Beberapa siswi dari Gryffindor maupun Slytherin itu jeritan apa dan ternyata yang menimbulkan jeritan bukanlah James dan Severus tetapi Remus dan Sirius yang saling pandang dan hampir berciuman.

"HENTIKAN SEMUA KEGILAAN INI!"terika .

Dan akhirnya kelas kembali hening walau sedari tadi James terus memandang Severus dengan tatapan genit dan itu membuat Severus hampir muntah.

Pukul 12.00

Aula besar dipenuhi oleh para siswa dari segala asrama untuk makan siang terakhir mereka sebelum liburan yang berlarian dan ada yang berjalan Snape yang baru selesai dari menemui berjalan menuju ke aula dengan perlahan sampai pada akhirnya

"Helo baby dari mana saja?"kata James merangkul Severus.

"POTTER!"Severus menjerit dan langsung mengambil tongkatnya.

"Uh baiklah aku menyingkir."kata James yang tidak mau mencari masalah dengan para guru.

Pukul 14.00

Anak Gryffindor baru saja keluar dari kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam sementara para Slytherin baru selesai dengan kelas mereka bertemu ditengah jalan.

"Oh Potter bagaimana rasanya ditolak Severus?Menyedihkan ya?"tanya Avery mencibir.

"Kau lihat saja nanti!"kata James dengan kesombongnya dan langsung meninggalkan Avery tanpa memperdulikannya.

James mungkin sudah melewati Avery namun sekarang dia bertemu dengan Severus.

"hai Sev."sapa James tersenyum menawan-bahkan membuat beberapa anak kelas 1 yang lewat pingsan-.

"Aku tak ada waktu untuk meladenimu Potter."kata Severus yang memandang James dingin.

Pukul 19.00

Aula besar Hogwarts telah dihiasi pohon Natal raksasa dan sekarang keadaan Hogwarts sudah benar – benar ada tinggal 3 anak Slytherin-termasuk Severus-,Marauders,4 anak Ravenclaw serta 3 anak semuanya memang pulang ke rumah masing – masing tapi semua yang ada disini mencoba ceria walau sepi karena mereka ingin merasakan bagaimana Natal di Hogwarts

A/N : YAH jadi juga chapter 4,ada yang ilang lagi gak?Omake yang ini untuk mempersingkat waktu hahha XD-walau jadinya tetep bakal panjang-oh iya kemarin saya lupa njelasiin siapa itu Prof. Amexty jadi dia itu OC disini dia guru Ramalan soalnya kan Prof. Trelawney baru masuk menjelang Harry lahir .-. untuk bayangiin prof yang satu ini yah dia juga freak kayak Trelawney sih tapi yang ini matanya biru cerah rambut pirang lurus sebahu :3

Buat breakin' down sekali lagi makasih reviewnya!saya sengaja update cepet takut kalau sekolah gak kekejar lagi mana udah ada ide buat fic baru lagi makanya pingin ini cepet selesai hahhaha