Tittle : Sweetest Memories
Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan
Rated : T
Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?
Fandom : Harry Potter
Pairing : JPSS,JPLE,SBRL
Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^
Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily
Chapter : VI
Sumarry : "Dibawah pohon ini kau mungkin akan tau segalanya karena pohon ini membuatku mengingatmu.""Jangan konyol ini hanya pohon Natal.""Well tapi pohon Natal selalu memiliki bintang cerah diatas berarti kau harus sampai atas untuk mencapainyakan?""Maksudmu apa?""Aku harus tetap memperjuangkanmu karena kaulah bintang di atas pohon itu."
Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll
Makan malam yang sepi dan hening itu terjadi begitu yang sangat sedikit itu memilih untuk untuk apa terpisah kalau jumlahmu hanya menjadikan suatu kesempatan emas bagi langsung mendekati Severus.
"Malam Sev."sapanya.
"Maumu apa sih Potter?"tanya Severus seraya memandang James dengan kesal.
"Menjalani liburan ini bersamamu aku sudah kirim surat ke orang tuaku bahwa mereka segera akan dapat menantu."balas James tertawa.
"Potter!kau sinting!"kata Severus yang langsung meninggalkan aula besar-disusul oleh dua orang Slytherin yang James tak benar – benar kenali-.
"Ditolak lagi,Prongs?"tanya Sirius memandangi sahabatnya sambil menghela nafas.
"Well tak masalah aku masih punya banyak waktu untuk mengejarnya."kata James tersenyum.
"Kau tak apa kan Prongs?"tanya Remus mendekati mereka.
"Aku masih utuh disini lagipula Sev tadi tidak mengucapkan satu manterapun."sahut James.
"Well itu bagus sepertinya ada peningkatan disini."kata Remus tertawa.
"Ayolah Moony masa kau setuju dia pacaran dengan Snivelly?"tanya Sirius.
"Aku kan tak berhak atas hidupnya."jawab Remus mengangkat bahu.
"Kembali ke ruang rekreasi saja teman – teman."kata James.
"Baiklah kita bisa lebih banyak bicara disana."sahut Sirius memenadangi James.
"Oh Ayolah Pads jangan terus menuntutku begitu."sahut James.
"Aku tak akan menuntutmu begini kalau yang kau sukai bukan Snivelly."balas Sirius.
"Pads please aku punya perasaanku sendiri ayolah kalau kau sahabatku seharusnya kau mengerti benar!"kata James memprotes.
"Tapi aku tidak akan kompromi kalau ada saut pautnya dengan si Snivellus Greasy!"sahut Sirius sambil meraung lagi.
"Well terserah deh Pads aku tak peduli katamu lagipula aku benar – benar suka dengan Severus."kata James menghela nafas.
"Pads jangan buat Prong frustasi kasihan dia."sahut Remus berusaha menengahi perselisihan anatara kekasih dan sahabatnya ini.
Remus sebenarnya agak sebal karena kekasihya bersikap kekanak – kanakan jengkel karena setiap hari harus menyelesaikan perselisihan antara James dan Sirius dan yang membuat semakin kesal adalah yang membuat mereka bertengkar selalu saja masalah yang sama-ta lain tak bukan adalah soal James yang naksir Severus-.
"Well kalau Moony yang menyuruh sih aku tidak bisa menolak."kata Sirius memandang James dengan tajam.
"Terserah Pads kalian pacaran lagi sana aku tidur dulu aku tak nafsu untuk bicara lebih banyak lagi."kata James berpamitan dengan Remus,Sirius dan Peter.
"Uhmm,Sirius Remus aku tidur dulu sudah mengantuk."kata Peter menyusul James-well sebenarnya dia hanya tak ingin menganggu pasangan yang baru jadian tersebut-.
Peter langsung menuju ke kamar menyusul James yang sepertinya sudah terlelap duluan.
"Well Moony sekarang kita mau apa?"tanya Sirius memandang kekasihnya itu.
"Hmm mau mendiskusikan soal Prongs?"tanya Remus sembari mengangkat bahu.
"Itu tak perlu didiskusikan pokoknya aku tak akan mau dia dengan Severus!"teriak Sirius.
"Sirius pelankan suaramu sudah malam ya sudah aku tidur dulu."kata Remus yang langsung beranjak menuju kamarnya.
"Well terserah kau Moony."kata Sirius yang mengikuti Remus ke kamar.
Disana Remus bisa melihat James dan Peter sudah tertidur Remus sadar betul karena dia sudah mendengar James mendengkur dan Peter sudah mengukir pulau – pulau dari air liurnya di bantalnya.
"Well,Malam Pads."kata Remus tersenyum dan langsung ke tempat tidurnya.
"Malam juga Moony have a nice dream."kata Sirius yang langsung beranjak ke tempat tidurnya.
Dan tak perlu waktu lama bagi mereka untuk terlelap karena baru 5 menit membaringkan diri di kasur Sirius dan Remus sudah juga perlu menunggu waktu lama untuk sang surya terbit,pagi telah seperti biasa dihari libur tentu saja para Marauders kita ini lagi James bertingkah aneh untuk bangun pagi di hari libur dia sudah rapi dan mau segera ke aula besar katanya.
"Prongs?"Sirius mendelik James dengan pandangan bingung.
"Severus selalu datang terlalu awal aku harus menemuinya hari ini aku punya hal untuk disampaikan."balas James tersenyum.
"Demi janggut Merlin!Kau kenapa sih sebegini gilanya hanya karena si Snivelly itu!"kata Sirius mulai meraung lagi-Untungnya James sudah merapal mantra peredam suara sebelumnya-.
"Karena aku mencintainya,sudah hanya itu jadi byee Pads."kata James berpamitan.
Hari ini merupakan hari Natal raksasa di Hogwarts masih terpampang dengan memperhatikan pohon itu dan tiba – tiba teringat sosok Severus ketika ia melihat bintang berkilau yang terdapat di bagian puncak pohon Natal tersebut.
Tidak bertemu dengan James mungkin merupakan harapan nomor satu Severus di hari Natal ,tapi ternyata ini masih jam 7 dan dia malah bertemu James di aula yang memandang pohon Natal seolah seperti seorang idiot yang sama sekali tak pernah melihat pohon tersebut.
Well sepertinya Merlin lebih berpihak pada James karena harapan Natal Jameslah yang yang terus berharap bahwa dia akan bertemu dengan Severus di pagi langsung menghentikan pandangannya pada pohon Natal dan beralih pada mendengus karena kali ini James bukan menatap pohon Natal secara idiot tetapi kini dialah yang ditatap James secara Severus bilang James idiot karena James menatap pohon Natal dan dirinya sembari senyum – senyum sendiri.
'Si potter itu memang idiot'batin Severus yang dengan kesal meminum jus labu dari pialanya.
James masih dengan senyumnya-yang kata Severus idiot itu-melanjutkan acaranya untuk memandang Severus sampai Severus berteriak.
"POTTER HENTIKAN TATAPAN IDIOTMU ITU!"
"Well aku berhenti tapi apa kau mau bicara sebentar?"tanya James memandang Severus.
"Well terserah apapun akan kulakukan asal kau berhenti memandangiku secara idiot begitu."balas Severus dengan dingin.
"Mau kebawah pohon Natal?"tanya James yang mendekati Severus.
"Well."Severus tak bisa menolak karena dia sudah berjanji pada James untuk melakukan apapun asal James berhenti memandangnya secara idiot.
"Dibawah pohon ini kau mungkin akan tau segalanya karena pohon ini membuatku mengingatmu."sahut James sembari tersenyum kecil.
Severus kembali mendengus karena James bicara hal Severus tau James konyol tapi masakah harus sekonyol ini?
"Jangan konyol ini hanya pohon Natal."kata Severus yang yakin bahwa kata – kata James terlalu konyol.
"Well tapi pohon Natal selalu memiliki bintang cerah diatasnya bukan? berarti kau harus sampai atas untuk mencapainyakan?"jawab James yang melanjutkan acara tersenyumnya.
"Maksudmu apa?"tanya Severus masih mempertahankan cara bicara dinginnya.
"Aku harus tetap memperjuangkanmu karena kaulah bintang di atas pohon itu."jawab James yang mendekati Severus.
"Kau salah Potter."balas Severus dengan kaku.
"Lalu yang benar bagaimana?"tanya James memandang Severus heran.
"Aku batang pohonnya atau sangaannya aku yang paling dijamah orang terjebak di antara banyak hal."balas Severus dingin.
"Jadi apa masalahnya?"tanya James sembari menghela nafas.
"Yang pernah menyentuh bagian itu hanyalah sang pembuat pohon dan mungkin orang sinting kurang kerjaan."balas Severus masih dengan nada dingin.
"Well kau kan pernah bilang bahwa aku sinting jadi mungkin akulah orang sinting kurang kerajaan itu."kata James tersenyum.
"Kau memang sinting Potter!"balas Severus yang langsung meninggalkan James.
"Well setidaknya kali ini dia tak langsung menghajarku mentah – mentah kan?"bisik James pada dirinya sendiri.
Sirius yang sudah agak berdebat dengan Remus soal James tadi segera menuju ke aula bagaimanapun Sirius memang tak suka James jatuh cinta pada Severus tapi James tetaplah sahabatnya dan itu yang membawanya untuk mendatangi sahabanya di aula besar.
"Jadi apa yang terjadi Prongs?Apakah kau sudah menyerah mengejar Snivelly?"tanya Sirius sembari tertawa.
"Aku tak akan menyerah Pads seharusnya kau mengingatnya aku berjanji sebelum kau jadian dengan Moony kan?"kata James memandang Sirius menghela nafas.
"Kalau kau tidak bisa menepatinya apa yang akan terjadi?"tanya Sirius memandangi James tajam.
"Kalau aku gagal,well aku akan melakukan apapun untuk Tuan Padfoot yang mulia."jawab James menghela nafas lagi.
"Termasuk berhenti mengejar Snivelly?"tanya Sirius masih memandangi James dengan tajamnya.
"Tidak termasuk itu kau mungkin boleh menyuruhku melakukan apapun namun aku menolak melakukannya jika itu ada hubungannya dengan perasaanku."kata James dengan tegas.
"Well Prongs semoga saja janjimu berhasil."balas Sirius memandang tajam James dan meninggalkan pemuda berkacamata itu di aula.
James menghela nafas sejenak berusaha bersabar menghadapi sahabatnya yang keras kepala itu-hei tunggu James kan juga keras kepala?yah memang itu benar tapi dia tak sekeras bertemu dengan Remus setelah bertemu dengan Sirius.
"Moony kau tak bersama Pads?"tanya James memandangi sahabatnya dengan agak ganjil.
"Pads banyak cari masalah dia tak mau mendengarkan aku bicara Prongs."kata Remus yang menghela nafas putus asa.
"Well kalau tau begitu kau harusnya bisa mengubahnya."kata James tersenyum.
"Tapi Prongs aku baru bicara sedikit saja dia sudah menjawabku sambil meraung – raung!"seru Remus.
"Eh iya Moony aku lupa kalau hari ini hari Natal,Merry Christmas Moony."kata James tersenyum.
"Well Merry Christmas Prongs."jawab Remus balas tersenyum.
"Kau punya harapan Natal?"tanya James memandang Remus.
"James kau kekanak – kanakan!"kata Remus memandang James aneh.
"Kau kan bisa mengungkap semuanya walau mungkin tak terkabul justru itu akan membuatmu lega."balas James tersenyum kecil.
"Satu – satunya harapanku adalah Sirius minta maaf dan mau mendengarkan semua omonganku karena oh ayolah sekarang dia bukan pria lajang lagi!"kata Remus mengeluh.
"Well harapanmu akan terkabul Moony percaya iya aku lupa!Aku belum bilang selamat Natal pada Severus."balas James.
"Kalau begitu ucapkanlah James,aku yakin kau akan mendapatkan Snape!"kata Remus menyemangati temannya.
James menghela nafas lega karena Remus tak sekeras kepala Sirius sehingga Remus membebaskan James untuk mengekspresikan gelojak akhirnya berlari menuju danau hitam karena setahunya Severusan paling akan berkeliaraan di sekitar ternyata nasib baik memang selalu berpihak pada James dan bukan pada Severus karena baru beberapa menit berada di danau James sudah menemukan sosok James tersenyum dan langsung menuju ke sebelah sosok tersebut.
"Sev!"kata James memandang Severus.
Severus mendengus kesal karena merasa dirinya sial-bagaimana tidak sial baru saja 30 menit tidak melihat James eh sekarang harus melihat si kacamata itu-.
"Apa lagi maumu Potter?"tanya Severus memandang James dengan sinisnya.
"Sev,maaf aku malah melupakan tujuan utamamu mendatangimu tadi."kata James menghela nafas panjang.
"Memang apa sebenarnya tujuanmu tadi datang padaku sepagi itu?Mengacaukan Hari Natalku?"tanya Severus menatap James tajam.
"Bukan itu tujuan utamaku tadi sebenarnya hanya untuk mengucapkan Selamat Natal jadi Selamat Natal Sev dan aku tetap bersikeras untuk mencintaimu."jawab James yang mengukir senyum di bibirnya.
"Terimakasih untuk ucapan Natalnya Potter tapi aku juga masih bersikeras untuk menolakmu bahkan masih bersikeras untuk membencimu."jawab Severus masih sama dengan dinginnya.
"Well terserah kau mau bicara apa Sev yang jelas aku tak akan pernah menyeah untuk mengejarmu!"kata James dengan cengirannya.
"Kau sudah lakukan apa yang kau inginkan maka sekarang pergi dariku."kata Severus sembari mendengus.
"Well Bye Sev!Aku harap kita bertemu lagi besok."kata James dengan senyumnya yang langsung beranjak masuk kastil.
James masih dengan senyumnya langsung berjalan ke ruang rekreasi Yah dia menemukan Remus sendirian disana.
"Moony,mana Pads?"tanya James memandnag sahabatnya.
"Entah dia hilang sejak tadi pagi mungkin malas mendengarkanku."kata Remus sembari menghela nafas panjang.
"Well kalian baru jadi dua hari saja sudah begini?Pads jangan keanak – kanakan ayolah kasihan Monny!"kata James berseru entah pada siapa.
"James kau sinting."kata Remus menuduh.
"Aku tidak sinting Moony,aku tau Pads ada disini dia kemarin malam meminjam jubah gaibku."kata James menghela nafas
Sirius yang berada di dalam jubah gaib James langsung melepaskan jubah itu.
"Well Prongs,aku minta maaf pada Moony tapi tidak denganmu!"kata Sirius memandang James acuh.
"Mungkin aku tak bisa menepati janjiku soal Severus tapi aku akan menepati janji yang ini yaitu janji untuk membuatmu luluh sekitar Januari – Februari."kata James menatap Sirus.
"Oh benarkah?Tak akan aku tak akan pernah luluh untuk mengijinkanmu bersama Severus!"kata Sirius memandang James masih sama acuhnya.
Remus menghela nafas perlahan heran dengan kekonyolan kekasih tercintanya langsung bicara berusaha melunakkan kekasihnya.
"Pads,lupakan masalah James dan Snape sekarang di makan malam saja."kata Remus.
"Aku tak ikut."kata James.
"Kenapa Prongs?"Sirius memandang sahabatnya dengan curiga.
"Mau langsung tidur saja!"balas James
Remus dan Sirius meninggalkan melihat Sirius dan Remus pergi James benar – benar memilih untuk tidur karena dia sudah lelah akan semua ini
~TBC~
~OMAKE~
25 Desember 1995 pukul 21.00
Sirius dan Remus yang baru menghabiskan waktu mesranya di sekitaran kastil akhirnya kembali ke menemukan James sudah tertidur dan Peter-yang dipastikan habis mencuri kue dari mengangkat bicara.
"Sirius mau sampai kapan kau tak mengijinkan James mendapatkan apa yang dia inginkan?"
"Sampai Selamanya kalau yang dia inginkan masih Snivelly!"kata Sirius tegas.
'Aku yakin dia akan luluh nanti.'batin Remus.
"Night,Pads."kata Remus
"Night,Moony."balas Sirius.
26 Desember 1995
Pukul 08.00
James yang terbangun dari tidurnya langsung melesat ke Aula merasa sangat lapar hari ini-mungkin pengaruh dari cuaca yang sangat selancar biasanya Severus sudah ada yang melihat James langsung berdiri dari mejanya dan berjalan namun James langsung menyenggolkan dan menyebabkan Severus terjatuh.
"Uh,maaf Sev tak sengaja aku tak melihatmu."kata James sembari mengularkan tangannya.
Severus mengacuhkan tangan James yang terulur dan memilih berdiri sendiri dengan memijakkan tangannya pada lantai.
"Aku tak butuh bantuanmu Potter."katanya seraya memandang James tajam.
'Masih ditolak,ayo semangat James!'batin James pada dirinya sendiri.
Pukul 12.00
Jam makan siang kesempatan lagi bagi namun sayang Severus tidak disana James Cuma mennghela nafas lesu ketika di danau hitam dan tidak melihatnya.
Pukul 21.00
James berjalan lunglai ke memandanginy dengan aneh.
"Prong,kau tak apa?"tanya Remus.
"Sedikit buruk Sev tidak terlihat seharian."kata James
27-30 Desember 1995
Severus benar – benar hilang dari tatapan James selama kurang lebih tiga setengah hari dan itu membuatnya tidak bernafsu makan well dia tak menyadari akan ada hal besar terjadi besok.
A/N : Chapter 6 selesai!kurang 7 chapter lagi u.u ada yang ilang?maaf minggu depan kayaknya updatenya gak bisa kilat – kilat banget soalnya udah balik sekolah lagi. Sekali lagi terimakasih buat breakin' dawn sebagai pereview setia!
