Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : VII

Sumarry : "Well aku sudah selesai kalau begitu pergilah dari hadapanku.""Tak akan Sev ini kesempatan langka.""Ck,Omong kosong.""Mau kesini saat tengah malam?""Tak akan lagipula kurang kerjaan sekali di sini saat tengah malam.""Well aku hanya penasaran pada kembang api muggle.""Kau kekanak – kanakan sekali Potter!"

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,dll

31 Desember 1975

Keadaan di Hogwarts masih sudah malas untuk keluar ke aula besar karena tahu dia tak akan menemukan Severusnya memilih duduk di ruang Remus memandangnya dengan aneh.

"Prongs kau baik – baik saja?"tanya Remus pada James yang sudah benar – benar berwajah lesu.

"Tidak,aku benar – benar tidak baik Moony."kata James dengan lesu-seperti orang kehilangan semangat hidup-.

"Kau benar – benar aneh,Prongs!Apa yang menyebabkanmu begini?Jangan bilang karena Severus terus menolakmu."kata Remus memandangi James.

"Tidak itu salah ditolak sih biasa yang menyebabkan semua terasa buruk karen Severus hilang selama berhari – hari."kata James dengan wajah-well bisa dikatakan sangat lusuh bahkan lebih lusuh dai baju yang tidak disetrika selama sebulan-.

"Kau sudah cari dia sampai ke ruang rekreasi Slytherin?"tanya Remus menatap sahabanya.

"Sudah semua tempat."kata James mantap sambil menghela nafas.

"Bagaimana dengan Hospital Wing sudah coba cek kesana?"tanya Remus menatap James sekali lagi."Ah iya belum!Thanks Moony.

"kata James yang langsung meninggalkan Remus.

Remus tersenyum melihat sahabatnya dia tau bahwa cinta memang dapat membuat segalanya berubah bahkan tanpa dirimu berlari dengan kilat untuk memastikan bahwa Severus kesayangan ada di sana dalam keadaan baik – baik setelah sampai disana dia bertemu dengan Madam Pomfrey.

"Apa yang kau lakukan disini ?Bukan sakit karena mencari masalahkan?"tanya Madam Pomfrey yang agak bingung dengan kedatangan James yang muncul tiba – tiba tanpa ada angin maupun hujan.

"Tidak madam aku masih baik – baik saja."kata James.

"Jadi apa tujuanmu datang kemari?"tanya Madam Pomfrey menatap James.

"Uhm,Apakah Severus disini Madam?"tanya James.

"Severus Snape?Kau tak bermaksud mencelakainyakan?"tanya Madam Pomfrey menaruh tatapan curiga pada James.

"Ya Madam Severus Snape,Well aku tak akan berbuat yang aneh – aneh aku janji."kata James.

"Ya dia disini."balas Madam Pomfrey.

"Apakah dia baik – baik saja Madam?"tanya James menghela nafas karena dia takut Severusnya terkena hal buruk.

"Well dia kelelahan karena Horace meminta bantuannya selama berhari – hari selain itu dia menderita penyakit pada kejiwaannya."balas Madam Pomfrey.

"Penyakit kejiwaan macam apa?"tanya James menatap Madam Pomfrey.

"Well seperti semacam merasa tertekan karena rindu pada seseorang."kata Madam Pomfrey.

"Jadi bawa aku kesana madam."kata James tersenyum kecil.

"Asal kau tepati janji yang kau buat tadi."kata Madam Pomfrey.

"I will do everything to meet my Severus madam."kata James tertawa kecil.

Madam Pomfrey memandangi James dengan heran,namun dia segera menyirnakan wajah tersebut dan langsung mengantarkan James ke tempat dimana Severus melihat Severus yang tampak lemas.

"Hai Sev senang melihatmu tak terlalu buruk."kata James tersenyum menatap Severus.

"POTTER!Apa yang kau lakukan disini?"kata Severus memandang James dengan heran.

"Menjengukmu,ehm madam bisa beri aku privasi sebentar?"tanya James menatap Madam Pomfrey.

"It's ok aku akan kesini lagi untuk mengecek keadaanya sekitar satu jam lagi."kata Madam Pomfrey yang langsung undur dari tempat itu.

"Sev kau ini kau tau tidak aku ini bingung mencarimu berhari – hari terakhir."kata James menghela nafas lega.

"Bukan urusanmu Potter memangnya apa pentingnya urusanku bagimy?"tanya Severus mendengus kesal.

"Well,masih sok cuek padaku?"tanya James menatap Severus kecil.

"Sok Cuek?hahha aku memang tak akan pernah peduli padamu."kata Severus tertawa sinis.

"Well,tapi tadi Pomfrey bilang lho kalau kau sedang merasa tertekan karena rindu pada seseorang."kata James.

"Well,setidaknya aku yakin orangnya pasti Lucius atau tidak Avery."balas Severus memandang James dengan dinginnya.

"Kau yakin Sev?Oh well tapi aku harap lain kali kau tak memaksakan dirimu."kata James menatap Severus.

"Omong kosong macam apa lagi itu Potter?"tanya Severus memandang James sinis.

"Terserah dirimu sih kalau menurutmu itu memang omong kosong namun nyatanya aku memang khawatir kok."sahut James tersenyum kecil.

"Aku tak peduli apapun katamu Potter terserah kau mau bilang apa sih aku sama sekali tak peduli."balas Severus dengan tatapan dingin.

"It's no problem Sev aku tau kok kalau aku memang harus berjuang untuk mendapatkanmu."sahut James tersenyum kecil.

"Berjuang sampai bagaimanapun akan tetap susah Potter aku kan sudah bilang saat terakhir kita bertemu bahwa hanya orang sintinglah yang mau memegangku."balas Severus menatap James tajam.

"Kau sudah berulang kali bilang kan kalau aku sinting jadi aku memang sinting karena dirimu itu Sev."balas James.

"Terserah katamu Potter yang jelas aku masih tak akan peduli."kata Severus dengan gaya dinginnya.

"Sev kalau misal nanti madam Pomfrey bilang kau sudah sembuh temui aku di danau hitam ya."kata James.

"Tak akan Potter."balas Severus dengan nada datar.

"Well walau kau bilang tak akan tapi bisa saja takdir yang mempertemukan kita,aku pergi dulu daripada harus repot mendengar ceramah tak penting Sirius."kata James yang langsung undur diri sembari tertawa.

James langsung undur diri dari Hospital Wing dan menuju ke ruang rekreasi langsung masuk dengan senyum memandang James aneh-bagaimana tidak sahabatnya tiba – tiba cengar – cengir bahagia padahal 4 hari belakangan sahabatnya itu terus berwajah kusut-.

"Well Prongs keliatannya kau bahagia sekali,apa yang terjadi?"sahut Sirius menatap James dengan janggal.

"Menurutmu Pads?Aku tak mau bicara karena kau pasti akan ceramah tak penting kalau aku bilang."kata James menghela nafas putus asa-bagaimana tidak setiap saat ketika dia ingin curhat dengan sahabatnya ini Sirius malah langsung memojokkannya karena rasa cintanya pada Severus-.

"Snivelly?Oh Prongs kau pasti benar – benar diberi amortentia olehnya!"kata Sirius memandangi sahabatnya itu.

"Nah tepat seperti dugaanku."kata James cuek yang langsung memilih diam di sofa dan membiarkan sahbatnya tersebut ngelantur sendiri.

"Seharusnya kau tak terus mengejarnya.""Seharusnya kau punya harga diri yang lebih.""Seharusnya kau tetap melakukan kebiasaanmu untuk menjahilinya.""Seharusnya kau tak usah mendengarkan kata Evans dulu pasti dia hanya berusaha menjauhkanmu darimu."

Well kurang lebih itulah yang didengar James ketika Sirius sebenarnya sudah merasa agak mua-well bayangkan saja jika sahabat paling baikmu kelihatan tak suka dan benar –benar tak ingin kau bahagia dengan orang yang benar – benar kau cintai-. James benar – benar dibuat bingung oleh sahabatnya itu.

"Aku sudah dengar semua ocehanmu selama 45 menit Pads kau sudah puas sekarang?"tanya James memandangi Sirius tajam.

"Aku tak akan puas Prongs,aku hanya akan puas ketika kau berhenti mengejar si Snivelly itu!"raung Sirius sembari menatatap James.

James menghela nafas menatap sahabatnya itu "Well Pads,aku tak akan berhenti mengejarnya daripada mendengarmu ngelantur lagi aku pamit dulu.".Semua memang dilaur perkiraaan James-James merasa agak gila karena sahabatnya terus memintanya untuk berhenti mengejar yang merasa kebingunganpun akhirnya memilih berjalan ke luar merasa dirinya melupakan suatu hal tapi dia bingung hal apa yang sedang dia James memilih untuk meneuju ke tepian danau dan...

"Sev?"James langsung tersenyum kecil."Kau datang kemari?Lucu sekali kukira kau tadi menolakku."kata James sembari tersenyum.

"Jangan terlalu senang dulu Potter aku kemari karena kupikir omonganmu penting."kata Severus menatap James."Well aku sudah dengar kalau Black suka marah,aku pikir kau mungkin aku memberitahuku kelemahannya untuk membuatnya sadar dia bukan apa – apa tanpa dirimu."lanjut Severus.

"Well Sev aku memang mencintaimu tapi aku tak akan bicara hal – hal buruk soal sahabatku padamu."balas James menghela nafas.

"Well aku sudah selesai kalau begitu pergilah dari hadapanku."kata Severus sembari memandang James dengan tajam dan dingin.

"Tak akan Sev ini kesempatan langka."balas James tertawa mendelik menatap James setelahnya dan James langsung menghentikan tawanya.

"Ck,Omong kosong."balas Severus.

"Mau kesini saat tengah malam?"tanya James sembari menatap hanya menghela nafas mendengarnya.

"Tak akan lagipula kurang kerjaan sekali di sini saat tengah malam."balas Severus.

"Well aku hanya penasaran pada kembang api muggle."sahut terdengar mencibir dengan beberapa kata-dengan agak berbisik-.

"Kau kekanak – kanakan sekali Potter!"kata Severus tegas.

"Yeah memang begitulah aku Sev mungkin kau masih menolakku secara terus – menerus tapi aku tetap akan menunjukkan kepribadian asliku padamu bukan seperti orang lain yang hanya sok manis dalam tahap pendekatan namun akhirnya ketika mereka mendapatkan yang mereka inginkan mereka tak bersikap semanis sebelum mereka memdapatkan apa yang mereka inginkan tersebut."balas James menghela nafas dan tersenyum.

"Well kau merupakan orang yang berpikiran terbuka tak menyangka semua ini Potter."kata Severus dengan suara datar dan dingin.

"Percuma mendengar pujian darimu kalau kau tetap menolakku."kata James dengan senyum jahil di bibirnya.

"Well Potter aku pergi dulu semoga kau senang nanti malam."kata Severus meninggalkan hanya tersenyum pada sosok yang mulai lenyap dari hadapannya benar – benar merasakan semuanya sekarang perasaan jatuh cinta paling tersenyum dan masuk ke kastil-tanpa tujuan sebenarnya karena kalau dia kembali ke ruang rekreasi pasti Sirius akan bicara macam – macam lagi-.

James akhirnya memutuskan untuk masuk ke kastil-walau dia tak tau harus dipandangi oleh 3 anak Ravenclaw dengan tatapan James tahu benar apa yang dipikiran anak – anak Ravenclaw itu heran karena melihat James-yang biasanya bersama Sirius-berjalan sendirian dengan wajah gundah gulana.

Namun sepertinya James memang punya hubungan batin dengan beberapa langkah menjauhi 3 anak Ravenclaw tadi kini Sirius sudah berdiri di depannya.

"Prongs kemana saja kau?aku mencarimu!"kata Sirius-setengah meraung seperti biasanya-.

"Pads aku tak mengijinkan bebas bahkan untuk sedetikpun?"kata James memandang Sirius tajam sembari menghela nafas.

"Tak akan kalau kau bersama Snivelly!"raung Sirius.

"Pads please!Kenapa sih dengan Severus?Dia kan tak bersalah pada kita dan justru kitalah yang bersalah!"kata James.

"AKU MEMBENCINYA!"raung Sirius dengan sangat – sampai 3 anak Ravenclaw yang tadi ditemu James langsung mendekat ke arah menghela nafas panjang melihat 3 orang yang ia temui tadi.

"Pads hentikan amukanmu ada orang lain disini bukan hanya kita."kata James.

"Well Prongs terserah deh aku pergi saja aku mulai muak denganmu."kata Sirius memandang tajam James dan langsung berlalu meninggalkannya.

James hanya menghela sih sahabatnya ini tak biarkannya bebas berekspresi?Dulu waktu pertama kali James suka Lily,Sirius bertingkah Sirius memang sahabat yang terlalu satu dari anak Ravenclaw yang tadi mengamati James memberanikan diri bertanya.

"Err,bukannya kalian berdua selalu bersama – sama?"katanya.

"Tidak sepertinya kami sedang dalam krisis persahabatanan,sudah ah aku pergi dulu."kata meninggalkan aula besar sambil berjalan tanpa jalan dia hanya melamun sebenarnya apakah salah jika ia mencintai Severus?Sang mantan rivalnya.

Tak lama kemudian dia malah bertemu dengan Remus."Prongs?"sapa memandang James karena Remus tahu bahwa di dalam tatapan James tersirat beraneka macam kebingungan dan kesedihan.

"Ah iya Remus."balas James menatap Remus bingung.

"Well aku tau masalahmu Prongs pasti soal Pads si keras kepala itu kan?"jawab Remus melirik sahabatnya itu.

"Iya,eh sudah hampir tengah malam kau mau mengejarku sebagai seorang prefek nih?"tanya James memandang Remus sembari tersenyum.

"Tidak kok,I knew if u have a promise with him."kata Remus yang langsung berlalu meninggalkan James.

James tersenyum dia tahu bahwa memang Remus adalah sahabat yang pengertian.

"Thanks Moony."Jamespun langsung keluar ke lapangan sendirian dengan jubah gaib James tak mau kalau harus terkena detenisi oleh Flich-apalagi jika detenisi itu membersihkan kutu dari -.

James terus memperhatikan sekelilingnya sayang dia tidak menemukan orang yang ia cari. Ia menghela nafas kecewa dan meninggalkan tempat James sadari Severus disitu,dia berdiri disana menunggu James tapi tanpa ingin diketahui tersenyum sendiri dalam sepi mempertahankan hatinya yang masih yang tak mau mengakui perasaan yang dia rasakan,karena dia takut akan dibuat sakit nantinya.

01 Januari 1976 00.00

James yang belum jauh dari lokasi tadi melihat beberapa kembang api yang sangat tersenyum memang sekarang bukan saatnya tapi dia yakin di akhir tahun ini dia bisa merayakan tahun baru bersama Severus tapi dia yakin bahwa suatu saat nanti dia akan merayakannya bersama akhirnya meninggalkan tempat itu depan penuh kekecewaan walau dalam hatinya masih tersirat beribu harap.

Sementara Severus hanya tersenyum-senyum yang entah berarti juga tak mau berlama – lama disana untuk melihat kembang muggle telah memberikannya kenangan yang begitu dia kembali ke dalam kastil Hogwarts untuk tidur di malam hari pertama di tahun 1976 ini.

~TBC~

~OMAKE~

9 Januari 1976

Severus benci tanggal ini,tanggal dimana dia benci semua ini karena dia lahir dan selalu jadi korban perlakuan tidak manusiawi yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang yang sangat dingin,suatu kali dia akhirnya bersyukur akan kelahirannya ketika bertemu sosok Lily namun lagi – lagi dia kembali merasa benci untuk dilahirkan ketika bertemu si Potter-sialan dan teman – temannya banyak yang tau hari ini hari ulang tahunnya paling yang tahu hanya Avery,Mulciber dan tak ada yang dia harapkan dari mereka biasanya hanya Lily yang akan memberikan dia berjalan ke Great Hall dengan perasaan biasa saja,karena dia memang merasa tidak ada satu halpun yang istimewa dengan ulang tahunnya karena dia tak pernah mendapat apa yang dia yang mungkin yang tak pernah dipikirkan oleh orang lain.

"Sev?"

Suara itu sangat Severus yang mulai akrab di telinganya sejak beberapa bulan nafas keheranan Severus memandang sosok yang memanggilnya tersebut.

"Apa maumu kali ini Potter?"

"Aku tau semua keinginanmu,ayo keluar bersamaku karena aku tau keinginanmu ini agak aneh."balas James gantian memandang Severus.

"Well."Severus pun akhirnya mengikuti James untuk keluar dari Great memandang James penuh tanda tanya,memangnya apa sih yang akan diberikan Seeker Gryffindor tersebut?

"Tutup Matamu!"kata James tertawa riang.

"Aku tak mau berikan saja!"balas Severus galak.

"Baiklah sebelumnya aku katakan Selamat Ulang Tahun untukmu."kata James memberikan sebuah roti bertuliskan 'Happy Birthday Sevy!'

"Kau membuatnya sendiri?"Severus memandang heran James.

"Sebenarnya itu hadiah dari Lily,tapi Lily menyuruhku untuk memberikannya."balas James tersenyum kecil.

"Lalu mana kadomu?"tanya Severus memandang James dengan penuh keraguan.

"Taaaaaraa!"seru James membawa sebuah bunga mawar dan boneka teddy bear.

"JAMES!KAU SINTING!"jawab Severus yang langsung pergi dari hadapan James.

"Maaf Sev,aku bercanda ini yang sebenarnya."James langsung mengejar Severus dan membawa sebuah bunga anggrek.

"Well kau berhasil menebak keinginanku Potter,Thanks."kata Severus mengambil anggrek pemberian James.

'Love make you know everything about the people you loved'

A/N : wkwkkw ini gaje ya?._. sorry lama banget gak apdet bilangiin daku udah sibuk ama kegiataan sekolah yang biasa saya menunggu review!

Breakin' down : makasi lagi atas reviewnya hahha aku juga abis dari ilang iya sih kayaknya 13 chapter :3

Kim jongsoo : heheh makasi sarannya ^^ aku udah berusaha perbaiki di chapter ini ^^