Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : VIII

Sumarry : "Jadi apa berita hari ini mate?""MARAUDERS BUBAR YA?HAHAHA!""Tidak!Siapa bilang kami bubar?Kami hanya dalam masa kritis!""Oh yeah?kau konyol Potter!Lihatlah Black bahkan tak mau bicara denganmu!"

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,Modified Canon,dll

Malam bulan pertama di tahun 1976 akan segera tiba. Ya,bulan purnama akan muncul lusa ya keadaan Marauders tidaklah terlalu baik bahkan jauh dari baik. James dan Sirius masih suka bertengkar hanya karena masalah James yang naksir dengan Severus. Oh ayolah Sirius dulu kawanmu itu naksir dengan Lily tak boleh dan sekarang dia naksir Severus juga tak boleh. Jadi sebenarnya kau mau James naksir siapa sih? Well lupakan soal itu kini keributan kecil sudah melanda para Marauders lagi

"JAMES POTTER!"Sirius meraung tak karuan pada James. Matanya menatap sang sahabat tajam

"Oh c'mon Pads!Moony saja merestuiku kenapa kau tidak?KAU JAHAAAT!"teriak James dengan nada didramatisir lagi.

Sirius kembali ingin muntah mendengar James dengan nada sok dramatisnya memandang horror sang sebelum dia berteriak…

"PRONGS!PADS!BISA DIAM TIDAK KALIAN MENGANGGUKU!"teriak Remus-secara liar-pada kedua orang sahabatnya.

Satu Hal James dan Sirius lupa jika seorang Remus Lupin akan menjadi sangat berbahaya jika mendekati masa transformasinya. Namun Sirius menghiraukan teriakan Remus yang mengerikan-yang bahkan berhasil membuat Peter memasang wajah ketakutan-

"TAPI MOONY KITA TAK BISA MEMBIARKAN PRONGSIE KITA TERCINTA JADI KEKASIH SNIVELLY!"raung Sirius yang tak terima dengan omongan ehem sang kekasih

"PADS DIAM ATAU KUBERI KAU DETENSI UNTUK MEMBERSIHKAN SELURUH COMMON ROOM!"Remus kembali berteriak dengan ganasnya.

James memandang horror sang werewolf. Remus benar – benar menggerikan menjelang masa transformasinya. Siriuspun mematung tak berani membantah omongan sang kekasih lagi.

"Bagus!Dengar kalian harus berdamai malam ini aku tak mau dengar besok di Daily Prophet ada berita 'Seorang animagi rusa dan animagi anjing saling bunuh membunuh di gubuk menjerit' "kata Remus yang sudah kembali kalem.

James dan Sirius langsung mengucapkan syukur kepada Merlin karena kebaikannya. Well Remus merasa dia harus pergi disitu membiarkan James dan Sirius memperbaiki hubungan mereka agar kembali seperti semula. Remus mengode Peter agar ikut dengannya tetapi Peter tak mau dan berjanji akan menjaga keamanan (?) dua sahabat yang sedang bertikai itu.

"Prongsie!Apa bagusnya sih si Snivelly itu? Bahkan Peter jauh lebih baik darinya!" kata Sirius

James memandang Peter Pettigrew dengan horror. Diperhatikannyalah sosok manusia pendek dengan wajah yang mirip tikus.

"DEMI HIDUNG BENGKOK SEVERUS!Sorry,Pete aku tak bermaksud menyingung…bahkan wajah seorang Slughorn jauh lebih manusiawi daripada wajah Peter!"kata James.

Peter yang sakit hati mendengar omongan James langsung saja keluar common room dengan nelangsa. Sirius menatap James "Kau melukai Wormtail!"

James mendengus dan memandang sosok keturunan Black yang duduk di sebelahnya "Hei, aku hanya berkata jujur apa salahku?"

Sirius mendengus dan memandang sahabatnya. Dia tak mungkin meraung – raung lagi karena pasti Remus memperhatikan apa yang mereka obrolkan dari luar.

"Tapi Wormtail berwajah sakit hati begitu…oh ayolah perhatikan lagi Wormtail jauh lebih baik ketimbang Snivelly!" seru Sirius sekali lagi

1…2…3

James mendadak memuntahkan seluruh isi perutnya. Dia membayangkan Peter berjalan di kelas ramuan dengan penuh kharisma dan bertanya banyak hal pada Slughorn. James membayangkan Peter menggunakan pakaian Severus dan memiliki model rambut seperti Severus. Oh, Astaga itu menjijikan!

'Demi rambut berminyak Severus, bahkan Voldemort yang tak mempunyai hidung jauh lebih baik ketimbang Peter! 'batin James dengan horror.

"No Pads, aku tetap akan kukuh mendapatkan Severus-ku!" kata James dengan api yang berkobar di matanya.

Sirius menggeram. Sekarang dia benar – benar tak tau jalan apa yang bisa membuat James berhenti mengejar kembali meraung lair "POKOKNYA AKU TAK MAU BICARA DENGANMU! SAMPAI KAU BERHENTI MENGEJAR SNIVELLY!"

James mengerutkan kening. Ia memandang sosok sahabat karibnya itu. "Pads, tenangkan dirimu Sev tak seburuk itu tau!"

"Aku tetap tak mau kau dengan si konyol Snivelly pokoknya!"Sirius meraung-dengan tidak terlalu keras-

Remus masuk menghela nafas. "Aku dengar semua keributan ini. Well Pads,terserah lah kau mau bagaimana aku pusing mengurusi tingkah kekanakanmu."

"MOONY !INI KRITIS KAU TAU KAN SNIVELLY ADALAH KORBAN KITA SELAMA 5 TAHUN! KAU DENGAR? 5 TAHUUN!TAK MUNGKIN KITA MELEPASKANNYA BEGITU SAJA!"raung Sirius semakin liar.

Remus menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan sang kekasih. Dia hanya menghela nafas kemudian memandang James.

"Prongsie,Sepertinya aku perlu memberikan pelajaran tersendiri buat anjing nakal ini."kata Remus mendelik tajam pada Sirius.

James hanya terkekeh dan membalas ucapan sang sobat "Kalau begitu aku serahkan dia padamu by the way aku pergi dulu Moony!". James langsung saja keluar dari common room nya.

Sirius tak menghiraukan keluarnya James dari ruangan yang didominasi oleh warna merah dan emas Sirius menatap Remus

"Moony!c'mon kau membiarkan James bersama Snivelly?OH ASTAGA!"kata Sirius-separuh meraung-

"Diamlah Pads,kau berisik. Tentu saja James juga ingin bahagia dia saja mengijinkan kau bahagia denganku masa kau tidak mengijikan dia bahagia dengan anak kesayangan Slughorn itu?" tanya Remus memandang kekasihnya ragu.

"TENTU SAJA TIDAK KALAU DENGAN SNIVELLY!AKU BENAR – BENAR TAK AKAN BICARA PADANYA!" raung Sirius kasar.

Remus memandang sang kekasih ragu, kemudian menghela nafas panjang. "Well, well Pads aku mau tidur dulu, Nite"

Remus langsung meninggalkan Sirius yang masih berkutat dengan segala kegelisahannya. Sementara itu James bersandar pada salah satu pohon yang ada di dekat danau hitam. Pikirannya kacau karena sahabatnya yang sedang marah padanya. James tau pilihannya untuk mencintai Severus akan selalu salah di mata Sirius, tapi dia berusaha untuk bisa mendapatkan keduanya bersamaan. Mendapatkan kembali persahabatnya pada Sirius dan mendapatkan cinta dari Severus.

"Apa sebaiknya aku menyerah ya?" tanya James pada dirinya sendiri-kebetulan danau sedang sepi jadi monolognya ini tak akan terdengar oleh siapapun-.

Namun alangkah terkejutnya James ketika ada suara lain yang menyahut ucapannya. "Menyerahlah, Potter. Lagipula perasaanmu tak akan pernah kubalas."

Suara tenang dengan nada menusuk yang sangat khas. Ya suara dari sesosok yang sedang dikejar – kejar oleh James. Ya, itulah suara dari seorang Severus Snape.

"Kau tau Sev. Sudah berkali – kali aku hampir menyerah namun aku tak bisa…so aku tak akan menyerah." James menunjukkan cengirannya.

"Ck, Omong kosong." Sahut Severus dengan nada dingin.

For Merlin's Sake! Pemuda di depannya ini benar – benar tak mudah di taklukan. James memandang mata hitam pekat sosok Severus.

"Sev, kau tau pantulan rembulan jelas di matamu." kata James-dengan berniat menggombal-.

"Pantulan tak pernah seindah aslinya, dan pantulan terkadang membohongimu. Dan memang jika ada pantulan rembulan di mataku maka pantulan itu membohongimu." Sahut Severus tenang namun agak membuat James berpikir.

"Maksudmu? Bukankah rembulan itu indah dan itu pantas untukmu Sev, kau selalu saja menganggap dirimu tak berharga!" seru James menatap Severus-yang selalu terlihat sangat menyedihkan ketika berbicara dengannya namun hal ini justru membuat James merasa semakin tertarik pada pemuda ini-.

"Dengarkan aku, Potter. Rembulan itu benda yang bisa menerangi malam, sedangkan aku adalah pantulan dari rembulan. Ya aku tak bisa menerangi malam dan justru merupakan bagian dari malam yang kelam." sahut Severus dingin nan tajam.

"Kalau begitu ijinkan aku jadi bintangnya." kata James-tersenyum penuh arti-.

"Hm?" Severus memandang pemuda berkacamata di depannya dengan heran-dia tak mengerti dengn apa yang dimaksud James-.

"Untuk menyinari sedikit demi sedikit, aku tahu aku tak mungkin menyinarimu secara keseluruhan seperti rembulan tapi aku bisa jadi bintang yang menerangimu setitik demi setitik." Balas James dengan cengiran.

"Kau gila, Potter!" Severus kembali berseru kepada sang pemuda bermata hazel itu.

"Yeah,kalau kau bicara begitu berarti kau memang Severus yang aku cintai dan bukan orang yang minum polijus dan menyamar menjadi Severus untuk mendapatkan gombalan super dari seorang James Potter." balas James dengan seringai.

Severus hanya mendengus lalu melihat wajah James sebentar "Aku bisa ikut gila jika bersamamu terus – menerus. Nikmati kegilaanmu di malam hari, Potter."

Severuspun meninggalkan James. James tersenyum penuh arti setidaknya ada sedikit perubahan sikap dari Severus. James yang sudah memenuhi keinginannya yang sebenarnya yaitu untuk mencari, menemukan dan bicara Severus akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruang rekreasi asrama Gryffindor. Di ruang rekreasi James melihat Sirius yang berwajah masam, tak menyenangkan dan murung.

"Pads, kau baik – baik saja?" tanya James.

Sirius diam. Bagaimanapun Sirius sudah berkata bahwa dia tak mau bicara dengan James-kecuali jika James tak mengejar – ngejar Severus lagi-.

"Pads?" James berusaha memastikan sosok di depannya ini sadar.

Sosok Sirius masih saja tak menggubris James, tapi isyaratnya menunjukan bahwa dia mendengarkan perkataan James. Jamespun menghela nafas.

"Baiklah Pads, baiklah kau tak mengingkari kata – katamu, kalau kau begitu aku juga begitu jadi malam Pads." sahut James yang langsung melangkah ke Boys Dorm.

Sirius sama sekali tak memperdulikan kepergian James. Sirius mengacak rambutnya frustasi karena ternyata sahabatnya itu sama keras kepalanya seperti dirinya sendiri. Sepertinya Sirius harus merancang sebuah rencana agar James menjauhi si sialan Snivelly itu. Sirius menghela nafas dan segera melangkah masuk ke Boys Dorm untuk beristirahat dan mecari cara agar James menjauhi Severus.

Sang mentari kembali ke singsananya. James tentu saja bersemangat untuk melalui kelas Herbology di pagi hari ini-ya kelas pertama yang akan dijalani James hari ini adalah kelas Herbology dan mereka bersama dengan Slytherin. Persetanlah dengan Avery dan Mulciber yang akan mengolok – oloknya, yang tepenting adalah ada sosok Severus disana-. James melihat Boys Dorm-nya sudah sepi. Itu berarti teman – temannya sudah berada di Common Room. James segera bersiap dengan secepat kilat-ya dia sudah selesai bersiap dalam waktu 5 menit! Ya,5 menit!benar – benar secepat kilat bukan?-. Akhirnya James menuju ke Common Room dan mendapati Remus,Sirius dan Peter sudah duduk di salah satu sofa.

"Morning Moony,Pads,Wormtail!"s apa James dengan cengirannya.

"Morning Pads/Mo-morning James." balas Remus dan Peter bersamaan.

Sirius hanyalah satu – satunya yang tak menjawab sapaan James. James menghela nafas panjang melihat kelakuan Sirius dan memilih untuk tak menyinggung Sirius soal permasalahan mereka.

"Well, well kalian mau ke Great Hall?" tanya James.

Remus dan Peter mengangguk. Sirius diam saja tak memperdulikan ajakan James.

"Pads, mau Moony-mu diambil orang?" kata James dengan cengiran khasnya.

Sirius hanya memasang wajah masam dan dengan terpaksa mengikuti ketiga kawannya-tunggu tiga? HECK! James sedang bukan merupakan kawannya sekarang oh ya dia juga lupa bahwa Remus adalah kekasihnya-so dia mengikuti kemauannya temannya,kekasihnya dan mantan temannya itu. Marauders berjalan memasuki Great Hall merupakan hal biasa tapi melihat James tidak berdiri di samping Sirius pada saat geng itu memasuki Great Halll adalah sebuah tanda tanya. Semua siswa menautkan alisnya bingung apakah ada perkara antara dua sahabat yang paling karib itu? Pertanyaan itu terus berlanjut ketika Sirius juga tak mau duduk di sebelah James. Para siswa hanya sanggup mengerutkan kening, bingung apa yang telah terjadi pada kedua otak dari Marauders tersebut. Kini James duduk di antara Remus dan Lily.L ily memandang James-prihatin-dan berbisik pada anak tunggal keluarga Potter itu.

"Potter,a da yang mau kau bicarakan?"bisikan dengan penuh nada prihatin muncul dari bibir Lily.

"Sekarang saja Lils, aku tak berminat makan."sahut James dengan deraan nafas berat.

Lily mengangguk. Lily dan James melangkah berduaan keluar Great Hall, menyebabkan seorang bermata hitam kelam menatap mereka dengan tajam dari meja Slytherin. Ya! Kalian benar yang memandang James dan Lily dengan tatapan tajam adalah Severus. Dia cemburu,ya cemburu karena James bisa berduaan dengan Lily dan cemburu karena ia tau Lily menyukai James. Severus akhirnya berusaha mengalihkan perhatiannya agar dia tak terlalu merasakan rasa nyeri di dadanya.

Lily sekarang berjalan bersama James di koridor. Lily selalu ingin yang terbaik untuk James-rasa cintanya pada James belum juga bisa berubah. Lily menghela nafas

"Jadi kau ada masalah dengan Black?" tanya Lily langsung to the point

"Yeah, dan aku merasa aku harus menyerah untuk mendapatkan Severus." sahut James dengan helaan nafas berat.

"No, no Potter. Kau harus bisa mendapatkan Severus untuk kebahagianmu kau hanya perlu menyakinkan Black saja." sahut Lily dengan nada setengah histeris.

James mengedikkan bahunya. Kemudian pemuda berkacamata itu tersenyum simpul "Ah!aku tak boleh kehilangan apa yang telah kudapatkan Lils!"

Lily tersenyum kecil mendengar kata – kata yang keluar dari bibir James.

"Thanks Lils!"seru James yang langsung berlari ke kelas Herbology-untuk segera menemukan Severusnya-.

James kini sudah ada di depan ruangan kelas Herbology dan berdiri berhadapan dengan beberapa murid Slytherin. Namun,sosok Severus belumlah tertangkap di pandangan mata Hazelnya. Pemandangan Marauders yang sangat berbeda tadi berhasil menghasilkan gossip pada para siswa Hogwarts termasuk para siswa Slytherin.

"Jadi apa berita hari ini mate?"kata Avery menatap Mulciber.

"MARAUDERS BUBAR YA? HAHAHA!"sahut Mulciber dengan suara tawa antah berantahnya.

James panas mendengar perkataan dari teman – teman Severus. Diapun menghela nafas dan berkata dengan tegas

"Tidak!Siapa bilang kami bubar? Kami hanya dalam masa kritis!"

"Oh yeah? kau konyol Potter!Lihatlah Black bahkan tak mau bicara denganmu!" balas Avery dengan nada sengit.

James tertohok. Avery benar, Sirius tak mau bicara dengannya. Jadi memang benar apa yang dikatakan pada Avery bahwa keadaan Marauders lebih dari kritis! Sekarang James harus memutar otaknya untuk menemukan cara berbaikan dengan Sirius.

~TBC~

~OMAKE~

Kelas Herbology berjalan dengan kelas ramuan! Ya kelas yang kini jadi favorit James dibawah kelas PTIH dan kelas Transfigurasi .Bagaimanapun kata James Severus yang sedang meracik ramuan terlihat sangat seksi! Ah ya ngomong – ngomong sedari tadi Sirius tak menampakkan batang hidungnya di kelas. James sendiri heran kemana sahabat karibnya itu. Well, mari kita tilik dimana sebenarnya Sirius. Sirius kini sedang berada di perpustkaan. Madam Pince amat terkejut melihat kedatangan salah satu berandalan Hogwarts di perpustakaan. Sirius berkutat dengan segala buku untuk mencari peluang cara menjauhkan James dan Severus. Sirius mendesah setiap kali merasa apa yang direncanakannya akan gagal. Seperti saja cara yang dipikirkannya tadi, yaitu membuat ramuan polijus dan menggantung terbalik Severus. Ah itu sudah kuno lagipula James yang asli sudah pernah mempraktekannya. Lalu Sirius kembali memikirkan beberapa cara lagi, salah satunya adalah dengan cara meminum ramuan polijus dan mencium Evans di depan Severus. Namun, dia merasa akan mengkhianati Remus. Maka dari itu dia mengurungkan kembali mengacak rambutnya. Sudah berjam – jam bahkan dia sampai membolos 2 kelas!Hanya untuk mencari cara menjauhkan James dari Snivelly tapi hasilnya selalu saja gagal! Tapi Sirius Tak akan pernah menyerah! Ya tak akan pernah menyerah dalam hal menjauhkan James dan Severus!

A/N : Well,well finally dapet wangsit buat nerusiin fic ini sudah terabaikan selama 10 bulan men! 10 bulan! ;w; Ah ya Ichan sedang dalam progress menulis sebuah fic oneshoot ScorpAl dengan slight Drarry. Doakan saja cepat selesai :p Oh ya Ichan sadar sekarang kalau sering ada kata – kata yang ilang sendiri padahal pas di cek ke dokumennya kata – katanya utuh lho itu kenapa ya?dan cara ngatasinnya gimana? kasih tau Ichan dong ;A; dan seperti biasa author minta review ya ^^ Mangga direview fic author abal satu ini :3