Tittle : Sweetest Memories

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romace,Drama serta mungkin humor?

Fandom : Harry Potter

Pairing : JPSS,JPLE,SBRL

Disclaimmer : Harry Potter owned by J.K Rowling,I'm only have the storyline of this fic ^^

Setting : Tahun Kelima Marauders dan Severus tidak pernah mengatakan 'kata terkutuk itu' pada Lily

Chapter : IX

Sumarry : "JAMES DENGARKAN INI SOAL KAU DAN SNIVELLY!""WAOW PADS WAOW APA LAGI SEKARANG KAU MARAH MARAH PADAKU LAGI?""Tidak, aku sudah mengijinkanmu memadu kasih dengan Snivellus!"

Warn : Sho-ai a.k.a BL,AR,Gaje(las),Abal,Modified Canon,dll

Sirius akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan. Batinnya tertawa licik karena sudah menemukan suatu cara untuk menjauhkan James dari Severus. Baiklah sekaranglah saatnya untuk melaksanakan langkah kedua, berpura – pura baik pada Severus dan James agar tak ada yang mencurigainya.

Sementara itu James berlari tergopoh – gopoh memutari seluruh kastil Hogwarts. Heck! Dia pernah melihat di acara muggle –well yang namanya FTV- kalau ada orang frustasi maka mereka akan bunuh diri. Jangan – jangan Sirius mempraktekan itu? Well, itu sangat mengerikan bagi James, oleh karena itu James memutuskan untuk mengitari kastil Hogwarts untuk mencari sahabat karibnya tersebut.

Sirius masih melangkahkan kakinya dengan santai. Ia berniat langsung kembali ke ruang rekreasi, tapi…

Ia justru bertabrak dengan orang lain, yang membuat mereka berdua sama sama terjatuh. Sirius membelakkan matanya saat ia menyadari bahwa sosok yang menabraknya adalah sosok James. James mencarinya? Well, James memang benar benar sahabat yang baik. Tak lama kemudian setelah mereka berdua sama sama kembali berdiri...

"PADS! ASTAGA! KAU TAK TAU AKU SANGAT KHAWATIR PADAMU!" James meneriakan seluruh isi hatinya-walau tak secara detail.-

"Hei! Ayolah kau tak perlu mengkhawtirkanku! Memangnya apa yang kau pikirkan? Tunggu jangan bilang kau mengira aku bunuh diri…" Sirius memandangi sahabatnya dengan sedikit tatapan heran.

James hanya bisa nyengir sekenanya karena memang dari tadi itulah yang ia pikirkan. James kemudian menepuk bahu Sirius.

"Lupakan saja soal itu Pads! Yang penting sekarang kau selamat dan membuatku lega."

Sirius hanya mendengus mendengar sahabatnya tersebut. Kemudian dia melirik sekitar dan agak kecewa, bagaimanapun ia tak mendapati Remus disana. Lalu Sirius melirik James sebentar.

"Ehem, dimana Remus?"

"Oh, Remus? Dia sudah duluan bersama Peter ke ruang rekreasi. Dia sedang lelah. Bagaimanapun besok masa transformasinya." James menyahut sembari mengedikkan bahunya.

"Kalau begitu cepat ke ruang rekreasi!" Sirius berkata dengan sumrigah –bagaimanapun ide liciknya akan segera terlaksana.-

"Sudah rindu pada Moony-mu eh?" kata James berniat menggoda sang sahabat.

Sirius hanya dapat mendengus tapi kemudian ia tersenyum santai.

"Ada hal lain juga yang perlu kubicarakan padamu!"

James hanya menghela nafas dan kemudian mereka segera menuju ke ruang rekreasi. Sementara itu di ruang rekreasi tampak Remus yang sedang ogah – ogah dan Peter yang sedang makan.

"Jadi… aku mau bicara semua pada kalian." Sirius mulai melantangkan suaranya dan hampir seantero Gryffindor yang berada disana dapat mendengarnya.

Tetapi orang yang sebenarnya dituju oleh Sirius malah justru melamun. Ya, James malah melamun entah apa yang dilamunkan salah satu tokoh utama kita. Namun, bisa dipastikan itu ada kaitannya dengan Severus.

"JAMES DENGARKAN INI SOAL KAU DAN SNIVELLY!" Begitu menyadari James tak mendengarnya refleks saja Sirius meraung dengan brutal –lagi-.

James yang mendengar raungan Sirius tentu saja langsung kaget dan jika dihiperboliskan bisa dikatakan jantungnya akan segera copot. Langsung saja James membulatkan matanya saat Sirius bilang Snivelly… Oh tidak jangan bilang Sirius akan mengatakan bahwa membaiknya hubungan mereka ini bersyarat Tidak! James tak akan pernah mau melepaskan Severus! James akhirnya mengangkat suara yang bisa dikatakan tak kalah heboh dengan raungan Sirius.

"WAOW PADS WAOW APA LAGI SEKARANG KAU MARAH MARAH PADAKU LAGI?"

"Tidak, aku sudah mengijinkanmu memadu kasih dengan Snivellus!" Sirius berkata dengan nada yang terdengar tenang dan sama sekali tak berbahaya.

James akhirnya berlari dan memeluk Sirius. Sungguh, hal ini membuat Remus tersenyum karena akhirnya kekasihnya tak bersifat terlalu ke kanak – kanakan lagi. Adegan yang terjadi selanjutnya adalah Sirius menepuk bahu James.

"Jadi Prongsie, maukah kau mengantarku meminta maaf pada Snivellus?"

James mengangguk sebagai jawaban. Namun kemudian ia teringat akan Sirius yang masih terus memanggil nama Severus sebagai Snivellus.

"Pads, kalau kau minta maaf padanya panggil dia Snape. Kumoho…" kata James.

Sementara itu tokoh utama kita yang lainnya seperti biasa sedang berada di danau hitam. Untuk sekedar mencari udara segar, karena keadaan ruang rekreasi Slytherin yang katanya bertambah pengap. Akhirnya ia akan punya malam yang tenang hari ini karena Potter tadi di kelas sudah bilang bahwa mungkin dirinya tak akan bisa disini. Tetapi jujur saja, Severus tak tau kenapa tapi sejak ia sering bertemu dengan Potter disini ia selalu merasa ada yang kurang jika tak ada Potter. Walau Potter hanya akan menganggunya dan memberikannya gombalan tak mutu tapi ia butuh orang untuk berbicara, mungkinkah Potter benar – benar bisa menghilangkan rasa sepi yang selama ini selalu terukir di hatinya? Namun tiba – tiba suara familiar yang menyebalkan itu terdengar di telinganya.

"SEV!"

Ya Severus tak salah lagi, itu pasti Potter. Tapi bukannya tadi Potter bilang ia akan sangat sibuk? Lalu apa yang di lakukan Potter disini? Menyempatkan diri untuk menganggungnya? HECK! James Potter memang benar – benar orang yang menyebalkan!

"Potter, apa yang kau lakukan disini?" lagi – lagi Severus menggunakan nada menusuk yang ia biasa gunakan pada saat bicara dengan James.

"Aku hanya mengantar temanku, katanya dia akan bilang sesuatu padamu." James menatap Sirius yang berdiri di sampingnya.

Black? Apa yang akan Black lakukan? Hell, dia tau Black adalah orang yang paling tidak pro akan cinta James padanya, Mungkinkah Black akan mengancamnya dengan berbagai terror? Termasuk err membunuhnya? Kalau iya maka lebih baik ia berlari dari Hogwarts. Namun, mengingat ada Potter disitu dia yakin Black tak akan memperlakukan dirnya secara buruk.

"Potter, kenapa kau membawanya?" Severus menunjukkan tatapan tak sukanya pada Sirius.

James hanya menghela nafas dan menyenggol Sirius, menandakan bahwa ia mengomando agar Sirius segera bicara.

"Jadi Snape, aku minta maaf atas segala perlakuan burukku." Sirius bicara dengan nada suara yang sangat menyakinkan.

James langsung melambaikan tangannya dan meninggalkan Sirius dan Severus berdua disana.

"Well, Black aku tau kau berusaha mengerjaiku lagi." Severus memandangu Sirius dengan tatapan menusuk.

"Kau memang jenius tapi aku benar – benar minta maaf padamu akan semua yang terjadi tapi tentu saja itu tak gratis." Kata Sirius dengan senyum penuh misterinya.

"Black, Black siapa yang mengharap maaf darimu?" Severus kembali menatap Sirius dengan tajam dan bahkan kali ini lebih dingin dari yang tadi.

"Anggap saja ini sebagai tantangan Snivelly. Bagaimana kau mengambilnya? Uh oh kalau tidak berarti kau memang Snivelly si pengecut."

Severus benar – benar geram dengan apa yang ia dengar dari mulut Sirius. Ia tak terima dikatakan pengecut baiklah kalau memang Sirius menantangnya ia akan menerimanya!

"Aku terima itu Black karena aku bukan pengecut." Sahut Severus dengsan santai.

"Jadi… pada malam bulan purnama besok datanglahlah ke Dedalu Perkasa dan masuklah kesana kau akan menemukan sesuatu yang menarik." Kata Sirius dengan santainya.

Well, benar sekali Sirius berniat mencelakai Severus dengan cara menyuruh Severus bertemu dengan Remus pada saat menjadi manusia serigala. Dan tentu saja ia yakin James akan menjadi sangat menyesal dan akan menjauhi pemuda berambut dan beriris hitam kelam tersebut karena merasa bersalah.

"Deal, Black." Severus hanya menghela nafasnya cukup panjang.

"Baiklah, sampai jumpa Snivelly!" kata Sirius dengan sangat antusias.

Sementara Sirius berlalu begitu saja, Severus benar – benar berpikir keras. Memang apa bahayanya Dedalu Perkasa pada saat malam bulan purnama? Akankah pohon ganas itu akan menjadi semakin gans dan berbahaya? Entahlah yang jelas ia akan tahu jawabannya besok malam.

James yang sedang berdiskusi dengan Remus mengenai esai ramuanpun segera tersentak karena Sirius datang begitu cepat. Se to the point itukah Sirius sehingga dia bisa benar – benar menyelesaikan oblorannya dengan Severus hanya dalam waktu singkat? James memandangi Sirius tak percaya…

"Kau tak berdebat dengannya? Waow, kau luar biasa Pads." James mengutarakan betapa herannya dia karena jika ia bicara dengan Severus pasti akan berlangsung lama hanya karena beberapa debat tak penting.

"Dia cukup menyenangkan." Kata Sirius walau dia tetap tak tau bagaimana Severus secara detail.

James hanya menganggukkan kepalanya dan berusaha percaya pada omongan sahabatnya walau baginya ada beberapa hal janggal disana. James menatap esainya yang hampir selesai dan kemudian ia melempar pandangannya pada Sirius.

"Well Pads, contek itu saja. Aku sudah selesai dan sekarang aku mau istirahat." James akhirnya langsung berlalu menuju ke kamar mereka.

Sirius dan Remus akhirnya saling pandang di ruang rekreasi, dan Sirius pun memberanikan diri untuk bicara lebih dahulu.

"Sudah siap untuk besok, Moony?" Ia bertanya pada kekasihnya itu.

"Aku tak pernah siap Pads, aku selalu takut melukai kalian ketika bertransformasi." Kata Remus dengan menampakkan wajah khawatirnya.

"Tenang Moony… Tenang kau tak akan melukai kami." Sirius berusaha menenangkan Remus dengan cara memeluk pemuda berambut keemasan itu.

Well, sesungguhnya hal yang dilakukan Sirius membuat heboh seluruh penghuni ruang rekreasi Gryffindor. Tapi bukan Sirius namanya jika ia terlalu peduli dengan omongan orang lain, yang terpenting bagi Sirius adalah dirinya dan hidupnya sendiri.

Remus tersenyum karena ia tahu bahwa ia telah memperoleh orang – orang yang benar benar peduli dan sayang padanya. Ia sangat bahagia akan hal itu.

James dalam kamarnya sendiri sedang merenung soal apakah besok ia akan bertemu dengan Severus lagi? Apa yang akan terjadi padanya dengan Severus esok hari? Akankah Severus akhirnya mau menyambut cintanya? Berjuta pertanyaan soal Severus terlintas di benaknya bagaimanpun hari ini ia tak sempat ehem 'berkencan' dengab Severus dan mengombali pemuda Slytherin itu. James akhirnya memutuskan tidur karena semakin takut jika pikirannya akan makin dipenuhi dengan Severus.

Keesokan harinya, semua hal berjalan dengan normal dan seperti biasa dan kabar gembiranya tentu saja Marauders telah kembali membaik! Hal ini membuat siapa saja yang melihatnya senang ah ya mungkin kecuali Mulciber dan Avery. Avery memberikan tatapan sengit pada Sirius dan James di Aula Besar. James melirik sebentar pemuda Slytherin itu kemudian dengan santai ia berkata

"Ah, Avery! Kenapa menatapku tajam seperti itu? Kau takut Severus jadi kekasihku dan sebenarnya kau suka padanya? Oh Astaga Avery! Hidupmu penuh dengan ironi." James bicara dengan Avery dengan nada yang sangat dramatis dan membuat semua siswa yang berada di Aula Besar tertawa.

Bukan Sirius namanya kalau tak ikut andil dalam kerusuhan yang dibuat oleh Marauders. Siriuspun ikut menambahi kata – kata James.

"Ahh… aku tau kau terlalu pengecut kan Avery? Kau tak berani mengungkapkan semuanya pada Snape dan saat James sudah dekat padanya ka uterus berbuat jahat padanya! Uh Oh aku kasihan sekali padamu Avery!"

Avery geram mendengar cemoohan yang ia terima. Ia pun segera mengangkat tongkatnya dan hendak segera merapalkan mantera ke arah dua pembuat onar itu. Namun alangkah terkejut ketika seseorang telah melucuti tongkat sihirnya dengan mantera Expelliarmus yang mana diketahui ternyata orang tersebut adalah Severus. Avery membelakkan matanya tak percaya.

James tersenyum penuh arti dan langsung berlari kea rah Severus. Ia langsung merangkul pundak Severus –namun seperti biasa Severus langsung menyingkirkan tangannya-.

"Sev, Sev! Terimakasih banyak, kau memang kekasih yang perhatian." Kata James sambil menyeringai.

"Kekasih? Aku hanya ingin makan dengan tenang." Kata Severus yang langsung kembali duduk dan memakanan makananya yang tersedia dia meja Aula Besar

Baiklah James sekarang telah dilukai lagi oleh sosok Severus, entah untuk keberapa kali. Tapi baginya masa bodohlah, pasti lain waktu Severus akan menerimanya. Ia segera berlari ke deret Gryffindor dan mulai makan disana, walau ia sedang makan namun tetap sebenarnya fokus yang ia milik tetap tertuju pada Severus bukan pada makanan yang sedang di makannya

~OMAKE~

Avery dan Mulciber duduk di samping Severus dan kemudian menatap tajam pemuda berambut hitam tersebut.

"Apa?" Severus hanya menganggapi mereka dengan santai seolah tak terjadi apa apa.

"Kau telah menghancurkan segalanya Sev! Oh dan kau juga telah membuat Potty salah sangka." Kata Avery dengan agak dramatis.

"Atau jangan jangan kau benar – benar naksir Potty?" Mulciber menatap Snape dengan tajam.

1…2…3

Severus langsung tersedak roti isi yang sedang di makannya. Naksir Potter? Heck No! Dia tadi hanya ingin makan dengan tenang, apa salahnya ingin makan dengan tenang? Severus menatap teman – temannya dengan tatapan dingin nan tajam yang dimilikinya

"Katakan itu sekali lagi dan aku akan memantrai kalian dengan salah satu dari tiga mantera kutukan terlarang."

Satu hal yang harus Mulciber dan Avery tahu bahwa mereka tak akan pernah bisa melawan Severus. Bagaimanapun pemuda itu jauh lebih pintar dari mereka, jadi mereka hanya dapat terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun lagi dan kemudian mereka memutuskan untuk melanjutkannya makan mereka.

~TBC~

A/N : Ichan ultah hari ini dan well Ichan akan memberikan traktiran pada para fic reader Ichan. Pada para fic reader di fandom Harry Potter inilah traktirannya apdetan dari ini fic –ohok- akhirnya ye lanjut setelah kalian nungguiin ini fic selama berabad – abad, Well karena Ichan udah traktir para reader bersedia kasih kado ke Ichan kan ya? /ngarep/ Baiklah abaikan apa yang Ichan tulis sebelumnya jadi silahkan reviews yaa ichan akan merasa lebih dicintai oleh anda dengan review yang anda kirim!