NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 2 – I.D

.

Rumah ini memiliki 7 kamar, tapi hanya 4 kamar yang terisi. Baekhyun berpikir jika dia akan melihat banyak orang lain di rumah besar ini, tapi yang dia lihat hanya seorang yang bertugas untuk memasak dan seorang yang bertugas untuk mengurus kebun, Park Chanyeol, dan tentunya dia sendiri.

Kyungsoo, dialah yang bertugas untuk memasak. Dia memiliki tubuh yang ramping serta mata yang sangat indah yang mampu melelehkan hati berandalan sekalipun. Baekhyun harus mengakui, jika saja Kyungsoo tidak terlalu bersikap keibuan, dia akan jatuh pada pesonanya. Sehun, dialah yang bertugas untuk mengurus kebun, Baekhyun menyebutnya sebagai "flower boy", dan menganggap jika pekerjaanya lebih ringan dibandingnya denganya, karena Sehun hanya bertugas untuk merapikan dan menyirami semua tanaman.

Wanita yang mewawancarai Baekhyun tidak menempati rumah ini. Wanita tersebut merupakan neneknya Park Chanyeol, wanita yang sangat protektif terhadap cucunya menurut Baekhyun. Dia mengingat wawancaranya yang memalukan. Hampir. Satu hal yang penting, Baekhyun baru mengetahui jika satu-satunya Park yang tinggal di rumah ini adalah Park Chanyeol. Jadi, Baekhyun sebenarnya bekerja sebagai personal maid bukan family maid.

Tiga hari telah berlalu sebelum ketiga dari mereka –Baekhyun, Kyungsoo dan Sehun- menyadarinya karena mereka terlalu sibuk untuk membersihkan villa itu dari debu dan kotoran lainya dengan sangat telaten. Kyungsoo mendapat pesan jika Park Chanyeol akan kembali. Hal ini membuat Baekhyun kecewa, karena dia sudah terbiasa dengan kedua orang lainnya. Baekhyun tahu bahwa majikan barunya itu harus pulang juga suatu hari nanti dan dia jelas tahu di mana itu.

Dari semua waktu, bajingan itu memutuskan untuk pulang ke rumah di suatu pagi. Baekhyun, tentu saja, sedang tidur, dan meskipun Sehun sudah mendesaknya bangun untuk menyambutnya, Baekhyun -sudah terlalu nyaman dengan Sehun- hanya menapis tangan Sehun dan menyuruhnya untuk datang kembali di lain waktu. Sehun sudah mencoba cara terbaik untuk membangunkannya, tetapi pada akhirnya dia menyerah ketika dia tahu bahwa usahanya sia-sia.

Ketika pagi datang, Baekhyun bangun karena ia tahu ia harus bangun. Dia membuka lemari yang penuh dengan pakaian yang dibelinya dengan sedikit uang terakhirnya ketika dia dibawa keluar untuk berbelanja dengan Kyungsoo. Tidak berpikir terlalu lama karena tidak ada seragam, dia mengenakan cardigan abu-abu serta kaos putih tipis yang dimasukkan kedalam jeans yang sesuai. Dia memutuskan untuk menggosok gigi bahkan mengkeramas rambutnya. Pada saat Baekhyun melihat jam, waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh. Pada saat ini, dia tidak peduli jika Mr. Park berpikir bahwa bangun pada jam ini sangat tidak dapat diterima. Baekhyun berpikir ini bukan masal- Baekhyun berhenti ketika ia menyadari bahwa ini akan membuatnya terkena masalah.

Baekhyun membuka pintu kamarnya, mengambil beberapa langkah melewati lorong, dan masuk ke kamar yang dia tahu adalah kamar milik Park Chanyeol. Matanya menerawang ruangan itu dan akhirnya mendekat ke tempat tidur di mana terlihat seorang sedang tidur di bawah selimut, tengkurap menghadap bantal. Baekhyun menggembungkan pipinya sebelum menghembuskan napas, dia sudah merasa kelelahan dengan pekerjaannya yang baru saja dimulai. Dia berjalan ke bagian ujung tempat tidur dan menaruh tangannya di atas kaki seorang yang tidur itu. Lalu, ia mulai mengguncangnya dengan kekuatan yang dia miliki.

"Bangun, bangun, bangun, bangun!" ucapnya sangat keras.

Dia tidak mendapat respon, dan akhirnya berusaha untuk mengguncang lebih keras.

"Ya! Waktunya untuk bangun dan melakukan beberapa kegiatan! "

Ketika Baekhyun mendengar erangan kecil, ia menyeringai.

"Bangunlah dan hiruplah udara segar."

Baekhyun merasa sudah cukup untuk membangunkanya, kemudian dia bersiul. Meskipun suaranya teredam, Baekhyun masih bisa mendengar kemarahan Park Chanyeol.

"I get it! Fuck! " keluh Chanyeol dengan suara beratnya.

Baekhyun tersenyum membawa tanganya menyilang di depan dada.

"Ayo bergegaslah! Kyungsoo sudah membuat sarapan yang sangat lezat di dapur"

Chanyeol membenamkan wajahnya ke bantal sebelum berputar untuk melihat siapa yang berani mebangunkannya. Dia hampir kehilangan kata-kata saat melihat seorang pria yang tampan berdiri di ujung tempat tidurnya. Dia tidak akan membiarkan penampilan Baekhyun ini mengalihkan perhatiannya terlalu banyak. Chanyeol kembali ke mode marah -mengerutkan keningnya menatap kesal orang di depanya.

"Sial! Kau siapa?"

Baekhyun melihat ke langit-langit sebelum menatap mata Chanyeol, dan perlu dicatat bahwa Chanyeol tidak memakai baju, yang sangat terlihat jelas dari penglihatanya. Sangat berkelas, pikir Baekhyun.

"Maid baru anda."

"Kau seorang pria."

Baekhyun menatap bagian bawah tubuhnya, dan mengangguk.

"Iya, tepat sekali."

"Kau pria yang bekerja sebagai maid…."

"Ya, maid juga sebuah pekerjaan" balas Baekhyun, meniru jawaban Kai.

Baekhyun menyeringai. Chanyeol mengamati Baekhyun selama beberapa waktu. Dia menelusuri tubuh Baekhyun.

"Kenapa kau tidak memakai seragam?"

Baekhyun melihat dan merapikan baju yang dipakainya, sebelum mengalihkan pandanganya kembali ke Chanyeol yang shirtless.

"Aku diperintahkan untuk tidak memakai seragam" ucap Baekhyun ceria.

"Jadi, aku tidak memakainya"

Chanyeol mengerang, dan membawa kepalanya kembali ke bantal serta memejamkan matanya.

"Maid macam apa yang tidak memakai seragam?"

Baekhyun mengangkat bahu, walaupun dia tahu Chanyeol tidak akan melihatnya. Chanyeol menghela napas panjang.

"Aku tidak perduli. Mendekatlah dan dan lakukan pekerjaanmu"

"Aku kira membangunkanmu adalah tugasku"ucap Baekhyun tegas.

"Setidaknya, tugas pagiku" ucapnya dengan senyuman.

Chanyeol mendengus, dan kembali bangun dari posisi tidurnya.

"Kau belum melakukan tugasmu sama sekali. Aku tidak berpikir ini akan menjadi masalah untukmu, karena kau juga seorang pria" Chanyeol menghentikan kalimatnya beberapa saat sebelum menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Saat itu juga Baekhyun baru menyadari, Chanyeol bukan hanya tidak memakai baju bagian atas saja, jelas-jelas tak ada satu pakaian pun yang dia pakai, telanjang bulat.

"Bantu aku menyelesaikan masalah pagiku"

Baekhyun berdecak, menatap tubuh bagian bawah Chanyeol, tidak tertarik. Baekhyun bergerak mendekat, ia segera mengambil selimut dan melemparnya ke tubuh Chanyeol. Seringaian Baekhyun menghilang, digantikan dengan raut muka kesal.

"Wow, mengesankan! Aku tidak akan melakukanya"

Rasa kantuk Chanyeol menghilang seketika. Dia memandang wajah tegang Baekhyun.

"Tapi, kau adalah maid ku" ucapnya tanpa dosa.

"Aku kira hal itu tidak termasuk dalam daftar tugas yang harus aku lakukan" Baekhyun mengangkat alisnya.

"Para maid sebelumnya selalu melakukanya"

" Wow, mereka sungguh baik sekali, tapi aku tidak" ucap Baekhyun.

Kedua pria tersebut saling menatap satu sama lain selama beberapa saat, sampai terlihat senyuman di wajah Chanyeol.

"Selamat, kau tidak dipecat karena mencoba untuk menyentuhku"

Baekhyun berkedip beberapa kali, mencoba memahami apa yang terjadi.

"Luar biasa" kata Baekhyun dengan senyuman sarkasmenya.

"Siapa namamu?" tanya Chanyeol dengan tetap mempertahankan senyuman di wajahnya.

"By-" Baekhyun berhenti melanjutkan kalimatnya. Marganya sangat terkenal, jadi dia memutuskan untuk tidak memakainya.

"Baekhyun"

Chanyeol mengangguk.

"Aku yakin, kau sudah mengetahui siapa aku" jelas Chanyeol.

Baekhyun ingin sekali mengatakan "tidak". Dia sama sekali tidak tahu tentangnya, tapi dia ingat bahwa dia akan bekerja untuknya, jadi dia berpura-pura mengetahui apapun mengenai pria di depanya ini.

"Ya, aku mengetahui segala hal tentangmu" ucapnya singkat.

"Ya, berpakainlah, Nudist! Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, Kyungsoo sudah membuat sarapan. Oh iya, kau makan saja sendiri. Aku kehilangan nafsu makanku berkat kau" ejek Baekhyun, sebelum memutar tubuhnya menghadap pintu.

"Hey Baekhyun… Kita lihat, seberapa lama kau dapat bertahan di sini"ucap Chanyeol saat Baekhyun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

Baekhyun mengangkat tanganya, dan mengibaskanya beberapa kali yang menunjukkan jika dia tidak perduli.

"Aku juga tidak berniat untuk tinggal lama di sini, Chanyeol" gerutu Baekhyun.

.

.

"Baekhyun, kau terlihat familiar" ucap Chanyeol setelah dia menghabiskan satu mug kopi. Dia melirik Baekhyun lagi, yang sedang mencuci beberapa peralatan dapur yang Kyungsoo pakai. Chanyeol berpikir dia pernah melihat Baekhyun di salah satu album foto lamanya.

"Itu tidak mungkin. Aku itu sempurna, jadi tidak ada seorang pun yang bisa menyamaiku" ucapnya, Baekhyun tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Chanyeol.

"Whatever!" Chanyeol mengalihkan perhatianya ke Kyungsoo, yang berdiri di samping Baekhyun, sedang meletakan peralatan yang sudah bersih di rak.

"Kyungsoo, apa wanita tua itu mengatakan sesuatu?"

Kyungsoo menyelesaikan tugasnya untuk meletakan hasil cucian di rak.

"Tunggu sebentar… ah! Nenekmu menghubungimu pagi ini saat kau tidur"

"Dan?"

"Dia memintamu untuk menemuinya jam 11 nanti" Kyungsoo memberitahu. Dia mengelap tangan basahnya di handuk.

"Dia juga ingin agar kau mengajak Baekhyun saat menemuinya"

Baekhyun menghela napas panjang. Mata Chanyeol dan Kyungsoo langsung terpanah padanya. Baekhyun menyadarinya, dan dia segera mengibaskan tanganya.

"Ah, maaf. Aku terlalu bersemangat."

Keduanya kembali tenggelam dalam percakapan mereka, Baekhyun bergegas meninggalkan mereka saat tugasnya selesai, dan bergabung dengan Sehun yang sedang menyirami beberapa tanaman dengan malas.

Saat Baekhyun pergi, Kyungsoo mendekati kursi di mana Chanyeol duduk.

"Jadi bagaimana pertemuannya?"

Chanyeol mendengus dan menghela napas kasar.

"Luar biasa. Anak mereka melarikan diri. Aku tidak heran, aku yakin itu hanya pengalihan karena mereka sebenarnya tidak ingin terlibat dalam kesepakatan ini" ucap Chanyeol sambil menggigit bibirnya.

"Apa orang tuamu berniat untuk membatalkan kesepakatanya?"

"Sebenarnya ya, tapi keluarga sialan itu menyakinkan orang tuaku jika mereka akan membawa anaknya kembali. Sial! Bagaimana mereka akan menemukan anak perempuanya itu?"

"Aku yakin dia akan segera kembali" Kyungsoo meyakinkan.

"Aku harap dia tidak kembali, jadi aku tidak perlu melakukan kesepakatan ini" gerutu Chanyeol, dia menghela napas dan mendorong kursinya lalu bangkit.

"Aku hanya akan menunggu, jika mereka menemukan anak perempuanya, aku akan menemuinya dan aku akan melakukan segala cara untuk menggagalkan perjodohan konyol ini"

"Aku yakin ini akan mudah, dia melarikan diri karena dia juga ingin terbebas dari perjodohan" Kyungsoo tersenyum.

"Ya, kau benar" Chanyeol memberikan mug kosong pada Kyungsoo.

"Terima kasih untuk sarapanya, Kyungsoo. Aku harus bersiap-siap sebelum bertemu dengan wanita tua itu" Chanyeol memandang mug yang dia berikan.

"Panggillah maid baru itu –Baekhyun- suruh dia yang mencuci mug itu karena ini memang tugasnya. Katakan juga padanya untuk bersiap-siap dengan pakaian rapi"

"Ya, aku akan memberitahunya" ucap Kyungsoo, dengan memberi hormat layaknya tentara, yang dibalas Chanyeol dengan senyuman.

Sesaat Chanyeol berjalan kembali ke kamar, Kyungsoo membersihkan meja, dan berjalan ke arah pintu belakang di mana Baekhyun berada, dia sedang mengamati Sehun melakukan pekerjaanya. Dia kaget dengan suara Baekhyun saat pintu terbuka sempurna.

"Ya! Ada bagian yang terlewat" ucap Baekhyun keras sambil menunjuk bagian yang ia bicarakan.

Sehun mematikan selang airnya, dan menatap Baekhyun.

"Semua yang terlihat di sini itu pasir. Aku tidak bisa menyirami semuanya, karena jika aku melakukanya akan jadi terlalu lembek, seperti bubur"

"Oh ya? Yang aku tahu, malah akan membuat tanamanya layu" komentar Baekhyun, ia menyandarkan punggungnya nyaman.

"Come on, Sehun. Peka lah terhadap sekelilingmu. Lakukan pekerjaanmu dengan baik" ucap Baekhyun dengan kekehan.

"Ya! Kau orang baru di sini" jawab Sehun.

"Kau tidak seharusnya menceramahiku tentang apa yang harus aku lakukan" raut muka sehun berubah kesal.

"Selain itu, lihatlah ke belakangmu. Kyungsoo menunggumu untuk menyadari keberadaanya. Lihat, sebenarnya siapa yang harus lebih peka di sini?" Sehun menyeringai pada Baekhyun sebelum berbalik dan berputar menuju gudang di samping villa.

"Aku pergi"

"Hmph" balas Baekhyun dan berputar untuk menghadap Kyungsoo yang memang sedang menunggunya. Kyungsoo tersenyum padanya, selalu.

"Hey, kenapa?

"Chanyeol menyuruhmu untuk bersiap-siap dengan pakaian rapi dan pergi untuk menemui neneknya sekarang.

Baekhyun hendak menolak, tapi dia menghentikanya.

"Baiklah, aku akan bersiap-siap"

"Oh!" Kyungsoo kembali kedalam dan keluar lagi dengan mug di tanganya.

"Sebelum aku kelupaan, Chanyeol menyuruhmu untuk mencuci mug ini"

Baekhyun menatap sekilas mug tersebut. Dia tidak ingin mencucinya. Dia tidak ingin melakukan pekerjaan untuk orang lain. Tapi, pada akhirnya dia sadar bahwa dia sendiri yang melamar pekerjaan ini. Dia mendekat ke arah Kyungsoo dan mengambil mug darinya.

"Ya, aku akan membersihkanya" ucapnya ketus.

Dia berpikir ucapanya terdengar sangat menjengkelkan dan merasa bersalah karena melimpahkan kemarahanya secara langsung pada Kyungsoo, jadi Baekhyun berakhir dengan memberikan senyuman padanya.

"Terima kasih, lagi" ucap Baekhyun, sebelum dia kembali masuk ke dalam.

Kyungsoo berbalik dan menatap kepergian Baekhyun. Lalu dia berbalik lagi dan menatap laut yang terlihat sangat indah sampai pandanganya terganggu oleh kedatangan Sehun, yang baru saja kembali dari gudang.

"Jadi mereka akan pergi?"

"Yeah…" jawab Kyungsoo dan menatap Sehun.

"Saat mereka pergi, apa kau ingin pergi ke sana lagi? Tanya Kyungsoo, dia mengarahkan kepalanya menuju pantai.

"Maksudku, saat kau sudah menyelesaikan tugasmu"

Sehun tertawa, dan dia mengangguk.

"Mereka akan tetap bertahan, jika aku tidak menyiramnya"

Kyungsoo tersenyum dan berballik untuk masuk ke dalam rumah.

"Oke, aku mengantar kepergian mereka dulu"

"Ya, aku akan mengambil ember"ucap Sehun.

"Jangan lupa, sekop juga" panggil Kyungsoo, sebelum dia menutup pintu gesernya perlahan.

"Ya, pasti" ucap Sehun, tepat sebelum pintu kaca itu tertutup sempurna.

.

.

Dengan menyuruh Baekhyun bersiap-siap, chanyeol berharap dia akan melihat Baekhyun mengganti bajunya dengan sesuatu yang lebih formal dibandingkan cardigan dan kaosnya, tapi saat dia melihat Baekhyun keluar dari kamarnya, maid barunya masih memakai pakaian yang sama dengan apa yang dia pakai pagi ini. Saat Baekhyun melihat Chanyeol di lorong depan kamarnya, dia berhenti.

"Wow, sepertinya kau siap sekali untuk bertemu nenekmu, jika dilihat dari kemejamu yang terkancing rapi. Kau terlihat keren" ucap Baekhyun, sebelum melanjutkan langkahnya dengan seringaian khasnya.

Chanyeol tidak tahu apakah itu adalah sebuah pujian untuk mengejeknya, atau pujian yang sebenarnya. Chanyeol memutuskan untuk tidak menghiraukanya. Dia mengalihkan perhatianya pada Baekhyun.

"Aku kira perintahku cukup jelas. Aku menyuruhmu untuk berganti pakaian yang lebih rapi, kau baru bekerja di sini dan kau sudah tidak menuruti aturanku"

"Atarun apa yang kau maksud?" tanya Baekhyun, melipat tangan di depan dadanya.

"Karena, aku sama sekali belum pernah membaca ataupun mendengarnya"

Chanyeol menghela napas.

"Aturan untuk mendengarkan apa yang aku perintahkan dan melakukanya"

"Aku belum pernah menderangar aturan itu" balas baekhyun dengan candaan.

"Aku tidak ingin berdebat denganmu lebih jauh mengenai ini. Saat aku memerintahmu untuk melakukan sesuatu, tolong lakukanlah oke?" jelas Chanyeol.

"Terutama saat perintah itu berkaitan dengan nenekku. Aku tahu kau orang baru di sini,tapi kau sudah harus beradaptasi… kau juga sudah pernah bertemu denganya saat interview kerja kan?Jika ya, aku kira kau sudah tahu dia seperti apa"

"Ya, tapi nenekmu lah yang menerimaku bekerja di sini, jadi satu hal yang aku tahu bahwa nenekmu itu-" seorang yang menyebalkan "-memiliki pemikiran yang cerdas" kata Baekhyun, sambil melihat jam tanganya.

"Jadi, jam berapa kita harus menemuinya?"

"Kita akan menemuinya jam seb—Sial! Dalam sepuluh menit" ucap Chanyeol sambil menoleh ke arah Baekhyun.

"Aku harap kau akan mengganti pakaianmu dengan yang lebih rapi"

"Apa yang salah dengan pakaianku? Cardigan dan kaos menunjukkan jika aku seorang yang kasual" kata baekhyun dengan senyuman.

"Benarkah? Kau terlihat kasual atau kau memang tidak perduli?" Chanyeol mengambil kunci mobil dari saku celananya.

"Lupakanlah! Ayo pergi."

Baekhyun mengangkat bahunya dan memasukan tanganya di saku tidak perduli.

"Ya Mr. Park, tolong tunjukkan jalanya" ucap Baekhyun dengan menjulurkan lidahnya saat ia mengikuti langkah Chanyeol di belakang.

.

.

Baekhyun mengira dia akan menemui wanita tua yang Chanyeol sebut sebagai neneknya di tempat yang mewah, tapi yang ia lihat hanyalah kafe kecil yang mahal. Mereka duduk di tempat yang disediakan untuk dua orang. Tanpa meminta ijin terlebih dulu, Baekhyun mengambil kursi di sekitanya dan membawanya bergabung dengan kedua lainnya. Chanyeol menatap Baekhyun tajam, Baekhyun menatap balik yang kemudian langsung mengabaikanya.

Nenek Chanyeol memesan teh, dan demi menghormati neneknya Chanyeol juga memesan teh. Baekhyun memandang Chanyeol sekilas, sebelum dia memesan sekaleng sprite dan sepotong cheesecake. Kesabaran Chanyeol sudah menguap. Dia langsung menatap Baekhyun dengan tatapan mengadili.

"Apa kau serius? Soda dan Cheesecake?"

"Aku hanya mencoba menjadi orang yang kasual" jawabnya dengan seringaian.

"Teh membuatku terlihat kaku, sangat kaku" lanjutnya sambil menatap wanita di depanya.

"Kau masih sama seperti terakhir kali aku melihatmu" ejek nenek Chanyeol.

"Aku tidak pernah merasa sebaik sekarang" ucap Baekhyun.

Terdengar suara keributan yang berasal dari dapur di belakang mereka.

"Baiklah, aku akan ke belakang terlebih dulu untuk mencuci tanganku sebelum pesananku datang" Baekhyun berdiri dan terdengar decitan dari tempat duduknya.

"Jangan terlalu merindukanku"

Chanyeol dan neneknya memperhatikan langkah Baekhyun mendekati counter penjaga untuk menyakan lokasi kamar mandi. Salah satu pelayan mengantarnya. Saat Baekhyun sudah tidak terlihat lagi, perhatian Chanyeol kembali ke neneknya.

"Kenapa menerima orang seperti dia?" keluh Chanyeol.

"Kenapa tidak? Dia menarik, bukankah begitu?" Ucap neneknya dengan mengangkat alisnya.

"Hmn"

Wanita itu menaruh tanganyadi atas meja.

"Aku menerimanya karena dia terlihat….. berbeda. Aku juga merasa sedikit de javu saat melihatnya"

"Apa artinya?" tanya Chanyeol, menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Aku juga belum bisa memastikan. Itu sebabnya aku menyuruhmu untuk membawanya, ada yang ingin aku pastikan" akui neneknya.

"Apa yang ingin kau pastikan?" tanya Chanyeol dengan mengerutkan keningya.

"Aku mencari tahu latar belakangya hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu" ucapnya, dia mengeluarkan berkas dari tasnya.

"Aku kira dia akan memiliki catatan kriminal. Ya karena dia terlihat demikian. Tapi saat aku mendapatkan berkas tentangnya, dia sama sekali tidak memiliki catatan kriminal- bahkan tidak ada pelanggaran ringan satu pun. Tapi sebagai gantinya, aku menemukan sesuatu yang lebih menarik"ucapnya, dilanjutkan dengan membuka berkas di depanya.

"Saat dia memberi tahuku namanya Baekhyun, aku kira nama belakangya Baek, dan marganya Hyun. Apa kau mengerti?"

Chanyeol mengangguk.

"Saat aku mendapatkan berkasnya, coba kau lihat…" ucapnya, dan mengarahkan tanganya ke tulisan marga Baekhyun, yang terlihat jelaas tepat di atas fotonya.

"Byun… marganya seperti….." suara Chanyeol terdengar seperti bisikan.

"Marga keluarga yang kau dan orang tuamu temui beberapa hari yang lalu" ucap neneknya dengan mengangguk pelan.

"Sialan! Apa ini semacam strategi untuk melawanku? Melawan perusahan orang tuaku? Apa dia akan membunuhku karena membuat saudara perempuanya melarikan diri karena perjodohan konyol itu?" ucap Chanyeol tidak senang.

"Chanyeol, Baekhyun tidak memiliki saudara perempuan. Dia…."penjelasan wanita itu terhenti saat melihat Baekhyun sedang berjalan kembali ke arah mereka, dengan segera wanita itu memasukan kembali berkasnya ke dalam tas.

"Baekhyun adalah satu satunya anak di keluarga Byun" bisik wanita itu cepat sebelum Baekhyun dapat mendengarnya.

Sebelum Chanyeol membalas ucapan neneknya, Baekhyun sudah menempati tempat duduknya.

"Aku pikir pesanannya akan datang saat aku kembali" ucap Baekhyun dengan senyuman, yang mendapat tatapan tajam dari Chanyeol.

"Ah.. maaf, anggap saja aku tidak pernah mengatakanya"lanjut Baekhyun, tersenyum saat melihat langkah pelayan menuju meja mereka dengan membawa minuman dan tentunya satu piring cheesecake pesananya.

Cheesecake adalah salah satu makanan favorit Baekhyun, Baekhyun merasa terbebas dari kenyataan yang menyebalkan saat gigitan pertamanya. Kesenangan Baekhyun terjadi beberapa detik, sampai ia sadar sedang diperhatikan oleh kedua orang lainnya.

Nenek Chanyeol segera mengalihkan tatapanya, dan meminum teh yang tersedia di depanya, tapi tidak dengan Chanyeol.

"Berhentilah menatapku. Kau akan mempermalukan dirimu sendiri" kata Baekhyun, suaranya tidak begitu jelas karena ia sedang mengunyah.

Chanyeol tidak melakukanya, dia masih tetap menatap Baekhyun. Baekhyun tidak perduli dan tetap melanjutkan acara makanya. Chanyeol terpaku pada Baekhyun. Chanyeol masih terlalu kaget dengan informasi yang baru didengarnya mengenai pria yang duduk di sampingya, pria yang menggangunya pagi ini, pria yang mengaku menjadi maid barunya, adalah pria yang sama dengan pria yang akan dinikahinya sesuai dengan titah orang tuanya, dan pria yang sama yang melarikan diri karena tidak ingin menikah denganya.

.

.

Yes, saya kembali…. Bagaimana dengan Chapter ini?

Ditunggu ya tanggapan kalian ^^