NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 3 – Defiance (Tantangan)
.
Perjalanan kembali ke villa sangat hening, Chanyeol menyadari bahwa ketegangan yang ia rasakan hanya sepihak, karena Baekhyun tidak terlihat merasakan ketegangan dalam keheningan ini. Baekhyun bersenandung dengan menggerakan jarinya di jendela. Chanyeol tidak perduli dengan kesenanangan maid baru nya yang tidak biasa itu sampai Baekhyun mengangkat kakinya menaiki dashboard mobil. Chanyeol menarik paksa kaki Baekhyun dari atasnya.
"Jangan pernah meletakan kakimu dimanapun dalam mobil ini selain di dasar mobil"
Baekhyun hampir saja mengabaikan perintah Chanyeol, tapi dia teringat –lagi- jika dia bekerja untuknya.
"Ya tentu" ucap Baekhyun menatap Chanyeol dan memberikan senyuman, walaupun Chanyeol tahu jika senyumanya palsu.
Chanyeol memutuskan untuk tidak menghirauan nada bicara Baekhyun, dia mengangkat topik pembicaraan baru.
"Karena kau orang baru dan berhasil tidak dipecat pagi ini untuk mencoba menyentuhku, kita harus mengetahui satu sama lain dengan baik"
Baekhyun menatap Chanyeol sekilas, berpura-pura mempertimbangkanya.
"Bagaimana jika tidak?"
"Bagaimana jika iya dan kau mulai berbicara sekarang atau aku akan mengusirmu keluar dari mobil dan membuatmu pulang dengan berjalan kaki sampai villa?"
Tidak ada perlawanan yang Baekhyun lakukan untuk ancaman yang Chanyeol berikan. Baekhyun mematuhi apa yang Chanyeol katakan, dia mengarahkan tanganya menuju kunci pintu mobil, dan membukanya.
"Baiklah"
Chanyeol mendengar suara kunci mobil terbuka, dia segera mengalihkan tatapanya pada Baekhyun saat terdengar suara pintu dibuka. Dia langsung menghentikan laju mobilnya, mendadak.
"Sial! Apa yang kau lakukan?"
"Kembali ke villa dengan berjalan kaki, Mr. Park" jawab Baekhyun.
"Aku tidak serius mengatakanya" Chanyeol menatap Baekhyun.
"Kau tak usah khawatir, jika aku terus mengikuti garis pantai, aku akan sampai juga di villa" ucap Baekhyun sambil keluar dari mobil dengan hati-hati, dia segera menutup kembali pintu mobil sebelum Chanyeol merespon ucapanya dan segera berjalan. Chanyeol hanya memandang kepergian maid barunya dari dalam mobil.
"Apa latar belakang yang mereka cek benar?" gerutu Chanyeol pada diri sendiri, karena pria yang bersamanya barusan sama sekali tidak terlihat seperti keluarga Byun. Chanyeol berpikir lagi sesaat, tapi dia berakhir dengan helaan panjang. Mungkin dia memang dari keluarga Byun, karena dia sangat arogan, persis seperti keluarga Byun. Chanyeol menjalankan laju mobilnya dengan pelan menyamai langkah Baekhyun.
"Ya! Masuklah kedalam mobil" ucap Chanyeol dengan membuka jendela mobil.
"Aku tidak mau, karena kau akan terus menyuruhku untuk menceritakan segala sesuatu tentangku"balas Baekhyun dengan tetap menatap ke depan.
"Apa yang salah dengan itu?"Chanyeol mencoba untuk tetap menyetir dengan benar bersamaan mengaalihkan pandanganya untuk tetap bicara pada Baekhyun. Dia tidak ingin mencelakai Baekhyun dengan melindas kakinya. Bagaimana dengan pekerjaan Baekhyun nantinya? Dan yang lebih penting bagaimana dia akan menjelaskan keadaan Baekhyun pada neneknya?
"Aku tidak tahu. Pertama-tama, aku akan memulai cerita tentang peliharaanku saat kecil. Lalu, cerita ini akan terus berlanjut mengenai keluargaku dan teman-temanku. Setelah itu, kau akan berakhir menyuruhku bercerita tentang kegiatan seks yang pernah terjadi-"
"Ya! Berhenti-"teriak Chanyeol sambil menghentikan mobilnya yang membuat Baekhyun menghentikan ucapanya, Chanyeol membuka pintu mobilnya, berjalan mendekat ke arah Baekhyun.
"Masuklah ke mobil, sekarang"
Baekhyun merenungkan sesaat kemungkinan yang akan terjadi, dan kemungkinan yang terjadi jika dia tidak menuruti Chanyeol, dia berpikir Chanyeol pasti akan terus memaksanya.
"Kau tidak akan memaksaku untuk menceritakan apapun kan, Mr Park?"
"Berhenti memanggilku Mr. Park" ucap Chanyeol saat dia lebih mendekat ke Baekhyun. Dia menarik tangan Baekhyun, mendorongya untuk menempati kursi depan. Chanyeol bersyukur karena Baekhyun tidak memberikan perlawanan sama sekali, tidak seperti dugaanya.
"dan untuk sekarang, aku tidak akan menyuruhmu menceritakan apapun, aku harap kita bisa mengenal satu sama lain lebih jauh kedepanya"
Baekhyun tertawa mendengar ucapan Chanyeol, ia mengusap air mata yang keluar saking lucunya saat Chanyeol sudah menempati tempat duduknya.
"Mengenal lebih jauh? Kau terdengar sentimental sekali" ucap Baekhyun, masih dengan tawanya sambil memasang kembali seatbelt nya.
"Aku hanya seorang maid yang bekerja untukmu, Chanyeol. Kapan saja aku bisa pergi, siapa tahu besok pagi"
"Aku tidak yakin mengenai itu. Yang aku tahu, kau tidak mempunyai tempat tinggal sebelum melamar pekerjaan ini, jadi kau pasti membutuhkan pekerjaan ini, artinya kau akan tetap tinggal. Kau tidak akan pergi dalam waktu dekat"
"Aku pikir, aku tidak melamar untuk menjadi budakmu sehingga kau bisa memutuskan kapan aku bisa pergi" balas Baekhyun.
Chanyeol mendesah, dan melajukan mobilnya pelan.
"Oke, kita akan mulai dengan yang sederhana-"
"Aku kira kau tidak akan menanyaiku apapun"sela Baekhyun.
"Ini bukan pertanyaan yang susah"
Baekhyun berpikir sejenak, dan akhirnya menyetujuinya.
"Baiklah"
"Jadi, apa nama lengkapmu-"
"—lupakan!" ucap Baekhyun.
"Aku lelah, aku akan memejamkan mataku dan menganggapmu tidak ada. Aku tidak akan menuruti perintahmu, karena secara teknis aku tidak sedang berada di rumah" lanjut Baekhyun sambil menyandarkan kepalanya ke arah jendela.
Chanyeol mengalihkan pandanganya ke arah Baekhyun, mengerutkan kening. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, saat dia tahu jika obrolanya dengan Baekhyun tidak akan berjalan lebih jauh. Penolakan Baekhyun untuk menjawab pertanyaanya sangat jelas menunjukkan siapa dia sebenarnya, dan Chanyeol yakin semua yang didengar dari neneknya itu benar. Pria menyebalkan ini adalah tunanganya.
.
.
Saat mereka tiba, keadaan rumah kosong. Baekhyun melewati Chanyeol di depan pintu masuk saat Chanyeol sedang mengabil kunci. Sepertinya, Chanyeol harus mengajari beberapa hal mengenai kesopanan pada maid garis miring tunanganya ini nanti.
"Kyungsoo?"panggil Baekhyun ketika mencapai ruang tamu.
"Kyungsoo!" panggilnya lagi saat tidak mendapat respon.
"Sehun!" lagi, Baekhyun tidak mendapat respon.
Baekhyun memutuskan untuk mencari mereka, saat Chanyeol masuk ke ruang yang sama denganya. Baekhyun membuka pintu kaca di belakang. Dia tahu Chanyeol sedang memperhatikanya, tapi dia mengabaikanya. Perhatianya sepenuhnya tertuju pada dua orang yang terlihat sedang bermain di pantai, karena suara ceria mereka jelas terdengar.
Baekhyun tersenyum saat melihat apa yang sebenarnya dua orang lainya lakukan, segera setelahnya ia berjalan masuk dan ke lorong menuju kamarnya. Dia melewati Chanyeol–lagi- yang sedang berdiri melipat tangan di dadanya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Chanyeol setelah mengalihkan perhatianya pada pintu kaca di belakang yang mengarah ke pantai pribadinya. Pandanganya terarah ke Baekhyun dan mengikutinya di belakang.
"Apa kau sudah menemukan Kyungsoo dan Sehun?"
Baekhyun tidak menjawab. Dia masuk dengan cepat menuju kamarnya sebelum Chanyeol menyusul dan mengikuti masuk juga. Baekhyun menutup pintu tepat di depan muka Chanyeol. Chanyeol tidak menyukainya perilaku tunanganya –atau lebih tepat adalah maid nya- yang mengabaikanya.
"Ya! Kau seharusnya tidak bersikap seperti ini pada majikanmu" ucap Chanyeol dengan menggebrak pintu Baekhyun sekali.
Chanyeol mendengar suara gemeresak di dalam kamar Baekhyun dan hentakan kaki untuk beberapa waktu. Chanyeol tidak mengerti apa yang sebenarnya Baekhyun lakukan di kamar. Chanyeol menggebrak pintu kamar Baekhyun sekali lagi.
"Ya! Baekhyun! Maid!" Teriak Chanyeol marah.
"Jika kau tidak-"
Tiba tiba pintu kamar Baekhyun terbuka, dan Chanyeol melihat Baekhyun sudah mengganti pakaianya, dia masih memakai kaos putihnya sedangkan cardigan dan jeansnya sudah ditanggalkan, diganti dengan celana renang.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu? Apa kau serius akan ke pantai sekarang?!" Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengangguk dan tersenyum.
"Hari ini sangat cerah. Kyungsoo dan Sehun sedang membangun kastil dari pasir yang sangat besar. Kau terus saja memperbudaku. Aku ingin beristirahat untuk beberapa jam, oke?" jelas Baekhyun tajam tantang apa yang akan dia lakukan.
Ketika Baekhyun akan melewatinya lagi, Chanyeol menghentikanya dan menarik lenganya,
"Kau bekerja untukku, tapi kau sangat kasar sekali, dan sering melawanku. Kau bahkan tidak memberi rasa hormat sedikit pun padaku dan nenekku"
"Ding ding ding?" tanya Baekhyun dengan seringaianya.
Chanyeol marah, dia tidak suka dengan sikap Baekhyun yang seenaknya.
"Dan kau berharap aku akan memberimu waktu istirahat?"
"Aku tidak memintanya, aku hanya memberitahumu" ucap Baekhyun dengan memainkan bibirnya.
"Aku heran bagaimana kau dibesarkan? Sampai-sampai kau memiliki sikap seperti ini" tanya Chanyeol dengan ragu.
"Aku memang sudah terlahir seperti ini" jawab Baekhyun dengan senyuman.
Ia melepaskan tangan Chanyeol yang ada dilenganya. Tapi Chanyeol tidak membiarkanya, Baekhyun mencobanya lebih keras.
"Aku akan segera kembali dalam satu jam. Aku janji!"
Chanyeol melihat langkah Baekhyun sesaat sebelum mengejarnya, manarik kuat kerah kaos putih Baekhyun.
"Aku tidak memberimu ijin, sialan!"
Baekhyun memberi tatapan memelas pada Chanyeol.
"Tapi Kyungsoo dan Sehun sudah di sana. Apa kau memberi perlakuan special untuk mereka?
Chanyeol menggeleng.
"Aku tidak memberi perlakuan special untuk mereka, Baekhyun. Mereka sudah lama bekerja di sini dan sudah menyelesaikan tugas mereka, jadi wajar mereka mendapat ijinku untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Sedangkan, kau orang baru di sini, tapi kau sudah merasa terlalu nyaman di rumah ini"
Baekhyun mengedip beberapa kali, dan memberikan senyuman pada Chanyeol.
"Bukankah kau menyuruhku untuk menganggap sebagai rumah sendiri?"
"Tidak seperti rumah sendiri seutuhnya" Chanyeol mengeluh.
"Ya, kau benar., jangan mengaanggapnya seperti rumahku sendiri" sela Baekhyun.
Baekhyun melepas cengkraman Chanyeol, dan berbalik untuk melangkah menuju pintu belakang lagi.
"Karena jika aku mennganggap rumah ini sebagai rumahku, mungkin aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku di mejamu dan pergi saat tengah malam nanti" suara Baekhyun terdengar serius awalnya, lalu baekhyun tertawa seolah apa yang dia katakan hanya sebuah lelucon.
"Hey Chanyeol, aku juga serius dalam melakukan pekerjaanku. Aku sudah merapikan tempat tidurmu, dan tidak ada piring atau gelas kotor di wastafel yang harus aku cuci. Kita lanjutkan perdebatan ini nanti, oke?"
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju pintu belakang setelahnya. Chanyeol melihat Baekhyun sedikit berlari-lari kecil dengan wajah cerianya menuju tempat Kyungsoo dan Sehun. Chanyeol memenjamkan matanya dan menghela napas panjang. Jika memang Baekhyun adalah orang yang harus dia nikahi, Chanyeol tidak tahu akan seperti apa kehidupanya nanti, tinggal bersama seorang yang menyebalkan dan memuakan sepertinya, pasti membuatnya gila! Chanyeol terbiasa dengan orang orang yang selalu menurutinya, jadi saat Baekhyun menentangya, Chanyeol merasa sangat marah.
Chanyeol hanya bisa memaki Baekhyun saat melangkah menuju kamarnya. Ini tidak seperti yang dia bayangkan. Banyak pertanyaan dalam kepalanya yang masih belum terjawab mengenai Baehyun. Mengapa Baekhyun bekerja padanya? Apa Baekhyun mengenalinya? Chanyeol menyerah dan memutuskan untuk mendapat jawabanya nanti, Chanyeol masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.
.
.
"Hey!" panggil Baekhyun saat langkahnya sudah cukup dekat, larinya terhenti dan digantikan dengan langkah pelan menuju Kyungsoo dan Sehun.
"Kastilnya bagus"ucapnya, tersenyum.
"Thanks" Jawab Kyungsoo, balik memberi senyuman.
"Sebagian besar Sehun yang membangunnya" lanjut Kyungsoo sambil mengarah tatapanya pada Sehun.
"Jadi ini yang sering kalian lakukan saat tidak sibuk?" Baekhyun tertawa.
"Kami tidak bekerja sepanjang hari. Semuanya tidak terlalu berat, karena hanya 4 orang yang tinggal di rumah itu" balas Sehun.
"Benarkah? Ahh, aku kira kau hanya menyiram tanaman-tanaman itu sepanjang hari" canda Baekhyun.
"Ya! Diamlah. Kau lebih baik membantu kami menyelesaikan kastil ini" gerutu Sehun. Dibalik nada ketusnya, senyuman Sehun tampak di wajahnya.
"Membantumu? Baiklah …" balas Baekhyun tersenyum.
Sehun menyuruh Baekhyun untuk mengokohkan bagian dasar kastil, dan Kyungsoo untuk melanjutkan desain kastil, karya berharga yang sudah Sehun buat sebelumnya. Sehun sendiri mengambil beberapa ember berisi pasir di sekitar kastil, berja-jaga jika dibutuhkan lebih.
Sepuluh menit telah berlalu dan Sehun masih merapikan kastil ciptaanya. Saat mengalihkan perhatianya ke arah Villa, dia melihat Park Chanyeol dengan rambut bergelombang terkena angin pantai, berjalan ke arah pantai.
"Hey…" panggil Sehun, dengan menyemggol pelan sisi kiri Kyungsoo.
"Chanyeol, keluar villa, dan dia sedang berjalan ke arah sini"
"Hah? Benarkah?" Kyungsoo menghentikan kegiatanya, dan mencoba melihat ke arah yang Sehun tunjuk.
Hanya Baekhyun yang masih terfokus dengan pekerjaanya, tanpa melihat penasaran kedatangan Chanyeol.
"Woww Breaking news! Park Chanyeol keluar mencari udara segar" ejek Baekhyun, sambil tertawa.
"Aku tidak mengerti. kenapa kalian berdua terlihat kaget melihat kedatanganya?"
Kyungsoo menggigit bibirnya sebelum melanjutkan pekerjaanya untuk membuat jendela pada kastil.
"Dia biasanya hanya melihatku dan Sehun menghabiskan waktu di pantai melaui jendela. Dia sama sekali tidak pernah keluar"
.
.
.
Next
