NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 5 – House Dynamics
.
Baekhyun mengoleskan krim ke wajah merah Chanyeol dengan jarinya. Saat Baekhyun menyentuh terlalu keras, Chanyeol akan membentaknya dan menyuruhnya untuk lebih lembut. Baekhyun menyadari bahwa ini memang kesalahanya, Baekhyun meminta maaf dan hanya mendapat tatapan tidak suka dari Chanyeol.
"Maaf" ucap Baekhyun, tulus.
"Kata maafmu tidak akan membuat semuanya kembali seperti semula. Kau meninggalkanku di luar, mungkin aku bahkan tidak akan bisa menggerakkan tubuhku selama beberapi ke depan" Chanyeol merespon dengan sindiran sambil mengangkat kepalanya mengarah ke Baekhyun.
"Kau tahu, jika saja kau keluar dengan mengoleskan sunscreen terlebih dulu, kulitmu tidak akan terbakar" kata Baekhyun dengan mengusap wajah Chanyeol lebih lembut.
Chanyeol menatap Baekhyun tidak suka.
"Mungkin, jika saja kau tidak meninggalkanku di luar sana-"
"Mungkin, jika saja kau tidak keluar villa sama sekali-"
"Mungkin seharusnya kau hanya perlu mengoleskan krim sialan itu tanpa perlu mengatakan apapun"
Baekhyun memberi senyuman pada Chanyeol.
"Kau tidak menyukai suaraku?"
Chanyeol memutar bola matanya. Chanyeol bukanya tidak menyukai suara Baekhyun. Hell! Suara pria di depanya sangat enak untuk di dengar. Tapi, Chanyeol tidak dalam mood untuk memberikan pujian.
"Ya, aku tidak menyukainya" ucap Chanyeol berbohong.
Baekhyun memundurkan tubuhnya setelah selesai mengoleskan krim pada wajah Chanyeol.
"Sayang sekali. Aku pikir aku mempunyai suara yang merdu" kata Bekhyun mencoba membela diri, dia tidak memcoba untuk menyerang balik. Baekhyun membasahi bibirnya yang terasa kering dengan menjilatnya..
"Sekarang lepaskan bajumu"
Chanyeol menggerutu, tapi dia mencoba melepas bajunya juga. Chanyeol mengalami kesusahan dalam melakukanya dan sepertinya dia membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang Baekhyun kira. Pada akhirnya, Baekhyun membantu melepaskan baju Chanyeol, dengan sedikit tarikan kasar sehingga tanganya menyentuh kulit Chanyeol yang terluka.
"Fuck!" teriak Chanyeol. Dia merasa ingin memukul Baekhyun saat itu juga.
"Berhati-hatilah, sialan! Berapa kali aku harus membaritahumu!"
Baekhyun kaget mendengar nada bicara Chanyeol seperti itu pertama kali, sejujurnya Baekhyun merasa menyesal karena sedikit kasar saat membantunya tadi.
"Maaf.."
Chanyeol menatap tajam Baekhyun, tapi Chanyeol merasa iba saat melihat wajah Baekhyun yang penuh dengan penyesalan. Chanyeol tidak tahu harus merasa puas atau menyesal karena membuatnya ketakutan. Chanyeol hanya mengalihkan tatapanya dari Baekhyun.
"Whatever."
Chanyeol menggerakan lenganya kearah Baekhyun.
"Olesi krim pada lenganku
Baekhyun mengangguk, tapi matanya menyadari sesuatu.
"Bagaimana dengan lehermu?"
Chanyeol mengerutkan dahinya.
"Apa kau mencoba untuk mencekikku?"
Senyuman Baekhyun mulai terlihat lagi pada wajahnya -yang anehnya membut Chanyeol merasa lebih baik –Baekhyun memiringkan kepalanya menghadap Chanyeol.
"Jika aku melakukanya, siapa yang akan membayar gajiku di akhir minggu ini?"
"Kau pikir kau ini lucu?" Chanyeol menyindir senyuman Baekhyun.
"Ya, aku pikir begitu" jawab Baekhyun sambil mengoleskan sisi samping lengan Chanyeol.
Chanyeol mendengus.
"Saat kau sudah selsesai dengan kedua lengan dan leherku, kau bebas melakukan –tunggu. Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Bersihkan kamar mandi ataupun hal lainnya."
"Baiklah. Aku akan menggosok lantai kamar mandimu yang sangat kotor" ucap Baekhyun dengan menyindir.
Mata Chanyeol bertemu dengan milik Baekhyun.
"Kau sepertinya harus mengubah sikapmu, Baekhyun"
Baekhyun berkedip, menatap kakinnya dengan tetap mempertahankan senyuman.
"Ya, aku akan membersihkan lantai kamar mandimu yang sangat mahal dengan senang hati"
Untuk sesaat, Chanyeol menyesal karena menyuruh Baekhyun untuk mengubah sikapnya. Antusiasme palsu yang Baekhyun tunjukkan sangat mengerikan. Dia lebih baik mendengar ucapan bodoh atau kasar Baekhyun –dengan raut muka konyolnya- dibandingkan dengan senyuman yang menyeramkan dan suara nyaringnya yang biasa didengar pada film film horror.
Setelah Baekhyun selesai mengoleskan krim pada lengan dan leher Chanyeol, dia bangkit dari tempat duduknya, dan mengamati raksasa merah yang shirtless dan terbakar.
"Bagaimana dengan kakimu"
"Aku bisa mengoleskanya sendiri"
"Kau akan menyakiti dirimu sendiri"
Chanyeol bangkit dari kasur Baekhyun dan memberi tatapan mengadili padanya.
"Jika kau memang begitu khwatirnya padaku, kau tidak akan meninggalkanku terbakar di luar" ucap Chanyeol sambil berjalan menuju pintu kelular.
Mata Baekhyun mengikuti pergerakan tubuh Chanyeol yang kaku dan mengikuti di belakangnya.
"Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, kau seharusnya mengoleskan sunceam sebelum keluar"
Chanyeol tidak ingin berdebat lebih lanjut dengan Baekhyun. Chanyeol memegang kenop pintu dan membuatnya terbuka.
"Bersihkanlah beberapa kamar mandi, Baekhyun."
"Baiklah" gerutu Baekhyun.
"Hey, bolehkah aku memberitahumu sesuatu?" panggil Baekhyun saat Chanyeol melewati lorong yang luas menuju kamarnya.
"Apa?" Chanyeol berhenti dan menolehkan kepalanya ke arah Baekhyun.
"Nipple-mu terlihat seperti pepperoni" bisik Baekhyun sebelum menutup pintu kamarnya cepat.
Chanyeol masih berdiri di lorong dengan tatapan bingungya. Saat Chanyeol akan berputar 360 derajat tepat mengarah pintu Baekhyun, Chanyeol mendengar Baekhyun mengunci pintu kamarnya di saat yang tepat.
.
.
Beberapa hari setelahnya, Chanyeol selalu menjadi bahan tertawaan Baekhyun saat dia bangun. Baekhyun akan membangunkan Chanyeol seperti biasanya, menggoncang kasur, dan menyuruhnya untuk keluar untuk menghirup udara segar di luar. Setelahnya, ketika Chanyeol menolak untuk bangun -dengan alasan kulit yang terbakarnya- Baekhyun akan mendekati samping kasurnya dan membuka selimut yang mentupi wajahnya, sehingga sinar matahari dari jendela langsung terus mengenai langsung matanya jika Chanyeol tidak menuruti apa yang Baekhyun minta.
Seperti seorang sudah menekan tombol resart dari ingatan Baekhyun, karena secara otomatis Baekhyun sialan akan langsung menertawakan penampilan Chanyeol setiap pagi seolah dia baru pertama kali melihatnya. Chanyeol merasa Baekhyun memang mempunyai jadwal khusus untuk menertawainya, tepatnya pada hari kelima sejak penyiksaan itu. Baekhyun otomatis langsung menertawainya saat selimut terbuka, dan akan berhenti saat lututnya menabrak pinggiran kasur Chanyeol- berbalik dan segera meninggalkanya.
Hal yang paling membuat Chanyeol frustasi mengenai kulit terbakarnya ini karena setiap pergerakan yang dia lakukan sekalipun pergerakan kecil akan membuatnya kesakitan. Selain itu, bekerja di rumah juga membuatnya bertambah kesal. Chanyeol akan lebih terfokus dengan tubuhnya dibandingkan untuk focus menggambar dan menyelesaikan desain prototype dalam ruang kerjanya. Chanyeol menyadari kondisi tubuhnya yang menyedihkan, dan memutuskan untuk menyerah untuk menyelesaikan pekerjaanya, dia bekerja untuk perusahaanya jadi dia dapat menyelesaikan segalanya saat dia bisa dan mau melakukanya tanpa adanya deadline.
Satu minggu telah berlalu dan kondisi Chanyeol membaik. Warna kulitnya sudah mulai kembali normal, beberapa bagian memang masih terlihat sedikit pink. Siang ini, dia mengamati Baekhyun dengan cermat. Chanyeol mempelajari sesuatu tentang Baekhyun.
Baekhyun sangat tidak menyukai bekerja. Setiap kali Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk melakukan sesuatu untuknya, Baekhyun selalu memberikan tatapan tidak suka padanya, walaupun itu hanya sesuatu yang sederhana seperti menyuruhnya untuk mematikan televisi. Walaupun Baekhyun menunjukan sikap tidak sukanya, dia tetap melakukanya. Chanyeol selalu melihat kamar mandinya bersih dan wangi, semua pakaianya dicuci dan dilipat dengan rapi dan dia sama sekali tidak pernah melihat keadaan villanya berantakan. Chanyeol menyadari jika semuanya dikerjakan oleh Baekhyun pada akhirnya.
Satu hal lain yang dia pelajari, Baekhyun bisa bernyanyi. Ketika Sehun sedang menggumamkan sebuah lagu di ruang tamu suatu malam. Sehun menyanyikan lagu yang kebetulan Baekhyun tahu. Saat itu juga, Baekhyun bergabung untuk bernyanyi bersamanya, suaranya sangat terdengar merdu di telinga Chanyeol ….. sebelum Baekhyun memutuskan untuk menghancurkan pemikiran Chanyeol dengan mengubah suaranya di pertengahan lagu, menjadi seperti orang tua yang sedang memiliki gangguan tenggorokan.
Saat semua itu terjadi, Chanyeol merasa sangat bodoh karena mempercayai Baekhyun memiliki suara merdu. Chanyeol harus mengingatkan dirinya sendiri jika neneknya sudah menerima orang aneh yang menyuaki cheesecake, soda, tertawa sendiri, menentangnya, dan yang tidak suka bekerja dan bersh-bersih walaupun ia tahu dapat melakukanya dengan baik.
Chanyeol mencoba untuk menggabungkan semua informasi yang didapatkanya. Sebenarnya Chanyeol mendapat beberapa informasi dari Baekhyun sendiri, dia sama sekali tidak meminta langsung darinya. Tepatnya di suatu sore setelah Baekhyun menyelesaikan tugasnya untuk mencuci semua piring kotor. Dia beranjak dari wastafel dan menggumamkan sesuatu.
"Aku benci tanggung jawab"
Chanyeol berencana untuk menanyakan mengapa ia melamar pekerjaan untuk menjadi maid nya jika dia begitu membenci tanggung jawab. Baekhyun memberinya tatapan datarnya sebelum mengatakan pendapatnya.
"Aku membenci tanggung jawab, karena itu sebuah tanggung jawab. Apa kau mengerti yang aku maksud?"
Setelah mendengar pendapatnya, Chanyeol tidak mengerti apa yang Baekhyun maksud dan menyimpulkan jika Baekhyun memang orang yang aneh.
.
.
Baekhyun tidak heran mengapa Chanyeol terus kehilangan maid. Kyungsoo dan Sehun memberitahunya bahwa semua maid perempuan Chanyeol terdahulu selalu mencoba segala cara untuk membuat Chanyeol jatuh cinta pada mereka dan menguasainya, mereka langsung dipecat saat pertama kali mencobanya.
Baekhyun berpikir berdasarkan pengalamannya selama menjadi maid, semua maid perempuan yang pergi itu sebenarnya karena mereka sadar jika menggosok dan membersihkan 5 kamar mandi yang biasa dipakai dan 3 kamar mandi yang tidak dipakai merupakan pekerjaan berat yang sangat memuakkan.
Chanyeol terlihat seperti slave master menurut pandangan Baekhyun. Yang terlihat kurang dari Chanyeol adalah sebuah cambuk, yang Baekhyun pikir pasti disembunyikan dibawah tempat tidurnya.
Baekhyun sudah bertahan selama dua minggu bekerja di villa itu, dia merasa mulai menyadari 'house dynamic' antara Chanyeol, kyungsoo, Sehun dan dirinya sendiri.
Baekhyun memperhatikan setiap pergerakan yang terjadi dalam villa itu dengan cermat, termasuk Chanyeol yang menjadi sedikit 'gay' untuk Kyungsoo. Saat pemikiran ini datang pertama kali, Baekhyun berpikir jika itu mustahil. Tapi Baekhyun mulai menyadari bahwa senyum dan tawa berat Chanyeol akan selalu menggema bersama dengan milik Kyungsoo pada setiap pembicaraan yang mereka lakukan.
Mungkin ini hanya terlihat sedikat 'bromance'. Mungkin mereka hanya dekat, atau mungkin karena pemikiran konyol ini muncul di kepala Baekhyun sehingga Baekhyun mulai melihat semua yang dilakukan Chanyeol bersama Kyungsoo terlihat begitu 'gay' bagi Baekhyun – yang terlihat sangat jelas dalam huruf besar, bold dan berwarna pelangi.
Jika Chanyeol mengedip? Dia menjadi gay untuk Kyungsoo. Jika Chanyeol menghela napas? Dia menjadi gay untuk Kyungsoo. Jika Chanyeol bersin? Dia menjadi gay untuk Kyungsoo.
Selain kecurigaan Baekhyun tentang hubungan yang dimiliki Chanyeol dan Kyungsoo di villa itu, dia juga mulai mengenal Sehun. Sehun lebih muda dari Baekhyun setelah menanyakan langsung padanya. Baekhyun mengetahui juga jika Sehun berumur 19 tahun dan memiliki latar belakang ekonomi tidak begitu baik. Hasil yang Sehun dapatkan dari pekerjaannya akan dia kirimkan untuk orang tuanya yang memiliki kehidupan yang susah, dia berpikir tidak membutuhkan uang itu karena dia sudah mendapatkan tempat tinggal dan makan di villa.
Baekhyun sangat benci bersekolah –walaupun dia merupakan salah satu lulusan terbaik- tapi dia tahu dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas akan membuka peluang yang lebih tinggi untuk mendapatkan penghasilan yang bagus saat bekerja nanti. Saat Baekhyun bertanya pada Sehun alasan mengapa sehun tidak melanjutkan pendidikanya dan memilih untuk menyirami kebun Chanyeol dan merapikan beberapa bunga, Sehun menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika dia tidak mempunyai biaya yang cukup untuk melanjutkan pendidikanya.
Suatu pemikiran mengenai Chanyeol terbesit sesaat Baekhyun mendengar jawaban Sehun. Chanyeol adalah seorang yang kaya –atau setidaknya dia memiliki banyak uang. Chanyeol bisa saja membantu membiayai pendidikan Sehun, tapi dia tidak melakukanya. Dugaan Baekhyun, Chanyeol menolak untuk membiayai Sehun karena Baekhyun tahu jika pendidikan adalah musuh utama dari seorang diktator.
Kesimpulan yang Baekhyun buat : Chanyeol tahu jika Sehun memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan menemukan peluang lainnya, maka tidak ada seorang yang akan menyirami kebunnya lagi.
Semuanya masuk akal bagi Baekhyun. Chanyeol adalah gay, memiliki sikap dictator, dan tidak suka pada pendidikan.
.
.
Dan satu hal lagi dalam villa ini, yaitu hubungan Baekhyun dengan Chanyeol.
Baekhyun menyadari orang tipe apa majikannya ini setelah sudah bekerja padanya selama beberapa waktu. Chanyeol tidak pernah menegur ataupun menghukumnya walaupun Baekhyun sering menentang Chanyeol, sangat aneh karena jika saja ada seorang maid yang melawan balik perintahnya di rumah Baekhyun dulu, maka maid itu akan langsung dipecat oleh orang tuanya.
Walaupun sering semena-mena pada Baekhyun –pada kenyataanya, Chanyeol hanya menyuruh Baekhyun melakukan tugasnya –yang Baekhyun sadari jika dia sudah mulai terbiasa dengan semuanya. Daftar tugas yang Baekhyun lakukan meliputi merapikan kasur Chanyeol, mengganti spreinya, membersihkanya dari debu- Baekhyun akan tetap melakukanya walauun dengan malas- serta membangunkan Chanyeol di pagi hari.
Tugas lainnya sama seperti maid pada umumnya,Baekhyun membersihkan setiap kamar yang ada villa itu, kecuali ruang kerja Chanyeol yang sangat berharga. Baekhyun tidak pernah menanyakan alasan mengapa ruangan itu terlarang untuknya –walaupun Baekhyun sesekali pernah melihat Sehun memasukinya untuk membicarakan sesuatu dengan Chanyeol –tapi Baekhyun tidak mempermasalahkanya. Chanyeol mungkin menyembunyikan berbagai macam jenis video porno di ruangan itu, jadi Baekhyun tidak diperbolehnkan untuk membersihkanya.
Dilihat dari rupanya, Baekhyun mengakui jika Chanyeol memiliki wajah yang tampan, walaupun dengan sunburn yang pernah dia dapatkan saat hari pertama dia bertemu dengan Chanyeol. Baekhyun terkandang akan memandangi Chanyeol, dan mengutuk gen tanpan yang dimilikinya. Pandangan Baekhyun sering berakhir dengan Chanyeol yang memandang balik padanya, kemudia rasa aneh tiba-tiba mereka rasakan, eye contact yang sangat canggung. Baekhyun langsung mengalihkan pandanganya dari Chanyeol dan menggeleng-gelengkan kepalanya, serta langsung meninggalkan Chanyeol yang bingung melihat tingkah laku aneh maidnya.
Chanyeol juga memiliki proporsi tubuh yang bagus Baekhyun mengamatinya juga. Chanyeol memiliki tubuh yang cukup terbentuk untuk sesorang yang hanya mengerjakan setiap pekerjaanya di rumah. Dia memiliki lengan yang bagus, Baekhyun menyadari saat mengoleskan krim di lengan tersebut.
Interaksi antara mereka hanya terjadi saat berargumentasi dan saat Baekhyun mencoba untuk menentang perintah Chanyeol. Suatu kali, Baekhyun mendengar Sehun mennggumamkan lagu yang Baekhyun sukai saat kuliah dulu. Baekhyun merasa teringat kembali dengan masa kuliahnya, sehingga dia memutuskan untuk ikut bernyanyi bersama, Sehun tersenyum dan melanjutkan kembali gumamanya. Setelah beberapa saat, pandangan Baekhyun beralih dari Sehun mengarah ke arah dapur tempat Kyungsoo yang sedang menyiapkan makan malam dan dimana Chanyeol akan melakukan kembali aksi gay –nya pada Kyungsoo –berdasarkan radar gay yang dimiliki Baekhyun.
Saat pandanganya tepat terkunci di mata Chanyeol, Baekhyun menyesali karena telah mengalihkan pandanganya dari Sehun. Mata Chanyeol mengarah pada Baekhyun dengan tatapan tidak biasanya. Tatapan Chanyeol sangat teduh yang sempat membuat Baekhyun tenggelam di dalamnya. Baekhyun memutuskan pandanganya segera pada Chanyeol –seperti biasanya karena dia tidak suka dengan tatapan hangat, terasa sangat emosional yang Chanyeol berikan padanya. Baekhyun mengubah suaranya, agar terdengar sangat parau dan menjijikkan. Metode ini bekerja baik, karena Chanyeol langsung mengubah ekspresinya menjadi tatapan aneh dan kerutan tercetak jelas di dahinya seakan memberikan pertanyaan pada Baekhyun tentang apa yang yang sebenarnya baekhyun lakukan.
.
.
.
Halo semuanya, maaf 3 minggu kemarin aku lagi banyak kerjaan, tapi untung aku mendapat libur dua hari, jadi baru sempet post lanjutan translate ff ini sekarang ^^
Khusus untuk yang menunggu lanjutanya, aku langsung pos 3 chapter sekalian :D
Terima kasih untuk semua komentar yang kalian berikan, dan sepertinya memang aku harus menaikan rate nya jadi "M", karena banyak kata kata yang kasar juga, terima kasih untuk masukanya ^^
Bagaimana dengan 3 chapter ini? aku tunggu tanggapanya yaaa ^^
See you next Chap ^^
