NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 6 – Radio dan Hujan

.

Langit sangat mendung dan angin berhembus sedang saat hujan mulai turun. Walaupun pantai identik dengan cuaca yang cerah dan panas 24 jam dalam seminggu, tapi Baekhyun menyukai suasana saat ini yang terlihat abu-abu karena mendung terpantul pada air laut yang bergerak bergantian ke bibir pantai.

Kyungsoo sedang memotong beberapa sayuran untuk membuat sayur berkuah sebagai menu makan malam –sesuatu yang sagat sempurna untuk cuaca seperti ini –sedangkan Chanyeol sedang berusaha mengajak Kyungsoo tetap berbicara denganya selama dia memasak. Sehun datang membawa radio tua dari gudang dan dia berencana untuk mencoba untuk memperbaikinya.

Saat Baekhyun selesai mandi, dia keluar dari kamar dengan kaos longgar dan celana piyama, walaupun saat ini sudah jelas bukan waktunya tidur. Baekhyun hanya menyukai segala sesuatu yang nyaman untuknya dan celana piyama itu sangat nyaman – seperti cardigan yang disukainya.

"Hello…" sapa Baekhyun saat dia muncul dari lorong, mengusak-usak rambutnya yang masih sedikit basah.

"Hai Baek, makan malam akan siap sebentar lagi" ucap Kyungsoo ramah.

"Oke" lanjut Baekhyun

Saat Baekhyun melewati meja makan tempat Chanyeol duduk yang mengamatinya, Baekhyun mengarahkan kepalanya ke arah Chanyeol.

"Jadi, apa masalahmu denganku sekarang, Chanyeol?"

"Pemilihan pakaian yang kau pakai, Baek" Chanyeol menjawab , dan melanjutkan tatapanya pada celana Baekhyun.

"Ini sangat bagus" sergah Baekhyun, menghentikan tatapan Chanyeol pada celana piyamanya yang longgar.

"Percakapan yang cukup menyenangkan, tapi aku harus ke ruangan di depan"

Chanyeol memutuskan untuk tidak melanjutkan argumentasinya dengan Baekhyun, karena dia yakin tidak akan bisa mengubah sikap Baekyun yang suka seenaknya itu. Chanyeol mengangguk.

"Oh, hidupkan tv juga"

"Chanel apa?"

"Chanel apa saja yang menayangkan berita"

"Pilihan yang membosankan, Chanyeol" Baekhyun berkomentar saat berjalan menjauhi Chanyeol.

"Ya! chanel berita itu informative dan mendidik" balas Chanyeol.

"Jangan bicara tantang pendidikan, kau saja tidak menerapkanya, dasar giant" gerutu Baekhyun pelan. Dia tidak berharap Chanyeol dapat mendengarnya, tapi saat Chanyeol mulai menanggapinya, Baekhyun mulai menyadari mungkin itu karena telinga lebar yang dimilikinya sehingga suara pelannya dapat terdengar jelas.

"Apa yang kau maksud, Baek?"

Baekhyun berbalik untuk memandang Chanyeol beberapa saat, dan mengangkat bahunya tanda tidak peduli.

"Kau mungkin salah dengar"

Sebelum Chanyeol dapat menyanggahnya, Baekhyun sudah membalikan tubuhnya dari wajah Chanyeol yang terlihat jengkel dan Kyungsoo yang terhibur dengan apa yang dilihatnya. Baekhyun langsung mendudukan pantatnya di sofa, tepat di samping Sehun dan memperhatikan apa yang lelaki yang lebih muda darinya, Sehun sedang mencoba menyatukan beberapa bagian terakhir dari radio tua.

"Jadi, sekarang kau berganti profersi menjadi tukang servis?" tanya Baekhyun

"Yeah, aku cukup ahli dalam hal seperti ini juga" jawab Sehun sedikit malu.

TIba-tiba terdengar suara berat Chanyeol dari arah dapur, mencoba bergabung dengan pembicaraan mereka.

"Sehun sangat hebat. Dia terkadang membantu menyelesaikan pekerjaanku"

"Terima kasih infonya"ucap Baekhyun singkat, sebelum mengalihkan perhatiannya pada Sehun.

"Pekerjaan apa yang kau bantu?"

"Membuat model dari prototype robot atau sesuatu yang seperti itu" jawab Sehun.

Baekhyun menghela napas.

"Sehun, jika kau cukup hebat dalam hal seperti ini, kenapa kau mau saja untuk menyirami kebun Chanyeol"

"Sebenarnya, Chanyeol yang mengajari semua ini, setelah menyelesaikan pekerjaanku. Jadi semacam 'give and take'" jelas Sehun.

Setelah beberapa waktu, raut muka Sehun terlihat puas dengan apa yang dia kerjakan. Dia mengalihkan pandanganya pada meja makan yang ada di dekat dapur.

"Sepertinya aku sudah berhasil menyelesaikan ini"

Chanyeol tersenyum, bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menju sofa dan berdiri tepat di hadapan sehun dan Baekhyun. Baekhyun mengangkat kepalanya dan memandang Chanyeol. Chanyeol merasakan seseorang menatap tajam padanya dan menurunkan pandanganya pada Baekhyun.

"Wae?"

"Nothing"

Jawaban Baekhyun singkat dan sebelum Chanyeol mebalasnya, Baekhyun menurunkan kepalanya dan mengalihkan perhatianya menuju Sehun, sedikit membungkuk dan mendekat dengan meletakan telapak tangan pada lututnya, melihat Sehun secara inten untuk melihat apa Sehun berhasil membuat radio tua itu bekerja dan berfungsi kembali.

Sehun merasa semua perhatian ada padanya –kecuali Kyunsoo yang ada di dapur. Sehun mengarahkan jarinya menuju tombol on, dimana radio akan berfungsi kembali jika Sehun memperbaikinya dengan benar. Tapi saat tombol on sudah ditekan, volume sudah dinaikan, tidak ada satu suarapun terdengar dari radio.

Sehun memainkan jarinya pada tombol lain untuk merubah frekuensi radio untuk sesaat, tapi tetap tidak ada suara pun terdengar. Setelah beberapa kali mencoba, raut muka Sehun berubah kecewa dan menghembaskan punggungnya ke arah sofa.

"It's allright, Sehun" ucap Chanyeol menenangkan dan berjalan ke arah dapur lagi.

Sehun tidak dapat berkata apa-apa tentang kegagalan yang dia alami. Baekhyun dapat melihat awan mendung yang ada di atas kepala Sehun. Baekhyun tidak menyukai keheningan yang terjadi karena ini, dia menjulurkan tanganya menuju radio yang ada di depan Sehun, dan mendekatkan ke arahnya.

Tanpa meminta persetujuan Sehun, Baekhyun mengambil beberapa peralatan yang Sehun gunakan sebelumnya untuk membenarnkan radio itu, membuka beberapa baut dan mmbongkar radio tua itu lagi. Baekhyun melakukan semuanya tanpa menatap Sehun –sama sekali- untuk mengetahui apa reaksinya yang mungkin akan terlihat mengerikan karena melihat apa yang dilakukan Baekhyun pada radionya.

"Apa yang kau lakukan?!" suara Sehun meninggi.

"Kau hanya akan membuatnya berantakan! Aku tidak sempat memberi label posisi dari bagian bagian dan baut itu! Akan membutuhkan waktu yang lama untuk menempatkanya di posisi yang tepat Baekhyun!"

Baekhyun tidak menghiraukan Sehun dan tetap melanjutkan untuk membongkarnya sampai sudah tidak berbentuk lagi, Sehun frustasi melihatnya melihat beberapa kabel dan bagian-bagian yang tercecer di depan mejanya.

Perhatian Chanyeol kembali teralihkan ke ruang depan karena suara tinggi Sehun dan memutuskan untuk kembali ke depan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Pada awalnya Sehun mengerutkan dahinya saat mendapati Baekhyun membuat Sehun kecewa, tapi seketika dia membeku saat melihat Baekhyun mengambil alih radio tua dan mencoba membongkar dan meneliti bagian bagianya layaknya seorang ahli.

Chanyeol sadar jika Baekhyun yang dia lihat di samping Sehun sekarang bukanlah Baekhyun yang dia lihat beberapa minggu lalu. Sifat sarkastik dan kekanakannya hilang, digantikan dengan sikap fokusnya untuk mencari kesalahan yang dilakukan Sehun. Dengan kata lain, Byun Baekhyun sedang beraksi.

Setelah melihat beberapa komponen internal radio beberapa saat, Baekhyun menyeringai.

"Yes, ketemu" ucap Baekhyun dengan sedikit bernada.

"Sehun, kau salah menyambungkan kabel…. Kabel yang seharusnya untuk tombol power kau menyabungkanya ke bagian yang seharusnya untuk kabel pengganti frekuensi radio…"

Sehun terdiam untuk beberapa saat dan akhirnya sadar.

"Oh…."

"It's ok Sehun, ini hanya kesalahan kecil" Baekhyun meyakinkan sambil mencoba memutar posisi kabel itu secara hati-hati.

"Tapi kesalahan kecilpun kadang-kadang bisa membuat semuanya menjadi sangat kacau, jadi kau harus lebih berhati-heti" ucap Baekhyun.

Baekhyun menyusun kembali bagian bagian radio itu secepat dia membongkarnya. Baekhyun memang diberikan kekuatan memory yang sangat kuat, jadi dengan mudahnya ia mengingat posisi yang tepat dari bagian bagian dan baut baut radio ke posisi semula dalam waktu singkat. Setelah memastikan bahwa baterai sudah terpasang dan menutup bagian belakang radio tersebut, dia mengarahkan lagi ke arah Sehun.

"Cobalah.."

Sehun menatap Baekhyun sekilas sebelum menggapai radio itu dan menekan tombol on, terdengar bunyi klik. Tidak lama setelah itu, tedengar suara gemeresak dari radio. Raut muka Sehun kembali ceria, dan mencoba memutar tombol untuk mengganti frekuensi beberapa kali, sampai dia berhasil mendapatkan chanel yang jelas. Sehun menggigit bibirnya sebelum mengalihkan perhatianya pada Baekhyun.

"Aku… Bagaimana kau…."

Baekhyun memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya sebelum beranjak dari sofa. Dia sengaja tidak menghiraukan pertanyaan Sehun, yang sudah dia prediksi.

"Lakukan sesuatu untukku Sehun, tolong nyalakan tv dengan chanel yang menanyakan berita. Aku ingin mencuci tanganku. Radio tua itu membuat tanganku lengket karena minyak" ucap Baekhyun menjauh dari sofa.

Saat Baekhyun sudah tidak terlihat lagi, Sehun masih tidak beranjak dari sofa. Dia memutar kepalanya ke belakang sofa tempat Chanyeol berdiri sedari tadi.

"Kau melihatnya juga kan?"

Chanyeol juga masih terpanah sebenarnya dengan apa yang barusan dia saksikan, sama seperti sehun.

"Yeah.." Chanyeol mengangguk.

Sehun berdecak dan tersenyum pada dirinya sendiri saat melihat radio yang sudah berfungsi di meja.

"Maksudku, aku saja sangat kebingungan saat membenarkan radio itu, tapi dia… aku ingin mengetahui bagaimana Baekhyun melakukanya"

Chanyeol mengangguk lagi.

"Ya, aku juga penasaran Sehun. Aku akan menanyakan langsung padanya"

Chanyeol melangkah pergi meninggalkan Sehun, menuju kamar mandi yang dimasuki Baekhyun di lorong. Chanyeol melihat Baekhyun sedang menggosok tangannya dengan cepat, sedikit bermain dengan busa sabun di tanganya. Chanyeol tetap ditempat, menunggu sampai Baekhyun menyadari keberadaanya, tapi saat Chanyeol melihat Baekhyun akan meniup busa yang ada ditanganya, Chanyeol sadar jika Baekhyun tidak akan pernah menyadari keberadaanya.

"Baekhyun…"

Baekhyun mengempiskan pipinya menoleh saat mendengar suara berat memanggilnya.

"Exuse me? Kau tidak bisa melihatnya? Bagaimana jika aku sedang buang air?"

"Pintunya terbuka, dan kau mengatakan hanya akan mencuci tanganmu saja"

"Jawaban yang bagus" ucap Baekhyun santai.

Chanyeol menyilangkan lengan di dadanya. Dia tidak ingin berdebat dengan Baekhyun mengenai hal sepele seperti sopan santun untuk mengetuk pintu.

"Kau tahu Baek, yang barusan kau lakukan pada radio tua itu luar biasa"

"Aku tahu" ucap Baekhyun dengan mengarahkan tanganya pada keran untuk membasuhnya.

"Bagaimana kau melakukanya?"

Baekhyun mengangkat bahunya.

"Itu hanya radio dengan beberapa baut, anak kecil pun dapat melakukanya"

"Sehun cukup ahli untuk membongkar dan membenarkan hal semacam itu" ucap Chanyeol sambil menyandarkan punggungya pada pintu "tapi radio yang kau benarkan barusan memiliki tiga puluh sekrup dan baut yang tidak berlabel, Baekhyun"

"So?" ucap Baekhyun sambil mengusap kedua tanganya.

Chanyeol berhenti sejenak.

"Aku meremehkan keahlianmu, Baekhyun. Jadi kenapa kau tidak memberitahuku jika kau juga mengetahui satu atau beberapa hal mengenai mesin?"

Baekhyun mematikan keran dan mengibaskan tanganya.

"Itu hanya sebuah radio, Chanyeol"

"Radio tua yang antik, Baek" tegas Chanyeol dengan memperhatikan Baekhyun seksama.

"Aku dan Sehun bahkan harus ke perpustakan untuk mengetahui mekanisme kerja mesin tua itu"

Baekhyun mengangkat alisnya.

"Well, jika saja kau langsung datang ke tempat penjual barang antik, mungkin kau tak perlu pergi ke perpustakaan" kata Baekhyun sambil mengusap tangan di handuk yang ada di kamar mandi itu.

"Aku hanya menyukai barang barang tua, mungkin aku sudah terbiasa dengan itu. Aku juga sebenarnya tidak tahu."

"Tapi, pertunjukan hebatmu barusan bukan hanya itu, Baek. Kau juga memiliki ingatan yang bagus. Aku tidak menyangka orang sepertimu bisa melakukanya"

Baekhyun tertawa.

"Kau tidak menyangka? Apa maksudmu? aku seperti orang bodoh?"

Chanyeol mengangkat bahunya.

"Entahlah, selama ini kau tidak pernah berkata atau melakukan hal yang terlihat cerdas. Semua yang kau lakukan hanya berdebat denganku, bermalas-malasan, berbicara dengan Sehun dan Kyungsoo serta tidur."

Baekhyun ingin membuka mulutnya untuk menyanggah perkataan Chanyeol, tapi akhirnya dia sadar apa yang dikatakan Chanyeol benar. Akan tetapi Baekhyun tetap ingin mengatakan sesuatu mengenai dirinya. Baekhyun menyangkal pujian Chanyeol sebelumnya.

"Whatever, sekdar info bahkan aku tidak ingat apa yang Kyungsoo masak kemarin malam"

"Apa yang ingin kau buktikan?"

Baehyun tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Chanyeol.

"Untuk membuktikan jika aku tidak mempunyai ingatan yang baik" balas Baekhyun.

Baekhyun berdiri tepat didepan Chanyeol, bahkan dada mereka hampir bersentuhan.

"Bisakah kau minggir" ucap Baekhyun dengan mengangkat kepalanya.

"Baekhyun, kau sudah menjadi terlalu shady" Chanyeol memperingati.

Baekhyun berdecak, memutar bola matanya.

"Hanya karena berhasil membenarkan radio dan otomatis kau menganggapku menjadi shady."

Baekhyun mencoba melewati Chanyeol dengan mengambil jalan di sisi lain, tapi Chanyeol menghalanginya. Chanyeol memegang bahu Baekhyun, mencoba mensejajarkan diri tepat di depan Baekhyun.

"Aku hanya ingin jawaban"

"Tidak semua pertanyaan ada jawabanya!" Baekhyun mengerutkan dahinya, frustasi dengan tingkah Chanyeol.

"Pertanyaan seperti mengapa kau memiliki nipple seperti pepperoni? Tidak ada yang yang tahu! Mengapa kau suka merampas pendidikan dari seorang anak muda? Tidak ada yang tahu!"

Chanyeol mencoba mencerna perkataan Baekhyun.

"Sial! Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?"

Baekhyun menggelengkan kepalanya, tidak suka.

"Bolehkan aku pergi dari sini? pleaseee?" pinta Baekhyun, mencoba bersikap lebih sopan.

"Baekhyun-"

"Aku lapar."

"Aku hanya ingin mendengar-"

"Aku lapa-"

"Sial! Pergi makan sana!" teriak Chanyeol dengan sedikit bergeser memberi Baekhyun jalan dan mengarahkan tanganya ke dapur.

"Kau…argh! curang! Baekhyun , kau sungguh curang!"

Baekhyun berjalan keluar dari kamar mandi, dan menyeringai pada Chanyeol.

"Mungkin, tanganku memang ahli dalam hal membuat sesuatu berfungsi lagi"ucap Baekhyun sebelum berputar dan menghadapkan punggungnya pada Chanyeol.

Chanyeol melihat kepergian Baekhyun di lorong. Chanyeol menyadari beberapa saat jika dia harus meningkatkan level permainannya, apabila dia ingin mengetahui alasan sebenarnya Baekhyun ada di villa itu. Chanyeol tidak tahu apakah Baekhyun bekerja padanya karena murni ketidak sengajaan atau berniat untuk mencuri ide dan desain perusahaan tepat di depan matanya. Oleh karena itu, Chanyeol akan terus berusaha untuk mencari tahunya.

Setelah perdebatan singkatnya dengan Baekhyun, Chanyeol menyadari jika dia tidak dapat mengbongkar informasi langsung dari Baekhyun dengan mudah, jadi dia memutuskan untuk menggunakan sebuah perantara. Sesuatu yang dapat dia gunakan untuk mengalahkan Baekhyun dalam permainan ini dan membuatnya berlutut padanya serta sukarela untuk membeberkan semua rahasianya. Chanyeol mengetahui pasti apa perantara yang dapat melakukan sembuat itu.

Alcohol.

.

.

.

Terima kasih untuk semua komentar yang kalian tinggalkan ^^ Oh iya untuk complicated last chap, ditunggu ya, belum slese editnya, mungkin akhir bulan baru aku pos ^^

Mind to review on this chapter?

See you next Chap ^^