NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 7 – Dough (Adonan)

.

Butuh satu minggu bagi Chanyeol untuk mewujudkan rencananya, tapi justru saat waktu untuk menginterogasi Baekhyun datang, malah membuat Chanyeol lebih gugup untuk menjalankan rencana barbarnya membuat Baekhyun mabuk ini.

Hembusan angin yang segar menerpa masuk ke dalam rumah itu karena beberapa jendela terbuka. Sehun telah menyelesaikan pekerjaanya dan memasang ayunan yang dia ambil dari dalam rumah ke pohon yang terlihat kuat di luar. Kyungsoo sedang beristirahat di kamarnya, karena suasananya memang tepat seakan angin yang masuk memang sedang meninabobokannya sehingga dia terlelap dengan mudah.

Keadaan rumah ini sedikit sepi. Bahkan Chanyeol dapat mendengar pijakan kakinya pada lantai kayu berwarna gelap saat berjalan kembali dari ruang rengah. Chanyeol melewati beberapa pintu, sampai dia berhenti tepat di depan pintu kamar Baekhyun, yang anehnya sangat senyap karena Baekhyun pasti selalu membuat keributan dalam keadaan normal.

Ketika Chanyeol berniat mengetuk pintu Baekhyun, dia sadar ternyata pintunya sedikit terbuka sehingga dia memutuskan untuk mngintip dengan sedikit mendorong pintu itu. Saat pintu terbuka, dia melihat Baekhyun terbaring di kasurnya.

Chanyeol berusaha membuat sedikit suara saat membuka pintu itu lebih lebar. Baekhyun memakai baju casual hari jumatnya, padahal jelas jelas hari ini adalah hari rabu. Dia memakai sesuatu yang biasa Chanyeol pakai di pagi hari dan Baekhyun kembali dalam mode tidak perdulinya.

Baekhyun hanya memakai boxer yang terdapat tulisan 'superstar!' di seluruh bagian permukaanya. Bagi Chanyeol, tidak ada keraguan dalam pikiranya jika Baekhyun pernah menganggap dirinya sebagai superstar sama sekali. Walaupun bagian bawah Baekhyun hanya tertutup dengan boxer sangat pendeknya, Baekhyun memakai kaos abunya yang dipadukan –tentunya- dengan salah satu cardigan kesukaanya.

Jika Chanyeol diberi kesempatan untuk menilai selera fashion Baekhyun, pasti dia akan memberikan nilai terendah untuk Baekhyun. Chanyeol mengerti jika pakaian itu membuatnya nyaman, tapi jika boleh berpendapat, Chanyeol akan menilai jika pakaian atas Baekhyun memang fashionable, tapi pasti ada kesalahan untuk pakaian bagian bawah yang dipilihnya. Chanyeol tidak mengerti pemikiran Baekhyun sama sekali.

Bukan hanya penampilan Baekhyun saja yang menarik perhatian Chanyeol sampai keningnya berkerut menatap pria aneh di depanya ini. Sebuah fakta terlihat jelas yaitu Baekhyun terlentang dengan melebarkan tangan dan kakinya terbuka sempurna. Chanyeol mundur beberapa langkah saat menyadarinya. Pria di depanya ini terlihat seolah sudah menyerah dengan kehidupanya. Karena hal itu bukan saja terlihat dari posisi tubuh Baekhyun tapi juga karena posisi buku yang berada di atas menutupi wajahnya.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. Byun Baekhyun adalah seorang yang genius dengan berbagai mesin dan diberkahi dengan ingatan yang bagus. Disisi lain, Baekhyun adalah maidnya yang pemalas dengan selera pakaian yang perlu dipertanyakan, seorang yang bahkan tidak peka jika susu di kulkas sudah kadalwarsa walaupun sudah diberitahu dan berakhir dengan meminumnya juga.

Chanyeol menghela napas panjang, memutuskan untuk mengetuk pintu maidnya tersebut. Dia tidak tahu jika Baekhyun memang tertidur atau sedang dalam mode anehnya lagi, dan dengan mengetuk pintu ini adalah cara yang tepat untuk mengetahuinya. Tidak beberapa lama, dia mendengar erangan Baekhyun.

"Please, jangan menyuruhku untuk membersihkan kamar mandi lagi, tolong pergi dari kamarku" ucap Baekhyun lemah.

Chanyeol menggeram mendengar respon lemah Baekhyun. Dia berjalan mendekat menuju kasur Baekhyun, menunduk dan mengambil buku dari wajah Baekhyun dan langsung mendapat tatapan tajam tepat mengarah padanya.

"Apa yang kau lakukan?" gerutu Baekhyun.

Chanyeol menangkap tatapan Baekhyun dan segera mengalihkanya.

"Mengambil buku dari wajahmu - buku tentang apa ini?" Chanyeol berusaha memutuskan eye contact dengan Baekhyun dengan melihat buku itu, dan membaca judulnya.

"Once a Princess?" gumam Chanyeol.

"Bisakah aku mendapat bukuku kembali?" ucap Baekhyun dengan raut muka sebal sambil mengulurkan tangan kirinya.

Chanyeol tidak menghiraukan permintaan Baekhyun, dia tetap mengamati buku yang ada ditanganya.

"Ini novel romance?"

"Apa itu menganggumu?"

Keputusan Chanyeol untuk membuka buku itu ke halaman selanjutnya adalah sebuah kesalahan. Terpampang gambar seorang pria dan wanita yang sedang berpelukan secara erotis di halaman kedua. Chanyeol menggigit bibirnya sebelum menutup buku itu.

"Ini novel…mmmm"

"Milikku, novel itu milikku, Chanyeol" jelas Baekhyun.

Chanyeol mengulurkan novel itu pada Baekhyun.

"Pemilihan genre novelmu sungguh menarik"

Baekhyun menaruh buku itu ke meja di samping kasurnya.

"Whatever! Jadi apa yang harus aku lakukan sehingga kau sampai mendatangi kamarku?"

Chanyeol mengamati sekitar kamar, dan melihat kursi di dekat meja. Menariknya mendekat, sehingga tepat di samping kasur Baekhyun. Jarak antara mereka sangat dekat –sampai Baekhyun harus menggeser tubuhnya sebelum duduk menyilang tegak.

Ketika keduanya sudah dalam posisi yang nyaman, tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan untuk memecahkan kecanggungan di antara mereka. Baekhyun sedang memandang Chanyeol dan Chanyeol juga sedang memandang Baekhyun. Tak ada satu katapun yang keluar. Keduanya hanya memandang satu sama lain dan menunggu salah satu dari mereka untuk memulai mengatakan sesuatu.

Baekhyun mendongak keatas dan membuat matanya memandang langit-langit sebelum mengeluarkan suaranya.

"Chanyeol, kau tidak menjawab pertanyaanku."

Barulah Chanyeol ingat jika Baekhyun menanyakan sesuatu padanya. Menampar dirinya sendiri karena melupakanya secara tidak langsung, Chanyeol mengatakan seolah dia memang terlihat lupa.

" Ah, yeah…. Aku datang untuk menanyakan apa yang kau inginkan untuk malam malam."

Baekhyun memberikan tatapan curiganya.

"Sesuatu yang memang layak untuk dimakan…."

Saat Chanyeol menatap balik padanya, Baekhyun mencoba melanjutkan perkataanya sebagai usaha pertahanan dirinya.

"Aku tidak yakin apakah ini pertanyaan jebakan. Jika aku mengatakan 'aku bisa memakan apapun' maka mungkin saja kau akan memberiku daun dan batang malam ini."

Chanyeol mengerutkan dahinya.

"Berhentilah… aku serius menanyakanya." ucap Chanyeol sambil menyilangkan tanganya di depan dada dan menyenderkan punggungya ke kursi.

"Katakan apa yang ingin kau makan."

Baekhyun tidak langsung menjawabnya.

"Kau tidak usah repot-repot. Aku akan langsung memberitahu Kyungsoo apa yang aku inginkan nanti" Baekhyun menguap "Jadi, biasakah kau pergi sekarang karena aku-"

"-tidak, hanya katakan saja padaku apa yang kau inginkan untuk makan malam nanti, Baekhyun" sela Chanyeol.

Baekhyun terdiam sesaat.

"Aku sudah mengatakanya. Aku akan memberitahu langsung Kyungsoo nanti-"

"Kyungsoo tidak di sini malam ini, Baek."ucap Chanyeol tenang pada pria yang masih ada di atas kasur "Sehun juga."

Baekhyun memutar bola matanya, sebelum membawa tubuhnya berbaring kembali ke atas kasur, membawa wajahnya menghadap bantal, kemudian memutar dan menghadap ke arah Chanyeol lagi.

"Bisakah aku tidak di sini juga malam ini?"

"Tidak" tegas Chanyeol.

"Kenapa tidak?"

"Karena aku memang selalu memberi mereka libur satu malam penuh dalam satu bulan untuk melakukan apa yang mereka inginkan" ucap Chanyeol. "mereka biasanya mengunjungi keluarga mereka dan tidak akan kembali sampai tengah malam atau besok paginya" jelas Chanyeol sambil memegang bagian kasur Baekhyun. "Tapi karena kau pekerja baru di sini – dan fakta bahwa kau tidak memiliki rumah sebelum kau mendapat pekerjaan ini –aku pikir jika kau lebih baik tetap tinggal di rumah dan kita akan mencoba mengenal satu sama lain lebih baik malam ini."

"Kau ingin menghabiskan waktumu bersama maid priamu - semacam bonding time?"

Chanyeol menggigit lidahnya. Dia tidak ingin melakukan bonding time dengan Baekhyun. Dia hanya ingin menginterogasinya, tapi apapun itu akan dia lakukan.

"Ya…Bonding time" ucap Chanyeol, memberikan senyuman kecil pada Baekhyun.

Baekhyun menatap Chanyeol.

"Menjijikan" jelas Baekhyun dengan helaan."dan tolong jangan tersenyum padaku"

Larangan Baekhyun justru membuat Chanyeol tersenyum lebih lebar, tepatnya untuk membuat Baekhyun terganggu.

"Orang-orang menyukai senyumanku loh"

"Oh, apa itu yang mereka katakan padamu?" Baekhyun menatap Chanyeol tajam. Baekhyun tidak bisa menahan tawa atas sikap sarkasmenya sendiri, Baekhyun menghadapkan wajahnya ke bantal sesaat, menertawakan dirinya sendiri untuk sementara waktu.

Chanyeol menatap Baekhyun tajam, tapi dia melembutkan kembali tatapanya saat Baekhyun menatapnya balik.

"Sungguh Baek, katakan padaku apa yang kau inginkan untuk makan nanti. Aku akan memasakanya untukmu"

Baekhyun tidak mengalihkan pandanganya ke arah lain kali ini. Dia hanya tertawa tepat di depan Chanyeol.

"Aku tidak akan membuatmu memasakan makanan untukku, Chanyeol. Pertama karena aku tidak ingin memakan sesuatu yang aneh- kemungkinan rasa makanan yang kau masak. Dan kedua, aku belum siap untuk mati karena kemungkinan besar kau akan meracuniku" ucap Baekhyun, masih dengan kekehanya sampai membuat air matanya keluar "jadi, aku yang akan masak untuk makan malam nanti" lanjut Baekhyun.

"Bagaimana aku harus mempercayai jika makanan yang kau masak juga tidak berasa aneh dan beracun?" ejek Chanyeol

"Karena, jika kau mati, aku tidak akan mendapat bayaranku lagi, yang akan membuatku tidak bisa membeli beberapa buku – lebih buruknya, aku tidak akan bisa membeli cardigan baru lagi" jawab Baekhyun.

Chanyeol memutar bola matanya, dan mengela napas.

"Sebenarnya apa hubunganmu dengan cardigan sialan itu?"

Baekhyun kembali dalam posisi duduknya dan memberi seringaian pada Chanyeol. Dia menurunkan kakinya ke lantai jadi dia tepat berhadapan dengan Chanyeol. Baekhyun berusaha menjelaskan dengan tanganya.

"Aku sudah mengatakan alasanya padamu. Kaos dan Cardigan adalah perpaduan yang sempurna, yang menggambarkan jika aku adalah seorang yang ka-"

"Kasual" Chanyeol melanjutkan, mengingat penjelasan yang pernah didengarnya "ya kau sangat kasual - dan memang sesuai denganmu. Saking kasualnya, kau hanya memakai boxer sekarang."

Baekhyun langsung berdiri tepat di depan Chanyeol setelah mendengar penilaian tentang cara berpakaianya. Chanyeol harus mengangkat wajahnya agar mengarah tepat ke wajah Baekhyun karena dia dalam posisi duduk, jika tidak maka dia kan berhadapan langsung dengan tubuh bagian bawah Baekhyun.

"Apa yang salah dengan pilihan pakaianku?" tanya Baekhyun, menyentuh kain dari pakaian bawahnya "boxer ini memiliki warna yang bagus, dan sangat nyaman untukku. Sungguh tepat dipakai saat keadaan berangin seperti sekarang, jadi semua bagian yang ada dilamnya akan mendapatkan kesegaran -"

"Uh-"

"- aku tidak merasa terjepit ataupun tertekan seperti yang aku rasakan saat berjalan seharian penuh dengan jeans sialan di—"

"Baek-"

"-jadi katakan, apa yang salah dengan memakai boxer di kamarku sendiri" tuntut Baekhyun, menaruh sebagian besar berat tubuhnya di salah satu kaki, dengan menyilangkan lenganya.

Chanyeol mengerutkan dahinya bersamaan dia juga merasa berada dalam kondisi yang canggung. Tujuan utamanya yaitu berencana untuk menanyakan makanan apa yang Baekhyun inginkan malam nanti dan sekarang posisinya sedang duduk di kursi dan Baekhyun sedang memberikan informasi mengenai bagian dalam boxernya yang mendapatkan 'kesegaran'. Semuanya tidak berjalan dengan apa yang dia rencanakan.

Chanyeol berusaha menjawab pertanyaan Baekhyun dengan tetap mempertahankan rasa tidak bersalahnya.

"Ini hanya pendapatku saja. Setidaknya pakailah celana piyamamu"

"Aku sedang berada dikamarku sendiri, Chanyeol" tegas Baekhyun "Aku tidak berharap seseorang datang mengunjungiku di sini" ucap Baekhyun sedikit frustasi sambil menghela napas. Kemudian dia menurunkan pandanganya ke arah Chanyeol.

"Sejujurnya tidak ada yang salah dengan ini" ucap Baekhyun, mengarahkan tanganya ke boxer 'superstar'nya.

"Aku tidak akan mengalami 'boner',oke? jika itu yang kau khawatirkan. Penisku tidak akan tegang seenaknya seperti adonan kue, dan mencuat keluar dari sedikit lubang boxerku ini, bahkan memanggil-manggilmu"

Demi Tuhan! Chanyeol ingin mati saat itu juga. Penggambaran yang Baekhyun berikan sangat ekstrim. 'Boner' yang mencuat seperti adonan? Bahkan memanggilnya? Chanyeol tidak dapat mempertahankan tatapanya tetap pada wajah Baekhyun. Dia menurunkan pandanganya tepat mengarah di tempat mana apabila Baekhyun mengalami 'boner'. Chanyeol tidak menyukai situasi seperti sekarang. Dia bingung untu memilih menatap wajah Baekhyun atau menatap penisnya. Tidak ada satu pilihanpun yang dia sukai.

Chanyeol memundurkan kursinya, sehingga dia tidak bergitu dekat dengan Baekhyun, Chanyeol bangkit dan berniat untuk keluar.

"Oke! aku mengerti! Jika 'bola' mu merasakan kesegaran dan itu membuatmu moodmu membaik. Baiklah. Pakailah apapun yang kau inginkan!"

"Kau bisa mengeluarkkan daging dari kulkas untuk makan malam" ucap Baekhyun, saat Chanyeol mulai berjalan keluar. Chanyeol memutar kembali tubuhnya.

"Kau akan memasaknya malam ini? "

Baekhyun menggeleng, dia duduk lagi di atas kasurnya.

"Aku yang akan memberi bumbu pada daging itu, dan kau yang akan keluar untuk memanggangnya"

Chanyeol ingin menentang usulan Baekhyun, tapi dia mengnigat rencanya. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk menuruti apa yang Baekhyun inginkan demi mempermudah rencananya.

.

.

Tepatnya jam lima lebih tiga puluh menit saat Sehun dan Kyungsoo memakai sepatunya untuk bersiap pergi. Baekhyun sudah mengganti pakaian bawahnya dengan yang lebih layak, yang membuat Chanyeol bersyukur dalam diam saat keluar dan melihatnya memakai celana jeans

Baekhyun sedang tertawa dengan Sehun sambil memainkan rambutnya di pintu depan. Sehun mencoba menolak Baekhyun, tapi dia tidak pernah serius untuk menjauhkan tangan Baekhyun dari rambutnya. Candaan Baekhyun dan Sehun terhenti, segera Sehun memakai topinya untuk menutupi rambutnya yang berantakan karena ulah Baekhyun saat Chanyeol mulai bergabung dengan ketiganya.

"Baek, aku akan kembali dalam beberapa menit" ucap Chanyeol sambil memakai sepatunya "Aku hanya mengantar mereka di terminal."

"Oke.." Kemudian Baekhyun menghadap Kyungsoo dan Sehun bergantian. "Berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk sampai di rumah?"

Kyungsoo tersenyum, mengeratkan peganganya pada ransel kecil pada punggungnya saat menatap Baekhyun. Ranselnya penuh dengan hadiah kecil yang Kyungsoo siapkan, Baekhyun menduga untuk sepupunya yang masih kecil.

"Butuh waktu sekitar 30 menit dari terminal untuk menuju rumahku"

"Waktu tempuh ke rumahku sekitar 45 menit" lanjut Sehun dengan memasukan jarinya ke saku celana. "Kyungsoo dan aku menggunakan bis yang sama, hanya dia turun lebih dulu. Saat kembali ke villa, Aku yang lebih awal berada di bis, lalu Kyungsoo menyusul kemudian. Kami akan mengusahakan untuk kembali lebih cepat. Sebenarnya aku lebih menyukai di sini. Jadi aku tidak begitu sering pulang."

"Aku hanya tidak suka membuat kalian kelaparan, jadi aku akan berusaha untuk kembali tengah malam nanti. Seseorang dibutuhkan untuk membuat sarapan" jelas Kungsoo.

Baekhyun ingin merespon mereka, tapi Chanyeol sudah selesai menggunakan sepatunya dan membuka pintu. Jadi, Baekhyun hanya memberi mereka senyuman dan mengangkat tanganya "Jadi, sampai jumpa malam nanti, mungkin"

"Kami akan mengusahakanya'" balas Sehun "setidaknya aku akan mencoba dulu"

Saat Sehun dan Kyungsoo sudah keluar dari rumah sepenuhnya, Chanyeol berputar untuk menghadap Baekhyun yang sedang menyenderkan punggungnya di pintu.

"Ingat, tugasmu hanya memberi bumbu saja. Jangan mencoba untuk memanggangya sebelum aku kembali. Aku tidak ingin melihat rumahku terbakar saat kembali. Tapi jika memang harus terbakar, maka aku harap kau ada di dalamnya."

"Tidak sopan"

Chanyeol mengangkat bahunya tanda dia tidak perduli, dia berputar dan mengikuti Sehun dan Kyungsoo menuju mobilnya.

"Pastikan pintu selalu terkunci! Jangan mendengar musik terlalu keras sehingga membuatmu tidak mendengar kemungkinan property yang rusak! Jangan membuka pintu untuk orang asing. Jangan—Kau tahu, Baek? yang harus kau lakukan hanya beri bumbu pada daging saja. Ingat, hanya beri bumbu dan cukup diam ditempatmu."

Saat Baekhyun mendengar larangan larangan yang Chanyeol katakan, dia hanya tersenyum dan mengangguk. Bahkan saat Chanyeol sudah masuk kedalam mobilnya, Baekhyun masih menganggu-anggukan kepalanya sehingga mendapatkan tatapan penuh tanya dari Chanyeol saat mobil sudah berjalan keluar.

Baekhyun berencana untuk mempermainkan Chanyeol, dia melambaikan tanganya dan melangkah mundur untuk kembali masuk ke dalam tanpa menutup pintunya Baekhyun berusaha bersembunyi pada dinding di dekat pintu masuk dan mencoba mengintip keluar. Tidak beberapa lama Baekhyun mendengar teriakan Chanyeol yang keluar dari jendela mobil yang dikendarainya.

"Pintunya! Tutup pintunya, Sialan!"

Baekhyun tertawa, dan kembali ke pintu depan untuk menutupnya dengan benar.

.

.

Sehun tidak dapat menahan tawanya di kursi belakang.

"Dia melakukanya dengan sengaja"

.

.

Ketika Chanyeol kembali ke rumah lima belas menit setelahnya, dia berjalan masuk dan melihat Baekhyun sedang melakukan pekerjaan dengan benar di dapur. Di ujung meja, Chanyeol melihat Baekhyun sudah menanak nasi di rice cooker.

Chanyeol bergabung dengan Baekhyun di dapur. Baekhyun tentunya tidak menyapa kedatangan Chanyeol seperti maid pada umumnya –orang normal- pada umumnya. Baekhyun hanya menyuruh Chanyeol untuk keluar dan menyiapkan alat pemanggang.

Chanyeol tidak menentang perintah Baekhyun. Dia berjalan menuju lemari di kamarnya untuk mengambil jaket agar melindunginya dari hembsan angin malam yang dingin. Saat dia kembali, dia melihat Baekhyun sudah selesai merendam daging dalam bumbu, tapi belum sempat untuk mencuci tanganya.

Baekhyun memutuskan untuk berjalan ke arah Chanyeol, dan mengusapkan tangan kotornya tepat di wajah Chanyeol. Chanyeol terpaku untuk beberapa saat merasakan kelembapan yang dia rasakan di pipinya.

Tawa Baekhyun menggelegar, menyadarkan Chanyeol dari keterpakuanya. Dia mencoba meraih tangan Baekhyun dan menariknya –berencana untuk mencekiknya juga- tapi Baekhyun dapat menghindar dari cengkraman Chanyeol.

Chanyeol berakhir dengan mengejar Baekhyun dengan mengelilingi meja beberapa kali. Pengejaran berahir saat Baekhyun terpelet cairan cuka yang dia tumpahkan beberapa waktu lalu. Saat Baekhyun berusaha menahan tubuhnya agar tidak jatuh, tapi karena tanganya masih basah dan lengket, akhirnya Baekhyun terjatuh dengan posisi dengan wajah mencium lantai.

Saat melihat kemalangan yang diderita Baekhyun, Seketika terdengar suara tawa Chanyeol meledak.

.

.

.

Saya akan berusaha untuk mentrasnlate semua chapter ^^

Mind to review?

See you on saturday ^^