NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 10 – Mange Une Bite
.
Chanyeol terlihat seperti seorang pembunuh jika dilihat dari samping. Tanganya sedang mencengkram erat mug dan tatapanya tajam mengarah pada meja makan, terlihat jika pikiranya sedang tidak di tempatnya dan berada bermil-mil jauhnya. Kyungsoo harus mengalihkan pikiran Chanyeol tiga kali, barulah dia berhasil mendapatkan perhatian Chanyeol. Ketika perhatian Chanyeol sudah teralihkan, dia memandang Kyungsoo yang sedang berdiri di belakang bak cuci piring.
"Maaafkan aku," ucap Chanyeol, masih belum sepenuhnya focus. "Apa yang barusan kau katakan?"
"Aku mengatakan," ulang Kyungsoo sambil mengelap meja dapur, "saat aku membersihkan dapur, aku menemukan telfon genggammu di salah satu kursi" Kyungsoo menyalakan keran dan mencuci tanganya. Lalu dia mengelapnya sampai kering sebelum berjalan meninggalkan counter dapur dan mendekati Chanyeol, mengambil telfon genggam dari salah satu sakunya. "Apapun itu, aplikasi perekam yang kau gunakan sudah mencapai batas limit."
Chanyeol mengambil telfonya dari Kyungsoo, dan sedikit terlihat kecewa saat melihatnya. Telfon itu seakan pengingat mengenai apa yang sudah terjadi malam tadi. Dia tidak dapat menghapus hasil rekamanya, karena itu adalah salah satu informasi penting, tapi di sisi lain informasi penting dalam rekaman seakan mengejek padanya.
"Kau tahu," ucap Kyungsoo setelah beberapa saat melihat Chanyeol mengerutkan dahinya saat memandang telfon genggamnya, "Aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi saat aku dan Sehun tidak berada di rumah ini."
Chanyeol berdecak sambil meletakan telfonya ke bawah. "Sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi."
Kyungsoo menolehkan kepalanya, memastikan jika tidak ada seorangpun selain mereka yang mendengarnya. "Mungkin, aku hanya tertarik dengan apa yang terjadi pada dapur, jadi aku harap kau tidak keberatan, jika aku sudah mendengarkan apa yang ada dalam rekaman itu."
Chanyeol berkedip. "Rekaman?"
Kyungsoo mengangguk."Bahkan aku mendapatkan sesuatu yang lebih dari rekaman itu, sungguh"
"Jadi kau sudah mendengar Baekhyun membicarakan masalah pribadinya?"
"Aku mendengar kalian berdua berbicara, lalu aku mendengar kalian berdua melakukan sesuatu yang lain." ucap Kyungsoo cuek. Dia menarik kursi mendekat, dan duduk diatasnya. "Tapi yang membuatku lebih penasaran-"
"-tidak terjadi apapun antara aku dengan Baekhyun," keluh Chanyeol. Dia mendorong mug kopinya menjauh. "Kami hanya-"
"Bukan mengenai itu," sela Kyungsoo. "Yang aku maksud itu Baekhyun dan sedikit interogasimu padanya." Kyungsoo menunduk beberapa saat. "Baekhyun seperti dari keluarga yang terpandang, Chanyeol."
Chanyeol terdiam beberapa saat sebelum mengangguk. "Ya, memang benar…."
"Kenapa kau berpikir seperti itu?"
Chanyeol mengerutkan bibirnya. Dia memandang Kyungsoo, koki nya, seorang yang sudah lama bekerja untuknya sejak pertama kali pindah ke rumah ini. Kyungsoo adalah seorang teman baginya. Dia dapat dipercaya. Oleh karenanya, Chanyeol memutuskan untuk memberi tahu rahasia besarnya.
"Dia Byun Baekhyun." Chanyeol menunggu reaksi Kyungsoo, tapi Kyungsoo masih saja terlihat bingung. "Anak laki laki dari keluarga yang aku ceritakan padamu."
Kyungsoo membeku beberapa saat sebelum menautkan alisnya. "Keluarga yang kau temui beberapa minggu lalu?" Kyungsoo baru mendapatkan benang merahnya. "Byun Baekhyun. Anak dari keluarga yang memiliki perusahan Byun enterprise….."
Chanyeol mendecakan lidahnya. "Yep"
"Wow, oke," Kyungsoo masih sedikit terkejut mendengarnya. "Jadi, mari kita liat apa yang aku pikirkan benar atau tidak. Baekhyun adalah salah satu seorang yang menjadi bagian dari perusahaan yang diketahui mencuri salah satu seorang intelejen perusahaanmu. Dia adalah putra dari keluarga yang kau temui beberapa minggu yang lalu yang akan membicarakan mengenai perjodohan denganmu, jadi dia kelak akan menjadi saudara iparmu…"
"Ya, ya, tidak." Chanyeol menolehkan pandanganya ke jendala kaca belakang sehingga dia dapat melihat Baekhyun sedang berdiri di samping Sehun yang sedang menggemgam selang air untuk menyirami halaman seperti biasanya. Chanyeol berpikir jika Baekhyun tidak seharusnya berdiri terlalu dekat dengan Sehun, seseorang yang sudah melihatnya telanjang malam tadi.
Mengikuti pandangan Chanyeol, Kyungsoo bertanya. "Apa maksud dari kata 'tidak' ?"
"Kau liat seorang yang suka bersikap kasar dan menyebalkan di sana? Byun Baekhyun? Dia tidak akan menjadi sudara iparku." Chanyeol menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya. "Dia yang akan menjadi pengantinku."
"Mata Kyungsoo membesar bahkan terlihat akan keluar dari tempatnya. "Pengantin!?" Kyungsoo berhenti. "Chanyeol, jadi apa yang sebenarnya dia lakukan di sini? Mengapa dia bekerja sebagai maid-mu? Sudah berapa lama kau mengetahuinya?"
Chanyeol menyadari pasti pertanyaan itu akan dia dapatkan seiring dengan pemaparan rahasianya, tapi dia sudah mempersiapkan semuanya. "Apa yang dia lakukan di sini? Aku juga belum mengetahuinya, tapi dari beberapa pertanyaan yang aku tanyakan semalam, aku pikir dia berakhir di sini juga karena sebuah ketidaksengajaan setelah dia melarikan diri dari rumah. Aku masih belum meyakini jika dia memiliki motif lainnya, tapi aku pikir tidak ada…." Chanyeol menghela nafas. "Aku mengetahuinya pada hari pertamaku bertemu denganya. Wanita tua itu yang memberitahuku setelah melakukan beberapa pemeriksaan pada latar belakangnya."
"Aku memang sempat berpikir jika dia terlihat familiar… tapi aku tidak tahu dimana aku pernah melihatnya." Chanyeol menyenderkan punggungya pada sandaran kursi dan melipat lenganya. "Fotonya yang pernah aku lihat tidak baru. Foto yang mereka berikan padaku sepertinya diambil saat Baekhyun masih SMA, tapi tetap saja, aku hanya melihatnya sekilas satu tahun yang lalu."
"Apa dia tahu siapa kau sebenarnya?"
"Chanyeol mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu., tapi sepertinya tidak."
.
.
Butuh sepuluh menit bagi Baekhyun untuk membuat situasinya dengan Sehun tidak canggung karena sudah melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. Dia membicarakan berbagai hal mengenai makanan dan air laut, sampai Sehun merasa nyaman lagi seperti biasanya.
"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi semalam?" tanya Sehun kemudian. Dia tidak merasa tidak enak atau canggung menanyakanya. Dia hanya penasaran.
"Wine dan alkool" Jawab Baekhyun datar, mengungkapkan yang sebenarnya.
"Oh"
"Berbicara tentang Wine, apa kau tahu jika Wine dari New York itu rasanya tidak enak?" ucap Baekhyun, ulangnya persis sama dengan yang dia sampaikan pada Chanyeol.
"Bagaiamana kau mengetahuinya? Apa kau pernah ke New York sebelumnya?"
"Yap," Baekhyun mengangguk "Hal ini juga mengingatkanku tentang sesuatu. Apa kau penasaran bagaimana aku menemukan cinta dalam hidupku?"
Sehun mengangkat alisnya, dan menghentikan kegiatannya sesaat. "Kau sudah menemukan cinta dalam hidupmu?" Tanya Sehun, berjalan ke samping rumah untuk mematikan sumber air. Baekhyun mengikutinya.
"Ya" Jawab Baekhyun tersenyum. "Aku berada di salah satu restoran saat itu, dan salah satu teman ayahku memesan dessert untuk kita semua. Dan akhirnya dia datang. Dia membawa 8 ons cream cheese, cracker, gula,susu dan vanilla bercampur bersama." Saat Sehun membungkukkan punggungnya untuk mematikan keran, Baekhyun mendekat dan berbisik di telinga Sehun "Cheesecake."
.
Saat pintu belakang terbuka, langsung terdengar tawa Baekhyun dan Sehun, membuat perhatian Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang duduk teralihkan pada mereka. Tangan Baekhyun berada di bahu Sehun, seperti membisikkan sesuatu pada Sehun.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Chanyeol.
Tawa Sehun lenyap, walaupun masih terlihat senyuman pada bibirnya. Di sisi lain, Baekhyun melepaskan rangkulanya pada Sehun, dan mengalihkan pandanganya pada Chanyeol.
"Aku hanya menceritakan sesuatu yang lucu padanya"
"Aku juga ingin mengetahuinya, jadi katakahlah" perintah Chanyeol.
Setelah menggeser pintu itu tertutup, Baekhyun mengangkat bahunya.
"Mange une bite" ucap Baekhyun, sebelum berjalan menuju lorong dan masuk ke kamar mandi dia berhenti. "Dulu sekali, aku mendapat misi untuk mengucapkan beberapa kalimat dalam 5 bahasa yang berbeda. Dan bahasa perancis menjadi salah satu pilihanku"
Chanyeol masih belum memahami apa yang coba Baekhyun katakan. Akhirnya dia memutuskan untuk menayakan pada Sehun. Mengalihkan pandanganya pada bocah 19 tahun itu yang sedang menuangkan kopi pada gelasnya.
"Apa yang dia katakana padaku"
Sehun bergumam. "Aku tidak berhak untuk mengatakanya, tapi jika kau benar-benar ingin mengetahuinya…." Dia menjeda kalimatnya.
Chanyeol kesal melihatnya. "Sehun. Apa yang Baekhyun coba katakan padaku?"
Dia mengarahkan jari tanganya menuju rambut pendeknya, Sehun mengulang cerita yang Baekhyun katakana padanya.
"Baekhyun menceritakan jika Ayahnya sering mengajaknya ke berbagai tempat. Dia mengatakan harus memperlajari bahasa di berbagai tempat yang dikunjunginya, tepatnya untuk mengatakan seperti kata 'Enyahlah, Sialan' jika dia tidak tertarik terhadap seseorang atau sesuatu. Jadi itulah tujuan kenapa dia mempelajari kelima bahasa untuk mengeyahkan orang orang tersebut."
"Jadi?" Tanya Chanyeol. "Sial, katakan apa yang dia coba sampaikan padaku?"
Sehun meminum kopinya, dan menikmatinya selama beberapa detik sebelum menelanya dan berjalan menuju ruang depan.
"Dia memberitahumu untuk memakan penismu"
Deringan telpon memecahkan keheningan yang terjadi setelah Sehun memberitahukan arti 'mange une bite' padanya, yang sungguh membuatnya kesal. Baekhyun berhasil membuatnya dongkol lagi, dan hanya Tuhan yang seberapa besar rasa bencinya pada Baekhyun karena berhasil mengejeknya lagi. Chanyeol berjanji untuk tidak mabuk lagi saat berada di sekitar Baekhyun. Alcohol dan nafsulah yang membawanya berdiri telanjang di depan bocah 19 tahun yang bekerja part time padanya sebagai gardener.
.
Kyungsoo berjalan menuju telfon itu dan mengangkatnya. Dia menyapa orang yang berada di line seberang dan mendengarkan apa yang orang itu sampaikan sebelum menaruh telfon itu di dadanya. Chanyeol mengangkat alisnya, mencoba mentelepati Kyungsoo untuk menanyakan siapa yang menelpon.
"Dia mencari Baekhyun." Ucap Kyungsoo.
Sebelum Chanyeol mencerna apa yang dia dengar, terdengar teriakan Sehun.
"Baekh! Ada telfon! Untukmu!"
Beberapa detik kemudian, Baekhyun muncul dari lorong, mengelap tangan basah pada jeansnya. Dia berjalan menuju Kyungsoo yang sedang memegang telfon. Saat langkahnya sudah dekat, Baekhyun memandang Kyungsoo sejenak.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" ucapnya singkat dengan senyuman.
Kyungsoo tidak menyadari pandangan sungguh berbeda pada Baekhyun. Dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Nothing"
"Oke," Balas Baekhyun, memberi Kyungsoo senyuman. Dia meletakan telfon pada telinganya, dan berjalan ke arah kamarnya agar privasinya tetap terjaga. "Hello?" sapa Baekhyun seperti nyanyian.
Chanyeol, yang sedang duduk di meja, menatap tajam pada Baekhyun "Ya! Kau tidak berhak mendapat panggilan di rumah ini!"
Baekhyun mengalihkan pandanganya pada Chanyeol dan terlihat kerutan di dahinya."tidak, tidak. Jangan hiraukan. Dia hanya atasan tempatku bekerja berkat kau." Sebelum Baekhyun menghilang dari pandangan Chanyeol, suara Baekhyun masih jelas terdengar saat dia berkata : "Yeah, yeah, aku sudah mengatakan padanya tentang itu, tapi aku pikir dia tidak mengerti…."
Baekhyun sudah berada dikamarnya, dan memutuskan berbaring di atas kasur agar lebih nyaman. "Jadi kenapa kau menelponku?"
Di sisi lain line telfon itu, Baekhyun dapat mendengar Kai mengeluh. "Aku sudah tidak berbicara padamu selama beberapa minggu."
"Aku tahu," ucap Baekhyun tegas, "karena kau sama sekali tidak pernah menanyakan keadaanku sama sekali, Bocah!"
"Kau hanya memberiku nomer telfon rumah," bela Kai "Aku tidak ingin menganggumu – kenapa kau tidak membeli telfon genggam seperti yang au suruh?"
"Aku tidak punya waktu untuk membelinya," balas Baekhyun. "Bahkan, aku tidak mempunyai kendaraan untuk ke kota. Hanya ada dua mobil di sini. Satu mobil milik Mr. Park – pemilik rumah ini – dan satu mobil lagi yang bisa digunakan untuk siapapun yang bekerja di sini – tapi Park sialan itu tidak akan memperbolehkanku untuk mengendarinya – bahkan hanya berdiri di samping mobil itu, atau melihatnya, atau apapun itu. Dia hanya tidak memperbolehkanku untuk mendekati mobilnya."
"Kenapa? Bukanya kau sudah mempunyai ijin mengemudi?"
"Ya! aku mencoba untuk tetap merahasiakan identitasku" Baekhyun tertawa.
"Baiklah, Baek, bisahkan kau melakukan sesuatu untukku," mulai Kai. "Aku sepertinya – mungkin – aku dipecat"
Baekhyun mengertukan keningnya. "Wae?"
Bekhyun dapat mendengar helaan frustasi Kai melalui telfon. "Kau tahu, aku sudah bekerja di tempat catering itu selama 2 tahun – dua! Dan hanya sekali aku tidak sengaja tersandung dan menumpakan sesuatu pada pelanggan, membuatku kehilangan pekerjaan itu. Orang orang itu sangat tidak masuk akal"
"Jadi apa yang harus aku lakukan untukmu?" Tanya Baekhyun. "Uang? Aku tidak bisa mengambil uang dari akunku sekarang"
"Aku tidak menginginkan uangmu , Baek," tegas Kai. "Aku hanya…. dapatkah kau membuatku mendapat pekerjaan di rumah itu? Setidaknya untuk sementara?"
Baekhyun menegakkan badanya, terduduk. "Kai, Aku pikir Mr. Park tidak membutuhkan seorang mantan pekerja catering di rumahnya."
"Kau tahu, aku bisa melakukan lebih dari sekedar menata piring, Baek," Ucapnya dengan helaan. "Aku bisa memasak juga. Aku tahu hanya ramen yang kau makan saat berada di tempatku, tapi pengalamanku yang mendampingi chef selama dua tahun telah meningkatkan kemampuan memasakku"
"Rumah ini sudah memiliki seorang yang bertugas untuk memasak," gumam Baekhyun. "Namanya Kyungsoo. Dan sedikit catatan untukmu, Sepertinya Mr. Park memiliki ketertarikan denganya, tapi ini baru dugaanku saja…."
"Hei, aku bisa melakukan apapun untuk atasanmu yang gay itu," Kai mencoba meyakinkan. "Kecuali untuk Sex. Aku tidak akan melakukanya."
"Tapi apa kau masih tetap teguh pada pendirianmu, jika dia menawarkan uang untuk melakukan itu?"
"Ya, Baek! Bisakah kita hentikan pembicaraan gay ini?" pinta Kai, mengalihkan segera. "Aku ingin segera pergi dari sini, karena aku merasa sedang diintai seseorang"
"diintai?" tanya Baekhyun. Candaanya tiba tiba lenyap. "Apa maksudmu?"
"Aku hanya merasa ada seseorang yang selalu mengikutiku. Aku tidak mengerti." Hela Kai. "seperti, ada mobil yang terparkir di depan apartemenku selama beberapa waktu, dan anehnya mobil itu sama persis dengan mobil yang terparkir di tempatku bekerja selama beberapa kali. Aku sudah mengeceknya. Semuanya sesuai termasuk plat mobil dan lainya. Memang untuk sekarang sudah tidak terlalu sering, tapi tetap saja aku menghawatirkannya. Aku merasa sangat aneh saat hal itu terjadi."
Baekhyun diam selama beberapa saat. "Jika memang demikian, aku pikir…"
"Ya, aku pikir ini semua ini pekerjaan orang tuamu," ucap Kai. "Mereka mulai mencoba masuk dalam permainanmu. Aku melihatmu di berita semalam. Mereka mungkin mengawasiku agar mendapat info tentangmu."
Baekhyun meringis. Hal ini membuat Baekhyun berencana untuk memotong kabel tv, menghindari kemungkinan Chanyeol melihatnya di berita. "Oke, aku akan mencoba membuatmu mendapatkan pekerjaan di rumah ini. Dia juga mempekerjakan bocah berusia 19 tahun sebagai gardenernya, Kai. Jadi, mungkin saja kau bisa direkrutnya, untuk memegang panel surya di atap rumahnya."
"Thaks, Baek," syukur Kai.
"No problem." Baekhyun beranjak dari kasurnya. "Jadi kapan kau akan datang?"
"Biskah aku datang hari ini?" tanya Kai. "Aku sudah packing barang barang pentingku di ransel…."
"Baekhyun mengurut hidungnya pelan. "Umm, oke. Aku akan memberitahunya jika kau, hanya teman yang sedang mengunjungiku pada awalnya, dan nanti aku atur setelahnya. Aku akan menjemputmu di stasiun."
"Aku pikir, kau baru saja mengatakan jika kau tidak bisa menendarai mobil?"
"Aku akan mencari jalan untuk mendapatkan kunci mobil itu. Jika aku tidak bisa mendapatkanya, aku hanya perlu menyambungkan beberapa kabel pada mobil untuk membuatnya berjalan."
.
Saat Baekhyun keluar dari kamarnya, dia bertemu dengan Chanyeol di lorong. "Hey!" Sapa Baekhyun, tapi Chanyeol tidak memberikan respon sama sekali. Dia hanya memberi Baekhyun tatapan tajam sebelum berlalu melewatinya. Baekhyun berjalan mengikutinya, menempatkan diri berada di depan Chanyeol. "Bisakah aku berbicara padamu?"
"Tidak" jawab Chanyeol cepat dan mendorong Baekhyun ke samping sehingga tidak menghalangi jalanya., tapi Baekhyun tetap bertahan di posisinya.
"Ini hanya akan membutuhkan beberapa detik," ucap Baekhyun, tersenyum dan mencoba membuatnya agar telihat lebih menarik.
"Yeah, dan hanya butuh beberapa detik untukku untuk memecatmu," Ancam Chanyeol. "Jadi, pergilah dari hadapanku. Aku punya pekerjaan yang harus diselesaikan." Memposisikan lagi untuk mendorong Baekhyun menjauh, Chanyeol berjalan menuju kamarnya. Baekhyun masih mengikutinya.
"Ya, kau benar. Kau harus menyelesaikan desainmu, aku pikir kau hanya harus membenahi bagian lenganya. Karena lengan itu harus mempunyai kemampuan untuk mengangkut, jika memang dimaksudnkan untuk membawa sesuatu – opps sorry, aku sudah melihat sekilas desainmu." Ucap Baekhyun, dan mengibaskan tanganya di depannya saat Chanyeol terlihat kaget yang membuat kedua matanya yang melebar sempurna. "Omong-omong, temanku akan berkunjung. Aku harap ini tidak menjadi masalah untukmu, karena yaa dia sudah dalam perjalanan. Oh, bisakah aku menggunakan mobil? Aku harus menjemputnya. Aku tahu, aku tidak diperbolehkan untuk menggunakan bahkan hanya berfikir untuk menggunakanya untuk alasan apapun karena aku tidak memiliki lisensi, tapi aku pikir kau tida-"
Chanyeol berhanti, dan berjalan berbalik ke arah Bekhyun dan langsung menutup mulutnya. "Apa kau benar-benar berfikir jika kau benar benar mempunyai hubungan yang baik denganku? Sampai membuatmu berpikiran untuk mengundang sesorang dan menggunakan mobil ke suatu tempat yang hanya Tuhan yang tahu kemana tujuanmu?" tanya Chanyeol, mendorong Baekhyun sampai punggungya menabrak dinding. Baekhyun mengangkat alisnya sebelum Chanyeol merasa Baekhyun tersenyum di bawah bekapan tanganya. Baekhyun memutuskan untuk menjilat telapak tangan Chanyeol, dan Chanyeol langsung menarik tanganya menjauh, Chanyeol memberikan pandangan marah padanya.
"Aku tidak berfikiran seperti itu. Tapi aku tidak dapat mencegahnya, dia sudah dalam perjalanan ke sini." Ucap Baekhyun memiringkan kepalanya. "Bisakah aku menggunakan mobil itu atau aku harus menyambungkan beberapa kabel agar mobil itu bisa berjalan dalam beberapa menit?"
Chanyeol diam. "Kau bisa menjalankan mobil itu tanpa kunci?"
"Mungkin ya, mungkin tidak."
Chanyeol diam sejenak sebelum mengarahkan jarinya ke wajah Baekhyun. "Aku bersumpah, Baekhyun. Kau harus menghentikan segala tingkah seenakmu tanpa ijin dariku, termasuk menggodaku atau mengundang sesorang ke rumah ini, kau tidak dapat melakukan semua hal itu, Sial!"
"Pertama, aku tidak menggodamu," Baekhyun memulai argumentasinya, sedikit tertawa. "Kedua, setidaknya aku sudah memberitahumu sebelumnya, sehingga kau tidak kaget ketika melihat salah satu mobilnya menghilang dari garasi."
Chanyeol mnghela napas panjang. Dia tidak tahu apa lagi yang harus dia katakan pada Baekhyun agar membuatnya mengerti. Melarangnya? Bagaimana mungkin dia melarangnya saat Bekhyun sudah memberitahunya jika temanya sudah dalam perjalanan? Chanyeol sudah tidak tahu lagi, dia hanya bisa menatap tajam pada lelaki di depanya yang pernah menyuruhnya untuk memakan penisnya sendiri dalam bahasa perancis, yang sekarang sedang meminta dia untuk meminjamkan kunci mobil yang sangat terlarang baginya.
Chanyeol memberi pandangan tajam sebelum terpaksa setuju dengan permintaanya. "Lain kali, jika kau ingin mengundang teman, minta persetujuanku lebih dulu sebelum menyuruhnya datang, dan aku bersumpah, jika saja salah satu desainku hilang, aku akan membuat hidupmu seperti di neraka."
Untuk beberapa alasan, perkataan Chanyeol membuat Baekhyun tersenyum, yang lama kelamaan berupa menjadi sebuah seringaian menurut Chanyeol. "Jadi kau mengijinkanku untuk menggunakan mobil?"
Chanyeol awalnya berniat menjawab 'ya', walaupun dia tahu Baekhyun belum mempunyai lisensi menyetir, tapi dia mengurungkanya. Dia ingin mengetahui siapa teman yang Baekhyun undang. "Apakah teman itu orang yang sama dengan yang barusan menelpon?"
"Ya," Angguk Baekhyun menurut.
"Oke," perhatian Chanyeol sepenuhnya terpanah pada Baekhyun. Tidak ada pembenaran yang membuat Chanyeol memberi ijin untuk Baekhyun untuk mengendarai mobilnya. Chanyeol ingin melihat teman Baekhyun secara langsung. Dia tidak mengetahui apa alasanya. Tiba tiba saja, keinginya mendorog berkata demikian. "Namanya?"
"Kai" balas Baekhyun. "Nama aslinya Kim Jongin, tapi biasa dipanggil Kai- Karena aku sering memanjakanya layaknya anjing, dan memanggilnya little Kim Kai, tapi itu terkadang saja saat kita sedang menontong film dengan anjing anjingnya. Ya, dia menyukai anjing, besar ataupun kecil, yang berbulu halus ataupun kasar… ya apapun yang berkaitan dengan anjing…."
"-apa dia kekasihmu?" Tanya Chanyeol tegas.
Baekhyun menghela napas panjang dan menatap Chanyeol. "Mungkin saja jika dia tidak terlalu 'straight'." Ucap Baekhyun dengan nada yang terdengar sangat gay. "Tapi sebenarnya, dia bukan kekasihku. Dia hanya bocah yang aku temui di jalan. "Kembali ke mobil, jadi-"
"Aku akan menjemputnya," Jelas Chanyeol pada akhirnya.
"ohh, kau baik seka…."
"Karena aku tidak mempercayaimu."
Keceriaan diwajah Baekhyun hilang seketika saat mendengar penjelasan Chanyeol, Dia berjalan mendekat ke arah Chanyeol dan melingkarkan tanganya pada lengan Chanyeol, "Baiklah, cepatlah mange une bite, karena dia akan tiba di stasiun beberapa saat lagi.
.
.
Hello, saya kembali dengan chapter baru ^^
Ditunggu tanggapan kalian mengenai chapter ini, sampai berjumpa di chapter depan ^^
