NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 17 – Gago
.
Baekhyun kembali dengan kejutan tidak terduganya, tidak terkecuali sekarang, dia membawa Nugget atau membiarkan anjing itu mengikutinya di sekitar rumah selama dia menyelesaikan tugasnya. Sejak
Nugget kembali dari tempat penampungan, Chanyeol selalu terbangun dengan ciuman basah dari anak anjing itu, diikuti satu kecupan singkat dari Baekhyun. Tidak seperti pertama kalinya di mana Baekhyun mencium bibirnya, Baekhyun akan memberikan ciuman di pipinya sementara Nugget berderap pada tubuh Chanyeol dan menjilati dagunya.
Setelah mendapat ciuman pagi dari duo aneh di rumahnya, Chanyeol akan melihat Baekhyun tertawa dan mengambil Nugget dari tubuhnya, dan menaruhnya di lantai. Chanyeol akan selalu dibiarkan dalam keadaan yang sama setiap pagi sejak kejadian ciuman sebagai ucapan terima kasih itu. Dia akan selalu ditinggalkan dengan hati yang berdebar sedikit lebih cepat saat mengamati Baekhyun menangani anak anjing itu dengan hati-hati, mengajaknya berbicara, seakan berbicara dengan anak kecil.
Chanyeol tidak yakin apa Baekhyun juga memiliki perasaan aneh yang sama dengannya, tapi jika dilihat lebih teliti sepertinya Baekhyun tanpak tidak terpengaruh sama sekali. Mencium orang itu seperti hal sudah biasa baginya. Sambil mengerutkan kening, Chanyeol seharusnya tahu mungkin Baekhyun hanya mempraktikan kebiasaan bodoh yang dia dapatkan dari negara yang pernah dikunjunginya di mana mencium bibir orang yang tidak memiliki komitmen denganya merupakan hal yang dapat diterima. Apapun perasaan yang dimiliki Chanyeol saat ini, semuanya terdorong keluar karena memang perasaan itu disebabkan oleh Baekhyun, dan Chanyeol harus selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa Baekhyun itu hanya maid nya, tunangan nya, dan kartu as rahasianya.
Tapi hal ini sangat sulit dilakukan.
Setelah Baekhyun menyelesaikan semua kewajibanya di rumah, dia membawa Nugget keluar untuk
bermain. Ketika Chanyeol melangkah ke halaman belakang untuk meregangkan lengan dan menghirup udara segar, dia melihat Baekhyun bermain di atas rumput yang bercampur dengan pasir. Setelah selesai merileksan tubuhnya, Chanyeol bersandar pada pagar kayu dan menyaksikan Baekhyun dari kejauhan. Dari apa yang dia lihat, Baekhyun sedang menceramahi anak anjing hitam itu, tapi kemudian dia melakukan sesuatu yang benar-benar tak terduga - Chanyeol tahu, dia tidak seharusnya terkejut sama sekali.
Baekhyun berbaring di tanah dan mulai berguling-guling. Chanyeol mengerutkan kening mengetahui jika Baekhyun adalah seorang idiot yang tidak berpikir terlebih dulu dalam segala sesuatunya. Dia jelas tahu , Baekhyun akan berakhir dengan pasir dan rumput yang akan menempel di seluruh tubuhnya, yang berarti berita buruk bagi Chanyeol karena Baekhyun harus berjalan melalui rumah dalam kondisi itu.
Setelah melakukan beberapa demontrasi gulingan untuk Nugget, Baekhyun berbaring, kelelahan setelah apa yang sudah dilakukannya. Ketika Nugget menggonggong padanya, Baekhyun hanya tertawa dan membalik posisinya menghadapi anak anjing itu. "Itulah bagaimana kau melakukannya. Setelah kau menguasainya, aku akan mengajarimu cara bermain pura-pura mati saat aku menembakmu dengan pistol jariku," jelas Baekhyun, membuat posisi jarinya membentuk tembakan pada Nugget dan berpura-pura untuk menembaknya.
Kemudian, Baekhyun masih mengarahkan tembakan jarinya pada Nugget yang masih kebingungan, sebuah bayangan menutupi mereka berdua dan butuh beberapa saat bagi Baekhyun untuk menghentikan apa yang dia lakukan dan menyipitkan mata, melindungi matanya dari sinar matahari untuk melihat siapa itu.
"Jika kau berniat untuk membunuh anak anjing itu, apa itu berarti kau tidak menginginkannya lagi?" kata Chanyeol.
Baekhyun tertawa sebelum membaringkan tubuhnya lagi dengan punggung menempel di tanah. "Aku hanya bermain dengan Nug, Chanyeol." Jelas Baekhyun, menunjuk tangan pistolnya pada Giant di depannya,"Jika aku memiliki kesempatan untuk menembak dengan peluruh asli, akan lebih baik jika aku menembakmu. Bukankah hal itu terlihat lebih menyenangkan, bukan?"
Chanyeol tidak senang saat mendengarnya, lalu dia membungkuk ke depan, memegang tangan Baekhyun dan memaksa jarinya untuk menggulung. "Jangan lakukan itu."
"Apa kau takut karena aku bisa saja menembak jantungmu?" Baekhyun melihat wajah Chanyeol dan menyeringai sebelum tertawa. "Atur ekpresi wajahmu Mr. Wonderful."
Chanyeol mendengus dan menyenggol-senggol sisi tubuh Baekhyun. "Apa yang kau lakukan? Mengapa kau berguling-guling di pasir? "
Baekhyun tertawa mendapat senggolan kaki Chanyeol. "Aku hanya mengajari Nugget bagaimana cara berguling" Lalu, ketika Chanyeol tidak berhenti menyenggolnya, Baekhyun mencengkeram pergelangan kakinya cukup lama untuk melepas sandal Chanyeol.
"Baek!" Chanyeol melepas kakinya sebelum membungkuk untuk mengambil lagi sandalnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan – Kembalikan sandalku-"
Baekhyun menggoyangkan jarinya. "Tidak tidak. Lihatlah apa yang akan aku lakukan." Baekhyun bangkit dari posisinya dan duduk, lalu melemparkan sandal Chanyeol sejauh tiga meter. "Nugget, tangkaplah."
Nugget melihat arah sandal itu melayang, lalu kembali menatap pada Baekhyun. Baekhyun Menaikkan alisnya dan melambaikan tangan pada anak anjing itu, tapi Nugget belum yakin apa yang harus dilakukan. Pada akhirnya, dia berlari ke kaki telanjang Chanyeol dan mengais-kaisnya pelan.
Chanyeol tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ada anak anjing yang mengais-kais kaki telanjangnya, lalu anjing bodoh itu menutupi kakinya dengan pasir. "Baekhyun ..."
"Dalam kamus bertahannya, Nugget hanya tahu bagaimana untuk tetap tinggal," jelas Baekhyun.
"Ambil kembali sandalku."
"Oke," kata Baekhyun berusaha menyembunyikan senyumnya saat dia berdiri untuk pergi mengambil sandal Chanyeol.
Chanyeol menyaksikan Baekhyun berlari dan melihat pasir berjatuhan dari pakaiannya. Kemudian dia menatap Nugget yang berhenti mengais-kaisnya dan menatapnya. Mereka saling bertatapan satu sama lain untuk beberapa saat sebelum Baekhyun kembali dan bergabung dengan mereka sambil menyerahkan sandal Chanyeol kembali.
Saat Baekhyun mengangkat anjingnya, mata Chanyeol masih terpanah pada pakaian yang Baekhyun kenakan. Setelah Baekhyun berbisisk pada Nugget, dia kembali menatap Chanyeol. "Apa yang kau lihat?"
"Pasir..." gumam Chanyeol sebelum menepuk pakaian Baekhyun. Saat Baekhyun bergerak dan mencoba menghindari tepukannya, Chanyeol menahannya dengan mememegang lengannya dan terus menepuk pasir dari pakaian Baekhyun - meskipun pada titik ini, Chanyeol merasa memiliki alasan untuk memukulnya pelan.
Baekhyun meringis. "Aku bisa melakukannya sendiri."
"Hn. Kau seperti anak kecil. "
"Terserah, mungkin ini hanya alasanmu untuk menyentuhku," canda Baekhyun. Chanyeol membeku. "Apa yang salah? Apa tebakanku benar? "tanya Baekhyun, tertawa.
Chanyeol menarik tangannya dan melangkah mundur. "Kau bisa membersihkan sisanya," perintah Chanyeol, lalu memakai kembali sandalnya dan berjalan kembali ke rumah, meninggalkan Baekhyun
yang terliat bingung sama halnya dengan Nugget.
.
Siang harinya, Chanyeol menyesal berada di kamarnya pada saat yang sama ketika Baekhyun ada di sana untuk mengganti sprei atas permintaannya. Nugget hadir juga, tapi dia terlihat kehabisan tenaga dan hanya duduk di ambang pintu, berbaring dengan kepala tertunduk. Chanyeol duduk di kursinya, menonton Baekhyun melakukan pekerjaannya.
Chanyeol tampak seperti atasan mesum yang mencoba berfantasi tentang maidnya, tapi itu tidak terjadi. Chanyeol mencoba untuk menyelesaikan pekerjaanya, tapi suara Baekhyun telah mengalihkan perhatiannya ke titik di mana dia mengabaikan pekerjaanya dan membuatnya terlibat dalam percakapan dengan Baekhyun.
"Chanyeol, apa kau tahu jika kutu bisa melompat sejauh tiga belas inci?" Baekhyun bertanya sambil tetap fokus pada pekerjaanya.
Dengan bertumpu pada tangannya, Chanyeol mengangkat bahu. "Tidak."
"Setidaknya, itulah potensi yang dimiliki kutu" lanjut Baekhyun memberikan informasi. "Tapi jika kau menempatkan mereka dalam toples, mereka hanya akan belajar bagaimana cara untuk melompat pada ketinggian tertentu saja sepanjang hidup mereka. Memang terdengar menyedihkan, tapi itulah keterbatasan yang akan kau alami. Jika kau hidup dengan berbagai larangan dan batasan, maka kau tidak akan pernah mengetahui potensi-potensi yang kau miliki – mengetahui bahwa kau benar-benar bisa melompat tiga belas inci dan bukan hanya empat atau lima inci. "
Chanyeol mencoba menebak kemana arah pembicaran Baekhyun, berpikir tentang maksud yang dia katakan. "Ada apa dengan analisis mendadakmu tentang kehidupan, Baek?"
Baekhyun mengangkat bahu, memperbaiki bagian yang terlihat belum rapi. "Aku hanya berpikir tentang Sehun. Dia seperti kutu - dan kaulah yang membebaskanya dari toples. "
Chanyeol mengerutkan kening. "Aku tidak paham arah pembicaraanmu, bagaimana mungkin dia berada dalam top-"
"Latar belakang Sehun bukan berasal dari keluarga yang mampu, kan?" Baekhyun tidak perlu jawaban untuk pertanyaanya. "Dengan keterbatasan itu, meliputi keterbatasan keuangan dan status. Bahkan keterbatasa sosial. Fakta bahwa kau mengizinkannya untuk tinggal di sini dan memberinya pekerjaan – mengajarinya beberapa hal yang dia sukai sebagai hadiah kecil untuknya – hal itu menunjukkan jika kau adalah orang yang membantunya keluar dari botol kecilnya. "
"Aku tidak mengerti mengapa kau mengatakan ini ..."
Baekhyun menghela napas dan menghentikan kegiatannya untuk menempatkan selimut baru dan mencengkeram selimut itu kuat. "Aku mencoba untuk memberitahummu bahwa kau bukanlah lelaki yang jahat, oke? " kata Baekhyun, dengan susah payah. "Kau hanya bodoh - Lihat. Inilah mengapa aku terus meberitahumu semua fakta-fakta. Mungkin dengan menenggelamkanmu satu hari akan membuatmu lebih pintar." gerutu Baekhyun, lalu melanjutkan pekerjaannya dan mulai mengganti sarung bantal.
Chanyeol menyandarkan kepalanya pada telapak tangan dan membiarkan beberapa detik keheningan terlewati. "Jadi?"
Baekhyun menepuk-nepuk bantal itu sedikit kasar sebelum menanggapi pertanyaan Chanyeol "Jadi, apa?"
"Jadi, katakan padaku sebuah fakta lain."
Terdengar deringan telfon tiba-tiba, pada saat yang sama, Chanyeol tahu bahwa hal ini akan segera terjadi juga. Setelah panggilan itu, Chanyeol memutuskan untuk memberitahu semua orang di meja makan nanti.
.
Saat semua orang makan - kecuali Baekhyun, yang mencoba menyuapi sedikit gigitan ke Nugget dan berpura-pura seperti dia tidak menyadari mendapat tatapan dari Chanyeol – berita itu disampaikan oleh Chanyeol.
"Kris akan datang."
Kyungsoo mengangguk sambil terus mengunyah. Setelah dia menelan, lalu dia bertanya, "Haruskah aku menyiapkan beberapa makanan untuknya atau ...? "
Chanyeol menggeleng. "Tidak. Dia akan makan dalam perjalanan ke sini. "
Kai dan Baekhyun memiliki pikiran yang sama, tapi hanya Baekhyun yang cukup berani bertanya. "Yah, siapa Kris?"
Chanyeol menatapnya. "Dia bekerja di perusahaanku... Aku ingin kau menyiapkan kamar untuknya."
"Baiklah."
Chanyeol menambahkan sedetik kemudian, "Dan ketika dia sudah tiba di sini, jangan berbicara dengannya."
Baekhyun berkedip. "Apa aturan ini hanya untuk m-"
"Ya, hanya berlaku untukmu."
"Tidak adil."
Chanyeol kembali di kamarnya setelah makan malam untuk mengumpulkan semua hal – beberapa kertas, desain-desain, beberapa perhitungan – sesuatu yang dia kerjakan beberapa hari terakhir dan menyiapkannya untuk ditunjukkan dan dibagi pada Kris. Ketika Chanyeol kembali ke ruang utama, terasa tenang. Butuh satu detik baginya untuk menyadari bahwa tidak ada suara gongonganpun terdengar, juga tidak ada suara kecil kaki anjing yang berlarian di lantai keras ini.
"Di mana duo itu?"
Kyungsoo menatapnya. "Dia di pantai."
"Tapi sekarang hampir gelap."
Kyungsoo mengangkat bahu. "Jangan katakan itu padaku."
Chanyeol tidak senang mendengar Baekhyun pergi ke pantai ketika hari sudah hampir gelap dengan sedikit cahaya matahari yang tampak. Chanyeol melagkah pergi menuju pintu belakang.
"Kau mau kemana?"
"Untuk memastikan bahwa si bodoh itu tidak tenggelam," Chanyeol bergumam sebelum membuat pintu belakang bergeser terbuka.
.
"Nugget!" Baekhyun berteriak pada Nugget yang sedang duduk dengan kepala tertopang di atas pasir, yang sedang menunggunya kembali dengan sabar. "Saat kau sudah lebih besar dari sekarang , kau dan Daddy bisa berenang di sini bersama-sama."
Baekhyun merendam seluruh bagian tubuhnya dalam air beberapa kali, tetap berusaha dekat dengan bagian dimana anjingnya berada - Setidaknya dia masih merasakan kakinya menapak. Ketika Baekhyun muncul kembali, dia mengibaskan rambutnya dan berbalik menghadap matahari yang hampir tenggelam sempurna.
"Yah, Nuggster, apa kau melihatnya?" panggil Baekhyun pada anak anjing di belakangnya. "Benar-benar terlihat indah ..." Lalu, seakan mengerti ucapannya, Nugget menggonggong. Baekhyun tersenyum dan memutuskan itu waktu untuk masuk ke dalam air lagi, sebelum beberapa rendaman terakhirnya.
Baekhyun merasakan kebebasan di bawah air lautan yang tenang saat merendakan kembali dirinya. Dia membawa rambutnya terendam sempurna di bawah permukaan, bermain dengan fluiditas air laut sebelum muncul kembali ke permukaan, terengah-engah. Dia berenang sedikit untuk mencapai bagian yang lebih dekat ke pantai dan berhenti ketika dia yakin sudah bisa berjalan dengan air yang berada di pinggangnya.
Ketika Baekhyun berhasil mengibaskan semua air garam itu keluar dari matanya, dia melihat seseorang berdiri seperti raksasa di samping Nugget dan barang-barangnya. Melihat bahwa orang itu Chanyeol, Baekhyun mengambil beberapa langkah kembali ke dalam air dan menekuk lututnya sehingga air laut itu bisa menutupi sebagian besar tubuhnya.
Chanyeol terkejut dengan tindakan Baekhyun dan bingung mengapa dia berjalan kembali ke dalam air. Melipat tangannya di dada, Chanyeol memanggil Baekhyun dengan suara keras. "Baekhyun, keluar dari air sialan! Jangan berenang ketika cahaya matahari nyaris sepenuhnya hilang, Bodoh! "
Baekhyun menggelengkan kepalanya seiring dengan gelombang lembut air laut. "Kenapa kau datang ke sini?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.
"Aku hanya memastikan jika kau tidak mati di properti milikku!"
Baekhyun meringis. "Oke, kau lihat, aku masih hidup. Kembalilah lagi ke dalam. "
"Keluarlah dari air."
"Aku akan melakukanya saat kau pergi."
Chanyeol tertawa sinis. "Apa yang akan terjadi saat aku pergi? Tidak ada. Kau hanya akan terus berenang, berpura-pura menjadi Ariel si putri duyung, lalu whoops, kau terseret ombak laut, sialnya tidak akan ada yang melihatmu sebelum itu terjadi karena tidak ada sedikitpun cahaya di sini. "
"Kau salah," Baekhyun berpendapat. "Nugget akan melihatku. Anjing bisa melihat dalam kegelapan – atau itulah yang pernah aku baca."
"Baek-"
"Chanyeol, aku serius, aku tidak ingin memperlihatkan tubuhku padamu."
Chanyeol mendengus. "Aku pernah melihat puting femininmu sebelumnya, Baek. Tidak akan terjadi apapun pada putingmu oke – Kau tidak perlu merasa malu padaku. "
"Bukan itu maksudku ..." gumam Baekhyun.
Chanyeol tidak mendengar. Dia melihat ke bawah dan melihat handuk di atas sesuatu yang cukup familiar, tapi Chanyeol tidak berpikir terlalu banyak tentang hal itu. "Baekhyun, keluarlah. Sekarang." Chanyeol berjongkok meraih handuk.
"Chanyeol-"
"Keluarlah dan aku akan menyerahkan hand-" Chanyeol membeku dan Baekhyun merasa tertampar. Sesuatu yang tertutupi oleh handuk itu terlihat oleh mata Chanyeol saat ia mengangkatnya perlahan. Tidak butuh waktu yang lama bagi Chanyeol untuk mengetahui apa yang dia lihat, dan segera setelahnya dia mengalihkan tatapanya pada Baekhyun, Baekhyun pun tahu jika Chanyeol sudah menyadarinya.
"Aku hanya, kau tahu, aku suka berendam dalam kondisi telanjang ..."
.
.
Next
