NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 18 – Photo and References
.
Pengakuan Baekhyun menciptakn suasana canggung antara keduanya. Pantatnya mulai merasa kedinginan dan dia tidak menyukainya. Berjalan keluar telanjang bulat di depan Chanyeol tidak akan menjadi masalah besar, tapi Baekhyun sudah jelas menekankan batas jika mereka hanya atasan dan maid saja. Baekhyun yakin bahwa dalam sekejap Chanyeol akan melewati batas itu. Morning kiss yang Baekhyun berikan tidak melewati batas yang dia ciptakan - setidaknya itulah yang dia pikirkan. Mereka hanya menunjukkan apresiasi saja atas kembalinya Nugget.
Beberapa detik berlalu, Nugget mulai bertanya-tanya mengapa dia merasakan ketegangan dan kecanggunguan diantara dua orang di depannya. Dia bangkit dari posisi duduknya dan menggonggong, memecahan keheningan pada Baekhyun dan Chanyeol.
"Itulah mengapa kau sebaiknya hanya harus kembali ke dalam," teriak Baekhyun. "Aku sudah merasakan 'bola'ku agak ... dingin. "
Chanyeol tidak percaya bahwa Baekhyun mengatakannya secara terus terang. Dia mengatupkan rahangnya dan menyilangkan lengannya dengan tidak sabar. "Oleh karenanya segera tutup 'bola' sialanmu dan kembalinya ke sini! Aku tidak memiliki waktu untuk semua ini. Kris akan datang sebentar lagi dan aku tidak akan bisa menyambutnya karena kau yang terlalu sibuk mengkhawatirkan bagian tubuhmu yang pernah kulihat sebelumnya! "
Baekhyun meringis. "Tapi saat itu kan-"
"Baekhyun. Sekarang," perintah Chanyeol. "Menurutlah."
Baekhyun memajukan bibirnya sebelum ia mengerang, dan menyerah. "Baiklah. Aku hanya akan menutupinya saja," gumam Baekhyun sambil membawa tanganya ke bagian bawah tubuhnya. Setelah yakin jika segalanya sudah tertutup, dia berdiri sejenak sebelum berjalan kembali di pantai.
Setelah air laut tepat di bawah pinggangnya, Baekhyun melangkah dan keluar dari air dengan canggung dan agak membungkukkan badannya, berjalan ke tempat dia menaruh handuknya - yang sayangnya, Chanyeol juga ada di sana. Saat ini dia sudah berada cukup dekat, Baekhyun melepaskan tutupan tangannya pada tubuhnya dan membungkuk, untuk mengambil handuknya meskipun dia sepenuhnya menyadari jika Chanyeol menatapnnya.
"Pantatmu bergoncang. Aku harap kau menyadarinya. "
Baekhyun sedang membungkus tubuhnya dengan handuk ketika mendengar suara Chanyeol, lalu dia membeku. "Iya. Terima kasih-"
"dan memantul," lanjut Chanyeol. "Kau harus melakukan squats."
Sambil memegang handuk, Baekhyun berdiri, mencengkeram celana pendek dengan tangannya yang lain. Ketika dia berdiri, handuk yang melilitnya tepat berada di pertengahan pahanya, sehingga Chanyeol bisa melihat sebagian besar kakinya.
"Squats," ulang Baekhyun. "Ya, Kau benar. Aku seharusnya mulai melakukan hal itu lagi - Ayo Nugget." Baekhyun mulai berjalan kembali ke arah rumah dan Nugget mengikutinya dari belakang. Chanyeol juga mengikuti langkah Baekhyun. "Aku dulu pernah punya pantat yang kencang, sebuah ketidaksengajaan."
"Ck! Bagaimana mungkin sebuah ketidaksengajaan membuat pantatmu kencang?" gumam Chanyeol.
"Melalui squat! Tapi tidak dalam artian squats dalam olaraga," informasi Baekhyun. "Aku melakukan squats di kampusku dulu, namun dengan jenis yang berbeda dan untuk keperluan lain, jika kau mengerti apa yang aku maksudkan dengan pikiran sempitmu – Ayo Nugget. Yah! Chanyeol, lanjutkan langkahmu."
Chanyeol tidak menyadari bahwa dia menghentikan langkahnya ketika memandang pergerakan tubuh Baekhyun yang benar-benar terlihat jelas - dan seksual. Ucapan Baekhyun mengenai aktivitas 'squats' di kampusnya dulu benar benar membuatnya kesal. Siapa, apa, kapan, di mana, dan mengapa. Itulah rincian pertanyaan yang Chanyeol pikir tidak berhak dia tanyakan – atau minta pada Baekhyun - tapi dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Memaksa dirinya untuk bergerak, Chanyeol mulai melangkahkan kakinya lagi. Kali ini, dia berjalan di belakang Baekhyun. Meskipun nyaris tanpa cahaya di luar, dia masih bisa melihat lekukan kaki indah Baekhyun yang tergambar jelas akibat paparan cahaya dari rumah. Pada saat itu, Chanyeol berharap Baekhyun memiliki tubuh yang sedikit lebih berotot saja – maka Chanyeol tidak akan mendapati dirinya tertarik ke Baekhyun, akan tetapi sebaliknya, kenyataanya Baekhyun memiliki tubuh yang feminim.
Ketika Baekhyun menggeser pintu belakang, dia menyuruh Nugget untuk masuk terlebih dahulu dan dia mengikutinya di belakang. Dia ingin memberi salam untuk semua orang, tapi kemudian dia menyadari ada figure tinggi lain – yang memiliki tinggi tidak berbeda jauh dengan Chanyeol - yang memiliki penampilan yang mernarik juga seperti Chanyeol - akan tetapi, semakin lama Baekhyun menatap tamu itu, semakin dia yakin bahwa Chanyeol memiliki penampilan yang lebih baik darinya.
Orang itu, pada awalnya, menatapnya seolah-olah dia tidak tertarik, tapi kemudian matanya melebar dan mulutnya terbuka seakan hendak mengatakan sesuatu. Baekhyun pikir mungkin dia hanya memiliki respon yang sedikit lambat, jadi dia tersenyum pada pria itu. "Hai!"
"Um ... Hello."
Kyungsoo tampak bingung. Dia memberi isyarat untuk Baekhyun agar masuk ke rumah dan segera pergi ke kamarnya, tapi Kris menghentikannya. "Aku Kris. Siapa namamu?"
"Baek-"
Baekhyun tidak bisa menjawab pertanyaan Kris sepenuhnya karena Chanyeol memaksanya masuk, membuatnya sedikit tersandung. Chanyeol tampak sedikit panik, khawatir jika terjadi pertukaran kata-kata dan informasi pada detik-detik yang berharga itu, oleh karenanya dia berusaha untuk mencegahnya.
"Pergi ke kamarmu dan pakailah baju," perintah Chanyeol, memberikan dorongan kecil. "dan bawa anjing ini juga."
Baekhyun mengerutkan kening padanya sebelum memiringkan kepalanya ke arah tamu. "Tapi aku perlu menjawab pertanyaan orang itu "
"Aku memerintahmu untuk tidak berbicara dengannya," kata Chanyeol dengan suara rendah, hanya cukup didengar oleh Baekhyun. "Pergilah sekarang."
"Baiklah ..." Baekhyun menatap Nugget dan berbisik untuk mengikutinya. Membawa langkahnya melewati pria asing yang tinggi itu , Baekhyun tersenyum dan terus berjalan ke kamarnya sambil bersenandung.
Ketika Chanyeol benar-benar yakin bahwa Baekhyun sudah pergi, dia memfokuskan perhatiannya
pada Kris. "Bagaimana perjalananmu?"
"Baik-baik saja," gumam Kris, benar-benar teralihkan oleh adegan sebelumnya. "Chanyeol, dia - "
"Kita bicarakan semua di ruang kerjaku saja," sela Chanyeol. "Aku tidak ingin berbicara di sini."
"Bukankah kita semua sudah tahu mengenai Baekhyun?" sambung Kyungsoo dari dapur.
Sehun, yang sedang menonton televisi dengan Kai, menoleh pada figur yang yang lebih dewasa berbicara. "Ada apa dengan Baekhyun?"
Chanyeol menipiskan bibirnya dan memandang Kyungsoo. "Kita semua? Aku tidak berpikir begitu." Kemudian, dengan suara tenang, dia menambahkan, "Saat ini akan lebih baik jika Sehun tidak mengetahuinya. Dia mungkin akan membocorkannya dengan tidak sengaja."
Kyungsoo menyadari jika jumlah waktu yang Baekhyun habiskan dengan Sehun – membuntuti Sehun ke luar untuk berbincang dengannya saat dia melakukan pekerjaannya - Kyungsoo memahami alasan Chanyeol melarang Sehun mengetahuinya. "Apa kau memerlukan sesuatu yang harus aku buatkan untukmu?"
"Tidak," kata Chanyeol sambil berjalan dari ruang tamu.
"Sebenarnya, bisakah kau membawa sebotol air, Kyungsoo?" tanya Kris, meskipun tidak perlu. Kyungsoo akan melakukannya juga karena itulah tugasnya – dia bekerja di rumah itu karenanya dia harus melakukan seperti yang diminta.
"Ya, tentu" Kyungsoo menjawab kembali dengan senyum yang dipaksakan.
"Terima kasih, mata doe," kata Kris saat melewati Kyungsoo. Chanyeol tampaknya tidak mendengar
komentarnya, tapi Kris memang tidak berniat untuk membuat Chanyeol mendengarnya juga.
"Jadi," mulai Kris, dia meletakkan tas nya di lantai dan duduk di kursi logam Chanyeol di dekat kursi kerjanya. "Dia Baekhyun, kan? apa maksudmu Chanyeol, Apa kau kau sengaja menculiknya untuk memenangkan kompetisi ini? "
"Ya, diamlah," kata Chanyeol sambil menutup pintu di belakangnya. "Aku tidak menculiknya. Dia-"
"Dia sudah menghilang selama beberapa waktu," lanjut Kris. "Tapi memang dia tidak terlihat seperti emmm – kata apa yang pas untuk menggambarkannya - Takut? Sedih? Kecewa? Ya, dia tidak memilikinya. Dia tidak terlihat seperti tawanan jika memang benar kau menculiknya."
"Sudah kukatakan, aku tidak menculik si idiot itu. Dia sangat menjengkelkan dan kekanak-kanakan," Chanyeol beralasan.
"Baiklah. Penculikan bukan kata yang tepat." Kris menaikan bibirnya sedikit dan mengangkat alisnya. "Apa kalian berdua sepasang kekasih? Apakah ini semacam rencana liar yang dibuat oleh kalian berdua? Baekhyun kabur dari rumah dan datang ke sini untuk tinggal berdua denganmu secara diam- "
"Kris, berhentilah." Chanyeol mendengus saat dia melangkah dan mengggeserkan kursi kerjanya dari bawah meja "Aku tidak menculiknya dan kami bukanlah sepasang kekasih rahasia, Sial."
Kemudian, sikap Kris tiba-tiba berubah sedikit lebih serius. "Lalu apa yang dilakukan anak dari perusahan Byun di rumahmu, yang dengan santainya berjalan dengan rambutnya yang basah, telanjang dibalik handuknya, dari apa yang kulihat? "
Chanyeol mengerang. Dia sudah menjelaskan situasinya dua kali dan tampaknya dia akan melakukannya lagi. Tapi Kris adalah mitra bisnisnya dan karena itu dia memiliki hak untuk mengetahui persis apa yang dilakukan anak dari perusahan kompetitornya itu di rumahnya dalam keadaan yang benar-benar telanjang di balik handuk bodohnya.
"Singkat cerita, file yang kau berikan padaku itu tidak valid" mulai Chanyeol, memberikan tatapan tajam pada Kris. " 'Perempuan' Byun yang harus aku nikahi? foto yang ada di dalam file yang kau serahkan setahun yang lalu? Si Idiot yang barusan kau lihat telanjang - adalah 'perempuan' itu. "
Kris menggeleng. "Yah, si idiot yang telanjang itu – mungkin memiliki seorang saudara perempuan -"
"Tidak, dia tidak memiliknya," uacap Chanyeol tegas.
Frustrasi, Kris mengeluarkan ponsel dan mulai mengetikan sesuatu. "Tidak, tidak mungkin. Byun Baekhyun sialan itu tidak mungkin perempuan yang ada di foto itu. Ini tidak mungkin dia. Sial! Ini tidak mungk – What the Hell?! "
"Apa yang kau temukan, Kris?" Tanya Chanyeol, menabur garam pada luka yang baru saja dibuka.
"Dia anak tunggal ..." Kris menatap ponselnya. "Ini kesalahan. Aku melihat foto-foto itu, dan jelas sekali dia itu perempuan – memiliki rambut panjang, dengan sebuah topi, dan memiliki kaki yang indah ... Aku menyimpan gambarnya di sini- "
"Kenapa kau menyimpannya di ponselmu?" Tanya Chanyeol dengan suara serius.
"Untuk referensi."
Chanyeol tidak peduli. Dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat duduk Kris untuk melihat foto yang sudah dia simpan.
Kris menemukan foto itu, Kris menyerahkan ponselnya pada Chanyeol. "Jelas perempuan."
Chanyeol melihat foto dengan kualitas rendah itu, yang tidak begitu jelas. "Aku bahkan tidak melihat wajah perempuan di foto ini... "
"Tapi tubuhnya," tunjuk Kris. "Rambutnya, kakinya, tangannya ... Walaupun wajahnya tidak mengatakan jika 'aku seorang perempuan.' "
Chanyeol mengerutkan kening. Dengan cara yang aneh, dia merasa bahwa ada kesamaan antara Wajah Baekhyun dan wajah seorang yang ada di foto berkualitas rendah itu. Dia akan mengkonfirmasi keaslian foto itu dan Baekhyun adalah satu-satunya orang yang bias menjawabnya. Chanyeol berjalan menuju pintu dengan membawa ponsel kris.
Kris berdiri. "Kau akan pergi kemana?"
"Baekhyun. Aku perlu menanyakan langsung tentang hal ini padanya. "
"Bagaimana kau menjelaskan semuanya saat dia bertanya mengapa kau menanyakan foto itu padanya yang kemungkinan dia atau bukan? " tanya Kris agresif.
"Aku akan mengarangnya," Chanyeol bergumam sambil membuka pintu. Ketika dia melihat Kris berusaha untuk mengikutinya, ia menggeleng. "Tetaplah di sini. Aku tidak ingin kau dekat-dekat dengannya. "
Terkejut, Kris bertanya, "Mengapa tidak?"
"Demi kehati-hatian," gumam Chanyeol pelan sebelum menutup pintu di belakangnya dan meninggalkan Kris sendirian di dalam ruangan.
Ketika Chanyeol masuk ke ruangan Baekhyun tanpa mengetuk, dia lega melihat Baekhyun sudah mengenakan pakaian pada tubuhnya - meskipun celana piyama Neon merah muda tidak cocok dipadukan dengan kaos bergambar hamburger miliknya, sebuah pemandangan yang dapat membuat matanya sakit.
Meskipun pilihan pakaian Baekhyun mengerikan – yang biasa Baekhyun anggap sebagai gaya yang 'kasual' - Chanyeol menyukai pemandangan dimana Baekhyun sedang membelai Nugget yang meringkuk di pangkuannya di atas kasur, jatuh tertidur karena lelah.
"Hai, Mr. Wonderfull," kata Baekhyun, tersenyum dan tertawa bersamaan saat menyapa Chanyeol.
"Hn." Chanyeol segera berjalan cepat ke arah Baekhyun dan mengarahkan ponsel di depan Wajah Baekhyun dengan hati-hati. "Pertanyaan cepat. Apa pendapatmu tentang perempuan ini? "
Baekhyun mengerjap beberapa kali sambil terus membelai Nugget. "Um, tunggu. Petahankan posisi ponselnya."
Chanyeol mengerang pelan, lalu memegang ponsel itu lebih tenang. "Lebih jelas?" tanyanya sinis.
"Yap." Baekhyun memfokuskan matanya dan ketika dia melihat foto itu lebih jelas, dia berhenti membelai Nugget. "Apa ini…"
"Foto seorang perempuan-"
"Bagaimana kau menemukan ini?" Tanya Baekhyun singkat.
Chanyeol menatapnya beberapa saat. "Aku menemukannya di internet. Aku sedang mencari beberapa hal – hm apa ya – sebuah referensi saat aku membutuhkan beberapa, Kau tahu, pelepasan. "
Baekhyun menipis bibirnya. "Chanyeol-"
"Jadi apa pendapatmu?" sela Chanyeol. "Seksi atau tidak? Aku pribadi berpikir dia memiliki nilai sembilan dari sepuluh," tambahnya.
"Um"
"Cukup antara kau dan aku – sebagai sesama lelaki – aku pikir tidak akan sulit baginya membuat 'moment'ku datang. Hanya dengan memikirkannya melilitkan kakinya di pinggangku saja mampu membuat hasratku terpuaskan. "
Baekhyun menghela napas. Dia mengalihkan tatapannya dari ponsel dan mengarahkan tatapannya ke Chanyeol. "Kau benar-benar akan menggunakan foto itu untuk melepaskan hasratmu? "
Chanyeol mengangkat bahu. "Aku hanya menggunakannya sebagai alternatif."
Baekhyun berhenti sejenak. "Aku sarankan tidak. Kau akan membuat semuannya menjadi lebih canggung."
"Kenapa?" ejek Chanyeol. Baekhyun berbicara tentang dia yang membuat hal-hal menjadi canggung? Chanyeol jelas mengetahui jika Baekhyun lah yang sering membuat seluruh dunianya canggung. "Kau tahu, ini wajar jika seorang lelaki berbicara pada lelaki lain mengenai kebutuhannya akan -"
"Bukan itu maksudku, bodoh," gumam Baekhyun. "Kau tidak boleh menggunakan foto itu – dan jangan pernah berpikir kedua kakinya itu dapat meliliti pinggangmu -" Lalu, Baekhyun melanjutkan, "Karena semuanya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. "
"Aku tidak mengerti kenapa ku bersikeras melarangku. Ini hanya fantasiku- "
Frustrasi, Baekhyun mengerang dan mengusap wajahnya, hingga poninya tersingkap. "Kau tidak mengerti. Dia lelaki!"
Chanyeol mendapatkan jawabannya. Dan itulah yang dia butuhkan saat ini, tapi dia berusaha melanjutkan. "Bagaimana kau mengetahuinya, Baek? Dia terlihat seperti perempuan bagiku- "
Baekhyun memutar matanya dan menghela napas panjang. "Aku tahu karena akulah yang ada di foto itu, dasar kedelai bodoh!"
Chanyeol membeku. "A-Apa?"
"Aku," ulang Baekhyun. "Foto itu diambil saat aku berpartisipasi dalam kontes cross dressing di SMA ku dulu. Ya, itu tanganku, pakaianku, dan kakiku - Sial!" Baekhyun kesal dan meniup poni yang menutupi matanya. "Jadi aku akan sangat menghargainya jika kau tidak bermasturbasi dengan memfantasikan kakiku yang meliliti pinggangmu seolah kita sedang melakukan seks di dinding atau sebagainya ... Bodoh!"
.
.
Kembali dengan chapter baru ^^
Nah loh ada Kris hehe ucapkan salam padanya ^^
Bagaimana dengan Chapter ini? Ditunggu yaa tanggapanya
Oh iya, selamat datang pada new reader, terima kasih karena sudah menyempatkan membaca ff translate ini, dan tidak lupa untuk seluruh reader yang selalu setia menantikan kelanjutan ff translte ini, thank you and love you all ^^
