NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 19 – Off Limits

.

Chanyeol tetap tenang saat Baekhyun menyuruhnya untuk berhenti berfantasi tentang kaki Baekhyun yang meliliti pinggangnya. Dia mengangguk dan menjawab singkat 'oke' sebelum membawa langkahnya pergi meninggalkan kamar Baekhyun. Dalam perjalanan kembali ke ruang kerjanya, Chanyeol mengerutkan kening saat memandang foto itu di ponsel Kris itu, lalu dia memutuskan untuk menghapus foto tersebut dari ponsel Kris karena alasan sendiri.

Dia kembali bergabung dengan Kris, lalu melemparkan ponsel itu kembali pada pemiliknya. Kris menangkapnya dengan kedua tangan. "Apa yang terjadi?"

"Ya, dialah orangnnya. Dan itu diambil saat dia mengikuti kontes cross dressing." Chanyeol mendudukan kembali dirinya di kursi dan menggesernya mendekat ke meja, dia benar benar sudah ingin mengalihkan perhatiannya dari apa yang baru saja terjadi di kamar Baekhyun.

Kris membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi berubah pikiran ketika dia mengamati ada yang hilang dari ponselnya. "Di mana foto itu?"

"Sudah kuhapus."

Kris memelototinya. "Kau menghapusnya!?"

Chanyeol mengerutkan kening. "Kita sudah mendapatkan informasinya dan sekarang kau tidak membutuhkan foto itu lagi. "

"Tapi-"

"Dan aku tidak ingin foto tunanganku menjadi referensimu saat kau bermastrubasi," gumam Chanyeol.

"Dan tiba-tiba kau mengakui Baekhyun sebagai tunanganmu ..."

.

.

Setelah keadaan canggung yang Baekhyun rasakan karena foto SMAnya dulu yang tiba tiba muncul dan mungkin hanya Tuhan yang tahu dari mana asalnya, Baekhyun bangkit dari tempat tidurnya untuk bergabung dengan yang lain di ruang utama. Nugget juga terbangun dan berusaha untuk mengikutinya, tetapi tidak peduli berapa kali Baekhyun mencoba mengatakan kepadanya untuk tetap tinggal di kamar, tapi Nugget tidak melakukannya, pada akhirnya Baekhyun membawa Nugget yang masih setengah sadar dalam rengkuhannya.

Di dapur, Kyungsoo mendongak setelah mengelap botol yang basah agar kering. "Ah, Baekhyun. Pas sekali. Kau ada disini."

"Aku berencana untuk duduk dan menonton TV dengan Kai dan Sehun," kata Baekhyun, mencoba untuk menghindar dari apa yang akan diperintahkan Kyungsoo padanya.

Tapi tidak mempan. "Bisakah kau membawa botol-botol itu ke Chanyeol? Sebenarnya untuk Kris. Dan keduanya ada di ruang kerja Chanyeol. "

Baekhyun melirik lima botol air. "Sepertinya itu terlalu banyak untuk satu orang, bukankah begitu, Kyung?" tanya Baekhyun sambil mengayun-ayunkan Nugget pelan.

"Aku tidak peduli. Dia dapat menempatkan sisa botol air itu di kamarnya. "

Baekhyun mengangkat alis. "Apa kau ... tidak menyukai Kris?"

"Ini bukan berarti aku tidak menyukainya" gumam Kyungsoo. "Dia hanya terlalu terbuka."

Baekhyun menyeringai. "Tapi bukankah aku juga seperti itu?"

"Tapi kau tidak mencoba untuk tidur dengan siapapun dan apapun itu, Baekhyun," kata Kyungsoo, tegas. Sebelum Baekhyun bisa mengatakan apa-apa lagi, Kyungsoo mengibaskan tangannya. "Tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan. Aku akan membawa Nugget. Kau hanya harus memberikan botol-botol itu padanya."

Baekhyun mengangkat bahu dan memberikan Nugget pada Kyungsoo, dan memutar posisinya. Kyungsoo mengatur posisinya agar Nugget nyaman dalam rengkuhan lengannya. Lalu Baekhyun meraih semua botol, menahannya dengan tangannya yang menekan botol itu pada tubuhnya. Dia memastikan bahwa tidak akan ada botol yang terlepas dan jatuh sebelum botol itu diterima oleh yang 'mulia' Kris.

Dengan tangan dan lengan yang penuh, Baekhyun tak punya pilihan, kecuali untuk menendang pintu. Dia bisa saja melakukannya dengan lebih lembut, tapi dia terbiasa tidak memperhatikan hal-hal seperti itu. Saat pintu terbuka, dia menduga akan melihat Chanyeol, tetapi dia terkejut karena Krislah yang menongolkan kepalanya sebelum membukakan pintu lebih lebar untuknya.

"Oh, Hai."

Baekhyun berencana untuk menyapanya kembali, tapi dia teringat permintaan Chanyeol dan memutuskan tetap melakukannya untuk menyenangkan giant itu sekali saja – Semua itu dia lakukan karena dia merasa berterima kasih atas Nugget, dia mengingatkan dirinya sendiri. Bukannya menjawab, Baekhyun mengerutkan bibirnya dan mengangguk, mengangkat lenganya ke atas, menunjukkan botol-botol itu pada Kris.

"Oh, air. Aku tidak meminta sebanyak ini," kata Kris, terdengar seperti sedang mengomeli Baekhyun. "Tapi, tidak apa-apa. Aku akan menerimanya." Baekhyun mengangguk lagi, mengarahkan Kris
untuk mengambil botol-botol itu. Sebelum Kris melakukannya, Chanyeol datang dari belakang dan membuka pintu benar-benar terbuka.

"Kyungsoo, bisakah kau panggilkan Bae-"

Ketika Baekhyun melihat mata Chanyeol terarah pada dirinya, dia tersenyum lebar. Lalu dia berkata, "Aku tidak melanggar aturanmu," ketika mata Chanyeol menatap tajam ke Kris.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Baiklah, Oh iya, kami sudah menyelesaikan pekerjaan hari ini. Aku ingin kau menunjukkan kamar yang akan ditempati Kris. Dia akan berada di sini selama seminggu. "

Baekhyun menatap Kris, yang tersenyum padanya sampai Kris memutuskan untuk memberikan senyuman yang sama ke arah Chanyeol. Baekhyun tidak mengerti mengapa Kris melakukan itu, tapi dia tidak menyukainya mengingat informasi yang dia dapatkan dari Kyungsoo. Kemudian, Baekhyun mencoba mengabaikannya. Dia tidak berhak menilai kehidupan seksual seorang .

Mengangguk, ragu-ragu Baekhyun berbalik dan memimpin jalan ke kamar Kris. Saat dia mulai melangkah keluar, Kris tetap diam di tempat sejenak. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Chanyeol. "Menurut mu apa dia masih memiliki kaki yang sama? "

Chanyeol menggertakan rahangnya. "Jangan pernah berpikiran sedikitpun tentang itu."

"Tapi dia hanya maid mu saat ini,"gumam Kris. "Dia bukanlah Byun Baekhyun atau tunanganmu, jadi secara teknis, ini adalah permainan yang adil. "

Saat Kris hendak mengikuti langkah Baekhyun, Chanyeol mencengkeram bagian belakang jaketnya, menggenggamnya cukup lama untuk menyampaikan pesannya. "Kau di sini selama satu minggu untuk tujuan bisnis, bukan untuk bersenang-senang. Kau tidak akan pernah bisa menyentukan tanganmu sedikitpun padanya selama kau disini. Tunangan, maid, Baekhyun, atau hanya sisi konyolnya, semuanya terlarang untukmu, Kris." Ucap Chanyeol langsung menatap tajam Kris. "Sial! Jika saja kau tidak begitu ahli dalam pekerjaanmu ... "

Chanyeol tidak perlu menyelesaikan kalimatnya untuk membuat Kris mengetahui lanjutannya. "Aku mengerti, Chanyeol," Kris tertawa sebelum melepas cengkraman Chanyeol. "Sekarang jika kau tidak keberatan, aku harus mengikuti Baekhyun yang akan menunjukan kamarku. "

Setelah Kris pergi, Chanyeol menahan keinginan mengikutinya untuk memastikan dia tidak melakukan sesuatu yang konyol. Dia bisa bertahan lebih lama, jika saja dia tidak mengingat tingkah kasual Baekhyun. Bagaimana jika Kris mencoba sesuatu dan Baekhyun menganggapnya sebagai sesuatu yang 'kasual'? Sial! Bahkan Baekhyun menciumnya setiap pagi seperti hal itu bukanlah sesuaatu yang harus dikhawatirkan.

Lima menit Chanyeol dalam mode bertahannya, dia menyerah, mengerang pada dirinya sendiri karena merasa lemah, meskipun dia tidak yakin yang lemah saat ini; dia atau Baekhyun, orang yang tidak sengaja mendapatkan pantat yang kencang karena melakukan terlalu banyak 'squat'.

Baekhyun menunggu Kris menyusulnya dan membuka pintu kamar di depannya karena tangannya benar-benar penuh. Kris bersikeras agar Baekhyun masuk lebih dulu, yang akhirnya dia lakukan. Baekhyun segera mengarahkan langkahnya ke meja terdekat dan menjatuhkan semua botol-botol itu dari tangannya. Dia berencana untuk meninggalkan botol-botol itu seadanya - berantakan dan tidak beraturan- tapi kemudian dia menyadari jika Kris pasti akan mengaduhkannya pada Chanyeol dan Chanyeol akan memarahinya, mungkin Chanyeol bahkan membawa Nugget pergi lagi. Pada akhirnya, Baekhyun merapikan posisi botol-botol itu dalam garis lurus tanpa sepata katapun keluar dari mulutnya.

"Apa kau sendiri yang merapikan kamar ini, Baekhyun?"

Terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba, Baekhyun menoleh ke Kris dan mengangguk.

Kris menyadari kebisuan yang Baekhyun tunjukkan dan dia tahu bahwa itu ada hubungannya dengan Chanyeol. "Kau tahu, kau bisa bicara denganku. Dia tidak ada di sini." Saat Baekhyun menggelengkan kepalanya, Kris mengangkat bahu. "Baiklah. Biarkan aku saja yang berbicara untuk mengisi keheningan ini."

Baekhyun benar-benar tidak tertarik dengan apa yang dikatakan tentang 'mengisi keheningan', jadi dia mencoba untuk undur diri dari ruangan dan memberikan privasi pada Kris. Di sisi lain, Kris memanggilnya. "Yah, kau mau pergi? Aku pikir kau akan membantuku untuk membereskan barang-barangku"

Pandangan Baekhyun langsung mengarah ke koper kecil Kris. Dia mendesah pelan dan berjalan mendekat. Meskipun menahan diri untuk berbicara, tapi bahasa tubuh Baekhyun memberikan sinyal jika dia kesal dengan permintaan Kris.

"Ini tidak akan banyak. Kau hanya harus menaruh ini ke kamar mandi," kata Kris memegang tas kecil penuh dengan peralatan mandinya. Saat Baekhyun mulai melakukan apa yang diminta, Kris terus saja berbicara. "Kau sudah lama bekerja di sini, Baekhyun?" Dia bertanya meskipun dia tahu jika dia tidak akan mendapatkan jawaban. "Aku tebak kau belum lama bekerja di sini. Dua bulan lalu aku di sini, dan kau belum ada, jadi kau benar benar masih baru - oh! terima kasih untuk airnya. Aku benar-benar mengharapkan Kyungsoo yang membawakannya untukku, dan sungguh kejutan yang menyenangkan saat kau yang membawanya. Aku selalu senang bertemu dengan orang baru."

Saat Kris terus berbicara, mencoba mengakrabkan diri pada Baekhyun dengan menunjukkan sisi baiknya, Baekhyun berdiri di kamar mandi, menatap wajah tidak terkesannya di cermin.

Terdengar ketukan di pintu dan Kris melangkah untuk membukanya. "Bukankah aku sudah menyelesaikan urusanku denganmu hari ini? " canda Kris, Chanyeol tidak menghiraukannya, dia malah mendorongnya ke samping. "Jika kau mencari Baekhyun, dia tidak ada di sini."

Chanyeol memberikan tatapan berbahayanya pada Kris sejenak sebelum mengalihkan pandanganya ke seluruh penuru kamar, dan memang tidak terlihat Baekhyun di kamar itu. Setelah sepenuhnya yakin jika Baekhyun memang tidak ada, "Maaf," gumam Chanyeol sebelum beralih melangkah ke pintu.

Dia baru saja akan meninggalkan kamar, tapi saat dia menyentuh kenop pintu, keduanya baik Chanyeol dan Kris mendengar suara keras dari botol yang jatuh bersama dengan suara benda lain yang berjatuhan dari kamar mandi. Ketika Chanyeol mengarahkan tatapan tajamnya pada Kris, Dia hanya tersenyum dan mengangkat bahunya. "Aku tidak mengatakan jika dia tidak ada di kamar mandi."

Chanyeol hampir saja akan memaki, tapi mengurungkannya dan membalikan langkahnya menuju kamar mandi Kris. Chanyol membawa dirinya masuk kedalam kamar mandi, dengan tetap menaruh tangannya di daun pintu. "Ya! Apa yang sebenarnya kau lakukan?

Baekhyun menoleh sebelum melanjutkan untuk mengambil beberapa peralatan mandi Kris yang jatuh ke lantai. "Kris menyuruhku untuk menaruh peralatanya di rak itu, tapi itu sangat sulit dijangkau, Chanyeol," gerutu Baekhyun.

"Kenapa tidak ditaruh saja di dekat wastafel!"

Baekhyun mengerang. "Dia memberitahuku jika dia tidak ingin ada kekacauan di sekitar wastafelnya – Dasar pohon kurus yang sok mewah," gumamnya. "Dia mengingatkanku pada pohon, Chanyeol. Bukan pohon yang indah, tapi seperti, salah satu pohon aneh yang ada di Lord of the Rings ... "

Chanyeol melangkah maju dan mengambil produk rambut Kris dari lengan Baekhyun ini, segera menempatkannya di rak yang diinginkan Kris. Dia pikir dia telah menyelesaikan semuanya, tapi Baekhyun mengomentari penempatan botol yang Chanyeol lakukan.

"Kris memberitahuku jika dia ingin label semua produk mandinya menghadap ke arah depan ..."

Chanyeol mengerutkan kening. "Sejak kapan kau peduli dengan spesifikasi? Kau bahkan tidak memberi gula pada kopiku saat aku memintanya. "

Baekhyun mengangkat alisnya. "Bukankah dia semacam tamu bisnis atau sesuatu seperti -"

"Dia tidak pantas mendapat pelayanan istimewa seperti ini," potong Chanyeol. Meraih tangan Baekhyun, Chanyeol menariknya keluar dari kamar mandi. "Dan aku tidak menyukainya saat kau melakukan permintaan dari orang yang bahkan kau tidak bekerja padanya. "

"Aku pikir itu keinginmu agar aku menuruti permintaanya," balas Baekhyun.

"Kris itu tidak begitu penting," gumam Chanyeol.

Ketika mereka keluar dari kamar mandi, Chanyeol mengunci tatapanya pada Kris yang sedang mengangkat alisnya saat melihat Chanyeol yang memegang tangan Baekhyun. Lalu Kris mengalihkan tatapanya pada Baekhyun. "Apa kau melakukannya dengan benar?"

Baekhyun tidak suka mendengar nada suara memerintah Kris, mengatakannya seolah-olah dia hanya seorang pembantu. Chanyeol – saat dia memerintahkan Baekhyun untuk melakukan sesuatu – terdengar berbeda, tapi Baekhyun tidak bisa memastikan apa yang membuatnya berbeda dari Kris.

Sebelum Baekhyun bisa menjawab pertanyaan Kris, Chanyeol mewakilinya "Semua label peralatan mandi sialanmu yang mahal di rak itu sudah menghadap ke depan" ucap Chanyel berbohong.

"Aku menghargainya," kata Kris. "Aku suka maid mu, Chanyeol. Dia sangat penurut."

Chanyeol memutar matanya dan menggeleng ketika dia menarik pintu terbuka. Melepaskan tangan Baekhyun, Chanyeol mendorongnya keluar dari kamar, setelah itu kembali mengarahkan pandanganya ke Kris untuk terakhir kali. "Sampai bertemu besok untuk bekerja."

"Ya benar, untuk apa lagi aku di sini? Aku di sini untuk bisnis, bukan bersenang-senang," balas Kris menyeringai pada Chanyeol.

"Tepat. Dan ingatlah itu." Chanyeol memperingatkan.

"Ya. Baekhyun – si bodoh itu, maid mu, tunanganmu – terlarang. Tapi aku bersungguh-sungguh saat mengatakan jika dia itu sangat penurut, Chanyeol. Dia melakukan semua permintaanku dengan sangat baik ..." Saat Chanyeol akan menutup pintu, Kris tidak bisa menahannya. "Aku menyukainya sebagai pasangan."

.

.

next