NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 20 – New Dynamics
.
Keesokan paginya, Chanyeol terbangun dengan cara yang biasa. Nugget berlari di dadanya, menjilati dagunya sebelum Baekhyun membungkuk ke bawah untuk memberikan kecupan sekilas -dan tidak memuaskan- di pipinya.
"Bangunlah, Chanyeol," Baekhyun bernyanyi sambil mengangkat Nugget. Chanyeol mengerang dan berguling tengkurap, Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Kau tahu, Kris belum bangun. Haruskah aku
tidak memperdulikannya atau aku harus membangunkannya? "
"Baiklah ..." Chanyeol menggerutu ke bantalnya.
Baekhyun mengerutkan kening. Jawabannya tidak koheren dengan pertanyaan yang dia ajukan, dia tahu Chanyeol masih setengah tertidur, dan itu dapat dimengerti. "Oke, maka ... aku akan menganggap itu sebagai ya. "
"Yeah…"
Sambil mengangkat bahu, Baekhyun membenarkan posisi Nugget dalam pelukannya dan menuju ke pintu. "Jadi, Aku harus membangunkannya dengan cara yang biasa kan?"
"Mhm ..." Chanyeol setuju dengan wajah masih di tempat tidurnya. Baekhyun tidak memperdulikan jawaban Chanyeol dan segera keluar, berbisik ke Nugget agar berhenti mengibaskan terlalu sering ekornya.
Setelah Baekhyun pergi, Chanyeol mencoba untuk menggoda dirinya agar tertidur lagi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan fakta jika dia belum ingin bangun, pikirannya mulai jernih dan semua bagian dalam kepalanya mulai berfungsi. Saat itulah kata-kata Baekhyun mulai memenuhi kepalanya, yang terus berulang, seluruh percakapan antara dia dan maid nya. Saat segala sesuatu mulai mengerucut dalam pikiran Chanyeol, salah satu kata dari bibir Baekhyun terjebak dipikirannya: 'cara biasanya'. Membuka kelopak matanya sedikit, Chanyeol menghela napas.
"Cara biasanya ..." gumamnya.
Terdengar lucu baginya untuk beberapa alasan karena definisi Baekhyun untuk beberapa kata itu cukup berbeda dengannya. Dalam hubungan mereka, kata "cara biasa" berarti bangun dengan dicium – mata Chanyeol langsung terbuka lebar dan segera bergegas bangun dari tempat tidurnya.
Dalam benak Chanyeol, Baekhyun itu idiot. Dia adalah seorang idiot, yang benar benar tidak memiliki batasan fisik - kecuali satu malam dimana mereka tidak jadi bercinta, satu malam itu dari semuanya - dan tidak memiliki hati untuk pernah merasa menyesal jika semua sentuhan dan ciuman itu bisa mempengaruhi orang lain. Dan sebagai tambahan lagi tentangnya, Baekhyun menganggap segala sesuatu yang dia lakukan dengan istilah 'kasual', Chanyeol memiliki perasaan jika si idiot itu pergi ke kamar Kris untuk menciumnya agar terbangun layaknya seperti Sleeping Beauty tapi versi jeleknya.
Bangkit dari tempat tidurnya, Chanyeol membawa tubuh telanjangnya untuk mengambil boxer dan memakainya. Lalu dia mengambil kemeja putih polos terdekat dan memakainya sebelum pergi menuju kamar Kris dengan rambut acak-acakannya dan ekpresi wajah yang sangat tidak menyenangkan. Ketika dia sampai di depan kamar Kris, dia melihat pintu itu terbuka, dan segera merasa lega saat melihat Baekhyun keluar dari kamar Kris dengan Nugget di belakangnya. Secepat rasa lega itu datang, lalu tergantikan dengan rasa penasarannya.
"Apa yang kau lakukan?"
Baekhyun mengangkat alisnya. "Aku membangunkannya dengan cara yang biasa, seperti yang kau katakan padaku" Jawab Baekhyun dengan senyuman. Baekhyun melewati Chanyeol dan Nugget mengikutinya tepat di belakangnya, lalu dia berhenti untuk sedikit menggigit kaki Chanyeol dan berusaha untuk mendapatkan perhatian Chanyeol agar bermain dengannya, tetapi saat Chanyeol tidak bergerak sedikitpun, Nugget kehilangan minatnya dan memutuskan untuk terus mengikuti Daddynya.
"Aku suka rambutmu," tambah Baekhyun sambil terus berjalan dengan punggung yang masih menghadap Chanyeol. "Membuatmu terlihat seksi."
Chanyeol menatap Baekhyun sampai dia berbelok dan tidak terlihat lagi dengan tiga kata dalam pikirannya: 'Benar-benar tanpa batas'.
Mengalihkan perhatiannya ke Kris, Chanyeol berjalan menuju kamarnya dan menemukan bisnis partnernya duduk di tempat tidur, mengusap tangan di wajahnya. Chanyeol memaklumi apa yang Kris lakukan karena dia juga melakukan itu beberapa kali saat dia mulai dibangunkan dengan dicium oleh duo yang tidak biasa itu.
Berusaha untuk menjaga dirinya di bawah kendalinya, Chanyeol mengaggetkannya, "Apa yang kau lakukan?"
Kris tersentak karena tiba-tiba mengetahui jika dia tidak sendiri di kamar. "Bukan apa-apa. Aku hanya ... Aku baru saja bangun," gumamnya sambil terus menatap tangan. "Terasa aneh…"
Chanyeol tidak dalam mood yang baik. Dia tidak pernah memilliki mood yang baik di pagi hari, tapi ketidaksetiaan ciuman Baekhyun membuatnya bahkan menjadi lebih kesal pagi itu. "Apa yang aneh?"
Kris masih tampak bingung, tapi dia hanya menggeleng. "Aku tidak tahu. Aku baru saja mendapat ciuman di sisi wajah, kemudian di bibir dan itu... - Apa itu normal? Aku terbangun dan melihat Baekhyun menarik diri dariku. "
Chanyeol menahan dirinya. Dia ingin memukul wajah Kris dan membuang pantat bergoncang Baekhyun mengarah langsung ke neraka, tetapi dia terus mengingatkan dirinya jika Baekhyun itu hanyalah si idiot yang tanpa batas. Setelah itu, Chanyeol mengatakan pada dirinya sendiri bahwa siapa pun Baekhyun pilih untuk diaracuni dengan bibirnya, itu tidak menjadi masalah untuknya. Hal ini juga bukan berarti Chanyeol sudah memesan ciuman pagi Baekhyun hanya untukknya saja, Hell!, dia bahkan tidak pernah meminta ritual pagi itu. Baekhyun dan Nugget bisa mencium siapapun di rumah itu seperti Kai atau Sehun dan Chanyeol tidak akan peduli - pada kenyataannya, pemikiran itu membuat rasa kesalnya bertambah dua kali. Dua kekesalan yang akan Chanyeol rasakan jika Baekhyun benar-benar memberikan ciumanya pada orang lain lagi.
Memiringkan kepalanya, Chanyeol memaksakan senyumannya. "Yah, kau sudah bangun sekarang jadi berpakaianlah dan makanlah. Kita akan bekerja sepanjang hari. "
"Ya, baiklah ..." Kris berhenti menatap tangannya, lalu menghela napas, menyingkirkan selimut yang menutupinya dengan malas. "Katakan pada Baekhyun untuk merapikan kamarku. Aku ingin kamar ini persis seperti sebelum aku datang ke sini. Aku tidak suka kekacauan. "
Tidak menyukai fakta jika Baekhyun harus melakukan lebih banyak pekerjaan karena kemalasan Kris, Chanyeol menatapnya tajam dengan menyatukan alisnya. "Tidak akan ada kekacauan jika kau langsung merapikan kekacauan yang kau buat sendiri! "
"Dia itu maid. Jadi memang tugasnya untuk melakukan hal seperti itu," Kris menggerutu, menggosok dadanya sambil melangkah menuju lemari.
Respon Kris tidak meringankan suasana hati Chanyeol. "Kau benar. Ini adalah tugasnya, tapi setidaknya cobalah sedikit lebih pengertian dengan merapikan sesuatu yang bisa kau lakukan sendiri. Aku tidak ingin dia memliki masalah punggung karena merapikan kamarmu selama enam hari penuh."
Kris berhenti dan menoleh ke Chanyeol. "Jika dia tidak bisa melakukannya, lalu apa yang dia bisa?"
Chanyeol tidak tahu mengapa, tapi percakapan mengenai perlakuan yang harus diterima Baekhyun dan kewajibannya sebagai maid di rumah itu membuatnya semakin marah, karena Kris tidak melihat hal-hal pada Baekhyun seperti saat Chanyeol melihatnya.
"Dia merapikan tempat tidur, memvacuum kamar ketika memang waktunya, dan membersihkan kamar mandi. Dan itulah pekerjaan dasarnya," jelas Chanyeol dengan sangat hati-hati. "Dia juga melakukan hal-hal kecil ketika diminta untuk mencuci piring atau membawa anak anjing sialan itu keluar untuk berjalan-jalan, tapi dia tetap melakukan apa seharusnya dia lakukan. Dia di sini untuk melakukan sesuatu yang dasar dan kecil, bukan untuk membersihkan kekacauan semua orang di rumah ini sepanjang hari. Kita bukanlah anak-anak lagi dan Baekhyun bukanlah seorang budak - tidak peduli sudah berapa banyak kali si idiot mengeluh jika dia – rapihkan segala sesuatu yang masih bisa kau lakukan sendiri, Kris." Ucap Chanyeol mengakhirinya sebelum meninggalkan Kris sendiri untuk menyelesaikan urusannya, dia mengatakan pada Kris jika Baekhyun akan kembali lagi, tapi hanya untuk merapikan tempat tidurnya saja.
.
.
Kris tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaannya pada sarapan pagi ini. Baekhyun sedang menatapnya kosong sambil membelai anak anjing dalam pelukannya, yang terkadang mencoba memakan sesuatu dari piringnya. Sehun selalu sama seperti yang dia tunjukkan; tenang dan berada di dunianya sendiri. Orang baru – Kai tersenyum padanya, tapi tetap fokus dengan dunianya sendiri juga. Keadaan Chanyeol pun tidak jauh berbeda, dia makan tapi seperti ada sesuatu yang mengganggu dalam kepalanya dan Kyungsoo bertindak seperti dia tidak berada di meja makan pagi itu –yang selalu dia lakukan. Kyungsoo memang terus menghindarinya sejak peritiwa mabuk, yang membuat Kris mencoba untuk merayunya.
Mencoba menghilangkan rasa canggung di meja itu , Kris tersenyum pada Baekhyun. "Jadi, bagaimana tidurmu semalam, Baekhyun? "
Baekhyun mencoba membuka mulutnya untuk menjawab, tapi saat baru mengeluarkan huruf pertama dari kata-kata yang ingin dia katakan, Chanyeol menatap sekilas padanya. Pada ahirnya Baekhyun hanya mengangkat bahu dan melirik Nugget, berbisik sesuatu yang tidak terdengar oleh sekitarnya.
Kris sudah terbiasa dengan kebisuan Baekhyun sehingga dia hanya membiarkannya saja. "Aku tidur cukup nyenyak, terima kasih untuk pertanyaannya... " kata Kris canggung. "Aku juga benar-benar terbangun dengan baik. Jadi, aku harus berterima kasih untuk itu, juga. "
Meskipun Baekhyun menundukkan kepalanya ke arah Nugget, Chanyeol masih bisa melihat senyuman yang muncul di wajahnya. Tidak ada keraguan dalam benak Chanyeol. Baekhyun bukan tersenyum pada anjingnya. Dia tersenyum saat mendengar komentar Kris tentang 'bagaimana dia terbangun'.
Menaruh peralatan makannya dengan keras, Chanyeol memundurkan kursinya dan bangkit darinya. Perhatiannya tidak tertuju pada Kris, melainkan pada Baekhyun yang sedang menatapnya, terhibur. "Aku selesai."
Kris berkedip dan menatap piringnya. "Jika kau sudah selesai, maka aku akan menyusulmu segera, karena aku belum- "
"Lalu makanlah lebih cepat. Kau membuang-buang waktu. "
Kyungsoo melirik Chanyeol. Dia bisa saja merespon ucapan Chanyeol, tapi diam-diam dia ingin Kris pergi juga dari meja. Baekhyun, di sisi lain, tidak menangkap ketegangan yang terjadi di meja itu karena energi yang berasal dari mood buruk Chanyeol.
"Kau tidak seharunya menyuruhnya untuk makan lebih cepat," kata Baekhyun. "Apa kau tahu dalam beberapa kasus jika makan terlalu cepat menyebabkan makanan tidak terkunyah dengan sempurna, yang bisa membuatmu berisiko untuk tersedak? Ini pengetahuan umum, Kau sungguh- "
"Baekhyun," Chanyeol memperingatkan.
"Chanyeol," balas Baekhyun, memiringkan kepalanya ke arah Kris sebelum meniru seorang tersedak
dan berpura-pura dalam posisi hampir jatuh.
Chanyeol ingin berdebat, tapi semua orang sedang mengawasi mereka. Menyerah pada pertahanan yang Baekhyun lakukan untuk Kris, Chanyeol mengerucutkan bibirnya. "Baiklah. Setelah kau menyelesaikannya, kau tahu dimana harus menemuiku" ucap Chanyeol ketus.
Chanyeol segera meninggalkan meja itu dan butuh beberapa saat agar mood di meja itu kembali seperti semula. Baekhyun pikir bahwa mereka akan kembali makan dalam keheningan, tetapi sebaliknya, Kris menyerah mencoba untuk berbicara dengannya dan memutuskan untuk mencoba peruntungannya dengan Kyungsoo.
Baekhyun merasa de javu. Baekhyun berpikir jika Chanyeol terlihat gay saat bersama Kyungsoo sebelumnya, namun sekarang Kris terlihat lebih gay dari Chanyeol. Setiap tawa dan usaha untuk merayu temannya membuat Baekhyun kesal, karena dia sangat jelas mengetahui rencana Kris.
Kris jelas menunggu Chanyeol meninggalkan meja makan itu sehingga dia bisa berbicara dengan Kyungsoo, yang menurut pengamatan Baekhyun, merupakan cinta rahasianya Chanyeol. Dan keadaan ini membuatnya sedikit marah mengetahui jika Kris, partner bisnis Chanyeol ternyata menusuk Chanyeol dari belakang.
Dalam rumah itu, Chanyeol adalah ayah, Kyungsoo adalah ibu, dan Kai, Sehun, serta Baekhyun adalah anak-anak mereka. Kris, di sisi lain, terlihat seperti orang aneh yang mencoba untuk merayu ibu mereka saat ayahnya sedang pergi.
.
.
Saat hari sudah siang, Baekhyun menyadari jika Chanyeol pasti akan sibuk dengan Kris dan Chanyeol jelas akan mengabaikannya. Pada salah satu waktu, Baekhyun mengantarkan beberapa makanan ringan yang Kyungsoo buat dengan terpaksa karena dia tahu jika minggu ini adalah waktunya Chanyeol untuk mengevaluasi akhir desain dan prototype yang dia buat, dan itulah kenapa Kris ada di rumah itu, sehingga Kyungsoo tidak punya pilihan, kecuali untuk mendukungnya.
Ketika Chanyeol mengizinkannya untuk masuk sejenak dan meletakkan nampan berisi makanan dan teh itu, Baekhyun melakukannya, ya dia memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan itulah sisi terbaik dari dirinya. Baekhyun mencoba untuk berjalan ke tempat Kris dan Chanyeol bekerja dan melihat kertas yang ada di depan mereka, tapi Chanyeol menyalaknya untuk pergi tanpa kata.
Baekhyun berbohong jika dia tidak mengakui bahwa dirinya marah atas permintaan kasar Chanyeol. Chanyeol terus aja mencoret-coret kertas di depannya, bahkan tidak mengangkat kepalanya sedikitpun untuk melihat Baekhyun.
Disisi lain, Kris berjalan mendekati Chanyeol saat melihat kerutan kening di wajah Baekhyun yang ditujukan pada mereka berdua. Baekhyun tidak menyadarinya, tapi wajah tersentaknya terlihat jelas karena jarak yang cukup dekat dengan keduanya. Bagi Kris, Baekhyun tampak lebih terganggu saat Chanyeol tidak berteriak kepadanya 'untuk pergi' atau setidaknya menyuruhnya untuk menyingkir.
Tidak ingin mencampuri urusan kedua orang itu, Baekhyun mengabaikannya dan melangkah mundur untuk keluar dari ruangan. Setelah dia pergi, Kris menabrakan bahunya pada milik Chanyeol, yang membuatnya menghentikan segala sesuatu yang dikerjakannya dengan serius.
"Chanyeol," ucap Kris. " Lembutlah sedikit."
Chanyeol mendengus. "Dia mencoba untuk berjalan ke sini. Dia bisa saja melihat apa yang sudah kubuat. Apa kau lupa siapa dia itu sebenarnya? "
"Dia tidak tampak seperti ancaman bagiku. Dia bahkan tidak akan bisa memahami apa pun ini."
Chanyeol menahan dirinya untuk melakukan sesuatu yang kurang ajar. Dia kesal karena Kris merendahkan pengetahuan dan kemampuan Baekhyun. Chanyeol memutuskan untuk tidak menanggapi komentar Kris, dan hanya menggeleng.
"Aku hanya tidak ingin dia menggangguku sekarang," gumam Chanyeol. "Dia tidak akan pergi sebelum aku berteriak menyuruhnya pergi. "
"Oh, kau bahkan tidak melihat wajahnya."
"Apa?"
Kris mengangkat bahu. "Sebenarnya yang ingin kukatkan itu orang yang memilik kaki sepertinya harus ditangani dengan lembut. Tidak boleh terlalu kasar. Jika tidak, bagaimana dia bisa bertahan? "
Chanyeol mengepal dan mencengkram jemarinya kuat, dia menahan ide impulsifnnya untuk meninju Kris tepat di mulutnya untuk berhenti berbicara, melainkan bekerja sebagai gantinya.
.
Pada sore hari, Chanyeol mulai lelah karena memaksa dirinya untuk terus bekerja keras agar menyingkirkan Baekhyun dari pikirannya. Dia mencoba mengstirahatkan dirinya dan sepertinya Kris melakukannya juga.
Sementara Chanyeol duduk santai di kursinya, matanya melihat Kris berdiri di dekat jendela dengan jari-jarinya menarik tirai. "Apa yang kau lihat?" Tanya Chanyeol saat dia melihat Kris menyeringai.
"Tidak ada."
Chanyeol mengerutkan alisnya. "Kris."
Kris tertawa pada apa pun dia tonton. "Aku hanya sedang melihat seluruh orang yang bekerja di rumah ini sedang berlarian dengan setengah telanjang."
Chanyeol menegakan posisinya di kursi. "Setengah apa !?"
"Kau mendengarku - Oh ... Kyungsoo jatuh," gumam Kris. "Dia berdiri lagi – Shit!"
"Apa?" tanya Chanyeol, tergoda untuk bangkit dari tempat duduknya.
"Sehun menendang bola yang sedang mereka mainkan mengenai bola dari anak baru itu, Kai. Dia
mungkin teralihkan - Oh ... "
Kurang tertarik, Chanyeol bersandar di kursinya. "Apa yang terjadi sekarang?"
"Baekhyun mendekati anak baru itu yang sedang merasakan sakit pada 'bola'nya," jelas Kris. "Dia meletakkan tangan di punggungnya. Aku tidak tahu. Dia tampak seperti berusaha untuk menghiburnya -tunggu. Tunggu... Fuck! "menarik tirai lebih lebar lagi, Kris mendorong wajahnya mendekat ke jendela.
Chanyeol merasa tertarik lagi, dan bertanya apa yang sedang terjadi. Pada awalnya Kris bersikeras untuk menahan informasi itu, tetapi ketika Chanyeol berdiri dari tempat duduknya, Kris pikir dia mungkin harus mengatakan sekarang.
"Tunangan manismu sedang berusaha untuk mencoba meraih perhiasan Kai, Yeol ..."
.
.
"Aku hanya mencoba untuk membantumu!"
"Pergilah!"
Baekhyun gusar. "Jangan sok 'lurus' dan keras kepala."
"Aku tidak keras kepala!" balas Kai. "Aku hanya tidak ingin kau -ohhh my god."
"Lihat? Lebih baik, kan?"
Chanyeol mencengkeram tirai itu sangat keras, dan sepertinya Kris harus mengingatkannya untuk segera melepaskannya.
.
.
Hi There ^^
How about this Chap? can't wait to read your comments ^^
And thanks for the correction, it's 'keledai' not 'kedelai'
Tbh, i am so touched when i read your comments, always remember this, ilysm ^^
See you next chap
