NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 21 – Big and Small
.
Tangan lembut Baekhyun yang berada di daerah selangkangan celana pendek Kai seharusnya tidak terlalu menggangunya, tapi faktanya Chanyeol sangat terganggu. Dia sadar jika dia sudah memikirkan Baekhyun lebih dari yang seharusnya dia lakukan dan dia tidak mengerti mengapa. Dia benar-benar harus mengusir Baekhyun keluar dari kepalanya pada sebagian besar waktunya, karena itu adalah satu-satunya cara agar Chanyeol bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.
Baekhyun tidak suka diabaikan. Dia sudah terbiasa dengan kehadiran Chanyeol yang selalu mencampuri segala urusannya. Berkurangnya perhatian yang dia dapatkan dari Chanyeol sedikit membuatnya sedih karena sebagian besar perhatiannya diberikan pada yang 'mulia' Kris, yang membuatnya sedikit jengkel - bahkan lebih menjengkelkan lagi saat Kris tidak memiliki batasan apapun saat berkaitan dengan Chanyeol.
Baekhyun seringkali mencoba mendapatkan perhatian Chanyeol karena sejujurnya dia merindukan segala argumentasi dan sulutan emosi dengan giant satu itu. Tapi karena Chanyeol menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar kerja kecilnya, satu-satunya waktu yang dimiliki Baekhyun untuk melihatnya adalah saat Chanyeol keluar untuk ke kamar mandi.
Menggunakan Nugget sebagai alasannya, Baekhyun menerobos ke kamar mandi di ruang utama -
yang kebetulan sama dengan kamar mandi yang akan digunakan Chanyeol – dengan sedikit mendorong Chanyeol menjauh dari toilet."
"Apa yang kau lakukan !?" teriak Chanyeol saat dia terdorong pada dinding.
"Nugget kebelet pipis," gumam Baekhyun sambil mengatur kaki belakang Nugget pada tepi toilet duduk dengan memegang sebagian besar tubuhnya.
Chanyeol mengernyit mendengar alasan bodoh Baekhyun ini. "Satu, anjing bisa kencing di luar. Dua, dia tidak akan kencing di toilet itu, sial!. Urin yang keluar dari penis sialannya akan mengotori dinding ini, Keluarlah sekarang. "
"Tapi aku mencoba untuk mengajari Nugget bagaimana- "
Chanyeol menggoyangkan tangan dan mendorongnya ke arah pintu. "Aku tidak punya waktu untukmu sekarang, Baekhyun. Pergilah, "kata Chanyeol dengan tegas..
"Tapi-"
"Pergi."
Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan keluar dengan mengangkat bahunya. "Baiklah," gumamnya,
membawa Nugget pada lengannya. "Let's go Baby. Chanyeol sepertinya sedang PMS ... "
ucap Baekhyun, bergumam pada Nugget.
Chanyeol menyaksikan Baekhyun menyeret kakinya keluar dari kamar mandi. Kemudian dia membanting kedua telapak tangannya di wastafel, menundukkan kepalanya lalu mengerang frustrasi karena jika saja Baekhyun mendadak masuk setelah dia sudah didalamnya setelah beberapa waktu, maka Baekhyun mungkin akan menangkap basah Chanyeol yang tengah menyentuh dirinya sendiri.
.
.
Di tempat Loundry, Baekhyun sedang menaruh beberapa baju Chanyeol ke mesin cuci, tapi tiba-tiba Nugget terus menggonggong, Baekhyun berbalik dan melihat apa yang mengganggu anjing itu. Saat menoleh, dia melihat Nugget seperti sedang terancam, menggonggong pada salah satu kaus kaki Chanyeol.
Baekhyun tertawa dan membungkukan tubuhnya. Dia mengambil ujung kaus kaki itu dan mendorongnya ke wajah Nugget, yang membuat Nugget mundur karena tidak menyukainya. "Apa yang salah, baby? Kau tidak menyukainya? "
Sekali lagi, Baekhyun menggoyangkan kaus kaki itu di depan Nugget dan Nugget mundur, menggeram. Saat mendengar geraman itu, Baekhyun tidak bisa menahan tawanya karena kemarahan tiba-tiba anak anjing itu pada kaus kaki. Sekali lagi, Baekhyun menempatkan kaus kaki itu tepat di depan hidung Nugget, tapi Nugget sudah cukup muak dan mencoba menyerangnnya dengan menggigitnya dan menariknya dari tangan Baekhyun.
Khawatir pada sifat agresif Nugget, Baekhyun mengerutkan kening dan mencoba untuk mengambil kaus kaki itu kembali. "Nugget, berikan kaus kaki bau itu pada Daddy!" perintah Baekhyun, tapi Nugget tidak mau mendengarkannya. Namun setelah mereka berdua mendengar robekan kecil, Nugget melepasnya dan Baekhyunlah yang memenangkan lomba tarik menarik itu.
Baekhyun menegakan badannya dan memeriksa kaus kaki itu. Dia melihat dimana robekannya, tapi dia juga melihat ada lubang karena gigitan Nugget buat sebelumnya. Baekhyun mengerutkan keningnya saat memikirkan kemungkinan reaksi Chanyeol, tapi dia memutuskan untuk tidak memperdulikannya dan melemparkan kaus kaki itu ke mesin cuci bersama dengan sisa baju lainnya.
.
.
Malam itu saat Kyungsoo sedang memasak bersama Kai yang mencoba melakukan berbagai perintah Kyungsoo berikan, Baekhyun keluar dari lorong dengan membawa ransel Kai dipunggungnya. Kyungsoo menghentikan perintahnya pada Kai untuk melakukan ini dan itu, dan Kai juga menghentikan apapun yang sedang dilakukannya. Keduanya terarah pada Baekhyun.
"Kau mau pergi kemana?" tanya Kyungsoo , matanya mengarah ke tangan Baekhyun yang memegang tali merah yang menempel ke leher Nugget.
"Ke suatu tempat," jawab Baekhyun. Dia melingkarkan tali merah itu kursi dan bergegas ke pintu depan untuk mengambil sepatunya. Lalu segera memakainya sebelum mengambil tali itu kembali ke tangannya.
"Baekhyun, 'suatu tempat' bukanlah jawaban," ucap Kyungsoo. Saat Baekhyun memutuskan untuk tidak menjelaskan lebih jauh, Kyungsoo menyerahkan pisau yang sedang dipegannya pada tangan Kai dan segera mengikuti Baekhyun yang melangkah keluar ke pintu belakang.
"Tunggu!" Kai memanggil Kyungsoo dari belakang. "Bagaimana dengan-"
"Terus saja diaduk!" jawab Kyungsoo ketus.
Kai jelas mendengar nada ketus Kyungsoo dan mengarahkan pandangnya pada Kyungsoo. "Oke, gezzz ..." gumamnya sebelum mengalihkan perhatian dari apa yang sedang terjadi di luar.
Setelah Kyungsoo meninggalkan tugas dapurnya pada Kai, asistennya, dia mencoba menyusul Baekhyun yang sedang menuruni tangga yang jelas mengarahkan rute ke laut.
"Baekhyun! Aku bertanya padamu! Kau akan kemana!?" teriak Kyungsoo sebelum dia mengulurkan tangannya untuk menarik Baekhyun berhenti. "Matahari sudah hampir tenggelam dan kau jelas tahu bagaimana Chanyeol jika dia tau kau pergi ke laut di waktu senja! "
Baekhyun berkedip. Dengan tangannya yang bebas, dia mengulurkan tangan ke sisi ransel Kai dan mengambil senter. Lalu dia menyalakannya dan menyorotnya tepat di wajah Kyungsoo, menyebabkan
pegangan tangan Kyungsoo terepas darinya.
"Aku tidak akan pergi ke laut," kata Baekhyun. "Aku hanya ingin mengajak Nugget piknik."
Kyungsoo menatapnya tidak percaya. "Piknik !? Ini sudah hampir gelap!"
"Bintang-bintang akan terlihat lebih baik dalam keadaan gelap di alam terbuka," Baekhyun bergumam sambil menatap dan mengarahkan sorotan senternya ke bawah.
"Ini gila, Baekhyun!" kata Kyungsoo putus asa. "Kau tidak bisa piknik di tempat yang gelap dan hanya dengan anjing saja! Kembalilah ke dalam. Aku hampir selesai..."
"Kau tidak usah khawatir, semua akan baik-baik, Kyung," jelas Baekhyun. "Kami hanya pergi kesana untuk beberapa saat," lanjut Baekhyun beralasan, mengarahkan senternya ke pantai tepat di ujung rute itu.
"Baekhyun," omel Kyungsoo. "Chanyeol tidak akan menyukainya. Kau jelas mengetahuinya, tapi kenapa kau masih saja melakukannya, dia hanya akan memarahimu pada akhirnya!?"
"Dia tidak akan marah padaku," Baekhyun mendesah. "Sudah kukatakan, Aku hanya pergi kesana sebentar."
"Bagaimana dengan makan malam?"
"Aku sudah membuat sandwich tadi dan membawa makanan anjing di salah satu wadah kecil milikmu. "
Kyungsoo menutup bibirnya. Dia tidak akan mengungkit kenyataan jika Baekhyun menggunakan salah satu wadah makanannya untuk menyimpan makanan anjing.
"Baiklah, tapi serius, Baek! Chanyeol- "
"Dia tidak akan peduli."
"Kapan dia tidak peduli tentang apa pun yang lakukan, Baek?"
Baekhyun menghela napas. "Dia tidak akan peduli karena aku hanya pergi ke sana. Ini tidak seperti aku kabur dari rumah. Aku hanya akan duduk dan makan sandwich dengan Nugget. "
Kyungsoo tahu dia tidak akan menang berargumentasi dengannya mengetahui bagaimana keras kepalanya Baekhyun. Kyungsoo menyilangkan lengannya, dan mengalah. "Fine-Tapi jika Chanyeol datang dan bertanya di mana kau, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Jika kau dimarahi, aku tidak akan peduli." Kyungsoo menghela napas dan merapikan poninya ke samping. "Aku harus kembali ke dalam segera, jika tidak, temanmu mungkin akan membakar seluruh dapur karena dia hanyalah seorang bajingan kecil yang berbohong jika mengetahui bagaimana memasak. "
Baekhyun tidak bisa menahannya, dia tertawa mendengar komentar Kyungsoo mengenai Kai. Mungkin Kyungsoo tidak sepenuhnya memahami bagaimana sebenarnya pekerjaan dulunya Kai , pekerjaannya terutama menghidangkan makanan, bukan memasaknya. Lagipula itu bukan masalahnya. Baekhyun sudah mendapatkan kebebasannya malam ini dan mulai mengrahkan Nugget pergi mengikuti garis pantai.
Ketika mereka sampai ke tempat yang Baekhyun tunjukkan pada Kyungsoo, dia menyadari jika
masih ada gangguan cahaya dari rumah yang mengganggu langit malam itu. Dia melihat sekeliling dan terlihat cahaya matahari mulai memudar, dia melihat sebuah bukit tidak terlalu jauh dari rumah. Baekhyun mengestimasi dapat menujunya selama lima sampai sepuluh menit dengan berjalan kaki.
Berjalan dengan Nugget di sisinya, Baekhyun memimpin mereka berdua berjalan lebih jauh dan lebih jauh lagi dari rumah.
.
.
Di meja makan, Chanyeol segera melihat kursi kosong yang harusnya ditempati oleh Baekhyun. Sebelum dia bahkan membuka mulutnya, Kyungsoo mendahuluinya.
"Dia di luar dengan Nugget." Jelas Kyungsoo, saat melihat ekspresi di wajah Chanyeol, dia melanjutkan penjelasanya dengan tenang. "Dia duduk di pantai, makan sandwich bersama anjingnya. Dia menjelaskan jika itu semacam piknik di malam hari. "
"Dia di pantai?"
"Di luar," Kyungsoo mengangguk. "Dia tidak berenang. Dia hanya duduk."
"Apa kau melihatnya langsung?" tanya Chanyeol.
Kyungsoo diam dan semua mata di meja itu mengarah pada dirinya. "Tidak ... tapi aku mempercayainya."
Chanyeol tidak menyukai jawabannya dan memiliki firasat jika akan terjadi sesuatu yang tidak baik, dia berdiri dari tempat duduknya. "Kyungsoo, kau tidak mengawasinya. Dia bisa saja-"
"Chanyeol, biarkan dia bernafas," sela Sehun, mengalihkan perhatian semua orang.
"Bukankah dia berusia 22 tahun? Dia bisa mengurus dirinya sendiri. Kita semua tahu dia itu aneh, tapi dia tidak pernah melakukan sesuatu yang akan membahayakan anjingnya. Berilah dia kebebasan sekali saja. Kau hanya akan membuat dirimu gila sendiri dengannya. "
Setelah pernyataan terakhir Sehun ini, Chanyeol kembali duduk, karena pada kenyataannya Sehun memang benar. Dia membuat dirinya menjadi menjadi gila karena Baekhyun. Melanjutkan makannya dia mencoba mengabaikannya, mungkin itulah yang terbaik untuk mereka berdua.
.
.
Tangan Baekhyun membelai lembut Nugget yang berbaring di dadanya. Memposisikan senyaman mungkin pada alas di bawahnya, Baekhyun kesusahan membuat matanya tetap terjaga, pada akhirnya dia mengatakan pada dirinya sendiri untuk memjamkan matanya saja.
Meskipun dia tidak bisa melihat bintang-bintang itu lagi, Baekhyun terus membelainya dan berbisik tentang bintang-bintang itu pada nugget.
"Nugs, jika kita konstelasi, kau akan menjadi Little Dipper dan aku akan menjadi Big Dipper ... Kita akan menjadi pasangan konstelasi yang lucu, kan?" ucap Baekhyun mengantuk, terkekeh sebelum menguap. "Pasangan yang sangat serasi, besar dan kecil ... Aku pikir kita akan menjadi pasangan konstelasi yang lucu ... "
Menguap lagi sebelum benar benar tertidur, Baekhyun menghela napas panjang.
"Dan bagian terbaiknya adalah, kedua dippers itu tidak pernah terpisah jauh dari satu sama lain ..."
.
.
Saat itu tengah malam ketika Kris akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat tidur karena sesatu yang terus menganggunya sejak makan malam. Mengenakan mantel hitam, Kris berjalan susah payah keluar dari rumah melalui pintu belakang dan mulai mencari Baekhyun yang dia ketahui belum juga kembali hingga saat ini.
Ketika Baekhyun tidak ditemukan di sekitaran rumah, Kris menggerutu sambil mengeluarkan umpatan
sebelum melihat sekelilingnya. Dia bisa saja meneruskan langkahnnya ke kiri atau kanan, tapi dia memutuskan untuk pergi ke arah sebuah bukit kecil.
Kris masih setengah terjaga, seakan yang berjalan sekarang hanya kerangkanya saja. Setelah berjalan selama beberapa menit, dia menemukan Baekhyun tertidur dengan Nugget. Anak anjing itu menempel tepat di samping tubuh Baekhyun yang sedang tidur sedikit menyamping.
"Oh, ternyata kau di sini, sweet ass ..." Kris menguap. Dia menjilat bibirnya yang kering sesaat sebelum
berlutut di atas alas yang Baekhyun gunakan. "Aku ... bergabung denganmu saja, beautiful ..."
Menyenggol Baekhyun untuk sedikit bergeser, Kris membaringkan dirinya dibawah dan langsung menutup matanya. Dalam tidurnya, Baekhyun berbalik, menghadap Kris, lalu dia membawa lengan dan kakinya di atas tubuh Kris. Kris membalasnya dengan gerutuan dan melemparkan tanganya balik pada Baekhyun, mencapai dan menyentuh pantatnya.
"Fuck, this is nice ..." gumam Kris sebelum jatuh tertidur.
"Diamlah, Chanyeol ..." ucap Baekhyun lembut menjawab sebelum melanjutkan tidurnya lagi.
Beberapa jam berlalu dan malam semakin dingin. Salah satu hembusan udara dingin mengenai bagian sensitif tubuh Baekhyun sehingga membangunkannya. Pada awalnya dia hanya semakin meringkukkan tubuhnya saja, tapi kemudian dia mengusap matanya dan mulai menarik diri dari tubuh besar di sampingnya.
"Yah ... Chanyeol, keluarlah dari tempat tidurku ... Tutuplah jendelanya ..." gerutu Baekhyun. Ketika tubuh disampingnya tidak bergerak dan udara dingin terus menerpanya, Baekhyun bangkit untuk duduk. "Chany-"
Baekhyun terdiam ketika pikirannya segera menyadari dimana dia berada: di luar. Dia bergegas untuk menemukan senternya dan ketika dia melakukannya, dia segera mengarahkan ke tubuh di sebelahnya. Dia terkejut, canggung, bukanlah Chanyeol yang dia lihat seperti dugaanya, melainkan Kris.
Butuh beberapa menit baginya untuk menyadari bahwa dia baru saja tidur dengan Kris. Seharusnya bukanlah sesuatu yang lucu, Baekhyun menunjukkan senyuman lelahnya sedikit.
Baekhyun mengusap matanya sambil membangunkan Kris. "Yah ... manusia pohon, bangunlah ..." Kris tidak juga bangun sehingga Baekhyun menepuk wajahnya. "Come on..."
Kris mengerang kesakitan, tapi tepukan itu mampu membutnya terbangun. Meskipun sebenarnya Kris masih sangat mengantuk, tapi saat itu dialah yang merasa lebih sadar dari Baekhyun. Baekhyun memanfaatkan waktunya untuk menaruh semua barang masuk ke ranselnya dengan malas dan meraih alas tidurnya di lengan. Kris mendapat tugas untuk membawa Nugget.
Saat mereka berjalan kembali ke rumah, Baekhyun sering tersandung, sehingga Kris meraih tangannya menyebabkan Baekhyun bersandar padanya.
"Tanganmu ..." Baekhyun bergumam. "besar sama seperti Chanyeol ..."
"Tanganku lebih baik daripada milik Chanyeol ..."
Baekhyun bersenandung. "Tidak juga. Tangan Chanyeol lebih lembut. Kau perlu pelembab untuk tanganmu, Kris ..."
.
.
Chanyeol duduk di salah satu bangku dapur, terus melihat pada jam. Saat itu menunjukkan jam 3 pagi dan Baekhyun masih belum ada di kamarnya. Keparat itu masih di luar, jika tidak dia mungkin di ayunan gantungnya. Chanyeol bahkan memeriksa semua kamar kosong yang ada di rumahnya dan dia tidak melihat Baekhyun di dalamnya satupun.
Untuk beberapa waktu, semua yang Chanyeol dengar hanya keheningan. Ketika dia mendengar pintu belakang bergeser terbuka, dia langsung mengangkat kepalanya.
Pada awalnya, rasa lega yang dia rasakan, tapi rasa lega itu lenyap saat melihat Kris. Mengapa Kris dengan Baekhyun? Bahkan Kapan Kris keluar? Sial! Apa yang Baekhyun lakukan dan mengapa Kris bersamanya, Park Chanyeol, muak memikirkan semua itu.
Kris melihat ekspresi wajah Chanyeol yang dia duga akan menjadi sesuatu yang lebih berbahaya dan dengan cepat dia melepas tangan Baekhyun. Dia berbalik untuk menyerahkan Nugget ke Baekhyun, yang masih tampak lelah sekali, lalu memandang Baekhyun singkat.
"Aku akan kembali ke kamarku," katanya kepada Baekhyun, memberikan senyuman padanya. "Sampai bertemu lagi dalam beberapa jam. Omong-omong, aku suka suaramu, sangat enak didengar." ucap Kris sambil terus menyeringai dalam perjalanan kembali ke kamarnya.
Saat Kriss pergi, Chanyeol tidak mengalihkan perhatian sedikitpun dari Baekhyun dan mereka berdua saling memandang untuk waktu yang cukup lama sebelum Chanyeol berdiri dan mulai berjalan menyusuri lorong.
Baekhyun mengikutinya dibelakang, karena memang kamar mereka berada tepat di seberang dari satu sama lain. Perjalanan itu sangat hening dengan suasana tegang di sekitar mereka berdua. Baekhyun mengetahui jika Chanyeol sedang marah padanya, lalu dia mencoba untuk meredakan situasi melalui penjelasannya.
"Aku menunjukkan bintang-bintang pada Nugget... Aku pikir kita tertidur di bawah bintang-bintang itu," kata Baekhyun, tertawa kecil. "Dan aku pikir Kris itu kau, Chanyeol, karena kalian berdua terlihat sama ... saat itu benar-benar gelap di luar sehingga aku tidak benar-benar bisa melihat. "
Dia berhenti sejenak, menunggu Chanyeol mengatakan sesuatu, tapi dia tidak pernah melakukannya. "Kau tahu, jika kau marah, kau juga harus mengatakan sesuatu ..." gerutunya ketika mereka
mencapai kamar mereka.
Akhirnya, Chanyeol menoleh ke Baekhyun. Baekhyun berharap Chanyeol berteriak atau memarahinya, tapi dia hanya menyampaikan kalimat yang jelas, padat dan singkat :
"Aku tidak punya sesuatu yang harus kukatakan padamu ... Kembalilah ke kamarmu."
.
.
.
Jeng jeng jeng, Chanyeol ngambek hehehe
Fast update? Satu chapter dulu yaaa, See you next chap ^^
Thanks and love you all ^^
