NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 24 – I lied

.

Sisa hari itu berjalan dengan Baekhyun yang mencoba melanjutkan harinya seperti biasa seolah tidak pernah ada percakapan maupun kejadian yang terjadi pada keduanya. Dia sering kali menangkap Chanyeol menatapnya dengan cemberut, tapi dia hanya membalasnya dengan senyuman. Jika Nugget berada di pangkuannya, Baekhyun akan memainkan kaki anjing itu dan menggerakannya naik dan turun yang mengarah pada giant yang sedang menatapnya. Jika Nugget tidak ada, Baekhyun hanya tersenyum, tertawa, dan kemudian melakukan pekerjaannya lagi.

Chanyeol ingin sekali memaksnya untuk membicarakan hubungan mereka yang membingungkan dan membuatnya frustrasi pada laki-laki yang lebih kecil darinya itu, tapi setiap kali dia melihat kesempatan untuk melakukannya, Baekhyun akan menggunakan Nugget sebagai alasan untuk menghindarinya. Setelah mendengar beberapa alasan Baekhyun, Chanyeol bosan mendengarnya entah itu tentang pemenuhan dahaga Nugget untuk jalan keluar atau untuk kencing. Karena kegagalan yang selalu didapatkannya, Chanyeol menjadi semakin kesal dan akhirnya dia memutuskan untuk mendapatkan perhatin bajingan itu pada waktu yang paling tidak terduga.

Sementara itu, Baekhyun masih tetap melakukan pekerjaanya di rumah itu, seperti mengganti sprei, melakukan laundry, dan menyedot debu. Pada saat itu, Baekhyun menyelesaikan pekerjaanya di sore hari, seluruh daftar tugasnya hari itu sudah dilakukannya dan dia merasa bosan – walaupun keberadaan Nugget yang selalu mendapinginya cukup menyenangkan. Baekhyun membutuhkan interaksi dengan manusia, tapi Sehun sedang beristirahat dan Kyungsoo sudah menyeret Kai keluar dari rumah untuk membantunya berbelanja bahan makanan mingguan. Satu-satunya orang yang tersisa di rumah itu adalah Kris dan Chanyeol, tapi mereka berdua terkurung di ruang kerja Chanyeol.

Baekhyun sedikit gelisah. Dia ingin pergi ke kota, tapi Chanyeol berhasil menyembunyikan kunci mobil di suatu tempat yang tidak diketahuinya. Dia tidak memiliki ponsel sehingga dia tidak bisa browsing dan memeriksa status 'pelarian' nya di media. Setiap kali Baekhyun menggunakan internet, dia harus meminta izin pada Chanyeol untuk menggunakan laptop milik giant itu, akan tetapi Chanyeol lebih sering menolaknya, sekitar 9 dari 10 peluang kegagalannya.

Baekhyun sudah terlalu tenggelam dalam pikirannya sehingga saat sepasang tangan menyentuh pundaknya membuatnya tersentak. Pada saat itu Baekhyun sedang duduk di sofa yang sudah didudukinya sejak menyelesakan semua tugasnya, Baekhyun berbalik. Saat merasakan sentuhan tangan itu, Baekhyun berharap jika tangan itu milik Chanyeol, tapi ketika dia melihat jika Kris lah yang di belakangnya, dia merasa sedikit kecewa, tapi dia masih tetap tersenyum lebar.

"Hei. Pekerjaanmu sudah selesai? "

"Ya," Kris menguap saat dia melepaskan dan meregangkan tangannya. "Chanyeol sudah menyatuhkan segala sesuatunya bersama"

Baekhyun mengangguk penuh pengertian. Dia mengambil Nugget, yang sedang berbaring dengan tenang ke pangkuannya dan mulai mengelus anjing itu. Kris duduk di kursi yang berdekatan dengan sofa dan berbalik menatap Baekhyun. Mereka berdua saling memandang untuk bebrapa saat sebelum Baekhyun memutuskan untuk mengisi keheningan itu dengan pembicaraan yang tidak berarti.

"Jadi, apa Chanyeol mengatakan sesuatu tentang koreksiku?" Tanya Baekhyun cerah.

Kris tampak bingung sesaat, tapi kemudian dia menyeringai, sepenuhnya mengingat apa yang Baekhyun bicarakan. "Dia marah, tapi dia tidak mengubahnya." Ketika Kris melihat Baekhyun tersenyum lagi, dia memiringkan kepalanya ke samping.

Meskipun tahu jika dia sedang bermain di perairan yang berbahaya, Kris memutuskan untuk menyelidiki informasi rahasia yang mungkin akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak berhati-hati. Baekhyun masih membelai lembut bulu gelap Nugget, Kris menggosok telapak tangannya.

"Baek, kenapa kau mau bekerja sebagai maid?" mulai Kris ragu-ragu. "Kau jelas mengerti fisika dan matematika, dilihat dari caramu mengkritik Chanyeol. "

Baekhyun mengangkat bahu. "Aku suka berada disini."

"Tapi apa alasanmu sebenarnya berada di sini? Kau bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih baik daripada membersihkan kekacauan yang Chanyeol buat. "

"Karena Chanyeol membutuhkanku." Ketika Kris tidak terlihat seperti terpengaruh dengan jawaban candaannya, Baekhyun tertawa. "Oke, Sebenernya terbalik. Aku membutuhkannya - maksudku pekerjaan ini. Jika aku dipecat, maka aku harus pergi dari sini."

"Apa yang salah dengan pergi dari sini?" Tanya Kris sambil mengangkat alis. " Kau bisa meninggalkannya dan memulai perusahaanmu sendiri," saran Kris, menatap Baekhyun hati-hati. Ketika dia menyarankan ide untuk memulai bisnis di bidang teknologi, Baekhyun terlihat diam untuk beberapa saat.

"Aku tidak ingin memiliki tanggung jawab pada sesuatu seperti itu," kata Baekhyun dengan senyum kecil.

"Kenapa tidak?" Kris membungkuk, mengatur siku di atas lututnya.

"Aku suka berada di sini, itulah alasannya," Baekhyun menjawab asal . "Sangat dekat pantai. Semua hal yang perlu kukhawatirkan hanyalah membersihkan dan membangunkan Chanyeol. Jadi ini terasa seperti hal yang kecil dibanding sesuatu yang lain."

Setelah jeda singkat, Kris mengatakan, "Kau tahu? Aku juga memiliki sebuah villa di pantai."

Baekhyun tersenyum dan mengangkat alisnya. "Oh, ya?"

Mata Kris tiba-tiba terlihat berbinar, mendengar Baekhyun sedikit tertarik dengan perkataanya. "Ya. villaku lebih besar dari ini dan benar-benar dekat dengan pantai. "

"Wow, sungguh menarik."

"Kau tahu," kata Kris lebih mencondongkan badannya ke arah Baekhyun lagi, "Kau bisa pergi dari sini dan datang ke villaku. Nugget bisa datang juga. Kau dapat memiliki banyak hewan peliharaan lainnya yang kau inginkan. Apa pun."

Baekhyun mendecakkan lidahnya dan memiringkan kepalanya. "Bisakah aku menyewa pelacur laki-laki untuk menghiburku, juga? "tanyanya sinis.

"Jika itu yang kau inginkan," Kris terkekeh.

Baekhyun tertawa terlalu keras sehingga membangunkan Nugget. Dia dengan cepat menenangkan anjing itu, dengan menepuk-nepuk kepalanya lembut. "Jika aku memintamu untuk membelikanku sebuah tiang (pole) strip, Apa kau akan memasangkan satu untukku juga?"

"Ya aku akan memasangkannya untukmu," jawab Kris, berpura-pura berpikir sejenak tentang hal itu. "Aku akan melakukannya jika aku mendapat pertunjukkan spesialmu."

Baekhyun mencibirkan bibirnya. "Kau ingin melihatku telanjang."

"Dan bermain-main dengan pole."

Baekhyun mengerjap beberapa kali sebelum menyeringai. "Kau itu mesum, ya?"

"Mungkin."

"Tidak heran Kyungsoo selalu ingin menjauh darimu," kata Baekhyun, memberikan tatapan tidak pedulinya, seolah-olah dia menemukan seseorang yang setipe dengan dirinya.

"Aku ingin memiliki Kyungsoo untuk satu malam, tapi kau itu merupakan kasus yang berbeda." Baekhyun terdiam mendengar ucapan Kris. "Tapi kau benar. Kyungsoo memang menjauhiku. Pertanyaannya, kenapa kau tidak menjauhiku? "

"Karena kau dan aku itu sama – kegiatan seksualmu sepertinya cukup aktif sekarang, yang berarti jika kau mungkin lebih mudah terjangkit penyakit, sehingga secara teknis kita tidak benar-benar
sama." Baekhyun menghentikan ucapanya ketika merasa dirinya sudah terbawa suasana. "Tapi dalam hal seks, ya benar, kita berdua menyukai seks dan cukup terbuka mengenai hal itu, sehingga kau tidak benar-benar menakutiku."

"Hmn." Kris bersandar di kursinya dan mengamati Baekhyun denga hati-hati. "Jadi kita pada dasarnya anggota dalam klub mesum - kau dan aku, maksudku. "

"Kita bukanlah seorang yang mesum" balas Baekhyun cepat. "Kita hanyalah penggemar - kita hanya memilih cinta dan seks di atas hal-hal lainnya seperti ... seperti tanggung jawab. "

"Siapa yang perlu makan saat kau bisa berhubungan seks, iya kan?" Kris mendengus.

"-Sebenarnya, makanan dan air itu penting bagi tubuh manusia," potong Baekhyun, merusak sedikit komentar Kris. "Kau tidak bisa membuat 'cum' jika kau tidak terhidrasi dan kau tidak akan memiliki energi untuk melakukan apa pun jika tidak makan. "

Kris berhenti. "Oke jadi makan dulu, baru seks."

"Ya, tepat sekali."

.

.

Setelah menyelesaikan penyatuan beberapa file termasuk desain aslinya, akhirnya Chanyeol meninggalkan ruang kerjanya dan berjalan kembali ke ruang utama, lalu dia mendengar maidnya yang sedang berbicara dengan rekan kerjanya – orang sama yang mengatakan ingin melakukan seks dengannya, tapi pada saat yang sama dia juga tidak menginginkannya karena dia adalah seorang bajingan yang menyebalkan. Pembicaraan Baekhyun yang berapi-api sempat terhenti sesaat sebelum meneruskannya lagi saat Chanyeol -yang sedang merasakan frustrasi seksual- akan melewati mereka yang berada dalam topik yang cukup penting.

"Lihat, aku selalu memikirkan bagaimana rasanya penetrasi ganda, dan itulah yang ingin kucoba.'

Chanyeol mendengar Baekhyun beerdecak. "Ya, kau menginginkannya karena kaulah pihak yang 'memasukkan'! Rasanya sangat menyakitkan – Demi tuhan, aku merasa kehilangan beberapa sel otakku setelah melakukannya. Terlalu banyak rasa sakit, tidak begitu nikmat . "

Chanyeol tidak ingin mengetahui lebih lanjut pengalaman ataupun cerita pribadi Baekhyun mengenai penetrasi gandanya. Dia tidak ingin berpikir tentang siapa yang melakukan 'itu' denganya karena semua yang Chanyeol pikirkan dalam beberapa hari ini adalah keberadaan Kris di rumah itu selama seminggu penuh, dan kemungkinan Kris yang mengajak Baekhyun ke tempat tidurnya, sepanjang malam setiap malam.

"Kau tau," Chanyeol mendengar Baekhyun melanjutkan pembicaraannya, "Rasanya seperti kau dipukul seseorang."

Melangkah keluar dari lorong, Chanyeol merasa sudah muak. Dia tidak ingin mendengar tentang segala macam aktivitas Baekhyun di masa lalunya, dia juga tidak ingin Kris membicarakan sesuatu yang pribadi dengan Baekhyun. Chanyeol sangat mengenal rekan kerjanya, dia tahu jika Kris sedang memikirkan untuk melakukan penetrasi ganda pada Baekhyun, yang merupakan sesuatu yang tidak dia diinginkan. Dan Chanyeol juga sangat mengenal Baekhyun, si idiot itu terlalu naif dan tidak akan menyadari tujuan dan pemikiran Kris yang sesungguhnya, yang sangat jelas bagi Chanyeol. Baekhyun hanya terlalu berdedikasi dalam menjelaskan suatu topik bahkan tanpa menyadari yang lainnya - dan itulah yang membuat Chanyeol marah.

"Hei!"

Kris dan Baekhyun tersentak saat mendengar suara berat Chanyeol, dan langsung mengarahkan perhatian padanya. "Hai, Mr. Wonderfull," sapa Baekhyun dengan suara yang bernada.

Chanyeol mengabaikan sapaan itu. "Di mana Kyungsoo?"

"Dia ke-"

"Kai?"

"Dia-"

"Bagaimana dengan Sehun?"

"Sehun-"

"Kenapa kau tidak melakukan apapun?" tanya Chanyeol cepat.

Baekhyun berkedip, sedikit terkejut dengan perubahan topik Chanyeol yang cepat. Dia tidak mengerti kenapa Chanyeol memberinya pertanyaan-pertanyaan itu -tanpa memberinya kesempatan untuk menjawab. "Aku sudah menyelesaikannya."

"Aku tidak berpikir begitu. Kapan terakhir kali kau membersihkan Shower glass ku?" lanjut Chanyeol cepat, tidak peduli apakah pertanyaanya terdengar terlalu kasar untuk Baekhyun.

"Aku membersihkannya minggu lalu" Baekhyun tertawa lemah. "Apa kau lupa?"

"Tidak. Aku tidak mudah melupakan sesuatu," jawab Chanyeol tajam. "Pergi dan lakukanlah sekarang."

"Aku sudah membersihkannya minggu lalu, Chanyeol," balas Baekhyun, berusaha tetap tenang, tapi di saat yang sama, tidak terlihat seperti harapannya.

"Dan aku memberitahumu untuk melakukannya lagi," kata Chanyeol lebih kasar, memberikan Baekhyun tatapan dingin.

Baekhyun hendak membuka mulutnya untuk berdebat lagi, tapi saat dia mendengar rintihan Nugget, yang merasakan hawa yang tidak baik, dia menghela napas panjang, Baekhyun bangkit dan menempatkan Nugget di lantai agar mengikutinya. "Baiklah." Baekhyun mengarahkan pandanganya ke Kris, dia mengangguk. "Aku akan menemuimu lagi nanti setelah membersihkan shower glass yang Mulia terlebih dulu."

Kris memberinya senyuman kecil. "Ya, selesaikan tugasmu."

Baekhyun menunjukkan wajah cemberutnya pada Kris. Chanyeol memutar matanya saat melihat itu. "Yah!, pergilah!"

"Iya iya aku pergi," rengek Baekhyun, menyeret kakinya saat berjalan perlahan. Langkahnya seolah-olah terlihat jika aku-tidak-mau-melakukan-langkah ini-, Nugget mengikutinya dibelakang.

Begitu Baekhyun keluar dari ruangan sepenuhnya, Kris mengilangkan sikap tidak pedulinnya dan mendorong dirinya bangkit dari kursi, memasukkan tangannya di saku. "Kau atasan yang kejam, Chanyeol," kata Kris ringan.

Chanyeol berdecak, memberi Kris tatapan tidak tertarik. "Aku hanya seorang pria yang tidak ingin tunangannya berbicara tentang seks dengan pria lain. "

"Kau terus saja menganggapnya sebagai tunanganmu," kata Kris hati-hati. "Apa kau melakukannya karena terbawa suasana saja atau kau benar-benar menggapnya seperti itu? "

Chanyeol terdiam. "Ya, memang itulah dia."

"Ya, secara hukum, dalam kontrak memang mengatakan jika dia itu tunanganmu, tapi di luar hukum, secara pribadi, kau tidak perlu menganggapnya seperti itu." Kris melirik sejenak sebelum dia menendang tepi meja kopi pelan. "Aku sudah berpikir. Setelah kontrak ini gagal- setelah kau menyembunyikan Baekhyun cukup lama – kau tidak akan terus menahannya di sini, kan? "

Chanyeol bingung. Apa yang akan dia lakukan setelah keluarga Baekhyun akhirnya menghubunginya lagi dan memberitahunya jika mereka membebaskannya dari kesepakatan bodoh yang sudah dia setujui? Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Dia akan melepaskan Baekhyun dari tugas-tuganya. Dan dia akan kembali menjadi rival perusahaannya lagi seperti dulu, tapi bagi Chanyeol justru situasi seperti itulah yang lebih baik daripada harus terlibat denganya melaui pernikahan.

Semua ini hanya setting an, tapi Baekhyun terus saja berjalan angkuh dengan jiggly ass nya di sekitar rumah, berbicara tentang seks dan menciumnya seperti itu bukanlah suatu masalah yang besar. Dalam semua ketidakpastian ini, ada beberapa hal yang Chanyeol yakini, dia menginginkan Baekhyun. Apa dia menginginkan Baekhyun hanya untuk satu malam atau beberapa malam, Chanyeol tidak tahu. Meskipun begitu, dia akan mencari tahu.

Chanyeol berhasil keluar dari semua pemikirannya, dan menyadari jika Kris masih menunggu jawabannya. Tanpa memikirkannya terlebih dulu, Chanyeol memutuskan memberi jawaban yang diinginkan Kris. "Tidak. Aku tidak akan menahannya terus di sini."

Kris mengamati wajah Chanyeol untuk sesaat sebelum berdiri dengan bertopang pada salah satu kakinya. "Maka saat itu terjadi, kau tidak keberatan kan jika aku membawanya pergi?"

Chanyeol mengunci rahangnya rapat, dia jelas mengetahui jika Kris sedang memancingnya. "Ya."

Kedua masih berdiri dalam diam, sebelum Kris mengangguk. "Well, i guess Byun Baekhyun is mine."

.

.

Setelah semua piring kotor sudah dia cuci, Baekhyun melihat Nugget yang mengantuk bersandar pada rumah anjingnya, lalu dia membawanya kembali ke kamarnya. Dia mengganti pakaiannya menjadi celana piyama polkadot dengan kaos bergambar dengan tulisan 'Phoque you!'. Baekhyun merangkak ke tempat tidurnya, dan meraih salah satu buku pada jendela kamarnya untuk melanjutkan bacaanya pada buku itu.

Baekhyun hanya bisa menikmati tiga puluh menit waktu membacanya sebelum sesuatu mengganggunya. Dia sangat tidak senang saat waktu membacanya terganggu. Semua yang dia ingin lakukan sekarang adalah melanjutkan bacaanya dan mencari tahu apa yang akan terjadi selanjutnyapada karakter pada buku itu. Akan tetapi, perhatian Baekhyun sekarang teralih karena Kris yang mengetuk pintu dan membawa dirinya masuk ke kamar Baekhyun.

"Hei."

Memutarkan matanya dari balik bukunya sebelum menutup bukunya, Baekhyun menanggapinya. "Hai." Baekhyun melihat Kris berjalan kearahnya, lalu dia membawa bukunya ke atas dadanya. "Ada apa?"

"Aku sedang menunggu taksi," jawab Kris sambil membawa langkahnya lebih dekat, langkah demi langkah. "Aku ingin berpamitan padamu."

Baekhyun tersenyum ke arahnya. "Oh." Baekhyun mencoba untuk mendorong dirinya bangkit dari posisi berbaringnya, dengan menggunakan sikunya. "Semoga yang sudah kau kerjakan dengan Chanyeol berjalan dengan baik."

Menempatkan lutut di tempat tidur Baekhyun, Kris meletakkan tangannya di dadanya dan mendorongnya kembali ke atas kasur. "Ya. Berjalan dengan baik…"

Baekhyun tidak tahu apa yang akan Kris lakukan, tapi dia membiarkan Kris menyelesaikan apa yang dia inginkan. Ketika Kris membungkuk dan membawa bibirnya menempel pada bibirnya, Baekhyun membiarkan Kris merasakan bibirnya singkat. Akan tetapi, Baekhyun merasakan tangan Kris menelusuri tubuhnya dan mengarah pada kaos bagian bawahnya.

Ukuran tangan Kris yang relatif sama dengan Chanyeol, membuat banyangan Chanyeol segera melintas dalam pikirannya. Semua perasaaan itu tidak dapat dia hindari, Baekhyun memejamkan mata dan membayangkan Chanyeol lah yang melakukannya.

Kris melepaskan bibir Baekhyun, dan mulai menyerang leher jenjang Baekhyun. Dengan kombinasi dari tangan dan mulut Kris, serta fantasi kecilnya, Baekhyun mengeluarkan desahannya sambil menggeliat di bawah laki-laki yang lebih besar darinya. Kris menyeringai dan mengangkat kaos Baekhyun. Dia menggoda Baekhyun dengan membawa mulutnya meraih tonjolan merah mudah pada tubuhnya sebelum mengulumnya.

Baekhyun mendesah degan lembut sekali lagi, tapi kali ini sesuatu mengganggunya. Sebuah bantingan pintu bergema keras dalam ruangan itu dan Kris sudah tahu siapa pelakunya. Kris menyeka mulutnya tampak seolah selesai menikmati hidangan yang lezat, menuruni tempat tidur dan memandang Baekhyun dengan seringaianya pada Baekhyun dengan penapilan yang cukup berantakan.

"Jika kau ingin meninggalkan rumah ini, tawaranku masih berlaku."

Kemudian, dia berbalik dan meninggalkan kamar Baekhyun. Tatapan Baekhyun mengikuti langkah Kris dan menangkap bayangan Chanyeol yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Saat Kris lewat meliwatinya, Chanyeol bahkan tidak repot-repot untuk memelototi Kris, tetapi sebaliknya, fokusnya terarah padaBaekhyun. Tatapannya kosong, tapi Baekhyun tahu jika ada emosi besar di balik itu semua.

Baekhyun berharap Chanyeol berteriak marah padanya, akan tetapi apa yang dia lihat sebaliknya, Chanyeol tidak mengatakan apapun dan membawa tanganya untuk menutup pintu kamar Baekhyun.

.

.

Setelah Chanyeol membantu Kris memasukan barang-barangnya dalam bagasi taksi, mereka menyelesaikan pembicaraan mengenai pekerjaan untuk terakhir kalinya. Kris meyakinkannya jika dia akan menyerahkan berkas-berkas itu ke jajaran direksi perusahaannya dan akan menghubungi Chanyeol segera setelah pertemuan itu untuk membahas lebih lanjut mengenai anggaran proyek dan sistem pengoperasiannya.

"Kirimi aku kemajuan proyek melalui email."

Kris mengangguk sambil memperbaiki mantelnya. "Aku akan menyuruh sekretarisku untuk melakukannya."

"Baiklah." Chanyeol membuka pintu taksi untuk Kris dan menahannya selama beberapa saat. "Be safe."

"Thanks."

Saat Kris akan memasuki taksi, Chanyeol menghentikan Kris dengan suaranya. "Tapi, Wu?"

Beralih ke wajah Chanyeol, Kris mengangkat alis. "Tapi apa?"

"Aku merubah pikiranku. Baekhyun is mine." Lalu Chanyeol mengayunkan lengannya, memukul Kris tepat pada rahangnya, menegakan posisi tubuhnya. "Jadi enyahkan tanganmu darinya!"

.

.

Sepuluh menit berlalu sejak kejadian itu dan Baekhyun sudah kembali sadar dari apa yang telah dia alami. Dia merapikan kembali kaosnya, dan dia mengusap bibir dan lehernya dengan kain bersih di kamar mandi untuk menyingkirkan sentuhan Kris. Saat itu Baekhyun memutuskan untuk melanjutkan membaca, tapi untuk sekali lagi, waktu membacanya terganggu.

Kali ini, ketika dia meletakkan bukunya ke bawah, dia tidak melihat Kris. Dia melihat Chanyeol. Mata Baekhyun menelusuri tubuh Chanyeol sampai tatapannya jatuh pada tangan Chanyeol, dia melihat 'lube' yang berada di tangan kanan Chanyeol.

.

.

See You Next Chap