NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
SMUT, Yaoi, Boy x Boy, Typo (s) etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 25 – Intimacy (RATED CHAPTER)
.
Jauh di dalam lubuk hatinya, Baekhyun sebenarnya mengetahui jelas maksud dari Chanyeol yang tiba-tiba muncul di kamarnya. Raut wajah serta barang yang ada di tangannya jelas mengatakan semuanya. Pegangan jari Baekhyun pada bukunya semakin erat saat tatapanya bertemu langsung dengan mata Chanyeol.
"Hei ..." ucap Baekhyun parau, berusaha untuk menghirup udara.
Chanyeol tidak menanggapi secara verbal, tapi tatapan tajam yang ditunjukkanya mengatakan jika dia tidak berniat untuk berbasa-basi. Chanyeol mengambil langkah panjang ke tempat tidur, dan memposisikan dirinya tepat di depan Baekhyun dalam waktu singkat, melihat langsung ke arahnya. Chanyeol mencondongkan tubuhnya ke bawah dan mengambil buku yang ada dalam genggaman Baekhyun, dan sebelum Baekhyun bisa menegurnya, Chanyeol melipat halaman terakhir yang dibaca, sehingga tidak akan terlupakan. Setelah itu, Chanyeol segera melemparkan buku itu ke meja Baekhyun.
Chanyeol membawa lututnya ke tempat tidur, denyut jantung Baekhyun berpacu lebih cepat dan dia berniat menegakkan diri dari posisi tidurnya. Menekuk lututnya, dia mengangkat tubuh dengan sikunya, menjauh dari Chanyeol - tapi Chanyeol tidak membiarkannya. Chanyeol meraih pergelangan kakinya, dan menariknya kembali ke arahnya.
"Kenapa kau menjauh?" Tanya Chanyeol. "Kau tidak menjauh saat Kris datang ke sini."
"Ya karena dia Kris ..." Baekhyun berpendapat pelan. "Dia bukan kau."
"Kau benar," kata Chanyeol pahit saat dia mengatur posisinya di tempat tidur. "Karena dia bukanlah aku-atasanmu."
"Ya, memang demikian."
Chanyeol mendengus dan meletakkan tangannya di lutut Baekhyun ini. "Aku tidak memahamimu," kata Chanyeol geram. Ketika dia mencoba untuk membuka kaki Baekhyun lebih lebar, Baekhyun sempat memasang pertahanan – pertahanan yang lemah. "Sejak awal kau membuat batas diantara kita ketika sangat jelas jika kau juga menginginkanku sama seperti aku menginginkanmu, tapi kau membiarkan seseorang yang baru kau kenal selama seminggu menyentuhmu tepat dimana bagian yang sama dengan bagian yang pernah kusentuh."
"Apa-aaah," Baekhyun tersentak ketika Chanyeol merobohkan pertahanannya dan berhasil melebarkan kakinya. "Apa yang membuatmu merasa istimewa untukku?"
"Kontrak," Chanyeol bergumam sebelum tangannya mengambil ujung kaos Baekhyun dan mendorongnya ke atas.
"Kontr-nghhh-" Baekhyun melengkungkan punggungnya saat Chanyeol melahap tonjolan kemerahan di mulutnya, dengan tidak sabar mengisap dan menggigitnya bersamaan sementara tangannya memainkan tonjolan satunya. Baekhyun mengangkat tangannya, jari-jarinya terjalin pada rambut Chanyeol. "Tidak, kita tidak bisa melakukannya!"
"Tidak," bisik Chanyeol, membiarkan napas panas menyapu dada terbuka Baekhyun. "Aku jengah mendengarmu menyangkal segalanya – seharusnya aku mengabulkan permintaanmu dari dulu saja saat kau memohon padaku. Seharusnya aku memasukimu selagi aku diberi kesempatan."
Sebelum Baekhyun bisa berdebat lebih jauh, Chanyeol menciumnya. Lidah Chanyeol menelusuri bibir bawahnya dan segera memasukinya lebih dalam saat Baekhyun tersentak karena jari Chanyeol yang mengelilingi tonjolan sensitif di dadanya.
Perlawanan Baekhyun tidak berlangsung lama. Setelah Chanyeol mulai mengecapnya, menyesapnya dan memasukkan lidahnya lebih dalam, Baekhyun hanya bisa mengerang dalam ciuman itu dan dalam waktu yang sama dia menjerit frustrasi karena jentikan jari-jari Chanyeol pada tubuhnya.
Tidak butuh waktu lama bagi Chanyeol untuk memegang kendali, karena Baekhyun mulai sedikit mendorong dan mencoba memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman. Chanyeol menyeringai, dia dengan senang hati melayani ciuman nakal Baekhyun yang mendalam dan sangat intim. Pada awalnya Chanyeollah yang mencium Baekhyun dengan semangat, tetapi sepertinya keadaan menjadi berbalik, sekarang Baekhyunlah yang lebih agresif karena terus meminta lebih.
Ketika Chanyeol menarik bibirnya sedikit menjauh, Baekhyun mengeluh dan merengut padanya. "Come back," pinta Baekhyun.
"Kau cukup menuntut untuk seseorang yang baru saja membiarkan orang lain menyentuhmu," sindir Chanyeol, Baekhyun hanya memberinya tatapan sebal. "Kau tidak berhak menyuruhku melakukan apa pun."
"Walaupun apa yang aku minta pada akhirnya menguntungkanmu?" sela Baekhyun.
"Tidak, sampai kau memohon padaku," geram Chanyeol, terlihat wajah Baekhyun sedikit memerah menahan amarah sebelum mengalihkan pandanganya ke sisi lain.
Tangan Chanyeol menelusuri bagian bawah tubuh Baekhyun, menangkupnya pelan, menekan dan membelai gundukan yang menonjol dari celana piyamanya. "Apa yang sedang kau pikirkan?"
Baekhyun mengerang dan mengulurkan tangan untuk menyentuh dirinya sendiri juga, tapi Chanyeol menghentikan pergerakannya. "Chanyeol-"
"Apa kau memikirkan Kris?" tanya Chanyeol, tanganya terus membelai gundukan pada celana Baekhyun.
"Apa kau membiarkan Kris menyentuhmu di bagian ini, juga?"
Baekhyun menggigit bibirnya. "Tidak. Aku-"
"Hn." Chanyeol menarik matanya ke bawah dan dalam satu detik, tangannya menarik di karet celana piyama longgar Baekhyun. "Jika aku tidak dalam keadaan yang benar benar menginginkanmu , aku tidak akan selera melanjutkannya setelah melihat piyamamu," gumamnya, menarik celana itu ke pertengahan paha putih susu Baehyun, setelahnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"no underwear."
Baekhyun tidak tahu apa Chanyeol terlihat tertarik atau kesal untuk beberapa alasan, tapi dia tidak peduli, yang jelas dia masih bergairah. "Celanaku akan terlihat menonjol besar saat aku memakai boxer di dalamnya," gumam Baekhyun saat dia mencoba menggerakkan kakinya agar celana piyamanya terlepas sepenuhnya, tapi Chanyeol menghentikannya. Baekhyun menggerutu "Apa kau benar-benar akan menyentuhku sekarang?"
"Kau ingin aku menyentuhmu?" tantang Chanyeol, membawa tangannya pada paha Baekhyun bagian dalam, tapi dia sengaja mengabaikan bagian tubuh yang sebenarnya paling membutuhkan perhatian nya.
Baekhyun kesal. "Tidak," gertak Baekhyun. "Aku hanya membiarkanmu melepaskan celanaku agar sesuatu yang mengeras didalamnya mendapatkan udara- YA! Dasar Giant Idiot! Sentuh aku sekarang!"
"Bagaimana jika aku tidak melakukannya?"
Baekhyun membawa kepalanya kembali ke belakang dan menggeram kesal. "Baiklah, Aku akan berhenti bekerja dan menerima tawaran Kris untuk menjadi-Ah! "Hela napas Bakehyun dalam dan cepat, dia menatap bagian bawah tubuhnya yang berada dalam gengaman Chanyeol seutuhnya.
"Kau mau mengulangi ucapanmu?" sergah Chanyeol muram sementara tangannya mengusap pelan apa yang ada dalam genggamannya. "Aku menantangmu untuk menyebutkan namanya sementara kita melakukan ini sekarang"
Baekhyun terengah-engah, dan masih dalam pikiran gilanya, dia menatap Chanyeol, tidak puas pada pada usapan pelannya. "Sudah aku katakan," lanjutnya, "Aku akan meninggalkanmu demi Kri-Nghh oh Tuhan!" Sambil terengah-engah, Baekhyun mengerang. "Ya, seperti itu-"
Melihat Baekhyun menikmati dirinya sendiri dan menggeliat di atas tempat tidur, Chanyeol terbawa suasana panas itu juga. "Apa kau akan menikmati semua ini sendiri?" Tanyanya agak sinis.
Baekhyun mengeluarkan decakan lemah dan menyeringai dengan mata tertutup, sambil mengangguk. "Ah ... A-Yea," balasnya serak. Menempatkan tangannya di celana piyama, Baekhyun menurunkan celana itu lebih jauh, namun dia tetap membutuhkan Chanyeol membuatnya terlepas sepenuhnya. "Lepas... Lepaskan ini."
Chanyeol mengerutkan kening. "Aku bukanlah seorang yang akan memuaskanmu di sini," gumamnya, Chanyeol bingung dengan keadaan sekarang, kenapa hanya Baekhyun menikmati kenikmatan ini sedangkan kejantanannya masih terpenjarakan di balik celananya.
"Tapi memang itulah kebenaranya, jadi teruskan," kata Baekhyun serak sambil membawa pinggangnya ke atas. "Sentuh aku. Lebih dalam, "bisiknya.
Melihat Baekhyun kehilangan kontrol dirinya, membuat Chanyeol berada pada batas pertahanannya juga. Dia melepaskan hasrat Baekhyun sejenak dan membawa tubuhnya tegak. Setelah melepaskan dan menjatuhkan lube itu ke samping sejenak, Chanyeol mengangkat kemejanya ke atas kepalanya, dan melemparkannya di lantai.
Baekhyun mengawasinya, sambil memikirkn apa yang akan mereka lakukan sebenarnya. Sekelebat terlintas pemikiran tentang hubungan mereka dan batas-batas yang sudah Baekhyun deklarasikan dengan mantap, dan jelas, tetapi setelah beberapa detik berlalu, Baekhyun memutuskan untuk tidak memperdulikannya. Dia menginginkan Chanyeol bahkan jika ini hanya untuk satu malam saja. Apa yang akan datang setelah ini, dia akan mengurusnya nanti.
Saat Chanyeol mulai melepas celana jinsnya, membiarkan dentingan sabuknya terdengar saat akan membuka lebih lebar, Baekhyun duduk dan menarik sisa celana piyamanya. Sama seperti Chanyeol, dia membiarkan pakaiannyanya jatuh ke lantai. Chanyeol bekerja lebih cepat dengan celannya dan mulai membuat tubuhnya telanjang, lalu mendoroh tubuh Baekhyun sehingga punggungnya mnyentuh dasar kasur sebelum dia sepenuhnya menelanjangi dirinya sendiri.
Chanyeol tampaknya sudah mengatur posisi yang tepat. Membawa dirinya di antara kaki Baekhyun yang melebar dan menekankan kejantanan meraka bersama-sama, Chanyeol memiringkan bibirnya lebih mendekat pada bibir Baekhyun dan Baekhyun membiarkan ciuman itu terjadi, dan dia mengambil inisiatif dengan menjadi yang pertama mengeluarkan dan menempelkan lidah licin nya. Chanyeol lebih menekankan dirinya ke selangkangan Baekhyun, Baekhyun merasakan Chanyeol menikmati aksinya.
Chanyeol membawa tangannya pada tubuh Baekhyun, dan mengambil tepi kaosnya dan memutus ciumannnya sejenak untuk menarik kaos itu keluar. Setelah itu, dia kembali membawa bibir tebalnya pada bibir tipis Baekhyun, menciumnya lagi dan lagi sementara tangannya terus menjelajahi tubuh Baekhyun, menyentuh dan mencubit semua bagian-bagian halus yang membuat Baekhyun mengerang.
Ketika mereka menarik bibir mereka masing masing, terengah-engah untuk menghirup udara, Baekhyun membawa wajah memerahnya menghadap Chanyeol yang berada di atasnya yang menatapnya mata yang tertarik. "Apa ... Apa yang akan kita lakukan hanya 'making out' ? "Baekhyun bertanya, serius.
Setelah berhenti untuk menghirup sedikit udara, Chanyeol membalasnya, "Apa maksudmu?"
"Kau seharunya menghentakku sekarang ..." ucap Baekhyun dengan napas berat, "Dan aku akan meneriakkan namamu. "
Chanyeol menatap mata Baekhyun untuk sejenak dengan menipiskan bibirnya. "Aku tidak ingin memberikan kesempatan padamu untuk menyingkirkanku secepat itu," ucap Chanyeol bohong, padahal sebenarnya dia hanya ingin mulut tajam yang telah mendesaknya sejak pertama kali dia lihat itu bergerak. "Selain itu, jika kita melakukan ini hanya untuk melepaskannya dari sistem kita, maka kita harus benar-benar menikmatinya."
"Ya, tapi ..." Baekhyun mengerang. "Aku ingin kau memasukan jarimu di dalamku sekarang."
Chanyeol merasa detak jantungnya berhenti berdetak, dia mengutuk. "Sekarang?"
Baekhyun menggigit bibirnya dan mengangguk. "Aku ingin kau mendorong jari-jarimu padaku. Aku ingin merasakan jarimu bergerak jauh di dalamku dan melebarkan 'hole'ku sampai cukup untuk membawa milikmu masuk kedalamnya," rengek Baekhyun sambil mengggoyangkan pinggulnya membawa jarinya yang lentik itu mengarah ke 'hole' nya, membiarkan Chanyeol melihatnya yang mencoba memberi kenikmatan pada dirinya sendiri untuk menggoda Chanyeol.
"God Dammit, Baek," Chanyeol mendesis. Meskipun demikian dia mengulurkan tangannya dan mengambil lube dan menumpahkan secukupnya di atas jarinya. "Persiapkan dirimu."
Baekhyun mendengarkan perintah itu dan mulai mempersiapkan dirinya. Ketika dia mulai merasa kehadiran tangan Chanyeol pada belakang tubuhnya, dia lebih melebarkan kakinya dan mengagkat punggungnya, menempatkan wajahnya di kasur, namun memastikan pantatnya tepat berada dalam pandangan Chanyeol. Baekhyun menyentuh pantatnya dan mulai melebarkannya. "Please..," pintanya sopan.
Rasa sakit yang Chanyeol rasakan tidak tertahankan. Dia ingin menyentuh seluruh bagian tubuh Baekhyun. Melihat Baekhyun melebarkan pantatnya dan menunjukkan 'hole' ketatnya yang sudah terbuka dan cukup untuk membuat pria manapun menjadi liar -dan Chanyeol merasa perasaan posesif tiba-tiba menguasainya. Orang lain telah melihat Baekhyun seperti ini-ya dia mengetahuinya. Tapi, dia tidak mengiraukan masa lalu Baekhyun ini, Chanyeol jelas tahu jika Baekhyun adalah miliknya sekarang.
Perlahan-lahan, Chanyeol menyeka gel itu pada 'hole' Baekhyun sambil menggodanya dengan berpura-pura seperti dia benar-benar akan melakukan penetrasi. Dia memastikan untuk mengoleskan setiap bagian yang membutuhkan gel itu sebelum membawanya kembali pada jari-jarinya. Lalu dengan peringatan lembut, Chanyeol membawa salah satu jarinya yang panjang mendekat, meluncur masuk dan keluar beberapa kali sebelum sepenuhnya terjebak dalam 'hole' Baekhyun yang sempit dan mengerut.
Baekhyun mengerang. Menganggapnya sebagai pertanda baik, Chanyeol menarik keluar jarinya dan membawa masuk kembali dengan dua jari. Dia menunggu Baekhyun menyesuaikan dan ketika Baekhyun menyuruhnya untuk lanjut, Chanyeol memiliki ide yang lebih baik. Dia terus bergerak terus menerus dalam beberapa saat, membuat Baekhyun mengeluarkan desahan yang lebih keras, dan kemudian pada menit-menit terakhir, Chanyeol berhenti menggerakkan jari-jarinya.
Baekhyun hampir mencapai klimaks, lalu dia menoleh pada Chanyeol. "Bergeraklah-Chanyeol, bergeraklah. Please..." ucapnya, tapi Chanyeol hanya menyeringai, dan menolak untuk menggerkan jarinya, Baekhyun sedikit berteriak. "Chanyeol! Lakukanlah!"
Chanyeol membawa tangannya mengusap bagian atas dan bawah bagian belakang Baekhyun, lalu berhenti untuk menepuknya. "Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku, Baby," katanya dengan suara rendah, membuat gerakan melingkar dengan jarinya pada permukaan kulit Baekhyun.
"Apa pun ..." Baekhyun menjawab putus asa.
"Fuck yourself."
Pada awalnya Baekhyun tidak mengerti, tapi saat dia merasakan jari Chanyeol melengkung di dalamnya, dia mengerang dan mengerti apa yang Chanyeol inginkan. Dia bangkit dari tempat tidur, dan memposisikan dirinya sebelum bercinta dengan jari Chanyeol ini. Dia mulai menikmatinya sampai Chanyeol sengaja menarik kembali jarinya menjauh ketika Baekhyun berusaha menekan lebih dalam pada dirinya.
"Berhenti melakukan itu ..." sergah Baekhyun, memberikan pukulan pelan ke tempat tidur.
"Melakukan apa?" Chanyeol menyeringai.
Baekhyun memerah, lalu membalikkan tubuhnya sehingga punggungnya menempel kasur dan dia menatap Chanyeol yang terlihat senang, dengan ekspresi yang cukup seksi. "Kau tidak membiarkanku bercinta dengan diriku sendiri seperti yang kau katakan. "
"Karena aku ingin sesuatu yang lain sekarang," jawab Chanyeol sambil mengusap kejantananya untuk pertama kalinya, dia menyukai sengatan listrik yang dirasakannya akan rasa senang dan lega karena pada akhirnya dia bisa membuat Baekhyun berteriak di bawahnya.
Chanyeol lebih melebarkan kaki Baekhyun, dan memposisikan diri di antarnya. Baekhyun, di sisi lain, mengambil salah satu bantal dan meletakkannya di bawah pantatnya, membantu mengangkat pinggulnya demi memenuhi kesenangan Chanyeol.
"Seperti ini akan lebih nyaman," jelas Baekhyun cepat dengan berbisik.
Chanyeol membalas dengan dengusan, tidak repot-repot untuk mengomentari keahlian Baekhyun dalam hal ini. Setelah membawa kejantannya pada hole yang sudah berkedut itu -bahkan memberikan tamparan kecil sekali dau kali- Chanyeol memposisikan kejantanannya untuk memasuki hole itu. Sesaat sebelum dia mendorong ujung miliknya, terdengar suara Baekhyun menyela kegiatannya.
"Tunggu-"
"Baekhyun!" teriak Chanyeol, sedikit memberi tamparan pada pantat Baekhyun, mendapat tatapan menyalak dari yang lelaki yang lebih kecil darinya. "Demi Tuhan, Baekhyun, jika kau berencana mengatakan 'tidak' sekarang-"
"Bukan! Hanya saja-maksudku, bagaimana dengan, um ... "jeda Baekhyun. "Kondom?"
"Apa kau menginginkanku untuk memakainya?" tuntut Chanyeol penasaran. "Karena aku tidak punya-jika kau menggunakan ini sebagai alasan untuk menghentikanku, Baek, aku bersumpah-"
"Tidak!" kata Baekhyun menggelengkan kepala. "Hanya saja ... ini akan terasa sedikit lebih intim tanpa kau mennggunakannya. "
Chanyeol berhenti sejenak sebelum menempatkan miliknya pada hole Baekhyun. "Aku tidak mempermasalahkannya,"gumamnya. Ya dia memang tidak menganggap itu sebagai suatu masalah besar. Hubungannya dengan Baekhyun bahkan lebih jauh dari hanya sikap profesionalisme kerja. Baekhyun adalah tunangannya, dan hal itu tidak bisa dia cegah. Suatu hubungan yang intim –dalam arti sebenarnya.
"Kita bukanlah orang asing bagi satu sama lain," lanjut Chanyeol sambil mendorong ujung kejantannya, Baekhyun terkesiap pada penetrasi awal itu. "Kita bisa menjadi lebih intim kapanpun kita mau, Damn it."
Baekhyun menggigit bibirnya tanpa menjawab, dan mengangguk setuju. Dia menutup matanya, dan membiarkan gelombang rasa sakit dan kenikmatan itu menerpanya saat Chanyeol membawa miliknya keluar masuk dari waktu ke waktu sampai kejantanan Channyeol masuk sepenuhnya dalam dirinya. Ketika semua bagian Chanyeol menyatu sempurna dengan miliknya, dia mengerang. Otot hole Baekhyun mengerat dan mengencang karena milik Chanyeol yang memenuhi lubang sempit itu.
Chanyeol menyaksikan Baekhyun terengah selama beberapa waktu, berjuang untuk tidak bergerak. Chanyeol memajukan badannya dan merapikan beberapa helai rambut dari wajah Baekhyun, lalu menatap matanya. "Kau siap?"
"Berhenti membuat keadaan ini seperti kau sedang berkendara," ucap Baekhyun tiba-tiba.
Chanyeol mennyiapakan kakinya, dan menganggap respon Baekhyun sebagai 'ya', lalu dia menyeringai. "Tapi ini memang tampak seperti berkendara."
Kemudian Chanyeol mulai mendorong miliknya perlahan-lahan. Pada awalnya dorongan itu lambat dan lembut, demi kebaikan Baekhyun, tapi saat Baekhyun mulai merengek untuk meminta lebih dan membawa jari lentiknya mulai menjelajah pada seluruh tubuhnya sendiri, Chanyeol memutuskan untuk mengubah doronganya secara drastis.
Dia mencoba berbagai posisi yang berbeda dengan kaki Baekhyun. Chanyeol mengangkat satu di udara dan satunya tetap dibawah hingga membentuk suatu sudut, kemudian dia mencoba mengangkat kedua kaki itu bersama-sama, tetapi posisi favoritnya itu dengan membuat kaki Baekhyun melingkari pinggangnya. Setelah melakukan beberapi hentakan kuat untuk memuaskan dirinya, Chanyeol menginginkan lebih.
Pada satu saat, dia akan mendorong dengan keras dan dalam sehingga membuat Baekhyun melengkungkan punggungnya sebagai respon kenikmatan yang dirasakanya. Di lain waktu, Chanyeol akan memperlambat hentakannya bersamaan dengan melahap bibir Baekhun dengan rakus.
Baekhyun tidak keberatan dengan ciuman panjang itu sambil merasakan milik Chanyeol yang besar itu memenuhinya. Dia menyukainya karena merasa berbeda dari yang pernah dia rasakan sebelumnya. Tidak ada sedikitpun keraguan atas rasa sukanya pada sentuhan Chanyeol ini, dan ciumannya, dan dengan cara Chanyeol merengkuhnya. Terasa sangat menyenangkan, tetapi pada saat yang sama, terasa sempurna.
Satu hal yang dapat mengalihkan pikiran Baekhyun adalah hentakan Chanyeol, tapi ada hal lain yang lebih mempengaruhinya, yaitu kata-kata Chanyeol. Ketika Chanyeol mendorong miliknya berulang kali ke dalam Baekhyun, dia membisikkan kata-kata 'Kau milikku' di telinga Baekhyun berulang kali. Rasa hangat dari tubuh Chanyeol menjalar menyelimuti tubuhnya bahkan pada sesuatu yang lebih dalam pada dirinya, dan dengan kata-kata posesif yang Chanyeol lontarkan, membuat Baekhyun merasakan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan.
Dia tidak mempunyai waktu untuk memikirkan hal itu- apalagi berpikir- karena Chanyeol membuatnya pasrah padanya dengan memberinya kenikmatan. Tidak lama setelah itu, Baekhyun merasakan sesuatu yang hangat terlepas masuk ke dalam dirinya dan mendengar desahan panjang Chanyeol pada lekukan lehernya.
Ketika Chanyeol mulai tersadar dari kenikmatan yang dirasakannya dan pelepasannya mulai melambat, Baekhyun membawa tangannya menelusuri garis punggung Chanyeol dari bawah ke atas, dan berakhir melewati rambut Giant itu.
"Yah ... Kau berat," gumamnya.
Chanyeol mengirup udara pelan, dia menarik keluar miliknya dari tubuh Baekhyun, menyadari adanya cairan putih yang mengikuti pergerakan miliknya . Kemudian, dia berguling, berbaring tepat di sebelah Baekhyun. Untuk beberapa saat, mereka tetap seperti itu, diam di samping satu sama lain. Tak satu pun kata terdengar sampai Baekhyun menguap pelan dan menoleh pada Chanyeol.
"Tadi cukup menyenangkan ..." ia diam-diam berkata, menatap mata Chanyeol.
Dengan dadanya yang masih naik-turun, Chanyeol mengerutkan kening. "Cukup menyenangkan?"
"Ya."
"Aku tidak ingin mendengarmu mengatakan jika hal yang tadi cukup menyenangkan," gumam Chanyeol.
Baekhyun menyeringai dan mengangkat bahu. "Aku menyukainya. Tadi"
Meskipun dia mengejek, Chanyeol masih dapat melihat senyuman itu. Sebelum dia bisa mengatakan sesuatu yang sombong sebagai balasan, suara lelah Baekhyun menyelanya. "Apa yang akan terjadi sekarang?" Tanyanya diam-diam.
"Apa maksudmu?" Kata Chanyeol, tampak khawatir.
"Seperti ... Apa aku harus pergi sekarang? Apa kita hanya harus berpura-pura? "Baekhyun menguap. "Aku hanya ... aku menyukainya, Chanyeol ... "
Melihat mata Baekhyun mulai berair, Chanyeol memutuskan itu mengalihkan niatan awalnya di lain waktu. Dia membawa jarinya pada bibir laki-laki yang lebih kecil darinya dan menggerakan jari itu pada rambut yang menghalangi matanya. Lalu dia duduk.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah aku akan megnambil kain basah untuk membersihkanmu, lalu kita bisa pergi tidur."
"Mhmm ..." gumam Baekhyun, terlihat di tengah-tengah mimpi dan kenyataan. "Baiklah. Kain bersih ...ada...dalam lemari. "
"Oke ... aku akan pergi untuk mengambilnya." Chanyeol berhenti sejenak sebelum ragu-ragu turun tempat tidur.
Chanyeol berjalan menuju kamar mandi pribadinya dengan telanjang bulat, untuk mengambil apa yang dia butuhkan. Saat dia sedang merendam kain yang akan dia gunakan, dia melihat pantulannya di cermin dan tidak bisa disangkal, dia menyukai apa yang dilihatnya- terlihat berantakan dan kotor. Dia menggelengkan kepalanya, seringai kecil tampak di wajahnya, dia berjalan kembali ke kamar dimana Baekhyun menunggunya, dan dia melihat lelaki yang lebih kecil darinya itu telah menguasi semua ruang kosong pada kasur tanpanya.
Dan saat dia berdiri di ambang pintu menatap Baekhyun yang telanjang di tempat tidur yang masih jelas tercium aroma aftersex mereka, Chanyeol menyadari bahwa menikah dengan idiot itu tidak akan semengerikan sepeti yang pernah dia bayangkan.
.
.
Ya, ini hiatus yang cukup lama... Maafkan
Semoga satu chapter ini bisa mengobati kerindun kalian, aku mengusahakan untuk lebih sering mengupdte fic translte ini, dan tidak pernah bosan, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk semuanya yang telah bersedia membaca fanfic translte ini, dan setia meninggalkan review, love you all...
See you next chap
