NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)
Indo Trans
DISCLAIMER
I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here
exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html
(spasi dihilangkan, dot diganti titik)
.
WARNING
Yaoi, Boy x Boy, Typo (s), etc.
Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.
.
Forward
Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.
.
Chapter 28 – Showgirls
.
Semuanya akan masuk akal jika kau mendengarkan ini
Dengan ketidakhadiran Chanyeol, keadaan rumah masih tetap sama kecuali tanpa khawatir melihat Baekhyun yang tidak keberatan diseret ke salah satu sudut rumah untuk disentuh dan disenangkan oleh Chanyeol. Baekhyun merasa lebih bebas. Dan meskipun sebagian dirinya merindukannya atasannya - atau kekasihnya- yang menuntut dan sombong itu, Baekhyun tidak tahu istilah mana yang dirasakan Lebih nyaman -dia menyukai keadaan seperti ini.
Tidak banyak yang mengejutkan, begitupun saat Baekhyun menemukan laptop Kyungsoo yang terbuka di dapur dengan Kyungsoo tidak terlihat sama sekali batang hidungnya. Rasa penasaran itu bisa membunuh seekor kucing, itu jugalah yang akan terjadi pada Chanyeol, yang seharusnya menyuruh Kyungsoo untuk mengawasi Baekhyun secara rahasia. Baekhyun tidak dapat menahan diri, dia menggigit sandwich di mulut sepenuhnya, lalu menarik kursi untuk diduduki dan menghapus laporan Kyungsoo tentang dirinya pada Chanyeol dan menggantinya dengan rincian lain yang akan membuat Chanyeol terlihat bodoh.
Pada saat Kyungsoo kembali, Baekhyun sudah berada di sofa, melihat a film bersama Nugget, dan sesekali menirukan kata kata dari aktor yang mereka liat di TV.
"Dia pasti akan menunjukku suatu saat nanti. Luar biasa " ucap Baekhyun meniru aktor di hadapannya.
Baekhyun memanfaatkan keanggotaan film Chanyeol yang tak terbatas di televisinya, Baekhyun menemukan film Burlesque dan terpesona karenanya. Meskipun Chanyeol menyuruhnya untuk beristirahat dan membatasi semua gerakan yang tidak perlu, dia tidak melakukannya, dia sering mengelak dengan ungkapan sederhana: " kau tidak bisa menyuruh seorang gadis baik baik diam saja"
Sebelumnya kepergian Chanyeol, setiap kali terdengar decitan di sekitar rumah, hal itu menandakan jika Baekhyun sedang terbaring dengan menbelakangi Chanyeol yang sedang menghentak tepat di belakangnya, tapi suara decitan yang terdengar sekarang membuat Kyungsoo penasaran, dan mencari sumbernya, dan yang dia temukan adalah Baekhyun yang sedang berdiri di atas tempat tidurnya, menari dengan Nugget yang terus memperhatikannya duduk dengan pantatnya di atas meja, menatap kegirangan Daddy nya yang sedang bernyanyi dan menari.
" Hit it up, get it up, won't let you rest! Hit it up, get it up, this is not a test. Hit it up, get it up, gotta give me your best!"! Baekhyun bernyanyi.
Baekhyun terus bernyanyi bahkan saat dia sudah melihat Kyungsoo berdiri di samping pintunya. Alih-alih berhenti, dia melompat dari tempat tidurnya dan melangkah ke arah Kyungsoo mengikuti irama jazz. "Jadi, goyangkan pantatmu, tunjukkan bagaimana kau melakukannya Burlesque!"
Dengan menyadari ketertarikannya pada film itu, Baekhyun menghabiskan waktunya berjam-jam menonton ulang itu dan film yang mirip seperti itu dengan Nugget yang terus berada di sisinya. Sehun kadang-kadang mampir dan menonton bersamanya, begitu juga dengan Kai. Selama dua hari pertama kepergian Chanyeol, Baekhyunlah yang menguasai remote TV.
"Baek, aku pikir kau butuh udara segar."
"Ya, nanti…"
Baekhyun tidak mengalihkan pandangannya dari ulangan film Burlesque untuk kempat kalinya sampai Kyungsoo mengambil remote dari tangannya agar Baekhyun berhenti menonton film dan tidak mengacuhkannya, memecahkan fokus Baekhyun. Saat Baekhyun membalikkan badannya dengan memiringkan kepala untuk merengek, Kyungsoo melemparkan tali ungu.
"Pergilah bersama Nugget untuk berolahraga, oke?" Kyungsoo berkata sambil melirik ke bawah Nugget yang melihat tali tersebut dan melompat dari lantai kegirangan. "Dia sudah bosan."
Melihat ke bawah pada tangannya, Baekhyun menatap tali itu sebentar. Dia sedang tidak ingin berjalan-jalan di bawah terik matahari, tapi pada saat yang sama, dia tidak ingin mengatakannya pada Kyungsoo. Tapi Baekhyun tahu jika dia tidak akan bisa melanjutkan filmnya sampai dia melakukan sesuatu yang produktif yang Kyungsoo sarankan, akhirnya Baekhyun mengangguk.
"Baikalah, aku akan mengganti pakainku lebih dulu. "
Dengan kata "mengganti", Kyungsoo berharap Baekhyun memakai pakaian yang lebih pas untuk di luar ruangan. Dia tidak menyangka melihat Baekhyun keluar dari lorong seperti turis pantai kesasar. Tiga garis putih terlihat di wajahnya. Dan satu garis tepat di hidungnya sementara dua lainnya berada di kedua pipinya. Kyungsoo menduga itu tabir surya. Lalu Kyungsoo juga melihat Bakehyun membawa 2 galon plastik kosong. Kyungsoo tidak benar-benar memperhatikan galon plastik tersebut karena matanya terfokus pada speedo yang Baekhyun kenakan.
"Kapan ... apa kau tahu bagaimana menggunakannya?" Tanya Kyungsoo, tidak dapat menahan diri.
"aku membelinya saat pertama kali datang ke sini, bersama perlengkapan lainnya" Kata Baekhyun sambil mengangkat bahu. Saat Baekhyun bergerak menuju pintu belakang bersama Nugget yang mengikutinya dari belakang, Kyungsoo mendahului melangkah di depannya.
"kau akan berjalan dengan anjingmu dengan penampilan seperti ini?"
Baekhyun berkedip. "Berjalan-jalan ... oh. Tidak. Aku akan mengajari Nugget berenang, "katanya, mengangkat kacamata yang tergantung di lehernya. Kegiatan bersih-bersih rumah membuat Baekhyun menemukan kacamata yang tidak terpakai di ruang bawah tanah. "Dia bisa menangani bak mandi. Kupikir dia siap untuk bergerak lebih dalam. "
"Begerak ..." gumam Kyungsoo. "Baekhyun, kata Chanyeol-"
Sebelum Kyungsoo bisa mencoba dan membantah alasannya, Baekhyun menyentuh leher Kyungsoo, membuat dia canggung dan mencoba menghindar dari sentuhan Baekhyun. Hal itu dimanfaatkan Baekyun untuk membuka pintu dan mendorong Nugget keluar dari pintu.
"Bergoyanglah!"
Nugget mengikuti perintah Daddy nya. Dengan cakar mungilnya, Nugget melangkah cepat melintasi dek, dengan hati-hati meletakkan satu kaki pada saat dia menuruni tangga. Baekhyun mengikutinya, meneriakinya setiap kali Nugget menoleh untuk memeriksa apakah Daddynya masih ada disana atau tidak.
Baekhyun melihat ke belakang, melihat Kyungsoo menggeleng tak setuju. Dia merasa tidak enak, tapi kemudian Kyungsoo berteriak ke luar pintu. "Baiklah, tapi sebaiknya kau kembali dalam keadaan hidup-hidup! "
Sambil tertawa, Baekhyun menangkupkan tangannya ke mulutnya. "Terima kasih, Kyungsoo!" Dia berdecak.
Sambil memutar matanya, Kyungsoo menutup pintu dan membiarkan Baekhyun melakukan apa yang dia senangi.
Begitu sampai di pantai, Baekhyun menempelkan tubuhnya pada Nugget. Setelah itu, Baekhyun mengikat dua galon kosong ke tali kecil yang menempel pada Nugget. Melangkah Kembali, Baekhyun melihat karyanya. Dia belum bisa menemukan jaket pelampung untuk anjing sekecil Nugget, jadi galon plastik ini solusinya. Mereka akan membuatnya tetap bertahan. Betapa noraknya itu.
Saat Baekhyun memutuskan untuk duduk di air setinggi lutut, mencoba membantu Nugget mendayung, membuat bagian terbawahnya basah lagi, sejak Chanyeol pergi. Pikiran itu memukulnya sekeras air dingin yang membuat bolanya keriput. Meski begitu, tubuh Baekhyun bisa menyesuaikan pada suhu tersebut.
Selama lima belas menit pertama duduk dan mencoba mengajak Nugget untuk mendayung ke arahnya, Baekhyun menangis bahagia karena menertawakan Nugget karena setiap kali ada gelombang yang menerpanya, si galon yang seharusnya membuatnya tetap mengapung menyeret Nugget kembali ke pantai. Melihat betapa tidak berdaya galon plastik itu, Baekhyun melepaskan semuanya dan melemparkannya ke pantai berpasir. Setelah itu, dia membiarkan Nugget berenang dengan bebas.
Empat puluh lima menit berlalu sebelum Baekhyun berjalan kembali ke pantai dan merebahkan punggungnya. Dengan menggunakan lengannya, dia menutupi matanya dari sinar matahari dan sementara menikmati panasnya matahari, pada saat yang sama, memastikan bahwa ia mendengar kecipakan Nugget dalam air yang sedikit berbusa.
Lalu tanpa ada peringatan, sebuah bayangan menutupi sinar matahari yang menerpanya. Sambil memicingkan matanya, Baekhyun mendongak dan melihat Kyungsoo dengan memberikan sesuatu yang dia pegang ditangnnya. "Ambilah."
Berkedip beberapa kali, Baekhyun mengambil barang itu dan menyadari bahwa itu adalah telpon rumah. "Aku tidak membutuhkannya ...? "
"Dari Chanyeol." Saat Kyungsoo melihat mata Baekhyun melebar, dia melangkah mundur saat lelaki setengah telanjang didepannya langsung duduk dengan cepat. "Kau tidak bisa melakukannya. Kau tidak bisa memberikannya lagi padaku. Kau harus menyelesaikan bagianmu karena aku sudah menyelesaikan bagianku, " sela Kyungsoo mulai mengambil langkah mundur saat Baekhyun mencoba untuk mengembalikan telpon, sebelum akhirnya Kyungsoo berbalik dan kembali ke rumah.
Melihat ke arah telepon, Baekhyun menghela napas sebelum menempelkannya ke telinga. "Hai, Chanyeol. "
"Kau di mana sekarang?"
Baekhyun melihat sekeliling. Dia melihat langit biru dan awan putih. Dia melihat airnya. Dia juga melihat Nugget menggali lubang di dekat air. "Uh, di dalam."
"Berbohong tidak akan membawamu ke mana-mana."
"Kecuali terkena masalah," Baekhyun tertawa.
"Baek, aku sudah menyuruhmu untuk bersikap baik, Sialan-"
Baekhyun menghela napas. "ya itu yang kulakukan."
"Tidak, tidak," dia mendengar Chanyeol dengan gelisah berkata. "Apa yang sudah kudengar tentangmu? melompat-lompat di sekitar rumah? WTH Baek, kau melompat dari apa?"
Baekhyun mendengus. "Aku tidak melakukannya. Aku tidak melompat dari apapun, "gumamnya. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Chanyeol, tapi dia menduga jika Kyungsoo telah membesar-besarkan pemandangan yang dia lihat saat Baekhyun menari dengan Nugget karena efek menonton Burlesque.
"Dan kenapa aku harus percaya padamu dibanding Kyungsoo?"
"Dia sengaja melakukannya karena aku menyentuhnya," jelas Baekhyun.
Ada keheningan kecil di telepon selama beberapa detik berlalu. "Apa maksud dari kau menyentuhnya? "
Baekhyun menarik gagang telepon dan melihatnya sejenak sebelum memutar matanya dan menjawab. "Aku menyentuhnya seolah-olah dia masih perawan." Lalu dia berhenti sejenak. "Apa itu yang ingin kau dengar jawabanku?"
Dia mendengar Chanyeol mengerang di sisi lain. "Aku tidak ingin kau melakukan ini padaku sekarang, Baek. "
"Aku tidak melakukan apa-apa," gumam Baekhyun sambil kembali berbaring di pasir.
"Whatever. Aku tidak ingin kau melakukan hal bodoh, Baek. Untuk sekali ini, dengarkan aku. "
"Tapi aku baik-baik saja," kata Baekhyun sambil menutup matanya.
"Baek. Dengar, "Chanyeol mengingatkan.
Sambil mendesah, Baekhyun membalik badannya. "Aku tidak akan melakukannya," dia menggoda sedikit.
Di sisi lain, dia mendengar Chanyeol mencemooh. "Kau sedikit lebih berani dari biasanya. Tunggu saja sampai aku kembali. "
"Oh, aku sangat ketakutan, aku gemetar," kata Baekhyun sambil tertawa pada sarkasme sendiri.
Chanyeol, di sisi lain, tidak menganggapnya lucu. "Kau akan sungguh bergetar saat aku kembali."
.
.
Bermain-main dengan laptop Kyungsoo malam itu, Baekhyun mencoba mencari tempat yang bereputasi baik mirip dengan setting film Burlesque dan semua film yang pernah dia lihat dalam dua hari. Tempat paling dekat yang bisa ia temukan adalah klub strip bintang empat setengah di kota sebelah. Tempat itu tampak bersih, dilihat dari beberapa review. Baekhyun berpikir sesaat, tapi kemudian berpikir "masa bodoh". Dia menyambungkan laptop itu ke printer milik Chanyeol, lalu mencetak informasi mengenai klub tersebut.
Di lain waktu saat Chanyeol menelepon, percakapan yang terjadi seperti biasa dengan sedikit ceramah dan entah bagaimana beralih ke percakapan seksual yang semua dimulai saat Chanyeol mengangkat topik speedo yang telah disembunyikan Baekhyun.
"Kenapa kau belum pernah memakainya?"
Baekhyun mengernyitkan bibirnya- yang tidak bisa dilihat Chanyeol. "Kenapa kau peduli?" Dia mengejek
"Karena aku memang peduli padamu."
"Mhm," Baekhyun bersenandung sinis. " aku lebih suka celana pendek, tapi karena aku tidak benar-benar berenang, aku tidak ingin mencuci pakaian lengkapku. Butuh beberapa waktu dan terlalu banyak sabun mandi. Sangat disayangkan, jika kau bertanya. Jika aku menggunakannya, maka aku hanya harus mencuci speedos dan hal-hal seperti ini. "
Butuh beberapa saat sebelum Chanyeol menjawab. "Untuk beberapa alasan, kau mulai terdengar seperti ibu rumah tangga. "
Baekhyun berhenti sejenak. "sayang sekali, tapi aku bukan," gumamnya.
"Aku tahu kau bukan..." kata Chanyeol, akhirnya menggantung kalimatnya. "Anyways, mungkin Anda bisa menunjukkan padaku ketika kau memakainnya saat aku sudah kembali. "
Sambil memutar matanya, Baekhyun berdecak. "kau tidak usah berbelit-belit dan katakan saja kau hanya ingin melihatku dg speedo dibandingkan benar-benar telanjang, Chanyeol. "
Ada jeda sejenak. "aku tidak mengatakan itu."
"Yeah, tapi tetap saja," kata Baekhyun.
"Baiklah, bagaimanapun juga, aku tidak akan sering menyentuh mu, saat aku kembali" kata Chanyeol sambil mendesah. "Jika saja kau sudah pulih sekarang, aku akan benar-benar memintamu untuk memasukan jarimu dan melakukan phone-sex denganku sekarang. "
"Oh, ya?" Baekhyun menjawab. "kau ingin aku memasukkan jariku ke mulutku dan mulai menyentuh tubuh bagian bawahku karena mendengar suaramu? "katanya sambil berusaha tetap terdengar seksi, tapi akhirnya gagal saat ia mulai tertawa terbahak-bahak. "Kau ingin aku mendorongnya kedalam dan keluar seperti saat kau mempersiapkanku? "Di akhir kalimat, Baekhyun tertawa mendengar pertanyaanya sendiri.
"Phone-sex itu terdengar konyol, Chanyeol," katanya sambil mendesah. "kau sungguh norak."
"Dan sekarang aku sudah tegang" gerutu Chanyeol. "Sialan, Baekhyun-"
"Aku tidak merasa bersalah."
"Aku tahu kau tidak."
.
.
Baekhyun melanjutkan pencariannya pada laptop Kyungsoo. Dan mengatur browser pada mode "rahasia", dia meneruskan pencariannya.
8:14 pm: "Aku ingin sebuah exercise pole ..."
Setelah melakukan pencariannya, Baekhyun menuliskan catatan demi catatan untuk argumen yang akan dia ajukan pada Chanyeol tentang sisi positif dari memiliki-atau menyewa- pole (tiang) di rumah. Argumen yang sudah ia rangkai tampak meyakinkan menurutnya. Tidak akan ada argumen dari Chanyeol yang akan membuatnya kalah.
1. Strip poles digunakan untuk latihan.
2. kau bisa menyewanya.
3. Pemadam kebakaran menggunakan tiang dan pemadam kebakaran adalah orang baik. Aku juga harus mendapatkannya.
4. pole ini terbuat dari stainless steel-sama seperti sepeda yang sudah kau larang aku untuk mendapatkannya.
5. Siswa membutuhkan buku. Penari membutuhkan studio. Aku butuh pole ini di kamarku.
6. Mudah dipasang. Orang-orang di internet mengatakan bahwa jika kau tampan, beberapa orang akan melakukannya secara gratis. Aku rasa bisa harganya dapat terpotong sedikit.
7. pole ini sama dengan yang digunakan di klub, sehingga pole ini peralatan yang "profesional" yang digunakan untuk kepentingan yang profesional juga
8. Aku kehabisan alasan, tapi kau ingin aku bahaigia di rumah terkutuk ini, maka pada akhirnya kau akan membelikanku juga.
9. Aku akan mengatakan padamu jika kau tampan.
10. Aku mengakui dan memuji 'ukuran'mu
Baekhyun mengangguk-angguk dan berjalan mundur sambil melihat daftar alasan yang sudah dia buat. Daftar tersebut dimulai secara logis dan aberakhir dengan beberapa pujian yang menyedihkan, tapi bagaimanapun juga Baekhyun sudah memiliki daftar argumen yang kuat di tangannya, membuatnya tidak sabar untuk menyampaikannya dalam beberapa hari kedepan.
.
.
.
Next
