NOT INTENDED by EXObubz (livejournal)

Indo Trans

DISCLAIMER

I don't own anything, except the translation. Story belongs to EXObubz and the original story is here

exobubz dot livejournal dot com / 2329 dot html

(spasi dihilangkan, dot diganti titik)

.

WARNING

Yaoi, Boy x Boy, Typo (s), SMUT (Eksplisit), etc.

Cast : Chanyeol, Baekhyun and others.

.

Forward

Demi menyelesaikan perseteruan tiga generasi sebelumnya, Baekhyun diharuskan untuk menikahi seseorang dari keluarga musuhnya. Baekhyun menentangnya secara diam diam, memutuskan untuk kabur dari rumah, tepatnya dua hari sebelum pertemuan resmi dengan calom suami dan keluarganya. Baekhyun kabur hanya dengan berbekalkan dompet dengan beberapa uang dan kartu tanda pengenal di dalamnya. Baekhyun berpikir jika dia berkeliaran di jalanan maka kesempatan untuk ditemukan lebih besar – dengan koneksi dari temannya- Baekhyun berakhir menjadi maid di salah satu villa megah pinggiran pantai yang dimiliki oleh anak satu-satunya keluarga Park yang keji, Park Chanyeol.

.

Chapter 30 – Some Nights

.

Chanyeol memberikan tatapan bingungnya pada Baekhyun -seperti biasa. Baekhyun terus menatap Chanyeol dengan ekspresi tidak bersalahnya "Aku tidak melakukan hal ilegal", tapi Chanyeol terlalu lelah memahami penjelasan Baekhyun. Dia frustasi dan kesal, lalu dia melangkah mundur dan memberikan beberapa jarak di antara mereka.

"Sungguh!?"

Baekhyun mengangkat bahu dan memiringkan kepalanya. "Semua terjadi begitu saja."

Chanyeol meletakkan tangan di pinggangnya, marah dan mengusap mukanya dengan telapak tangan yang lain dengan kasar. "Aku masih tidak memahaminya," erangnya. "Jadi, sebenarnya kau habis pergi dari mana?"

"Aku pergi ke sebuah klub ..." gumam Baekhyun pelan.

"Aku tidak mendengarmu."

"Sepertinya kau perlu bantuan alat bantu dengar-"

"Baekhyun!" Chanyeol mengingatkan. "Katakan yang sebenarnya, Aku akan mencari tahu apa yang sudah kau lakukan pada orang lain, kau hanya akan memperburuk keadanmu sekarang. "

Baekhyun berdecak. "Apa kau akan memecatku?"

"Aku pikir agak terlambat untuk itu," gumam Chanyeol. Mengusap dahinya, lembut.

"Katakan saja, Sialan!?, apa yang sudah kau lakukan?!."

Baekhyun menundukan pandangannya sesaat, menghela napas sebelum berjalan menuju tempat tidur Chanyeol dan duduk diatasnya dengan menyilangkan kaki. "Aku pergi ke klub strip (telanjang). Tempatnya bagus dan bersih."

Chanyeol membeku. Dia mengerutkan dahinya sesaat, mencoba memahami apa yang sudah dia dengar. "Klub strip?" Ulangnya.

Baekhyun mengangguk, "Aku hanya penasaran." Baekhyun menegaskan.

Dengan wajah muram yang tampak padanya, Chanyeol berjalan ke tempat tidur dan berdiri tepat di depan Baekhyun. "Apa kau membayarnya?" tanyanya, berpikir jika Baekhyun mengerti apa yang dia maksudkan.

Harapan Chanyeol terlalu tinggi, karena Baekhyun salah menafsirkan apa yang dia tanyakan. Baekhyun berpikir apa yang sudah dia bayar sewaktu di klub, dan mengingat sekaleng soda. "Ya, aku membayarnya. Bagaimanapun, aku membayar dengan uangku sendiri. "

Chanyeol terjerat dalam perasaannya sendiri. Mendengar Baekhyun menjawab telah membayar 'servis' klub itu, dia membayangkan apa yang sudah Baekhyun terima. Pikiran itu membuatnya marah. "Apa kau menyukainya?" ucapnya dengan geraman.

Baekhyun-bingung-mengangguk tak yakin dan tertawa. "Aku pikir, iya."

Chanyeol mundur selangkah sambil mengeluarkan ejekan sarkasmenya, menggelengkan kepalanya, dan mondar-mandir di kamarnya. Dia mendiamkan Baekhyun selama beberapa menit sebelum berbicara lagi. "Aku bahkan hanya pergi lima hari, dan kau sudah pergi ke klub dan membayar 'servis' mereka, Baek! "

"Tapi aku rasa hal itu sama sekali tidak masalah," gumam Baekhyun.

"Wha ..." Chanyeol mengerang, mengepalkan tangannya. "Baek, kau tidak perlu membayar untuk melakukan seks – dengan oral seks atau tidak"

Rahang Baekhyun tertekuk. "Heh!?"

"Yah!" Bentak Chanyeol. "Hal itu benar-benar ilegal- andai kau tidak mengetahuinya!" tegasnya sambil mengarahkan jarinya pada dada Baekhyun, Chanyeol cemberut. "Itu ilegal di dunia nyata dan kau -Kau benar benar bodoh- tidak bisa aktif secara seksual dengan orang lain saat kau sudah mempunyai komitmen dengan seseorang. "

Baekhyun menghela napas panjang dan memindahkan tangan Chanyeol. "aku tidak membayar untuk seks," bantahnya.

"Oh, Jadi kau hanya melihat-lihat dan meminta minta pada siapapun?"

"Aku tidak melakukannya!" Baekhyun memutar bola matanya dan mengusak rambutnya. "Kau perlu tidur, Yeol. Kau pasti kelelahan jika mengira aku akan membayar sesuatu yang bisa didapatkan secara gratis," gumamnya.

Ketika Baekhyun mencoba melompat dari tempat tidur, Chanyeol menggelengkan kepala dan mendorong punggung Baekhyun. Chanyeol menjulang di atas Baekhyun, sambil meletakkan lutut di kasur. "Hn. Apa kau ... "gumamnya ragu. "Apa kau membiarkan mereka 'menusuk' tenggorokanmu dan membiarkan 'milik' mereka melakukannya sampai bagian terdalam? "

Dengan wajah Chanyeol hanya beberapa inci jauhnya, Baekhyun tersenyum tipis. "aku membuka mulutku sangat lebar dan memmbawa tetes-tetes 'milik' mereka jatuh ke tenggorokanku, jika kau tahu apa yang kumaksud." Setelah melihat melihat wajah Chanyeol yang membeku, Baekhyun merasa sedikit menyesal karena sudah diluar batas untuk membiarkan Chanyeol tetap dalam kesalahpahaman. "Aku bercanda."

Chanyeol terus mengerutkan kening dan Baekhyun tidak tahu harus berbuat apa, kecuali tersenyum. "Aku bercanda," katanya sambil tertawa kecil, menusuk sudut mulut Chanyeol. "Aku tidak melakukan apapun di klub , Yeol. Yang aku bayar hanyalah sekaleng soda."

Saat Chanyeol terus diam dan tidak merespon penjelasan Baekhyun, dia mulai menggerakan jarinya untuk menyentuh wajah Chanyeol. "Dasar, Giant pencemburu," dia berdecak. "Giant pencemburu dan pemarah yang menganggap aku benar-benar akan membayar sebuah seks, padahal aku bisa menaiki dan mengandarai miliknya dengan gratis."

Beberapa detik berlalu, Baekhyun memperhatikan wajah membeku Chanyeol perlahan menghilang. Chanyeol membawa tubuhnya jatuh tepat di atas tubuh Baekhyun, mengusap wajahnya perlahan di perpotongan leher dan bahu Baekhyun. Baekhyun berkedip beberapa kali, tidak yakin apa yang harus dia lakukan. Pada akhirnya, Baekhyun mengarahkan lengannya ke atas kepala Chanyeol, mengusap rambutnya dengan canggung. Beberapa saat berlalu sebelum Chanyeol berguling ke sampingnya, sedikit memberi jarak jarak di antara keduanya.

"Demi Tuhan, kau benar-benar membuatku frustrasi, Baek" gumam Chanyeol. "Kenapa aku harus terjebak denganmu? kau…"

Baekhyun tertawa. "Karena kau tidak memecatku."

"Kau lebih dari itu."

Senyuman Baekhyun tertahan mendengar pernyataan Chanyeol. Lalu dia bergeser sedikit mendekati Chanyeol dengan menempelkan dahi mereka. "Lebih dari apa? Dan kenapa?" Dia terkekeh. "Katakan kenapa kau tidak menyingkirkanku juga, walaupun aku sudah membuatmu gila. "

Chanyeol menatap pria mungil yang penuh dengan rasa penasaran itu, lalu menghela napas, sambil menyeka pipi Baekhyun sebelum bangkit dari tempat tidur dan duduk. "Karena aku ingin kau tetap disampingku."

Chanyeol melihat senyuman Baekhyun menghilang ketika mendengar pengakuan kecilnya. Baekhyun membawa tubuhnya untuk duduk, dan matanya mengikuti pergerakan Chanyeol yang bangkit dari tempat tidur. "Kau ingin aku tetap disampingmu? Maksudmu untuk merapikan barang-barang yang kau kacaukan? "

"Kau lebih dari itu, Baek"

Baekhyun sudah bosan mendengar jawaban yang sama. Dia sudah mendapatkan jawaban itu sebelumnya, sehingga sudah dua kali berturut-turut dan dia menginginkan jawaban yang berbeda. "Apa-"

Sambil menggelengkan kepalanya, Chanyeol memotongnya. "Pergilah mandi dan bersihkan mukamu."

Menyentuh wajahnya, Baekhyun mengedipkan mata. Beberapa kali. Lalu ujung jarinya menyentuh bibirnya. "Kau tahu Yeol, aku kira kau tidak akan menyadarinya... aku cukup yakin jika para wanita itu sudah membersihkannya dengan saksama. "

Chanyeol berdecak. "Aku pasti langsung mengetahui jika ada perubahan yang aneh pada bibir tajammu itu." Chanyeol mengacak rambutnya, memberi isyarat pada Baekhyun untuk turun dari tempat tidurnya. "Dan siapa 'para wanita' yang kau bicarakan? Apa yang maksud penari telanjang? "

"Yeah-oh, Chanyeol, lain kali kau harus ikut denganku!" Kata Baekhyun dengan mata yang bersinar-sinar dan melupakan perintah Chanyeol untuk bangkit dari tempat tidurnya. "mereka tidak seburuk itu. Para wanita itu sangat baik –Bahkan aku mendapatkan nomer ponsel mereka. Aku memang tidak memilikinya, tapi mereka mengatakan padaku jika aku bisa menghubungi mereka kapanpun. "

Chanyeol pura-pura memikirkannya sejenak, dan langsung menolak. "Tidak."

"Aku kira mereka tidak akan merasa keberatan," kata Baekhyun. "Setelah mereka mendandaniku, dan menemaniku mengelingi klub saat aku melakukan cross dressing," melihat ekspresi Chanyeol, Baekhyun mengibaskan tangan ke depan mukanya. "Aku tidak membiarkan seorang pun menyentuhku. Aku hanya berkeliling dan menanyakan ke beberapa pengunjung apa mereka sudah selesai dengan minuman mereka atau belum. Hanya itu"

Chanyeol terasa berada di rollercoaster. Satu waktu dia akan merasa tegang, Selanjutnya, dia akan merasa tenang di waktu lain -tapi kemudian, dia kan merasa ketegangan datang lagi dan membuatnya kacau dan kembali merasa frustrasi lagi "Jadi, kau pergi klub strip, berpakaian layaknya wanita, dan kau mengililingi klub itu seakan kau benar-benar bekerja di sana."

Baekhyun mengangguk, meringis karena merasa bersalah. "aku juga mendapat tip (uang dari pelanggan), tapi aku memberikanny pada para wanita itu" Setelah beberapa saat, Baekhyun juga menambahkan, "Oh! Dan aku juga ditawari pekerjaan... Kurasa banyak hal yang terjadi selama lima jam itu."

Chanyeol sambil mengusap wajahnya, mencoba untuk mengerti pernyataan Baekhyun. "Kau ditawari pekerjaan ... di sebuah strip klub."

"Yeah." Baekhyun menyeringai. "Hei, tidak masalah jika kau akhirnya memutuskan untuk memecatku, karena sekarang aku punya tawaran pekerjaan cadangan! "

"Tidak!" Suara Chanyeol meledak. "Kau tidak akan pernah bekerja disana, kau tidak akan pernah bekerja yang termasuk didalamnya kegiatan melacur dan menari naik turun di sebuah tiang, hanya untuk mendapatkan uang. Itu tidak akan pernah terjadi, Baek. "

"Aku hanya bercanda," kata Baekhyun sambil tertawa dan memberi seringaian malu-malu pada Chanyeol.

"Aku tidak peduli," gumam Chanyeol. "Selama kau bersamaku, kau tidak perlu melakukan hal seperti itu." Jelas Chanyeol memegang lengannya sebelum Baekhyun sempat berkomentar, dan menariknya dari tempat tidur, karena melihat bagaimana Baekhyun masih duduk di sana. "Sekarang, aku menginginkanmu untuk mandi dan membersihkan wajahmu. Lalu kembalilah ke sini dan tidurlah bersamaku."

Baekhyun mendongak dan menatap Chanyeol saat giant itu membawanya ke pintu. "Kau mau aku tidur bersamamu? Tapi kau tidur telanjang ... "

"Aku tidak melihat hal itu menjadi masalah," kata Chanyeol, membuka pintu. "Bersihkan dirimu, aku tidak ingin mencium parfum serta alkohol dan asap rokok itu lagi, seperti bau yang kau bawa saat kau pulang tadi."

"Siapa bilang aku akan kembali?" Baekhyun menyeringai sambil berbalik, menyeberang lorong dan melangkah ke kamarnya untuk menaruh barang-barangnya.

"Jika kau tidak kembali dalam dua puluh menit, aku akan masuk ke kamarmu dan kita tidur di sana," jawab Chanyeol, bersandar di kusen pintu kamarnya. "Aku lebih memilih tidur di tempat tidurku karena ukurannya lebih besar, tapi jika keadaan tidak mendukungnya karena aku harus masuk ke kamar kecilmu, maka- "

Sambil melambaikan tangan, Baekhyun memotongnya. "Oke, baiklah. Aku mengerti."

"Dua puluh menit, Baek."

"Ya, aku mengerti."

"Dua-."

"Aku mendengarnya, Chanyeol," Baekhyun bersenandung saat menutup pintu kamarnya. "Aku mendengarnya"

.

.

Chanyeol yang sudah telanjang telah menunggu Baekhyun di tempat tidurnya, dia terus mengecek jam digital di di meja, dua puluh menit sudah berlalu sejak kepergian Baekhyun. Saat akhirnya dia mendengar pintu berdecit terbuka, sepuluh menit setelahnya. Chanyeol memutar bola matanya, tipikal Baekhyun yang tidak pernah melakukan sesuatu persis seperti yang diperintahnya. Chanyeol meraih Baekhyun saat dia mencoba membuka selimut bahkan sebelum pria yang lebih kecil itu bisa menempatkan kedua kakinya di tempat tidur.

"Bergeserlah lebih dekat," gerutu Chanyeol.

Saat Baekhyun meraba-raba posisinya dalam kegelapan, dia menggeliat dan lebih menrapat ke tubuh giant itu. Baekhyun membeku ketika tubuhnya tepat menempel pada tubuh Chanyeol. Dia menekuk tangan di dada giant itu dan memberi sedikit jarak sampai dia yakin apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Kau telanjang."

"Ya. Apa ada masalah? "Gumam Chanyeol saat ia melingkarkan lengannya di pinggang Baekhyun.

"Aku pikir jika kau berniat mengajak seseorang untuk tidur denganmu, setidaknya kau harus berpakaian, paling tidak pakailah pakaian dalam," ungkap Baekhyun lemah.

"Hnn, hal itu tidak berlaku denganmu," Chanyeol terkekeh. Menempatkan tangannya di ujung rambut Baekhyun dan menuju ke kerah kemejanya, lalu dia mulai menariknya. "Lepaskan pakaianmu, Baek."

Entah kenapa, mendengar suara Chanyeol dalam kegelapan sepertinya sangat jauh lebih menarik dibandingkan saat mereka melakukannya dalam cahaya terbuka. Sambil mendesah, Baekhyun pada akhirnya berhasil melepas kemejanya. Dia tidak perlu repot-repot untuk melemparnya karena Chanyeol yang akan melakukan untuknya.

"Celana piyama dan celana dalamku juga?"

"Bagaimana menurutmu?"

Baekhyun tertawa kecil saat mulai melepaskan pakain bagian bawahnya. "Salah satu dari kita akan mengalami 'boner' Yeol. "

"Wah, aku turut prihatin bagi yang mengalaminya Baek, karena aku tidak berencana melakukan seks denganmu malam ini."

"Tidak masalah" kata Baekhyun sambil mencoba masuk dalam permainannya. "Jika aku yang mengalaminya, aku harap kau tidak keberatan karena aku akan menyentuh diriku sendiri dan membuat kekacauan di tempat tidurmu. "

"Aku tidak peduli. Pada akhirnya, kaulah yang akan mencuci semuanya. "

Baekhyun melepaskan sisa sisa pakaiannya, Baekhyun menghela napas, dan kembali membawa kepalanya berbaring di atas dada Chanyeol. "Apapun itu. Selamat malam."

"Selamat malam, Baek."

Baekhyun merenungkannya sejenak sebelum mengambil keputusan. Membuka kembali kelopak matanya,lalu dia mendongakan kepalanya dan memberi Chanyeol sebuah ciuman cepat di bibirnya sebagian. Lalu dia berbalik. Seakan malu, dia sedikit menjauhkan wajahnya dari giant itu. "Selamat malam," gumamnya lagi.

Dalam kegelapan, Chanyeol tersenyum, menarik Baekhyun lebih dekat. "Selamat malam, Baek. Lagi."

.

.

Dari seluruh pengalamannya bersama Baekhyun, seharusnya Chanyeol bisa belajar. Chanyeol terbangun jam dua pagi dengan merasakan bagian bawahnya berdenyut. Dia membawa tanganya memegangi pinggang Baekhyun dan menahan tubuhnya, mencegah gerakan pria yang lebih kecil yang mengenai bagian bawahnya yang berdenyut, yang berada tepat dibelakang pantatnya.

Chanyeol ingin sekali marah, terutama ketika melihat orang yang menyebabkan denyutan dan yang bisa menyelesaikan masalahnya malah tertidur pulas, tapi sangatlah tidak etis jika dia melakukannya. Chanyeol merasa bersalah karena sempat memikirkan itu, dia tahu, seharusnya dia menangani masalahnya dengan segera. Chanyeol perlahan bangun dari tempat tidur, dia segera berjalan dengan susah payah menuju kamar mandinya dan mengunci pintunya.

Mata Baekhyun terbuka perlahan, dia sadar akan gerakan perlahandibelakangnya. Pada awalnya, semua terlihat seperti gerakan lambat kabur, tapi saat matanya terbuka sepenuhnya dalam kegelapan, dia mengenali suara-suara itu, suara desahan yang hanya bisa terdengar dari sesorang yang sedang memuaskan dirinya sendiri. Baekhyun bangkit dan duduk di tempat tidur, mencoba mendengarnya lebih jelas, dan saat itulah dia melihat cahaya yang datang dari kamar mandi. Sambil mendengarkannya lagi selama beberapa menit, dia mengenali suara desahan itu, suara milik Chanyeol.

Sebagian dari Baekhyun ingin menertawakan Chanyeol karena dialah yang akhirnya lepas kendali, tapi bukan saatnya menertawakannya karena Baekhyun tidak memiliki energi untuk melakukannya saat miliknya juga terasa tegang, hanya karena mendengarkan laki-laki di sisi lain pintu yang sedang menyentuh dirinya sendiri – kemungkinan itu muncul di fantasi kotornya. Fantasi lain yang dia bayangkan selanjutnya berlanjut membuat Baekhyun tersipu malu.

Baekhyun sadar dan tahu jika dia harus segera menyelesaikannya atau Chanyeol akan masuk kembali, lalu memeluknya kemudian merasakan ada bagian tubuhnya yang mengeras. Baekhyun mengutuknya, membuka selimut yang menutupinya dan segara bangkit lalu membuka laci meja Chanyeol. Dia segera mengeluarkan lube milik Chanyeol, lalu melangkah terburu-buru keluar dari kamar dalam kegelapan dan masuk ke kamar mandi yang terletak di lorong.

.

.

Ketika Chanyeol selesai dengan masalahnya, dia terkejut saat tidak melihat Baekhyun di tempat tidur. Dia melihat sekeliling ruangan selama beberapa menit, dan mulai memanggil nama Baekhyun.

Chanyeol segera membuka pintu kamarnya dan melangkah ke lorong karena tidak mendapat jawaban. Tidak butuh waktu yang lama sebelum matanya menangkap cahaya yang bersinar dari bawah pintu kamar mandi di lorong.

Saat dia mendekati pintu, dia mulai mendengar suara yang pelan. Chanyeol mulai kahawati setelah mendengar suara erangan dan rintihan. Tanpa ragu, Chanyeol mendobrak pintu dan masuk dalamnya.

"Baekhy-" Dia berhenti.

Di depannya, terlihat Baekhyun yang sedang berlutut di lantai kamar mandi. Bersandar ke depan Hampir menempatkan wajahnya di atas ubin -Baekhyun membelai miliknya dengan satu tangan sementara tangan lainnya berada di bagian belakang tubuhnya.

Terperangkap dalam aksinya, Baekhyun mengangkat wajahnya dan langsung tampak memerah. "CChanyeol." Dia berhenti melanjutkan aksinya sesaat, tapi saat dia merasa sakitnya kembali, dia memulai lagi.

Saat napasnya mulai berat, dia memberi Chanyeol tatapan sebelum berpaling cepat. "Chanyeol, Berhenti st-ahh." Dia menggigit bibirnya. "Kumohon, berhenti berdiri di sana, tolong, kembalilah ke kamar" dia merengek. Saat Chanyeol tetap diam, Baekhyun mencoba memohon lagi. "Chany-"

"Sudah berapa jari yang sudah kau masukan?" Suara kasar Chanyeol serak.

"Apa-aku-dua" jawab Baekhyun terengah-engah sebelum menundukkan kepala untuk sesaat.

Akhirnya Chanyeol bergerak mendekatinya. "Apa menurutmu itu cukup?"

"Aku-aku kira begitu -Tunggu, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Baekhyun, tiba-tiba sadar sepenuhnya pergerakan Chanyeol yang semakin mendekat.

"Tarik jari-jarimu keluar," perintah Chanyeol saat dia berlutut di samping Baekhyun dan mengambil isi lube.

"Chanyeol-"

"Lakukanlah saja, Baby," Chanyeol membujuknya sambil menyentuh dirinya sendiri, membuat miliknya bertambah keras dan lebih keras setelahnya. Baekhyun dengan enggan menarik jarinya, merintih.

"Taruh tangan dan lutut di lantai."

"Chanyeol, kau bilang kau tidak akan-"

"Aku bilang 'tidak malam ini'," ulang Chanyeol sambil membuka lebar dan membentangkan kaki Baekhyun. Lalu, memosisikan dirinya tepat berada didepan lubang yang mengundangnya untuk segera memasuki dan menikmatinya. "ini sudah berganti hari, Baek "gumamnya," dan aku menginginkanmu sekarang. "

Baekhyun merasa Chanyeol mulai memasukinya dengan perlahan. Beberapa dorongan dan tarikan dia rasakan, sebelum milik Chanyeol sepenuhnya terbenam dalam kehangatan milik Baekhyun.

Awalnya, terasa terburu-buru. Hanya suara tumbukan antar kulit yang keras lah yang dapat mereka dengar yang meresonasikan desahan cinta yang penuh gairah di kamar mandi itu. Tapi setelah orgasme pertama, Chanyeol buru-buru mengangkat Baekhyun dari lantai dan membawanya kembali ke kamar tidur, tempat yang akan digunakan untuk ronde selanjutnya, terjadi secara pelan dan pasti dengan banyak pertarungan lidah.

.

.

.

TBC

.

Fisrt of all, aku ingin mengucapkan banyak terima bagi reader yang masih setia menunggu dan membaca kelanjutan translte ff ini, dan permintaan maaf sebesar-besarnya karena sempat menghilang cukup lama. Maafkan, karena ada beberapa masalah dalam keluargaku yang cukup pelik, dan harus diselesaikan sehingga tidak sempat melanjutkan transltetannya. Kembali ke janjiku, aku akan menyelesaikan ff translte ini entah sampai kapan itu, tapi aku pasti akan merampungkannnya. Dan selamat, kalian sudah sampai pada pertengahan ff ini (30/60), semoga kalian masih tetap suka yaaa dan tentunya setia membacanya. Love you full to all my reader, reviewer and follower. Dan jangan lupa untuk bahagia ya buat kalian semuanya ^^

See you next chap