Menurut Park -Min- Yoongi, menjadi istri dari seorang Park Jimin Itu seperti asam dan manis. Sebelum menikah dengan Jimin, Yoongi telah memikirkan secara matang
Seperti saat ini, Yoongi hanya bisa bergelung dengan selimut dan Handphone di tangannya. Seperti malam-malam biasa, Jimin akan balap liar. Setidaknya, Jimin pulang paling lambat pukul 12 malam. Karena menurut Jimin, ia sudah berumah tangga, sehingga ia berusaha untuk tidak pulang pukul tiga pagi. Tapi menurut Yoongi, itu tetap sama saja. Seharusnya Jimin berusaha untuk tidak mengikuti balap liar lagi. Jimin hanya bisa menjawab "Yang penting aku berusaha untuk mencoba."
Jimin menikah dengan Yoongi karena perjodohan. Pasti kalian semua berpikir kalo perjodohan pasti akan ada perjanjian seperti akan cerai satu tahun atau beberapa bulan lagi. Jimin dan Yoongi tak seperti itu. Mereka berdua mencoba mencintai satu sama lain. Jadi, pernikahan mereka selama kurang lebih sebulan ini berjalan dengan lancar. Mereka berusaha untuk saling terbuka satu sama lain.
Tapi mereka harus menanggung resiko. Salah satunya adalah berusaha untuk berbohong di muka Publik. Mereka berdua sebisa mungkin untuk tidak saling berinteraksi jika mereka berada di kampus.
Yoongi menggulung-gulung diatas kasur. Bosan, batin yoongi. Ia tak tahu harus melakukan apa. Tugas sudah ia kerjakan semua. Main game? Menurut yoongi main game tidaklah SWAG. Ia baru saja ingat bahwa selama ini ia meninggalkan banyak kertas berisi lagu-lagu yang yoongi buat. Dan Yoongi sadar, ia belum juga menyelesaikan lagu-lagunya.
Tapi ada satu masalah yang sedang ia hadapi. Yaitu malas. Sungguh, ia ingin sekali mengerjakan lagu-lagunya. Tapi, jarak studio dengan rumah Jimin sangatlah jauh.
Ingin sekali yoongi membuat Studio nya sendiri di rumah'nya'. Namun, ia takut untuk membicarakan itu pada Jimin. Akhirnya, dengan bekal semangat, ia bangkit dari tempat tidurnya untuk mengambil jaket dan kunci mobil. Semoga saja aku bisa mendapatkan ide untuk menggarap lagu, batin Yoongi sambil melangkahkan kaki menuju garasi.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin tak menyangka bahwa ia diacuhkan oleh Taehyung, sahabatnya sendiri. Bagaimana bisa Taehyung bermesraan dengan Jungkook -pacar taehyung- di club malam. Setahu jimin, jungkook adalah pemuda yang baik dan polos. Dan sekarang taehyung membawa jungkook ke club malam. Untung saja, mereka bermesraan dengan cara yang normal. Dalam artian bahwa hanya meminum juice. Tak lupa dengan Taehyung yang sedang menggombal receh.
"Kook, malam ini dingin ya. Tapi bagi aku gak masalah seberapapun dinginnya malam ini. Karena aku tahu, bahwa cintamu akan selalu menghangatkan mu." Pipi jungkook meronah dengan gombalan sok dari Kim 'Fucking' Taehyung.
"Taehyung, berentilah menggombal receh disini. Lebih baik kau antarkan jungkook pulang. Apakah kau mau mata suci jungkook'mu' itu ternodai karena banyak orang bercumbu disini" ucap Jimin sinis. Sungguh, Taehyung adalah orang teraneh yang pernah jimin temui dimuka bumi. Contohnya saja seperti saat taehyung pertama kali menembak jungkook. Bayangkan, taehyung menyatakan perasaannya di depan bunga bangkai. Dan yang lebih bodoh nya lagi, jungkook menerima taehyung sebagai kekasihnya. Lupakan tentang kim taehyung. Setelah kim taehyung pergi dari club bersama Jungkook, Jimin memutuskan untuk kembali ke rumah nya.
Dan ia baru menyadari satu hal. Min YoonGi. Apakah ia sudah tidur sekarang?
Jimin merutuki dirinya sendiri kenapa ia sekarang menjadi Suami tak berguna
.
.
.
.
.
.
.
Sudah berapa bulan ini saya gk update cerita. Sekalinya update chapternya pendek sekali. Saya lagi sibuk ujian, kerja kelompok sana sini, belom lagi tugas numpuk.
Maaf kalo alurnya masih berantakan. karena saya belom sempat merevisi beberapa bagian cerita.
Jangan lupa beri review :)
xcha
