Halo, terima kasih buat yang uda review, ini updet barunya.
sebelumnya mau minta maaf ya..
2 chap sebelumnya aku ga kasih pembatas di fic'a, jadi maaf kalau fic kemarin membingungkan saat dibaca hehe..
Happy reading ! :)
ditunggu ya review kalian :)
NARUTO
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke X Ino
~Chapter 3~
"Ino-chan, mengapa kau lama sekali?" Tanya Hinata sambil menggedor-gedor pintu kamar Ino, "Kita akan terlambat kalau kau masih belum selesai"
"Aku datang" ujar Ino yang baru saja keluar dari kamarnya sambil memakai parfum, lalu mengambil tas miliknya yang tergeletak di sofa lalu kembali bercermin sejenak.
"Ino-chan tidak berubah ya, hehe.." ucap Hinata terkekeh melihat Ino.
Ino memutuskan untuk memakai dress starpless di atas lutut berwarna soft purple, rambutnya dicepol dengan beberapa juntai rambut yang disisakan yang menambah elegan gaya Ino saat itu. Wajah Ino juga memakai make up tipis yang semakin menonjolkan kecantikan alami milik Ino.
Hinata pun tampak tak bisa menyembunyikan kekagumannya akan penampilan Ino.
"Ino-chan , kau tampak menawan hari ini.." puji Hinata tulus.
Ino tersipu dipuji oleh temannya itu, "Arigato Hina-chan, kau juga tidak kalah menawan kok .." puji Ino kembali.
"Mom ! kapan kita berangkat ?" Tanya Nami tidak sabaran, saat itu Nami juga tidak kalah menawan dengan sang Ibu, ia memakai dress soft pink dengan pita dibagian dadanya, rambut pirang Nami digerai dan dihias oleh flower crown miliknya.
-LMLSN-
Sasuke merasa bosan. Ia sudah setengah jam lamanya di tempat itu, menghabiskan waktunya dengan minum dan berbincang-bincang singkat dengan beberapa kenalan bisnis kakaknya lalu minum lagi dan begitu seterusnya. Acaranya bahkan belum dimulai. Sasuke mengitari tempat itu, banyak orang disana terdapat beberapa anggota keluarga Uchiha, kolega bisnis dan beberapa orang yang tidak Sasuke kenal. Namun walau begitu, Sasuke tak ingin banyak mengajak berbincang orang-orang disana, moodnya sedang jelek hari ini. Jadi Sasuke memutuskan untuk kembali meminum wine yang ke-10 nya sekarang, sungguh ia sangat bosan.
"hey, Sasuke.." sapa Itachi datang menghampiri adiknya itu, "disini kau rupanya.."
"hm? Kau mencariku?" Tanya Sasuke
"begitulah, maaf tidak menemani mu dari awal kau datang tadi, banyak yang harus kuurus dan banyak kolega bisnis yang perlu kuajak berbincang barusan.." Jelas Itachi sekaligus meminta maaf.
"bagaimana ? kau menikmati acaranya?" Tanya Itachi kembali.
"Acaranya menarik namun nampaknya aku sedang dalam keadaan kurang baik, entahlah.." jawab Sasuke.
Tidak lama kemudian, Hana yang melihat Sasuke dan Itachi sedang berbincang akhirnya turut bergabung dengan perbincangan kedua kakak adik tersebut.
Hana menyapa suaminya dengan mengecup ringan pipi Itachi, dan Hana juga tidak lupa menyapa adik iparnya "Hai Sasuke, Bagaimana kabarmu? Kau terlihat kurang sehat?" sapa Hana.
"entahlah, mungkin ini karena mood ku saat ini saja yang sedang tidak baik, banyak yang sedang kupikirkan.." balas Sasuke.
"Apa Karin merepotkanmu sampai-sampai kau seperti ini?" canda Itachi.
"Ita-kun, tidak kah kau dengar apa kata adikmu barusan? moodnya sedang tidak baik, jangan bercanda seperti itu ita-kun.." Hana menegur candaan Itachi dengan serius.
Itachi hanya tersenyum lembut melihat istrinya sangat perhatian dengan adiknya, Itachi pun merangkul pundak Hana dengan mesra, "Ah aku hanya bercanda Hana-chan.." ucap Itachi mesra.
Pemandangan yang indah sekaligus menyakitkan untuk Sasuke, disaat kakaknya berbahagia dengan kakak iparnya, ia hanya menjadi penonton dari dua sejoli itu. Tidak ingin mengganggu kemesraan mereka lebih lanjut, Sasuke memutuskan untuk pamit lalu pergi menyusuri taman yang terdapat di luar restoran itu.
-LMLSN-
"Selamat datang" ucap pelayan restoran dengan sopan menyambut kedatangan Ino , Hinata dan para tamu lainnya.
"Ino-chan, ayo ikut aku, aku akan mengenalkan dirimu pada Hana-nee, pemilik restoran baru ini.." ajak Hinata dengan Akira di gendongannya.
Ino pun tanpa ragu mengikuti Hinata , yakin bahwa Nami masih bersama dengannya saat itu.
"Hina-chan, kau datang rupanya.." sapa Hana yang saat itu sudah sendiri karena ditinggal Itachi sebentar.
"Hana-nee, terimah kasih atas undangannya, Sayang sekali Shino-kun tidak dapat ikut hari ini, oh iya karena Shino-kun tak bisa hadir, sebagai gantinya aku mengajak temanku untuk datang, kau tidak apa kan?" Ucap Hinata.
"Tentu saja" ujar Hana tersenyum tulus, "Hai , aku Hana" Hana menyapa Ino dengan ramah sembari mengulurkan tangannya pada Ino.
"Hai, Aku Yamanaka Ino, senang bertemu dengamu Hana-san" Ino tersenyum sopan sambil membalas uluran tangan Hana. Entah karena apa, Ino merasa wajah Hana terlihat tidak asing baginya.
Hana juga tampak memerhatikan Ino dengan saksama, sepertinya Hana juga memikirkan hal yang sama dengan Ino, "Kau terlihat familiar, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Hana.
"Aku juga ingin bertanya seperti itu padamu, aku merasa familiar dengan wajahmu Hana-san, hahaha.." balas Ino, "Mungkin dulu kita sempat bertemu.." tambah Ino.
"Dan ini putriku, Yamanaka Nami.." ucap Ino bermaksud memperkenalkan Nami yang dipikirnya sedang berdiri di belakangnya. Alangkah terkejutnya Ino tidak mendapati Nami didekatnya, Ino mendadak panik.
"Nami?"
-LMLSN-
SASUKE's POV
Aku benar-benar butuh udara segar, melihat Itachi-Hana bermesraan seperti itu tak membuat semuanya menjadi lebih baik. Melihat Itachi-Hana malah semakin membuatku teringat kembali akan saat itu. Naruto benar , Aku tak boleh memikirkannya terus-terusan seperti ini.
Seperti yang sudah kuduga, daerah taman tak begitu ramai didatangi oleh tamu-tamu undangan saat itu. Kuperhatikan sekelilingku, yang berada di taman rata-rata adalah pasangan-pasangan kekasih yang sedang bermesraan satu sama lain. Pemandangan ini membuatku semakin terlihat tragis, seandainya aku membawa kekasihku kemari saat ini.
Aku bahkan hampir lupa kalau aku sudah memiliki Karin sebagai kekasihku, hal itu, aku segera menelpon Karin, namun tidak ada jawaban, lalu kucoba lagi tapi hasilnya tetap sama. Tak mau terlarut dengan suasana yang ditimbulkan oleh sejoli-sejoli disana, aku pun kembali beranjak menuju area bermain anak-anak yang disediakan di taman itu.
Sempurna, keadaan taman bermain anak sore itu sedang sepi, aku pun mendudukan diriku disalah satu ayunan disana. Aku tidak biasanya seperti ini, apalagi melihat banyak pasangan kekasih, membuatku semakin merasa kesepian, entahlah.
Apa aku bertambah tua sehingga aku memikirkan hal-hal macam itu? Kapan aku akan menemukan yang seperti dirinya?
Aku menggelengkan kepalaku, mengusir pemikiranku tentang dirinya. Aku frustasi, rasanya aku ingin meninju diriku sendiri. Tak kusangka, aku seorang Uchiha Sasuke bisa menjadi sefrustasi ini hanya karena masalah percintaan macam ini.
"Arghh!" Aku mengerang frustasi.
Tak lama kemudian aku mendengar suara tawa yang nampaknya menertawakan tingkah konyolku, sepertinya suara ini milik anak-anak.
Aku menoleh keasal suara itu, dan ternyata disana telah berdiri anak perempuan berpakaian dress pink dengan rambut pirang sebahu yang dihiasi bando bunga serta bola mata biru gelap yang menatapku polos.
Aku rasa aku benar-benar gila, sekarang aku seperti melihat bentuk mini dari perempuan itu. Aku menggelengkan kepalaku dan kembali mengusir pikiran-pikiran anehku yang mulai berdatangan kembali.
"Hai.." sapaku, namun gadis itu tidak membalas sapaanku itu, aneh.
"Halo.." sapaku kembali dengan sedikit senyuman, namun anak itu masih tak merespon, anak itu malah menatapku dengan tatapan menyelidik. Aku semakin heran dibuatnya, apakah ada kotoran di wajahku ?
"Halo gadis kecil yang cantik.." sapaku dengan menambahkan sedikit pujian, berharap dengan begini anak itu akan membalas sapaanku.
Anak itu lantas tersenyum mendengar pujian dariku tadi. Aku sempat terkagum melihat senyuman anak tersebut, senyuman yang juga dimiliki oleh perempuan itu.
Anak ini semakin terlihat mirip dengan dirinya.
"Kenapa kau disini sendirian ? dimana orang tua mu ?" tanyaku mencoba terdengar seramah mungkin.
"di dalam restoran" jawabnya padaku masih dengan tatapan yang menyelidik.
Aku tidak tahu ingin berkata apa lagi, berurusan dengan anak kecil bukanlah keahlianku. Aku khawatir anak itu akan menangis jika kutanya lebih lagi, jadi aku hanya balas menatapnya saat ini, namun tiba-tiba anak itu mendekat padaku dan memeluk diriku dengan erat.
Tentu saja aku terkejut dibuatnya, namun kata yang keluar dari mulut anak ini membuatku semakin terkejut.
"Daddy!" ujar anak itu masih dengan pelukan eratnya.
"D-daddy?" tanyaku meyakinkan dengan suara sedikit tercegat.
"Ya, Daddy I miss you.." ucapnya kembali menatapku , kali ini dengan senyuman cerianya.
Aku terpana melihat wajah anak itu, anak ini sangat mirip dengan perempuan tersebut.
-LMLSN-
INO's POV
Nami, dimana kau?
Aku panik karena Nami tidak bersama denganku. Aku langsung berpamitan sebentar pada Hinata dan Hana untuk mencari Nami. Hana dan Hinata pun terlihat panik dan membantuku mencari Nami di tempat itu.
Aku mengelilingi seluruh ruangan namun tak dapat menemukan Nami.
Ayo Ino, berpikirlah dengan tenang..
Pikirkan dimana tempat favorit Nami yang mungkin saja Nami datangi saat ini..
Ah ! taman bermain anak, aku harus mengecek tempat itu.
Aku segera beranjak keluar menuju tempat bermain anak yang terdapat disana.
Aku bernafas lega kali ini ternyata dugaanku benar, Nami ternyata berada disana, akhirnya aku menemukannya.
Saat itu Nami terlihat sedang berbicara dengan seseorang yang berjongkok membelakangi diriku jadi aku tak tahu siapa pemuda tersebut.
"Nami..!" panggilku langsung.
Nami melihat kearah padaku dengan senyuman lebar menghiasi wajah mungilnya.
"Mom, look ! I've found Daddy!" teriak Nami padaku.
Tidak mungkin.
Aku tercegat dan mematung disana.
Pemuda yang bersama dengan Nami pun menoleh, Nami benar-benar menemukan Daddy nya.
SASUKE's POV
Aku terdiam karena masih heran dengan panggilan 'Daddy' anak ini kepadaku.
"Nami !" terdengar panggilan dari belakangku.
Suara itu.
"Mom, look ! I've found Daddy!" balas anak yang bernama Nami itu.
Mom? Mungkinkah anak ini..
Untuk meyakinkan diriku, akupun menoleh melihat siapa perempuan yang sedang berbicara dengan Nami.
Wanita yang selama ini menghantui pikiranku kali ini benar-benar berdiri di hadapanku.
Aku terdiam, dan nampaknya orang itu juga kaget melihat diriku.
Ino
Ia sangat menawan malam ini, wajahnya, rambut pirangnya, dan terutama bola mata aquamarine yang sedang menatapku saat ini.
Aku sangat merindukannya.
Seandainya aku bisa berlari memeluk erat tubuhnya sekarang.
Ia telah kembali.
Perempuan yang bersamaku 5 tahun yang lalu.
Yang telah menderita karena diriku.
Yamanaka Ino.
~To be continue~
Sekian chap 3 nya..
Thanks for reading, Godbless :)
