Aduh.. maaf yya, Kira ngga bisa up cepet. Pengen sih bisa cepet-cepet up.. tapi.. sudahlah ( kira ngga bisa buat janji karena kira tulis cerita ini kalo ada ide. Hehe..)

Terima kasih buat kalian yang udah baca, follow sm favorite ff ini. Karena jujur aja Kira masih baru jadi maklum aja kalo ceritanya pasaran.

Naruto Kuroko New

By Kira

Yang jelas Naruto dan Kuroko bukan punya Kira. Kira Cuma pinjam namanya.

Maaf kalo di sini banyak karakter yang ooc, alur gaje, typo, dll.

Dan perlu di ingat, di sini fem Naruto ya..

Selamat membaca!!!

-o0o-

Sudah dua hari Naruto dirawat. Sejak saat itu pula hubungannya dengan Akashi semakin dekat atau memang sengaja Akashi yang mendekati? Oh dan jangan lupakan Yahiko yang selalu ada untuk Naru channya. Dan tentunya menghalangi si gunting merah yang ingin mendekati kekasihnya. Hell takkan pernah dia biarkan Naru channya direbut.

Egois? Biarkan saja. Sudah cukup dia makan cemburu dari sahabat-sahabatnya yang super duper protektif. Dan karena peristiwa kemarin juga dia harus meminta izin sobat-sobatnya itu tiap mau pergi dengan naru channya (new rule) Dan please jangan sampai si gunting merah ikutan protektif.

Tapi, apa mau dikata. Si gunting merah sudah terlanjur tertarik dengan bebebnya. Mau nggak mau Yahiko harus pasang pagar plus digembok biar bebebnya nggak dibawa kabur.

" Ohayou Naruto."suara Akashi menghentikan kegiatan Yahiko yang sedang menyuapi Naruto bubur. Di sana juga ada Tetsuya yang duduk sambil memperhatikan kakaknya. Tadinya dia yang menyuapi tapi berhubung Yahiko datang meminta, baca merebut makanan yang dipegang Tetsuya. Jadi ya sudahlah.

" Ah.. senpai.. ohayou.."balas Naruto ramah membuat Yahiko mendecih pelan karena sikap Naruto yang ramah. Untung saja decihannya tak terdengar karena

" Ohayou onee chan chantik..."teriakan bungsu Akashi yang memekakan telinga.

Ryouta masuk langsung menerjang Naruto yang sedang duduk di ranjangnya. Dipeluknya Naruto erat membuat dua pria remajadewasa di sana iri. Hei.. mereka juga ingin memeluk kesayangan mereka. Begitupun Tetsuya, tapi toh Tetsuya bisa memeluk kakaknya sepuasnya jika sudah pulang.

" Onee chhan kami membawa cake dan buah jeruk kesukaan onee chan loh.."cerita Ryouta pada onee chan cantik kesayangannya itu.

" Benarkah?"tanya Naruto dengan mata berbinar yang diangguki semangat oleh Ryouta.

"Arigatou ne Ryou chan."ucap Naruto dengan senyum manisnya.

Ekhem

Ah sepertinya Naruto lupa.

" Ah arigatou juga Akashi senpai."ucap Naruto tak lupa dengan senyum manisnya.

" Seijurou."balas Akashi sulung singkat yang membuat semua tatapan bingung mengarah padanya. "panggil Seijurou karena Ryouta juga Akashi."lanjutnya buru-buru. Ah entah mengapa jantungnya berdetak cepat. Harap harap cemas karena Naruto hanya diam saja. Hei wajar bukan jika dia menginginkan Naruto memanggilnya dengan nama kecilnya.

" Ah.. ha'i Sei senpai."ucapnya membuat Yahiko yang mendengarnya melotot. Hei.. apa apaan itu. Sedang Seijuro? Jangan tanya seperti apa ekspresinya karena yang jelas seperti ada banyak kembang api warna warni yang meletup-letup membuatnya tak bisa menyembunyikan senyumannya.

Setelah mengobrol singkat, Ryouta segera menghampiri Tetsuya dan duduk menempel di sampingnya. Yah, itung-itung pdkt. Toh, nee channya sudah setuju.

Abaikan Ryouta dan Tetsuya , sekarang beralih pada jingga, merah terang yang kini berebut menyuapi Naruto. Yap, Yahiko sedang berusaha menyuapi Naruto karena yah, Naruto tidak menyukai makanan rumah sakit. Sedang Seijuro mencoba menyuapi buah kesukaan Naruto. Setidaknya Naruto mau memakannya karena baginya buah jingga itu lebih enak. Abaikan warnanya yang mirip surai kekasihnya. Ah, apa Naruto menyukaai kekasihnya karena rambutnya yang mirip buah kesukaannya. Entahlah.

" Naru sayang.. dimakan yya, buburnya supaya cepat sembuh. "bujuk Yahiko yang sayangnya diabaikan si gadis karena sedang fokus pada cake dan buah yang disuapkan Akashi. 'Hei sebenarnya di sini yang pacarnya Naru chan siapa sih?'teriak batin Yahiko dongkol. Akashi? Ah sekarang dia sedang tersenyum penuh kemenangan.

" Naru chan.."

" Naru chan.. makan atau kau ku cium."

Karena tak ada respon, dengan segera Yahiko menarik wajah Naruto dan menciumnya tepat di bibir.

Mereka yang ada di sana membelalak terkejut. Begitu pun Naruto dia tidak menyangka Yahiko menciumnya di depan banyak orang.

Seakan tak puas, Yahiko juga melumat lembut bibir Naruto. Tapi itu tak bertahan lama, karena Naruto segera mendorong Yahiko. Entah mengapa jantungnya berdebar sangat kencang, malu, takut atau.. ah mungkin malu karena disana ada Tetsuya, Ryouta, dan Seijuro. ya, tentu saja.

Seijuro? Entah seperti apa yang dia rasakan. Yang jelas saat ini ingin sekali dia mengoyak tubuh pria jeruk itu dengan guntingnya.

" Kyaaa..."jerit Ryouta menyadarkan mereka. Oh tidakk.. mata Ryou sudah tidak suci, hiks hiks

" Aku permisi."ujar Akashi sulung singkat lalu pergi.

Dan kamar itu pun kembali hening.

-o0o-

" Bagaimana?"tanya sebuuah suara dalam kegelapan.

" Maaf. Ternyata gadis itu juga menguasai bela diri."

" Hmm.. hebat. Bukankah dia hebat dalam memilih?"

" Awasi dia. Karena aku juga tertarik dengan gadis itu."lanjutnya dengan seringai.

" khekhekhe.. bos tidak salah. Bahkan bodynya terlalu indah untuk remaja seusianya."balasnya.

" Jangan coba menyentuhnya sebelum aku menyentuhnya."ancam bosnya dengan aura hitam yang menyebar di ruangan.

" Tak masalah."balas si anak buah tenang.

Uchiha mansion

Saat ini keluarga Uchiha tengah dihebohkan dengan kondisi Naruto yang sedang dirawat di rumah sakit. Apalagi Madara, kakek yang telah menganggap Naruto cucunya itu bahkan terus berteriak marah. Beruntungnya dia tidak memiliki riwayat penyakit mematikan. Jantung? Bahkan dia masih kuat berlari sepuluh kilo non stop, darah tinggi. Hei, jika dia memiliki penyakit itu, mana mungkin sampai saat ini dia masih bisa marah-marah.

" Saya tidak mau tahu.. pokoknya saya mau minggu depan data mengenai pelaku penyerangan Naruto harus didapatkan. Jika tidak.. "tatapan matanya menajam " terima sendiri akibatnya. "lanjutnya dengan seringai menyeramkan membuat lima detektif yang disewanya meneguk ludah bersamaan. Ah, mereka jadi mikir, mending ngga usah terima misi ini meski gaji yang mereka terima bisa untuk membeli rumah. Tapi, sepertinya nasi sudah menjadi bubur. Bedanya kalo bubur enak di makan, ini jangankan mau dimakan. Rasanya mau mengecap pun susah.

" Ha i. "

" Apa sebaiknya kita memberikan pengawalan untuk Naru chan Tou sama?" tanya Fugaku yang juga tidak terima dengan keadaan Naruto.

" Tidak-tidak, Naru chan pasti tak akan suka. "sahut Mikoto cepat karena dia tau bagaimana watak Naruto. Bahkan saat dulu mereka hendak mengadopsinya, Naruto lebih memilih diadopsi oleh keluarga Kuroko, marga Naruto sekarang.

-o0o-

Tak tak tak

Suara ketukan telunjuk pada meja mengisi keheningan.

" bodoh."suara wanita mengisi keheningan itu.

" Kau benar-benar kecolongan. "wanita itu berjalan mendekat dan duduk dipangkuan pria, lawan bicaranya.

" Lihat, bahkan wajahmu bertambah keriput saat memikirkannya. Sini aku bantu menguranginya. "diciuminya wajah itu hingga rileks. Perlahan tangan pria itu menarik pinggang si wanita untuk semakin mendekat. Dihirupnya rakus-rakus aroma yang keluar darinya.

" Ya, bantu aku. "Ujar si pria membuat wanita itu menyeringai.

" As your wish, my king. "balasnya sensual.

Dan... mereka pun melanjutkan kegiatan panas mereka.

Tbc..

Sudah dulu, maaf pendek, semoga suka. Sampai jumpa...