All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.
Sore itu yang sama seperti biasanya, seorang pemuda bersurai kuning dan berusia kurang lebih 23 tahun, sedang sibuk mempersiapkan bahan makanan dan segala macam perlengkapan dan alat-alat memasak yang akan ia jajakan. Dimulai dari datang senja hingga malam hari.
Dia baru akan menutup kedainya menjelang tengah malam atau lebih awal jika dagangannya sudah habis.
Dia begitu fokus mempersiapkan segala macam barang yang akan menjadi dagangannya tersebut. Dan dia lakukan rutinitas tersebut seorang diri selama hampir 7 tahun ini.
Berbekal ketrampilan mengolah berbagai makanan khas Jepang. Mulai dari Tempura, Sushi, Sashimi, Sukiyaki, dan lain-lain. Dia pelajari sendiri secara otodidak sejak remaja tersebut.
Kini pemuda yang bernama Uzumaki Naruto tersebut berhasil membangun sebuah kedai atau warung sederhana yang tak jauh dari rumahnya. Yah, walaupun kedai makanannya itu bisa dikatakan sederhana dan jauh dari kesan mewah.
"Ah... Akhirnya selesai juga persiapan hari ini." Gumam Naruto.
Tak lupa, dia juga berdoa kepada Kami-sama agar rejeki yang akan ia peroleh pada hari ini bisa mencukupi kebutuhannya dan juga sebagai modal untuk berjualan lagi keesokan harinya.
Maklum saja, aliran perputaran keuangan yang dialami Naruto saat ini sedang kurang baik. Selama sebulan ini tidak ada panggilan penugasan sama sekali dari pasukan samurai Konoha yang sudah dia jalani selama hampir lima tahun terakhir.
Naruto bergabung dengan pasukan samurai elit Konoha bukan semata-mata hanya ingin mencari penghasilan tambahan dari bonus atau upah yang ia terima dari para pejabat, bangsawan atau bahkan seorang kaisar sekalipun, yang selama ini dia kawal dengan taruhan nyawanya sendiri.
Walaupun alasan tadi juga ada benarnya, namun motivasi utama yang membuat dia mau bergabung dengan pasukan samurai, karena dia melihat adanya sisi kebanggaan menjadi seorang samurai.
Namun, karena memang saat ini tidak ada penugasan dalam waktu cukup lama. Khususnya tugas pengawalan yang melibatkan pasukan samurai Konoha, mau tidak mau dia kembali menekuni profesi rutin lainnya, sebagai penjual makanan.
Hari ini, nasib mujur sedang menghampiri dirinya. Dagangannya sudah ludes, padahal jam masih menunjukkan jam setengah 9 malam. Biasanya hingga hampir tengah malam saat dia sudah menutup kedainya, dagangannya belum tentu habis, bahkan terkadang masih cukup banyak yang tidak terjual.
Yah, namanya rejeki memang sudah ada yang mengatur tiap manusia. Dan dia sangat bersyukur karena doanya tadi telah terkabul sehingga ia punya modal cukup untuk berjualan lagi esok harinya.
"Ah. Arigatou, Kami-sama. Engkau telah mengabulkan doaku. Bahkan aku tak menyangka jika hari ini aku bisa tutup lebih awal, yang artinya aku bisa istirahat lebih cepat." Ucap Naruto pelan.
Saat dia sedang sibuk membereskan peralatannya dan akan menutup kedainya untuk bersiap pulang ke rumah, tiba-tiba seseorang menghampirinya.
Naruto pun terkejut dengan kedatangan seseorang tersebut.
"Eh, Kakashi-Sama, ada perlu apa malam-malam datang kemari? Aku sudah hampir tutup."
Ternyata yang menemui Naruto saat itu adalah pemimpin dari pasukan samurai Konoha, yang dimana Naruto bergabung selama ini. Dia adalah Hatake Kakashi. Ia datang menemui Naruto dengan menunggangi kudanya.
"Naruto." Ucap Kakashi dengan tegas.
"Istirahatlah malam ini dan pastikan tidurmu nyenyak. Karena besok saat fajar tiba, kita akan berangkat ke Osaka untuk menjemput dan mengawal dua keluarga bangsawan."
"Mereka memiliki suatu urusan dan mengharuskan untuk tinggal di Konoha dalam waktu yang cukup lama, karena berkaitan dengan urusan pemerintahan dan ekonomi.
Mereka adalah orang-orang penting."
"Kita harus memastikan keselamatan dan keamanan mereka, sampai kita kembali lagi di Konoha. Ini adalah perintah dari Kaisar langsung. Maka dari itu, jangan sampai terlambat besok." Kakashi memberikan instruksi yang lengkap kepada bawahannya, sekaligus rekannya.
"Hai', Kakashi-Sama. Wah sepertinya kita punya tugas penting lagi sejak beberapa waktu terakhir. Ah, aku jadi tidak sabar menunggu hari esok!" Naruto sangat bersemangat setelah mendengar informasi dari pimpinannya.
"Simpan saja semangatmu untuk besok. Ah, satu lagi. Jangan lupa untuk memberitahukan kepada semua teman-temanmu mengenai penugasan ini. Aku akan menunggu kalian semua saat tiba fajar, dan aku tidak ingin melihat ada seorangpun yang datang terlambat. Aku akan menunggu di markas kita seperti biasanya." Tegas Kakashi.
"Baik, Kakashi-Sama. Serahkan semuanya padaku."
"Perjalanan ke Osaka ya? Ah, seumur-umur aku belum pernah mengunjungi ke kota itu. Ini akan menjadi perjalanan jauh, tapi aku harap akan menjadi perjalanan yang menyenangkan."
Tanpa Naruto sadari, sebuah perjalanan panjang sedang 'menunggu' di hadapannya.
Seakan sudah digariskan pada takdirnya. Bahwa perjalanan yang akan dia tempuh nanti, dimulai pada titik tersebut.
-TBC-
