All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.

"Hah...hah...hahhhh..." Naruto tergopoh-gopoh karena berlarian setelah menutup kedainya. Dia berlari menuju ke arah base camp yang selalu digunakan oleh dirinya dan teman-temannya, sesama samurai Konoha berkumpul jika sedang tidak ada penugasan seperti saat ini.

Dilihatnya pada saat itu, seluruh personel samurai Konoha sedang berkumpul. Walaupun jumlah mereka tak banyak seperti yang orang-orang pikirkan selama ini tentang samurai.

Satu hal yang menjadi jaminan dari mereka, bahwa kemampuan yang mereka miliki memang sangat istimewa dan jauh di atas rata-rata samurai pada umumnya, terutama kemampuan Naruto dan Sasuke. Maka dari itu, mereka bisa juga disebut pasukan samurai elit.

"Ah, untung mereka semua sedang berkumpul. Yo Kiba, Shikamaru, Sai, Choji, Gaara, Lee, Shino, dan tentu saja Uchiha Sasuke, sahabatku yang tercinta." Naruto memanggil lengkap satu persatu nama-nama yang sedang berkumpul tersebut, dan seketika membuat mereka terkejut dengan kedatangannya.

"Cih, Dobe sialan! Aku masih normal! Awas kalau sekali lagi aku dengar kau mengatakan sayang atau cinta seperti barusan, akan kupenggal kepalamu dengan katana-ku!" Sasuke yang biasanya tak terlalu suka bersuara dan sering memasang wajah datar, benar-benar serius kali ini. Naruto jadi gemetaran dibuatnya.

"Ada perlu apa kau kemari Naruto? Tak biasanya kau mampir kemari, gara-gara kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu berjualan makanan, lalu setelahnya pasti kau akan langsung pulang dan ngorok di rumahmu." Sindir Kiba.

"Keh. Merepotkan saja. Kedatanganmu kemari hanya merusak suasana yang sudah tenang tadi." Timpal Shikamaru dengan wajah malasnya.

"Hei, hei. Tenanglah kawan-kawan. Aku kesini sampai harus berlari-lari karena membawa pesan dari Kakashi-Sama. Kita besok akan berangkat menuju Osaka, untuk ditugaskan mengawal dua keluarga bangsawan karena nantinya mereka harus menyelesaikan suatu urusan di Konoha. Kakashi-Sama akan menunggu kita semua di markas saat tiba fajar. Maka dari itu, kita harus segera mempersiapkan diri, dan jangan sampai bangun telat."

"APAAAA? OSAKA? Itu sangat jauh dari sini. Perjalanannya bisa memakan hampir seminggu." Teriak hampir semua teman-temannya yang mendengar informasi dari Naruto.

Duh, sebenarnya kalian ini pasukan samurai elit Konoha atau bukan sih? Berjalan sejauh itu saja sudah mengeluh duluan. Padahal juga nantinya naik kuda, bukannya berjalan kaki.

"Yosh! Akhirnya setelah beberapa waktu berlalu, kita dapat penugasan lagi. AYO KAWAN-KAWAN, KITA HARUS TUNJUKKAN SEMANGAT MUDA KITA! OSAKA, KAMI DATANG!" Hanya teman Naruto yang bernama Lee yang memberikan respon berbeda

"D-dia ini masih tetap sama saja." Ucap Naruto pelan.

Hampir semuanya sweatdrop setelah mendengar pernyataan Lee.

"Osaka ya? Aku pernah dengar kabar tentang dua keluarga bangsawan yang cukup terkenal dan memiliki pengaruh yang kuat di kota tersebut. Yang satu keluarga Hyuga, dan satu lagi keluarga Haruno. Asal usul kedua keluarga itu merupakan saudara jauh dari kaisar Jepang. Aku dengar lagi jika kedua keluarga itu, saat ini memiliki masing-masing anak gadis semata wayang. Atau bisa juga disebut sebagai putri yang memiliki kecantikan tidak ada duanya." Sai menjelaskan dengan lempeng, seketika membuat hampir semua mata teman-temannya menjadi terbelalak terutama setelah mendengar penuturan pada kata 'Putri' dan 'Kecantikan' tersebut.

"Ah, ini kesempatanku memamerkan kemampuanku sebagai seorang samurai. Siapa tahu salah satunya bisa berjodoh denganku, dan menjadi istriku. Hihihi." Naruto dengan entengnya mengatakan hal tersebut ditambah dengan memperlihatkan muka mesumnya.

"Baka. Sudah pasti manusia dengan otak mesum seperti dirimu akan dibuang jauh-jauh oleh mereka." Jawab Sasuke.

"Diam kau Teme! Bilang saja kalau kau merasa tersaingi olehku. Atau kau takut kalau tidak bisa mendapatkan salah satu dari mereka? Gini-gini juga kalau kita bicara soal kemampuan dan ketampanan, bisa diadu."

"Benar-benar merepotkan kalau kalian sudah bertingkah seperti anak kecil begitu. Untung aku tidak ikut-ikutan tertarik dengan putri bangsawan." Shikamaru kembali merespon dengan wajah yang malas.

"Sudahlah. Sekarang yang terpenting kita semua pulang ke rumah masing-masing dan beristirahat. Selain itu, persiapkan apapun yang harus kita bawa besok. Karena perjalanan kita nantinya akan panjang dan melelahkan, aku harap semuanya mempersiapkan sebaik mungkin." Lee mencoba meredakan suasana dengan memberikan penjelasan tersebut.

Tiba-tiba Choji mengangkat tangannya, bermaksud untuk bertanya

"Ya? Ada yang ingin kau sampaikan Choji?" Tanya Lee

"A-Anu, apakah aku bisa membawa bekal makanan yang 'cukup' buatku? Mengingat perjalanan kita akan jauh dan melelahkan. Setidaknya 50 karung keripik kentang dan cemilan lainnya buat bekal di perjalanan. Hehe."

"Kau ini, Choji. Makanan mulu yang ada di otakmu. Jangan sampai nanti waktu di perjalanan, ketika ada musuh yang menyerang kita. Lalu kau bahkan tidak sanggup mengayunkan pedangmu, gara-gara makanan di perutmu itu." Omel Gaara.

"Tidak perlu Choji, bawa bekal seperlunya saja. Jangan malah menjadi beban buat kita nanti." Jawab Lee.

"Yosh, aku rasa sudah cukup pertemuan kita saat ini. Yuk, saatnya bersiap untuk besok, kawan-kawan."

Mereka pun membubarkan diri.

Selama percakapan di antara para samurai tersebut, rupanya ada yang mengamati pembicaraan mereka dari suatu tempat yang sangat gelap dan tidak mereka sadari.

Suara di balik kegelapan tersebut terdengar samar-samar.

"Hm. Jadi kedua keluarga bangsawan itu meminta pengawalan dari pasukan samurai Konoha. Ini akan menjadi sesuatu yang menarik."

.

Fajar pun tiba

Para pasukan samurai Konoha sudah hadir di tempat yang sudah disepakati dengan Kakashi. Beberapa diantaranya masih terlihat menguap. Wajar saja, karena saat itu masih sangat gelap dan matahari belum menampakkan diri.

"Apakah kalian sudah siap semua?" Tanya Kakashi.

"Yosh!" Semua menjawab dengan kompak.

Dan mereka yang jumlahnya bersepuluh, memulai perjalanannya menuju Osaka.

-TBC-