All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.
-
.
Naruto langsung membersihkan tubuh dengan berendam di kolam air panas pribadi begitu masuk ke dalam mansion Hyuga, yang menyerupai istana tersebut.
Ia ingin segera menghilangkan peluh, debu, kotoran dan tentunya kuman yang sudah tak terhitung jumlahnya. Benda-benda asing tersebut telah menempel pada seluruh tubuhnya.
"Aaaah. Segarrr sekali rasanya badanku sekarang. Tak kusangka rumah sebesar ini juga memiliki kolam air panas untuk berendam yang bisa digunakan oleh orang banyak."
"Hei, Teme! Kau sudah selesai juga rupanya. Wajahmu makin menawan saja setelah selesai berendam, ttebayo." Naruto langsung saja menggoda sahabatnya itu ketika mereka sedang berpapasan.
Bletakk...!
"Ittaiiiii... Sakit, Teme! Kau selalu merasa puas ya kalau habis memukul kepalaku?"
"Hn, jaga sikapmu, baka. Saat ini kita sedang berada di rumah orang yang akan kita kawal nantinya. Jangan sampai rasa kepercayaan mereka kepada kita menjadi hilang, gara-gara melihat tingkahmu itu."
Tampak agak jauh dari posisi mereka, ternyata ada dua pasang mata yang sedang memandang dan memperhatikan tingkah laku kedua pemuda yang bisa dibilang aneh tapi lucu itu.
Sambil tertawa cekikikan kecil, mereka saling mengomentari tentang apa yang sudah mereka lihat dari tadi.
Terlihat dua gadis cantik yang sangat mempesona, sedang mengamati dengan seksama gerak gerik kedua pemuda samurai tersebut. Usia mereka lebih muda dua tahun dari usia Naruto dan Sasuke.
"Mereka lucu sekali ya, Hinata-chan, hihihi. Perutku benar-benar sakit." Ucap salah seorang gadis bersurai pink dengan iris emerald-nya yang memperlihatkan aura dan pesona kecantikan di wajahnya.
"Hihihi, iya Sakura-chan. Aku tidak habis pikir, terutama melihat kelucuan pemuda dengan rambut kuning dan guratan kumis tipis di pipinya itu. Ini benar-benar hiburan bagi kita, di tengah-tengah kehidupan kita yang membosankan ini." Balas gadis dengan surai indigo yang sedang digerai, terlihat panjang hingga menyentuh pinggangnya. Serta iris amethys-nya yang memancarkan pesona kecantikan tak kalah menawan.
Ya, mereka berdua adalah gadis sekaligus anak tunggal dari masing-masing keluarga bangsawan Osaka tersebut. Mereka adalah Hyuga Hinata dan Haruno Sakura.
Mereka sudah berteman dan bersahabat sejak kecil, layaknya kedua orang tua mereka. Alasan lainnya adalah tempat tinggal mereka yang saling bersebelahan dan sudah berdiri di sana, bahkan sejak sebelum mereka lahir.
Kehidupan yang mereka jalani sebagai saudara jauh Kaisar Jepang dan status mereka sebagai putri dari keluarga bangsawan, tampaknya tidak selalu membawa kebahagiaan bagi mereka berdua.
Aturan-aturan yang terkesan mengekang, seperti harus selalu menjaga tingkah laku, kemudian membatasi berkomunikasi dengan orang lain, apalagi dengan orang lain yang tidak sama derajatnya. Belum dengan aturan-aturan lain yang membuat mereka berdua terkadang risih dan tidak nyaman.
Tapi kehadiran kedua pemuda tersebut, bersama dengan tingkah konyolnya Naruto, nampaknya membawa suasana kehangatan dan perasaan berdebar-debar yang selama ini belum pernah mereka rasakan.
Dengan status mereka sebagai putri bangsawan, sudah menjadi hal yang lumrah dengan urusan asmara yang dipaksakan.
Perjodohan dengan lawan jenis dari keluarga yang sama-sama terpandang, atau sama-sama memiliki kedudukan yang setara, sudah menjadi hal biasa yang dilakukan turun temurun.
Namun, tetap saja mereka tidak pernah cocok dengan semua laki-laki yang sudah diperkenalkan kepada mereka selama ini. Mereka benar-benar merindukan sesosok 'pangeran', dalam arti yang sebenarnya untuk menjadi pendamping mereka.
Muncul sebuah tanda tanya besar yang hinggap di kepala mereka. Apakah kedua pemuda yang sudah berhasil membuat mereka cekikikan dan membuat jantung mereka menjadi berdebar-debar adalah 'sosok' tersebut?
Itu yang harus mereka cari tahu nantinya. Walaupun mereka berdua sepertinya tahu jika kedua pemuda tersebut bukan dari kalangan bangsawan, namun tidak akan ada yang namanya mustahil ketika 'sesuatu' yang dinamakan cinta sudah menjalankan 'tugasnya'.
"Bagaimana, Hinata-chan? Yang mana yang berhasil menarik perhatianmu?"
"Emmm. Kurasa pemuda yang kepalanya digetok barusan dan sempat meringis kesakitan, Sakura-chan. Dia tampak lucu dan terlihat menyenangkan. Namun dibalik kelucuannya, wajahnya memang tampan dan mempesona. Uuhhh, jantungku bisa copot lama-lama kalau terus menatapnya." Kedua pipi Hinata yang secerah porselen juga sudah mulai memerah.
"Aaaaaah, Hinata sayang. Kau memang sahabat sejatiku dari dulu. Ternyata seleraku dan seleramu tidak membuat kita berdua harus berebut atau memperebutkan orang yang sama. Karena aku sudah dibuat 'klepek-klepek' oleh pemuda yang gayanya cool tersebut." Pipi Sakura juga tak kalah meronanya.
Sasuke pun mulai menyadari jika dari tadi, ada yang memperhatikan dan membicarakan dirinya dan Naruto dari kejauhan. Diapun berbisik pada Naruto,
"Oi, Dobe. Kau sadar tidak? Sepertinya ada yang memperhatikan dan ngomongin kita dari tadi."
"Enggak, Teme. Memangnya kamu kerasa gimana?"
"Ya ampuunnn, Dobe. Kau itu ya, dari dulu sama saja. Enggak peka kalau soal perempuan. Pantesan kau susah cari pasangan hidup."
"Nih, aku kasih tahu ke kamu, Dobe. Kalau kita bicara soal kemampuan merasakan kehadiran musuh selama waktu kita bertugas sebagai samurai, aku akui kalau kepekaanmu paling kuat diantara kita semua. Tapi kalau kita ngomong soal asmara, kamu bahkan masih kalah dengan anak 'puber' yang baru pertama kali ngalamin mimpi basah."
"Apa kamu bilang, Teme? Sialan. Tunggu, bukannya kamu sekarang juga gak punya pasangan, kan? Mr. Cool pun sepertinya susah 'laku' akhir-akhir ini. Hahaha."
"Sialan kau, Dobe. Sudahlah, ayo kita pelan-pelan mendekat ke arah yang ngomongin kita dari tadi."
"Ayo, Teme. Kalau perlu kita bikin kaget mereka. Biar mereka kapok dan salah tingkah." Wajah Naruto menyeringai jahat.
Tanpa Sakura dan Hinata sadari, kedua pemuda tersebut sudah sangat dekat dibelakang mereka. Bersiap akan melancarkan aksi jahil, kedua pemuda tersebut pun berkata,
"Moshi moshi. Kalau mau gosipin sesuatu, ajak-ajak kami dong. Seru nih kayaknya." Sambil memasang wajah menyeringai jahil dan menahan tawa.
"Ehhhh." Hinata dan Sakura mengucapkan kata yang sama. Wajah mereka tiba-tiba memerah dan keringat muncul seketika dari kening mereka.
Sadar bahwa sosok kedua objek yang menjadi bahan cekikikan kedua gadis itu sudah sangat dekat, mereka pun memutar kepala kebelakang, dan...
"Kyaaaaa...!"
-TBC-
